{"id":11221,"date":"2021-11-09T08:50:26","date_gmt":"2021-11-09T00:50:26","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=11221"},"modified":"2023-06-12T00:57:11","modified_gmt":"2023-06-11T16:57:11","slug":"terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/","title":{"rendered":"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 8: Beberapa Faidah"},"content":{"rendered":"<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Fi\u2019il tsulasi mujarrad yang lazim itu bisa dimuta\u2019addikan dengan 1)Hamzah Naql, contoh: \u0643\u0631\u0645\u0632\u064a\u062f menjadi \u0627\u0643\u0631\u0645\u062a \u0632\u064a\u062f . 2)Tadl\u2019if ( menggandakan ain fi\u2019il ), contoh : \u0641\u0631\u062d \u0632\u064a\u062f menjadi \u0641\u0631\u062d\u062a \u0632\u064a\u062f\u0627 . 3)<\/p>\n<p>Huruf jer, contoh : \u0630\u0647\u0628 \u0632\u064a\u062f .<\/p>\n<p>Sedangkan fi\u2019il ghairu tsulasi yang lazim hanya bisa di muta\u2019addikan dengan huruf jer contoh : \u0627\u0646\u0637\u0644\u0642 \u0632\u064a\u062f menjadi \u0627\u0646\u0637\u0644\u0642\u062a \u0628\u0632\u064a\u062f \u2013 \u0627\u0641\u0642\u0631 \u0627\u0644\u0628\u0644\u062f menjadi \u0627\u0642\u0641\u0631\u062a \u0628\u0644\u0628\u0644\u062f .<\/p>\n<p>Dan bila semua adat memuta\u2019addikan itu dibuang maka kembali menjadi lazim.<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Fi\u2019il bila ditinjau dari segi artinya : itu ada yang lazim dan muta\u2019addi.<\/p>\n<p>2. Fi\u2019il muta\u2019addi adalah fi\u2019il yang dapat mengamalkan ( menasabkan ) maf\u2019ulnya.<\/p>\n<p>3. Fi\u2019il muta\u2019addi juga bisa disebut dengan istilah fi\u2019il waqi\u2019 karena pekerjaan tersebut bisa menimpa pada maf\u2019ul bih. Atau fi\u2019il mujawiz karena fi\u2019il tersebut bisa melewati fa\u2019il sampai pada maf\u2019ul.<\/p>\n<p>4. Muta\u2019addi itu ada dua macam:<\/p>\n<p>a) Muta\u2019addi dengan sendirinya, yaitu fi\u2019il yang di sambung dengan maf\u2019ul nya secara langsung tanpa perantara huruf jer, seperti \u0636\u0631\u0628\u062a \u0632\u064a\u062f\u0627 . Dan maf\u2019ulnya disebut maf\u2019ul sharih.<\/p>\n<p>b) Muta\u2019addi melalui perantara, yaitu fi\u2019il yang sambung dengan maf\u2019ulnya tidak secara langsung tapi melalui perantara huruf jer, seperti : \u0630\u0647\u0628\u062a \u0628\u0632\u064a\u062f bermakna \u0627\u0630\u0647\u0628\u062a\u0647 . Dan maf\u2019ulnya disebut maf\u2019ul ghairu sharih. Maf\u2019ul ini majrur lafdzan ( lafadznya dibaca jer ) dan manshub mahallan ( berada pada posisi nashab menjadi maf\u2019ul ).<\/p>\n<p>5. Fi\u2019il lazim adalah fi\u2019il yang tidak dapat mengamalkan ( menashabkan ) maf\u2019ulnya atau fi\u2019il yang hanya butuh fa\u2019il.<\/p>\n<p>6. Fi\u2019il lazim juga bisa disebut dengan istilah fi\u2019il ghairu waqi\u2019 karena pekerjaan tersebut tidak bisa menimpa pada maf\u2019ul bih , fi\u2019il ghairu mujawiz karena pengalaman fi\u2019il tersebut tidak bisa melewati fa\u2019il sampai pada maf\u2019ul , atau disebut fi\u2019il qashir karena ringkasnya tidak butuh pada maf\u2019ul dan mencukupkan diri dengan fa\u2019ilnya saja.<\/p>\n<p>7. Hamzah yang bisa memuta\u2019addikan itu disebut Hamzah Naql karena memindah fi\u2019il dari bentuk lazim menjadi bentuk lazim menjadi bentuk muta\u2019addi. Hamzah ini jika masuk pada fi\u2019il tsulasi lazim, fi\u2019il yang dimasukinya dapat menashabkan maf\u2019ul, yang asalnya adalah fa\u2019il , seperti: \u062c\u0644\u0633 \u0632\u064a\u062f (zaid duduk) menjadi \u0627\u062c\u0644\u0633\u062a \u0632\u064a\u062f\u0627 (saya mendudukkan zaid) atau masuk pada fi\u2019il muta\u2019addi maf\u2019ul satu , menjadi muta\u2019addi maf\u2019ul dua , seperti\u0644\u0628\u0633 \u0632\u064a\u062f \u062c\u0628\u0629 (zaid memakai jubah) menjadi \u0627\u0644\u0628\u0633\u062a \u0632\u064a\u062f\u0627 \u062c\u0628\u0629 ( saya memakaikan zaid jubah ) atau memang asalnya sudah muta\u2019addi maf\u2019ul dua maka menjadi muta\u2019addi maf\u2019ul tiga , seperti \u0631\u0627\u064a\u062a \u0627\u0644\u062d\u0642 \u063a\u0627\u0644\u0628\u0627 ( saya meyakini kebenaranlah yang menang ) menjadi \u0627\u0631\u0627\u0646\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u062d\u0642 \u063a\u0627\u0644\u0628\u0627 ( Allah meyakinkan saya bahwa kebenaranlah yang menang ).<\/p>\n<p>8. Hamzqh yang bisa memuta\u2019addikan itu mengecualikan hamzah yang mempunyai makna muthawa\u2019ah . Maka hamzah ini justru melazimkan fi\u2019il muta\u2019addi, seperti : \u0642\u0634\u0639 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u063a\u064a\u0645 \u0641\u0627\u0642\u0634\u0639 ( Allah menghilangkan mendung, mendung pun hilang ).<\/p>\n<p>9. Hamzah dan tad\u2019if itu hanya masuk pada fi\u2019il tsulasi mujarrad saja , sedangkan huruf jer bisa masuk secara mutlak baik tsulasi mujarrad atau yang lainnya.<\/p>\n<p>10. Selain tiga hal di atas, ada sebab lain yang bisa memuta\u2019addikan fi\u2019il lazim, diantaranya:<\/p>\n<p>a) Bentuk fi\u2019il mengikuti wazan \u0641\u0627\u0639\u0644 , seperti : \u062c\u0644\u0633 \u0632\u064a\u062f \u0648\u0645\u0634\u0649 \u0648\u0633\u0627\u0631 ( zaid duduk, berjalan dan pergi ) menjadi \u062c\u0644\u0633\u062a \u0632\u064a\u062f\u0627 \u0648\u0645\u0627\u0634\u064a\u062a\u0647 \u0648\u0633\u0627\u064a\u0631\u062a\u0647 ( saya mendudukkan , menjalankan dan menyuruhpergi zaid )<\/p>\n<p>b) bentuk fi\u2019il yang mengukuti wazan \u0627\u0633\u062a\u0641\u0639\u0644 (yg bermakna tholab\/menisbatkan sesuatu), seperti : \u0627\u0633\u062a\u062e\u0631\u062c\u062a \u0627\u0644\u0645\u0627\u0644 (saya berusaha mengeluarkan harta) dan \u0627\u0633\u062a\u062d\u0633\u0646\u062a \u0632\u064a\u062f\u0627 (saya beranggapan baik terhadap zaid).<\/p>\n<p>11. Fi\u2019il lazim bila dimuta\u2019addikan maka menjadi fi\u2019il muta\u2019addi maf\u2019ul 1, bila sudah berupa fi\u2019i muta\u2019addi maf\u2019ul satu maka menjadi fi\u2019il muta\u2019addi maf\u2019ul dua dan bila sudah berupa fi\u2019il muta\u2019addi maf\u2019ul dua, maka menjadi fi\u2019il muta\u2019addi maf\u2019ul tiga.<\/p>\n<p>12. Untuk membedakan antara fi\u2019il muta\u2019addi dengan fi\u2019il lazim adalah jika menunjukkan suatu makna yg dilakukan oleh seluruh anggota badan maka hukumnya lazim, jika dilakukan oleh satu anggota badan, dilakukan hati\/dilakukan oleh panca indra, maka hukumnya muta\u2019addi. Namun kaidah yg merupakan penelitian ulama\u2019 ini masih bisa ditentang.<\/p>\n<p>Fi\u2019il yang mengikuti wazan \u0641\u0627\u0639\u0644 itu menunjukkan faidah persekutuan antara dua orang , contoh ; \u0636\u0627\u0631\u0628 \u0632\u064a\u062f \u0639\u0645\u0631\u0627 (Zaid dan \u2018Amr saling memukul). Namun terkadang tidak menunjukkan faedah persekutuan diantara dua orang , contoh : \u0642\u0627\u062a\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0632\u064a\u062f\u0627 (Allah membinasakan Zaid).<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Jika tidak menunjukkan persekutuan dua orang (atau hanya dilakukan oleh satu orang saja) lalu menggunakan wazan \u0641\u0627\u0639\u0644 maka hukumnya sedikit.<br \/>\n2. Fi\u2019il tsulasi mujarrad dipindah dan diikutkan pada wazan \u0641\u0627\u0639\u0644 dengan menambahkan alif setelah fa\u2019 fi\u2019il itu mempunyai beberapa faedah .<\/p>\n<p>Diantaranya:<\/p>\n<p>a) \u0645\u0634\u0627\u0631\u0643\u0629 \u0628\u064a\u0646 \u0627\u062b\u0646\u064a\u0646 (persekutuan antara dua orang)<br \/>\n(Musyarakah ialah dua orang yang bersekutu dalam melakukan satu pekerjaan, yang satu melakukan pekerjaan yang juga dilakukan oleh yang lain , sehingga masing-masing selain menjadi fa\u2019il ( pelaku pekerjaan ) juga menjadi maf\u2019ul ( sasaran \/ yang terkena pekerjaan ) , contoh: \u0636\u0627\u0631\u0628 \u0632\u064a\u062f \u0639\u0645\u0631\u0627 (Zaid dan Amar saling pukul).<\/p>\n<p>b)\u0644\u0645\u0639\u0646\u0649 \u0641\u0639\u0644 \u0627\u0644\u062a\u064a \u0644\u0644\u062a\u0643\u062b\u064a\u0631 (memperbanyak) seperti halnya wazan \u0641\u0639\u0644 contoh: \u0636\u0627\u0639\u0641 \u0627\u0644\u0644\u0647 (Allah melipatgandakan). Contoh lafadz tersebut sama dengan contoh \u0636\u0639\u0641 dengan diikutkan wazan \u0641\u0639\u0644 .<\/p>\n<p>c) \u0644\u0645\u0639\u0646\u0649 \u0627\u0641\u0639\u0644 \u0627\u0644\u062a\u064a \u0644\u0644\u062a\u0639\u062f\u064a (memuta\u2019addikan) seperti halnya wazan \u0627\u0641\u0639\u0644 , contoh: \u0639\u0627\u0641\u0627\u0643 \u0627\u0644\u0644\u0647 (semoga Allah menyembuhkanmu). Contoh tersebut sama dengan contoh \u0627\u0639\u0641\u0627\u0643 \u0627\u0644\u0644\u0647 dengan diikutkan wazan \u0627\u0641\u0639\u0644 .<\/p>\n<p>d) \u0644\u0645\u0639\u0646\u0649 \u0641\u0639\u0644 \u0627\u0644\u0645\u062c\u0631\u062f (bermakna seperti fi\u2019il tsulasi mujarrad), contoh: \u0633\u0627\u0641\u0631 \u0632\u064a\u062f (Zaid pergi) ,\u0642\u062a\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 (Allah membunuhnya) dan \u0628\u0627\u0631\u0643 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0641\u064a\u0643 (semoga Allah memberkatimu) . Contoh lafad tersebut sama dengan lafadz \u0642\u062a\u0644 \u060c \u0633\u0641\u0631 \u060cdan \u0628\u0631\u0643.<\/p>\n<p>Fi\u2019il tsulasi mazid khumasi yang mengikuti wazan \u062a\u0641\u0627\u0639\u0644 itu menunjukkan arti :<\/p>\n<p>a) Persekutuan antara dua orang atau lebih ( \u0645\u0634\u0627\u0631\u0643\u0629 \u0628\u064a\u0646 \u0627\u062b\u0646\u064a\u0646 \u0641\u0627\u0643\u062b\u0631 ) , contoh : \u062a\u0639\u0627\u0648\u0646 \u060c \u0627\u0644\u0639\u0645\u0627\u0644 \u0639\u0644 \u0627\u0644\u0639\u0645\u0644 ( para pekerja saling menolong dalam mengerjakan tugas ) dan \u062a\u062f\u0627\u0641\u0639 \u0632\u064a\u062f \u0639\u0645\u0631 ( zaid dan amr saling menolak )<br \/>\nb) menampakkan hal yang sebenarnya tidak terjadi ( \u0627\u0636\u0627\u0647\u0627\u0631 \u0645\u0627 \u0644\u064a\u0633 \u0641\u064a \u0627\u0644\u0648 \u0627\u0642\u0639 ) , contoh : \u062a\u0645\u0627\u0631\u0636 \u0632\u064a\u062f ( zaid pura pura sakit )<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Fi\u2019il trulasi mujarad dipindah dan diikutkan wazan \u062a\u0641\u0627\u0639\u0644 dengan menambahkan ta\u2019 pada permulaan kalimat dan alif sesudah fa\u2019 fi\u2019il itu mempunyai beberapa faidah :<\/p>\n<p>a) \u0644\u0644\u0645\u0634\u0627\u0631\u0643\u0629 \u0628\u064a\u0646 \u0627\u062b\u0646\u064a\u0646 \u0641\u0627\u0643\u062b\u0631 ( persekutuan antara dua orang atau lebih dalam melakukan pekerjaan\/asal fi\u2019il ) contoh : \u062a\u0635\u0627\u0644\u062d \u0627\u0644\u0642\u0648\u0645 ( kaum itu telah damai ) dan \u062a\u0636\u0627\u0631\u0628 \u0632\u064a\u062f \u0648\u0639\u0645\u0631\u0648 ( zaid dan amr saling pukul ) , asal fi\u2019ilnya adalah \u0635\u0644\u062d (damai) dan \u0636\u0631\u0628 (pukul)<\/p>\n<p>b) \u0644\u0627\u0638\u0647\u0627\u0631 \u0645\u0627 \u0644\u064a\u0633 \u0641\u0627\u0644\u0648\u0627\u0642\u0639 ( fa\u2019il menampakkan sesuatu ( asal fi\u2019il ) yang tidak ada dalam kenyataannya ) , seperti : \u062a\u0645\u0627\u0631\u0636 \u0632\u064a\u062f ( zaid pura pura sakit ), asal fi\u2019ilnya ialah \u0627\u0644\u0645\u0631\u0636 (sakit)<\/p>\n<p>c) \u0644\u0644\u0648\u0642\u0648\u0639 \u062a\u062f\u0631\u064a\u062e\u0627 ( terjadinya asal fi\u2019il secara berangsur-angsur \/ sedikit demi sedikit ) , contoh : \u062a\u0648\u0627\u0631\u062f \u0627\u0644\u0642\u0648\u0645 ( kaum berangsur-angsur datang ).<\/p>\n<p>d) \u0644\u0645\u0639\u0646\u0649 \u0627\u0644\u0645\u062c\u0631\u062f ( menunjukkan arti sama dengan ketika masih mujarrad ) contoh \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 dan \u062a\u0633\u0627\u0645\u0649 ( tinggi )<\/p>\n<p>e) \u0644\u0645\u0637\u0627\u0648\u0639\u062a \u0641\u0627\u0639\u0644 ( menunjukkan muthawa\u2019ah dari wazan \u0641\u0627\u0639\u0644 yang berfaidah ta\u2019dhiyah ) , seperti : \u0628\u0627\u0639\u062f\u062a\u0647 \u0641\u062a\u0628\u0627\u0639\u062f ( saya menjauhkannya , iapun menjadi jauh )<\/p>\n<p>2. Muthawa\u2019ah adalah dampak ( atsar ) yang di sebabkan hubungan fi\u2019il muta\u2019addi dengan maf\u2019ulnya ( sebab akibat ) . Fi\u2019il muta\u2019addi ( sebab ) maf\u2019ulnya (akibat) .<\/p>\n<p>Fi\u2019il tsulasi mazid khumasi yang ikut wazan \u0627\u0641\u062a\u0639\u0644 jika fa\u2019 fi\u2019ilnya berupa huruf ithbaqo\u2019 ( \u0635 \u2013 \u0636 \u2013 \u0637 \u2013 \u0638 ) , maka huruf ta\u2019 wazan \u0627\u0641\u062a\u0639\u0644 harus diganti dengan tha\u2019 , contoh : 1. \u0635\u0628\u0631 \u2013 \u0627\u0635\u062a\u0628\u0631 \u2013 \u0627\u0635\u0637\u0628\u0631 . 2. \u0636\u0631\u0628 \u2013 \u0627\u0636\u062a\u0631\u0628 \u2013 \u0627\u0636\u0637\u0631\u0628 3. \u0637\u0647\u0631 \u2013 \u0627\u0637\u062a\u0647\u0631 \u2013 \u0627\u0637\u0647\u0631 . 4. \u0638\u0647\u0631 \u2013 \u0627\u0638\u062a\u0647\u0631 \u2013 \u0627\u0638\u0637\u0647\u0631 .<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Perbedaan badal , iwadl dan qolb .<\/p>\n<p>a) badal : menempatkan suatu huruf pada posisi huruf lain sebagai ganti dari huruf tersebut secara mutlak ( baik yang di ganti berupa huruf shohih atau huruf ilat ) seperti : \u0635\u0627\u0646 asalnya \u0627\u0635\u0637\u0628\u0631 \u060c \u0635\u0648\u0646 asalnya \u0627\u0635\u062a\u0628\u0631<\/p>\n<p>b) iwadl : mengganti suatu huruf dengan huruf yang lain yang tempatnya bukan pada tempatnya huruf yang diganti seperti : \u0639\u062f\u0629 asalnya \u0648\u0639\u062f<\/p>\n<p>c) qolb : mengganti huruf ilat dengan huruf yang lain . Seperti : \u0635\u0627\u0646 asalnya \u0635\u0648\u0646<\/p>\n<p>d) qolb merupakan istilah yang lebih khusus dibanding badal karena hanya terkhusus pada huruf ilat .<\/p>\n<p>2. Huruf ibdal itu ada 9 yang terkumpul pada lafadz \u0647\u062f\u0627\u062a \u0645\u0648\u0637\u064a\u0627<\/p>\n<p>3. Digantinya ta\u2019 tersebut sebab untuk menghindari bertemunya huruf ta\u2019 dengan huruf ithbaqo\u2019 karena berat dan sulit diucapkan , karena berdekatan makhrojnya yaitu dari ujung lidah dan pangkal gigi depan atas dan berbeda sifatnya , yaitu jika t\u2019 merupakan huruf mahmusah mustafillah dan huruf ithbaqo\u2019 adalah majhur dan isti\u2019lac .<\/p>\n<p>4. Huruf ithbaqo\u2019 artinya : tertutup , dinamakan huruf ithbaqo\u2019 , karena ketika mengucapkan huruf tersebut lisan akan bertemu dengan langit mulut tersebut ( cetak ) dengan posisi tertutup.<\/p>\n<p>5 . Huruf isti\u2019la\u2019 artinya : naik . Hurufnya ada 7 , yaitu \u062e \u0635 \u0636 \u063a \u0637 \u0642 \u0638 . Karena naiknya lidah ke langit-langit atas ketika mengucapkan huruf tersebut .<\/p>\n<p>6. Huruf infitah artinya : terbuka , hurufnya ada 25 selain huruf ithbaq ,karena terbukanya antara lidah dan langit-langit ketika mengucapkan huruf infitah .<\/p>\n<p>7. Huruf istifal artinya : kebawah atau menurun karena menurunnya lidah dari langit-langit ketika mengucapkan huruf istifal . Jumlah hurufnya ada 22 selain huruf isti\u2019la .<\/p>\n<p>8. Huruf mahmusah adalah suaranya keluar nafasnya . Karena mengalir nafasnya ( berdesis ) ketika mengucapkan huruf mahmusah huruf hams itu ada 10 jumlahnya , yaitu \u0641\u062d\u062b\u0647 \u0634\u062e\u0635 \u0633\u0643\u062a<\/p>\n<p>9. Huruf majhurah adalah suara bisa jelas serta nafasnya tertahan tidak bisa keluar ( tidak berdesis ). Hurufnya selain huruf hams .<\/p>\n<p>10. Huruf tha\u2019 yang merupakan pergantian dari ta\u2019 yang terletak setelah huruf ithbaq , boleh diganti dengan huruf sejenis dengan fa\u2019 fi\u2019il , seperti \u0627\u0635\u0637\u0628\u0631 boleh dibaca \u0627\u0638\u0637\u0647\u0631 , \u0627\u0635\u0628\u0631 boleh dibaca \u0627\u0638\u0647\u0631 .<\/p>\n<p>Sebagaimana ketika fa\u2019 fi\u2019il ifti\u2019al berupa dal, dzal atau za\u2019 maka huruf ta\u2019 wazan \u0627\u0641\u062a\u0639\u0644 harus diganti dengan dal . Contoh : \u0632\u062c\u0631 \u2013 \u0627\u0632\u062a\u062c\u0631 \u2013 \u0627\u0632\u062f\u062c\u0631 . Jika fa\u2019 fi\u2019ilnya fi\u2019il yang ikut wazan \u0627\u0641\u062a\u0639\u0644 tersebut berupa ya\u2019 , wawu , atau tsa\u2019 mati maka huruf tersebut harus diganti dengan ta\u2019 ( untuk meringankan ) lalu ta\u2019 tersebut diidghamkan pada ta\u2019 ifti\u2019al . Seperti \u0627\u0648\u062a\u0635\u0644 menjadi \u0627\u062a\u0635\u0644 .<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Huruf ta\u2019 yang ada dalam babnya wazan \u0627\u0641\u062a\u0639\u0627\u0644 jika terletak setelah huruf dal , za\u2019 dan dzal maka harus diganti dengan dal dikarenakan beratnya berkumpulnya ta\u2019 dengan huruf tiga tersebut , karena ta\u2019 sifatnya mahmusah. Sedangkan tiga huruf tersebut sifatnya majhurah , maka untuk meringankannya dicarikan huruf yang makhrojnya sama dengan ta\u2019 , yaitu huruf dal , karena makhrajnya sama-sama dari ujungnya lidah dan pangkal gigi depan yang atas dan memiliki sifat yang sama dengan huruf sebelumnya ta\u2019 yaitu memiliki sifat jahr.<\/p>\n<p>2. Ta\u2019 yang ganti dengan dal , ini hukumnya boleh diganti dengan huruf yang sejenis dengan huruf sebelumnya, maka di dalam pengucapannya ada dua wajah . Seperti : \u0627\u0630\u062f\u0643\u0631 boleh diucapkan \u0627\u0630\u0643\u0631 , \u0627\u0632\u062f\u0627\u0646 boleh diucapkan \u0627\u0632\u0627\u0646 .<\/p>\n<p>3. Huruf alif tidak termasuk diganti dengan ta\u2019 , karena alif tidak ada yang menjadi fa\u2019 fi\u2019il , ain fi\u2019il atau lam fi\u2019il.<\/p>\n<p>4. Pergantian huruf ta\u2019 pada wazan \u0627\u0641\u062a\u0639\u0627\u0644 ini berlaku dalam lafadz-lafadz yang ditashrif dari masdarnya , mulai dari fi\u2019il madli sampai isim alat.<\/p>\n<p>Huruf yang terdapat dalam lafadz \u0627\u0648\u064a\u0633\u0627 \u0647\u0644 \u062a\u0646\u0645 itu disebut huruf zaid ( huruf tambahan ) apabila berada pada kalimat yang terdiri dari 3 huruf atau 4 , dengan catatan apabila kalimat tersebut sudah mempunyai arti tanpa adanya huruf sepuluh tersebut .<\/p>\n<p>Fi\u2019il ruba\u2019i ( baik ruba\u2019i mutlaq atau tsulasi mazid ruba\u2019i ) itu yang banyak adalah muta\u2019addi , kecuali yang ikut wazan \u0641\u0639\u0644\u0644 maka yang banyak adalah lazim contoh : \u062f\u0631\u0628\u062c \u0645\u062d\u0645\u062f (Muhammad mendapat petunjuk) .<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Huruf asal adalah huruf yang selalu ada ( dalam dlahir atau perkiraan ) pada semua tashrif kalimat . Seperti nun pada lafadz \u0646\u0635\u0631 .<\/p>\n<p>2. Adapun huruf asal yang dibuang karena proses pengi\u2019lalan itu tetap dihukumi wujud dalam perkiraan , seperti wawu dalam lafadz \u0648\u0639\u062f yang dibuang pada mudlari\u2019nya .<\/p>\n<p>3. Huruf zaid ( huruf tambahan ) adalah huruf yang tidak tetap atau dibuangpada beberapa tashrif kalimat , seperti ta\u2019 pada lafadz \u0627\u062e\u062a\u0630\u064a .<\/p>\n<p>4. Begitu pula dengan huruf ziyadah yang selalu tetap , itu dihukumi terbuang dalam taqdirnya , seperti wawu dalam \u0643\u0648\u0643\u0628 dan nun dalam \u0642\u0631\u0646\u0641\u0644 .<\/p>\n<p>5. Tujuan penambahan huruf itu ada tujuh perkara:<\/p>\n<p>a) Menunjukkan makna , sepe huruf mudlara\u2019ah ( untuk menunjukkan mutakallim , ghaib atau mukhatabah ).<\/p>\n<p>b) Ilhaq yaitu menjadikan kalimat dengan menambahkan huruf agar sama dengan kalimat lain dalam bilangan huruf , jenis harokat dan sukunnya serta sama dalamsemua tashrifannya . Seperti wawu pada \u0643\u0648\u062b\u0631 , alif pada \u0627\u0631\u0637\u0649 .<\/p>\n<p>c) Memanjangkan seperti alif pada \u0631\u064a\u0627\u0644\u0629 , ya\u2019 pada \u0635\u062d\u064a\u0641\u0629 arau wawu pada \u062d\u0644\u0648\u0628\u0629 .<\/p>\n<p>d) Mengganti yang dibuang . Seperti ta\u2019 dari \u0627\u0642\u0627\u0645\u0629 ( gantian dari \u2018ain fi\u2019il yang dibuang )<\/p>\n<p>e) Memperbanyak seperti mim dari \u0632\u0631\u0642\u0645 ( banyak rizki ).<\/p>\n<p>f) Menjelaskan seperti ba\u2019 sakat pada lafadz \u0645\u0627\u0644\u064a\u0647 atau \u064a\u0627 \u0632\u064a\u062f\u0627\u0647 ( yang ditambahkan untuk memperjelas alif dan harakat ).<\/p>\n<p>g) Memungkinkan ibtida\u2019 ( memulai pembicaraan ) dengan huruf mati atau waqaf pada suatu huruf . Seperti menambahkan hamzah washal diawal kalam atau penambahankan ba\u2019 sakat pada \u0639\u0647 , \u0642\u0647 karena waqaf<\/p>\n<p>Semua fi\u2019il khumasi ( baik tsulasi mazid khumasi atau ruba\u2019i mazid khumasi ) itu berlaku lazim contoh : \u0627\u0646\u0643\u0633\u0631 \u0632\u064a\u062f \u2013 \u062a\u062f\u062e\u0631\u062c \u0627\u0644\u062d\u062c\u0631 , kecuali wazan \u0627\u0641\u062a\u0639\u0644 \u2013 \u062a\u0641\u0639\u0644 \u2013 \u062a\u0641\u0627\u0639\u0644 , maka ada yang berlaku muta\u2019addi , contoh : 1. \u0627\u062e\u062a\u0628\u0631 \u0627\u0644\u0645\u062f\u064a\u0631 \u0627\u0644\u062a\u0644\u0645\u064a\u0630 dan ada yang berlaku lazim contoh : \u062a\u0634\u062c\u0639 \u0632\u064a\u062f . Begitu pula berlaku lazim yaitu fi\u2019il sudasi ( tsulasi mazid sudasi atau ruba\u2019i mazid sudasi ) contoh : \u0627\u062d\u0645\u0627\u0631 \u0627\u0644\u0648\u062c\u0647 kecuali yang ikut wazan \u0627\u0633\u062a\u0641\u0639\u0644 , maka ada yang berlaku muta\u2019addi contoh : \u0627\u0633\u062a\u063a\u0641\u0631\u062a \u0627\u0644\u0644\u0647 . Lafadz \u0627\u0633\u0646\u062f\u0649 dan \u0627\u063a\u0631\u0646\u062f\u0649 itu berlaku muta\u2019addi maf\u2019ul satu contoh \u0627\u0633\u0631\u0646\u062f\u0649 \u0627\u0644\u0645\u0633\u0644\u0645 \u0639\u062f\u0648\u0647 \u0648\u0627\u063a\u0631\u0646\u062f\u0627\u0647 dan sebuah syi\u2019ir : \u0642\u062f \u062c\u0639\u0644 \u0627\u0644\u0646\u0639\u0627\u0633 \u064a\u063a\u0631\u0646\u062f\u064a\u0646\u064a # \u0627\u062f\u0641\u0639\u0647 \u0639\u0646\u064a \u0648\u064a\u0633\u0631\u0646\u062f\u064a\u0646\u064a<br \/>\n\u0627\u0633\u0631\u0646\u062f\u0649 bermakna \u063a\u0644\u0628 ( mengalahkan ) sedang \u0627\u063a\u0631\u0646\u062f\u0649 bermakna \u0642\u0647\u0631 ( memaksa )<\/p>\n<p>Hamzah yang ada pada fi\u2019il tsulasi mazid ruba\u2019i yang ikut wazan \u0627\u0641\u0639\u0644 itu mempunyai tujuh arti yaitu :<\/p>\n<p>a) \u062a\u0639\u062f\u064a\u0629 ( memuta\u2019addikan fi\u2019il ) contoh : \u0627\u0643\u0631\u0645\u062a \u0632\u064a\u062f\u0627<\/p>\n<p>b) \u0635\u064a\u0631\u0648\u0631\u0629 ( menjadikan ) , contoh : \u0627\u0638\u0644\u0645 \u0627\u0644\u0644\u064a\u0644<\/p>\n<p>c) \u0643\u062b\u0631\u0629 ( memperbanyak ) , contoh : \u0627\u0644\u0628\u0646 \u0627\u0644\u0631\u062c\u0644 \u0627\u0649 \u0643\u062b\u0631 \u0639\u0646\u062f\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0628\u0646 .<\/p>\n<p>d) \u062d\u064a\u0646\u0648\u0646\u0629 ( datangnya suatu masa ) , contoh : \u0627\u062d\u0635\u062f \u0627\u0644\u0632\u0631\u0639 \u0627\u0649 \u062c\u0627\u0621 \u0648\u0642\u062a \u062d\u0635\u0627\u062f\u0647<\/p>\n<p>e) \u0627\u0632\u0627\u0644\u0629 ( menghilangkan ) , contoh : \u0627\u0634\u0641\u0649 \u0627\u0644\u0645\u0631\u064a\u0636<\/p>\n<p>f) \u0648\u062c\u062f\u0627\u0646 ( menemui maf\u2019ul bih dalam suatu sifat ) , contoh : \u0627\u0628\u062e\u0644\u062a \u0632\u064a\u062f\u0627 \u0627\u0649 \u0648\u062c\u062f\u062a\u0647 \u0628\u062e\u064a\u0644\u0627<\/p>\n<p>g) \u062a\u0639\u0631\u064a\u0636 ( menawarkan ) contoh : \u0627\u0628\u0627\u0639 \u0627\u0644\u062b\u0648\u0628<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Fi\u2019il tsulasi mujarrad dipindah dan diikutkan pada wazan \u0627\u0641\u0639\u0644 dengan menambahkan hamzah qatha\u2019 dipermulaan itu mempunyai beberapa faedah diantaranya :<\/p>\n<p>a) \u0644\u0644\u062a\u0639\u062f\u064a\u0629 ( memuta\u2019addikan fi\u2019il lazim ) , contoh : \u0627\u0643\u0631\u0645\u062a \u0632\u064a\u062f\u0627 (saya memuliakan zaid)<\/p>\n<p>b) \u0644\u0644\u0635\u064a\u0631\u0648\u0631\u0629 (shairurah : berubahnya fa\u2019il menjadi asal fi\u2019il) contoh : \u0627\u0642\u0641\u0631 \u0627\u0644\u0628\u0644\u062f (negara itu lengang\/kosong) , asal fi\u2019ilnya \u0642\u0641\u0631 (lengang\/kosong).<\/p>\n<p>c) \u0644\u062f\u062e\u0648\u0644 \u0641\u064a \u0627\u0644\u0634\u064a\u0621 (masuknya fa\u2019il pada asal fi\u2019il (suatu keadaan)), contoh : \u0627\u0645\u0633\u0649 \u0627\u0644\u0645\u0633\u0627\u0641\u0631 (musafir masuk pada waktu sore). Asal fi\u2019il \u0627\u0645\u0633\u0649 adalah lafadz \u0645\u0633\u0627\u0621 .<\/p>\n<p>d) \u0644\u0642\u0635\u062f \u0627\u0644\u0645\u0643\u0627\u0646 (fa\u2019il menuju suatu tempat (asal fi\u2019il)) contoh : \u0627\u062d\u062c\u0632 \u0632\u064a\u062f (zaid menuju hijaz) , \u0627\u0639\u0631\u0642 \u0639\u0645\u0631\u0648 (amr menuju irak) , \u0627\u0637\u0628\u0646 \u062e\u0627\u0644\u062f (khalid menuju ke tuban) asal fi\u2019il \u0627\u0639\u0631\u0642 , \u0627\u062d\u062c\u0632 , dan \u0627\u0637\u0628\u0646 adalah lafadz \u0639\u0631\u0627\u0642 , \u062d\u062c\u0627\u0632 dan \u0637\u0628\u0627\u0646 .<\/p>\n<p>e) \u0644\u0648\u062c\u0648\u062f \u0645\u0627 \u0627\u0634\u062a\u0642 \u0645\u0646\u0647 \u0627\u0644\u0641\u0639\u0644 \u0641\u0649 \u0627\u0644\u0641\u0639\u0644 (menunjukkan arti adanya asal fi\u2019il di dalam fa\u2019il) contoh \u0627\u062b\u0645\u0631 \u0627\u0644\u0637\u0644\u0639 (pohon pisang telah berbuah) dan \u0627\u0648\u0631\u0642 \u0627\u0644\u0634\u062c\u0631 (pohon telah berdaun). Asal fi\u2019il dari \u0627\u062b\u0645\u0631 dan \u0627\u0648\u0631\u0642 adalah lafadz \u062b\u0645\u0631 dan \u0648\u0631\u0642 .<\/p>\n<p>f) \u0644\u0644\u0645\u0628\u0627\u0644\u063a\u0629 (mubalaghah \/ menyangatkan asal fi\u2019il atau menambahkan makna asal fi\u2019il) contoh \u0627\u0634\u063a\u0644\u062a \u0639\u0645\u0631\u0627 (saya sangat menyibukkan amr)<\/p>\n<p>g) \u0644\u0648\u062c\u0648\u062f \u0627\u0644\u0634\u064a\u0621 \u0641\u064a \u0635\u0641\u0629 (fa\u2019il menemukan maf\u2019ul bih memiliki suatu sifat) , contoh \u0627\u0639\u0638\u0645\u062a\u0647 (saya menemukan sifat agung padanya) dan \u0627\u062d\u0645\u062f\u062a\u0647 (saya menemukan sifat terpujinya padanya).<\/p>\n<p>h) \u062a\u0639\u0631\u064a\u0636 (fa\u2019il menawarkan maf\u2019ul bih untuk asal fi\u2019il) contoh : \u0627\u0628\u0627\u0639 \u0627\u0644\u062b\u0648\u0628 (dia menawarkan baju untuk dijual) asal fi\u2019ilnya berupa lafadz \u0628\u064a\u0639.<\/p>\n<p>i) \u0644\u0644\u0633\u0644\u0628 (hilangnya asal fi\u2019il dari fa\u2019il) contoh : \u0627\u0634\u0641 \u0627\u0644\u0645\u0631\u064a\u0636 (si sakit telah hilang kesehatannya), asal fi\u2019ilnya berupa lafadz \u0634\u0641\u0627\u0621 .<\/p>\n<p>j) \u0644\u0644\u062d\u064a\u0646\u0646\u0629 (datangnya waktu untuk melakukan asal fi\u2019il) contoh: \u0627\u062d\u0635\u062f \u0627\u0644\u0632\u0631\u0639 (telah datang waktu panen padi) , asal fi\u2019ilnya ialah \u062d\u0635\u0627\u062f .<\/p>\n<p>Sin dalam fi\u2019il yang ikut wazan \u0627\u0633\u062a\u0641\u0639\u0644 itu mempunyai enam arti sebagaimana berikut:<\/p>\n<p>1. \u0637\u0644\u0628 (meminta) , \u0627\u0633\u0633\u062a\u063a\u0641\u0631\u062a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0649 \u0637\u0644\u0628\u062a \u0645\u0646\u0647 \u0627\u0644\u0645\u063a\u0641\u0631\u0629 : contoh<\/p>\n<p>2. \u0635\u064a\u0631\u0648\u0631\u0629 (berubah) \u0627\u0633\u062a\u062d\u062c\u0631 \u0627\u0644\u0637\u064a\u0646 \u0627\u0649 \u0635\u0627\u0631 \u062d\u062c\u0631\u0627 : contoh<\/p>\n<p>3. \u0648\u062c\u062f\u0627\u0646 (mendapati) \u0627\u0633\u062a\u0639\u0638\u0645\u062a \u0627\u0644\u0627\u0645\u0631\u0627\u0649 \u0635\u0627\u0631 \u062d\u062c\u0631\u0627 : contoh<\/p>\n<p>4. \u0627\u0639\u062a\u0642\u0627\u062f (menyakinkan)\u0627\u0633\u062a\u0639\u0644\u0645\u062a \u0632\u064a\u062f\u0627 \u0627\u0649 \u0627\u0639\u062a\u0642\u062f\u062a \u0627\u0646\u0647 \u0639\u0627\u0644\u0645 : contoh<\/p>\n<p>5. \u062a\u0633\u0644\u064a\u0645 (menyerah) \u0627\u0633\u062a\u0631\u062c\u0639 \u0627\u0644\u0642\u0648\u0645 \u0639\u0646\u062f \u0627\u0644\u0645\u0635\u064a\u0628\u0647 : contoh<\/p>\n<p>6. \u0633\u0624\u0627\u0644 (bertanya) \u0627\u0633\u062a\u062e\u0628\u0631 \u0627\u0644\u0643\u0631\u064a\u0645 \u0627\u0649 \u0633\u0627\u0644 \u0627\u0644\u062e\u0628\u0631 \u0627\u0644\u0643\u0631\u064a\u0645 : contoh<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. Fi\u2019il tsulasi yang diikutkan pada wazan \u0627\u0633\u062a\u0641\u0639\u0644 dengan menambahkan hamzah washal , huruf sin dan ta\u2019 itu mempunyai beberapa faidah:<\/p>\n<p>a) \u0644\u0637\u0644\u0628 \u0627\u0644\u0641\u0639\u0644 (fi\u2019il meminta \/mencari asal fi\u2019il dari maf\u2019ul) , contoh : \u0627\u0633\u062a\u063a\u0641\u0631 \u0627\u0644\u0644\u0647 (saya memohon ampunan Allah).<\/p>\n<p>b) \u0644\u0644\u062c\u062f\u0627\u0646 \u0639\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0635\u0641\u0629 (fa\u2019il menemukan maf\u2019ul dalam sifat (asal fi\u2019il)) contoh: \u0627\u0633\u062a\u0639\u0638\u0645\u062a \u0627\u0644\u0627\u0645\u0631 (saya menganggap penting perkara itu) dan \u0627\u0633\u062a\u062d\u0633\u0646\u062a\u0647 (saya menganggapnya baik) asal fi\u2019ilnya \u0639\u0638\u064a\u0645 dan \u062d\u0633\u0646 .<\/p>\n<p>c) \u0644\u0644\u062a\u062d\u0648\u0644 (berubahnya fa\u2019il pada asal fi\u2019il) contoh: \u0627\u0633\u062a\u062d\u062c\u0631 \u0627\u0644\u0637\u064a\u0646 (tanah liat itu membantu) asal fi\u2019ilnya \u062d\u062c\u0631.<\/p>\n<p>d) \u0644\u0644\u062a\u0643\u0644\u0641 (fa\u2019il berusaha unuk menghasilkan asal fi\u2019il) , contoh: \u0627\u0633\u062a\u062c\u0631\u0627 (dia memberanikan diri) asal fi\u2019ilnya adalah \u062c\u0631\u0627 .<\/p>\n<p>e) \u0644\u0645\u0639\u0646\u0649 \u0641\u0639\u0644 \u0627\u0644\u0645\u062c\u0631\u062f (maknanya sama dengan fi\u2019il tsulasi mujarrad) contoh: \u0627\u0633\u062a\u0642\u0631 (menetap) bermakna \u0642\u0631 .<\/p>\n<p>f) \u0644\u0644\u0645\u0637\u0627\u0648\u0639\u0629 (muthawa\u2019ah) contoh: \u0627\u0631\u0627\u0643\u0647 \u063a\u0627\u0633\u062a\u0631\u0627\u062d (dia mengistirahat-kannya , iapun beristirahat).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(***)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11214,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[92,136],"class_list":["post-11221","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-bahasa-arab","blog-kat-nahwu-shorof"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 8: Beberapa Faidah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU - Fi\u2019il tsulasi mujarrad yang lazim itu bisa dimuta\u2019addikan dengan 1)Hamzah Naql, contoh: \u0643\u0631\u0645\u0632\u064a\u062f menjadi \u0627\u0643\u0631\u0645\u062a \u0632\u064a\u062f . 2)Tadl\u2019if ( menggandakan ain\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 8: Beberapa Faidah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU - Fi\u2019il tsulasi mujarrad yang lazim itu bisa dimuta\u2019addikan dengan 1)Hamzah Naql, contoh: \u0643\u0631\u0645\u0632\u064a\u062f menjadi \u0627\u0643\u0631\u0645\u062a \u0632\u064a\u062f . 2)Tadl\u2019if ( menggandakan ain\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-11T16:57:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"468\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\\\/\",\"name\":\"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 8: Beberapa Faidah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nadzom-Maqsud.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-11-09T00:50:26+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-11T16:57:11+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU - Fi\u2019il tsulasi mujarrad yang lazim itu bisa dimuta\u2019addikan dengan 1)Hamzah Naql, contoh: \u0643\u0631\u0645\u0632\u064a\u062f menjadi \u0627\u0643\u0631\u0645\u062a \u0632\u064a\u062f . 2)Tadl\u2019if ( menggandakan ain\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nadzom-Maqsud.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nadzom-Maqsud.jpeg\",\"width\":700,\"height\":468,\"caption\":\"Nadzom Maqsud\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 8: Beberapa Faidah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 8: Beberapa Faidah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU - Fi\u2019il tsulasi mujarrad yang lazim itu bisa dimuta\u2019addikan dengan 1)Hamzah Naql, contoh: \u0643\u0631\u0645\u0632\u064a\u062f menjadi \u0627\u0643\u0631\u0645\u062a \u0632\u064a\u062f . 2)Tadl\u2019if ( menggandakan ain","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 8: Beberapa Faidah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU - Fi\u2019il tsulasi mujarrad yang lazim itu bisa dimuta\u2019addikan dengan 1)Hamzah Naql, contoh: \u0643\u0631\u0645\u0632\u064a\u062f menjadi \u0627\u0643\u0631\u0645\u062a \u0632\u064a\u062f . 2)Tadl\u2019if ( menggandakan ain","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2023-06-11T16:57:11+00:00","og_image":[{"width":700,"height":468,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/","name":"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 8: Beberapa Faidah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","datePublished":"2021-11-09T00:50:26+00:00","dateModified":"2023-06-11T16:57:11+00:00","description":"BLOGGURU - Fi\u2019il tsulasi mujarrad yang lazim itu bisa dimuta\u2019addikan dengan 1)Hamzah Naql, contoh: \u0643\u0631\u0645\u0632\u064a\u062f menjadi \u0627\u0643\u0631\u0645\u062a \u0632\u064a\u062f . 2)Tadl\u2019if ( menggandakan ain","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nadzom-Maqsud.jpeg","width":700,"height":468,"caption":"Nadzom Maqsud"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nadzom-maqsud-8-beberapa-faidah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Nadzom Maqsud \u2013 8: Beberapa Faidah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/11221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11221"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=11221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}