{"id":13660,"date":"2024-01-04T09:33:02","date_gmt":"2024-01-04T01:33:02","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=13660"},"modified":"2024-09-20T09:39:49","modified_gmt":"2024-09-20T01:39:49","slug":"kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/","title":{"rendered":"Kitab Akhlaq lil Banat \u2013 Djuz 1 (2)"},"content":{"rendered":"<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq yang diperuntukkan bagi Perempuan (Remaja Putri pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.<\/p>\n<p><strong>7. Anak Perempuan yang Shalehah<\/strong><\/p>\n<p>Khadijah adalah anak perempuan yang shalihah: ayahnya, ibunya, dan seluruh guru-gurunya mencintainya, seluruh sahabatnyapun mencintainya, dan tidak luput setiap perempuan berharap akan memiliki anak perempuan seperti Khadijah. Salah satu dari kebiasaannya ketika ia hendak tidur adalah: menyebut nama Tuhannya, bersyukur kepadaNya agar ia dijaga sepanjang harinya dari segala bala dan penderitaan dengan berkata: Dengan menyebut namaMu Tuhan, aku hidup dan aku mati. Ketika Khadijah terbangun dari tidurnya, ia juga menyebut nama Tuhannya, bersyukur atas segala kenikmatan tidur yang mengistirahatkannya dari segala keletihannya, serta mengembalikan kepadanya rasa semangat seraya berkata: Segala puji bagi Allah, dzat yang telah menghidupkan kita setelah mewafatkan kita, dan kepadaNya lah kita dibangkitkan.<\/p>\n<p>Jika Khadijah hendak makan, ia berdoa terlebih dahulu: Dengan menyebut nama Allah dzat yang maha pengasih lagi maha penyayang. Dan ketika selesai makan, ia bersyukur kepada Allah atas nikmat makan, karena ia tahu bahwa Allah lah yang telah menjadikan untuknya makanan yang ia makan dengan berkata: segala puji bagi Allah dzat yang telah memberiku makanan ini dan memberikan rizqi tanpa adanya daya dan upaya dariku.<\/p>\n<p>Khadijah juga tidak melalaikan untuk melakukan sholat 5 waktu secara berjama\u2019ah di setiap waktu-waktunya, berpuasa di bulan Ramadhan, membaca al-Qur\u2019an. Ia juga takut untuk melakukan perbuatan jelek, baik ketika ia sedang sendirian ataupun di depan orang-orang karena ia tahu bahwa Allah akan selalu melihatna di setiap tempat.<\/p>\n<p>Tidak dapat dipungkiri bahwa Allah ridha dengan Khadijah dan Allah akan memasukkannya ke dalam surge karena Khadijah merupakan perempuan yang shalihah.<\/p>\n<p><strong>8. Apa Kewajibanmu pada Nabimu?<\/strong><\/p>\n<p>Ketahuilah wahai anak perempuan sebagaimana engkau diwajibkan untuk mengagungkan Tuhanmu, Allah SWT, maka diwajibkan juga kepadamu untuk mengagungkan nabi Muhammad SAW dan keluarganya, mengisi hatimu dengan kecintaan kepadanya, sehingga kecintaanmu kepadanya jauh lebih besar dibandingkan dengan kecintaanmu kepada kedua orang tuamu dan dirimu sendiri. Hal demikian karena nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan agama Islam kepada kita dan karena beliaulah kita mengetahui Tuhan kita, membedakan kita antara halal dan haram. Disebutkan dalam hadits: \u201ctidaklah salah satu diantara kalian beriman sehingga aku jauh lebih dicintai dibandingkan dengan anaknya, kedua orang tuanya, dan orang-orang seluruhnya\u201d.<\/p>\n<p>Sesungguhnya tanda-tanda kecintaanmu kepada Tuhanmu adalah: engkau mencintai nabimu dan mengikutinya seperti halnya firman Allah ta\u2019ala: (katakanlah jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, maka Allah akan mencintai kalian). Perbaikilah dirimu dengan segala nasihatnya, semua nasihatnya sangat berharga. Setiap orang yang mengikuti nasihatnya akan ditunjukkan ke jalan kebaikan dan dijauhkan dari kejahatan, serta dapat menghantarkan kepada kebahagiaan. Teladanilah akhlak nabi, karena semua akhlaknya sangat baik bahkan Allah ta\u2019ala telah memuji nabi Muhammad dengan firmanNya: (Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur). Bahkan disebutkan dalam hadits: \u201cTuhanku telah mendidikku, maka ia telah memperbaiki pendidikanku\u201d.<\/p>\n<p><strong>9. Sekelumit Akhlaq dan Nasehat-nasehat Nabi Muhammad SAW\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Nabi Muhammad SAW adalah insan yang paling baik akhlaknya. Beliau sangat rendah hati dan qana\u2019ah dengan apa yang dimilikinya, tidak pernah meminta sesuatu kepada orang lain, tidak pernah iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, beliau bersabda: \u201cQana\u2019ah adalah harta benda yang tidak akan pernah lenyap dan peti harta yang tidak akan pernah habis\u201d. Dan disebutkan dalam hadits yang lain: \u201cjangan pernah meminta-minta sesuatu kepada orang lain\u201d.<\/p>\n<p>Nabi Muhammad SAW juga insan yang sangat murah hati, beliau tidak pernah marah, tidak pernah mencaci seseorang. Beliau bersabda: \u201csifat pemarah dapat merusak tatanan keimanan, seperti halnya cuka dapat merusak madu\u201d. Beliau juga penyabar atas segala musibah dan penderitaan, memaafkan setiap orang yang menyakitinya, bahkan sampai mendoakan orang tersebut. Beliau bersabda: \u201cSifat pemaaf akan menambah kemuliaan seorang hamba, saling memaafkanlah kalian semua, maka Allah SWT akan memuliakan kalian\u201d. Beliau juga sangat rendah hati (tawadhu) dengan anak kecil dan orang tua, ketika seseorang memanggilnya, beliau langsung menjawab: \u201cLabbaika (Aku datang memenuhi panggilanmu)\u201d. Dan disebutkan di dalam hadits: \u201cSifat tawadhu akan menambah kehormatan seorang hamba, saling tawadhu lah kalian, maka Allah SWT akan menyayangi kalian\u201d.<\/p>\n<p>Nabi Muhammad adalah insan yang jujur dan dapat dipercaya, beliau sangat melarang perilaku pembohongan, penghianatan, dan melanggar janji. Beliau bersabda: \u201cTanda-tanda orang munafik ada 3, yaitu: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji, ia melanggar, dan jika dipercayai, ia menghianati\u201d. Nabi Muhammad adalah sosok yang besar rasa belas kasih dan sayang: beliau tidak pernah menyakiti manusia ataupun hewan, menyayangi para fakir dan miskin, bersedekah banyak kepada mereka, selalu memenuhi panggilan mereka, suka makan bersama mereka, selalu menjenguk sebagian dari mereka yang sedang sakit, tidak pernah menolak seseorang yang meminta sesuatu kepadanya, dan jika beliau tidak mempunyai sesuatu, beliau akan berjanji untuk memberikannya di waktu yang lain, beliau bersabda: \u201cOrang-orang yang menyayangi, maka akan di sayang Ar Rahman (Allah SWT)\u201d.<\/p>\n<p>Nabi Muhammad sangat menyayangi seorang pelayan, tidak pernah membentaknya, bahkan memerintahkan kita untuk memaafkan pelayan jika melakukan kesalahan, beliau juga memerintahkan kita untuk menyayangi anak kecil, bahkan ketika beliau sedang menunaikan shalat dan kemudian mendengar suara tangisan seorang bayi, maka beliau langsung mempercepat shalatnya. Diceritakan pada suatu hari, Sayyidina Hasan RA \u2013 ketika masih kecil \u2013 mendatangi Nabi Muhammad SAW dan beliau dalam keadaan sedang menunaikan shalat. Kemudian, Sayyidina Hasan menaiki punggung Nabi Muhammad SAW padahal beliau dalam keadaan sedang sujud. Karena hal demikian, beliau memanjangkan sujudnya sebagai bentuk belas kasihan kepada Hasan RA sampai ia turun dari punggung beliau. Dalam hadits disebutkan: \u201cBukanlah bagian dari kami, seseorang yang tidak menyayangi anak-anak kecil diantara kita, dan tidak menghormati orang tua diantara kita\u201d.<\/p>\n<p>Nabi Muhammad SAW juga selalu memperbaiki interaksi dengan para sahabatnya: selalu tersenyum di hadapan mereka dan selalu menjadi penengah diantara mereka, selalu memulai uluk salam dan berjabat tangan, lebih mengutamakan mereka di atas dirinya sendiri, sehingga mereka lebih mencintainya dibandingkan dengan kecintaan mereka kepada diri mereka sendiri dan anak-anak mereka. Nabi Muhammad SAW juga merupakan pribadi yang sangat menghormati tetangga, selalu memerintahkan untuk berbuat kebajikan kepada mereka. Beliau bersabda kepada salah satu sahabatnya: \u201cJika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan berikanlah kepada tetanggamu\u201d. Beliau juga suka menjamu seorang tamu, beliau bersabda: \u201cSiapa orangnya yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka muliakanlah seorang tamu\u201d. Beliau juga memperbaikai hubunganya kepada seluruh keluarganya. Beliau bersabda: \u201cSiapa orangnya yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahim\u201d.<\/p>\n<p>Nabi Muhammad SAW pernah meengenang janji persahabatan di masa lalu setelah wafatnya Sayyidah Khadijah RA: jika beliau menyembelih seekor domba, maka beliau akan membagikan dagingnya kepada para kerabat Khadijah. Disebutkan dalam hadits: \u201cmenepati janji merupakan bagian dari iman\u201d. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang suka mengatur segala aktifitasnya kemudian menuntaskannya, beliau bersabda: \u201csesungguhnya Allah telah menuliskan kebaikan atas segala sesuatu\u201d. Beliau juga merupakan sosok yang suka dengan kebersihan dalam beberapa hal, seperti: makanannya, pakaiannya, dan tempat tinggalnya. Beliau juga memerintahkan untuk selalu bebersih sebagaimana yang disabdakan dalam hadits: \u201ckebersihan merupakan bagian dari iman\u201d.<\/p>\n<p>Apabila nabi Muhammad SAW sedang berjalan kaki, beliau tidak pernah menoleh ke kanan dan ke kiri, apabila makan tidak sampai kenyang. Beliau bersabda: sesungguhnya orang yang paling banyak kenyangnya di dunia, mereka adalah orang yang paling lama merasa kelaparan di hari kiamat\u201d. Jika nabi sedang berbicara, maka beliau hanya berbicara sesuai kebutuhan. Disebutkan di dalam hadits: \u201csiapa yang mau berdiam, ia akan selamat\u201d. Nabi Muhammad SAW juga merupakan sosok yang selalu menjaga waktu-waktunya, kemudian menggunakan seluruh waktunya untuk taat kepada Tuhannya. Beliau bersabda: \u201crenungilah 5 perkara sebelum 5 perkara: \u201chidupmu sebelum matimu\u201d, kesehatanmu sebelum penyakitmu, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, kekayaanmu sebelum kefakiranmu\u201d.<\/p>\n<p><strong>10.\u00a0 Tata Krama Anak Perempuan dalam Rumah\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Seorang anak perempuan harus memperhatikan tata krama di dalam rumahnya: menhormati kedua orang tuanya, menghormati saudara laki-laki dan saudara perempuannya serta menghormati setiap orang yang ada di dalam rumah, tidak melakukan perbuatan yang memicu kemarahan salah satu diantara mereka, tidak melawan saudara perempuannya yang lebih tua, tidak berkelahi dengan saudara perempuannya yang lebih muda, tidak mengambil boneka permainan miliknya tanpa izin, serta tidaj menyakiti pelayannya.<\/p>\n<p>Seorang anak perempuan juga harus bermain sesuai aturan: tidak berteriak-teriak atau bergerak dengan gerakan yang tidak sesuai dengannya, terlebih jika salah satu orang yang ada di rumah sedang tertidur ataupun sakit. Seorang anak perempuan juga tidak bermain dengan sesuatu yang membahayakan, seperti: debu, api, dan kotoran. Apabila ia memiliki boneka, kemudian saudara perempuannya yang kecil meminta boneka tersebut, ia segera memberikan boneka tersebut kepadanya dengan senang hati dan tidak melarangnya agar tidak menyebabkan tangisan yang membuat ibunya marah.<\/p>\n<p>Seorang anak perempuan juga harus memperhatikan kebersihan dan ketertiban rumahnya, yaitu dengan mentapu kamar rumah, tidak meludah dan membuang riak diatasnya, tidak mengotori pintu-pintu dan tembok-tembok, selalu menjaga perlengkapan rumah dengan tidak memecahkan wadah-wadah, kaca-kaca jendela dan pintu, selalu merapikan tempat tidurnya, membersihkan ranjangnya terkhusus jika ia ingin tidur atau bangun dari tidurnya.<\/p>\n<p>Seorang anak perempuan juga harus memperhatikan segala pepohonan yang ada di rumahnya: menyiraminya pada waktunya, tidak mengubah sesuatu dari pohon tersebut serta bersikap lemah lembut terhadap segala jenis hewan yang ada di pohon, yaitu dengan tidak lupa memberinya makan dan minum, berhati-hati untuk tidak menyiksa dan menyakitinya. Disebutkan dalam hadits: \u201cseorang perempuan masuk neraka karena kucing, karena sebab seekor kucing\u201d.<\/p>\n<p><strong>11. Aisyah Perempuan yang Memiliki Tata Krama\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Aisyah di dalam rumah merupakan contoh dalam tata krama dan ketertiban: Aisyah mandi setiap pagi dan sore secara mandiri tanpa perintah dari seorangpun, ia juga tidak berlama-lama di dalam kolam karena ia tahu bahwa berlama-lama di dalam kolam sangat bertentangan dengan adab atau tata krama serta dapat membahayakan kesehatan. Ia juga sangat memperhatikan kebersihan pakaian-pakaian dan kitab-kitabnya dan meletakkannya secara teratur di tempat khusus, ia juga tidak membuang riak pada bajunya atau bahkan ditembok, melainkan ia membuangnya di sapu tangan. Aisyah juga sangat memperhatikan untuk menyisir rambutnya, akan tetapi ia juga tidak lama-lama berdiri di hadapan kaca.<\/p>\n<p>Aisyah selalu beranjak tidur lebih awal dan bangun dari tidur di pagi hari, kemudian ia mandi dengan menggunakan sabun, berwudhu\u00a0 dan menunaikan shalat subuh berjama\u2019ah dengan keluarganya, kemudian bersalaman denga kedua orang tuanya, saudara lakai-laki dan perempuanya, kemudian mengulas materi pelajarannya. Setelah itu, Aisyah beranjak sarapan dan bersiap untuk berangkat ke sekolahnya.<\/p>\n<p>Salah satu dari tata karamanya yang lain adalah Aisyah selalu berjabat tangan dengan keluarganya setiap sore dan tidak memasuki kamar salah satu keluarganya tanpa izin, ia tidak suka duduk dan bersenda gurau dengan para pelayannya dan ia juga tidak suka untuk bercerita tantang apa yang terjadi di dalam rumahnya kepada orang lain, ia tidak pernah meninggalkan shalat atau mengakhirkan waktu shalat dan selalu mendengarkan segala nasihat-nasihat ayah dan ibunya.<\/p>\n<p>Oleh karena hal itu, Aisyah mendapatkan keridhaan kedua orang tua dan seluruh keluarganya dan Aisyah hidup bersama mereka dengan bahagia dan gembira.<\/p>\n<p><strong>12. Zainab dan Segala Aktivitas Rumah\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Zainab adalah anak perempuan yang cerdas. Sejak masa kecilnya, Zainab selalu menyukai pekerjaan dan membeci kemalasan, selalu membantu ibunya di setiap kesibukan rumah. Apabila ibunya memasak makanan atau membuat roti atau mencuci pakaian atau sibuk dengan jahitan, Zainab selalu mendekatinya dan memperhatikannya agar dapat mengikutinya atau mencontohnya dan apabila sang ibu memerintahkan untuk suatu urusan, Zainab selalu memenuhi panggilan ibunya dengan sesegera mungkin, bahkan terkadang ibunya memerintahkan Zainab untuk membeli kebutuhan-kebutuhan rumah dan menasihatinya untuk bersilaturahim ke rumah tetangga dan karib-kerabantnya. Zainab tidak pernah menolak perintah ibunya, sehingga ia memperoleh ridha dari ibunya.<\/p>\n<p>Seperti inilah Zianab tidak membutuhkan waktu yang lama untuk ia menjadi perempuan yang pandai dalam segala aktifitas-aktifitas rumah, iapun mengambil alih kedudukan ibunya, sedang ibunya beristirahat dari segala kesibukan, maka jadilah engkau seperti anak perempuan yang sangat membanggakan ini.<\/p>\n<p><strong>13. Ibumu yang Penyayang\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Ketahuilah wahai pemudi bahwa: ibumu sudah banyak merasa lelah dalam mendidikmu dari masa kecilmu hingga pada saat engkau beranjak dewasa. Dalam kelelahannya tersebut, ibumu selalu sabar terhadapmu dan sangat bahagia dengamu, ibumu tidak pernah mencintai seseorang melebihi kecintaannya kepadamu, ibumu juga berharap engkau akan menjadi perempuan yang paling baik. Ia telah mengandungmu di dalam perutnya selama 9 bulan, kemudian menyusuimu, memperhatikan kebersihan badan dan pakaianmu, selalu mempersiapkan tempat tidurmu yang bersih agar engkau dapat tertidur dengan lelap, kemudian ia mengajarkanmu untuk berjalan dan berbicara. Betapa besar kebahagiaan sang ibu ketika engkau mulai dapat berjalan dan berbicara.<\/p>\n<p>Ibumu selalu memperhatikanmu setiap waktu: setiap pagi ibu selalu membangunkanmu dari tidurmu, kemudian membersihkan badanmu, wajahmu, dan kedua matamu, kemudia memakaikan pakaian bersih kepadamu, menyisir rambutmu, kemudian mempersiapkan sarapan pagi untumu. Dan pada waktu duhur: ibu selalu mempersiapkan makan siangmu. Pada waktu malam hari: ibu juga menyediakan makan malammu, bahkan ibumu selalu menjagamu dari segala sesuatu yang akan menyakitimu baik ketika engkau berjalan, duduk, bermain, ataupun tertidur lelap.<\/p>\n<p>Ibumu adalah sosok yang akan selalu bahagia jika engkau bahagia dan kesehatanmu sangat baik, dan ia adalah sosok yang akan merasa sedih jika engkau sedih atau kesehatanmu berubah, kemudia ibu berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu dari segala penyakitmu, ibu selalu mengerjakan sesuatu yang dapat mendatangkan kesehatanmu dan kesedihannya tidak akan hilang kecuali ketika engkau telah sembuh total.<\/p>\n<p><strong>14. Kasih Sayang Ibu\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Ada seorang perempuan miskin datang kepada sayyidah Aisyah RA: Ia membawa kedua putrinya, kemudian ia selalu memberikan makan kepada kedua putrinya sebanyak 3 kali, perempuan miskin itupun memberikan masing-masing putrinya satu buah kurma dan ia sendiri mengangkat satu buah kurma kedepan mulutnya untuk ia makan. Kemudian kedua putrinya meminta kurma darinya, sehingga ia harus membelah kurma yang ingin ia makan untuk kedua putrinya. Sayyidah Aisyah pun terbuat bahagia akan hal tersebut, kemudian Aisyah menyampaikan kepada Nabi SAW dengan ceritanya. Nabipun bersabda: sesungguhnya Allah telah memberikannya surga karena kasih sayangnya kepada kedua putrinya.<\/p>\n<p>Na\u2019imah merupakan perempuan yang taat kepada ibunya. Oleh karena itu, ibunya sangat mencintainya. Pada suatu hari, Na\u2019imah jatuh sakit. Maka tampaklah raut wajah kesedihan sang ibu hingga air matapun menetes dikedua pipinya. Sang ibu tidak dapat tertidur dan tidak makan kecuali hanya sedikit. Kemudian sang ibu selalu berdoa kepada Allah agar memberikan kesembuhan kepada putri yang sangat dicintainya sampai Na\u2019imah kembali sehat. Sang ibupun merasa sangat bahagia dan kecintaannya kepada Na\u2019imah pun semakin bertambah. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Bersambung &#8230;. )<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13659,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[146],"class_list":["post-13660","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-adab-akhlak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kitab Akhlaq lil Banat \u2013 Djuz 1 (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU - Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq yang diperuntukkan bagi Perempuan (Remaja Putri pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kitab Akhlaq lil Banat \u2013 Djuz 1 (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU - Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq yang diperuntukkan bagi Perempuan (Remaja Putri pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-20T01:39:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banat-Djuz-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"751\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"548\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\\\/\",\"name\":\"Kitab Akhlaq lil Banat \u2013 Djuz 1 (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/Akhlaq-lil-Banat-Djuz-1.jpg\",\"datePublished\":\"2024-01-04T01:33:02+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-20T01:39:49+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU - Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq yang diperuntukkan bagi Perempuan (Remaja Putri pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/Akhlaq-lil-Banat-Djuz-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/Akhlaq-lil-Banat-Djuz-1.jpg\",\"width\":751,\"height\":548,\"caption\":\"Akhlaq lil Banat Djuz 1\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kitab Akhlaq lil Banat \u2013 Djuz 1 (2)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kitab Akhlaq lil Banat \u2013 Djuz 1 (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU - Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq yang diperuntukkan bagi Perempuan (Remaja Putri pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kitab Akhlaq lil Banat \u2013 Djuz 1 (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU - Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq yang diperuntukkan bagi Perempuan (Remaja Putri pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2024-09-20T01:39:49+00:00","og_image":[{"width":751,"height":548,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banat-Djuz-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/","name":"Kitab Akhlaq lil Banat \u2013 Djuz 1 (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banat-Djuz-1.jpg","datePublished":"2024-01-04T01:33:02+00:00","dateModified":"2024-09-20T01:39:49+00:00","description":"BLOGGURU - Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq yang diperuntukkan bagi Perempuan (Remaja Putri pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banat-Djuz-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banat-Djuz-1.jpg","width":751,"height":548,"caption":"Akhlaq lil Banat Djuz 1"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kitab-akhlaq-lil-banat-djuz-1-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kitab Akhlaq lil Banat \u2013 Djuz 1 (2)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/13660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13660"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=13660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}