{"id":13565,"date":"2024-07-16T08:32:55","date_gmt":"2024-07-16T00:32:55","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=13565"},"modified":"2024-08-22T08:36:28","modified_gmt":"2024-08-22T00:36:28","slug":"terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/","title":{"rendered":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (22): Nasehat yang Berisi Empat Perkara"},"content":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>\u00a0<\/em>*)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang tasawwuf dan etika Islam yang ditulis oleh salah satu ulama Nusantara Abad ke-19 dari Banten, yaitu Syekh Nawawi al-Bantani rahimahullah. Kitab Nashoihul Ibad berisi banyak nasehat dalam berbagai aspek kehidupan dan panduan praktis tentang kehidupan spiritual, moralitas, dan etika bagi umat Islam.<\/p>\n<div class=\"read-page--content\">\n<div class=\"article-content-body article-content-body_with-aside\" data-component=\"desktop:read-page:article-content-body\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body\">\n<div class=\"article-content-body__item-page \" data-page=\"1\" data-title=\"\">\n<div class=\"article-content-body__item-content\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:text\">\n<p>Salah satu fokus utama kitab Nashoihul \u2018Ibad adalah penekanan pada pentingnya berakhlakul karimah dan menjalani kehidupan yang bermartabat sesuai dengan Tuntunan Islam. Syekh Nawawi al-Bantani mengajarkan Nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, tolong-menolong, dan kasih sayang sebagai pondasi yang kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Kitab ini\u00a0juga mengulas masalah-masalah etika dan perilaku yang sering dihadapi oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, terkait bagaimana menghadapi cobaan, mengendalikan emosi, dan mengatasi godaan dalam menjalani kehidupan spiritual.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Berikut ini Seri Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani, dan untuk Bagian Kedua Puluh Dua ini memuat Terjemah dari Bab (3): <b>Nasehat yang Berisi Empat Perkara,\u00a0 <\/b>sambungan dari Bab yang sama dari seri sebelumnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-71811\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71811\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"11\"><b>11. Empat Keutamaan Diam<\/b><\/div>\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71811\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"11\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-71811\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-71811\" data-tab=\"11\">\n<p>Nabi saw. bersabda, \u201cShalat itu tiang agama, sedang sikap diam itu lebih utama: Sedekah itu dapat memadamkan murka Tuhan, sedang diam lebih utama, Puasa itu benteng neraka, sedang diam itu lebih utama: Dan jihad itu adalah puncak agama, sedangkan diam itu lebih utama.\u201d<\/p>\n<p>Agama tidak akan berdiri tanpa salat, seperti tidak akan berdiri sebuah rumah tanpa disertai tiang-tiangnya. Salat merupakan pernyataan sebenarnya dari sifat kehambaan dan menunaikan hak ketuhanan. Sedang seluruh ibadah itu justru merupakan sarana menuju substansi pengabdian yang sebenarnya tersebut. Tentang diam itu lebih utama daripada salat, dapat didasarkan pada sabda Nabi saw.:<\/p>\n<p>\u201cDiam adalah ibadah tingkat tertinggi.\u201d (H.R. Ad-Dailami dari Abu Hurairah).<\/p>\n<p>Yang dimaksud diam di sini ialah tidak mengucapkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat untuk agama dan dunia, juga tidak usah membantah orang yang menentang. Justru diam termasuk ibadah tingkat tinggi, karena kebanyakan kesalahan-kesalahan itu timbul dari lisan.<\/p>\n<p>Karena itu, jika orang hidup sendirian, maka diamnya tidak termasuk fbadah.<\/p>\n<p>Diam lebih utama daripada sedekah, Nabi bersabda, \u201cDiam itu hiasan bagi orang alim dan penutup bagi orang bodoh.\u201d (H.R. Abusy Syekh dari Al-Mihrari).<\/p>\n<p>Diam dapat menambah kewibawaan yang hal ini pertanda adanya ilmu. Sesungguhnya orang yang bodoh itu tidak akan diketahui bodohnya, jika dia tidak berbicara.<\/p>\n<p>Diam lebih utama daripada puasa, sebagaimana sahda Nabi saw., \u201cDiam adalah pimpinan akhlak.\u201d (H.R. Ad-Dailami dari Anas).<\/p>\n<p>Dari hadis tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa diam dari perkara yang tidak ada pahalanya, adalah pimpinan akhlak mulia, karena menye. lamatkan pelakunya dari ghibah dan sebagainya. Adapun memperbanyak melakukan perkara yang mendatangkan pahala, misalnya zikir, membaca Alqur-an dan ilmu, lebih utama daripada diam. Jihad itu adalah puncak agama, namun diam lebih utama, yaitu yang paling tinggi nilainya jika dilihat. Hal itu karena jihad bisa diketahui dari tempat jauh, seperti kuduk unta bisa dilihat dari kejauhan. Nabi saw. bersabda:<\/p>\n<p>\u201cDiam adalah hikmah, namun sedikit orang yang melakukannya.\u201d (H.R. Al-Qadhai dari Anas dan Ad-Dailami, dari Ibnu Umar).<\/p>\n<p>Diam itu hikmah dan tidak banyak yang melaksanakannya, karena belum mengetahui hal itu. Memang, tidak banyak orang yang mau diam diri dari mengemukakan hal-hal yang sesungguhnya menyebabkan kehinaan dirinya sendiri. Dalam hal ini seorang penyair mengatakan dari bahar Khalif<\/p>\n<p>Wahai, orang yang banyak bicara tak berarti,<\/p>\n<p>Kurangilah,<\/p>\n<p>Sesungguhnya kau telah menghamparkan omongan yang tak berarti dengan panjang dan lebar<\/p>\n<p>Telah kau ambil bagian<\/p>\n<p>dari bidang kejelekan,<\/p>\n<p>Maka diamlah kini<\/p>\n<p>jika kebaikan yang kau kehendaki<\/p>\n<p>Dalam hadis lain, ada diriwayatkan Nabi bersabda:<\/p>\n<p>\u201cJihad yang paling utama adalah memerangi nafsu serta keinginanmu, karena Zat Allah (semata-mata karena Allah).\u201d (H.R. Ad-Dailami).<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71812\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"12\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-71812\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71812\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"12\"><b>12. Puasa, Salat, Sedekah dan Jihad<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-71812\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-71812\" data-tab=\"12\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ada dikatakan: Allah Ta\u2019ala menurunkan wahyu kepada salah seorang dari Bani Israel dan firman-Nya, \u201cDiammu dari yang batil karena-Ku adalah puasa, menjaga anggotaanggotamu dari perkara-perkara yang haram karena-Ku adalah salat, memutuskan dirimu dari makhluk karena-Ku adalah sedekah dan menahan dirimu dari menyakiti orang muslim karena-Ku adalah jihad.\u201d<\/p>\n<p>Menjauhi perkara-perkara yang batil karena Allah swt., pahalanya seperti pahalasaum (puasa), Menjaga pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan anggota badan dari perkara-perkara yang diharamkan karena-Ku, pahalanya seperti pahala salat. Memutuskan ketamakan dari makhluk karenaKu, pahalanya seperti pahala sedekah, Tidak menyampaikan perkara yang tidak diingini orang-orang muslim semata-mata karena Allah Swt., pahalanya seperti pahala jihad.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71813\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"13\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-71813\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71813\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"13\"><b>13. Empat Faktor Penyebab Hati Gelap dan Terang<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-71813\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-71813\" data-tab=\"13\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cEmpat faktor yang menyebabkan gelapnya hati, yaitu: Perut kenyang tak berukuran, bersahabat dengan orang-orang zalim, melupakan dosadosa yang lewat dan lamunan melantur. Empat faktor penyebab bercahayanya hati: Perut yang lapar karena berhati-hati, bersahabat dengan orang-orang saleh, mengingat dan menyesali dosa-dosa yang telah lewat dan pendek angan-angan.\u201d<\/p>\n<p>Ukuran kekenyangan perut menurut batas syariat, adalah sepertiga selera makan. Lamunan melantur yaitu, lamunan yang mengawang jauh sampai melamunkan hal-hal yang mustahil terjadi. Sehubungan dengan ini semua, ada sebuah hadis riwayat dari Ali, bahwa Nabi bersabda:<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya perkara yang sangat aku khawatirkan atasmu, adalah dua perkara, yaitu mengikuti hawa dan panjang angan-angan. Adapun mengikuti hawa adalah menyimpang dari hak dan panjang angan-angan adalah cinta pada dunia.\u201d \u201cH.R. Ibnu Abu Dunya).<\/p>\n<p>Abu Thayyib berkata: \u201cBarangsiapa yang duduk bersama delapan golongan, maka Allah menambah kepadanya delapan perkara, yaitu barangsiapa duduk bersama orang-orang kaya, maka Allah menambah kepadanya cintanya pada\u2019dunia, barangsiapa yang duduk bersama-sama orang fakir, maka baginya akan bersyukur danrida pada bagian dari Allah swt. yang diberikan kepadanya, barangsiapa yang duduk bersama sultan (penguasa), maka Allah menambah kepadanya kekerasan hati dan sombong, barangsiapa yang duduk bersama para wanita, maka Allah menambah kepadanya bodoh dan syahwat, barang-siapa yang duduk bersama anak-anak, maka dia bertambah gemar bermain-mainnya: barangsiapa yang duduk bersama-sama orang fasik, maka dia bertambah berani berbuat dosa dan menunda-nunda tobat, barangsiapa yang duduk bersama orang-orang saleh, maka dia bertambah cinta melakukan taatnya: dan barangsiapa yang duduk bersama para ulama, maka dia bertambah ilmu dan amalnya.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71814\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"14\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-71814\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71814\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"14\"><b>14. Empat Perkata Tanpa Empat Bukti adalah Dusta<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-71814\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-71814\" data-tab=\"14\">\n<p>Dari Hatim Al-Asham r.a., dia berkata:<\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa mengaku empat perkara tanpa empat bukti, maka pengakuan itu dusta: Barangsiapa mengaku cinta kepada Allah tapi tidak meninggalkan larangan-larangan Allah, maka pengakuannya itu dusta, Barangsiapa mengaku cinta kepada Nabi tapi benci kepada orangorang fakir miskin, maka pengakuannya itu dusta: barangsiapa mengaku cinta surga tapi tidak mau bersedekah, maka pengakuannya itu dusta, dan barangsiapa mengaku takut neraka tapi tidak meninggalkan dosa-dosa, maka pengakuannya itu dusta. \u201c<\/p>\n<p>Orang yang mengaku cinta kepada Allah, namun melakukan perkaraperkara yang dilarang-Nya, pengakuannya adalah bohong. Orang yang mengaku cinta kepada Nabi, namun membenci orang-orang fakir dan miskin yang dicintai oleh Nabi, pengakuannya adalah dusta. Orang yang mengaku ingin masuk surga, namun dia tidak mau bersedekah dengan perkara yang mudah baginya, pengakuannya adalah bohong. Orang yang takut masuk neraka, namun dia tetap melakukan dosa, pengakuannya adalah dusta. Sebagaimana sebagian penyair mengatakan dalam bahar Khafif:<\/p>\n<p>Jika engkau penunggang kuda,<\/p>\n<p>jadilah seperti tuan Ali<\/p>\n<p>dan jika engkau penyair,<\/p>\n<p>jadilah seperti Ibnu Hani.<\/p>\n<p>Siapa pun yang mengaku<\/p>\n<p>secara tidak sebenarnya,<\/p>\n<p>maka bukti-bukti ujian pun tahu bahwa ia berdusta<\/p>\n<p>Nabi saw. bersabda:<\/p>\n<p>\u201cNeraka itu dibentengi dengan halhal yang menyenangkan, sedang surga dibentengi dengan hal-hal yang menjemukan.\u201d<\/p>\n<p>(H. R. AlBukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).<\/p>\n<p>Hadis ini merupakan salah satu kumpulan kalimat yang disabdakan Nabi saw. tentang kecaman terhadap keinginan-keinginan syahwat dan dorongan untuk menaati kewajiban-kewajiban, seolah-olah Nabi mengatakan: \u201cTidak akan sampai ke surga, selain dengan menempuh kesulitan-kesulitannya dan tidak akan ke neraka, selain dengan melakukan keinginan-keinginan syahwatnya, maka barangsiapa yang dapat menerobos rintangan-rintangan, maka dia masuk ke dalamnya.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71815\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"15\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-71815\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71815\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"15\"><b>15. Empat Gejala Kecelakaan dan Kebahagiaan<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-71815\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-71815\" data-tab=\"15\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nabi saw. bersabda:<\/p>\n<p>\u201cGejala terjadinya kecelakaan ada empat: Melupakan dosa-dosa yang telah lewat, padahal semua itu tercatat di sisi Allah, bernostalgia dengan kebajikan-kebajikan yang telah lewat, padahal ia tidak mengetahui, apakah kebajikan tersebut diterima atau ditolak, memandang orang . yang lebih tinggi dalam bidang duniawi dan memandang orang yang lebih rendah dalam bidang keagamaan, dalam hal ini Allah berfirman: \u2018Aku hendak menolongnya, tapi dia tidak berkeingman kepada-Ku, maka aku urungkan.\u2019 Sedang gejala terjadinya kebahagiaan juga ada empat: Merenungi dosa-dosa yang telah lewat, melupakan kebajikan-kebajikan yang telah lewat, memandang orang yang lebih tinggi kualitas agamanya dan memandang orang yang lebih rendah tingkat keduniaannya.\u201d<\/p>\n<p>Tanda-tanda orang yang celaka:<\/p>\n<p>1. Orang yang peduli dengan dosa (melupakan) serta tidak ada perasaan menyesal, padahal dosa-dosa itu dicatat bilangan, waktu dan tempat melakukannya pleh Allah swt.<\/p>\n<p>2. Orang yang menyebut kebaikankebaikan dirinya, padahal dia belum . tahu apakah kebaikan-kebaikan itu diterima Allah swt. atau tidak.<\/p>\n<p>3. Orang yang berambisi untuk bisa memperoleh dunia sebanyakbanyaknya serta tidak merasa puas terhadap bagian dari Allah swt. kepadanya.<\/p>\n<p>4. Orang yang melihat kepada orang yang lebih rendah amal salehnya \u2018serta tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya.<\/p>\n<p>Tanda-tanda orang yang bahagia:<\/p>\n<p>1. Orang yang selalu mengingat-ingat dosanya disertai rasa penyesalan dan permohonan ampunan kepada Allah.<\/p>\n<p>2. Orang yang tidak mengingat-ingat kebaikan dirinya, seolah-olah dia tidak pernah melakukannya, karena kebaikan tersebut tidak lepas dari penyakit-penyakit (hal-hal yang dapat merusak).<\/p>\n<p>3. Orang yang selalu melihat kepada orang yang lebih tinggi dalam amal salehnya agar bisa mengikutinya.<\/p>\n<p>4. Orang yang selalu bersyukur atas karunia Allah swt. yang telah diberikan kepadanya dan selalu melihat kepada orang lain yang lebih rendah kekayaannya (fakir miskin).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Bersambung \u2026. )<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(*\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Pembelajar Khazanah Keilmuan Islam.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13539,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[47,170],"class_list":["post-13565","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-kitab-kuning","blog-kat-nasehat-ulama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (22): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (22): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-22T00:36:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"689\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"491\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/\",\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (22): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"datePublished\":\"2024-07-16T00:32:55+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-22T00:36:28+00:00\",\"description\":\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"width\":689,\"height\":491,\"caption\":\"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (22): Nasehat yang Berisi Empat Perkara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (22): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (22): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2024-08-22T00:36:28+00:00","og_image":[{"width":689,"height":491,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/","name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (22): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","datePublished":"2024-07-16T00:32:55+00:00","dateModified":"2024-08-22T00:36:28+00:00","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","width":689,"height":491,"caption":"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-22-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (22): Nasehat yang Berisi Empat Perkara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/13565","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13565"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13565"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=13565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}