{"id":13567,"date":"2024-07-18T08:41:11","date_gmt":"2024-07-18T00:41:11","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=13567"},"modified":"2024-08-22T08:45:47","modified_gmt":"2024-08-22T00:45:47","slug":"terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/","title":{"rendered":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (24): Nasehat yang Berisi Empat Perkara"},"content":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>\u00a0<\/em>*)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang tasawwuf dan etika Islam yang ditulis oleh salah satu ulama Nusantara Abad ke-19 dari Banten, yaitu Syekh Nawawi al-Bantani rahimahullah. Kitab Nashoihul Ibad berisi banyak nasehat dalam berbagai aspek kehidupan dan panduan praktis tentang kehidupan spiritual, moralitas, dan etika bagi umat Islam.<\/p>\n<div class=\"read-page--content\">\n<div class=\"article-content-body article-content-body_with-aside\" data-component=\"desktop:read-page:article-content-body\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body\">\n<div class=\"article-content-body__item-page \" data-page=\"1\" data-title=\"\">\n<div class=\"article-content-body__item-content\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:text\">\n<p>Salah satu fokus utama kitab Nashoihul \u2018Ibad adalah penekanan pada pentingnya berakhlakul karimah dan menjalani kehidupan yang bermartabat sesuai dengan Tuntunan Islam. Syekh Nawawi al-Bantani mengajarkan Nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, tolong-menolong, dan kasih sayang sebagai pondasi yang kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Kitab ini\u00a0juga mengulas masalah-masalah etika dan perilaku yang sering dihadapi oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, terkait bagaimana menghadapi cobaan, mengendalikan emosi, dan mengatasi godaan dalam menjalani kehidupan spiritual.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Berikut ini Seri Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani, dan untuk Bagian Kedua Puluh Empat ini memuat Terjemah dari Bab (3): <b>Nasehat yang Berisi Empat Perkara,\u00a0\u00a0<\/b>sambungan dari Bab yang sama dari seri sebelumnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-71821\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71821\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"21\"><b>21. Empat Kalimat Pilihan dalam Empat Kitab Allah swt.<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-71821\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-71821\" data-tab=\"21\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Segolongan hukama telah memilihkan empat kalimat dari dalam empat kitab, yaitu: \u201cDari kitab Taurat ialah kalimat: Barangsiapa yang rida atas apaapa yang diberikan Allah swt. kepadanya, maka dia beristirahat di dunia dan akhirat.\u2019 Dari kitab Injil ialah kalimat: \u2018Barangsiapa yang telah merobohkan syahwatnya, maka dia kuat di dunia dan akhirat.\u2019 Dari kitab Zabur ialah kalimat: \u2018Barangsiapa yang menyendiri dari manusia, maka dia selamat.\u2019 Dan dari Al-Furgaan (Alqur-an): \u2018Barangsiapa yang memelihara ucapannya, maka dia selamat di dunia dan akhirat.\u201d\u00a0 (H.R. Al-Baihaqi).<\/p>\n<p>Tentang memelihara lisan, Nabi saw. bersabda, \u201cAmal (perbuatan) yang paling disukai Allah, adalah memelihara ksan.\u201d (H.R. Al-Baihaqi).<\/p>\n<p>Dalam hadis lain Nabi bersabda,\u00a0\u201cKesejahteraan ada sepuluh bidang: Sembilan pada diam dan bidang kesepuluh pada pengasingan diri dari manusia.\u201d (H.R. Ad-Dailami).<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71822\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"22\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-71822\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71822\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"22\"><b>22. Empat Nikmat Dibalik Bencana<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-71822\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-71822\" data-tab=\"22\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Umar r.a., dia berkata, \u201cDemi Allah, setiap kali aku tertimpa bencana, maka di situ selalu terdapat empat nikmat dari Allah, yaitu: Satu, karena bencana itu tidak mengenai agamaku, Dua, karena bencana itu tidak lebih berat daripadanya: Tiga, karena bencana itu tidak menghalangi rida Allah: Dan empat, lantaran bencana itu aku dapat mengharap pahala dari Allah.\u201d<\/p>\n<p>Menurut Umar r.a., bahwa di dalam ujian (cobaan) yang menimpa pada dirinya, terkandung empat kenikmatan:<\/p>\n<p>1. Cobaan itu tidak menimpa terhadap agamanya, karena cobaan yang menimpa agama lebih berat daripada cobaan yang menimpa pada badan dan harta kekayaan.<\/p>\n<p>2. Cobaan tidak lebih berat daripada cobaan yang menimpa dirinya pada zaman dahulu (sebelum Islam).<\/p>\n<p>3. Cobaan tidak menghalangi keridaan Allah swt. kepadanya.<\/p>\n<p>4. Besar harapan mendapatkan pahala karena ujian tersebut.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71823\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"23\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-71823\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71823\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"23\"><b>23. Empat Kalimat Pilihan dari Empat Puluh Ribu Hadis<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-71823\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-71823\" data-tab=\"23\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Abdullah bin Mubarak, dia berkata, \u201cAda seorang bijaksana yang telah mengumpulkan beberapa hadis dan memilih empat puluh ribu hadis dari hadis tersebut. Lalu dia memilih darinya empat ribu hadis, lalu dia pilih lagi empat ratus hadis. Dari empat ratus, ia pilih lagi empat puluh hadis dan dari empat puluh hadis, dia pilih empat kalimat saja.\u201d<\/p>\n<p>Adapun empat kalimat tersebut adalah:<\/p>\n<p>\u201cKalimat kesatu, yaitu \u201ckamu jangan mempercayakan segala sesuatu separonya kepada perempuan.\u201d Kalimat kedua: \u201cKamu jangan teperdaya oleh harta benda atas segala sesuatu.\u201d Kalimat ketiga: Janganlah kamu membebani perut dengan perkara yang di luar batas\u2019 dan kalimat keempat: Janganlah kamu mengumpulkan ilmu yang tidak bermanfaatbagimu\u2019.\u201d<\/p>\n<p>Ada empat intisari dari empat puluh ribu hadis, sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, yaitu:<\/p>\n<p>1. Jangan mempercayakan sepenuhnya semua urusan kepada wanita.<\/p>\n<p>2. Jangan menduga tidak tertipu dengan harta kekayaan, tetapi harus : berhati-hati dengan diberikannya harta kekayaan kepada kita.<\/p>\n<p>3. Jangan memasukkan makanan atau minuman yang perut kita tidak kuat menerimanya.<\/p>\n<p>Sebagaimana sabda Nabi saw., \u201cSemua asal penyakit, adalah kurang baiknya pencernakan makanan.\u201d (H.R. Daruguthni).<\/p>\n<p>Hadis di atas diriwayatkan Anas dan Ibnu As-Suni dan Abu Nu\u2019aim dari Ali, dari Ibnu Sa\u2019id dan dari Aj-Juhri. Artinya: Asal setiap penyakit berhubungan dengan perut.<\/p>\n<p>Selain menumpuk makanan dalam perut, termasuk pangkal segala penyakit juga adalah minum setelah -atau di tengahmakan sebelum makanan yang telah masuk diproses pencernakan. Mestinya penyakit yang menyangkut organ perut.<\/p>\n<p>Tentang mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat, ada seorang yang bertanya kepada Abu Hurairah: Saya ingin belajar, tapi khawatir ilmuku nanti sia-sia belaka, lalu jawabnya: Dengan engkau meninggalkan ilmu itu berarti telah menyia-nyiakan ilmu.<\/p>\n<p>Imam Syafi\u2019i berkata: Termasuk tipu muslihat setan, yaitu meninggalkan perbuatan karena khawatir orang lain menganggap riya, karena menyucikan perbuatan sampai 10096 terlepas dari unsur setan secara keseluruhan itu sulit. Andaikata kita memahami ibadah secara sempurna, kita akan sulit melakukan satu ibadah pun. Hal tersebut menimbulkan pengangguran, sedangkan pengangguran itu merupakan akhir tujuan setan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, sebagian ulama mengatakan, \u201cBerjalanlah kamu kepada Allah, sekalipun dalam keadaan pincang dan terseok-seok.\u201d<\/p>\n<p>Imam Syafii r.a. berkata, \u201cBarangsiapa yang belajar Alqur-an, besarlah harga dirinya, barangsiapa yang belajar fikih, mulialah kedudukannya: barangsiapa yang menulis hadis, kuatlah hujahnya: barangsiapa yang belajar hisab (hitungan), sehatlah pikirannya, barangsiapa yang belajar bahasa Arab, haluslah tabiatnya: dan barangsiapa yang tidak menjaga dirinya, \u201d tidaklah bermanfaat ilmu baginya.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71824\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"24\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-71824\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71824\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"24\"><b>24. Empat Perkara yang Dikalahkan oleh Nabi Yahya a.s.<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-71824\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-71824\" data-tab=\"24\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Muhammad bin Ahmad r.a., dia berkomentar mengenai firman Allah Azza wa Jalla, \u201c\u2026. menjadi ikutan, menahan diri dan seorang Nabi dari keturunan orang-orang saleh.\u201d (Q.S. Aali Imran: 39).<\/p>\n<p>Beliau berkomentar,\u00a0\u201cAllah menyebutkan, bahwa si hamba bernama Yahya menjadi ikutan, karena kemenangannya atas empat hal: Hawa nafsu, iblis, lisan dan kemarahan.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71825\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"25\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-71825\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-71825\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"25\"><b>25. Empat Faktor yang Menegakkan Agama dan Dunia<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-71825\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-71825\" data-tab=\"25\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sayidina Ali r.a., dia berkata, \u201cAgama dan dunia senantiasa akan tetap berdiri tegak, selama ada empat perkara: Yaitu selama orang-orang kaya tidak kikir dengan apaapa yang telah diberikan kepadanya, selama para ulama masih mengamalkan apa-apa yang diketahuinya, selama orang-orang bodoh tidak sombong dari perkara yang tidak diketahuinya dan selama orangorang fakir tidak menjual akhiratnya dengan dunia.\u201d<\/p>\n<p>Jadi, agama dan dunia akan tetap utuh selama orang-orang kaya tidak menahan untuk memberi kepada orang yang meminta sebagian rezeki rang telah diberikan Allah swt. kepada mereka dan mereka tidak menahan kewajiban atas mereka, selama para ulama memerintahkan yang makruf dan mencegah yang mungkar, selama orang-orang bodoh tidak merintangi orang yang belajar tentang sesuatu yang tidak mereka ketahui dan selama orang-orang fakir tidak meninggalkan agama dengan mengambil perkara-perkara dunia. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Bersambung \u2026. )<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(*\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Pembelajar Khazanah Keilmuan Islam.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13539,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[47,170],"class_list":["post-13567","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-kitab-kuning","blog-kat-nasehat-ulama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (24): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (24): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-22T00:45:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"689\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"491\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/\",\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (24): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"datePublished\":\"2024-07-18T00:41:11+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-22T00:45:47+00:00\",\"description\":\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"width\":689,\"height\":491,\"caption\":\"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (24): Nasehat yang Berisi Empat Perkara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (24): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (24): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2024-08-22T00:45:47+00:00","og_image":[{"width":689,"height":491,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/","name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (24): Nasehat yang Berisi Empat Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","datePublished":"2024-07-18T00:41:11+00:00","dateModified":"2024-08-22T00:45:47+00:00","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","width":689,"height":491,"caption":"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-24-nasehat-yang-berisi-empat-perkara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (24): Nasehat yang Berisi Empat Perkara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/13567","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13567"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13567"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=13567"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}