{"id":12025,"date":"2023-09-09T09:46:52","date_gmt":"2023-09-09T01:46:52","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=12025"},"modified":"2023-09-28T10:16:27","modified_gmt":"2023-09-28T02:16:27","slug":"mengenal-imam-az-zahabi","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/","title":{"rendered":"Mengenal Imam Az-Zahabi"},"content":{"rendered":"<dl class=\"article-info text-muted\">\n<dt class=\"article-info-term\">Oleh:<strong> Muhammad Farid Wajdi<\/strong> *)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Siapa yang tak kenal <a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Imam Az-Zahabi<\/a>?\u00a0 Beliau dilahirkan pada tahun 673H di Mayyafariqin Diyar Bakr, Turkumanistan. Imam Az-Zahabi dikenal dengan kekuatan hafalan, kecerdasan, kewara\u2019an, kezuhudan, kelurusan aqidah dan kefasihan lisannya.<\/dt>\n<\/dl>\n<div class=\"com-content-article__body\">\n<p><strong>Menuntut Ilmu dan Guru-Gurunya<\/strong><\/p>\n<p>Imam Az-Zahabi menuntut ilmu sejak usia dini dan ketika berusia 18 tahun menekankan perhatian pada dua bidang ilmu, yaitu &#8216;Ulumul Qur&#8217;an dan &#8216;Ulumul Hadits. Imam Az-Zahabi menempuh perjalanan yang jauh dalam mencari ilmu ke Syria, Mesir dan Hijaz (Makkah dan Madinah) dan berguru dari para ulama di negeri-negeri yang dikunjunginya tersebut.<\/p>\n<p>Di antara para ulama yang menjadi guru-guru beliau ialah:<\/p>\n<p><strong>1. Ibnu Taimiyah<\/strong><\/p>\n<p>Yang beliau letakkan namannya paling awal di deretan guru yang memberikan ijazah pada beliau dalam kitabnya, Mu\u2019jam asy-Syuyukh adalah Ibnu Taimiyah. Imam Az-Zahabi mengatakan, \u201cDia lebih agung jika aku yang menyifatinya. Seandainya aku bersumpah di antara rukun dan maqam maka sungguh aku akan bersumpah bahwa mataku belum pernah melihat yang semisalnya. Tidak, demi Allah, bahkan dia sendiri belum pernah melihat yang semisalnya dalam hal keilmuan.\u201d (Sumber: Raddul Wafir , hal. 35)<\/p>\n<p><strong>2. al-Hafiz Jamaluddin Yusuf bin Abdurrahman al-Mizzi<\/strong><\/p>\n<p>Yang dikatakan oleh beliau, \u201cDia adalah sandaran kami jika kami menemui masalah-masalah yang musykil.\u201d (Sumber: ad-Durar al-Kaminah,V:235)<\/p>\n<p><strong>3. Al-Hafiz Alamuddin Abdul Qasim bin Muhammad al-Birzali<\/strong><\/p>\n<p>Yang menyemangati beliau dalam belajar ilmu hadits, beliau mengatakan tentangnya: \u201cDialah yang menjadikanku mencintai ilmu hadits.\u201d (Sumber: ad-Durar al-Kaminah, III:323)<\/p>\n<p>Ketiga ulama diatas adalah yang banyak memberikan pengaruh terhadap kepribadian beliau. Adapun guru-guru beliau yang lainnya adalah Umar bin Qawwas, Ahmad bin Hibatullah bin Asakir, Yusuf bin Ahmad al-Ghasuli, Abdul Khaliq bin Ulwan, Zainab bintu Umar bin Kindi, al-Abrahuqi, Isa bin Abdul Mun\u2019im bin Syihab, Ibnu Daqiqil \u2018Id, Abu Muhammad ad-Dimyathi, Abul abbas azh-Zhahiri, ali bin Ahmad al-Gharrafi, Yahya bin ahmad ash-Shawwaf, at-Tauzari, masih banyak lagi yang lainnya.<\/p>\n<p>4. Umar bin Qawwas<\/p>\n<p>5. Ahmad bin Hibatullah bin Asakir<\/p>\n<p>6. Yusuf bin Ahmad al-Ghasuli<\/p>\n<p>7. Abdul Khaliq bin Ulwan<\/p>\n<p>8. Zainab bintu Umar bin Kindi<\/p>\n<p>9. Al-Abuqi<\/p>\n<p>10. Isa bin Abdul Mun\u2019im bin Syihab<\/p>\n<p>11. Ibnu Naqiqil<\/p>\n<p>12. Abu Muhammad ad-Dimyathi<\/p>\n<p>13. Abul abbas azh-Zhahiri<\/p>\n<p>14. Ali bin Ahmad al-Gharrafi<\/p>\n<p>15. Yahya bin ahmad ash-Shawwaf<\/p>\n<p>16. At-Tauzari<\/p>\n<p>Imam az-Zahabi memiliki Mu\u2019jam asy-Syuyukh (Daftar Guru) yang jumlahnya mencapai 3000-an orang (Sumber: adz-Dzahabi wa Manhajuhu fi Kitabihi, Tarikhil Islam)<\/p>\n<p><strong>Murid-Muridnya<\/strong><\/p>\n<p>Di antara murid-murid beliau ialah:<\/p>\n<p>1.\u00a0 Tajuddin as-Subki<\/p>\n<p>2. Muhammad bin Ali al-Husaini<\/p>\n<p>3. al-Hafiz Ibnu Katsir<\/p>\n<p>4. al-Hafiz Ibnu Rajab<\/p>\n<p>dan masih banyak lagi selain mereka.<\/p>\n<p><strong>Pujian Para Ulama Kepadanya<\/strong><\/p>\n<p>Ibnu Nashruddin ad-Dimasyqi berkata, \u201cBeliau adalah Ayat (tanda kebesaran Allah) dalam ilmu rijal, sandaran dalam jarh wa ta\u2019dil (ilmu kritik hadits-red) lantaran mengetahui cabang dan pokoknya, imam dalam qiraat, faqih dalam pemikiran, sangat paham dengan madzhab-madzhab para imam dan para pemilik pemikiran, penyebar sunnah dan madzhab salaf di kalangan generasi yang datang belakangan.\u201d (Raddul Wafir, hal. 13)<\/p>\n<p>Pendapat Ibnu Katsir<\/p>\n<p>\u201cBeliau adalah Syeikh al-Hafiz al-kabir, Pakar Tarikh Islam, Syeikhul muhadditsin. Beliau adalah penutup syuyukh hadis dan huffazhnya.\u201d<\/p>\n<p>(Sumber: al-Bidayah wa an-Nihayah, XIV:225)<\/p>\n<p>Pendapat Tajuddin as-Subki<\/p>\n<p>\u201cBeliau adalah syaikh Jarh wa Ta\u2019dil, pakar Rijal, seakan-akan umat ini dikumpulkan di satu tempat kemudian beliau melihat dan mengungkapkan sejarah mereka.\u201d<\/p>\n<p>(Sumber: Thabaqah Syafi\u2019iyyah Kubra, IX:101)<\/p>\n<p>Pendapat An-Nabilisi<\/p>\n<p>\u201cBeliau pakar zamannya dalam hal perawi dan keadaaan-keadaan mereka, tajam pemahamannya, cerdas, dan ketenarannya sudah mencukupi dari pada menyebutkan sifat-sifat nya.\u201d<\/p>\n<p>(Sumber: ad-Durar al-Kaminah, III:427)<\/p>\n<p>Pendapat As-Shafadi:<\/p>\n<p>\u201cBeliau seorang hafiz yang tidak tertandingi, penceramah yang tidak tersaingi, mumpuni dalam hadits dan rijalnya, memiliki pengetahuan yang sempurna tentang \u2018illah dan keadaan-keadaannya, memiliki pengetahuan yang sempurna tentang biografi manusia. Menghilangkan ketidakjelasan dan kekaburan dalam sejarah manusia. Beliau memiliki akal yang cerdas, benarlah nisbahnya kepada dzahab (emas)&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Imam Az-Zahabi mengumpulkan banyak bidang ilmu, memberi manfaat yang banyak kepada manusia, banyak memiliki karya ilmiah, lebih mengutamakan hal yang ringkas dalam tulisannya dan tidak berpanjang lebar. Aku telah bertemu dan berguru kepadanya, dan membaca banyak dari tulisan-tulisannya di bawah bimbingannya. Aku tidak menjumpai padanya kejumudan, bahkan dia adalah faqih dalam pandangannya, memiliki banyak pengetahuan tentang perkataan-perkataan ulama, madzhab-madzahab para imam salaf dan para pemilik pemikiran.\u201d<\/p>\n<p>(Sumber: al-Wafi bil Wafayat, II:163)<\/p>\n<p><strong>Diantara Ungkapan Imam Az-Zahabi<\/strong><\/p>\n<p>\u201cTidak sedikit orang yang memusatkan perhatiannya pada ilmu kalam melainkan ijtihadnya akan membawanya kepada perkataan yang menyelisihi sunnah. Karena itulah ulama salaf mencela setiap yang belajar ilmu-ilmu para umat sebelum Islam. Ilmu kalam turunan dari ilmu para filosof atheis. Barangsiapa yang sengaja ingin menggabungkan ilmu para nabi dengan ilmu para ahli filsafat dengan mengandalkan kecerdasannya maka pasti dia akan menyelisihi para nabi dan para ahli filsafat. Dan barangsiapa yang berjalan di belakang apa yang dibawa oleh para rasul. Maka sungguh dia telah menempuh jalan salaf dan menyelamatkan agama dan keyakinannya.\u201d<\/p>\n<p>(Sumber: Mizanul I\u2019tidal, III:144)<\/p>\n<p>\u201cDahulu dikatakan bahwa seseorang menuntut ilmu untuk selain Allah maka ilmu itu enggan hingga semata-mata untuk Allah.\u201d Kemudian beliau mengomentari perkataan ma\u2019mar tersebut dengan mengatakan, \u201cYa, dia awalnya menuntut ilmu atas dorongan kecintaan kepada ilmu, agar menghilangkan kejahilannya, agar mendapat pekerjaan, dan yang semacamnya. Dia belum tahu tentang wajibnya ikhlas dalam menuntutnya dan kebenaran niat di dalamnya. Maka jika sudah mengetahuinya, dia hisab dirinya dan takut terhadap akibat buruk dari niatnya yang keliru, maka datanglah kepada niat yang shahih semuanya atau sebagiannya. Kadang dia bertaubat dari niatnya yang keliru dan menyesal. Tanda atas hal itu ialah bahwasanya dia mengurangi dari klaim-klaim, perdebatan, dan perasaan memiliki ilmu yang banyak, dan dia hinakan dirinya. Adapun jika dia merasa banyak ilmunya atau mengatakan \u201csaya lebih berilmu dari pada Fulan; maka sungguh celakalah dia.\u201d<\/p>\n<p>(Sumber: Siyar A\u2019lam An-Nubala\u2019, VII:17)<\/p>\n<p>\u201cYang dibutuhkan oleh seorang hafizh adalah hendaknya bertaqwa, cerdas, mahir Nahwu, mahir ilmu bahasa, memiliki rasa malu dan salafi.\u201d<\/p>\n<p>(Sumber: Siyar, XIII:380)<\/p>\n<p>\u201cAhli hadis sekarang hendaknya memperhatikan Kutubus Sittah, Musnad Ahmad dan Sunan Baihaqi. Dan hendaknya teliti terhadap matan-matan dan sanad-sanadnya, kemudian tidak mengambil manfa\u2019at dari hal itu hingga dia bertakwa kepada Rabbnya dan menjadikan hadits sebagai dasar agama. Kemudian ilmu bukanlah dengan banyak riwayat, tetapi dia adalah cahaya yang Allah pancarkan ke dalam hati dan syaratnya adalah ittiba\u2019 (mengikuti Rasulullah, Nabi Muhammad SAW) dan menjauhkan diri dari hawa nafsu dan kebid\u2019ahan.\u201d<\/p>\n<p>(Sumber: Siyar, XIII:323)<\/p>\n<p>\u201cKebanyakan ulama pada zaman ini terpaku dengan taqlid dalam hal furu\u2019, tidak mau mengembangkan ijtihad, tenggelam dalam logika umat terdahulu dan pemikiran ahli filsafat. Dengan demikian, bencana pun meluas, hawa nafsu menjadi hukum dan tanda-tanda tercabutnya ilmu semakin nampak. Semoga Allah merahmati seseorang yang mau memperhatikan kondisi dirinya, menjaga ucapannya, selalu membaca al-Qur\u2019an, menangis atas kejadian zaman, memperhatikan kitab as-Sahihain dan beribadah kepada Allah sebelum ajal datang secara tiba-tiba.\u201d<\/p>\n<p>(Sumber: Tadzkirah al-Huffazh, II:530)<\/p>\n<p><strong>Karya-Karyanya<\/strong><\/p>\n<p>Beliau memiliki sekitar 100 karya tulis, di antara karya-karya tulis itu ialah:<\/p>\n<p>1. Siyar A\u2019lam An-Nubala<\/p>\n<p>2. al-\u2018Uluww lil \u2018Aliyyil Ghaffar<\/p>\n<p>3. Taariikhul Islam<\/p>\n<p>4. Mukhtashar Tahdziibil Kamaal<\/p>\n<p>5. Miizaanul I\u2019tidaal Fii Naqdir Rijaal<\/p>\n<p>6. Thabaqatul Huffazh<\/p>\n<p>7. Al-Kaasyif Fii Man Lahu Riwaayah Fil Kutubis Sittah<\/p>\n<p>8. Mukhtashar Sunan al-Baihaqi<\/p>\n<p>9. Halaqatul Badr Fii \u2018Adadi Ahli Badr<\/p>\n<p>10. Thabaqatul Qurra\u2019<\/p>\n<p>11. Naba\u2019u Dajjal<\/p>\n<p>12. Tahdziibut Tahdziib<\/p>\n<p>13. Tanqiih Ahaadiitsit Ta\u2019liiq<\/p>\n<p>14. Muqtana Fii al-Kuna<\/p>\n<p>15. Al-Mughni Fii adh-Dhu\u2019afaa\u2019<\/p>\n<p>16. Al-\u2018Ibar Fii Khabari Man Ghabar<\/p>\n<p>17. Talkhiishul Mustadrak<\/p>\n<p>18. Ikhtishar Taarikhil Kathib<\/p>\n<p>19. Al-Kabaair<\/p>\n<p>20. Tahriimul Adbar<\/p>\n<p>21. Tauqif Ahli Taufiq Fi Manaaqibi ash-Shiddiq<\/p>\n<p>22. Ni\u2019mas Smar Fi Manaaqib \u2018Umar<\/p>\n<p>23. At-Tibyaan Fi Manaaqib \u2018Utsman<\/p>\n<p>24. Fathul Mathalib Fii Akhbaar Ali bin Abi Thalib<\/p>\n<p>25. Ma Ba\u2019dal Maut<\/p>\n<p>26. Ikhtishar Kitaabil Qadar Lil Baihaqi<\/p>\n<p>27. Nafdhul Ja\u2019bah Fi Akhbaari Syu\u2019bah<\/p>\n<p>28. Ikhtishar Kitab al-Jihad, \u2018Asakir<\/p>\n<p>29. Mukhtashar athraafil Mizzi<\/p>\n<p>30. At-Tajriid Fii Asmaa\u2019 ish Shahaabah<\/p>\n<p>31. Mukhtashar Tariikh Naisabuur, al-Hakim<\/p>\n<p>32. Mukthashar al-Muhalla dan Tartiil Maudhuu\u2019at, Ibn al-Jauzi<\/p>\n<p><strong>Di antara kelebihan-kelebihan kitab ini ialah:<\/strong><\/p>\n<p>1. Ketelitian Imam Az-Zahabi<\/p>\n<p>Imam Az-Zahabi tidak hanya memaparkan biografi orang yang ditulis, tetapi juga disertai dengan komentar jika menurutnya perlu, yaitu dengan melakukan pengecekan secara detail terhadap cerita yang dipaparkannya, baik dengan menyebutkan sisi kekurangannya maupun monjelaskan kelebihannya jika orang-orang pada umumnya mengecapnya buruk, atau berpandangan lain jika memungkinkan, atau mengkritik perilakunya dengan kritik yang didasarkan pada syariat. Kemudian dia berusaha mengeluarkan penilaian secara umum terhadap orang yang ditulis biografinya itu, disertai dengan ketelitian. Ketelitian dalam menilai kepribadian manusia ini, memberikan cahaya terang yang dapat diambil manfaatnya oleh kebangkitan Islam, yaitu kebangkitan yang hampir memberikan hasilnya jika tidak dikotori oleh ulah sebagian orang yang memiliki pandangan picik, yang menuduh para ulama dan da&#8217;i sebagai orang-orang fasik, ahli bid&#8217;ah, berpaling dari mazhab salaf, tidak berhati-hati dalam menilai orang lain, dan tidak takut kepada Allah ketika berprasangka buruk terhadap orang lain. Ada juga orang yang tidak bisa hidup kecuali dengan mencela orang yang tidak sama dengannya, melupakan kebaikannya, dan menyembunyikannya. Orang-orang seperti itulah yang disangkal habis-habisan oleh Imam Az-Zahabi.<\/p>\n<p>Adanya kajian kritis dalam kitab ini. Az-Zahabi seringkali tidak membiarkan peristiwa sejarah berjalan tanpa kritik jika menurutnya memang perlu dikritik dan dijelaskan. Oleh karena itu, Anda melihat beliau terkadang menolak peristiwa yang dinilainya mungkar atau mengoreksi peristiwa yang masih sebatas asumsi atau mendukung pendapat penulis lain atau menjelaskan pendapatnya dalam masalah yang , perlu dirinci, dijelaskan, dan sebagainya. Metode kritis semacam inilah yang sering ditinggalkan oleh buku-buku sejarah dan biografi lainnya.<\/p>\n<p>2. Kitab yang Ditulis Imam Az-Zahabi memuat masalah-masalah yang tidak dimuat oleh kitab-kitab lain<\/p>\n<p>Hal ini karena Imam Az-Zahabi memadukan informasi sejarah dengan riwayat hidup. Kitab Al Bidayah wa An-Nihayah misalnya, memuat cerita-cerita sejarah yang cukup luas, tetapi tidak memuat biografi para ulama, orang-orang pilihan, para pemimpin, dan sebagainya. Begitu juga kitab Al Kamil karya Ibnu Al-Atsir dan kitab Tarikhul Umam wa al-Muluk karya At-Tabari. Memang ada kitab-kitab yang memuat biografi para tokoh seperti ini, namun rentetan cerita sejarah dengan metode penyusunan yang urut tidak ditemukan di dalamnya. Misalnya kitab Hilyah Al Auliya&#8217; dan Ath-Thabaqat karya Ibnu Sa&#8217;ad, serta Wafayat Al &#8216;A&#8217;yaan. Sedangkan kitab ini membahas tentang biografi secara panjang lebar disertai dengan cerita-cerita sejarah dan metode yang runtun, yang ditulis di sela-sela penulisan biografi seorang tokoh, khususnya biografi para khilafah, raja, dan pemimpin.<\/p>\n<p>3. Kitab As-Siyar ini mencakup sebagian besar sejarah Orang-orang penting<\/p>\n<p>Kebanyakan mereka atau sebagian mereka&#8211;dimata manusia&#8211;walaupun cacat di mata syariat- tidak hanya memuat pengikut madzhab fikih tertentu, raja, khalifah, pemirnpin, penyair, ahli sastera Arab, ahli bahasa, pahlawan, satria, pemimpin perang, doktor, hakim,praktisi, dan penganut madzhab tertentu, tetapi juga mencakup seluruh kelompok yang disebutkan dan hampir mencakup seluruh teritorial Islam. Memang benar biografi para ahli hadits lebih banyak disebutkan daripada tokoh-tokoh lainnya. Hal itu karena perhatian Imam Az-Zahabi terhadap hadis, lebih besar daripada disiplin ilmu lainnya, karena memang beliau seorang hafiz dan mahir di dalam hadis. Akan tetapi, kebanyakan para ahli hadis pada abad keemasan Islam dan sesudahnya adalah para ahli feqah, ahli tafsir, orang-orang yang berperang di jalan Allah, para sasterawan, ahli nahwu, dan tokoh-tokoh lainnya yang terkenal.<\/p>\n<p><strong>Wafatnya<\/strong><\/p>\n<p>Imam Az-Zahabi wafat pada malam Isnin, 3 Zulkaedah 748H, di Damsyik, Syiria dan dimakamkan di pekuburan Bab as-Shaghir.<\/p>\n<p>Semoga Allah meredhai beliau dan menempatkannya dalam keluasan syurgaNya. Amiinn. (*)<\/p>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(* <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Guru\/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12026,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[170,243],"class_list":["post-12025","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-nasehat-ulama","blog-kat-sosok-ulama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Imam Az-Zahabi - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tak kenal Imam Az-Zahabi?\u00a0 Beliau dilahirkan pada tahun 673H di Mayyafariqin Diyar Bakr,\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Imam Az-Zahabi - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tak kenal Imam Az-Zahabi?\u00a0 Beliau dilahirkan pada tahun 673H di Mayyafariqin Diyar Bakr,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-28T02:16:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Imam_Adz-Dzahabi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"772\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"446\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-imam-az-zahabi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-imam-az-zahabi\\\/\",\"name\":\"Mengenal Imam Az-Zahabi - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-imam-az-zahabi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-imam-az-zahabi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/Imam_Adz-Dzahabi.jpg\",\"datePublished\":\"2023-09-09T01:46:52+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-28T02:16:27+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tak kenal Imam Az-Zahabi?\u00a0 Beliau dilahirkan pada tahun 673H di Mayyafariqin Diyar Bakr,\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-imam-az-zahabi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-imam-az-zahabi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-imam-az-zahabi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/Imam_Adz-Dzahabi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/Imam_Adz-Dzahabi.jpg\",\"width\":772,\"height\":446,\"caption\":\"Imam Adz-Dzahabi (Ilustrasi\\\/*)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-imam-az-zahabi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Mengenal Imam Az-Zahabi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Imam Az-Zahabi - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tak kenal Imam Az-Zahabi?\u00a0 Beliau dilahirkan pada tahun 673H di Mayyafariqin Diyar Bakr,","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Imam Az-Zahabi - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tak kenal Imam Az-Zahabi?\u00a0 Beliau dilahirkan pada tahun 673H di Mayyafariqin Diyar Bakr,","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2023-09-28T02:16:27+00:00","og_image":[{"width":772,"height":446,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Imam_Adz-Dzahabi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/","name":"Mengenal Imam Az-Zahabi - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Imam_Adz-Dzahabi.jpg","datePublished":"2023-09-09T01:46:52+00:00","dateModified":"2023-09-28T02:16:27+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tak kenal Imam Az-Zahabi?\u00a0 Beliau dilahirkan pada tahun 673H di Mayyafariqin Diyar Bakr,","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Imam_Adz-Dzahabi.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Imam_Adz-Dzahabi.jpg","width":772,"height":446,"caption":"Imam Adz-Dzahabi (Ilustrasi\/*)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-imam-az-zahabi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Mengenal Imam Az-Zahabi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/12025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12025"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=12025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}