{"id":11213,"date":"2021-11-02T10:09:48","date_gmt":"2021-11-02T02:09:48","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=11213"},"modified":"2023-06-12T00:18:02","modified_gmt":"2023-06-11T16:18:02","slug":"terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/","title":{"rendered":"Terjemah Nadzom Maqsud &#8211; 1 (Bab-bab Fi&#8217;il Tsulasi)"},"content":{"rendered":"<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Berkata seorang hamba yang menjadi tawanan (sangat butuh) rahmat Allah ta\u2019ala yang mulia yaitu syeikh Ahmad bin Abdurrahim. Setelah memuji kepada Allah ta\u2019ala Dzat yang mempunyai sifat keagungan seraya memohon rahmat ta\u2019zhim untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.<\/p>\n<p>Fi\u2019il tsulasi ketika di sunyikan (dari huruf tambahan) itu babnya ada 6, seperti yang akan diterangkan (dalam nabom berikutnya).<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Tasrifnya fi\u2019il itu jumlahnya ada 35 bab. Dengan perincian 6 bab untuk fi\u2019il tsulasi mujarrad, 25 bab untuk fi\u2019il tsulasi mazid, 1 bab untuk fi\u2019il ruba\u2019i mujarad, 3 bab untuk fi\u2019il ruba\u2019i mazid;<\/p>\n<p>2. Fi\u2019il tsulasi adalah kalimat yang huruf asalnya ada tiga;<\/p>\n<p>3. Fi\u2019il tsulasi terbagi menjadi dua macam, yaitu fi\u2019il tsulasi mujarrad dan fi\u2019il tsulasi mazid;<\/p>\n<p>4. Fi\u2019il tsulasi mujarrad adalah fi\u2019il yang madlinya terdiri dari tiga huruf asli serta tidak mendapatkan tambahan. Contoh: \u0646\u0635\u0631\u060c\u0636\u0631\u0628\u060c\u0641\u062a\u062d<\/p>\n<p>5. Fi\u2019il tsulasi mujarrad apabila dilihat dari segi harakat \u2018ain fi\u2019il yang ada pada fi\u2019il madli dan fi\u2019il mudlari\u2019, maka berjumlah 9 bab;<\/p>\n<p>6. Namun yang terpakai hanya 6 bab, sedangkan yang tiga bab tidak terpakai;<\/p>\n<p>7. Wazan no.1 (\u0641\u0639\u0644-\u064a\u0641\u0639\u0644) , karena dikhususkan untuk makna watak (sifat pembawaan), makna orang arab tidak mau memberi harakat \u2018ain fi\u2019il pada fi\u2019il mudlari\u2019nya dengan harakat yang berlainan dengan harakat \u2018ain fi\u2019il mudlari\u2019nya, sebagai pertanda akan makna watak. Dalam kitab Mathlub hal.11 diterangkan bahwa tidak terpakainya wazan ini karena terdapat kumpulnya dhammah dengan kasrah, hal ini aangat dibenci oleh Orang Arab;<\/p>\n<p>8. Sedangkan wazan no.2 (\u0641\u0639\u0644-\u064a\u0641\u0639\u0644) karena wazan ini tidak terhitung lughat yang fasih\/baik;<\/p>\n<p>9. Untuk wazan no.3 (\u0641\u0639\u0644-\u064a\u0641\u0639\u0644)karena didalam wazan ini terdapat kumpulan dua hal berat yang berlawanan, yaitu dhammah dan kasrah.<\/p>\n<p>Apabila ain fi\u2019il yang ada pada fi\u2019il madhi difathah (\u0641\u0639\u0644) maka untuk ain fi\u2019il yang ada pada fi\u2019il mudhori\u2019 boleh dibaca 3 wajah: 1. Kasrah (\u064a\u0641\u0639\u0644) 2. Dhammah (\u064a\u0641\u0639\u0644) 3. Fathah (\u064a\u0641\u0639\u0644).<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Fa\u2019 fi\u2019il hanya boleh dibaca fathah karena fathah harakat yang paling ringan, sedangkan harakat yg lain tidak boleh, karena sukar memulai dengan harakat sukun, dan dirasa berat jika berharakat dhammah atau kasrah. Adapun didhammahnya fi\u2019il ketika mabni majhul, karena untuk membedakan antara mabni majhul dengan mabni ma\u2019lum;<\/p>\n<p>2. Adapun ain fi\u2019il tidak boleh dibaca sukun karena untuk menghindari bertemunya 2 huruf yang mati ketika bertemu dengan dhamir rafa\u2019 mutaharrik;<\/p>\n<p>3. Sedangkan lam fi\u2019il boleh wajah 2, yaitu harakat fathah, karena fi\u2019il madli itu dihukumi mabni fath dan harakat sukun, karena fi\u2019il madli itu dihukumi mabni sedangkan mabni yang asal adalah sukun;<\/p>\n<p>4. Fi\u2019il yang ikut wazan (\u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644) adalah kebanyakan dari fi\u2019il muta\u2019addi, contoh: \u0636\u0631\u0628 \u0632\u064a\u062f \u0639\u0645\u0631\u0627 (Zaid memukul \u2018Amr), dan juga yang dari fi\u2019il lazim , tapi sedikit, contoh: \u062c\u0644\u0633 \u0639\u0645\u0631\u0624 (\u2018Amr telah duduk);<\/p>\n<p>5. Fi\u2019il muta\u2019addi adalah fi\u2019il yang dapat mengamalkan (menasabkan) maf\u2019ulnya;<\/p>\n<p>6. Fi\u2019il lazim adalah fi\u2019il yang tidak dapat mengamalkan (menasabkan) maf\u2019ulnya;<\/p>\n<p>7. Cara untuk mengetahui kriteria muta\u2019addi atau lazimnya fi\u2019il adalah: setiap lafadz yang menunjukkan arti yang dikerjakan oleh semua anggota badan, hukumnya lazim, dan setiap lafadz yang menunjukkan arti yang dikerjakan oleh sebagian anggota badan, hukumnya muta\u2019addi.<\/p>\n<p>8. Menurut Imam Tsa\u2019labi, Apabila ada kemusykilan (ketidak tahuan) pada suatu kalimat dan tidak jelas termasuk bab berapa, maka kalimat tersebut dapat diikutkan pada bab ini, sehingga bab ini (\u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644) dinamakan asal bab (induk bab);<\/p>\n<p>9. Wazan ( \u0641\u0639\u0644- \u064a\u0641\u0639\u0644) ini hukumnya sama\u2019i (tidak dapat disama ratakan) sedangkan wazan (\u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644) hukumnya qiyasi (bisa disamakan);<\/p>\n<p>10. Kebanyakan kalimat yang ikut wazan \u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644 adalah fi\u2019il muta\u2019addi, contoh: \u0646\u0635\u0631 \u0632\u064a\u062f \u0639\u0645\u0631\u0627 (Zaid menolong Amr), dan sedikit yang terdiri dari fi\u2019il lazim contoh: \u062e\u0631\u062c \u0632\u064a\u062f (Zaid telah keluar).<\/p>\n<p>Catatan: lafadz yang ikut wazan ini terbatas pada lafadz-lafadz yang berbina\u2019 ajwaf wawi, naqish wawi, mudha\u2019af yang muta\u2019addi, shahih dan mahmuzfa.<\/p>\n<p>11. Fi\u2019il yang ikut wazan \u0641\u0639\u0644 \u064a\u0641\u0639\u0644 adalah kebanyakan dari fi\u2019il muta\u2019addi, contoh: \u0641\u062a\u062d \u0632\u064a\u062f \u0627\u0644\u0628\u0627\u0628 (Zaid membuka pintu) dan terkadang juga terjadi dari fi\u2019il lazim, contoh: \u0630\u0647\u0628 \u0639\u0645\u0631\u0648 (Amr telah pergi).<\/p>\n<p>Apabila ain fi\u2019il madhi dibaca dhammah (\u0641\u0639\u0644) maka ain fi\u2019il mudhari\u2019 hanya dibaca dlammah saja (\u064a\u0641\u0639\u0644) dan apabila ain fi\u2019il madhinya dibaca kasrah (\u0641\u0639\u0644) maka ain fi\u2019il mudhari\u2019nya boleh dibaca fathah (\u064a\u0641\u0639\u0644) dan kasrah (\u064a\u0641\u0639\u0644)<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Fi\u2019il yang mengikuti wazan \u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644 hanya fi\u2019il fi\u2019il yang lazim, contoh: \u062d\u0633\u0646 \u0632\u064a\u062f ( Zaid tampan), dikarenakan arti fi\u2019il yang ikut wazan ini adalah menunjukkan tabiat (watak) atau sifat yang selalu melekat (tidak mudah luntur) seperti pemberani, penakut, bagus, jelek, kuning, hitam dan lain-lain, kecuali apabila menyimpan arti fi\u2019il lain, contoh \u0631\u062d\u0628\u062a\u0643\u0645 \u0627\u0644\u062f\u0627\u0631 menyimpan arti \u0648\u0633\u0639 atau pindahan dari lafadz lain, contoh: \u0633\u062f\u062a\u0647 pindahan dari \u0633\u0648\u062f\u062a\u0647, maka menjadi mut\u2019addi.<\/p>\n<p>Catatan: fi\u2019il yang berbina\u2019 naqish ya\u2019i dan ajwaf ya\u2019i tidak dapat mengikuti wazan ini, sedangkan untuk bina\u2019 mudha\u2019af terhitung sedikit;<\/p>\n<p>2. Wazan \u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644 diikuti oleh fi\u2019il-fi\u2019il muta\u2019addi, contoh: \u0639\u0644\u0645 \u0632\u064a\u062f \u0627\u0644\u0645\u0633\u0626\u0644\u0629 (Zaid mengetahui suatu masalah) dan kebanyakan terdiri dari fi\u2019il lazim, contoh: \u0648\u062c\u0644 \u0632\u064a\u062f (Zaid merasa takut).<\/p>\n<p>Catatan:<\/p>\n<p>\u2022Lafadz yang ikut bab ini kebanyakan menunjukkan arti penyakit, susah, gembira, warna, aib, dan hiasan.<\/p>\n<p>\u2022Dalam wazan ini tidak terdapat Isim alat, dikarenakan sebagian besar fi\u2019il yang ikut wazan ini berartikan sakit, gembira, sifat dan warna, aib hiasan atau muta\u2019addi namun dilakukan oleh hati (bukan dilakukan oleh anggota badan dzahir.<\/p>\n<p>3. Fi\u2019il yang ikut wazan \u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644 adalah fi\u2019il muta\u2019addi contoh: \u062d\u0633\u0628 \u0632\u064a\u062f \u0639\u0645\u0631\u0627 \u0641\u0627\u0636\u0644\u0627 (Zaid menyangka Amr orang yang utama). Namun kebanyakan berupa fi\u2019il lazim contoh \u0648\u0645\u0642 \u0632\u064a\u062f (Zaid telah mabuk cinta).<\/p>\n<p>Catatan: yang ikut wazan ini sedikit dari fi\u2019il Bina shohih dan yang banyak adalah terdiri dari bina mitsal wawi;<\/p>\n<p>4. Fi\u2019il yang ikut wazan ini adalah: \u0648\u0645\u0642\u060c \u0648\u062b\u0642\u060c \u0648\u0642\u0641\u060c \u0648\u0644\u064a\u060c \u0648\u0631\u062b\u060c \u0648\u0631\u0645\u060c \u0648\u0631\u0639\u060c \u0648\u0631\u064a<\/p>\n<p>5. Fi\u2019il yang boleh ikut wazan ini dan juga wazan \u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644 iyu berjumlah sembilan: \u062d\u0633\u0628\u060c \u0646\u0639\u0645\u060c \u064a\u0626\u0633\u060c \u064a\u0628\u0633\u060c \u0648\u063a\u0631\u060c \u0628\u0626\u0633\u060c \u0648\u062d\u0631\u060c \u0648\u0644\u0647\u060c \u0648\u0647\u0644<\/p>\n<p>Catatan: Bila kita menemui lafadz yang sulit ditemui wazannya maka dilihat terlebih dahulu apabila muta\u2019addi, diikutkan wazan: \u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644 dan bila lazim, diikutkan wazan \u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644 sedangkan bila muta\u2019addi tapi dilakukan oleh hati maka diikutkan wazan \u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644.<\/p>\n<p>Lam fi\u2019il atau \u2018ain fi\u2019il dari fi\u2019il yang \u2018ain fi\u2019ilnya dibaca fathah (\u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644) itu harus berupa salah satu huruf halaq, contoh: \u0641\u062e\u0631 \u2013 \u064a\u0641\u062e\u0631 dan \u0633\u0644\u062e \u2013 \u064a\u0633\u0644\u062e. Jika tidak berupa salah satu huruf halaq, maka hukumnya syadz ( menyimpang dari kaidah yang ditetapkan), contoh: \u0633\u0644\u0649 \u2013 \u064a\u0633\u0644\u0649 dan \u0623\u0628\u0649 \u2013 \u064a\u0623\u0628\u0649<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Lafadz-lafadz yang ikut bab tiga ( wazan \u0641\u0639\u0644 \u2013 \u064a\u0641\u0639\u0644) diisyaratkan \u2018ain fi\u2019il atau lam fi\u2019ilnya berupa huruf halaq yang jumlahnya ada enam, yaitu: \u0647\u0645\u0632\u0629-\u0647\u0627\u0621-\u062d\u0627\u0621-\u062e\u0627\u0621-\u063a\u064a\u0646-\u0639\u064a\u0646<\/p>\n<p>2. Diisyaratkan demikian karena \u2018ain fi\u2019il dalam fi\u2019il madli dan fi\u2019il mudlari\u2019nya dibaca fathah, sedangkan fathah adalah harakat yang sangat ringan, agar bisa ta\u2019addul ( sembarangan) dengan bab lainnya maka diisyaratkan ain atau alam fiilnya berupa huruf yang berat yaitu huruf halaq.<\/p>\n<p>3. Syarat \u2018ain atau lam fi\u2019il berupa halaq ini bukan berarti semua lafadz yang ain atau lam fi\u2019ilnya berupa huruf halaq harus diikutkan pada bab tiga ini karena wujudnya syarat tidak mengharuskan wujudnya perkara yang diisyaratkan (masyruth).<\/p>\n<p>4. Diantara lafadz yang menetap isyarat tapi tidak ikut bab ketiga, yaitu:\u062a\u062d\u062a-\u064a\u0646\u062d\u062a\u060c \u0646\u0643\u062d-\u064a\u0646\u0643\u062d\u060c \u0631\u062c\u0639-\u064a\u0631\u062c\u0639\u060c \u0635\u062d-\u064a\u0635\u062d (bab dua), \u062f\u062e\u0644-\u064a\u062f\u062e\u0644 (bab satu), \u0641\u0631\u062d-\u064a\u0641\u0631\u062d (bab empat), \u0628\u0639\u062f-\u064a\u0628\u0639\u062f (bab lima).<\/p>\n<p>5. Syadz menurut ulama dibagi menjadi tiga macam, yaitu:<\/p>\n<p>\u2022 tidak mencocoki qiyas tapi masih berlaku (digunakan dalam kalam yang fasib) seperti \u0627\u0628\u0649-\u064a\u0623\u0628. Lafadz ini hukumnya syadz mengikuti bab ketiga tetapi masih tergolong kalimat fasih sebagaimana terdapat dalam ayat Alquran: \u0627\u0644\u0627 \u0627\u0628\u0644\u064a\u0633 \u0627\u0628\u0649 \u0648\u0627\u0633\u062a\u0643\u0628\u0631<\/p>\n<p>\u2022Tidak mencocoki dalam penggunaan (tidak terpakai dalam kalam fasih) tetapi mencocoki pada qiyas, seperti: \u0636\u0631\u0628-\u064a\u0636\u0631\u0628<\/p>\n<p>\u2022Tidak mencocoki qiyas dan juga tidak terpakai dalam kalam fasih, seperti: \u0628\u064a\u0639-\u0642\u0648\u0644, karena qiyasnya wawu dan ya\u2019 itu diganti alif.<\/p>\n<p>6. Perbedaan syadz, nadzir dan dla\u2019if.<\/p>\n<p>\u2022Syadz adalah kalimat yang banyak digunakan tapi tidak mencocoki qiyas, contoh: \u0627\u0628\u064a-\u064a\u0623\u0628\u0649<\/p>\n<p>\u2022Dla\u2019if adalah kalimat yang tidak diakui kefasihannya oleh ahli bahasa, contoh: \u062f\u062e\u0644-\u064a\u062f\u062e\u0644<\/p>\n<p>(***)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11214,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[92,136],"class_list":["post-11213","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-bahasa-arab","blog-kat-nahwu-shorof"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Nadzom Maqsud - 1 (Bab-bab Fi&#039;il Tsulasi) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU - Berkata seorang hamba yang menjadi tawanan (sangat butuh) rahmat Allah ta\u2019ala yang mulia yaitu syeikh Ahmad bin Abdurrahim. Setelah memuji\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Nadzom Maqsud - 1 (Bab-bab Fi&#039;il Tsulasi) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU - Berkata seorang hamba yang menjadi tawanan (sangat butuh) rahmat Allah ta\u2019ala yang mulia yaitu syeikh Ahmad bin Abdurrahim. Setelah memuji\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-11T16:18:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"468\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\\\/\",\"name\":\"Terjemah Nadzom Maqsud - 1 (Bab-bab Fi'il Tsulasi) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nadzom-Maqsud.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-11-02T02:09:48+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-11T16:18:02+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU - Berkata seorang hamba yang menjadi tawanan (sangat butuh) rahmat Allah ta\u2019ala yang mulia yaitu syeikh Ahmad bin Abdurrahim. Setelah memuji\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nadzom-Maqsud.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nadzom-Maqsud.jpeg\",\"width\":700,\"height\":468,\"caption\":\"Nadzom Maqsud\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Nadzom Maqsud &#8211; 1 (Bab-bab Fi&#8217;il Tsulasi)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Nadzom Maqsud - 1 (Bab-bab Fi'il Tsulasi) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU - Berkata seorang hamba yang menjadi tawanan (sangat butuh) rahmat Allah ta\u2019ala yang mulia yaitu syeikh Ahmad bin Abdurrahim. Setelah memuji","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Nadzom Maqsud - 1 (Bab-bab Fi'il Tsulasi) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU - Berkata seorang hamba yang menjadi tawanan (sangat butuh) rahmat Allah ta\u2019ala yang mulia yaitu syeikh Ahmad bin Abdurrahim. Setelah memuji","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2023-06-11T16:18:02+00:00","og_image":[{"width":700,"height":468,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/","name":"Terjemah Nadzom Maqsud - 1 (Bab-bab Fi'il Tsulasi) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","datePublished":"2021-11-02T02:09:48+00:00","dateModified":"2023-06-11T16:18:02+00:00","description":"BLOGGURU - Berkata seorang hamba yang menjadi tawanan (sangat butuh) rahmat Allah ta\u2019ala yang mulia yaitu syeikh Ahmad bin Abdurrahim. Setelah memuji","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","width":700,"height":468,"caption":"Nadzom Maqsud"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-1-bab-bab-fiil-tsulasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Nadzom Maqsud &#8211; 1 (Bab-bab Fi&#8217;il Tsulasi)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/11213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=11213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}