{"id":12944,"date":"2021-12-02T18:53:53","date_gmt":"2021-12-02T10:53:53","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=12944"},"modified":"2025-08-02T09:13:46","modified_gmt":"2025-08-02T01:13:46","slug":"majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/","title":{"rendered":"Majelis Kitab Shorof: Kitab Matan Kailani"},"content":{"rendered":"<p><span class=\"ILfuVd\" lang=\"id\"><span class=\"hgKElc\">Oleh: <strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong> *)<\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"ILfuVd\" lang=\"id\"><span class=\"hgKElc\"><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Kitab Matan Kailani karya Syaikh Abu Al-Hasan Ali bin Hisyam Al-Kailany ini adalah` kitab yang mempelajari <b>ilmu shorof<\/b><\/span><\/span>, salah satu ilmu yang sangat penting dalam tata bahasa arab. Matn Kailani sebenarnya adalah syarah (penjelasan\/ulasan) dari kitab <i>Matan Tashrif Al-Izzy\u00a0<\/i>sebagai salah satu kitab Ilmu Shorof. Bagi pemula yang ingin mempelajari Ilmu Shorof, maka Kitab Matn Kailani ini adalah salah satu yang direkomendasikan.<\/p>\n<p>Secara garis besar, Kitab Matn Kailani ini mengulas empat pasal, yaitu: <i>amtsilah min tashrif hadzihil af&#8217;al, mudo&#8217;af, mu&#8217;tal, mahmuz<\/i>, dan\u00a0<i>bina&#8217; ism zaman wa al-makan<\/i>.\u00a0 Namun sebelum mengulas empat pasal tersebut, sangat penting untuk memahami terlebih dahulu definisi <i>tashrif<\/i>\u00a0secara etimologi dan terminologi, klasifikasi\u00a0<i>fi&#8217;il<\/i>, dan\u00a0<i>wazan fi&#8217;il<\/i>.<\/p>\n<p>Ruang lingkup ilmu Shorof itu hanya <i>fi&#8217;il<\/i>, bukan\u00a0<i>isim<\/i>\u00a0ataupun\u00a0<i>huruf<\/i>, sehingga ulasannya hanya seputar<i>\u00a0fi&#8217;il<\/i>, karena hanya<i>\u00a0fi&#8217;il<\/i>\u00a0lah yang selaras dengan definisi\u00a0<i>tashrif<\/i> atau shorof. F<i>i&#8217;il<\/i>\u00a0terbagi menjadi\u00a0<i>tsulatsi<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>ruba&#8217;i<\/i>,\u00a0<i>mujarrad<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>mazid<\/i>,\u00a0<i>salim<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>ghairu salim<\/i>. Jumlah keseluruhannya ada delapan, -disertai dengan definisinya masing-masing. Mengulas <i>wazan<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>mauzun<\/i>\u00a0memang bukan tujuan, tapi\u00a0<i>fi&#8217;il\u00a0<\/i>tidak akan terlepas dari keduanya. Jika tidak mengerti\u00a0<i>wazan<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>mauzun<\/i>, maka akan sulit memahami ulasan selanjutnya dalam Kitab Matn Kailani ini.<\/p>\n<p><i>Wazan<\/i>\u00a0berarti timbangan atau pola, sedangkan\u00a0<i>mauzun\u00a0<\/i>berarti yang ditimbangnya (terpola). Dari\u00a0<i>wazan<\/i>, kita bisa mengetahui pola sebuah kata Arab yang memiliki makna berbeda-beda. Makna kata bisa berbeda karena polanya juga berbeda. Namun penulis tidak mengulas makna dari pola tersebut satu persatu.<\/p>\n<p>Sub judul yang pertama sesuai dengan nama pasalnya. Di dalamnya terdapat contoh-contoh perubahan suatu kata, dinamakan dengan\u00a0<i>tashrif istilahi<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>tashrif lughawi<\/i>\u00a0atau yang kita kenal dengan sebutan\u00a0<i>nasrif<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>ngiyas<\/i>. Dimulai dengan\u00a0<i>fi&#8217;il madli<\/i>\u00a0karena berada dalam urutan pertama dalam\u00a0<i>tashrif<\/i>, dan seterusnya, sampai\u00a0<i>fi&#8217;il nahi<\/i>.<\/p>\n<p>Pasal <i>fi&#8217;il mudlari&#8217;<\/i>\u00a0sangat kompleks daripada lainnya, karena banyak\u00a0<i>hurf<\/i>\u00a0yang suka disandingkan dengan\u00a0<i>fi&#8217;il mudlari&#8217;<\/i>, seperti\u00a0<i>awamil jawazim<\/i>,\u00a0<i>awamil nawasib<\/i>, dsb, yang dapat memengaruhi makna. Penyebab lainnya, karena bentuk lain seperti<i>\u00a0fi&#8217;il amar, nahy, isim fa&#8217;il<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>isim maf&#8217;ul\u00a0<\/i>terbuat dari\u00a0<i>fi&#8217;il mudlari`<\/i>\u00a0yang disertai dengan sedikit perubahan.<\/p>\n<p>Pasal\u00a0<i>mudlo&#8217;af\u00a0<\/i>\u00a0berada pada pasal selanjutnya. Penulis Kitab Kailani mengulas bukan saja pada contoh, tetapi disertai dengan pengertian menurut etimologi dan terminologi, pembagiannya, seluk-beluk sebuah kata, perubahannya seperti apa, dan alasannya kenapa.<\/p>\n<p>Kebanyakan orang yang belajar Ilmu Shorof pasti merasa kesulitan dalam mencerna pasal <i>mu&#8217;tal<\/i>, yang diulas pada pasal berikutnya. Mengapa? Karena di dalamnya terdapat perubahan yang sulit diprediksi; harus meng-<i>i&#8217;lal\u00a0<\/i>terlebih dahulu. Meng-<i>i&#8217;lal<\/i>\u00a0ada tiga cara;\u00a0<i>hadzf<\/i>\u00a0(membuang),\u00a0<i>qalb<\/i>\u00a0(mengganti huruf), dan\u00a0<i>naql\u00a0<\/i>(memindahkan harkat).<\/p>\n<p>Dilihat dari definisinya, dalam\u00a0<i>fi&#8217;il mu&#8217;tal<\/i>\u00a0harus ada salah satu huruf\u00a0<i>illat<\/i>\u00a0(alif, wawu, dan ya&#8217;), dan letaknya tidak ditentukan. Sehingga\u00a0<i>fi&#8217;il mu&#8217;tal<\/i>\u00a0berdasarkan letaknya, terbagi menjadi delapan.<br \/>\nBagi lidah orang Indonesia, mengucapkan huruf <i>illat<\/i>\u00a0mungkin tidak ada masalah, tapi bagi orang Arab -sebagai pemilik bahasa,- terasa sulit. Terlebih ketika huruf\u00a0<i>illat<\/i> tersebut dihadapkan dengan huruf-huruf yang dianggap sulit bagi orang Arab. Sehingga digantilah melalui satu langkah, dua langkah, atau bahkan ketiganya, sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Penjelasan soal ini cukup lengkap ada dalam Kitab Kaailani.<\/p>\n<div id=\"post24280293429242430204\">\n<p>Tingkat kesulitan memahami pasal\u00a0<i>mahmuz<\/i>\u00a0dalam Kitab Kailani, ada di bawah pasal\u00a0<i>mu&#8217;tal<\/i>, mengingat sebelumnya penulis telah mengulas lengkap. Ada kesamaan teori dengan pasal sebelumnya (<i>mu&#8217;tal<\/i>). Pembaca tinggal mengulang dan mengingat-ingat kembali. Adapun hukum\u00a0<i>fi&#8217;il mahmuz<\/i>\u00a0ini seperti\u00a0<i>fi&#8217;il shahih<\/i>, karena hamzah adalah huruf shahih.<\/p>\n<p>Mengucapkan\u00a0<i>hamzah<\/i>\u00a0selain permulaan kata kebanyakan dengan cara dibuang atau menggantikannya dengan huruf lain, karena mengucapkan hamzah di tengah dan di akhir kata dirasa berat menurut orang Arab.<\/p>\n<p>Selanjutnya, pasal terakhir Kailani hanya terdiri atas satu lembar. Itu artinya kesulitan pembaca tidak perlu dikhawatirkan, karena sedikit teori dalam mengulas <i>isim zaman<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>isim makan<\/i>\u00a0dari\u00a0<i>fi&#8217;il shahih<\/i>,\u00a0<i>mu&#8217;tal, mudlo&#8217;af<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>mahmuz<\/i>. Sebelum\u00a0<i>tanbih<\/i>\u00a0(pengingat), ada ulasan penulis Kailani mengenai\u00a0<i>isim alat<\/i>.<\/p>\n<p>Jika dilihat secara kasatmata, kitab Matn Kailani ini pembahasannya tipis, padat, dan ringkas tetapi mudah dipahami, mudah didapat dan harganya sangat terjangkau. Selain itu, ada kelebihan lain setelah dianalisis, yaitu: (1) Menggunakan bahasa yang sederhana, sehingga cocok bagi pemula, (2)\u00a0Disertai dengan alasan logis, (3)\u00a0Disertai dengan alasan munculnya sebuah kaidah atau teori, (4)\u00a0Setiap kaidah atau teori disertai dengan contoh, (5)\u00a0Menjadi kitab rujukan adanya karya lain yang menggunakan bahasa arab atau bahasa Indonesia. Seperti buku karya dosen yang disertai dengan mind map sehingga mudah dipahami oleh mahasiswanya, (6)\u00a0Disertai dengan\u00a0<i>tanbih<\/i> (pengingat). Salah satu alasannya karena dianggap mudah, sehingga terlupakan. Seperti pada paragraf terakhir sebelum pasal pertama dan pasal terakhir, dan (7)\u00a0Disertai dengan tambahan yang berhubungan dengan dunia tashrif, seperti terdapat pada pasal terakhir yang membahas\u00a0<i>mahmuz<\/i>. Penulis menyantumkan bahwa ketika ada dua hamzah berkumpul, maka hamzah urutan kedua digantikan dengan huruf yang sesuai dengan harakat sebelumnya. Contoh:\u00a0<b>\u0627\u0625\u0645\u0627\u0646 \u2013 \u0627\u064a\u0645\u0627\u0646<\/b><\/p>\n<\/div>\n<div><b><\/b>Sebagai bahan pembelajaran, Kitab Matn Kailani ini juga mendapatkan beragam tanggapan dari pelajar dan santri yang menggunakannya. Ada yang mengatakan pembahasannya merambat, namun masih dalam satu pasal, seperti membahas isim alat dalam pasal isi zaman dan isim makan. Ada pula yang mengungkapkan kesulitannya dalam mencari dalil atau teori karena berbentuk natsar. Sebagai sebuah kitab matn, sebagaimana umumnya kitab matan, maka kitab Matn kailani ini tidak disertai daftar isi, sehingga membutuhkan waktu untuk mencari pembahasan yang diinginkan, bahkan tidak ada <i>muqaddimah<\/i>\u00a0(kata pengantar atau pendahuluan) sehingga kita tidak mengetahui alasan penulis memberi syarah (ulasan) pada kitab\u00a0<i>Tashrif Al-Izzy.\u00a0 Kitab Matn Kailani ini juga <\/i>tidak mencantumkan biodata penulisnya, sehingga pemakai kitab tidak mengenal lebih jauh sosok <span class=\"ILfuVd\" lang=\"id\"><span class=\"hgKElc\"> Syaikh Abu Al-Hasan Ali bin Hisyam Al-Kailany.\u00a0<\/span><\/span><\/div>\n<div>\n<p>Apapun itu, Kitab Matn Kailani tetap perlu diapresiasi dan secara serius mampu menumbuhkan semangat belajar Ilmu Shorof, khususnya di kalangan santri. Kuncinya sebenarnya adalah banyak praktek.\u00a0\u00a0Teori tanpa praktik saja akan percuma dan sia-sia, sebaliknya praktik tanpa teori rasanya akan hampa. Kuncinya sering dilatih dan dipakai, maka lambat-laun lidah akan lihai dan tidak kaku. Seperti pepatah mengatakan &#8220;bisa karena terbiasa&#8221;.<\/p>\n<p>Begitupun dalam mempelajari Kitab Kailani ini, dan disitulah kunci penguasaan ilmu shorof, butuh terbiasa agar bisa, seperti yang dilakukan para santri Ponpes <i>Baitul Hikmah<\/i>\u00a0yang terkenal dengan ilmu alatnya. Setiap habis Subuh dan Ashar, mereka menyebutnya talaran (me<i>nashrif lugawi<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>istilahi<\/i>, dan lain-lain. Demikian catatan singkat tentang Kitab Matn Kailany ini. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)<\/p>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div>(* <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12945,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[136,135],"class_list":["post-12944","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-nahwu-shorof","blog-kat-sastra-arab"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Majelis Kitab Shorof: Kitab Matan Kailani - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Matan Kailani karya Syaikh Abu Al-Hasan Ali bin Hisyam Al-Kailany ini adalah` kitab yang mempelajari ilmu\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Majelis Kitab Shorof: Kitab Matan Kailani - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Matan Kailani karya Syaikh Abu Al-Hasan Ali bin Hisyam Al-Kailany ini adalah` kitab yang mempelajari ilmu\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-02T01:13:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/bqmi420.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"963\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\\\/\",\"name\":\"Majelis Kitab Shorof: Kitab Matan Kailani - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/bqmi420.jpg\",\"datePublished\":\"2021-12-02T10:53:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-02T01:13:46+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Matan Kailani karya Syaikh Abu Al-Hasan Ali bin Hisyam Al-Kailany ini adalah` kitab yang mempelajari ilmu\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/bqmi420.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/bqmi420.jpg\",\"width\":963,\"height\":674},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Majelis Kitab Shorof: Kitab Matan Kailani\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Majelis Kitab Shorof: Kitab Matan Kailani - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Matan Kailani karya Syaikh Abu Al-Hasan Ali bin Hisyam Al-Kailany ini adalah` kitab yang mempelajari ilmu","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Majelis Kitab Shorof: Kitab Matan Kailani - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Matan Kailani karya Syaikh Abu Al-Hasan Ali bin Hisyam Al-Kailany ini adalah` kitab yang mempelajari ilmu","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2025-08-02T01:13:46+00:00","og_image":[{"width":963,"height":674,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/bqmi420.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/","name":"Majelis Kitab Shorof: Kitab Matan Kailani - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/bqmi420.jpg","datePublished":"2021-12-02T10:53:53+00:00","dateModified":"2025-08-02T01:13:46+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Matan Kailani karya Syaikh Abu Al-Hasan Ali bin Hisyam Al-Kailany ini adalah` kitab yang mempelajari ilmu","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/bqmi420.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/bqmi420.jpg","width":963,"height":674},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/majelis-kitab-shorof-kitab-matan-kailani\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Majelis Kitab Shorof: Kitab Matan Kailani"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/12944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12944"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=12944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}