{"id":13559,"date":"2024-07-10T23:05:06","date_gmt":"2024-07-10T15:05:06","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=13559"},"modified":"2024-08-21T23:07:57","modified_gmt":"2024-08-21T15:07:57","slug":"terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","title":{"rendered":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (16): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara"},"content":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>\u00a0<\/em>*)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang tasawwuf dan etika Islam yang ditulis oleh salah satu ulama Nusantara Abad ke-19 dari Banten, yaitu Syekh Nawawi al-Bantani rahimahullah. Kitab Nashoihul Ibad berisi banyak nasehat dalam berbagai aspek kehidupan dan panduan praktis tentang kehidupan spiritual, moralitas, dan etika bagi umat Islam.<\/p>\n<div class=\"read-page--content\">\n<div class=\"article-content-body article-content-body_with-aside\" data-component=\"desktop:read-page:article-content-body\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body\">\n<div class=\"article-content-body__item-page \" data-page=\"1\" data-title=\"\">\n<div class=\"article-content-body__item-content\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:text\">\n<p>Salah satu fokus utama kitab Nashoihul \u2018Ibad adalah penekanan pada pentingnya berakhlakul karimah dan menjalani kehidupan yang bermartabat sesuai dengan Tuntunan Islam. Syekh Nawawi al-Bantani mengajarkan Nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, tolong-menolong, dan kasih sayang sebagai pondasi yang kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Kitab ini\u00a0juga mengulas masalah-masalah etika dan perilaku yang sering dihadapi oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, terkait bagaimana menghadapi cobaan, mengendalikan emosi, dan mengatasi godaan dalam menjalani kehidupan spiritual.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Berikut ini Seri Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani, dan untuk Bagian keenam belas ini memuat Terjemah dari Bab (2): <b>Nasehat yang Berisi Tiga Perkara,\u00a0<\/b>sambungan dari Bab yang sama dari seri sebelumnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-47536\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47536\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"36\"><b>36. Manusia Untuk Tiga Komponen<\/b><\/div>\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47536\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"36\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47536\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47536\" data-tab=\"36\">\n<p>Luqman Al-Hakim berkata kepada anaknya, \u201cWahai, anakku! Sesungguhnya manusia itu tiga pertiga: Sepertiga untuk Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga untuk cacing. Adapun yang untuk Allah adalah rohnya, yang untuk dirinya adalah amalnya dan yang untuk cacing adalah jasadnya.\u201d<\/p>\n<p>Salah satu wasiat Lugman Al-Hakim kepada anaknya, dia mengatakan bahwa dalam diri manusia ada tiga, yaitu roh, perbuatan dan jasad.<\/p>\n<p>Roh akan kembali kepada Allah, perbuatannya akan bermanfaat untuk dirinya, atau akan mudarat atas dirinya sesuai dengan perbuatan yang telah dia lakukan dan jasad akan dimakan oleh cacing, jika telah mati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-47537\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47537\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"37\"><b>37. Tiga Faktor Penambah Kekuatan Hafalan<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47537\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47537\" data-tab=\"37\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Ali r.a., dia berkata, \u201cTiga hal dapat menambah kekuatan hafalan dan menghilangkan lendir (dahak), yaitu: Bersiwak, puasa dan membaca Alqur-an<\/p>\n<p>Lendir dahak adalah salah satu dari empat macam unsur temperamen yang membentuk watak manusia, yaitu: Lendir dahak, darah, empedu hitam dan empedu kuning.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-47538\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47538\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"38\"><b>38. Tiga Benteng dari Serangan Setan<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47538\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47538\" data-tab=\"38\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ka&#8217;ab Al-Ahbar berkata, \u201cBenteng kaum mukminin dari godaan setan ada tiga, yaitu mesjid, zikir kepada Allah dan membaca Alqur-an.\u201d<\/p>\n<p>Mesjid menjadi benteng, sebab di situ terdapat para malaikat dan orang-orang yang beribadah.<\/p>\n<p>Zikrullah (menyebut Asma Allah) juga menjadi benteng pertahanan, terutama dengan membaca Hauqalah:<\/p>\n<p>\u201cTiada daya upaya dan tiada kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.\u201d Membaca Alqur-an juga benteng, terutama membaca ayat Kursi (surah Al-Bagarah ayat 255), sebagaimana yang telah nyata mujarab.<\/p>\n<p>Ka\u2019ab Al-Ahbar masuk Islam di masa pemerintahan sahabat Umar. Dia adalah seorang ulama tempat mengadu orang Yahudi (yang beragama Islam).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-47539\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47539\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"39\"><b>39. Tiga Gudang Allah swt.<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47539\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47539\" data-tab=\"39\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Segolongan hukama berkata, \u201cTiga hal 2 simpanan Allah Ta\u2019ala, yaitu: kefakiran, sakit, dan sabar.\u201d<\/p>\n<p>Menurut sebagian hukama, ada tiga gudang, yakni sesuatu yang disimpan oleh Allah, yang tidak akan diberikannya selain kepada orangorang yang dicintai-Nya, yaitu:<\/p>\n<p>1. Kepada orang fakir atau tidak punya.<\/p>\n<p>2. Sakit, yaitu penyakit yang menimpa pada badan, sehingga dirasakan tidak enak olehnya.<\/p>\n<p>3. Sabar, yaitu tidak mengeluh ketika ditimpa kecuali kepada Allah swt. dengan cara berdoa. Mengeluh kepada Allah dengan cara berdoa tidak mengatakan, bahwa dirinya itu tidak rida terhadap musibah yang menimpa dirinya.<\/p>\n<p>Seorang hamba sahaya harus rida dengan ketentuan tuannya, sebagaimana tercantum di dalam kitab At-Ta\u2019rifat, karangan Sayid Ali Al Juri ani.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47540\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"40\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-47540\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-47540\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"40\"><b>40. Hari, Bulan dan Amal yang Baik<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-47540\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-47540\" data-tab=\"40\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Ibnu Abbas r.a. pada waktu ditanyakan kepadanya: \u201cHari apakah yang baik? Bulan apakah yang terbaik? Dan amal apakah yang terbaik? Beliau menjawab, \u201cHari \u2018yang paling baik adalah hari Jumat, bulan yang paling baik adalah bulan Ramadan dan amal yang paling baik adalah salat lima waktu yang dikerjakan pada waktunya.\u201d<\/p>\n<p>Hari Jumat menjadi hari baik, sebab itulah disebut hari pemuka segala hari, yang oleh Allah dianugerahkan kepada umat Muhammad.<\/p>\n<p>Ramadan adalah bulan yang paling baik, karena pada bulan itulah pertama kali Alqur-an diturunkan, juga di dalamnya terdapat Lailatul Qadr, dalam bulan itu pula puasa diwajibkan dan pada bulan itu pahala ibadah sunah sama dengan pahala ibadah fardu.<\/p>\n<p>Abu Bakar Al-Warrag berkata: Rajab adalah bulan musim tanam, Sya\u2019ban adalah musim mengairi dan Ramadan adalah musim mengetam hasilnya.<\/p>\n<p>Salat fardu menjadi amal terbaik, karena salat adalah pintu amal saleh. Jika pintu salat terbuka, maka terbuka pula pintu amal-amal saleh lainnya.<\/p>\n<p>Ibnu Abbas r.a. wafat pada hari Jumat, kemudian tiga hari berikutnya berita tentang pertanyaan dan jawaban Ibnu Abbas tersebut sampai kepada Ali bin Abi Thalib dan beliau berkata: Jika semua ulama, hukama dan fukaha dari barat sampai timur ditanya tentang hal itu, mereka akan menjawab dengan jawaban yang sama dengannya. Hanya saja aku akan menjawab:<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya sebaik-baik amal adalah amalmu yang diterima oleh Allah swt., sebaik-baik bulan adalah bulan di mana kamu bertobat kepada Allah dengan tobat Nasuha dan hari paling baik adalah hari di mana engkau meninggal dunia dengan membawa iman kepada Allah.\u201d<\/p>\n<p>Taubatan Nasuha, menurut Ibnu Abbas adalah tobat yang berada pada cara hati menyesali dosa, lisan memohon ampunan mengakhiri perbuatan dosa dan bertekad untuk tidak mengulang dosa lagi.<\/p>\n<p>Pendapat lain mengatakan: Tobat nasuha adalah tidak meninggalkan bekas maksiat atas amalnya, baik secara rahasia maupun terang-terangan.<\/p>\n<p>Pendapat yang lain lagi mengatakan: Tobat yang membawa kebahagiaan pelakunya di dunia dan akhirat.\u201d<\/p>\n<p>Seorang penyair mengatakan dalambahar basith (istilah notasi Arab):<\/p>\n<p>Tidakkah kamutahu bagaimana siang dan malam menguji kita tapi kita bermain-main melulu baik secara diam-diam maupun terang-terangan.<\/p>\n<p>Janganlah kamu teperdaya pada dunia dan segala isinya karena tanah air dunia bukan tanah air yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Dan berbuatlah untuk dirimu selagi belum datang kematian jangan sampai kamu tertipu oleh banyak sahabat dan teman<\/p>\n<p>Kemudian berikut ini beberapa syiir Imam Al-Ghazali dalam bahar wafir:<\/p>\n<p>Adakah engkau ingin banyak harta dan didengarkan omongmu dalam forum bicara<\/p>\n<p>Juga beroleh cinta yang menyejukkan hati dari setiap wanita dan kaum lelaki<\/p>\n<p>Dikaruniai kaya raya dan hidup bahagia juga berwibawa, dihormati dan banyak harta<\/p>\n<p>Engkau tumpas setiap bencana. dan tipu daya dari musuh dan penguasa<\/p>\n<p>Maka bacalah Yaa Hayyu Yaa Qayyuumu seribu kali boleh malam atau siang hari,<\/p>\n<p>Niscaya akan memudahkan setiap kesulitan biasakan ucapan itu<\/p>\n<p>Jangan kau tinggal dan jangan lalai karena dengan itu kau akan menggapai derajat yang tinggi.<\/p>\n<p>(*)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Bersambung \u2026. )<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(*\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Pembelajar Khazanah Keilmuan Islam<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13539,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[47,170],"class_list":["post-13559","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-kitab-kuning","blog-kat-nasehat-ulama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (16): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (16): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-21T15:07:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"689\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"491\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/\",\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (16): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"datePublished\":\"2024-07-10T15:05:06+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-21T15:07:57+00:00\",\"description\":\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"width\":689,\"height\":491,\"caption\":\"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (16): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (16): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (16): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2024-08-21T15:07:57+00:00","og_image":[{"width":689,"height":491,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/","name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (16): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","datePublished":"2024-07-10T15:05:06+00:00","dateModified":"2024-08-21T15:07:57+00:00","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","width":689,"height":491,"caption":"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-16-nasehat-yang-berisi-tiga-perkara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (16): Nasehat yang Berisi Tiga Perkara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/13559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13559"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=13559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}