{"id":11673,"date":"2023-04-15T14:57:02","date_gmt":"2023-04-15T06:57:02","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=11673"},"modified":"2023-07-16T21:53:29","modified_gmt":"2023-07-16T13:53:29","slug":"terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/","title":{"rendered":"Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Penutup mengenai Pendidikan Jiwa (29-Habis)"},"content":{"rendered":"<div id=\"elementor-tab-title-1661\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"1\" aria-controls=\"elementor-tab-content-1661\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\">\n<p>Oleh:\u00a0<strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>\u00a0*)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Kitab Mukhtarul Ahadits merupakan kitab yang berisi kumpulan hadits Nabi Muhammad yang disusun oleh as-Sayyid Ahmad al-Hasyimi. Kitab ini tergolong unik. Sebab dalam menyusun kitab ini, pengarang kitab membuat berurutan sesuai dengan huruf hijaiyah. Total ada 1580 hadits yang telah dirangkum oleh penyusun kitab ini.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"1\" aria-controls=\"elementor-tab-content-1661\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\">\n<p>Berikut ini terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Bagian Penutup mengenai Pendidikan Jiwa (29-Habis)<\/p>\n<\/div>\n<p><strong>Pelajaran (1): MENGENAI ISLAM DAN IMAN<\/strong><\/p>\n<ol start=\"1404\">\n<li>Islam didirikan di atas lima perkara: yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, pergi haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan. (Hadits riwayat Syaikhain dari ibnu Umar).<\/li>\n<li>Di saat kami sedang duduk di dekat Rasulullah SAW, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang lelaki yang sangat putih bajunya, sangat hitam rambutnya dan tidak terlihat bekas perjalanan padanya. Tiada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Ia duduk menghadap Nabi SAW, lalu menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut Nabi SAW dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya. Orang itu berkata: Ya Muhammad, beritahulah aku tentang Islam? Rasulullah SAW menjawab: Islam ialah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, engkau dirikan shalat, engkau keluarkan zakat, engkau berpuasa di bulan Ramadhan, engkau pergi haji ke Baitullah jika engkau mampu menempuh jalan kepadanya. Orang itu berkata: Engkau berkata benar. Maka kami merasa heran kepadanya. Ia bertanya kepada Nabi SAW dan membenarkannya. Orang itu berkata: Beritahulah aku tentang iman? Nabi SAW menjawab: Engkau beriman kepada Allah dan para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta engkau beriman pada takdir yang baik dan yang buruk. Orang itu berkata: Engkau berkata benar. Kemudian orang itu berkata: Beritahulah aku tentang ihsan. Nabi SAW menjawab: Engkau sembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu. Orang itu berkata: Beritahulah aku tentang kiamat? Nabi SAW menjawab: Orang yang ditanya tentang kiamat tidak lebih tahu daripada penanya. Orang itu berkata: Kalau begitu, beritahulah aku tentang tanda-tandanya? Nabi SAW menjawab: Apabila budak perempuan melahirkan tuannya dan apabila engkau melihat orang-orang yang dulu telangjang kaki, telanjang badan dan miskin penggembala berlomba-berlomba meninggikan bangunan. Kemudian orang itu pergi dan aku terdiam lama. Kemudian Nabi SAW berkata: Hai Umar, tahukah engkau siapa penanya itu? Aku menjawab: Allah dan rasul-Nya lebih tahu. Nabi SAW berkata: Ia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agamamu kepadamu. (Hadits riwayat Muslim dari Umar).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pelajaran (2):\u00a0TENTANG KEUTAMAAN IKHLAS DAN PENGHARAMAN RIYA\u2019<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cPadahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.\u201d (Al-Bayyinah: 5).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1406\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cSesungguhnya amalamal itu harus dengan niat dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya, maka hijranya berlaku kepada Allah dan rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya untuk mendapatkan kesenangan dunia atau menikahi seorang perempuan, maka hijrahnya berlaku kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya. (Hadits riwayat Syaikhain dari Umar).<\/li>\n<li>Sesungguhnya Allah Ta\u2019ala tidak melihat kepada tubuhmu dan tidak pula kepada bentukmu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal-amalmu. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Hurairah).<\/li>\n<li>Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan dosa-dosa, kemudian menjelaskan hal itu dalam kitab-Nya. Maka siapa yang ingin berbuat kebaikan, tetapi tidak mengerjakannya, Allah menulisnya di sisi-Nya satu kebaikan penuh. Jika ia ingin berbuat kebaikan, lalu mengerjakannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali hingga berlipatlipat kali. Dan siapa yang ingin berbuat dosa, tetapi tidak mengerjakannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya satu kebaikan penuh. Jika ia ingin berbuat dosa, lalu mengerjakannya, maka Allah menulisnya satu dosa. (Hadits riwayat Syaikhain dari ibnu Abbas).<\/li>\n<\/ol>\n<p>1409.\u00a0 Barangsiapa beramal untuk mencari ketenaran, maka Allah mencemarkannya (di hari kiamat). Dan siapa yang beramai karena riya\u2019, maka Allah menampakkan isi hatinya di hadapan orang banyak (pada hari kiamat). (Hadits riwayat Syaikhain).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pelajaran (3): TENTANG RASA TAKUT KEPADA ALLAH DAN PENGAWASAN ALLAH AZZA WA JALLA<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi siksa Allah itu sangat keras. (Al-Hajj: 1-2).<\/p>\n<ol start=\"1410\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya seseorang dari kalian dikumpulkan bentuknya di perut ibunya selama empat puluh hari berupa mani, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu, kemudian menjadi segumpal daging seperti itu. Kemudian diutus malaikat untuk meniupkan ruh di dalamnya dan disuruh menulis empat kalimat: yaitu menulis rezeki, umur dan amalnya dan sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, sungguh ada seseorang dari kalian yang mengerjakan amal penghuni surga hingga antara dia dan surga hanya berjarak sehasta, tetapi didahului tulisan dalam kitab sehingga mengerjakan amal penghuni neraka, maka ia pun masuk neraka. Sungguh ada seseorang dari kalian yang mengerjakan amal penghuni neraka hingga antara dia dan neraka hanya berjarak sehasta, tetapi didahului tulisan dalam kitab sehingga mengerjakan amal penghuni surga sehingga ia masuk surga. (Hadits riwayat Syaikhain (Bukhari dan Muslim) dari ibnu Mas\u2019ud).<\/li>\n<li>Tidaklah seseorang dari kalian, melainkan Tuhannya akan berbicara dengannya tanpa juru bicara antara dia dan Tuhannya. Maka ia melihat ke sebelah kanannya, ternyata ia tidak melihat selain amal yang telah dilakukannya dan melihat yang lebih buruk daripada itu. Maka ia tidak melihat, kecuali amal yang telah dilakukannya. Dan ia melihat di depannya. Maka ia tidak melihat, kecuali neraka di depannya. Maka hindarilah api neraka, walaupun dengan menyedekahkan separuh butir kurma. (Hadits riwayat Syaikhain dari Adiy bin Hatim).<\/li>\n<li>Sesungguhnya Allah Ta\u2019ala cemburu dan kecemburuan Allah Ta\u2019ala ialah bila manusia melakukan perbuatan yang diharamkan Allah Ta\u2019ala atasnya. (Hadits riwayat Syaikhain dari Abi Hurairah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pelajaran (4): TENTANG HARAPAN DAN ANGAN-ANGAN<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cKatakanlah: \u201cHai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\u201d (Az-Zumar: 53). Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.\u201d (Al-A\u2019raf: 156)<\/p>\n<ol start=\"1413\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya dan Isa hamba Allah dan rasul-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan ruh yang ditiupkan dari-Nya dan surga adalah benar adanya dan neraka adalah benar adanya, maka Allah memasukkannya ke dalam surga, dalam amal pun yang dikerjakannya. (Hadits riwayat Syaikhain dari Ubadah bin Shamit).<\/li>\n<li>Barangsiapa bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul (utusan) Allah, maka Allah mengharamkan api neraka atasnya. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<li>Barangsiapa berbuat kebaikan, maka 1a mendapat balasan sepuluh kalinya atau lebih banyak. Dan siapa yang berbuat dosa, maka balasan dosa ialah hukuman yang setimpal dengannya atau Aku mengampuninya. Barangsiapa mendekatkan diri dari-Ku sejengkal, Aku mendekatkan diri darinya sehasta, dan siapa mendekatkan diri dari-Ku sehasta, Aku mendekatkan diri darinya sedepa. Siapa yang mendatangi Aku dengan berjalan, Aku mendatanginya sambil berlari dan siapa yang berjumpa dengan-Ku membawa dosa hampir sepenuh bumi sedangkan dia tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, Aku pun memberinya ampunan sebanyak itu. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Dzarr).<\/li>\n<li>Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menulis dalam sebuah kitab yang berada di sisi-Nya di atas Arsy: \u201cSesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan amarah-Ku.\u201d Dalam sebuah riwayat \u201cmendahului amarah-Ku.\u201d (Hadits riwayat Syaikhain dari Abi Hurairah).<\/li>\n<li>Sesungguhnya Allah Ta\u2019ala mempunyai seratus rahmat. Dia menurunkan satu rahmat darinya di antara jin dan manusia, binatang dan serangga. Dengan rahmat itu mereka saling mengasihi dan saling menyayangi dan dengan rahmat itu binatang buas menyayangi anaknya. Allah Ta\u2019ala menunda sembilan puluh sembilan rahmat yang dengannya Dia merahmati hamba-hambaNya pada hari kiamat. (Hadits riwayat Syaikhain dari Abi Hurairah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pelajaran (5): TENTANG TAWAKKAL KEPADA ALLAH<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201c(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: \u201cSesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,\u201d maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: \u201cCukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.\u201d Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.\u201d (Al-Imran: 173-174).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (kekal) yang tidak mati.\u201d (Al-Furqan: 58).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.\u201d (Ali Imran: 160).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cKemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.\u201d (Ali Imran: 158).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).\u201d (Ath-Thalaq: 3).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.\u201d (Al-Anfal: 2).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1418\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: Ditunjukkan kepadaku umat-umat. Maka kulihat Nabi bersama beberapa orang pengikutnya, ada nabi bersama satu orang dan dua orang dan ada nabi yang tidak mempunyai pengikut. Tiba-tiba ditampakkan bagiku bayangan besar. Maka aku mengira mereka adalah umatku. Kemudian dikatakan kepadaku: Ini Musa dan kaumnya, tetapi lihatlah ke cakrawala. Maka aku melihat. Ternyata nampak bayangan besar. Kemudian dikatakan kepadaku: Lihatlah ke cakrawala lainnya. Ternyata nampak bayangan besar. Kemudian dikatakan kepadaku: Ini umatmu. Bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab dan tidak disiksa. Kemudian Nabi SAW bangkit, lalu masuk rumahnya. Orang-orang membicarakan mereka yang masuk surga tanpa dihisab dan tidak disiksa. Salah seorang dari mereka berkata: Barangkali mereka itu orang-orang yang menemani rasulullah SAW. Seorang lagi berkata: Barangkali mereka adalah orangorang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak menyekutukan Allah. Mereka menyebut banyak hal. Kemudian Rasulullah SAW keluar menemui mereka. Beliau berkata: Apa yang kalian bicarakan? Maka mereka mengabarinya. Kemudian beliau berkata: Mereka adalah orang-orang yang tidak mengandalkan rugyah dan tidak minta dilakukan rugyah, tidak mempercayai pertanda buruk dan mereka bertawakkal kepada Tuhan mereka. Kemudian Ukasyah bin Muhson berkata: Doakan kepada Allah agar menjadikan aku dari golongan mereka. Nabi SAW menjawab: Engkau termasuk golongan mereka. Kemudian seorang lainnya berdiri. Ia berkata: Doakan kepada Allah agar menjadikan aku termasuk golongan mereka. Nabi SAW menjawab: Ukasyah telah mendahuluimu dengannya. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pelajaran (6): TENTANG TANDA-TANDA CINTA ALLAH TAALA KEPADA HAMBA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: Katakanlah: \u201cJika kamu (benarbenar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\u201d (Ali Imran: 31).<\/p>\n<ol start=\"1419\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: Allah Ta\u2019ala berfirman: Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku telah menyatakan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku sukai daripada kewajiban yang Aku tetapkan atasnya. Hamba-Ku tetap mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar dan penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat dan tangannya yang ia gunakan untuk bekerja dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta sesuatu kepada-Ku, tentu Aku memberinya. Jika ia meminta perlindungan dari-Ku, tentu Aku memberinya. Jika ia meminta perlindungan dari-Ku, tentu Aku melindunginya. (Hadits riwayat Bukhari dari Abi Hurairah).<\/li>\n<li>Sesungguhnya Allah Ta\u2019ala apabila mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril. Allah berkata: \u201cAku mencintai si Fulan, maka cintailah dia.\u201d Maka Jibril mencintainya. Kemudian Jibril berseru di langit. Ia berkata: Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia. Maka ia pun dicintai oleh penghuni langit. Kemudian ia dicintai oleh penghuni bumi. Apabila Allah membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, lalu berkata: \u201cSesungguhnya Aku membenci si Fulan, maka bencilah dia.\u201d Maka Jibril membencinya, kemudian ia berseru di antara penghuni langit: Sesungguhnya Allah membenci si Fulan, maka bencilah dia. Kemudian ia pun di benci oleh penghuni bumi. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pelajaran (7):\u00a0 TENTANG KEUTAMAAN MENCARI ILMU<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman : Katakanlah: \u201cAdakah sama orangorang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?\u201d (Az-Zumar: 9).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: Allah akan meninggikan orangorang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (Al-Mujadilah: 11).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama. (Fathir: 28).<\/p>\n<ol start=\"1421\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan membuatnya paham tentang agama. (Hadits riwayat Syaikhain dari Mu\u2019awiyah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1422\">\n<li>Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang aku diutus Allah dengannya adalah seperti hujan yang banyak turun ke bumi. Ada tanah yang bersih dapat menerima air sehingga menumbuhkan tanaman dan rumput yang banyak. Ada pula tanah tandus yang menyerap air dan Allah memberi manusia manfaat dengannya, maka mereka minum dan menanam. Hujan itu turun juga di tanah yang lain. Sesungguhnya tanah itu datar tidak menyerap air dan tidak menumbuhkan tanaman. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan bermanfaat baginya petunjuk yang aku diutus dengannya. Maka ia mengetahuinya dan mengajarkannya. Dan perumpamaan orang yang tidak mengangkat kepala dengan itu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya. (Hadits riwayat Abu Musa Al-Asy\u2019ari).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1423\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain (Bukhari dan Muslim) dari Sahal bin Sa\u2019ad bahwa Nabi SAW berkata kepada Ali: \u201cDemi Allah, petunjuk yang diberikan Allah kepada satu orang melalui kamu lebih baik bagimu daripada unta merah. Sampaikan dariku walaupun satu ayat dan ceritakan hadits dari Bani Israel dan tidak ada kesempitan. Barangsiapa berdusta terhadapku dengan sengaja, biarlah ia menduduki tempatnya di neraka. (Hadits riwayat Bukhari).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1424\">\n<li>Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah memudahkan baginya jalan menuju surga. (Hadits riwayat Tirmidzi).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pelajaran (8): TENTANG MENUNJUKKAN KEBAIKAN DAN SERUAN KEPADA KEBENARAN DAN SALING MENOLONG DALAM KEBAJIKAN DAN KETAKWAAN<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.\u201d (An-Nahl: 125).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan.\u201d AlMaidah: 2. Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan hendaklah kamu saling menolong dalam (berbuat) kebajikan dan jangan saling menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.\u201d (Al-Maidah: 2).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDemi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.\u201d (Al-Ashr: 1-3).<\/p>\n<ol start=\"1425\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cBarangsiapa , menunjukkan kebaikan, ia mendapat pahala seperti pelakunya. (Hadits riwayat Abu Mas\u2019ud Al-Badri).<\/li>\n<li>Barangsiapa menyeru kepada kebenaran, ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya dan hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun. Barangsiapa menyeru kepada kesesatan, ia mendapat dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya dan hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun. (Hadits riwayat Abu Hurairah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pelajaran (9): TENTANG TAUBAT<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.\u201d (An-Nur: 31).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cMohonlah ampun kepada Tuhanmu, lalu bertaubatlah kepada-Nya.\u201d (Hud: 52).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. (Al-Tahrim: 3).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1427\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cSesungguhnya Allah Ta\u2019ala mengulurkan tangan-Nya di waktu malam supaya pelaku dosa di siang hari bertaubat dan mengulurkan tangan-Nya di waktu siang supaya pelaku dosa di malam hari bertaubat hingga matahari naik dari sebelah baratnya. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1428 Barangsiapa bertaubat sebelum matahari naik dari sebelah baratnya, Allah menerima taubatnya. (Hadits riwayat Muslim).<\/p>\n<p>Pelajaran (10): TENTANG KEUTAMAAN WUDHU\u2019<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu \u2014 hingga firman Allah Ta\u2019ala: Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur.\u201d (Al-Maidah: 6).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1429\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan anggota tubuhnya putih berseri-seri karena bekas wudhu. Maka barangsiapa di antara kalian yang sanggup memanjangkan bagian yang putih, hendaklah ia melakukannya. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1430\">\n<li>Perhiasan orang mukmin mencapai bagian anggota yang dicapai wudhu. (Hadits riwayat Abu Hurairah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1431\">\n<li>Apabila hamba yang muslim (atau mukmin) berwudhu, lalu membasuh mukanya, keluarlah dari mukanya setiap dosa yang ia pandang dengan matanya bersama air atau bersama tetes air terakhir. Apabila ia membasuh kedua tangannya, keluarlah dari kedua tangannya setiap dosa yang dilakukan oleh kedua tangannya bersama air atau bersama tetes air terakhir. Apabila ia membasuh kedua kakinya, keluarlah setiap dosa yang dijalani oleh kedua kakinya bersama air atau bersama tetes air terakhir hingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa. (Hadits riwayat Abu Hurairah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1432\">\n<li>Maukah aku tunjukkan kepada kalian amal-amal yang Allah menghapus dosa-dosa dengannya dan mengangkat derajat-derajat? Para sahabat menjawab: Mau, ya rasulullah. Nabi SAW berkata: Menyempurnakan wudhu dalam keadaan yang tidak menyenangkan, banyaknya langkah menuju masjid, menunggu shalat sesudah shalat. Itulah jihad, itulah jihad. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1433\">\n<li>Bersuci itu separuh iman. (Hadits riwayat Abu Malik Al-Asy\u2019ari).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1434\">\n<li>Tidaklah seseorang dari kalian berwudhu dengan sempurna, kemudian ia berkata: \u201cAku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, melainkan dibuka baginya delapan pintu surga yang bisa dimasukinya dari pintu manapun yang dikehendakinya. (Hadits riwayat Muslim)<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KESEBELAS TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PEMELIHARAANNYA SERTA ANCAMAN YANG KERAS BILA MENINGGALKANNYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. (Al-Ankabut: 45).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.\u201d (An-Nisa?: 77).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cPadahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Al-Bayyinah: 5).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1435\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cAku disuruh memerangi semua manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Apabila mereka lakukan itu, maka mereka telah melindungi dariku darah dan harta mereka, kecuali dengan hak Islam dan hisab mereka terserah kepada Allah. (Hadits riwayat Syaikhain dari ibnu Umar).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDUA BELAS TENTANG ADZAN<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1436\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: Andaikata orang-orang mengetahui keutamaan pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak menemukan jalan untuk mendapatkannya, kecuali dengan mengadakan undian untuknya, niscaya mereka mengadakan undian untuknya. Andaikata mereka mengetahui keutamaan pergi ke masjid di panas yang terik, niscaya mereka berlomba untuk melakukannya. Dan andaikata mereka mengetahui keutamaan jamaah dalam shalat Isya? dan Subuh, niscaya mereka mendatangi keduanya, walaupun dengan merangkak. (Hadits riwayat Syaikhain dari Abi Hurairah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1437\">\n<li>Para juru adzan adalah orang-orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1438\">\n<li>Apabila kalian mendengar adzan, maka katakanlah seperti yang dikatakan juru adzan. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1439\">\n<li>Barangsiapa mengucapkan ketika mendengar adzan: \u201cYa Allah, pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang berdiri ini, berilah Muhammad wasilah dan keutamaan dan bangkitkan dia dalam kedudukan terpuji yang Engkau janjikan kepadanya, ia pun mendapat syafa\u2019atku pada hari kiamat. (Hadits riwayat Bukhari).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1440\">\n<li>Barangsiapa mengucapkan ketika mendengar adzan: \u201cAku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Aku ridha Allah Tuhanku, Muhammad rasul-Nya dan Islam agamaku.\u201d Maka diampunilah dosanya. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETIGA BELAS TENTANG KEUTAMAAN SHALAT JAMAAH TERUTAMA DI MASJID<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1441\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cShalat jama\u2019ah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.\u201d (Hadits riwayat ibnu Umar).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1442\u00a0 Shalat orang lelaki dalam jama\u2019ah melebihi shalatnya di rumahnya dan pasarnya sebanyak dua puluh lima kali. Hal itu disebabkan apabila ia berwudhu dengan baik, kemudian keluar menuju masjid dan tidak keluar, kecuali untuk shalat, maka tidaklah ia berjalan satu langkah, melainkan diangkat baginya dengan langkah itu satu derajat dan dihapus darinya satu dosa. Apabila ia mengerjakan shalat, malaikat tetap mendoakannya selama ia di dalam shalatnya dan selama ia tidak berhadats. Para malaikat berkata: \u201cYa Allah, berilah keberkahan padanya, ya Allah rahmatilah dia.\u201d Hamba tetap dalam shalat selama ia menunggu shalat.<\/p>\n<p>(Hadits riwayat Abu Hurairah).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEEMPAT BELAS TENTANG KEUTAMAAN SAF PERTAMA DAN ENYEMPURNAKAN SAF-SAF DAN MELURUSKAN<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1443\u00a0 Rasulullah SAW bersabda: Andaikata orang-orang mengetahui keutamaan adzan dan saf pertama, kemudian mereka tidak menemukan jalan untuk mendapatkannya, kecuali dengan mengadakan undian untuknya, niscaya mereka adakan undian untuknya. (Hadits riwayat Abu Hurairah).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1444\">\n<li>Luruskan saf-safmu, karena meluruskan saf termasuk kesempurnaan shalat. (Hadits riwayat Anas).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1445\">\n<li>Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Samurah radiyallahu anhuma ia berkata: Rasulullah SAW keluar menemui kami, lalu beliau berkata: Tidakkah kalian berbaris seperti para malaikat berbaris di sisi Tuhan mereka? Kami berkata: Ya Rasulullah, bagaimana para malaikat berbaris di sisi Tuhan mereka? Nabi SAW menjawab: Mereka menyempurnakan saf pertama dan mereka saling merapat di dalam saf. Sebaik-baik saf kaum lelaki adalah yang pertama dan seburukburuknya adalah saf terakhir. Sebaik-baiknya saf kaum wanita adalah yang terakhir dan seburuk-buruknya adalah yang pertama.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KELIMA BELAS TENTANG KEUTAMAAN SHALAT SUBUH DAN ASHAR DAN DORONGAN UNTUK MENGHADIRI SHALAT JAMAAH DALAM SHALAT SUBUH DAN ISYA\u2019 DAN KEJELEKAN TIDUR SEBELUMNYA DAN BERBICARA SESUDAHNYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1446\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa mengerjakan shalat Subuh dan Ashar, ia pun masuk surga. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1447\">\n<li>Tidak akan masuk neraka, seseorang yang mengerjakan shalat sebelum matahari naik dan sebelum matahari terbenam (yakni Subuh dan Ashar). (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1448\">\n<li>Barangsiapa mengerjakan shalat Subuh, ia pun dalam jaminan Allah. Maka lihatlah, hai anak Adam, janganlah sampai Allah menuntutmu atas sesuatu dari jaminan-Nya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>(Hadits riwayat Muslim).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1449\">\n<li>Para malaikat bergantian mengurusi kalian di waktu malam dan di waktu siang. Mereka berkumpul pada waktu shalat Subuh dan Shalat Ashar. Kemudian malaikat yang bermalam di tempat kalian naik dan Allah menanyai mereka, sedangkan Dia lebih tahu tentang mereka: Bagaimana kalian tinggalkan hambahamba-Ku?<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mereka menjawab: Kami tinggalkan mereka ketika mereka mengerjakan shalat dan kami datangi mereka ketika mereka mengerjakan shalat. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEENAM BELAS TENTANG KEUTAMAAN HARI JUM\u2019AT DAN SHALATNYA DAN MANDI SERTA MEMAKAI WANGI-WANGIAN UNTUKNYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1450\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: Sebaik-baik hari di atas mana matahari terbit adalah hari Jum\u2019at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya. Barangsiapa berwudhu dengan baik, kemudian mendatangi shalat Juma\u2019at, lalu mendengarkan khutbah dan diam, diampunilah dosanya antara hari Jum\u2019at itu dan hari Jum\u2019at sebelumnya ditambah tiga hari. Barangsiapa menyentuh (mempermainkan) batu, maka ia telah berbuat sia-sia. Hendaklah orang-orang berhenti dari meninggalkan shalat Jum\u2019at atau Allah akan menutup hati mereka, kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1451\">\n<li>Apabila seseorang dari kalian, mendatangi shalat Jum\u2019at, hendaklah ia mandi. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETUJUH BELAS TENTANG HAL-HAL YANG MAKRUH DALAM SHALAT DAN PENGHARAMAN LEWAT DI DEPAN MUSHALLI DAN MENGERJAKAN SHALAT SUNNAH SETELAH IMAM MULAI BERKHUTBAH DAN MENGANGKAT KEPALA SEBELUMNYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1452\">\n<li>Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW melarang bertolak pinggang di dalam shalat dan beliau berkata: Tidak ada shalat di hadapan makanan dan tidak boleh ia menahan kencing dan kentut. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1453\">\n<li>Mengapa orang-orang mengangkat pandangan mereka ke arah langit dalam shalat mereka. Perkataannya semakin keras mengenai hal itu hingga beliau berkata: \u201cHendaklah mereka berhenti melakukan itu atau penglihatan mereka akan di cabut.\u201d (Hadits riwayat Anas).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1454\">\n<li>Andaikata orang yang lewat di depan mushalli mengetahui dosa yang ditanggungnya, niscaya berdiri selama empat puluh (hari) lebih baik baginya daripada lewat di depannya. (Hadits riwayat Syaikhain). Rawinya berkata: Aku tidak tahu beliau mengatakan: Empat puluh hari atau empat puluh bulan atau empat puluh tahun.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1455\">\n<li>Apabila shalat didirikan, maka tiada shalat selain shalat fardhu. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1456\">\n<li>Tidakkah seseorang dari kalian takut apabila ia mengangkat kepalanya sebelum imam, bila Allah menjadikan kepalanya seperti kepala keledai atau menjadikan bentuknya seperti bentuk keledai. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDELAPAN BELAS TENTANG SUNNAH-SUNNAH RATIBAH, WITIR DAN DHUHA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1457\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Umar r.a., ia berkata: Aku mengerjakan shalat bersama Rasulullah SAW dua rakaat sebelum Dhuhur dan dua raka\u2019at sesudahnya dan dua raka\u2019at sesudah Jum\u2019at dan dua raka\u2019at sesudah Maghrib dan dua raka\u2019at sesudah Isya\u201d.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1458\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Sayyidah Aisyah r.a., ia berkata: Tidaklah Nabi SAW lebih memperhatikan shalat sunnah yang lebih besar daripada dua raka\u2019at fajar (Subuh).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1459\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Sayyidah Aisyah pula dari nabi SAW bahwa beliau bersabda: Dua raka\u2019at fajar (Subuh) lebih baik daripada dunia beserta isinya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KESEMBILAN BELAS TENTANG SUNNAH WUDHU, TAHIYYAT MASJID DAN SHALAT DHUHA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1460\">\n<li>Rasulullah SAW berkata kepada Bilal: Hai Bilal, ceritakan kepadaku amal paling memberi harapan yang engkau kerjakan dalam Islam, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di depanku di surga. Bilal menjawab: Tidaklah aku mengerjakan suatu amal yang lebih aku harapkan daripada kebiasaan bahwa tidaklah aku bersuci dalam suatu saat di waktu malam atau siang, melainkan aku kerjakan dengan wudhu itu shalat yang diwajibkan bagiku untuk aku kerjakan. (Hadits riwayat Abu Hurairah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1461\">\n<li>Apabila seseorang dari kalian masuk masjid, maka janganlah ia duduk hingga ia kerjakan shalat dua raka\u2019at. (Hadits riwayat Abu Oatadah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1462\">\n<li>Jadikan akhir shalatmu di waktu malam witir (ganjil). (Hadits riwayat ibnu Umar).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1463\">\n<li>Kekasihku (Muhammad) SAW berwasiat kepadaku agar aku berpuasa tiga hari dari setiap bulan dan mengerjakan shalat Dhuha dua raka\u2019at dan aku kerjakan shalat witir sebelum tidur. (Hadits riwayat Abu Hurairah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDUA PULUH TENTANG ANJURAN SHALAT MALAM DAN SHALAT DI MALAM OADAR DAN SHALAT MALAM DI BULAN RAMADHAN (TARAWIH) DAN ANJURAN MENGERJAKAN SHALAT SUNNAH DI RUMAH l<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan pada sebagian malam hari kerjakanlah shalat tahajjud olehnya sebagai tambahan ibadah bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.\u201d (Al-Isra?: 79).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cLambung mereka jauh dari tempat tidurnya.\u201d (As-Sajdah: 16).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cMereka sedikit sekali tidur di waktu malam.\u201d (Adz-Dzariyaat: 16).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1464\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Sayyidah Aisyah ra, ia berkata: Adalah Nabi SAW mengerjakan shalat malam hingga pecah-pecah kedua telapak kakinya. Maka aku katakan kepadanya: Mengapa engkau lakukan ini, ya rasulullah, sedangkan telah diampuni bagimu dosamu yang terdahulu dan yang kemudian? Nabi SAW menjawab: Bukankah aku harus menjadi seorang hamba yang bersyukur?<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1465\">\n<li>Puasa yang paling utama sesudah Ramadhan adalah di bulan Allah Muharram dan shalat paling utama sesudah shalat fardhu adalah shalat malam. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1466\">\n<li>Adalah Rasulullah SAW mengerjakan shalat sebelas raka\u2019at (di waktu malam). Beliau sujud selama seseorang dari kalian membaca 50 ayat sebelum mengangkat kepalanya dan mengerjakan dua raka\u2019at sebelum shalat Subuh, kemudian berbaring di atas sisinya yang kanan hingga datang kepadanya juru adzan menyerukan igamah untuk shalat. (Hadits riwayat Bukhari).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1467\">\n<li>Nabi SAW mengerjakan shalat malam dua raka\u2019at dua raka\u2019at dan mengerjakan shalat witir satu raka\u2019at. (Hadits riwayat Syaikhain dari ibnu Umar).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1468\">\n<li>Barangsiapa mengerjakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, diampunilah dosanya yang terdahulu. (Hadits riwayat Abu Hurairah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1469\">\n<li>Barangsiapa mengerjakan shalat malam Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala diampunilah dosanya yang terdahulu. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1470\u00a0 Carilah malam Qadar dalam sepuluh malam terakhir yang ganjil dari bulan Ramadhan. (Hadits riwayat Bukhari).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDUA PULUH SATU TENTANG MENGANTARKAN JENAZAH<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: (Demikianlah keadaan orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: \u201cYa Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang baik terhadap yang aku tinggalkan.\u201d Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.\u201d (Al-Mw\u2019minun: 99-100).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cMaka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?\u201d (Al-Mu\u2019minun: 115).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1471\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Auf bin Malik r.a., ja berkata: Rasulullah SAW menshalati jenazah\u2019, maka aku hafal dari doanya, yaitu beliau mengatakan: \u201cYa Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia dan maafkanlah dia.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Muliakanlah tempatnya, lapangkanlah tempat masuknya dan cucilah dia dengan air, salju dan embun, dan bersihkanlah dia dari dosa-dosa seperti Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantilah baginya rumah yang lebih baik daripada rumahnya, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, dan istri yang lebih baik daripada istrinya, masukkan dia ke dalam surga, lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDUA PULUH DUA TENTANG PERBUATAN YANG DIANJURKAN KETIKA MENGHADAPI ORANG YANG AKAN MENINGGAL DAN MAYIT KETIKA MENINGGAL<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1472\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Said Al-Khudri ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: \u201cTalginilah orang mati di antara kalian dengan ucapan: \u201cLaa ilaha illallahu.\u201d<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1473\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Ummi Salamah r.a,, ia berkata: Rasulullah SAW masuk kepada Abi Salamah yang telah payah penglihatannya. Lalu Nabi SAW memejamkannya, Kemudian beliau berkata: Sesungguhnya ruh itu apabila dicabut, ia pun diikuti oleh pandangan. Maka ributlah orang-orang dari keluarganya. Kemudian Nabi SAW berkata: Janganlah kalian mendoakan diri kalian, kecuali dengan kebaikan, karena para malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan. Kemudian beliau berkata: \u201cYa Allah, ampunilah Abi Salamah, angkatlah derajatnya di antara orang-orang yang mengikuti kebenaran dan gantilah dia dalam keturunannya di antara orang-orang yang masih hidup dan ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan semesta alam, dan lapangkanlah baginya kuburnya dan terangilah baginya dalam kuburnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1474\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Ummi Salamah, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah, lalu ia berkata: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji\u2019uunn. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantilah bagiku yang lebih baik daripadanya, melainkan Allah Ta\u2019ala memberinya pahala dalam musibahnya dan mengganti baginya yang lebih baik daripada musibah itu.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketika Abu Salamah wafat, aku katakan sebagaimana Rasulullah SAW menyuruhku. Maka Allah memberiku ganti yang lebih baik daripadanya, yaitu Rasulullah SAW.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDUA PULUH TIGA TENTANG PENGHARAMAN MERATAPI MAYIT DAN MENAMPAR PIPI<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1475\">\n<li>Nabi SAW bersabda: Mayit disiksa dalam kuburnya karena ratapan yang dilakukan atasnya. (Menurut ulama bila ia berwasiat agar diratapi : pen). (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1476\">\n<li>Bukanlah termasuk golongan kami siapa yang menampar pipi, merobek baju dan berseru dengan seruan jahiliah. (Hadits riwayat ibnu Mas\u2019ud).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDUA PULUH EMPAT TENTANG PENGHARAMAN BERKABUNGNYA WANITA LEBIH DA\u2019 TIGA HARI, KECUALI TERHADAP SUAMINYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1477\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikain dari Zainab binti Abi Salamah r.a., ia berkata: Aku masuk kepada Ummi Habibah r.a., istri Nabi SAW ketika ayahnya meninggal dunia (yaitu Abu Sufyan bin Harb). Kemudian ia menyuruh mengambil minyak wangi yang mengandung za\u2019faran atau lainnya lalu memakai minyak itu kemudian mengoleskannya pada kedua pipinya, kemudian berkata: Demi Allah, aku tidak membutuhkan minyak wangi, tetapi Aku mendengar Rasulullah SAW berkata di atas mimbar: Tidak halal bagi seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung atas orang mati lebih dari tiga malam, kecuali terhadap suami selama empat bulan sepuluh hari.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDUA PULUH LIMA TENTANG ANJURAN MENGINGAT MATI DAN KEJELEKAN MENGHARAPKANNYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cDan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata: \u201cYa Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dan Allah sekali-kali tidak akan menanguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Munafiqun: 9 -11).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1478\">\n<li>Diriwayatkan oleh Bukhari dari ibnu Umar r.a., ia berkata: Rasulullah SAW memegang pundakku, lalu berkata: Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau orang yang lewat di jalan. Adalah ibnu Umar berkata: Apabila engkau memasuki waktu sore, janganlah menunggu pagi. Jika engkau memasuki waktu pagi, janganlah menunggu sore. Gunakanlah masa sehatmu untuk menghadapi masa sakitmu dan gunakanlah masa hidupmu untuk menghadapi kematianmu.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1479.Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah hak seorang muslim mempunyai sesuatu untuk diwasiatkan dan bermalam dua malam, melainkan wasiatnya tertulis di sisinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1480\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan kematian. Apabila ia seorang yang baik, barangkali bertambah kebaikannya. Apabila ia seorang yang buruk kelakuannya, barangkali ia meminta keridhaan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ini lafadz Imam Bukhari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam riwayat Muslim: Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan kematian dan berdoa dengannya sebelum kematian datang kepadanya. Karena apabila dia mati, terputuslah amalnya dan tidaklah umur orang mukmin menambah selain kebaikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDUA PULUH ENAM ENTANG MENDOAKAN ORANG YANG SUDAH MATI, BERSEDEKAH UNTUKNYA DAN MEMUJINYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.\u201d (Al-Hasyr: 10).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1481\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Apabila manusia mati, terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sodagoh yang terus mengalir atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakannya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1482\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Anas r.a., ia berkata: Orang-orang melewati jenazah dan mereka memujinya. Maka Nabi SAW berkata: Wajiblah baginya. Kemudian lewat rombongan lainnya membawa jenazah. Para sahabat menyebut kejelekannya. Maka Nabi SAW berkata: Wajiblah baginya. Kemudian Umar bin Khaththab berkata: Apa yang wajib? Nabi SAW menjawab: Yang ini kalian memujinya. Maka wajiblah surga baginya. Yang ini kalian menyebut kejelekannya, maka wajiblah neraka Jahanam baginya. Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDUA PULUH TUJUH TENTANG ANJURAN ZIARAH KUBUR BAGI ORANG LELAKI, LARANGAN MENEMBOKNYA DAN MEMBANGUN DI ATASNYA, SHALAT NGHADAP KEPADANYA DAN DUDUK.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cTiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.\u201d (Ali Imran: 185).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1483\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cAku dulu melarang kalian menziarahi kuburan, tetapi sekarang berziarahlah ke kuburan. Dalam suatu riwayat: Maka siapa yang ingin menziarahi kuburan, hendaklah ia menziarahinya, karena kuburan mengingatkan kepada akhirat. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1484\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Sayyidah Aisyah r.a., ia berkata: Adalah Rasulullah SAW pada setiap hari gilirnya dari Rasulullah SAW keluar menuju Bagi\u201d. Beliau mengucapkan: Semoga keselamatan atas kalian penghuni kubur kaum mukminin dan telah datang kepada kalian apa yang dijanjikan dan kalian diberi penangguhan besok dan jika Allah menghendaki kami akan menyusul kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni Bagi\u201d AlGhargad.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1485\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir r.a., ia berkata: Rasulullah SAW melarang menembok kuburan dan duduk di atasnya serta mendirikan bangunan di atasnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDUA PULUH DELAPAN TENTANG MENJENGUK ORANG SAKIT DAN DOA YANG DIUCAPKAN UNTUKNYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1486\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Al-Barro\u201d r.a., ia berkata: Rasulullah SAW menyuruh kami menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, mendoakan orang bersin, melaksanakan sumpah, menolong orang teraniaya, memenuhi undangan dan menyebarkan salam.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1487\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Hak orang muslim pada orang muslim ada lima: yaitu menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang bersin.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1488\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah azza wa jalla berkata pada hari kiamat: Hai anak Adam, aku sakit, tetapi engkau tidak menjenguk-Ku.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Manusia berkata: Ya Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah menjawab: Tidaklah engkau tahu bahwa hamba-Ku si Fulan sakit, tetapi engkau tidak menjenguknya? Tidakkah engkau tahu bahwa andaikata engkau menjenguknya, niscaya engkau dapati Aku di sisinya?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1489\">\n<li>Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Musa AlAsy\u2019ari r.a., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Rasulullah SAW bersabda: Jenguklah orang sakit, berilah makan orang lapar dan bebaskan tawanan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEDUA PULUH SEMBILAN TENTANG KESABARAN<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu).\u201d (Ali Imran: 200).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.\u201d (Al-Bagarah: 155).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.\u201d (Az-Zumar: 10).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1490\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Said AlKhudri r.a.: bahwa beberapa orang Anshar meminta pada Rasulullah SAW, maka beliau memberi mereka. Kemudian mereka meminta kepadanya dan beliau memberi mereka hingga habis apa yang ada padanya. Maka beliau berkata kepada mereka, ketika menafkahkan segala sesuatu yang ada di tangannya: Kebaikan apa pun yang ada, aku tidak akan menyimpannya dari kalian. Barangsiapa yang memelihara diri, Allah menjadikannya terpelihara. Siapa yang tidak suka meminta, Allah mencukupinya. Dan siapa yang berusaha untuk sabar, maka Allah menjadikannya sabar. Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1491\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Shuhaib r.a., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sungguh mengherankan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah kebaikan dan hal itu tidak terdapat selain pada orang mukmin. Jika mengalami kesenangan, ia bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya. Jika ia mengalami kesusahan, ia bersabar, maka hal itu adalah kebaikan baginya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1492\">\n<li>Pertolongan datang bersama kesabaran, kebebasan itu bersama kesusahan dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (Hadits riwayat ibnu Najjar dari Anas).<\/li>\n<\/ol>\n<p>PELAJARAN KETIGA PULUH TENTANG KEUTAMAAN AL-QUR\u2019AN DAN PEMBACAANNYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman : Katakanlah: \u201cSesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur\u2019an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. (Al-Isra\u201d: 88).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1493\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cYang terbaik di antara kalian ialah siapa yang belajar Al-Qur\u2019an dan mengajarkannya. (Hadits riwayat Bukhari).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1494\">\n<li>Bacalah Al-Qur\u2019an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafa\u2019at bagi para pembacanya. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1495\">\n<li>Tidak boleh iri, kecuali dalam dua perkara: yaitu seorang lelaki yang diberi Allah Al-Qur\u2019an dan ia membacanya sepanjang malam dan sepanjang siang, dan seorang lelaki yang diberi Allah harta dan ia menafkahkannya sepanjang malam dan sepanjang siang. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1496\">\n<li>Orang yang membaca Al-Qur\u2019an sedang ia mahir membacanya, maka ia pun bersama para malaikat yang berkeliling dan mulia serta berbakti. Adapun orang yang membaca Al-Qur\u2019an dan gagap membacanya hingga pembacaannya menjadi berat baginya, ia pun mendapat dua pahala. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1497\">\n<li>Tidakalah suatu kaum berkumpul di suatu rumah Allah membaca Kitabullah dan bergantian membacanya di antara mereka, melainkan turun ketenangan di atas mereka dan mereka pun diliputi rahmat dan dikelilingi para malaikat dan Allah menyebut mereka di antara para malaikat di sisi-Nya. (Hadits riwayat Abu Hurairah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETIGA PULUH SATU TENTANG KEUTAMAAN MENYEBUT ALLAH AZZA WA JALLA DAN MEMUJI SERTA MENSYUKURINYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.\u201d (Al-Ahzab: 41-42).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201c(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): \u201cYa Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imran: 191).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cKarena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku (ingat) pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.\u201d (Al-Bagarah: 152).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.\u201d (Ibrahim: 7)<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan katakanlah: Segala puji bagi Allah.\u201d (An-Nami: 93).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: Dan penutup doa mereka ialah: \u00abAlhamdu lillahi Robbil \u201caalamiin.\u201d (Yunus: 10).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1498\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Allah Ta\u2019ala berfirman: Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya apabila dia menyebut-Ku. Jika ia menyebut-Ku di dalam dirinya (sendirian), Aku menyebutnya sendirian. Jika ia menyebut-Ku dalam sekelompok orang, Aku menyebutnya dalam kelompok yang lebih baik darinya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1499\">\n<li>Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Musa r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dan yang tidak mengingat-Nya adalah seperti orang hidup dan orang mati.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETIGA PULUH DUA TENTANG DZIKIR-DZIKIR DAN DOA-DOA NABAWIAH YANG DIBACA DI WAKTU PAGI DAN SORE<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.\u201d (Al-Ahzab: 41-42).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.\u201d (Al-A\u2019raf: 205).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.\u201d (Thaha: 130).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.\u201d (Thaha: 55).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cBertasbih kepada Allah di masjidmasjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah.\u201d (An-Nur: 36-37).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1500\u00a0 Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa mengucapkan ketika memasuki waktu pagi dan ketika memasuki waktu sore: Subhanallahi wa bihamdihi seratus kali tidak ada orang pada hari kiamat yang membawa amalan lebih baik daripada amalan yang dikerjakannya, kecuali orang yang mengucapkan seperti itu atau lebih banyak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1501\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari ibnu Mas\u2019ud r.a., bahwa Nabi SAW apabila memasuki waktu sore, beliau mengucapkan: Kami memasuki waktu sore dan segala kekuasaan itu milik Allah, dan segala puji bagi Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhanku, aku mohon kepada-Mu kebaikan yang terdapat di malam ini dan kebaikan yang sesudahnya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang terdapat di malam ini dan keburukan yang sesudahnya. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan masa tua dan aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di dalam kubur. Apabila memasuki waktu pagi beliau mengucapkan itu pula, yaitu: Kami memasuki waktu pagi dan segala kekuasaan itu milik Allah.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETIGA PULUH TIGA TENTANG DZIKIR-DZIKIR DAN DOA-DOA NABAWIAH YANG DIUCAPKAN KETIKA HENDAK TIDUR<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1502\">\n<li>Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi tempat tidurnya, beliau mengucapkan: Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati. (Hadits riwayat Bukhari).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1503\">\n<li>Apabila seseorang dari kalian mendatangi tempat tidurnya, ia ucapkan: Dengan nama-Mu ya Tuhanku aku letakkan tubuhku dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau ambil jiwaku, maka rahmatilah dia dan jika Engkau lepaskan dia, maka lindungilah dia sebagaimana Engkau melindungi hambahamba-Mu yang shaleh. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETIGA PULUH EMPAT ENTANG MIMPI DAN DZIKIR-DZIKIRNYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1504\">\n<li>Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Hurairah r.a., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah tersisa dari kenabian, kecuali mubasysyiraat. Para sahabat berkata: Apakah mubasysyiraat (pembawa kabar gembira) itu? Nabi SAW menjawab: Mimpi yang baik. Apabila zaman semakin dekat, mimpi orang mukmin hampir tidak berdusta. Mimpi orang mukmin adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian. Dalam suatu riwayat: Yang paling benar mimpinya di antara kalian ialah yang paling benar perkataannya. (Hadits riwayat Abi Hurairrah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1505\">\n<li>Barangsiapa melihatku di dalam mimpi, ia akan melihatku dalam keadaan terjaga (atau seakan-akan dia melihatku dalam keadaan terjaga), syaitan tidak bisa menyerupai aku. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1506\">\n<li>Apabila seseorang dari kalian melihat mimpi yang disukainya, sesungguhnya itu berasal dari Allah Ta\u2019ala, maka hendaklah ia memuji Allah atas mimpi itu dan jangan menceritakannya kepada seseorang, kecuali orang yang dicintainya. Apabila ja melihat selain itu yang tidak disukainya, hendaklah ia memohon perlindungan dari kejelekannya dan jangan menceritakannya kepada seseorang, karena mimpi itu tidak membahayakannya. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETIGA PULUH LIMA TENTANG KEUTAMAAN BERKUMPUL UNTUK MENYEBUT ALLAH TAALA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan bersabarlah kamu bersamasama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.\u201d (Al-Kahfi: 28).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1507\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cSesungguhnya Allah Ta\u2019ala mempunyai malaikat-malaikat yang berkeliling di jalanjalan mencari orang-orang yang berdzikir. Apabila mereka menemukan sekelompok orang yang menyebut Allah azza wa jalla, mereka saling memanggil. Kemarilah kalian untuk melaksanakan hajat kalian. Maka para malaikat mengelilingi mereka dengan sayap-sayap mereka hingga langit terdekat. Kemudian Tuhan mereka menanyai mereka sedang Dia lebih tahu: Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku? Para malaikat menjawab: Mereka menyucikan-Mu (bertasbih) dan membesarkan-Mu (bertakbir) dan memuji serta mengagungkan-Mu. Allah berkata: Apakah mereka melihat-Ku? Para malaikat menjawab: Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu. Allah berkata: Bagaimana seandainya mereka melihat-Ku? Para malaikat menjawab: Andaikata mereka melihat-Mu, mereka lebih giat beribadah kepada-Mu, lebih banyak mengagungkan-Mu dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu. Allah berkata: Apa yang mereka minta? Para malaikat menjawab: Mereka meminta surga dari-Mu. Allah berkata: Apakah mereka melihatnya? Para malaikat menjawab: Tidak, demi Allah, ya Tuhanku, mereka tidak melihatnya. Allah berkata: Bagaimana seandainya mereka melihatnya? Para malaikat menjawab: Andaikata mereka melihatnya, mereka lebih kuat keinginannya, lebih giat mencarinya dan lebih besar harapannya untuk mendapatkannya. Allah berkata: Dari apa mereka meminta perlindungan? Para malaikat menjawab: Mereka meminta perlindungan dari neraka. Allah berkata: Apakah mereka melihatnya? Para malaikat menjawab: Tidak, demi Allah, mereka tidak melihatnya. Allah berkata: Bagaimana andaikata mereka melihatnya? Para malaikat menjawab: Andaikata mereka melihatnya, mereka lebih jauh menghindarinya dan lebih takut kepadanya. Maka Allah berkata: Aku jadikan kalian sebagai saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka. Salah seorang malaikat berkata: Di antara mereka terdapat si Fulan yang bukan termasuk mereka. Ia hanya datang untuk suatu keperluan. Allah berkata: Mereka adalah teman-teman duduk dan tidak sengsara teman duduk mereka dengan sebab mereka. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETIGA PULUH ENAM TENTANG ISTIGHFAR<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan barangsiapa yang melakukan kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.\u201d (An-Nisa\u201d: 110).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1508\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cDemi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, andaikata kalian tidak berdosa, niscaya Allah melenyapkan kalian dan mendatangkan suatu kaum yang berdosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah Ta\u2019ala, maka Allah mengampuni mereka.\u201d (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1509\">\n<li>Istighfar yang paling utama ialah hamba mengucapkan: \u201cYa Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau, Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu dan aku berjanji untuk melakukan ketaatan kepada-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu padaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau. (Hadits riwayat Bukhari).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETIGA PULUH TUJUH TENTANG ISTIADZAT (MINTA PERLINDUNGAN)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1510\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: \u201cBerlindunglah kalian kepada Allah dari cobaan yang berat, kesengsaraan yang sangat, takdir yang buruk, dan kegembiraan musuh.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1511\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Zaid bin Argam r.a., ia berkata: Adalah Rasulullah SAW mengucapkan: \u201cYa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ketidakmampuan dan kemalasan, sifat kikir dan keadaan tua renta dan siksa kubur. Ya Allah berilah diriku ketakwaannya dan sucikanlah dia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya. Engkau adalah pelindung dan penolongnya. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan hati yang tidak tunduk, nafsu yang tidak puas dan doa yang tidak dikabulkan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETIGA PULUH DELAPAN TENTANG DOA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cBerdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan doamu.\u201d (Al-Mu\u2019minun: 60).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cBerdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.\u201d (Al-A\u2019raf: 55).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.\u201d (Al-Baqarah: 186).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.\u201d (Al-Hasyr: 10).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1512\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cDoa orang muslim bagi saudaranya tanpa diketahuinya adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi setiap kali ia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat yang bertugas itu mengucapkan \u201cAmin\u201d dan bagimu yang seperti itu. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Darda\u201d).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETIGA PULUH SEMBILAN TENTANG MEMBERI SALAM DAN ADAB-ADABNYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.\u201d (An-Nur: 27).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cApabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa).\u201d (An-Nisa\u2019: 86).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1515\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abdullah bin Amru r.a. bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW: Amalan Islam mana yang baik? Nabi SAW menjawab: Engkau beri makan dan engkau ucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEEMPAT PULUH TENTANG ZAKAT<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan dirikan shalat dan tunaikan zakat.\u201d (Al-Bagarah: 2).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cAmbillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.\u201d (At-Taubah: 103).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1514\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW mengutus Mu\u2019adz ke Yaman. Beliau berkata: Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum ahli kitab. Maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Jika mereka mematuhi ajakan itu, beritahulah mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka lima shalat dalam sehari semalam. Jika mereka mematuhi ajakan itu, beritahulah mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka sodagoh yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan diberikan kepada orang-orang miskin mereka. Jika mereka mematuhi ajakan itu, maka janganlah kamu mengambil harta mereka yang berharga dan takutlah doa orang teraniaya, karena tida ada hijab antara doa itu dan Allah.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1515\">\n<li>Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa dikaruniai Allah harta, tetapi tidak menunaikan zakatnya, maka hartanya ditampakkan pada hari kiamat berupa ular gundul yang mempunyai dua bintik dan dikalungkan padanya. Kemudian ular jtu mencengkeram mulutnya, kemudian berkata: Aku adalah hartamu, aku adalah harta simpananmu. Kemudian Nabi SAW membaca: Janganlah orang-orang yang kikir menyangka \u2026\u2026.. dan seterusnya (Ayat) Ali Imran: 180.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1516\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Dzarr r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: Tidaklah seorang lelaki mempunyai unta atau sapi atau kambing yang tidak ia tunaikan haknya, melainkan didatangkan semua itu pada hari kiamat dalam bentuk terbesar dan tergemuk, lalu menginjaknya dengan kuku-kukunya dan menanduknya dengan tanduk-tanduknya. Setiap kali lewat yang terakhir, dikembalikan lagi kepadanya yang pertama dari hewan-hewan itu hingga ia diadili di antara orang banyak.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1517\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Umar r.a., ia berkata: Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah \u2014 satu sha\u201d kurma atau satu sha\u201d sya\u2019ir atas hamba (budak) dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang tua dari kaum muslimin. Beliau menyuruh menunaikannya sebelum orangorang keluar menuju shalat Ied.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEEMPAT PULUH SATU TENTANG KEUTAMAAN ORANG KAYA YANG BERSYUKU<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia adalah orang yang mengambil harta dari jalannya yang benar dan membelanjakannya dalam berbagai keperluan yang diperintahkan melaksanakannya. Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cAdapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga). Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.\u201d (Al-Lail: 5-7).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1518\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cTidak boleh iri, kecuali dalam dua perkara: yaitu seorang lelaki yang dikarunia harta, lalu ia menggunakannya dengan membelanjakannya di jalan yang benar. Dan seorang lelaki yang dikaruniai Allah hikmah (ilmu), lalu memutuskan perkara dengannya dan mengajarkannya kepada orang banyak. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEEMPAT PULUH DUA TENTANG PUJIAN TERHADAP KEMURAHAN HATI DAN PEMBERIAN NAFKAH DI JALAN-JALAN KEBAIKAN<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.\u201d (Ath-Thalag: 7).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.\u201d (Saba\u201d: 39).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf.\u201d (Al-Bagarah: 233).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cKamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.\u201d (Ali Imran: 92).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1519\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cSatu dinar yang engkau nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau nafkahkan untuk membebaskan budak dan satu dinar yang engkau sedekahkan kepada seorang miskin serta satu dinar yang engkau nafkahkan kepada istrimu, yang terbesar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan kepada istrimu.(Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1520\">\n<li>Dinar paling utama yang dinafkahkan orang lelaki jalah dinar yang dinafkahkannya kepada anak-anaknya dan dinar yang dinafkahkannya kepada hewan tunggangannya di jalan Allah dan dinar yang dinafkahkannya kepada teman-temannya di jalan Allah. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1521. Hai anak Adam, sesungguhnya jika engkau nafkahkan kelebihan hartamu, maka itu adalah kebaikan bagimu. Dan jika engkau menahannya, itu adalah keburukan bagimu dan engkau tidak disalahkan dalam keadaan cukup.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mulailah dengan orang yang menjadi tanggunganmu dan tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (yang meminta).(Hadits riwayat Muslim).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEEMPAT PULUH TIGA TENTANG KEJELEKAN SIFAT KIKIR, MENGUNGKIT-UNGKIT PEMBERIAN DAN MENARIK KEMBALI HIBAH<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).\u201d (Al-Bagarah: 264).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1522\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda: \u201cTidaklah suatu hari di mana hambahamba memasuki waktu pagi, melainkan ada dua malaikat turun. Yang satu berkata: \u201cYa Allah berilah ganti bagi orang yang menafkahkan hartanya. Yang lain berkata: Ya Allah, timpakan kebinasaan bagi orang yang kikir.\u201d<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1523\">\n<li>Sesungguhnya Allah Ta\u2019ala meridhai bagi kalian tiga perkara dan tidak menyukai bagi kalian tiga perkara. Allah meridhai kalian bila kalian menyembah-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dan bila kalian semuanya berpegang pada tali (agama) Allah dan tidak bercerai berai. Dan Allah tidak menyukai bagi kalian: perkataan (omongan) yang tidak jelas (gosip), banyak bertanya dan penghamburan harta. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEEMPAT PULUH EMPAT TENTANG MENGUTAMAKAN ORANG LAIN ATAS DIRINYA UNTUK MENOLONG ORANG-ORANG YANG MELARAT<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).\u201d (Al-Hasyr: 9).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1524\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Said r.a., ia berkata: Di saat kami dalam perjalanan bersama Nabi SAW, tibatiba datang seorang lelaki menaiki kendaraannya. Ia mengarahkan pandangannya ke kanan dan ke kiri.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Maka Rasulullah SAW bersabda: \u201cBarangsiapa mempunyai kelebihan kendaraan hendaklah ia memberikannya kepada orang yang tidak mempunyai kendaraan. Dan siapa yang mempunyai kelebihan bekal, hendaklah ia memberikannya kepada orang yang tidak mempunyai bekal.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Beliau terus menyebut macam-macam harta hingga kami berpendapat bahwa tidak ada hak bagi seseorang dari kami dalam kelebihan hartanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEEMPAT PULUH LIMA TENTANG OANA\u2019AH, KEJELEKAN PEMINTA DAN MACAM PENCAHARIAN YANG PALING BAIK<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah yang memberi rezekinya.\u201d (Hud: 6).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan) itu di tengah-tengah antara yang demikian.\u201d (Al-Furgan: 67).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cApabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah.\u201d (Al-Jumu\u2019ah: 10).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1525\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cBukanlah kekayaan itu karena banyak harta, tetapi kekayaan itu kaya jiwa.\u201d (Hadits riwayat Abu Hurairah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1526Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil pekerjaan tangannya. Sesungguhnya nabi Allah Dawud makan dari hasil pekerjaan tangannya. (Hadits riwayat Bukhari).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEEMPAT PULUH ENAM TENTANG PUASA RAMADHAN DAN KEUTAMAAN PUASA SERTA SEGALA YANG BERKAITAN DENGANNYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa.\u201d (Al-Bagarah: 183).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hingga firman Allah Ta\u2019ala: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur\u2019an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena itu, barangkali di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka, maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesulitan bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Al-Bagarah: 185).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1527\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cBerpuasalah kalian bila melihat hilal dan hentikan puasa bila melihatnya (pada malam hari raya). Jika langit mendung di atasmu, maka genapkan bilangan Sya\u2019ban tiga puluh hari. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1528. Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, diampunilah dosanya yang terdahulu. Dan siapa mengerjakan shalat di malam Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala, diampunilah dosanya yang terdahulu.(Hadits riwayat Abu Hurairah).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1529\">\n<li>Setiap amal anak Adam dilipat gandakan pahalanya: kebaikan dibalas sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berkata: Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang membalasnya. Ia tinggalkan syahwatnya, makanan dan minumannya demi Aku. Orang yang puasa mengalami dua kegembiraan: yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa Tuhannya. Sungguh bau mulut orang yang puasa lebih harum di sisi Allah daripada bau misik. Puasa itu perisai. Pada hari seseorang dari kamu berpuasa, janganlah ia berkata keji dan jangan berteriak. Jika seseorang memakinya atau menyerangnya, hendaklah ia katakan: Sesungguhnya aku sedang puasa.(Hadits riwayat Syaikhain).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEEMPAT PULUH TUJUH TENTANG HAJI<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cMengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.\u201d (Ali Imran: 27).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1530\">\n<li>Dikatakan kepada Rasulullah SAW: Amal apakah yang paling utama? Nabi SAW menjawab: Iman kepada Allah dan rasul-Nya. Dikatakan: Kemudian apa? Nabi SAW menjawab: Jihad di jalan Allah. Dikatakan lagi: Kemudian apa? Nabi SAW menjawab: Haji mabrur.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1531\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah pula, ia berkata: Rasulullah SAW berkhutbah kepada kami. Beliau berkata: Hai orang-orang semuanya, telah diwajibkan haji atas kalian, maka pergilah untuk menunaikan haji.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1532\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: \u201cBarangsiapa menunaikan haji karena Allah, tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, ia pun kembali seperti hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1533\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: \u201cUmrah hingga umrah berikutnya adalah kaffarat (menghapus dosa) di antara keduanya dan haji yang mabrur tidak mendapat balasan, kecuali surga.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEEMPAT PULUH DELAPAN TENTANG KETAKWAAN DAN KETETAPAN DALAM KETAATAN DAN CINTA KEBAIKAN<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: \u201cTuhan kami ialah Allah\u201d, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): \u201cJanganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.\u201d (Fushshilat: 30).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cMaka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.\u201d (Al-Bagarah: 148).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.\u201d (Ali Imran: 133).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.\u201d (Al-Ahzab: 70-71).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cBarangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangkanya.\u201d (Ath-Thalag: 2-3).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1534\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a., ia berkata: Dikatakan kepada Rasulullah SAW: Siapa manusia yang paling mulia? Nabi SAW menjawab: Yang paling bertakwa di antara mereka.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1535\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Sufyan bin Abdullah ra, ia berkata: Aku berkata: Ya Rasulallah, katakan kepadaku tentang Islam suatu perkataan yang aku tidak bertanya kepada seseorang tentangnya selain engkau.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nabi SAW menjawab: Katakanlah: Aku beriman kepada Allah\u201d, kemudian beristiqamahlah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: \u201cSegeralah kalian mengerjakan amal amal yang baik. Akan datang fitnah-fitnah seperti potongan-potongan malam yang gelap. Di waktu pagi orang beriman dan di waktu sore ia kafir. Di waktu sore ia beriman dan di waktu pagi ia kafir. Ia menjual agamanya dengan harta benda dunia. (Hadist riwayat Muslim).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEEMPAT PULUH SEMBILAN TENTANG MELAKUKAN KETAATAN SECARA WAJAR SUPAYA JIWA TIDAK JEMU<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cAllah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.\u201d (Al-Bagarah: 185).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1536\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain (Bukhari dan Muslim) dari Sayyidah Aisyah r.a. bahwa Nabi SAW masuk kepadanya dan di dekatnya ada seorang perempuan. Nabi SAW berkata: Siapa ini? Aisyah menjawab: Ini si Fulanah. Ia menceritakan tentang shalatnya. Nabi SAW berkata: Berhentilah! Hendaklah kalian kerjakan apa yang kalian mampu. Demi Allah, Allah tidak jemu (memberi pahala) hingga kalian merasa jemu (dalam beramal). Pengamalan agama yang paling disukai-Nya ialah yang tetap dikerjakan oleh pelakunya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1537\">\n<li>Agama itu kemudahan dan tidaklah seseorang mempersulit agama ini, melainkan ia tidak mampu melakukannya. Maka berbuatlah yang wajar dan yang mendekati. Gembiralah dan gunakanlah waktu pagi dan sore dan sebagian dari waktu malam untuk beramal.(Hadits riwayat Bukhari).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KELIMA PULUH TENTANG MEMELIHARA SUNNAH DAN ADAB-ADABNYA DAN LARANGAN BERBUAT<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cApa yang diberikan rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.\u201d (Al-Hasyr: 7).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cKatakanlah: \u201cJika kamu (benarbenar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.\u201d (Ali Imran: 31).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat.\u201d (Al-Ahzab: 21).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cMaka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.\u201d (An-Nisa\u201d: 65).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya jawaban orangorang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: \u201cKami mendengar dan kami patuh\u201d. Dan mereka itulah orangorang yang beruntung.\u201d (An-Nur: 51).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah dia kepada Allah (Al-Qur\u2019an) dan rasul (sunnah)nya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.\u201d (An-Nisa\u2019: 59).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1538\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: \u201cBiarkan aku selama aku biarkan kalian. Sesungguhnya umat yang sebelum kamu binasa karena mereka banyak bertanya dan berselisih terhadap nabi-nabi mereka. Maka apabila aku melarang kalian melakukan sesuatu, jauhilah dia. Dan apabila aku menyuruh kalian melakukan sesuatu, kerjakanlah darinya sesuai kemampuanmu.\u201d<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1539\u00a0 Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: \u201cSemua umatku masuk surga, kecuali siapa yang menolak. Ada yang berkata: Siapa yang menolak, ya Rasulallah? Nabi SAW menjawab: Siapa yang taat kepadaku, ia masuk surga. Dan siapa yang mendurhakai aku, ia pun telah menolak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KELIMA PULUH SATU TENTANG AHLI BAIT RASULULLAH SAW DAN KECINTAAN KEPADA MEREKA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlil bait (keluarga Rasulullah SAW) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.\u201d (Al-Ahzab: 33).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Diriwayatkan oleh Muslim dari Yazid bin Hayyan, ia berkata: Aku pergi bersama Hushain bin Saburah dan Amru bin Muslim kepada Zaid bin Argam r.a. Ketika kami duduk menghadap kepadanya, Hushain berkata: Ya Zaid, engkau telah mengalami kebaikan yang banyak. Engkau melihat Rasulullah SAW dan mendengar hadits (perkataan)nya, engkau berperang bersamanya dan shalat di belakangnya. Ya Zaid, ceritakan kepada kami apa yang engkau dengar dari Rasulullah SAW. Zaid menjawab: Hai putra saudaraku, demi Allah, umurku sudah tua dan masaku sudah lama. Aku sudah lupa sebagian yang aku dengar dari Rasulullah SAW. Maka apa yang aku ceritakan kepada kalian, terimalah. Dan yang tidak aku ceritakan, janganlah kamu paksakan aku menceritakannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kemudian ia berkata: Pada suatu hari Rasulullah SAW berdiri di antara kami berkhutbah di suatu mata air yang bernama Khumm di antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji syukur kepada Allah dan menasehati dan mengingatkan.<\/p>\n<p>Kemudian beliau berkata: Amma ba\u2019du: Hai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah manusia yang hampir datang utusan Tuhanku sehingga aku harus memenuhi (panggilan-Nya). Aku tinggalkan pada kalian dua perkara yang berat.<\/p>\n<p>Yang pertama ialah Kitabullah yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Maka ambillah Kitabullah dan berpeganglah padanya. Kemudian beliau berkata: Dan ahlu baitku. Aku ingatkan kalian kepada Allah mengenai ahli baitku.<\/p>\n<p>Kemudian Hushain berkata: Siapa ahli baitnya, ya Zaid? Bukankah istri-istrinya termasuk ahli baitnya? Zaid menjawab: Istri-istrinya bukan termasuk ahli baitnya, tetapi ahlu baitnya ialah orang-orang yang diharamkan menerima sodagoh selain beliau. Hushain berkata: Siapa mereka itu? Zaid menjawab: Aalu (keluarga) Ali, Aalu Agil, Aalu Ja\u2019far dan Aalu Abbas. Hushain berkata: Semua keluarga ini diharamkan menerima sodagoh?\u00a0 Zaid menjawab: Ya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KELIMA PULUH DUA TENTANG KEUTAMAAN PARA SAHABAT RADHIYALLAHU ANHUM<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cMuhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orangorang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.\u201d (Al-Fath: 29).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1541\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Al-Barro\u201d bin Azib r.a. dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda mengenai kaum Anshor: Tidaklah mencintai mereka, kecuali orang mukmin. Dan tidaklah membenci mereka, kecuali orang munafik. Maka siapa yang mencintai mereka, Allah mencintainya dan siapa yang membenci mereka, Allah membencinya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KELIMA PULUH TIGA TENTANG KEUTAMAAN JIHAD<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.\u201d (At-Taubab: 36).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari siksa yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.<\/p>\n<p>Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Aden. Itulah keberuntungan yang besar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.\u201d (Ash-Shaf: 10-13).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1542\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a., ja berkata: Rasulullah SAW ditanya: Amal apakah yang paling utama?<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Beliau menjawab: Iman kepada Allah dan rasul-Nya. Dikatakan lagi: Kemudian apa? Beliau menjawab: Jihadi di jalan Allah.<\/p>\n<p>Dikatakan lagi: Kemudian apa? Nabi SAW menjawab: Haji mabrur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KELIMA PULUH EMPAT TENTANG SYUHADA PERANG DAN SYUHADA AKHIRAT<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.<\/p>\n<p>Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.<\/p>\n<p>Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.\u201d (Ali Imran: 169-171).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1543\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Anas bahwa Nabi SAW bersabda: Tidak ada orang yang masuk surga ingin kembali ke dunia dan baginya segala sesuatu yang ada di bumi, kecuali orang yang mati syahid. Ia berangan-angan kembali ke dunia, lalu dibunuh sepuluh kali karena kemuliaan yang dilihatnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KELIMA PULUH LIMA TENTANG KEWAJIBAN MENTAATI PEMIMPIN AN<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu.\u201d (An-Nisa\u201d: 59).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1544\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cSesungguhnya akan terjadi sesudah aku tiada, yaitu sifat mementingkan diri sendiri dan hal-hal yang kamu ingkari. Para sahabat berkata: Ya Rasulallah, bagaimana anda menyuruh orang yang mendapati keadaan itu di antara kami? Nabi SAW menjawab: Kalian tunaikan hak yang menjadi tanggungan kalian dan kalian minta hak yang merupakan milik kalian. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1545\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cBarangsiapa mentaati aku, maka ia telah mentaati Allah. Dan siapa yang mendurhakai aku, maka ia telah mendurhakai Allah. Barangsiapa mentaati pemimpin, maka ia telah mentaati aku. Dan siapa yang menentang pemimpin, ia pun telah menentangku. (Hadits riwayat Bukhari).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KELIMA PULUH ENAM , ENTANG DORONGAN KEPADA PARA PEMIMPIN AGAR MENGANGKAT PEMBANTU YANG BAIK<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cNegeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.\u201d (Al-Qashash: 83).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cTeman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orangorang yang bertakwa.\u201d (Az-Zukhrut: 67).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1546\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cTidaklah Allah mengutus seorang nabi dan tidak mengangkat seorang khalifah, melainkan ia mempunyai dua macam pembantu. Pembantu yang satu menyuruhnya berbuat kebaikan dan mendorongnya untuk melakukan itu. Pembantu yang lain menyuruhnya berbuat buruk dan mendorongnya melakukan itu dan orang yang terpelihara ialah orang yang dilindungi Allah.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KELIMA PULUH TUJUH TENTANG MUSYAWARAH, NASIHAT DAN ISTIKHARAH<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.\u201d (Ali Imran: 159). Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka.\u201d (Asy-Syuura: 38).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1547\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Tamim Ad-Daariy bahwa Nabi SAW bersabda: Agama itu nasihat. Kami katakan: Bagi siapa, ya Rasulallah? Nabi SAW menjawab: Bagi Allah, kitab-Nya, rasul-Nya dan para pemimpin kaum muslimin dan kaum awam mereka.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1548\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Jarir Al-Bajali, ia berkata: Aku membai\u2019at Rasulullah SAW untuk mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan berbuat baik kepada setiap muslim.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1549\">\n<li>Diriwayatkan oleh Bukhari dari Jabir, ia berkata: Adalah Rasulullah SAW bersabda: Apabila seseorang dari kamu hendak mengerjakan suatu perkara, hendaklah ia rukuk (shalat) dua raka\u2019at selain shalat fardhu.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kemudian ia katakan: \u201cYa Allah, aku mohon pilihan dengan pengetahuan-Mu, aku mohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sesungguhnya Engkau mampu dan aku tidak mampu dan Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku dalam agama, penghidupan dan akhir urusanku atau masa dekat dan masa depan urusanku, maka takdirkanlah itu bagiku, kemudian mudahkanlah aku di dalamnya. Apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agama, penghidupan dan akhir urusanku atau dalam masa dekat urusanku dan masa depannya, maka singkirkanlah dia dariku dan jauhkan aku darinya dan takdirkan kebaikan bagiku dan di mana pun adanya, kemudian jadikan aku ridha dengannya dan menyebut keperluan itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pelajaran (58): TENTANG PUJIAN KEPADA KEADILAN, SIKAP LEMBUT TERHADAP RAKYAT DAN PENGHARAMAN MENZALIMI DAN MENIPU MEREKA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.\u201d (An-Nahl: 90).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1550\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Umar, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Masingmasing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Imam (pemimpin Negara) adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya. Orang lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Orang perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Pelayan adalah pemimpin mengenai harta tuannya dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Masing-maisng dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KELIMA PULUH SEMBILAN TENTANG PENGHARAMAN KEZALIMAN DAN TENTANG MENYURUH BERBUAT KEBAIKAN DAN MELARANG BERBUAT KEMUNGKARAN<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cOrang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunya seorang pemberi syafa\u2019at yang diterima syafa\u2019atnya.\u201d (Al-Mu\u2019min: 18).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolong pun.\u201d (Al-Hajj: 71). Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.\u201d (Ali Imran: 104).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cKamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.\u201d (Ali Imran: 110).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.\u201d (At-Taubah: 71).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1551\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cHindarilah kezaliman, karena kezaliman menimbulkan kegelapan-kegelapan pada hari kiamat. Hindarilah sifat tamak, karena ketamakan itu membinasakan umat yang sebelum kamu dan mendorong mereka untuk menumpahkan darah mereka dan menghalalkan segala yang diharamkan atas mereka. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1552\">\n<li>Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah SAW berkata: Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab: Orang yang bangkrut di antara kami ialah orang yang tidak mempunyai dirham maupun barang. Kemudian Nabi SAW berkata: Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa dan zakat, sedangkan dia telah memaki orang ini dan menuduh orang ini berzina dan makan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang ini. Maka orang yang ini diberi dari kebaikan-kebaikannya, dan yang ini dari kebaikan-kebaikannya. Jika sudah habis kebaikannya sebelum ia menebus tanggungannya, diambillah dari dosadosanya, lalu dibebankan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEENAM PULUH TENTANG KEUTAMAAN ZUHUD TERHADAP DUNIA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanaman-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya siksa Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman-tanamannya) laksana tanamantanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin.\u201d (Yunus: 24).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1553\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikahin dari Anas bahwa Nabi SAW bersabda: \u201cYa Allah, tiada kehidupan (yang sebenarnya), kecuali kehidupan akhirat.\u201d<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1554\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Anas dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: \u201cMayit diikuti oleh tiga perkara: yaitu keluarganya, harta dan amalnya. Yang dua perkara kembali dan tinggal yang satu. Keluarga dan hartanya kembali dan tinggal amalnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEENAM PULUH SATU TENTANG BERBAKTI KEPADA IBU BAPAK DAN PENGHARAMAN DURHAKA KEPADA KEDUANYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaikbaiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan \u201cah\u201d dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: \u201cWahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.\u201d (Al-Isra\u201d: 23-24).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1555\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Mas\u2019ud, ia berkata: Aku bertanya kepada Nabi SAW: Amal apakah yang paling disukai Allah Ta\u2019ala?<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nabi SAW menjawab: Shalat pada waktunya.<\/p>\n<p>Aku berkata: Kemudian apa? Nabi SAW menjawab: Berbakti kepada ibu bapak.<\/p>\n<p>Aku berkata: Kemudian apa? Nabi SAW menjawab: Berjihad di jalan Allah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEENAM PULUH DUA TENTANG MENUNTUT KEADILAN DI ANTARA ANAK-ANAK<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1556\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari An-Nu\u2019man bin Basyir bahwa bapaknya membawanya kepada Rasulullah SAW, lalu ia berkata: Aku memberi putraku ini seorang budak milikku. Maka Rasulullah SAW berkata: Apakah engkau lakukan kepada anak-anakmu semuanya? Bapakku menjawab: Tidak. Nabi SAW berkata: Takutlah kepada Allah dan berbuatlah adil kepada anak-anakmu. Maka bapakku kembali dan mengambil lagi sodagoh itu.<\/li>\n<\/ol>\n<p>PELAJARAN KEENAM PULUH TIGA TENTANG HAK SUAMI ISTRI DAN WASIAT AGAR BERLAKU BAIK KEPADA ISTRI DAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cKaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Oleh sebab itu, maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka).\u201d (An-Nisa\u2019: 34).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan bergaullah dengan mereka (para istri) secara patut.\u201d (An-Nisa\u2019: 9).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.\u201d (Thaha: 132).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari api neraka.\u201d (At-Tahrim: 6).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1557\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cApabila orang lelaki memanggil istrinya ke tempat tidurnya, tetapi tidak mendatanginya hingga suaminya marah kepadanya, maka para malaikat melaknatnya hingga ia memasuk waktu pagi. (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEENAM PULUH EMPAT\u00a0 TENTANG PENGHARAMAN MAKAN HARTA ANAK YATIM DAN BERUAT BAIK KEPADA JANDA DAN ORANG MISKI<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cAdapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, maka janganlah kamu membentaknya.\u201d (Adh-Dhuha: 9-10).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).\u201d (An-Nisa\u201d: 10).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1558\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: Jauhilah tujuh perbuatan yang membinasakan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Para sahabat berkata: Apakah itu, ya Rasulallah?<\/p>\n<p>Nabi SAW menjawab: Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar, makan riba, makan harta anak yatim, melarikan diri dari peperangan, dan menuduh wanita yang terpelihara dan beriman yang lengah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1559\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cOrang yang menyantuni janda dan orang miskin adalah seperti orang yang berjihad di jalan Allah.\u201d (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEENAM PULUH LIMA TENTANG PENGHARAMAN MENYENDIRI DENGAN WANITA YANG BUKAN MAHRAMNYA DAN MEMANDANG LAKI-LAKI YANG MULUS WAJAHNYA DAN TAMPAN<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cApabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), maka mintalah dari belakang tabir.\u201d (Al-Ahzab: 53).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cKatakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: \u201cHendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.\u201d (An-Nur: 30).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.\u201d (Al-Isra\u201d: 36).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.\u201d (Al-Mu\u2019min: 19).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1560\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda: \u201cJanganlah seseorang dari kamu menyendiri dengan seorang perempuan, melainkan bersama mahramnya. (termasuk menyendiri dengan perempuan yang bukan mahramnya adalah menyendiri dengan laki-laki yang mulus mukanya (tidak berambut) dan tampan).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEENAM PULUH ENAM TENTANG SILATURRAHIM DAN WASIAT MENGENAI TETANGGA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, para kerabat, anak yatim, orang-orang miskin tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil (musafir) dan hamba sahayamu.\u201d (An-Nisa\u2019: 36).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1561\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurarrah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah Ta\u2019ala menciptakan makhluk hingga ketika selesai dari mereka, rahim berdiri. Ia berkata: Ini adalah keadaan orang yang berlindung kepada-Mu dari pemutusan silaturrahim (hubungan kekerabatan). Allah berkata: Ya. Tidakkah engkau senang bila Aku menyambung hubungan dengan orang yang menyambung hubungan denganmu dan memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu?<\/li>\n<\/ol>\n<p>Rahim menjawab: Ya, aku senang.\u00a0Allah berkata: Itu adalah untukmu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEENAM PULUH TUJUH TENTANG ANJURAN BERWAJAH RIANG DAN BERKATA BAIK .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan dwi dari sekelilingmu.\u201d (Ali Imran: 159).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1562\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cHindarilah api neraka, walaupun dengan menyedekahkan separuh butir kurma. Barangsiapa tidak menemukannya, maka dengan perkataan yang baik.\u201d<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KEENAM PULUH DELAPAN TENTANG LARANGAN SALING MEMBENCI, SALING MENDENGKI DAN MENYAKITI ORANG MUKMIN<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara.\u201d (Al-Hujurat: 10).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cAtaukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya?\u201d (An-Nisa\u2019: 54).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman.\u201d (Al-Hujuraat: 11).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1563\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: \u201cOrang muslim (sejati) ialah orang yang tidak mengganggu kaum muslimin lainnya dengan lidah (perkataan) dan tangannya, sedangkan orang yang hijrah ialah siapa yang meninggalkan segala yang dilarang Allah. Nabi SAW bersabda: \u201cJanganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling menjauhi dan jangan saling memutus hubungan dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim untuk memutus hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari.<\/li>\n<\/ol>\n<p>PELAJARAN KEENAM PULUH SEMBILAN TENTANG KAU MUSLIMIN YANG LEMAH DAN KAUM FAKIR MEREKA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan bersabarlah kamu bersamasama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini.\u201d (Al-Kahfi: 28).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1564\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Haritsah bin Wahab, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Maukah aku beritahukan kalian tentang penghuni surga? Ia adalah setiap orang yang lemah dan dianggap lemah, andaikata ia bersumpah demi Allah, niscaya Allah memenuhi sumpahnya. Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang penghuni neraka? Ia adaah setiap orang yang kaku kasar, sombong dan suka membanggakan diri.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETUJUH PULUH TENTANG PUJIAN TERHADAP AKHLAK YANG BAIK, SIFAT PEMAAF DAN SIKAP LEMBUT<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.\u201d (Ali Imran: 134).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cJadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.\u201d (Al-A\u2019raf: 199).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolakkah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi kawan yang sangat setia.<\/p>\n<p>Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.\u201d (Fushshilat: 34-35).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1565\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abdullah bin Umar, ia berkata Rasulullah SAW tidak suka berbuat buruk dan berkata buruk. Beliau bersabda: Sesungguhnya termasuk orang-orang baik di antara kamu adalah yang terbaik akhlaknya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1566\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cSesungguhnya Allah bersifat lembut dan menyukai kelembutan dalam semua urusan.\u201d (Hadits riwayat Aisyah).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETUJUH PULUH SATU TENTANG PUJIAN TERHADAP SIFAT MALU DAN KETENANGAN<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.\u201d (Al-Furgan: 63).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1567\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW melewati seorang laki-laki Anshor yang sedang menasihati saudaranya tentang rasa malu. Maka Rasulullah SAW berkata: Biarkan dia. Sesungguhnya rasa malu itu bagian dari iman.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETUJUH PULUH DUA TENTANG PUJIAN TERHADAP SIFAT RENDAH HATI DAN MERENDAHKAN DIRI TERHADAP ORANG-ORANG YANG BERIMAN<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.\u201d (AsySyu\u2019araa\u201d: 215).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.\u201d (An-Najm: 3).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya dosa itu atas orangorang yang beruat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat siksa yang pedih.\u201d (Asy-Syuura: 42).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1568. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Anas bahwa ia melewati anak-anak kecil, lalu memberi salam kepada mereka dan mengatakan: Nabi SAW melakukannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETUJUH PULUH TIGA TENTANG PENGHARAMAN KESOMBONGAN DAN KECONGKAKAN .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cNegeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.\u201d (Al-Qashash: 83).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.\u201d (Luqman: 18).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.\u201d (Luqman: 18).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1569\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: Allah tidak melihat pada hari kiamat kepada orang yang berjalan menyeret sarungnya dengan sombong. Rasulullah SAW bersabda: \u201cDi saat seorang berjalan memakai pakaian dengan congkak sambil menyisir rambutnya dan bergaya dalam jalannya, tiba-tiba Allah membenamkannya dalam bumi hingga hari kiamat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETUJUH PULUH EMPAT TENTANG MENJAGA RAHASIA, MENEPATI DAN MELAKSANAKAN JANJI<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cTepatilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya.\u201d (Al-Isra\u201d: 34).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apaapa yang tidak kamu kerjakan.\u201d (Ash-Shaf: 2-3).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1572\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cEmpat sifat yang apabila terdapat pada seseorang, maka ia seorang munafik murni, dan apabila ada satu sifat padanya, maka terdapat satu sifat munafik padanya hingga ia meninggalkannya, yaitu apabila diberi amanat, ia berkhianat. Apabila berbicara, ia berdusta. Apabila berjanji, ia tidak menepati. Dan apabila berdebat, ia menyeleweng.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETUJUH PULUH LIMA TENTANG MENJAGA LIDAH<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.\u201d (Al-Isra\u201d: 36).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cTiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.\u201d (Qaf: 18).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1573\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Musa, ia berkata: Aku berkata: Ya Rasulallah, orang muslim mana yang paling utama?<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nabi SAW menjawab: Orang muslim yang tidak mengganggu orang-orang muslim lainnya dengan lidah (perkataan) dan tangannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETUJUH PULUH ENAM TENTANG LARANGAN BERSUMPAH DENGAN SELAIN ALLAH DAN PENGHARAMAN SUMPAH DUSTA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1574\">\n<li>Diriwayatkan oleh Syaikahin dari ibnu Umar dari Nabi SAW: Sesungguhnya Allah Ta\u2019ala melarang kalian bersumpah demi bapak-bapakmu. Maka siapa yang bersumpah, hendaklah ia bersumpah demi Allah, atau diam.<\/li>\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cJanganlah kalian bersumpah demi berhala-berhala maupun demi bapak-bapakmu.\u201d<\/li>\n<\/ol>\n<p>PELAJARAN KETUJUH PULUH TUJUH TENTANG PENGHARAMAN GHIBAH, NAMIMAH DAN MENDENGARKANNYA DAN CELAAN TERHADAP ORANG YANG BERMUKA DUA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.\u201d (Al-Hujurat: 12).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cYang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah.\u201d (Al-Qalam: 11).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1576\">\n<li>Rasulullah SAW bersabda: \u201cTidak masuk surga orang yang suka melakukan namimah.\u201d (Hadits riwayat Syaikhain).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETUJUH PULUH DELAPAN TENTANG PUJIAN TERHADAP KEBENARAN DAN CELAAN TERHADAP DUSTA DAN KESAKSIAN PALSU<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orangorang yang benar.\u201d (At-Taubah: 119).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.\u201d (Al-Isra\u201d: 36).<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan jauhilah perkataan dusta.\u201d (Al-Hajj: 30).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1577\">\n<li>Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya kebenaran itu menuntun kepada kebajikan dan kebajikan menuntun ke surga. Ada orang yang selalu berkata benar hingga ditulis sebagai Shiddig di sisi Allah. Dan perkataan dusta menuntun kepada kefasikan, dan kefasikan menuntun ke neraka. Ada orang yang suka berdusta hingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PELAJARAN KETUJUH PULUH SEMBILAN TENTANG BERSHALAWAT UNTUK NABI SAW<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1578\">\n<li>Barangsiapa bershalawat untukku sekali, Allah bershalawat untuknya sepuluh kali. (Hadits riwayat Muslim).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1579\">\n<li>Tidaklah seseorang memberi salam kepadaku, melainkan Allah mengembalikan ruhku kepadaku hingga aku menjawab salamnya. (Hadits riwayat Abu Dawud).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1580\">\n<li>Orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat di antara manusia ialah yang paling banyak bershalawat untukku. (Hadits riwayat Tirmidzi).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"1581\">\n<li>Orang yang kikir ialah yang aku disebut di dekatnya, tetapi ia tidak bershalawat untukku. (Hadits riwayat Tirmidzi).<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1582Hinalah orang yang apabila aku disebut di dekatnya, tetapi ia tidak bershalawat untukku. (Hadits riwayat Tirmidzi).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad hamba dan rasul-Mu, Nabi yang Ummiy dan atas keluarga Muhammad dan para istrinya serta keturunannya sebagaimana Engkau limpahkan shalawat atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan limpahkanlah barokah atas Muhammad Nabi yang Ummiy dan keluarga Muhammad dan para istrinya dan keturunannya sebagaimana Engkau limpahkan barokah atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim, di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(***)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11645,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[61,193],"class_list":["post-11673","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-al-hadits","blog-kat-kitab-hadits"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Penutup mengenai Pendidikan Jiwa (29-Habis) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Mukhtarul Ahadits merupakan kitab yang berisi kumpulan hadits Nabi Muhammad yang disusun oleh as-Sayyid\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Penutup mengenai Pendidikan Jiwa (29-Habis) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Mukhtarul Ahadits merupakan kitab yang berisi kumpulan hadits Nabi Muhammad yang disusun oleh as-Sayyid\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-07-16T13:53:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kitab-Terjemah-Mukhtarul-Ahadits.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"625\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"433\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"72 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\\\/\",\"name\":\"Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Penutup mengenai Pendidikan Jiwa (29-Habis) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Kitab-Terjemah-Mukhtarul-Ahadits.jpg\",\"datePublished\":\"2023-04-15T06:57:02+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-16T13:53:29+00:00\",\"description\":\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Mukhtarul Ahadits merupakan kitab yang berisi kumpulan hadits Nabi Muhammad yang disusun oleh as-Sayyid\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Kitab-Terjemah-Mukhtarul-Ahadits.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Kitab-Terjemah-Mukhtarul-Ahadits.jpg\",\"width\":625,\"height\":433,\"caption\":\"Kitab Terjemah Mukhtarul Ahadits\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Penutup mengenai Pendidikan Jiwa (29-Habis)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Penutup mengenai Pendidikan Jiwa (29-Habis) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Mukhtarul Ahadits merupakan kitab yang berisi kumpulan hadits Nabi Muhammad yang disusun oleh as-Sayyid","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Penutup mengenai Pendidikan Jiwa (29-Habis) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Mukhtarul Ahadits merupakan kitab yang berisi kumpulan hadits Nabi Muhammad yang disusun oleh as-Sayyid","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2023-07-16T13:53:29+00:00","og_image":[{"width":625,"height":433,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kitab-Terjemah-Mukhtarul-Ahadits.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"72 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/","name":"Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Penutup mengenai Pendidikan Jiwa (29-Habis) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kitab-Terjemah-Mukhtarul-Ahadits.jpg","datePublished":"2023-04-15T06:57:02+00:00","dateModified":"2023-07-16T13:53:29+00:00","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Mukhtarul Ahadits merupakan kitab yang berisi kumpulan hadits Nabi Muhammad yang disusun oleh as-Sayyid","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kitab-Terjemah-Mukhtarul-Ahadits.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kitab-Terjemah-Mukhtarul-Ahadits.jpg","width":625,"height":433,"caption":"Kitab Terjemah Mukhtarul Ahadits"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-mukhtarul-ahadits-penutup-mengenai-pendidikan-jiwa-29-habis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Penutup mengenai Pendidikan Jiwa (29-Habis)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/11673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11673"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=11673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}