{"id":11767,"date":"2023-07-02T09:04:06","date_gmt":"2023-07-02T01:04:06","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=11767"},"modified":"2023-08-10T09:36:50","modified_gmt":"2023-08-10T01:36:50","slug":"pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/","title":{"rendered":"Pengertian dan Tata Cara Bersuci dari Hadats dan Najis"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong> *)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Dalam Fikih Islam, dikenal\u00a0istilah bersuci (<em>thaharah<\/em>), yaitu bersuci dari hadats dan najis. Untuk membedakan hadats dari najis atau sebaliknya, penting mengetahui ciri dan perbedaan keduanya, ditinjau dari segi hakikatnya. dan dari segi implikasi dan hukum fiqihnya.<\/p>\n<p>Ditinjau dari segi hakikatnya, najis adalah perkara yang zhahir dan bisa dilihat, seperti air kencing, darah, dan lain sebagainya. Sedangkan hadats adalah perkara maknawi yang ada di dalam jasad dan tidak dapat dilihat oleh panca indra.<\/p>\n<p>Adapun perbedaan secara implikasi dan hukum fiqihnya, bisa dilihat dari beberapa hal:<\/p>\n<p><strong><em>Pertama<\/em><\/strong>, dari segi niatnya. Niat menjadi syarat untuk menghilangkan hadats. Sedangkan untuk menghilangkan najis, tidak dibutuhkan niat.<\/p>\n<p><strong><em>Kedua<\/em><\/strong>, air. Dalam menghilangkan hadats, air juga menjadi syarat. Sedangkan untuk menghilangkan najis, tidak harus dengan air. Istinja\u2019 misalkan, bisa dilakukan dengan menggunakan batu.<\/p>\n<p><strong><em>Ketiga<\/em><\/strong>, penghilangan najis diharuskan untuk membersihkan mahal (tempat) najis sampai hilang ain (zat) najisnya. Sedangkan untuk hadats, cukup membasuh seluruh anggota badan jika hadats besar, dan cukup membasuh anggota wudhu (berwudhu) jika hadats kecil.<\/p>\n<p><strong><em>Keempat<\/em><\/strong>, menghilangkan hadas tidak perlu membeda-bedakan dan tartib. Misalnya, ketika dalam satu waktu kita kentut, kemudian buang air kecil dan buang air besar, maka tidak harus menghilangkan hadats tersebut satu per satu, melainkan langsung sekaligus. Ini berbeda dengan najis. Jika dalam satu waktu di tangan kita terkena kotoran binatang, setelah itu kaki dan muka, maka kita harus membersihkannya satu per satu.<\/p>\n<p><strong><em>Kelima<\/em><\/strong>, berkaitan dengan pengganti dari menghilangkan hadats dan najis. Jika hadats, maka menghilangkannya bisa digantikan dengan tayamum. Sedangkan najis, tidak bisa digantikan dengan tayamum. Namun pendapat ulama Hanabilah mengatakan bahwa membersihkan najis bisa diganti dengan tayamum.<\/p>\n<div class=\"entry-header\">\n<div id=\"post-body-3147504860407071270\" class=\"post-body entry-content\">\n<div class=\"post-body-artikel\"><strong>Cara Bersuci dari Hadas<\/strong><\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"post-body-artikel\">\n<p>Hadas sendiri terbagi menjadi dua, yang pertama adalah hadas kecil, yang kedua adalah hadas besar.<\/p>\n<p><strong>1. Hadas Kecil<\/strong><\/p>\n<p>Hadas kecil adalah hadas yang bisa disucikan dengan cara melaksanakan wudhu, tayamum ataupun mandi besar (junub). Jadi, perkara-perkara yang membatalkan wudhu merupakan bagian dari hadas kecil semua. Berikut perkara-perkara yang termasuk hadas kecil :<\/p>\n<ol>\n<li>Keluarnya sesuatu dari dua jalan (qubul dan dubur) seperti : kotoran manusia, air kencing, madzi, wadzi\u00a0<b>kecuali mani).<\/b><\/li>\n<li>Tidur<\/li>\n<li>Hilangnya akal \/ ayan<\/li>\n<li>Menyentuh farji (alat kelamin) sendiri atau miliki orang lain<\/li>\n<li>Bersentuhan dengan lawan jenis tanpa penghalang<\/li>\n<li>Dan masih banyak lagi<\/li>\n<\/ol>\n<h4>Cara mensucikan diri dari hadas kecil<\/h4>\n<div>Cara mensucikan diri dari hadas kecil adalah dengan berwudhu, tetapi jika tidak memungkinkan menemukan air untuk berwudhu, maka boleh bagi kita menggantikannya dengan tayamum.<\/div>\n<p><strong>Cara Wudhu :<\/strong><\/p>\n<div>\n<ul>\n<li>Pertama-tama, kita disunnahkan mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian membersihkan hidung dengan air serta membersihkan mulut dengan cara berkumur.<\/li>\n<li>Lalu bacalah niat wudhu terlebih dahulu :\u00a0<b>\u0646\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064f\u0636\u064f\u0648\u0652\u0621\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0641\u0652\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u064e\u062b\u0650 \u0627\u0652\u0644\u0627\u064e\u0635\u0652\u063a\u064e\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0650\u0644\u0644\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649\u00a0<\/b><\/li>\n<li>Jangan lupa bahwa niat tersebut dibaca bersamaan dengan membasuh muka<\/li>\n<li>Kemudian basuhlah kedua tangan, sunnah bagi kita mendahulukan tangan kanan dan mengakhirkan tangan kiri. Lakukan basuhan tersebut (kanan ke kiri) sebanyak tiga kali.<\/li>\n<li>Kemudian basuhlah sebagian kepala (rambut) sebanyak tiga kali (sunnah)<\/li>\n<li>Lalu basuhlah kedua telinga (sunnah) sebanyak tiga kali dari anggota kanan ke kiri (sunnah)<\/li>\n<li>Dan yang terakhir adalah membasuh kedua kaki dari telapak kaki sampai mata kaki. sebanyak tiga kali dari anggota kanan ke kiri (sunnah). Dan sunnah pula membasahinya sampai lutut.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div>Jika kita tidak menemukan air, melaksanakan wudhu untuk mensucikan diri dari hadas kecil merupakan hal yang mustahil. Maka dari itu, syariat memberikan rukhsah (keringanan) apabila tidak menemukan air, yaitu mengganti wudhu dengan tayamum. Tayamum adalah aktivitas mensucikan diri dari hadas dengan menggunakan media debu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Tetapi perlu anda ingat bahwa tayamum &#8220;hanya&#8221; boleh dilakukan apabila tidak menemukan air atau karena sebab-sebab tertentu. Mengenai ketentuan tersebut sudah pernah kami bahas dalam artikel khusus.<\/div>\n<div>\n<p><strong>Cara Tayamum :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Carilah tempat tayamum yaitu yang memiliki debu seperti dataran pasir, gurun, debu meja dll.<\/li>\n<li>Kemudian bacalah niat tayamum : \u0646\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u064a\u064e\u0645\u0651\u064f\u0645\u064e \u0644\u0627\u0650\u0633\u0652\u062a\u0650\u0628\u064e\u0627\u062d\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u0627\u064e\u0629\u0650 \u0641\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b \u0650\u0644\u0644\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649, Bacalah niat tersebut sebelum mengusapkan debu ke wajah.<\/li>\n<li>Lalu letakkan kedua telapak tangan ke permukaan tersebut, dan jangan lupa untuk merapatkan jari-jari tangan (sembari berniat).<\/li>\n<li>Jika dirasa debu yang menempel terlalu banyak, anda bisa menepuk tangan sekali sehingga bisa mengurangi kadar debu yang menempel.<\/li>\n<li>Setelah itu usapkan ke wajah hingga merata.<\/li>\n<li>Setelah itu bersihkanlah debu dari bekas usapan wajah<\/li>\n<li>Jika satu usapan dirasa belum bisa rata, anda boleh mengulanginya lagi tetapi harus menggunakan debu baru.<\/li>\n<li>Lalu bergeserlah ke tempat yang berbeda untuk mengambil debu suci lagi.<\/li>\n<li>Usapkan debu baru tersebut pada kedua tangan<\/li>\n<li>Dan yang terakhir adalah tertib (dilakukan secara urut).<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>2. Hadas Besar<\/strong><\/p>\n<p>Hadas besar adalah hadas yang hanya bisa disucikan dengan mandi besar (junub) saja. Jadi tidak cukup hanya dengan wudhu. Selain untuk menghilangkan hadas besar mandi wajib juga bisa menghilangkan hadas kecil. Contoh hadas besar :<\/p>\n<ol>\n<li><i>Inzaalul Mani\u00a0<\/i>(keluarnya mani),<\/li>\n<li>Berhubungan intim (memasukkan buah zakar ke farji wanita).<\/li>\n<li>Haid<\/li>\n<li>Nifas<\/li>\n<li>Melahirkan anak<\/li>\n<li>Dll<\/li>\n<\/ol>\n<div id=\"baca-juga\"><\/div>\n<p><strong>Cara mandi wajib (junub) :<\/strong><\/p>\n<p>1. Membaca niat : \u0646\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u0633\u0652\u0644\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0641\u0652\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u064e\u062b\u0650 \u0627\u0652\u0644\u0627\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0650\u0644\u0644\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649. Niat ini dibaca sembari menyiram anggota bagian kanan.<\/p>\n<p>2. Bersihkan kotoran-kotoran tubuh terlebih dahulu<\/p>\n<p>3. Ratakanlah air ke seluruh kulit dan rambut (dari ujung bawah sampai ujung atas)<\/p>\n<p><strong>Macam-macam Najis dan Cara Mensucikannya<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"entry-content no-share\">\n<div class=\"content-inner jeg_link_underline\">\n<p>Dilihat dari kekuatan dan sumbernya, najis dibagi menjadi tiga, yaitu najis mugholladhah, mukhoffafah dan mutawassithoh.<\/p>\n<p>1. Najis\u00a0<em>mugholladhah<\/em> (najis berat) adalah najis dari anjing, babi dan segala keturunannya.<\/p>\n<p>Cara mensucikan bagian suatu benda yang terkena najis mugholladhah, yaitu dengan Membasuh daerah yang terkena najis mugholladhah dengan air sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan debu. Hal ini sebagaimana Sabda Nabi SAW, \u201c<em>Cara mencuci\u00a0<\/em><em>bejana<\/em><em>\u00a0seseorang di antara kamu apabila dijilat anjing hendaklah dibasuh tujuh kali, salah satunya dicampur dengan debu<\/em>\u201d (H.R. Muslim dari AbiHurairah).<\/p>\n<p>Adapun babi disamakan dengan anjing karena babi termasuk binatang keji. Firman Allah SWT, \u00a0\u201c<em>\u2026 atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor<\/em>\u2026 \u201d<em>Q.S. al-An&#8217;\u00e3m (6) : 145.<\/em><\/p>\n<p>2. Najis\u00a0<em>mukhoffafah<\/em> (najis ringan) adalah najis yang berupa air seni anak laki-laki yang belum genap berumur dua tahun dan belum pernah mengkonsumsi selain ASI.<\/p>\n<p>Cara mensucikan najis mukhoffafah adalah dengan memercikkan air pada benda itu meskipun tidak mengalir.<\/p>\n<p>\u201c<em>Dari Ummi Qais R.A. sesungguhnya ia pernah membawa seorang anak laki-lakinya yang belum makan makanan. Lalu anak itu dipangku oleh Rasulullah SAW. dan anak itu kencing di pangkuannya. Kemudian Rasulullah SAW.meminta air, lalu memercikkan air itu ke bagian yang terkana kencingnya dan tidak dibasuhnya.<\/em>\u201d (H.R. al-Bukhari dan Muslim).<\/p>\n<p>3.Najis <em>Mutawassithoh <\/em>(Najis Sedang), yaitu Najis selain kedua macam yang telah disebut.<\/p>\n<p>Najis mutawassithoh ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n<p>a. Najis<em>hukmiyah<\/em>, yaitu najis yang kita yakini adanya akan tetapi tidak nyata dzat, bau, rasa maupun warnanya, seperti air kencing yang sudah lama kering, sehingga sifat-sifatnya telah hilang. Cara mencuci najis ini cukup dengan mengalirkan air di atas benda yang terkena najis.<\/p>\n<p>b. Najis \u2018<em>ainiyah<\/em>, yaitu najis yang masih terdapat dzat atau salah satu sifatnya seperti bau, warna dan rasa. Cara mensucikan najis ini adalah dengan membasuh (menghilangkan) dzat, bau, warna dan rasanya.\u00a0 Apabila bau dan warna sulit untuk dihilangkan dengan cara dikerok, digosok maupun dicuci dengan sabun, maka hukumnya dimaafkan.<\/p>\n<div>\n<p>4. Najis Mughaladzah<\/p>\n<\/div>\n<div>Najis Mughaladzah adalah najis yang memiliki tingkatan paling berat. Contoh : Jilatan anjing. Cara mensucikan najis ini adalah dengan menyiraminya dengan air sebanyak 7 kali dan salah satunya di campuri dengan debu atau pasir.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Demikian yang dapat penulis bagi, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)<\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div>(* <strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>, <em>Pengajar Fikih Kelas VII MTs\/SMP, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.<\/em><\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"entry-content no-share\">\n<div class=\"content-inner jeg_link_underline\">\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11768,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[139,140],"class_list":["post-11767","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-fikih","blog-kat-kepesantrenan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian dan Tata Cara Bersuci dari Hadats dan Najis - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Fikih Islam, dikenal\u00a0istilah bersuci (thaharah), yaitu bersuci dari hadats dan najis. Untuk membedakan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian dan Tata Cara Bersuci dari Hadats dan Najis - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Fikih Islam, dikenal\u00a0istilah bersuci (thaharah), yaitu bersuci dari hadats dan najis. Untuk membedakan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-08-10T01:36:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/thaharah.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"435\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\\\/\",\"name\":\"Pengertian dan Tata Cara Bersuci dari Hadats dan Najis - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/thaharah.png\",\"datePublished\":\"2023-07-02T01:04:06+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-10T01:36:50+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Fikih Islam, dikenal\u00a0istilah bersuci (thaharah), yaitu bersuci dari hadats dan najis. Untuk membedakan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/thaharah.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/thaharah.png\",\"width\":650,\"height\":435,\"caption\":\"thaharah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Pengertian dan Tata Cara Bersuci dari Hadats dan Najis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian dan Tata Cara Bersuci dari Hadats dan Najis - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Fikih Islam, dikenal\u00a0istilah bersuci (thaharah), yaitu bersuci dari hadats dan najis. Untuk membedakan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian dan Tata Cara Bersuci dari Hadats dan Najis - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Fikih Islam, dikenal\u00a0istilah bersuci (thaharah), yaitu bersuci dari hadats dan najis. Untuk membedakan","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2023-08-10T01:36:50+00:00","og_image":[{"width":650,"height":435,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/thaharah.png","type":"image\/png"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/","name":"Pengertian dan Tata Cara Bersuci dari Hadats dan Najis - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/thaharah.png","datePublished":"2023-07-02T01:04:06+00:00","dateModified":"2023-08-10T01:36:50+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Fikih Islam, dikenal\u00a0istilah bersuci (thaharah), yaitu bersuci dari hadats dan najis. Untuk membedakan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/thaharah.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/thaharah.png","width":650,"height":435,"caption":"thaharah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/pengertian-dan-tata-cara-bersuci-dari-hadats-dan-najis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Pengertian dan Tata Cara Bersuci dari Hadats dan Najis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/11767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11767"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=11767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}