{"id":11987,"date":"2023-09-08T23:08:56","date_gmt":"2023-09-08T15:08:56","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=11987"},"modified":"2023-09-22T23:16:05","modified_gmt":"2023-09-22T15:16:05","slug":"memahami-zuhud-dan-wara","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/","title":{"rendered":"Memahami Zuhud dan Wara&#8217;"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong> *)<\/p>\n<p>Related Post: <a href=\"https:\/\/palontaraq.id\/2019\/03\/25\/cukupkan-diri-dengan-mengejar-ridha-allah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Syaikh Sayyid Thanthawi: Cukupkan diri dengan Mengejar Ridha Allah<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Menurut Syaikhul Islam<a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Ibnu Taimiyyah<\/a> rahimahull\u0101h ta\u2019\u0101la, \u201cZuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat di akhirat, sedang Wara\u2019 artinya meninggalkan sesuatu yang MUNGKIN memberi kemudharatan di akhirat.\u201d<\/p>\n<p>Zuhud yaitu menganggap sedikit suatu perkara yang SUDAH DIMILIKI. Dia sudah mendapatkan barang tersebut, namun dia tidak pandang dan menganggap itu kecil. Inilah yang disebut dengan zuhud sejati, yaitu: Seseorang memiliki harta yang sudah ada di tangannya, namun dia memandang itu sedikit (tidak memandang itu sangat bernilai), dia tidak tertarik dengan dunia tersebut, yang dia tertarik adalah akhirat. Oleh karenanya dia zuhud terhadap dunia yang dia miliki.<\/p>\n<p>Berbeda halnya dengan Wara\u2019, yaitu\u00a0dia menahan diri untuk tidak meraih, SEBELUM dia pegang barang tersebut.\u00a0Artinya, ada sesuatu (mungkin urusan dunia atau perkara yang meragukan) dia tinggalkan sebelum berada di tangannya.\u00a0Sebagaimana Nabi shallall\u0101hu \u2018alayhi wa sallam, tatkala mendapati ada kurma kemudian Beliau tidak jadi memakan kurma tersebut, Nabi shallall\u0101hu \u2018alayhi wa sallam khawatir kurma tersebut adalah kurma shadaqah.\u00a0Dan kita tahu, Ras\u016blull\u0101h shallall\u0101hu \u2018alayhi wa sallam dilarang untuk makan dari sedekah, Ras\u016blull\u0101h shallall\u0101hu \u2018alayhi wa sallam menerima hadiah dan menolak sedekah.\u00a0Ras\u016blull\u0101h shallall\u0101hu \u2018alayhi wa sallam tidak mengambil kurma tersebut.\u00a0Kenapa? Karena Beliau SAW wara\u2019 (menahan diri).<\/p>\n<p>Oleh karenanya tatkala Sufyan Ats Tsauriy rahimahull\u0101h Ta\u2019\u0101la pernah ditanya: \u201cSiapakah orang yang<a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> zuhud<\/a>?\u201d Maka Sufyan Ats Tsauriy berkata: \u201cAz-Z\u0101hid, \u2018Umar bin \u2018Abdul \u2018Az\u012bz.\u201d Orang yang zuhud adalah yang namanya \u2018Umar bin \u2018Abdul \u2018Az\u012bz. Kenapa? Karena \u2018Umar bin \u2018Abdul \u2018Az\u012bz seorang raja dan gubernur mulia di Madinah dan telah memiliki dunia (harta seluruhnya sudah di tangannya) tetapi dia zuhud (tidak memandang harta tersebut). Dia menjadikan harta (seluruh kekayaan) yang dia miliki sebagai sarana untuk akhirat. Jadi dia, Raghbah fil \u0101khir\u0101t, semangat untuk akhirat, wa Raghbah \u2018anid dunya, tidak semangat dengan dunia yang dia miliki). Ini baru yang disebut dengan zuhud yang sejati.<\/p>\n<p>Bukanlah orang yang zuhud itu yang tidak punya apa-apa kemudian dia mengaku zuhud.\u00a0Ini dia memang tidak bisa, dia belum teruji (belum terbukti).\u00a0Kenapa? Karena memang dia tidak bisa (tidak berkesempatan) memiliki apa-apa.\u00a0Maka orang ini bisa dikatakan \u201czuhud terpaksa\u201d, berbeda dengan \u201czuhud pilihan\u201d.<\/p>\n<p>Kalau \u2018Umar bin \u2018Abdul \u2018Az\u012bz rahimahull\u0101h Ta\u2019\u0101la adalah zuhud pilihan. Kalau dia mau kaya (hidup bermewah mewah), dia mampu. Akan tetapi ia tinggalkan itu semua karena dia zuhud, tidak terlalu tertarik dengan dunia. Semua dunia tidak ada di hatinya melainkan dijadikan sarana untuk meraih akhirat.<\/p>\n<p>Karena kita dapati sebagian orang mencela, misalnya: \u201cKenapa si Fulan itu hidupnya seperti itu?\u201d\u00a0Dia belum merasakan, dia merasa dirinya zuhud padahal dia belum teruji.\u00a0Dia hanya zuhud terpaksa karena dia tidak memiliki uang untuk memiliki harta benda tersebut.<\/p>\n<p>Kapan dikatakan dia sebagai zuhud yang sejati? Pertama, Kalau dia sudah diberi kemampuan untuk menguasai\/meraih\/mendapatkan dunia namun dia tidak melakukan itu. Atau, Kedua, Dunia sudah ada di tangannya namun dijadikan dunia tersebut sebagai sarana untuk akhirat.\u00a0Maka itulah zuhud yang sejati.<\/p>\n<p>Adapun <a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wara\u2019<\/a> yaitu kita BELUM MEMILIKI sesuatu di hadapan kita. Jadi, sesuatu mau kita terjang, mau kita lakukan atau tidak, kita ragu. \u201cJangan-jangan termasuk yang <a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">syubhat<\/a>.\u201d, \u201cJangan-jangan termasuk perkara yang haram.\u201d Maka ditinggalkan. Itulah yang disebut dengan wara\u2019. Ini diantara perbedaan antara zuhud dan wara\u2019 yang disebutkan oleh sebagian ulama.<\/p>\n<p>Wallahu &#8216;alam bish-shawab. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(*\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Guru Al-Qur\u2019an-Hadits\/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11755,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[146,105],"class_list":["post-11987","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-adab-akhlak","blog-kat-artikel-esai"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Memahami Zuhud dan Wara&#039; - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post: Syaikh Sayyid Thanthawi: Cukupkan diri dengan Mengejar Ridha Allah BLOGGURU - Menurut Syaikhul Islam Ibnu\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Zuhud dan Wara&#039; - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post: Syaikh Sayyid Thanthawi: Cukupkan diri dengan Mengejar Ridha Allah BLOGGURU - Menurut Syaikhul Islam Ibnu\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-22T15:16:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Sujud.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"454\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/memahami-zuhud-dan-wara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/memahami-zuhud-dan-wara\\\/\",\"name\":\"Memahami Zuhud dan Wara' - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/memahami-zuhud-dan-wara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/memahami-zuhud-dan-wara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/Sujud.jpg\",\"datePublished\":\"2023-09-08T15:08:56+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-22T15:16:05+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post: Syaikh Sayyid Thanthawi: Cukupkan diri dengan Mengejar Ridha Allah BLOGGURU - Menurut Syaikhul Islam Ibnu\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/memahami-zuhud-dan-wara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/memahami-zuhud-dan-wara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/memahami-zuhud-dan-wara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/Sujud.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/Sujud.jpg\",\"width\":700,\"height\":454,\"caption\":\"Sujud dalam Shalat. (foto: ist\\\/*)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/memahami-zuhud-dan-wara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Memahami Zuhud dan Wara&#8217;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami Zuhud dan Wara' - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post: Syaikh Sayyid Thanthawi: Cukupkan diri dengan Mengejar Ridha Allah BLOGGURU - Menurut Syaikhul Islam Ibnu","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Memahami Zuhud dan Wara' - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post: Syaikh Sayyid Thanthawi: Cukupkan diri dengan Mengejar Ridha Allah BLOGGURU - Menurut Syaikhul Islam Ibnu","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2023-09-22T15:16:05+00:00","og_image":[{"width":700,"height":454,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Sujud.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/","name":"Memahami Zuhud dan Wara' - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Sujud.jpg","datePublished":"2023-09-08T15:08:56+00:00","dateModified":"2023-09-22T15:16:05+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post: Syaikh Sayyid Thanthawi: Cukupkan diri dengan Mengejar Ridha Allah BLOGGURU - Menurut Syaikhul Islam Ibnu","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Sujud.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Sujud.jpg","width":700,"height":454,"caption":"Sujud dalam Shalat. (foto: ist\/*)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/memahami-zuhud-dan-wara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Memahami Zuhud dan Wara&#8217;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/11987","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11987"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=11987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}