{"id":13656,"date":"2024-03-23T22:33:53","date_gmt":"2024-03-23T14:33:53","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=13656"},"modified":"2024-09-20T08:28:37","modified_gmt":"2024-09-20T00:28:37","slug":"terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/","title":{"rendered":"Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (17): Bab Shalat Sunnah"},"content":{"rendered":"<p>Related Post:\u00a0\u00a0<a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-12-bab-fadhilah-shalat-wajib\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (12): Bab Fadhilah Shalat Wajib<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Berikut ini sambungan dari terjemahan sebelumnya dari Kitab Irsyadul \u2018Ibad, Bab Fadhilah Shalat Wajib.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Abu Umamah ra berkata, Rasulullah saw bersabda:\u2019Allah tidak memberikan pertolongan kepada hamba tentang sesuatu (amal perbuatan) yang lebih baik daripada dua rakaat atau lebih (yangdilakukan oleh-Nya).<\/p>\n<p>Dan sesungguhnya rahmat itu ditaburkan di atas kepala hamba selama dia dalam melaksanakan shalat. Dan seorang hamba tidak akan mendekatkan diri kepada Allah yang lebih utama daripada membaca al-Qur\u2019an.\u201d (HR. Ahmad dan Tirmidzi).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cSeorang hamba yang hidup di dunia ini tidak diberi Sesuatu yang lelih baik daripada diberi pertolongan untuk melakukan shalat dua rakaat (sunah).\u201d (Thabrani).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cPahala dua rakaat fajar itu lebih utarna daripada dunia seisinya.\u201d (HR. Muslim dan Tirmidzi dari Aisyah).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: Tidak mernelihara dengan baik untuk mengerjakan dua rakaat shalat fajar (sunah) kecuali orang yang banyak bertaubat.\u201d (HR. Al-Baihaqi).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cAbu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda \u2018Apabila seseorang diantara kamu telah melakukan dua rakaat shalat fajar maka hendaklah berbaring pada lambung yang kanan.\u201d (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cSayyidah \u2018Aisyah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: Sebaik-baik dua surah yang dibaca waktu menjalankan dua rakaat shalat fajar sebelum subuh adalah Qul ya ayyuhal kafirun dan Qul wuullahu ahad.\u201d (HR. Al-Baihaqi).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari anak Abul Malih ra sesungguhnya Rasulullah saw melakukan salat dua rakaat yang pendek, kemudian aku mendengar beliau berdo\u2019a dalam keadaan duduk: \u2018Ya Allah Tuhannya Jibril, Israfil, Mikail dan Nabi Muhammad, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan api neraka. Beliau mernbacarya tiga kali.\u201d (HR. Ibnus Sunni).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cUmmu Habibah berkata, Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang memelihara dengan tekun untuk mengerjakan shalat sunah empat rakaat sebelum Shalat Dhuhur dan empat rakaat lagi sesudahnya, maka Allah mengharamkan untuk memasukkannya ke dalam api neraka.\u201d (IR. Abu Dawud dan Tirmidzi)<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Ibnu Umar ra berkata: \u2018Barangsi\u0430\u0440\u0430 yang melakukan shalat sunah empat rakaat sebelurn Asar maka Allah swt mengharamkan tubuhnya untuk masuk neraka.\u201d (HR. Thabrani).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Abdullah Al-Muzani berkata: \u2018Bersembahyang sudahlah dua rakaat sebelum Maghrib bagi orang yang mau melakukannya.\u201d (HR. Ahmad dan Abu Dawud).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cMa\u2019kul meriwayatkan dalam hadis mursalnya berkata \u201cBarangsiapa yang melakukan shalat sunah dua rakaat setelah Maghrib sebelum berkata (masalah dunia) maka dua rakaat itu akan ditulis di Illiyin.\u201d (HR. Abdur Razzaq).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Hudzaifah berkata: \u2018Bergegaslah melakukan dua rakaat shalat sunah sesudah Maghrib agar dua rakaat itu diangkat ke sisi Tuhan bersama amal Shalat Maghribnya.\u201d (HR. Al-Baihaqi).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Ummu Salamah berkata: Rasulullah saw apabila selesai Shalat Maghrib masuk ke dalam rumahnya, lalu shalat dua rakaat sunah, kernudian berdo\u2019a, dimana sebagian do\u2019anya adalah:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u2018Wahai Tuhan yang memutar balik kehendak hati, teguhkan hatiku untukku memegang agama-Mu.\u201d (HR. Ibnus Sunni).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Abu Hurairal ra berkata, Rasulullah saw bersabda: \u2018Barangsi\u0430\u0440\u0430 yang melakukan salat sunah setelah Shalat Maghrib sebanyak enam rakaat dan tidak berkata jahat antara enam rakaat itu, maka enam rakaat sunah itu bisa menyamai ibadah selama dua belas tahun.\u201d (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Ibnu Umar berkata, Rasulullah saw bersabda: \u2018Barangsiapa yang melakukan salat sunah setelah Shalat Maghrib sebelum berkata sebanyak enam rakaat maka diampuni dosa sepanjang lima puluh tahun.\u201d (HR. Ibnu Nashar)<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Muhammad bin Al-Munkadir ra berkata \u2018Barangsiapa yang melakukan shalat sunah antara Maghrib dan Isyal maka sesungguhnya shalat tersebut adalah shalat orang-orang yang taubat.\u201d (Ibnu Nasar).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Muhammad bin Al-Munkadir berkata: \u2018Aku Pernah shalat sunah bersama Nabi saw dua rakaat setelah Isya.\u201d (HR. Bukhari Muslim).<\/p>\n<p>Imam Nawawi berkata dalam litab Al-Majmu,\u2019 disunahkan menjalankan shalat sunah dua rakaat sebelum Shalat Isya\u2019 sebab ada hadis sebagai berikut:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201dDiantara adzan dan iqamat ada shalat sunah (yang dilakukan).\u201d<\/p>\n<p>Imam Nawawi juga berkata: Diwajibkan niat dengan menentukan apakah shalat sunah itu qabliyah atau ba\u2019diyah sekalipun seseorang tidak mengakhirkan salat sunah qabliyah, begitu juga tiap salat wajib yang mempunyai shalat sunah ba\u2019diyah dan qabliyah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Abu Ayyub ra berkata, Rasulullah saw bersabda: Shalat sunah witir itu hak bagi orang muslim, barangsiapa yang senang melakukan shalat sunah witir lima rakaat maka lakukanlah. Barangsiapa yang suka melakukan shalat witir tiga rakaat maka lakukanlah. Barangsiapa yang suka melakukan shalat witir satu rakaat saja maka lakukanlah.\u201d (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cLakukanlah shalat witir lima, tujuh, sernbilan atau sebelas rakaat.\u201d (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Jabir ra berkata, Rasulullah saw bersabda: \u201dBarangsiapa yang khawatir tidak bisa melakukan salat di akhir malam maka hendaklah berwitir pada permulaan malam. Barangsiapa yang berkeinginan untuk shalat di akhirnya maka hendaklah berwitir pada akhirnya, sebab sesungguhnya shalat pada akhir malam itu disaksikan oleh para malaikat. Dan itulah yang tebih afdhal.\u201d (HR. Muslim dan Tirmidzi).<\/p>\n<p>Dalam riwayat disebutkan:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cSayyidah Aisyah pernah ditanya: \u2018Dengan bacaan apakah Rasulullah melakukan shalat witir?\u2019 Lalu beliau menjawab: \u2018Rasulullah melakukan shalat witir dimana rakaat pertama membaca sabbihisma rabothal a\u2019la, rakaat kedua qulya ayyuhalkafirundan ketiga kali gul huwallahu ahaddan surah Al-Mu\u2019awwidatain.\u201d (Nasa\u2019i dan Ibnu Majah).<\/p>\n<p>Disunahkan hendaknya seseorang membaca surah Al-Ikhlash pada rakaat ppertama pada shalat witir. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Abu Ayyub ra berkata: Rasulullah saw apabila salam dari shalat witir membaca ( \u0633\u0628\u062d\u0627\u0646 \u0627\u0644\u0645\u0644\u0643 \u0627\u0644\u0642\u062f\u0631\u0633 ) Artinya: \u2018Maha Suci Raja Yang Maha Agung, tiga kali dan mengangkat suaranya pada bacaan yang ketiga.\u201d (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).<\/p>\n<p>Dalam riwayat disebutkan:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>Ali berkata: Rasulullah saw berkata pada akhir witirnya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cYa Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dengan keridhaan-Mu agar terhindar dari kebencian-Mu dan dengan keselamatan yang Kamu berikan padaku dari siksaan-Mu, aku berlindung kepada-Mu dan ancaman-Mu, aku tidak akan membatasi pujaan pada-Mu sebagaimana Kamu memuji untuk diri-Mu sendiri.\u201d (HR. Abu Dawud dan\u2019Tirmidzi).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Abu Hurairah ra berkata: \u2018Barangsiapa yang memelihara rakaat genap Shalat Dhuha, mala dosa-dosanya akan diampuni sekalipui banyaknya seperti busa di laut.\u201d (HR. Ahmad dan\u2019Tirmidzi).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Anas ra berkata: \u2018Pahala dua rakaat shalat dhuha menyamai di sisi Allah dengan pahala haji dan umrah yang diterima Allah.\u201d (HR. Abus Syekh).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Saad berkata: \u2018Barangsiapa yang melakukan shalat dhuha satu tahun penuh maka ditulis bebas dari api neraka.\u201d (HR. Sanweh).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cAbu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: \u2018Sesungguhnya di dalam surga ada pintu yang berwarna Adhuha. Apabila terjadi hari kiamat, maka ada malaikat yang memanggil: Dimana orang- orang yang dahulu melanggengkan salat Dhuha, ini pintumu, oleh karena itu masuklah dengan rahmat Allah.\u201d (HR. Thabrani).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Abdullah bin Jarad berkata: \u2018Seorang munafik tidak akan melakukan Shalat Dhuha dan tidak akan membaca Qulya ayyuhal kafirun.\u201d (HR. Addailarni).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cUmmu Hani\u2019 ra berkata: \u2018Sesungguhnya Nabi saw pernah masuk rumahku pada hari penaklukan Kota Makkah, lalu mandi dan melakukan shalat delapan rakaat, aku tidak pernah melihat shalat yang lebih cepat daripada shalat tersebut, hanya saja Nabi menyempurnakan rukuk dan sujud dengan baik. Shalat tersebut adalah dhuha,\u201d (Bukhari dan Muslim).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Uqbah bin Amin ra berkata: \u2018Shalatlah dua rakaat Dhuha dengan membaca dua surah yang menyebut dhuha yaitu Wasyamsi dhuhaha dan Wadh dual.\u201d<\/p>\n<p>Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Al-Uqaili, sesungguhnya Rasulullah saw membaca dalam dua rakaat dhuha Qulya ayyuhal hafirun dan Qul huwallahu ahad. Begitu juga ada hadis yang menerangkan bahwa Nabi saw setelah shalat dhuha memb\u0430\u0441\u0430:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cWahai Tuhanku ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat lagi Maha Pengampun, dibaca seratus kali.\u201d<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: \u2018Shalat yang paling utama setelah shalat fardu adalah shalat malam. (HR. Muslim).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Ja\u2019far ra berkata, Rasulullah saw bersabda: \u2018Dua rakaat yang dilakukan di pertengahan malam bisa melebur beb\u0435\u0433\u0430\u0440\u0430 kesalahan.\u201d (HR. Dailami).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cSayidina Bilal ra berkata, Rasulullah saw bersabda: \u2018Hendaklah kamu senantiasa menjalankan shalat malam, sebab sesungguhnya shalat malam adalah kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang sholeh sebelummu, pendekatan diri pada Allah, mencegah dari dosa, menghapus beberapa kejahatan dan bisa menolak penyakit yang menyerang tubuh.\u201d (HR. Ahmad dan Tirmidzi).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Hasan bin Athiyah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: \u2018Dua rakaat yang dilakukan oleh Ibnu Adam pada pertengahan malam yang terakhir lebih baik daripada dunia dan seisinya, seandainya aku tidak memberatkan pada umatku niscaya kuwajibkan dua rakaat tersebut kepada mereka.\u201d (HR. Ibnu Nasar).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Jabir ra berkata, Rasulullah saw bersabda: \u2018Sesungguhnya di waktu malam itu ada suatu saat dimana seorang muslim tidak akan menepatinya untuk merninta pada Allah swt tentang masalah dunia dan akhirat kecuali akan diberi oleh Allah, sedernikian itu pada tiap malam.\u201d (Muslim).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cTuhan kami menurunkan perintahnya ke langit dunia ini pada tiap malam, ketika sepertiga malam yang terakhir, lalu Allah swt berfirman: \u2018Barangsiapa yang berdo\u2019a kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkan padanya dan barangsiapa yang merninta kepada-Ku Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang minta ampun kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosanya.\u201d (HR. Bukhari).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u2018Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: Semoga Allah memberi rahmat kepada orang lelaki yang bangun malam, lalu menjalankan shalat dan membangunkan istrinya lalu turut shalat. Apabila sang isteri tidak mau, maka sang suami memercikkan air dimuka sang isteri.<\/p>\n<p>Semoga Allah memberikan rahmat kepada seorang isteri yang bangun di waktu malam, lalu mengerjakan shalat dan membangunkan suarninya, lalu sang suami melakukan shalat. Apabila sang suami tidak mau maka sang isteri memercikkanairdimukasangsuamni.\u201d (HR. Abu Dawud dan Ahmad).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cAbu Hurairah saw berkata, Rasulullah saw bersabda: Apabila seorang lelaki bangun di waktu malarn, lalu membangunkan istrinya, mereka sama shalat dua rakaat maka termasuk orang-orang (lelaki dan perempuan) yang banyak berdzikir.\u201d (HR. Abu Dawud dan Nasa\u2019i).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Aisyah berkata, Rasulullah saw bersabda \u201cTiadalah seseorang yang menjalankan shalat di waktu malam lalu tertidur sehingga tidak melanjutkan shalatnya kecuali dia mendapat pahala shalatnya sedang tidurnya merupakan keuntungan baginya ibarat mendapat sedekah.\u201d (HR. Abu Dawud).<\/p>\n<p>Dari Abdullah bin Amar bin Al Ash berkata, Rasulullah bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cWahai Abdullah, janganlah kamu seperti fulan yang melakukan salam malam, lalu meninggalkannya.\u201d (HR. Bukhari dan Muslim).<\/p>\n<p><strong>Kisah-kisah<\/strong><\/p>\n<p>Al-Yafi\u2019i pernah bercerita dari Syekh Abu Bakar Adh Dharir Ada seorang pemuda yang tampan, berpuasa terus di waktu siang dan kalau malam senantiasa salat, tidak pernah tidur. Pada suatu hari dating kepadaku dan berkata: \u201cWahai ustadz, sesungguhnya aku semalam tertidur, hingga aku tidak bisa melaksanakan wiridku, lalu aku bermimpi seolah-olah kamarku untuk shalat terbelah.<\/p>\n<p>Seolah-olah aku melihat perempuan-perempuan yang aku belum pernah melihat wajah yang secantik daripada mereka, ternyata mereka keluar dari kamarku. Tahu tahu ada seorang wanita yang jelek lagi banyak cakap, aku tidak pernah melihat wajah yang sejelek dan wanita satu ini, lalu aku berkata: \u2018Milik siapa kamu semua dan milik siapa wanita yang satu ini?\u2019<\/p>\n<p>Mereka menjawab: \u2018Aku adalah beberapa malammu yang telah lewat dan ini malam yang kamu gunakan tidur, seandainya kamu mati pada<\/p>\n<p>malam itu, maka wanita jelek ini yang menjadi milikmu.\u2019 Lalu berteriak, hingga sekaligus meninggal dunia dalam keadaan tertelungkup.<\/p>\n<p>Ada suatu cerita dari sebagian Orang-orang saleh berkata: Aku pernah melihat Sofyan Ats Tsauri di waktu tidur, setelah Sofyan meninggal dunia, lalu aku berkata kepadanya: \u2018Bagaimana keadaanmu wahai Abu Said (panggilan untuk Sofyan)?\u2019 Lalu berpaling dariku dan berkata: \u2018Sekarang ini tidak masanya mernanggil dengan nama panggilan (Kunyah).\u2019 Lalu aku berkata: \u2018Bagaimana keadaanmu wahai Sofyan?\u2019 Lalu dia berkata dengan syair sebagai berikut:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cAku melihat Tuhanku dengan jelas (tanpa tabir) lalu Tuhanku berfirman kepadaku: \u2018Sungguh kamu dahulu (di dunia) sering melakukan shalat malam apabila malam telah gelap dengan kepedihan orang yang rindu kepada-Ku dan hati yang sedih. Oleh karena itu, sekarang pilihlah istana yang kamu inginkan dan berkunjunglah kepada-Ku, sesungguhnya Aku tiadalah jauh darimu.\u201d<\/p>\n<p>Dalam sebuah riwayat disebutkan:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p><em>\u201cDari Ibnu Abbas ra berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib: \u201cWahai Abbas, wahai pamanku maukah kamu saya beri, saya beri hadiah dan saya berbuat sesuatu untukmu yaitu saya berbuat padamu sepuluh macam. Apabila kamu bisa melakukannya kamu akan diampuni dosamu oleh Allah, dosa yang pertama maupun yang terakhir, yang dahulu maupun yang baru, kekeliruan, kesengajaan, yang kecil atau yang besar, yang rahasia (dilakukan sendiri, tidak ada orang yang tahu) atau di muka orang.<\/em><\/p>\n<p><em>Hendaknya kamu melakukan shalat empat rakaat. Pada tiap rakaat, kamu baca surah Al-Fatihah dan satu surah lagi. Apabila kamu telah selesai membaca, sedang kamu masih berdiri maka bacalah, Subhanallah wal hamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar lima belas kali. Lalu kamu rukuk dan bacalah lagi kalimat tersebut sepuluh kali Kemudian kamu bangun dari rukuk, lalu bacalah sepuluh kali.<\/em><\/p>\n<p><em>Kemudian kamu bersujud, bacalah sepuluh kali. Kemudian kamu bangun dari sujud, lalu bacalah sepuluh kali. Jumlah seluruh bacaan itu adalah tujuh puluh lima pada tiap rakaat. Kamu lakukan hal itu pada tiap rakaat untuk satu shalat yang banyaknya empat rakaat. Apabila kamu sanggup menjalankannya pada tiap hari maka lakukanlah. Apabila kamu tidak melakukannya maka jalankan pada tiap satu Jum\u2019at satu kali.<\/em><\/p>\n<p><em>Apabila tidak bisa maka lakukanlah setiap bulan satu kali. Apabila kamu tidak bisa melakukannya maka lakukanlah pada tiap satu tahun sekali. Apabila kamu tidak bisa maka lakukanlah pada satu umur sekali.\u201d<\/em> (HR. Abu Dawud dan Al-Hakim. Hadits sahih menurut Ibnu Huzaimah dan hadis Hasan menurut Ibnu Hajar Al-Hafidh.).<\/p>\n<p>Ketahuilah sesungguhnya shalat tasbih seperti di atas adalah dianjurkan, hendaknya seseorang membiasakannya untuk setiap masa, dan jangan sampai lalai tidak melakukannya, demikian dikatakan oleh Abdullah bin Al-Mubarak dan beberapa ulama.<\/p>\n<p>Tajuddin Assubki berkata: \u201cShalat Tasbih termasuk ajaran yang penting di dalam agama Islam. Oleh karena itu layak kiranya bagi seseorang untuk senang menjalankannya. Barangsiapa telah mendengar hadis yang menerangkan keagungan fadilahnya, lantas mengabaikannya, maka dia termasuk orang yang meremehkan ajaran agama, tidak mau mengerjakan amal perbuatan orang shaleh dan tidak termasuk orang yang ahli mengerjakan kebaikan.\u201d<\/p>\n<p>Ibnu Abis Saif Al-Yamani berkata: \u201cDisunahkan menjalankan shalat tasbih di waktu matahari condong ke barat pada hari Jum\u2019at. Pada rakaat yang pertama setelah membaca Fatihah hendaknya membaca surah Attakatsur. Untuk rakaat kedua (setelah Fatihah) membaca Al-Ashr. Untuk rakaat yang ketiga hendaknya membaca surah Al-Kafirun. Sedang pada rakaat keempat hendaknya membaca Al-Ikhlash.\u201d<\/p>\n<p>Kemudian setelah menyelesaikan tiga ratus tasbih (membaca subhanallah Walhamdulillah Wala Ilaha Illallah, Wallahu Akbar) dan setelah tasyahud akhir sebelum salam hendaknya membaca doa sebagai berikut:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cYa Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar diberi taufik seperti orang-orang yang mendapat petunjuk, Perbuatan orang-orang yang yakin, ketulusan dan kesungguhan orang-orang yang sering bertaubat, kegigihan orang-orang yang sabar, kesungguhan orang yang betul-betul takut kepada siksaanMu, permohonan orang-orang yang senang kepada rahmat-Mu, ibadah orang yang wira\u2019i dan makrifat para ulama sehingga aku takut pada siksaan-Mu.<\/p>\n<p>Ya Allah sesungguhnya aku mohon pada-Mu rasa takut kepada siksaan-Mu yang bisa menghalangiku untuk berbuat kedurhakaan kepada-Mu sehingga aku bisa berbuat suatu amal perbuatan yang aku bisa memperoleh keridhaan-Mu sehingga aku bisa bersungguh-sungguh dalam bertaubat, lantaran takut kepada siksaan-Mu dan sehingga aku bisa tulus untuk-Mu.<\/p>\n<p>Lantaran aku cinta pada-Mu, sehingga aku bisa menyerahkan segala urusan pada-Mu dan aku bisa bersangka baik pada-Mu. Maha Suci Tuhan Yang Menciptakan cahaya, sempurnakanlah cahaya kami untuk kami, dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa<\/p>\n<p>Atas segala sesuatu, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan yang Maha belas kasih.\u201d Kemudian salam dan berdo\u2019a untuk hajatnya.<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cZaid bin Khalid ra berkata: \u2018Barangsiapa yang berwudhu,\u2019lalu melakukan shalat dua rakaat sunnat, dengan hati yang kusyu, maka diampuni dosa-dosa yang telah lewat.\u201d (HR. Abu Dawud).<\/p>\n<p>Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Uqbah bin Amir ra berkata: Rasulullah saw bersabda: \u201cTidaklah seorang muslim yang berwudu dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat sunah dua rakaat, hati dan seluruh pikirannya terarah untuk menjalaninya dengan baik kecuali surga di tetapkan untuknya.\u201d (HR. Muslim).<\/p>\n<p>Guru kami Syekh Ibnu Hajar berkata: \u201cShalat sunah dua rakaat setelah wudhu\u2019 itu tidak disunahkan lagi, apabila seseorang terlambat menjalankannya, sekiranya bukan karena lupa.\u201d Sebagian ulama generasi terakhir ini memperbincangkan masalah tersebut, akhirnya berkesimpulan bahwa waktu shalat sunah dua rakaat wudhu\u2019 itu bisa ditangguhkan sehingga wudhu\u2019nya batal. Disunahkan dalam rakaat pertama dari shalat dua rakaat wudhu\u2019itu membaca (setelah Fatihah):<\/p>\n<p>Sampai ( ( dan pada rakaat yang kedua setelah fatihah membaca (sampai (.Menurut sebagian ulama dikatakan: \u2018Dua rakaat wudhu\u2019 itu berakhir waktunya, sehingga tidak disunahkan lagi sampai anggota wudhu\u2019nya kering.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDari Abu Dzar berkata: Aku pernah masuk ke masjid, tahu-tahu Rasulullah saw duduk sendirian, lalu bersabda: \u2018Sesungguhnya masjid itu mempunyai kehormatan, dan sesungguhnya menghormatinya adalah dengan melakukan dua rakaat tahhiyatul masjid. Oleh karena itu berdirilah dan lakukan shalat sunah dua rakaat.\u2019 Kemudian aku bangun lalu aku menjalankan shalat sunah dua rakaat, kemudian aku kembali.<\/p>\n<p>Imam Nawawi berkata: \u201cSesungguhnya shalat tahiyyatul masjid itu tidak disunahkan lagi bagi seseorang yang masuk masjid lalu duduk dalam keadaan tidak lupa, tidak bodoh sekalipun dalam masa yang pendek.\u201d<\/p>\n<p>Syekh Ibnu Hajar berkata: \u201cMenurut kaul yang aujah apabila seseorang membutuhkan untuk minum lalu duduk sebentar juga boleh menjalankan tahiyyatul masjid (contoh sedemikian ini apabila air minumnya berada di dalam masjid seperti di masjidil haram).\u201d<\/p>\n<p>Ketahuilah, sesungguhnya dua rakaat tahiyyatul masjid dan dua rakaat sesudah wudhu\u2019 itu boleh diganti dengan menjalankan shalat fardhu atau sunah yang lain, sekalipun tanpa niat kepadanya. Menurut pendapat yang aujah (lebih tepat) seseorang tidak akan memperoleh fadhilah tahiyyatul masjid dan shalat sunah setelah wudhu.\u2019<\/p>\n<p>Kecuali apabila mengerjakan shalat yang lain dicampur dengan niat tahiyyatul masjid atau sesudah wudhu.\u2019 Dan disunahkan membaca Al-Kafirun\u00a0dan Al-Ikhlash dalam sunah tahiyyatul masjid atau shalat sunah setelah Maghrib, shalat istikharah, sunah ihram dan dua rakaat setelah tawaf.<\/p>\n<p>Imam Nawawi berkata dalam kitab Al-Adzkar: \u2018Sebagian ulama syafi\u2019iyah mengatakan bahwa barangsiapa yang masuk masjid dan tidak berkesempatan untuk melakukan tahiyyatul masjid lantaran masuk dalam keadaan berhadas atau karena bekerja di dalam masjid dan lain-lain, hendaknya membaca:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cSayyidina Abu Bakar ra berkata: \u2018Tiadalah seorang hamba yang menjalankan dosa, lalu berdiri, lalu berwudhu, lalu menjalankan dua rakaat shalat sunah, kemudian minta ampun pada Allah swt kecuali diampuni oleh-Nya.\u201d (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kami dan menerima taubat kami.<\/p>\n<p>Abu Hurairah berkata: \u2018Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa yang melakukan salat malam di bulan ramadhan dengan keimanan dan ikhlas untuk mencari ridha Allah swt, maka dosa-dosanya yang lampau diampuni.\u201d (HR. Ahmad)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>Ibnu Abbas berkata: \u201cShalat hari raya Fitri dan Adha adalah kewajiban bagiorangyangakilbaligh,baik lelaki maupun perempuan.\u201d (HR. Addailami).<\/p>\n<p>Menurut keterangan hadis-hadis yang shahih, bahwa Nabi saw senantiasa menjalankan Shalat \u2018Id tersebut, tidak pernah meninggalkannya. Oleh karena itu menurut madzab Syafi\u2019I shalat Idhul<\/p>\n<p>Fitri dan Adha hukumnya sunnat muakkad dan menurut Abu Hanifah shalat tersebut wajib sebagaimana fardhu\u2019ain yang lain. Oleh karena itu bagi orang yang ingkar shalat Idhul Fitri dan Adha bisa dikatakan kafir.<\/p>\n<p>Zaid bin Tsabit berkata, Rasulullah saw bersabda:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cShalat yang dilakukan oleh salah seorang diantara kamu dirumahnya akan lebih afdhal daripada dilakukan di masjidku ini kecuali shalat wajib.\u201d (HR. Abu Dawud).<\/p>\n<p>Ibnu Abi Syaibah pernah meriwayatkan dari seorang lelaki yang menyatakan bahwa shalat sunah yang dilakukan oleh lelaki di rumahnya lebih baik daripada di lakukan dihadapan orang banyak laksana keutamaan shalat seseorang dengan berjama\u2019ah dan shalatnya dengan sendirian.<\/p>\n<p>Jabir berkata: \u201cBarangsiapa yang melakukan dua rakaat shalat sunah di tempat yang sunyi, tidak ada yang tahu kecuali para malaikat maka ditulis untuknya bebas dari api neraka.\u201d (HR. Ibnu Asakir).<\/p>\n<p>Semoga Allah swt membebaskan kita dari api neraka dan siksaan kubur. Amin.<\/p>\n<p><strong>Catatan Penting<\/strong><\/p>\n<p>Termasuk bid\u2019ah yang tidak baik, bahkan orang yang menjalankan bisa dikatakan berdosa dan bagi penguasa hendaknya mencegahnya adalah shalat raghaib yaitu dua belas rakaat, dilakukan antara Maghrib dan Isya\u2019 pada malam Jum\u2019at yang pertama dari Bulan Rajab. Begitu juga salat nisfus sya\u2019ban seratus rakaat, shalat akhir Jum\u2019at Bulan Ramadan sebanyak tujuh belas rakaat dengan niat untuk mengqadha shalat lima waktu yang barangkali ada yang ketinggalan.<\/p>\n<p>Shalat pada hari Asyura\u2019 empat rakaat atau lebih dan shalat satu minggu sekali. Untuk hadis-hadisnya yang menjelaskan shalat-shalat tersebut adalah maudhu\u2019. Oleh karena itu, janganlah terpedaya kepada siapa saja yang meriwayatkannya. Semoga Allah swt memberikan pertolongan kepada kami untuk menjauhi beberapa kehinaan dan bisa melaksanakan beberapa keutamaan. (*)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11095,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[139,170],"class_list":["post-13656","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-fikih","blog-kat-nasehat-ulama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (17): Bab Shalat Sunnah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Related Post:\u00a0\u00a0Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (12): Bab Fadhilah Shalat Wajib BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini sambungan dari terjemahan sebelumnya dari Kitab\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (17): Bab Shalat Sunnah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Related Post:\u00a0\u00a0Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (12): Bab Fadhilah Shalat Wajib BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini sambungan dari terjemahan sebelumnya dari Kitab\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-20T00:28:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/IMG-20210506-WA0057.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"554\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"364\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"17 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\\\/\",\"name\":\"Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (17): Bab Shalat Sunnah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/IMG-20210506-WA0057.jpg\",\"datePublished\":\"2024-03-23T14:33:53+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-20T00:28:37+00:00\",\"description\":\"Related Post:\u00a0\u00a0Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (12): Bab Fadhilah Shalat Wajib BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini sambungan dari terjemahan sebelumnya dari Kitab\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/IMG-20210506-WA0057.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/IMG-20210506-WA0057.jpg\",\"width\":554,\"height\":364,\"caption\":\"Kitab Irsyadul 'Ibad. (foto: ist\\\/*)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (17): Bab Shalat Sunnah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (17): Bab Shalat Sunnah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Related Post:\u00a0\u00a0Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (12): Bab Fadhilah Shalat Wajib BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini sambungan dari terjemahan sebelumnya dari Kitab","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (17): Bab Shalat Sunnah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Related Post:\u00a0\u00a0Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (12): Bab Fadhilah Shalat Wajib BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini sambungan dari terjemahan sebelumnya dari Kitab","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2024-09-20T00:28:37+00:00","og_image":[{"width":554,"height":364,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/IMG-20210506-WA0057.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"17 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/","name":"Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (17): Bab Shalat Sunnah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/IMG-20210506-WA0057.jpg","datePublished":"2024-03-23T14:33:53+00:00","dateModified":"2024-09-20T00:28:37+00:00","description":"Related Post:\u00a0\u00a0Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (12): Bab Fadhilah Shalat Wajib BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini sambungan dari terjemahan sebelumnya dari Kitab","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/IMG-20210506-WA0057.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/IMG-20210506-WA0057.jpg","width":554,"height":364,"caption":"Kitab Irsyadul 'Ibad. (foto: ist\/*)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-irsyadul-ibad-17-bab-shalat-sunnah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Kitab Irsyadul \u2018Ibad (17): Bab Shalat Sunnah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/13656","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13656"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13656"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=13656"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}