{"id":13572,"date":"2024-07-23T09:25:25","date_gmt":"2024-07-23T01:25:25","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=13572"},"modified":"2024-08-22T09:39:05","modified_gmt":"2024-08-22T01:39:05","slug":"terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/","title":{"rendered":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (29): Nasehat yang Berisi Lima Perkara"},"content":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>\u00a0<\/em>*)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang tasawwuf dan etika Islam yang ditulis oleh salah satu ulama Nusantara Abad ke-19 dari Banten, yaitu Syekh Nawawi al-Bantani rahimahullah. Kitab Nashoihul Ibad berisi banyak nasehat dalam berbagai aspek kehidupan dan panduan praktis tentang kehidupan spiritual, moralitas, dan etika bagi umat Islam.<\/p>\n<div class=\"read-page--content\">\n<div class=\"article-content-body article-content-body_with-aside\" data-component=\"desktop:read-page:article-content-body\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body\">\n<div class=\"article-content-body__item-page \" data-page=\"1\" data-title=\"\">\n<div class=\"article-content-body__item-content\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:text\">\n<p>Salah satu fokus utama kitab Nashoihul \u2018Ibad adalah penekanan pada pentingnya berakhlakul karimah dan menjalani kehidupan yang bermartabat sesuai dengan Tuntunan Islam. Syekh Nawawi al-Bantani mengajarkan Nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, tolong-menolong, dan kasih sayang sebagai pondasi yang kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Kitab ini\u00a0juga mengulas masalah-masalah etika dan perilaku yang sering dihadapi oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, terkait bagaimana menghadapi cobaan, mengendalikan emosi, dan mengatasi godaan dalam menjalani kehidupan spiritual.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Berikut ini Seri Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani, dan untuk Bagian Kedua Puluh Sembilan ini memuat Terjemah dari Bab (4): <b>Nasehat yang Berisi Lima Perkara, <\/b>sambungan dari Bab yang sama dari seri sebelumnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>6. Tanda Orang yang Bertakwa Ada Lima<\/b><\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-content-2096\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-2096\" data-tab=\"6\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Utsman r.a., \u201cLima tanda orang yang bertakwa, yaitu pertama, tidak duduk bersama selain dengan orang yang menjadi baik agamanya bila bersama orang tersebut dan bisa menahan kemaluan dan ucapannya: kedua, apabila \u2013 ditimpa sesuatu yang berat di dunianya, dia melihat akan bahayanya: ketiga, apabila ditimpa sedikit saja dari agamanya, dia menjadikan hal itu sebagai sesuatu yang menguntungkan: keempat, tidak memenuhi perutnya dengan barang halal karena takut bercampur dengan barang haram, kelima, memandang bahwa orang lain selamat dan memandang dirinya sendiri celaka.\u201d<\/p>\n<p>Menurut Utsman, ada lima tanda orang yang bertakwa:<\/p>\n<p>1. Berteman dengan orang yang saleh dan menjaga dirinya dari kebinalan nafsu seks dan ucapannya.<\/p>\n<p>2. Jika ditimpa musibah mengenai dunia, maka dia melihat akibat buruknya,<\/p>\n<p>3. Jika ditimpa sedikit mengenai akhirat, maka dia berkeyakinan bahwa hal itu suatu keuntungan yang besar.<\/p>\n<p>4. Perutnya tidak dipenuhi dengan perkara yang halal karena takut dicampuri yang haram.<\/p>\n<p>5. Melihat bahwa orang lain selamat dari kecelakaan karena mereka beribadah kepada Allah swt. dengan baik, namun dia melihat dirinya sendiri berada dalam kecelakaan karena dosa yang timbul dari kejelekan ibadahnya kepada Allah swr. Diriwayatkan, bahwa sesungguhnya Nabi saw. bersabda:<\/p>\n<p>\u201cSeorang hamba tidak dapat mencapai tingkat orang-orang takwa sampai ia mau meninggalkan sesuatu yang tidak berbahaya bagi dirinya, karena khawatir jangan-jangan berbahaya.\u201d (H.R. At-Tirmidzi dan Al-Hakim).<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-2097\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"7\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-2097\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-2097\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"7\"><b>7. Lima Perkara yang Menjadi Kendala Bagi Terbentuk Pribadi yang Saleh<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-2097\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-2097\" data-tab=\"7\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Ali r.a., \u201cAndaikan tiada lima perkara, niscaya seluruh manusia itu saleh, yaitu puas dengan kebodohannya, rakus terhadap dunia, kikir memberikan kelebihan yang ada, riya. dalam beramal dan membanggakan kehebatan akalnya.\u201d<\/p>\n<p>Kebodohan di sini, adalah kebodohan dalam pengetahuan agama. Tentang puas menjadi orang bodoh, Nabi bersabda, \u201cAllah murka terhadap setiap ilmuwan dunia, tetapi bodoh ilmu-ilmu akhirat.\u201d (H.R. Al-Hakim).<\/p>\n<p>Dalam hadis lain Nabi bersabda, \u201cDosa orang alim satu, tapi dosa orang bodoh terhitung dua.\u201d (H.R, Ad-Dailami).<\/p>\n<p>Tentang rakus terhadap dunia, Nabi saw. bersabda, \u201cZuhud terhadap dunia akan menjadikan hati dan badan enak,: sedang cinta padanya akan menjadikan hati dan badan lelah.\u201d<\/p>\n<p>Diriwayatkan, bahwa sesungguhnya beliau saw. juga bersabda:<\/p>\n<p>\u201cAlangkah baiknya dunia bagi orang yang menjadikannya bekal untuk akhiratnya, hingga dia diridai Tuhannya dan alangkah jeleknya dunia bagi orang yang dihalangi olehnya dari akhiratnya dan dicegah dari rida Tuhannya.\u201d (H.R. Al-Hakim).<\/p>\n<p>Yang dimaksud dengan riya dalam beramal, ialah berbuat yang tanpa didasari ikhlas, atau berbuat karena mengharapkan sesuatu dari selain Allah Ta\u2019ala. Dalam hai ini Nabi saw. bersabda:<\/p>\n<p>\u201cOrang yang paling dahsyat siksanya di hari Kiamat, ialah orang yang memberitahukan kepada orang, bahwa dalam dirinya ada kebaikan, padahal tidak ada.\u201d (H.R. Ad-Dailami).<\/p>\n<p>Pada hadis lain diriwayatkan, bahwa sesungguhnya Nabi saw. bersabda:<\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa yang pamer diri kepada orang lain tentang ketakwaan lebih dari yang ada pada dirinya, maka dia adalah orang yang munafik.\u201d (H.R. Bukhari)<\/p>\n<p>Diriwayatkan, bahwa sesungguhnya Nabi saw. bersabda, \u201cSesungguhnya Allah mengharamkan surga bagi semua orang yang riya.\u201d (H.R. Abu Nu\u2019aim).<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-2098\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"8\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-2098\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-2098\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"8\"><b>8. Lima Kemuliaan Nabi saw.<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-2098\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-2098\" data-tab=\"8\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari jumhur ulama -semoga rahmat Allah dilimpahkan kepada mereka, \u201cSesungguhnya Allah memuliakan Nabi-Nya, yaitu Muhammad saw. dengan lima kemuliaan, yaitu Dia memuliakannya dengan nama, jasmani, pemberian, kesalahan dan keridaan. Kemuliaan dengan nama, ialah Dia menyerunya dengan sebutan Rasul, tidak dengan namanya, sebagaimana Dia menyeru nabi yang lain, seperti Adam, Nuh, Ibrahim dan lain-lainnya. Kemuliaan dengan jasmani, ialah apabila Nabi memohon sesuatu, maka Dia mengabulkannya secara langsung dan hal itu tidak Dia lakukan kepada para nabi lain. Kemuliaan dengan pemberian, ialah Dia memberi kepadanya tanpa permintaan darinya. Kemuliaan dengan kesalahan, ialah Dia telah memaafkannya sebelum berbuat dosa. Dan kemuliaan dengan keridaan, ialah Dia tidak menolak fidyah, sedekah dan nafkahnya, sebagaimana Dia menolak hal itu dari nabi lain.\u201d<\/p>\n<p>Para nabi selain Muhammad, selalu dipanggil dengan menyebut namanya, semacam Nabi Adam, Nuh, Ibrahim dan lainnya. Tapi Muhammad tidak pernah dipanggil namanya, melainkan dengan sebutan Rasul, sebagaimana dalam ayat,\u00a0\u201cWahai, Rasul, tabligkanlah apa-apa yang diturunkan kepadamu.\u201d<\/p>\n<p>Demikian dalam saat turun wahyu. Datam waktu perjuangan pernah beliau dipanggil dengan sebutan namanya, yaitu di kala Mikraj, Allah berfirman, \u201cWahai, Muhammad, mintalah engkau pasti akan diberi.\u201d<\/p>\n<p>Kemuliaan dengan jasmani, ialah apabila Nabi saw. memohon sesuatu, maka Allah swt. menjawabnya dengan Zat-Nya dan itu tidak Dia lakukan terhadap para nabi lain, seperti Nabi saw. mengembalikan mata Qatadah setelah matanya itu jatuh ke pipinya, Nabi memohon kepada Allah swt. agar mata Qatadah yang jatuh ke pipinya dikembalikan lagi seperti semula, dan Allah mengabulkan permintaannya itu.<\/p>\n<p>Kemuliaan dengan pemberian, ialah Nabi dikarunia anugerah tanpa memintanya, sebagaimana Allah swt. berfirman,\u00a0\u201cSesungguhnya Kami memberi kepadamu anugerah yang besar.\u201d (Q.S. Al-Kautsar: 1).<\/p>\n<p>Dalam firman-Nya yang lain,\u00a0\u201cDan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu hatimu menjadi puas.\u201d : (Q.S. Adh-Dhuha: 5).<\/p>\n<p>Kemuliaan dengan kesalahan, ialah Allah swt. telah memaafkannya sebelum berbuat dosa. Allah telah memaafkan segala sesuatu yang terjadi padanya, yaitu meninggalkan yang lebih utama dan lebih pantas dan bukan dosa seperti yang kita lakukan.-Allah berfirman,\u00a0\u201cAllah mengampuni kesalahan darimu. \u201c<\/p>\n<p>Tentang tidak bakal ditolaknya fidyah maupun sedekah dan nafkah Nabi, sebagaimana terbukti pada binatang kurban yang beliau keluarkan atas nama segenap umatnya, juga pernah membayar kafarat untuk umatnya, karena bersetubuh pada siang hari di bulan Ramadan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-2099\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"9\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-2099\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-2099\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"9\"><b>9. Lima Bekal Untuk Meraih Kebahagiaan<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-2099\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-2099\" data-tab=\"9\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ashr.a., \u201cLima hal, jika dimiliki seseorang, maka ia berbahagia di dunia dan di akhirat, yaitu pertama, menyebut \u2018Laa Ilaaha Illallaah Muhammadur Rasuulullaah\u2019 dari waktu ke waktu: kedua, jika diterima bencana, menyebut: \u2018Innaa lillaahi wa inna ilaihi raaji\u2019uun, wa laa haula wa laa guwwata illaa billaa hil \u2018aliyyil \u2018azhiim: ketiga, jika dianugerahi nikmat, menyebut: \u2018Alhamdu lillaahi Rabbil \u2018aalamiin\u2019 sebagai mensyukuri nikmat tersebut: keempat, bila memulai sesuatu, mengucap: \u2018Bismillaahir rahmaanir rahiim\u2019: dan kelima, jika terlanjur berbuat dosa, mengucap \u2018Astaghfirullaahal \u2018azhiim wa atuubu ilaih\u2019.\u201d<\/p>\n<p>Tentang kalimat, \u201cTiada Tuhan melamkan Allah Muhammad adalah utusan Allah\u201d,<\/p>\n<p>adalah sebagaimana sabda Nabi saw., \u201cPerbanyaklah zikir kepada Allah -Azza wa Jallapada setiap keadaan, karena tidak ada amal yang paling disukai oleh Allah dan lebih dapat menyelematkan hamba dari kejelekan di dunia dan akhirat, selam zikir kepada Allah.\u201d\u00a0 (H.R. Ibnu Sharshari).<\/p>\n<p>Tentang kalimat:<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya kita semua milik Allah dan kepadanya kita akan kembali: Tiada daya upaya dan tiada kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung\u201d,<\/p>\n<p>adalah sebagaimana sabda Nabi saw.:<\/p>\n<p>\u201cJanganlah memperbanyak ucapan. selain zikir kepada Allah, karena sesungguhnya banyak ucapan yang bukan zikir kepada Allah itu akan menjadikan hati keras dan sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang hatinya keras.\u201d (H.R. At-Tirmidzi). .<\/p>\n<p>Tentang kalimat:<\/p>\n<p>\u201cSegala puji bagi Aliah Tuhan semesta alam\u201d, . sebagaimana dinyatakan dalam hadis Nabi saw.:<\/p>\n<p>\u201cUcapan yang paling disukai Allah ada empat, yaitu: \u2018Subhaanallaah\u2019, \u2018walhamdu lillaah\u2019, \u2018wa laa ilaaha illallaah\u2019, \u2018wallaahu akbar\u2019 dan boleh saja kamu mulai membacanya dari mana pun.\u201d (H.R. Muslim dan An-Nasai).<\/p>\n<p>Dalam hadis lain Nabi bersabda:<\/p>\n<p>\u201cUcapkanlah \u2018Laa ilaaha illallaah wallaahu akbar\u2019, ucapkanlah:. \u2018Subhaanallaah walhamdu lillaah\u2019 dan ucapkanlah \u201cTabaarakallaah\u2019.<\/p>\n<p>Maka sesungguhnya kelima kalimat ini tiada sesuatu pun yang menandinginya.\u201d (H.R. Ibnu Sharshari).<\/p>\n<p>Adapun mengucapkan \u201cBismillaahir rahmaanir rahiim\u201d apabila memulai sesuatu perbuatan, Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda:<\/p>\n<p>\u201cSetiap perkara yang mempunyai tingkah yang baik, jika tidak dimulai dengan menyebut asma Allah, maka perkara itu terputus (tidak membawa berkah).\u201d (H.R. Ibnu Hibban). \u2018<\/p>\n<p>Adapun mengucapkan \u2018Astaghfirullaahal \u2018azhiim wa atuubu ilaihi\u2019, apabila terlanjur berbuat dosa. Anas bin Malik r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda:<\/p>\n<p>\u201cApakah aku perlu memberitakan kepadamu penyakitmu dan obat \u2018 untukmu? Sesungguhnya penyakitmu adalah dosa-dosa, dan obat untukmu adalah istigfar.\u201d | (H.R. Ad-Dailami).<\/p>\n<p>Pada hadis lain, Ibnu Abbas r.a. menyatakan, bahwa Rasulullah saw. bersabda:<\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa yang membiasakan istigfar, maka Allah menjadikan baginya keluar dari setiap kesempitan, terbuka dari setiap kesusahan, dan Dia memberi rezeki kepadanya dengan tidak disangka-sangka.\u201d (H.R. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).<\/p>\n<p>Dari Abu Bakar r.a. juga, dari Nabi saw., beliau bersabda:<\/p>\n<p>\u201cKamu harus selalu membaca \u2018Laa ilaaha illallaah\u2019 dan istigfar, perbanyaklah itu, karena sesungguhnya iblis berkata: Aku telah merusak manusia dengan dosa-dosa, namun mereka telah merusakku dengan \u2018Laa ilaaha illallaah\u2019 dan istigfar, ketika aku melihat hal itu, maka aku merusak mereka dengan keinginan-keinginan nafsunya, dan mereka menduga bahwa mereka mendapatkan petunjuk.\u201d (H.R: Imam Ahmad dan Abu Ya\u2019!a).<\/p>\n<p>Al-Faqiih Abu Laits berkata: \u201cBarangsiapa yang memelihara tujuh kalimat, maka di sisi Allah dan para malaikat-Nya, dia adalah orang yang mulia, dan Allah mengampuni dosa-dosanya, walaupun keadaan dosa itu laksana buih lautan, dia akan menemukan manisnya taat, dan keadaan hidup serta matinya menjadi kebaikan.\u201d Kalimat tersebut adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Ketika memulai sesuatu dia membaca Basmalah.<\/li>\n<\/ol>\n<p>2. Ketika selesai melakukan sesuatu, dia membaca Hamdalah.<\/p>\n<p>3. Ketika terlanjur mengucapkan perkataan yang tidak berguna, dia membaca Astaghfirullah.<\/p>\n<p>4. Jika dia ingin melakukan sesuatu, dia mengucapkan insya Allah.<\/p>\n<p>5. Jika dia ditimpa suatu perbuatan yang tidak disukai, dia mengucapkan \u2018Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil \u2018aliyyil \u2018azhiim\u2019.<\/p>\n<p>6. Manakala terkena musibah, dia mengucapkan \u2018Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji\u2019uun\u2019.<\/p>\n<p>7. Pada waktu malam dan siang, lisannya senantiasa membaca kalimat \u2018Laa ilaaha illallaah Muhammadur rasuulullaah\u2019.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-20910\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"10\"><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-title-20910\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"tab\" aria-controls=\"elementor-tab-content-20910\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\" data-tab=\"10\"><b>10. Lima Nasihat dari Kitab Taurat<\/b><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-20910\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"tabpanel\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-20910\" data-tab=\"10\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari Al-Hasan Al-Bashri -semoga Allah memberi rahmat kepadanya-, dia berkata, \u201cDitulis dalam kitab Taurat lima huruf, yaitu sesungguhnya kecukupan berada dalam qanaah, sesungguhnya keselamatan berada dalam \u2018Uzlah, sesungguhnya kehormatan berada dalam meninggalkan syahwat, sesungguhnya kenikmatan berada dalam hari-hari yang panjang, dan sesungguhnya kesabaran berada dalam hari-hari yang sedikit.\u201d<\/p>\n<p>Qanaah, ialah puas dengan bagian dari Allah, dan tetap seperti itu jika tidak mendapat sesuatu yang diharapkan. Uzlah, ialah sengajz mengasingkan diri dari pergaulan manusia. Sedangkan sabar di sini, ialah ketabahan dalam menanggung beban selagi menunaikan perintah agama, dirundung musibah dan beban selagi menghindari larangan agama. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Bersambung \u2026. )<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(*\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Pembelajar Khazanah Keilmuan Islam.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13539,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[47,170],"class_list":["post-13572","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-kitab-kuning","blog-kat-nasehat-ulama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (29): Nasehat yang Berisi Lima Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (29): Nasehat yang Berisi Lima Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-22T01:39:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"689\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"491\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\\\/\",\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (29): Nasehat yang Berisi Lima Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"datePublished\":\"2024-07-23T01:25:25+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-22T01:39:05+00:00\",\"description\":\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg\",\"width\":689,\"height\":491,\"caption\":\"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (29): Nasehat yang Berisi Lima Perkara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (29): Nasehat yang Berisi Lima Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (29): Nasehat yang Berisi Lima Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2024-08-22T01:39:05+00:00","og_image":[{"width":689,"height":491,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/","name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (29): Nasehat yang Berisi Lima Perkara - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","datePublished":"2024-07-23T01:25:25+00:00","dateModified":"2024-08-22T01:39:05+00:00","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab Nashoihul \u2018Ibad ( \u0646\u0635\u0627\u0626\u062d \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f ) adalah salah satu kitab klasik dalam literatur Islam, dalam bidang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kitab-Nashaihul-Ibad-karya-Syaikh-Nawawi-Ibnu-Umar-al-Jawi-al-Bantani.jpg","width":689,"height":491,"caption":"Kitab Nashaihul Ibad karya Syaikh Nawawi Ibnu Umar al-Jawi al-Bantani"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-syaikh-nawawi-al-bantani-29-nasehat-yang-berisi-lima-perkara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Kitab Nashoihul \u2018Ibad Syaikh Nawawi al-Bantani (29): Nasehat yang Berisi Lima Perkara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/13572","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13572"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13572"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=13572"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}