{"id":13556,"date":"2024-07-05T22:52:49","date_gmt":"2024-07-05T14:52:49","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=13556"},"modified":"2024-08-21T22:58:04","modified_gmt":"2024-08-21T14:58:04","slug":"terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","title":{"rendered":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (13): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara"},"content":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>\u00a0<\/em>*)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang tasawwuf dan etika Islam yang ditulis oleh salah satu ulama Nusantara Abad ke-19 dari Banten, yaitu Syekh Nawawi al-Bantani rahimahullah. Kitab Nashoihul Ibad berisi banyak nasehat dalam berbagai aspek kehidupan dan panduan praktis tentang kehidupan spiritual, moralitas, dan etika bagi umat Islam.<\/p>\n<div class=\"read-page--content\">\n<div class=\"article-content-body article-content-body_with-aside\" data-component=\"desktop:read-page:article-content-body\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body\">\n<div class=\"article-content-body__item-page \" data-page=\"1\" data-title=\"\">\n<div class=\"article-content-body__item-content\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:text\">\n<p>Salah satu fokus utama kitab Nashoihul \u2018Ibad adalah penekanan pada pentingnya berakhlakul karimah dan menjalani kehidupan yang bermartabat sesuai dengan Tuntunan Islam. Syekh Nawawi al-Bantani mengajarkan Nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, tolong-menolong, dan kasih sayang sebagai pondasi yang kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Kitab ini\u00a0juga mengulas masalah-masalah etika dan perilaku yang sering dihadapi oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, terkait bagaimana menghadapi cobaan, mengendalikan emosi, dan mengatasi godaan dalam menjalani kehidupan spiritual.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Berikut ini Seri Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani, dan untuk Bagian ketiga belas ini memuat Terjemah dari Bab (2): <b>Nasehat yang Berisi Tiga Perkara,\u00a0<\/b>sambungan dari Bab yang sama dari seri sebelumnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-47521\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47521\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"21\"><b>21. Diri Kita di Mata Allah, di Mata Kita Sendiri dan di Mata Orang Lain<\/b><\/div>\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47521\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"21\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47521\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47521\" data-tab=\"21\">\n<p>Dari Ali r.a., \u201cJadilah engkau orang yang paling bagus menurut Allah dan orang yang paling jelek di matamu sendiri dan jadilah orang sewajarnya di mata orang lain.\u201d<\/p>\n<p>Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Asy-Syekh Abdul Qadir AlJailani -qaddasa sirrahu- sebagai berikut:<\/p>\n<p>\u201cApabila engkau menjumpai seseorang yang lebih utama darimu, maka berucaplah: Bisa jadi ia menurut Allah lebih bagus daripada aku dan lebih tinggi derajatnya. Jika orang itu lebih kecil, maka ucapkanlah: Anak ini belum durhaka kepada Allah, tapi aku sudah, maka jelas dia lebih bagus daripada aku. Jika orang itu besar, maka katakanlah: Orang ini sudah mengabdi kepada Allah sejak sebelum aku. Jika orang itu alim, maka ucapkanlah: Orang ini dianugerahi ilmu yang belum aku ketahui dan mencapai sesuatu yang belum aku capai juga mengetahui sesuatu yang aku belum tahu dan dia pun berbuat atas dasar ilmunya itu. Jika orang itu bodoh, maka ucapkanlah: Orang ini durhaka kepada Allah, karena belum tahu, sedangkan aku mendurhakai-Nya justru aku dalam keadaan sudah tahu. Aku pun tidak tahu bagaimana nanti akhir hayatku dan akhir hayatnya. Jika orang itu kafir, maka katakanlah: Saya tidak tahu pasti, boleh jadi dia masuk Islam dan mati husnul khatimah, bisa jadi pula aku kafir dan mati suul khatimah.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-47522\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47522\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"22\"><b>22. Dosa Kecil, Rezeki dan Bencana<\/b><\/div>\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47522\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"22\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47522\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47522\" data-tab=\"22\">\n<p>Dikatakan, bahwa Allah telah menurunkan wahyu kepada Nabi Uzair a.s. Dia berfirman, \u201cWahai, Uzair, apabila kamu berbuat suatu dosa kecil, maka janganlah kamu melihat kecilnya, namun kepada Tuhan yang kamu berbuat dosa kepada-Nya! Apabila kamu mendapatkan yang sedikit, janganlah kamu .melihat kecilnya, namun kamu harus melihat siapakah yang memberi rezeki kepadamu. Apabila kamu ditimpa suatu bencana, janganlah kamu mengadukan-Ku kepada makhluk-Ku, sebagaimana Aku pun tidak mengadukan kepada para malaikat-Ku bila kejelekankejelekanmu dilaporkan kepada-Ku.\u201d<\/p>\n<p>Imam Ibnu Uyainah berkata: Orang yang mengadu kepada manusia, tapi hatinya sabar dan rela dalam menerima takdir, maka dia tidak termasuk orang yang berkeluh kesah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi dalam menjawab pertanyaan Jibril ketika beliau sedang sakit. Jibril bertanya: \u201cApakah yang kamu rasakan terhadap dirimu?\u201d Beliau bersabda:<\/p>\n<p>\u201cYa, Jibril, aku merasakan gelisah dan sedih.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-47523\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47523\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"23\"><b>23. Makan, Sandang dan Papan (Tempat)<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47523\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47523\" data-tab=\"23\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Hatim Al-A\u2019sham, \u201cTiada suatu pagi pun berlalu melainkan setan bertanya kepadaku: Apakah yang akan kamu makan! Apakah yang akan kupakai? Dan .. di manakah kamu akan tinggal? Kemudian aku menjawab kepadanya: \u201cAku akan memakan maut, aku akan memakai kafan dan aku akan tinggal di kubur. Kemudian setan itu lari dariku.\u201d<\/p>\n<p>Hatim Al-A\u2019sham ialah Abu Abdurrahman Hatim bin Alwan: Pendapat lain mengatakan Hatim bin Yusuf. Beliau termasuk Syekh besar daerah Khurasan, Hatim juga, murid Syaqiq.<\/p>\n<p>Diriwayatkan: seorang wanita pernah datang kepadanya dan bertanya tentang suatu hal. Pendapat itu juga wanita tersebut kentut, sehingga : tampak malu dan tersipu. Lalu Hatim berkata: \u201cKeraskanlah suaramu sedikit!\u201d, untuk bergura-pura tuli. Wanita itu pun gembira dan tidak lagi merasa malu atas kentutnya tersebut. Malah wanita itu bilang: \u201cTuan Hatim tidak lagi mendengar suara.\u201d Mulai saat inilah, Hatim digelari \u201cAl-Asham\u201d (yang tuli).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-47524\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47524\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"24\"><b>24. Kaya, Kuat dan Menang .<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47524\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47524\" data-tab=\"24\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Nabi saw., \u201cBarangsiapa keluar dari kehinaan maksiat menuju kemuliaan taat, maka Allah akan menjadikan ia kaya tanpa harta, kuat tanpa tentara dan menang tanpa bala.\u201d<\/p>\n<p>Maksudnya, orang yang sudi meninggalkan maksiat dan melakukan taat, maka Allah memberinya tiga sifat yang terpuji:<\/p>\n<p>1. Ia kaya tanpa harta, sebab mempunyai hati yang tenang walau tanpa kekayaan;<\/p>\n<p>2. Ia kuat tanpa tentara, karena mendapat kekuatan dari Allah SWT;<\/p>\n<p>3. Ia dapat mengalahkan musuhnya tanpa bantaun orang lain, sebab dibantu oleh Allah secara langsung.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47525\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"25\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-47525\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47525\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"25\"><b>25. Tiga Tanda Iman<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47525\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47525\" data-tab=\"25\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Diriwayatkan, bahwa suatu hari Nabi Muhammad SAW menemui para sahabatnya, beliau bertanya, \u201cBagaimana keadaanmu di pagi mi?\u201d Para sahabat menjawab: \u201cDi pagi ini kami tetap beriman kepada Allah SWT.\u201d Nabi Muhammad SAW bertanya lagi: \u201cApakah tanda iman kalian?\u201d Mereka menjawab: \u201cKami bersabar atas musibah, bersyukur atas kelapangan dan rida dalam menerima gadha (ketetapan).\u201d (adha adalah ketentuan Allah SWT yang ditetapkan sejak azali (sebelum terjadi sesuatu) dan berlaku selamanya. Sebagian orang yang telah makrifat kepada Allah berkata: Sabar itu ada tiga tingkatan:<\/p>\n<p>1. Tidak mungkin, tingkatan ini adalah tingkatan tabiin.<\/p>\n<p>2. Ridha menerima takdir, tingkatan ini adalah tingkatan orang-orang zuhud (orang-orang yang menjauhkan diri dari kesenangan dunia untuk beribadah).<\/p>\n<p>3. Senang menerima cobaan, tingkatan ini adalah tingkatan Shiddiqin (orang-orang yang berbakti serta selalu mempercayai).<\/p>\n<p>Nabi saw. bersabda,\u00a0\u201cKalian adalah benar-benar orang yang beriman, demi Allah, Tuhan Ka\u2019bah.\u201d<\/p>\n<p>Dalam suatu hadis dikatakan, \u201cBeribadahlah kamu kepada Allah dengan ikhlas, apabila kamu tidak mampu, maka bersabarlah kamu terhadap perkara yang tidak kamu sukai, karena dalam hal itu terdapat kebaikan yang banyak.\u201d [*]<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Bersambung \u2026. )<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(*\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Pembelajar Khazanah Keilmuan Islam<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13539,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[47,170],"class_list":["post-13556","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-kitab-kuning","blog-kat-nasehat-ulama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (13): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (13): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-21T14:58:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"689\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"491\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/\",\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (13): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"datePublished\":\"2024-07-05T14:52:49+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-21T14:58:04+00:00\",\"description\":\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"width\":689,\"height\":491,\"caption\":\"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (13): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (13): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (13): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2024-08-21T14:58:04+00:00","og_image":[{"width":689,"height":491,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (13): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","datePublished":"2024-07-05T14:52:49+00:00","dateModified":"2024-08-21T14:58:04+00:00","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","width":689,"height":491,"caption":"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-13-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (13): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/13556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13556"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=13556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}