{"id":13555,"date":"2024-07-04T22:49:22","date_gmt":"2024-07-04T14:49:22","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=13555"},"modified":"2024-08-21T22:52:43","modified_gmt":"2024-08-21T14:52:43","slug":"terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","title":{"rendered":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (12): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara"},"content":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>\u00a0<\/em>*)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang tasawwuf dan etika Islam yang ditulis oleh salah satu ulama Nusantara Abad ke-19 dari Banten, yaitu Syekh Nawawi al-Bantani rahimahullah. Kitab Nashoihul Ibad berisi banyak nasehat dalam berbagai aspek kehidupan dan panduan praktis tentang kehidupan spiritual, moralitas, dan etika bagi umat Islam.<\/p>\n<div class=\"read-page--content\">\n<div class=\"article-content-body article-content-body_with-aside\" data-component=\"desktop:read-page:article-content-body\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body\">\n<div class=\"article-content-body__item-page \" data-page=\"1\" data-title=\"\">\n<div class=\"article-content-body__item-content\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:text\">\n<p>Salah satu fokus utama kitab Nashoihul \u2018Ibad adalah penekanan pada pentingnya berakhlakul karimah dan menjalani kehidupan yang bermartabat sesuai dengan Tuntunan Islam. Syekh Nawawi al-Bantani mengajarkan Nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, tolong-menolong, dan kasih sayang sebagai pondasi yang kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Kitab ini\u00a0juga mengulas masalah-masalah etika dan perilaku yang sering dihadapi oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, terkait bagaimana menghadapi cobaan, mengendalikan emosi, dan mengatasi godaan dalam menjalani kehidupan spiritual.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Berikut ini Seri Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani, dan untuk Bagian kedua belas ini memuat Terjemah dari Bab (2): <b>Nasehat yang Berisi Tiga Perkara,\u00a0<\/b>sambungan dari Bab yang sama dari seri sebelumnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>16. Tiga Tuntutan dalam Munajat Imam Sulaiman Ad-Darani<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Abdurrahman bin Athiyah, Abu Sulaiman Ad-Darani r.a., dalam munajat beliau berkata, \u201cWahai, Tuhanku! Apabila Engkau menuntutku karena dosaku, tentu aku pun akan menuntut ampunan-Mu. Apabila engkau menuntutku karena kekikiranku, tentu aku akan menuntut kedermawanan-Mu. Dan apabila Engkau memasukkanku ke neraka, tentu aku pun akan memberitakan kepada ahli neraka bahwa sesungguhnya aku mencintai-Mu.\u201d<\/p>\n<p>Aku menuntut-Mu dengan ampunan, karena ampunan-Mupasti lebih luas dibanding dosaku. Kata kekikiran di sini, dimaksudkan dengan kekikiran memberikan sedekah dan kekikiran mengabdikan diri untuk menunaikan perintah Allah. .<\/p>\n<p>Daran adalah nama sebuah kota di Damaskus. Abdurrahman Ad Darani wafat tahun 215 H.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>17. Tiga Tanda Orang yang Paling Bahagia<\/b><\/p>\n<div id=\"elementor-tab-content-47517\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47517\" data-tab=\"17\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ada yang mengatakan, \u201cOrang yang paling berbahagia adalah orang yang mempunyai hati alim, badan sabar dan paus dengan apa yang ada di tangannya.\u201d<\/p>\n<p>Hati alim, adalah yang menyadari bahwa Allah senantiasa menyertainya di mana saja dia berada.<\/p>\n<p>Badan sabar, adalah sabar dalam menunaikan perintah agama dan dalam menghadapi bencana.<\/p>\n<p>Puas dalam menerima apa adanya, adalah sikap puas yang mendasar di kala tidak melihat harapan yang lain.<\/p>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47518\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"18\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-47518\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47518\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"18\"><b>18. Tiga Hal Penyebab Celaka<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47518\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47518\" data-tab=\"18\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Ibrahim An-Nakha\u2019i r.a., \u201cSesungguhnya orang-orang sebelum kamu itu celaka hanya lantaran tiga perkara, yaitu kelewat banyak bicara, kelewat banyak makan dan kelewat banyak tidur.\u201d<\/p>\n<p>Bicara dianggap kelewat batas, jika membicarakan sesuatu yang tidak menyangkut kebaikan agama maupun dunia. Berlebihan dalam makan, yaitu memakan makanan yang tidak mengakibatkan beribadah kepada Allah. Berlebihan dalam tidur, yaitu setelah tidur tidak digunakan untuk beribadah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-47519\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47519\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"19\"><b>19. Tiga Bekal Akhirat<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47519\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47519\" data-tab=\"19\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Yahya bin Mu\u2019adz Ar-Razi, \u201cAmatlah beruntung orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya, orang yang membangun kuburan sebelum ia memasukinya dan orang yang mendatangkan rida Tuhannya sebelum ia menemui-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Yahya bin Mu\u2019adz Ar-Razi, ialah seorang penasihat yang dapat diharapkan, baik secara lisan maupun ucapannya tentang makrifat. Beliau . pergi ke Balgi dan tinggal di sana selama setahun. Lalu pergi ke Naisabur dan meninggal.dunia di sana pada tahun 258 H.<\/p>\n<p>Beliau mengatakan, bahwa suatu kebahagiaan bagi orang yang meninggalkan dunia (harta), sebelum dunia meninggalkannya, yakni dengan cara membelanjakan harta kekayaan dalam bermacam-macam kebaikan sebelum dia meninggal dunia atau sebelum dunia itu habis dari dirinya. Misalnya, dirampas. Mendirikan kuburan sebelum memasukinya dengan cara beramal dengan amalan-amalan yang akan menyenangkannya di dalam kubur. Melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya sebelum dia mati, agar dia mendapatk4n rida dari-Nya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-47520\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47520\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"20\"><b>20. Sunah Allah, Sunah Rasul dan Sunah Wali-wali Allah<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47520\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47520\" data-tab=\"20\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Ali r.a., \u201cBarangsiapa tidak ada padanya Sunah Allah, Sunah Rasulullah dan Sunah Wali-wali Allah, maka dia tidak mempunyai sesuatu pun di tangannya.\u201d<\/p>\n<p>Selanjutnya, ditanyakan kepada Sayidina Ali:<\/p>\n<p>\u201cApakah Sunah Allah itu?\u201d Ali menjawab: \u201cIalah menyimpan rahasia.\u201d Ditanyakan lagi: \u201cApakah Sunah Rasulullah?\u201d Beliau menjawab: \u201cYaitu berbuat ramah terhadap sesama manusia.\u201d Dan ditanyakan lagi: \u201cApakah Sunah wali-wali Allah?\u201d Beliau pun menjawab: \u201cMemikul beban penderitaan dari para manusia.\u201d<\/p>\n<p>Rahasia, adalah sesuatu yang harus disembunyikan, agar orang lain tidak mengerti. Menyembunyikan rahasia orang lain adalah wajib. Tentang sifat ramah, sebagaimana disebutkan dalam syair:<\/p>\n<p>\u201cBerbuatlah terhadap mereka selagi engkau berada di rumah mereka, dart buatlah hati mereka puas, selama engkau berada di bumi mereka.\u201d<\/p>\n<p>Dalam hubungan ini orang-orang sebelum kita saling berwasiat dengan tiga hal dan saling menyurati dengannya, yaitu:<\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa yang beramal untuk akhiratnya, maka Allah mencukupi agama dan dunianya. Barangsiapa membina batiniahnya, niscaya Allah membaguskan lahiriahnya. Dan barangsiapa memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah, maka Allah memperbaiki hubungannya dengan \u2013 sesama manusia.\u201d<\/p>\n<p>Maksud kalimat \u201cAllah mencukupi kebutuhan agama dan dunia\u201d, adalah bahwa segala hal ihwal orang itu selalu berada di dalam pemeliharaan Allah. Untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah, maka dengan cara mempertulus perbuatannya, tidak mendemonstrasikan juga tidak mengagumi kemampuan sendiri. Orang yang memperbaiki hubungannya dengan Allah itu akan diperbaiki oleh Allah hubungannya dengan sesama manusia. Karena orang yang dicintai Allah itu juga akan dicintai makhluk-Nya. (*)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Bersambung \u2026. )<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(*\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Pembelajar Khazanah Keilmuan Islam<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13539,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[47,170],"class_list":["post-13555","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-kitab-kuning","blog-kat-nasehat-ulama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (12): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (12): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-21T14:52:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"689\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"491\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/\",\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (12): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"datePublished\":\"2024-07-04T14:49:22+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-21T14:52:43+00:00\",\"description\":\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"width\":689,\"height\":491,\"caption\":\"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (12): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (12): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (12): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2024-08-21T14:52:43+00:00","og_image":[{"width":689,"height":491,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (12): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","datePublished":"2024-07-04T14:49:22+00:00","dateModified":"2024-08-21T14:52:43+00:00","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","width":689,"height":491,"caption":"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-12-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (12): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/13555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13555"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=13555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}