{"id":11218,"date":"2021-11-06T11:36:59","date_gmt":"2021-11-06T03:36:59","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=11218"},"modified":"2023-06-12T00:41:40","modified_gmt":"2023-06-11T16:41:40","slug":"terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/","title":{"rendered":"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 5 (Bentuk Fi&#8217;il Madhi Mabni Ma&#8217;lum dan Majhul, Fi&#8217;il Amar dan Hamzah Washal"},"content":{"rendered":"<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211;\u00a0 Huruf akhir fi\u2019il madhi secara mutlaq itu harus dimabnikan fath (baik secara dhahir atau muqaddar) contoh: \u0636\u0631\u0628-\u0627\u0643\u0631\u0645-\u063a\u0632\u0627, jika bertemu dengan wawu jama\u2019 maka harus dimabnikan dham, contoh: \u0636\u0631\u0628\u0648\u0627-\u0627\u0643\u0631\u0645\u0648\u0627-\u063a\u0632\u0648\u0627 dan jika bertemu dengan dlamir marfu\u2019 mutaharrik, maka harus dimabnikan sukun, contoh: \u0636\u0631\u0628\u062a-\u0627\u0643\u0631\u0645\u062a-\u063a\u0632\u0648\u062a.<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Huruf asal kalimat fi\u2019il adalah mabni, dan hukum asal didalam kemabnian suatu lafadz adalah sukun.<\/p>\n<p>2. Fi\u2019il madli itu dihukumi mabni karena tidak ada keserupaan dengan kalimat isim dengan serupa yang sempurna seperti serupa dengan isim fa\u2019il atau isim maf\u2019ul akan tetapi kemabnian isim madhi tersebut menggunakan harakat hal ini dikarenakan adanya keserupaan dengan kalimat isim dengan serupa yang paling rendah, yaitu bisa dijadikan sebagai sifat dari mausuf isim nakirah.<\/p>\n<p>3. Fi\u2019il madli dimabnikan fathah. Demikian itu karena mencari keringanan, dikarenakan beratnya fi\u2019il dalam segi lafadznya, dengan bukti tidak ditemukan fi\u2019il tsulasi yang di sukun tengah pada asalnya, dan berat dari segi makna, dikarenakan fi\u2019il menunjukkan dua hal, yaitu makna hadas (perbuatan dan zaman).<\/p>\n<p>4. Hukum fi\u2019il madli itu selamanya harus dimabnikan fathah, apabila huruf akhirnya tidak bersambung dengan dlamir rafa\u2019 mutaharrik atau dlamir wawu jama\u2019 (wawu yang menunjukkan arti banyak), seperti: \u0636\u0631\u0628 (dzahir), \u063a\u0632\u0627 (muqaddar).<\/p>\n<p>5. Apabila fi\u2019il madli bersambung dengan dlamir rafa\u2019 mutaharrik maka ia di hukumi mabni sukun ( untuk menghindari 4 huruf yang sama-sama berharakat dalam 2 kalimat yang seperti satu kalimat) , seperti : \u0636\u0631\u0628\u062a \u060c \u063a\u0632\u0648\u062a dan lainnya.<\/p>\n<p>6. Dlamir rafa\u2019 mutaharrik adalah dlamir yang berharakat dan berkedudukan sebagai fa\u2019il atau na\u2019ibul fa\u2019il (mahal rafa\u2019).<\/p>\n<p>7. Apabila fi\u2019il tersebut terdiri dari fi\u2019il mu\u2019tal alif maka mabninya dikira-kira kan ada alif seperti \u062f\u0639\u0627 , \u0631\u0645\u0649 maka alifnya di ganti dengan ya\u2019 jika jatuh di urutan keempat da seterusnya. Seperti \u0627\u0639\u0637\u064a\u062a atau urutan ke tiga tetapi asalnya adalah ya\u2019 seperti \u0627\u062a\u064a\u062a . Dan jika jatuh di urutan ke tiga yang asalnya berupa huruf wawu maka harus dikembalikan. Seperti: \u063a\u0632\u0627 \u2013 \u063a\u0632\u0648\u062a .<\/p>\n<p>8. Jika mu\u2019tal akhir wawu atau ya\u2019 maka harus ditetapkan. Seperti: \u0631\u0636\u064a\u062a dan \u063a\u0632\u0648\u062a<\/p>\n<p>9. Dan apabila fi\u2019il madli bersambung dengan dlamir wawu jama\u2019 maka ia dihukumi mabni dlamm (untuk kesesuaian dengan wawu jama\u2019), seperti \u0636\u0631\u0628\u0648\u0627 (dhahir), \u063a\u0632\u0648\u0627 (muqaddar).<\/p>\n<p>10. Apabila fi\u2019il tersebut terdiri dari fi\u2019il mu\u2019tal alif maka alifnya dibuang untuk menghindari dua huruf yang mati. Seperti \u0631\u0645\u0648\u0627-\u062f\u0639\u0648\u0627<\/p>\n<p>11. Jika mu\u2019tal akhir wawu atau ya\u2019 maka huruf akhir harus dibuang dan huruf sebelumnya diharakati dengan dlammah untuk menyesuaikan dengan wawu. Seperti: \u0631\u0636\u0648\u0627-\u0633\u0631\u0648\u0627-\u062f\u0639\u0648\u0627<\/p>\n<p>Fi\u2019il madhi yang mabni ma\u2019lum itu huruf pertamanya harus dibaca fathah (baik dari fi\u2019il tsulasi atau ruba\u2019i), contoh: \u0636\u0631\u0628-\u0627\u0643\u0631\u0645-\u062a\u062e\u0627\u0635\u0645 kecuali fi\u2019il khumasi dan sudasi yang dimulai dengan hamzah washal, maka huruf pertamanya harus dibaca kasrah contoh: \u0627\u0645\u062a\u062d\u0646-\u0627\u0633\u062a\u063a\u0641\u0631<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Fi\u2019il madhi terbagi menjadi dua, yaitu mabni fa\u2019il dan mabni maf\u2019ul, hal ini karena fi\u2019il madhi menunjukkan makna hadats (pekerjaan) yang membutuhkan musnad ilaih (lafadz yang disandari hukum). Sedangkan dalam penyandarannya (isnad), fi\u2019il madli terkadang diisnadkan pada fa\u2019il dan terkadang diisnadkan pada maf\u2019ul.<\/p>\n<p>2. Fi\u2019il madhi mabni majhul (maf\u2019ul) adalah fi\u2019il madhi yang tidak menyebutkan fa\u2019ilnya, tetapi menempatkan novelnya pada posisi fa\u2019il dalam mayoritas hukum yang dimiliki fa\u2019il.<\/p>\n<p>3. Fi\u2019il madhi mabni ma\u2019lum (fa\u2019il) adalah: fi\u2019il madhi yang huruf awalnya berharakat fathah atau huruf yang pertama kali hidup (walaupun bukan huruf awal) menyandang harakat fathah, seperti: \u0627\u062c\u062a\u0645\u0639-\u0646\u0635\u0631<\/p>\n<p>4. Dalam contoh \u0627\u062c\u062a\u0645\u0639, awalnya yang berharakat, adalah ta\u2019 yaitu harakat fathah. Ta\u2019 dianggap sebagai awalnya huruf berharakat, karena fa\u2019fi\u2019ilnya yang berupa huruf jim sukun, sedangkan harakat hamzah washal yang berupa kasrah tidak dianggap, karena harakat hamzah washal ketika ditengah kalimat digugurkan (tidak dibaca).<\/p>\n<p>Tetapnya hamzah washal (terbaca) letika berada di permulaan susunan kalam itu wajib, sebagaimana terbuangnya (tidak terbaca) jika berada di tengah-tengah susunan kalam, contoh: \u0623\u0633\u062a\u063a\u0641\u0631-\u0641\u0627\u0633\u062a\u063a\u0641\u0631<br \/>\nSebagaimana hamzah yang ada pada fi\u2019il amar dan masdar dari fi\u2019il khumasi dan sudasi, contoh: \u0627\u0646\u0637\u0644\u0642-\u0627\u0646\u0637\u0644\u0627\u0642\u0627, \u0627\u0633\u062a\u062e\u0631\u062c-\u0627\u0633\u062a\u062e\u0631\u0627\u062c\u0627, hamzah \u0627\u0644 dan \u0627\u064a\u0645\u0646 dan hamzah yang berada pada fi\u2019il seperti lafadz \u0627\u062c\u0647\u0631 (setiap fi\u2019il amar dari fi\u2019il tsulasi mujarrad)<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Hamzah ada dua macam, yaitu hamzah qatha\u2019 dan hamzah washal.<\/p>\n<p>2. Hamzah qatha\u2019 adalah hamzah yang selalu terbaca baik ketika berada di permulaan susunan kalam maupun di tengah-tengah susunan kalam, contoh: \u0627\u0643\u0631\u0645-\u0641\u0627\u0643\u0631\u0645<\/p>\n<p>3. Hamzah washal adalah hamzah yang terbaca ketika berada di permulaan susunan kalam dan tidak terbaca jika berada ditengah-tengah susunan kalam, contoh: \u0623\u0633\u062a\u063a\u0641\u0631-\u0641\u0627\u0633\u062a\u063a\u0641\u0631<\/p>\n<p>4. Hamzah washal itu selalu berada di permulaan karena dipakai untuk lantaran memulai huruf yang mati karena memulai huruf yang mati itu sangat sulit, kecuali darurat.<\/p>\n<p>5. Tetapi ada juga hamzah washal yang terbaca ketika berada di tengah kalimay tapi hukumnya syadz. Seperti:<\/p>\n<p>6. Hamzah washal itu berada pada fi\u2019il, isim dan huruf, seperti:<br \/>\n\u0623\u0633\u062a\u063a\u0641\u0631-\u0641\u0627\u0633\u062a\u063a\u0641\u0631\u060c \u0623\u0633\u062a\u063a\u0641\u0627\u0631\u060c \u0627\u0644\u060c \u0627\u0645 (\u0627\u0644 menurut lughat Himyar)<\/p>\n<p>7. Hamzah washal yang berada di tangah kata atau kalimat itu yang digugurkan hanya bacaannya, sedangkan tulisannya tidak digugurkan.<\/p>\n<p>8. Empat tempat hamzah washal dibuang bacaan dan tulisannya, yaitu:<br \/>\na. Dalam lafadz basmalah.<br \/>\nb. Dalam lafadz \u0627\u0633\u0645 didahului hamzah istifham seperti \u0627\u0633\u0645\u0643 \u0639\u0644\u064a.<br \/>\nc. Dalam lafadz \u0627\u0628\u0646 yang diapit oleh dua nama, seperti: \u0639\u0645\u0631\u0648 \u0628\u0646 \u0639\u0627\u0635<br \/>\nd. Hamzah al (\u0627\u0644) yang dijerkan oleh huruf jer lam, seperti: \u0644\u0644\u0645\u062f\u0631\u0633\u0629.<\/p>\n<p>9. Hamzah al (\u0627\u0644) itu disebut hamzah washal baik al maushulah, ma\u2019rifah atau zaidah. Akan tetapi menurut imam khalil bahwa hamzah washal adalah hamzah qatha\u2019 lalu dijadikan hamzah washal karena banyaknya terjadi (berlaku).<\/p>\n<p>10. Begitu juga Hamzah lafadz \u0627\u0645 menurut lughat ahli Yaman (Himyar).<\/p>\n<p>11. Menurut sebagian ulama\u2019 bahwa \u0627\u0644 jinsiyyah adalah hamzah qatha\u2019 seperti: \u0627\u0646 \u0627\u0644\u0627\u0646\u0633\u0627\u0646 \u0644\u0641\u064a \u062e\u0633\u0631<\/p>\n<p>12. Hamzah lafadz \u0627\u064a\u0645\u0646 menurut ulama\u2019Kufah adalah hamzah qata\u2019, karena jamak dari lafadz \u064a\u0645\u064a\u0646. Sedangkan menurut ulama\u2019 Basrah adalah hamzah washal karena dikhususkan untuk bersumpah. Menurut imam Sibawaih adalah isim mufrad dari masdar \u0627\u0644\u064a\u0645\u064a\u0646 bermakna berkah.<\/p>\n<p>13. Lughat \u0627\u064a\u0645\u0646 itu ada dua belas macam, yaitu:<\/p>\n<p>\u0627\u064a\u0645\u060c \u0627\u064a\u0645\u060c \u0627\u064a\u0645\u0646\u060c \u0627\u064a\u0645\u0646\u060c \u0627\u0645\u060c \u0645\u060c\u0645\u060c\u0645\u060c\u0645\u0646\u060c\u0645\u0646\u060c\u0645\u0646\u060c\u0627\u064a\u0645\u0646<\/p>\n<p>Begitu pula hamzah pada lafadz \u0627\u0633\u0645-\u0627\u0633\u062a-\u0627\u062b\u0646\u062a\u064a\u0646-\u0627\u0645\u0631\u0623\u0629-\u0627\u0645\u0631\u0624-\u0627\u062b\u0646\u064a\u0646-\u0627\u0628\u0646\u0629-\u0627\u0628\u0646-\u0627\u0628\u0646\u0645. Semua hamzah washal dalam lafadz-lafadz diatas itu dibaca kasrah, kecuali dalam lafadz \u0627\u064a\u0645\u0646 dan \u0627\u0644 maka dibaca fathah.<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Lafadz \u0627\u0628\u0646\u0645 asalnya adalah \u0627\u0628\u0646 kemudia ditambah mim untuk mubalaghah.<\/p>\n<p>2. Lafadz \u0627\u0628\u0646 asalnya adalah \u0628\u0646\u0648 kemudian lamnya dibuang littahfif kemudian disukun awalnya, atau lafadz \u0627\u0628\u0646 asalnya adalah \u0628\u0646\u0648 dengan dalil lafadz \u0628\u0646\u062a, kemudian sukunnya nun dipindah ke huruf ba\u2019 lalu didatangkan hamzah.<\/p>\n<p>3. Lafadz \u0627\u0628\u0646\u0629 asalnya adalah muannats dari lafadz \u0627\u0628\u0646 dengan tambahan ta\u2019 ta\u2019 nits.<\/p>\n<p>4. Lafadz \u0627\u062b\u0646\u064a\u0646 asalnya adalah \u062b\u0646\u064a\u0627\u0646 kemudian lamnya dibuang lalu huruf yang pertama disukun lalu didatangkan hamzah washal.<\/p>\n<p>5. Lafadz \u0627\u0645\u0631\u0624 asalnya adalah \u0645\u0631\u0621 kemudian ditahfif dengan memindah harakat hamzah ke ra\u2019 lalu hamzahnya dibuang dan diganti dengan hamzah washal lalu hamzah washal diterapkan ketika hamzahnya dikembalikan.<\/p>\n<p>6. Harakat ra\u2019 pada lafadz \u0627\u0645\u0631\u0624 itu mengikuti harakat hamzah yang berada di akhir kalimat, baik fathah (\u0627\u0645\u0631\u0623), dikasrah (\u0627\u0645\u0631\u0626) maupun didhammah (\u0627\u0645\u0631\u0624). Demikian juga nun pada lafadz \u0627\u0628\u0646\u0645 juga mengikuti harakat huruf mim setelahnya.<\/p>\n<p>7. Lafadz \u0627\u062b\u0646\u062a\u064a\u0646 adalah muannats dari lafadz \u0627\u062b\u0646\u064a\u0646 dengan menambah ta\u2019ta\u2019 nits.<\/p>\n<p>8. Lafadz \u0627\u0633\u0645 asalnya adalah \u0633\u0645\u0648 atau \u0633\u0645\u0648 (menurut ulama\u2019 Basrah), lamnya dibuang littahfif lalu huruf pertama disukun atau memindah sukunnya mim ke sin lalu didatangkan hamzah washal atau dari lafadz \u0648\u0633\u0645 (menurut ulama\u2019 Kufah), kemudian lamnya dibuang littahfif.<\/p>\n<p>Hamzah washal dalam fi\u2019il amar dari fi\u2019il tsulasi mujarrad yang terbentuk dari fi\u2019il mudlari\u2019 yang di dhammah ain fi\u2019ilnya itu dibaca dlammah, seperti lafadz: \u0627\u0642\u062a\u0644 serta yang ada pada fi\u2019il madhi dari fi\u2019il khumasi dan sudasi mabni majhul juga dibaca dlammah, seperti: \u0627\u0646\u0637\u0644\u0642-\u0623\u0633\u062a\u062e\u0631\u062c<br \/>\nHuruf pertama fi\u2019il madhi mabni majhul itu wajib dibaca dlammah, sedangkan huruf sebelum akhir wajib dibaca kasrah. Contoh: \u0636\u0631\u0628 \u0639\u0645\u0631<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Hamzah washal itu tidak bertempat pada fi\u2019il mudhari\u2019 secara mutlak, kalimat huruf selain \u0627\u0644, fi\u2019il madhi tsulasi dan ruba\u2019i dan juga tidak bertempat pada kalimat Isim selain masdar fi\u2019il madhi dan sudah di serta sepuluh isim di atas.<\/p>\n<p>2. Harakat hamzah washal itu ada tujuh wajah:<\/p>\n<p>a. Wajib fathah: berada pada isim yang dimulai dengan \u0627\u0644<\/p>\n<p>b. Wajib dlammah: berada pada fi\u2019il madhi khumasi dan sudasi yang mabni majhul selain yang berbina\u2019 ajwaf, serta fi\u2019il amar dari fi\u2019il tsulasi mujarrad yang ain fi\u2019il mudhari\u2019nya di dlammah.<\/p>\n<p>c. Boleh dlammah dan kasrah (dlammah lebih unggul): berada pada fi\u2019il amar tsulasi mujarrad yang ain fi\u2019il mudhari\u2019nya di dlammah yang asalnya kasrah contoh: \u0627\u0645\u0634\u0648\u0627 atau \u0627\u0645\u0634\u0648\u0627<\/p>\n<p>d. Boleh fathah atau kasrah (fathah boleh lebih unggul): berada pada lafadz \u0627\u064a\u0645\u0646<\/p>\n<p>e. Boleh kasrah dan dlammah (kasrah lebih unggul): berada pada lafadz \u0627\u0633\u0645<\/p>\n<p>f. Boleh kasrah, dlammah dan isymam: berada pada fi\u2019il khumasi mabji majhul yang berbina\u2019 ajwaf contoh: \u0627\u062e\u062a\u064a\u0631-\u0627\u0646\u0642\u064a\u062f<\/p>\n<p>g. Wajib kasrah: berada pada selain tempat-tempat yang disebutkan.<\/p>\n<p>3. Asal harakat hamzah washal adalah kasrah, adapun difathah desebagian lafadz adalah karena untuk meringankan atau didlammah karena ittiba\u2019 (ini pendapat ulama\u2019 Basrah).<\/p>\n<p>4. Adapun ulama\u2019 Kufah memilih kasrahnya hamzah washal pada lafadz \u0627\u0636\u0631\u0628 dan sukun pada lafadz \u0627\u0633\u0643\u0646 karena ittiba\u2019 (mengikuti) pada huruf ketiga. Adapun tidak difathahnya hamzah washal pada lafadz \u0627\u0639\u0644\u0645, karena kalau difathah akan terjadi iltibas (keserupaan) fi\u2019il amar dengan kalam khabar.<\/p>\n<p>5. Cara membuat fi\u2019il mabni majhul adalah pertama fa\u2019ilnya harus dibuang. Kemudian maf\u2019ul yang asalnya dibaca nashab ditempatkan pada tempatnya fa\u2019il yang dibuang dan harus dibaca rafa\u2019 . Kemudian terjadilah keserupaan apakah fa\u2019ilnya itu fa\u2019il yang asli atau naibul fa\u2019il. Untuk membedakan hal itu maka fi\u2019ilnya perlu dirubah, sedangkan cara membuatnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>a. Fi\u2019il Madli<\/p>\n<p>\u2022 Apabila huruf pertamanya tidak berupa hamzah washal atau ta\u2019 muthawa\u2019ah maka huruf pertamanya di dlammah dan sebelum akhir di kasrah, seperti: \u0642\u0648\u062a\u0644 \u0639\u0645\u0631\u0648 (\u0642\u0627\u062a\u0644 \u0645\u0648\u0633\u0649 \u0639\u0645\u0631\u0627), \u0623\u0643\u0631\u0645 \u0628\u0643\u0631 (\u0627\u0643\u0631\u0645 \u0632\u064a\u062f \u0628\u0643\u0631\u0627), \u0641\u062a\u062d \u0627\u0644\u0628\u0627\u0628 (\u0641\u062a\u062d \u0632\u064a\u062f \u0627\u0644\u0628\u0627\u0628), dan lainnya.<\/p>\n<p>\u2022 Apabila huruf pertamanya berupa ta\u2019 muthawwa\u2019ah maka huruf pertama dan kedua harus didlammah dan sebelum akhir harus dikasrah, seperti: \u062a\u0641\u0648\u0639\u0644\u060c \u062a\u0639\u0644\u0645 \u0627\u0644\u0643\u062a\u0627\u0628 (\u062a\u0639\u0644\u0645 \u0645\u062d\u0645\u062f \u0627\u0644\u0643\u062a\u0627\u0628) dan lainnya.<\/p>\n<p>\u2022 Apabila huruf awalnya berupa hamzah washal maka huruf yang pertama dan ketiga didlammah dan sebelum akhir dikasrah, seperti: \u0627\u0633\u062a\u062c\u064a\u0628 \u0627\u0644\u062f\u0639\u0627\u0621 (\u0627\u0633\u062a\u062c\u0627\u0628 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u062f\u0639\u0627\u0621), \u0627\u0646\u0643\u0633\u0631 \u0627\u0644\u0632\u062c\u0627\u062c (\u0627\u0646\u0643\u0633\u0631 \u0639\u0644\u064a \u0627\u0644\u0632\u062c\u0627\u062c), dan lainnya.<\/p>\n<p>b. Fi\u2019il Mudlari\u2019<\/p>\n<p>Secara mutlaq huruf pertamanya harus didlammah sedangkan huruf sebelum akhir harus di fathah, seperti: \u064a\u0633\u062a\u062e\u0631\u062c, \u064a\u062a\u0639\u0644\u0645, \u064a\u0642\u0627\u062a\u0644, \u064a\u0646\u0635\u0631-, dan sebagainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(***)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11214,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[92,136],"class_list":["post-11218","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-bahasa-arab","blog-kat-nahwu-shorof"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 5 (Bentuk Fi&#039;il Madhi Mabni Ma&#039;lum dan Majhul, Fi&#039;il Amar dan Hamzah Washal - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU -\u00a0 Huruf akhir fi\u2019il madhi secara mutlaq itu harus dimabnikan fath (baik secara dhahir atau muqaddar) contoh: \u0636\u0631\u0628-\u0627\u0643\u0631\u0645-\u063a\u0632\u0627, jika bertemu dengan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 5 (Bentuk Fi&#039;il Madhi Mabni Ma&#039;lum dan Majhul, Fi&#039;il Amar dan Hamzah Washal - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU -\u00a0 Huruf akhir fi\u2019il madhi secara mutlaq itu harus dimabnikan fath (baik secara dhahir atau muqaddar) contoh: \u0636\u0631\u0628-\u0627\u0643\u0631\u0645-\u063a\u0632\u0627, jika bertemu dengan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-11T16:41:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"468\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\\\/\",\"name\":\"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 5 (Bentuk Fi'il Madhi Mabni Ma'lum dan Majhul, Fi'il Amar dan Hamzah Washal - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nadzom-Maqsud.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-11-06T03:36:59+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-11T16:41:40+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU -\u00a0 Huruf akhir fi\u2019il madhi secara mutlaq itu harus dimabnikan fath (baik secara dhahir atau muqaddar) contoh: \u0636\u0631\u0628-\u0627\u0643\u0631\u0645-\u063a\u0632\u0627, jika bertemu dengan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nadzom-Maqsud.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nadzom-Maqsud.jpeg\",\"width\":700,\"height\":468,\"caption\":\"Nadzom Maqsud\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 5 (Bentuk Fi&#8217;il Madhi Mabni Ma&#8217;lum dan Majhul, Fi&#8217;il Amar dan Hamzah Washal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 5 (Bentuk Fi'il Madhi Mabni Ma'lum dan Majhul, Fi'il Amar dan Hamzah Washal - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU -\u00a0 Huruf akhir fi\u2019il madhi secara mutlaq itu harus dimabnikan fath (baik secara dhahir atau muqaddar) contoh: \u0636\u0631\u0628-\u0627\u0643\u0631\u0645-\u063a\u0632\u0627, jika bertemu dengan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 5 (Bentuk Fi'il Madhi Mabni Ma'lum dan Majhul, Fi'il Amar dan Hamzah Washal - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU -\u00a0 Huruf akhir fi\u2019il madhi secara mutlaq itu harus dimabnikan fath (baik secara dhahir atau muqaddar) contoh: \u0636\u0631\u0628-\u0627\u0643\u0631\u0645-\u063a\u0632\u0627, jika bertemu dengan","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2023-06-11T16:41:40+00:00","og_image":[{"width":700,"height":468,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/","name":"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 5 (Bentuk Fi'il Madhi Mabni Ma'lum dan Majhul, Fi'il Amar dan Hamzah Washal - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","datePublished":"2021-11-06T03:36:59+00:00","dateModified":"2023-06-11T16:41:40+00:00","description":"BLOGGURU -\u00a0 Huruf akhir fi\u2019il madhi secara mutlaq itu harus dimabnikan fath (baik secara dhahir atau muqaddar) contoh: \u0636\u0631\u0628-\u0627\u0643\u0631\u0645-\u063a\u0632\u0627, jika bertemu dengan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","width":700,"height":468,"caption":"Nadzom Maqsud"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-5-bentuk-fiil-madhi-mabni-malum-dan-majhul-fiil-amar-dan-hamzah-washal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 5 (Bentuk Fi&#8217;il Madhi Mabni Ma&#8217;lum dan Majhul, Fi&#8217;il Amar dan Hamzah Washal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/11218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11218"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=11218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}