{"id":13695,"date":"2023-12-10T21:47:08","date_gmt":"2023-12-10T13:47:08","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=13695"},"modified":"2024-09-20T21:53:32","modified_gmt":"2024-09-20T13:53:32","slug":"terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/","title":{"rendered":"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 4 (6)"},"content":{"rendered":"<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 4 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.<\/p>\n<p><strong>14.\u00a0 <a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\">Beberapa Kisah dari Orang-orang yang Pandai Menahan Diri<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-content-16016\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"16\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-16016\">\n<p>1. Diceritakan, Hathith Az-Zayyat dibawa menghadap kepada Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsagafi. Ketika dia masuk kepada Hajjaj, Hajjaj berkata: \u201cEngkau yang bernama Hathith?\u201d Hathith menjawab: \u201cYa, tanyakanlah apa yang Anda Suka. Karena -aku berjanji kepada Allah ketika berdiri di hadapan Maqam Ibrahim atas tiga perkara: Pertama. jika aku ditanya, aku akan menjawab dengan benar: kedua, jika aku mengalami cobaan, aku akan bersabar: ketiga, jika diberi keselamatan, aku akan bersyukur.\u201d<\/p>\n<p>Hajjaj bertanya: \u201cApa pendapatmu mengenai diriku?\u201d Hathith menjawab: \u201c\u2026 Aku katakan, sesungguhnya Anda termasuk musuh Allah di muka bumi. Anda melanggar larangan Allah dan membunuh dengan sangkaan.\u201d Hajjaj bertanya: \u201cApa pendapatmu tentang Amirul Mukminin Abdul! Malik bin Marwan?\u201d Hathith menjawab: \u201cDia lebih besar dosanya daripada Anda. Sesungguhnya Anda adalah salah satu dosa-dosanya.\u201d Maka Hajjaj berkata: \u201cSiksalah dia.\u201d<\/p>\n<p>Maka, sampailah penyiksaan terhadapnya dengan dibelahkan kayu bambu, kemudian ditusukkan ke daging (tubuh)nya, lalu diikat dengan tali dan dibentangkan diatas kayu-kayu hingga bercerai berai dagingnya. Akan tetapi mereka tidak mendengarnya mengucapkan sesuatu. Kemudian diberitakan kepada Hajjaj, bahwa Hathith dalam keadaan menjelang ajal (sekaratulmaut). Maka Hajjaj berkata: \u201cKeluarkan dia dan lemparkan ke pasar.\u201d<\/p>\n<p>Ja\u2019far berkata: \u201cKemudian aku bersama seorang temanku mendatanginya. Kemudian kami tanyakan kepadanya: \u2018Hathith, apakah kamu punya keperluan?\u2019 Hathith menjawab: \u2018Seteguk air.\u2019 Kemudian mereka membawa segelas air, lalu dia meninggal. Waktu itu Hathith berusia 18 tahun, semoga Allah merahmatinya.\u201d<\/p>\n<p>2. Ada seorang ulama didatangi oleh seorang temannya. Dia menyajikan makanan kepadanya. Kemudian keluarlah istri orang bijak itu. Perempuan tersebut adalah seorang yang berakhlak buruk. Dia mengangkat hidangan dan memulai memaki orang bijak itu. Lalu temannya keluar sambil marah-marah. Maka orang bijak itu mengikutinya dan berkata kepadanya:<\/p>\n<p>\u201cEngkau ingat pada hari ketika kita makan dirumahmu, lalu seekor ayam terjatuh menimpa hidangan sehingga merusakkannya, namun tidak seorangpun yang marah di antara kita?\u201d Temannya menjawab: \u201cla.\u201d Orang bijak itu ber. kata: \u201cAnggaplah perempuan ini seperti ayam itu.\u201d Maka redalah kemarahan orang itu dan ia pun pergi. Temannya berkata: \u201cBenarlah orang bijak itu. Sifat menahan diri adalah penyembuh dari setiap penyakit.\u201d<\/p>\n<p>3. Seorang laki-laki memukul kaki seorang hiiak hingga menyakitkannya. Namun dia tidak marah. Maka dikatakan kepadanya mengenai hal itu. Orang bijak itu berkata: \u201cAku menganggapnya seperti batu yang membuat aku tersandung, maka aku sembelih kemarahanku.\u201d<\/p>\n<p>4. Seorang laki-laki memaki sahabat Abdullah bin Abbas ra. Setelah selesai, Abdullah berkata: \u201cHai Ikrimah,: apakah orang itu punya keperluan, agar kita penuhi?\u201d Maka, orang itu pun menundukkan kepalanya dan merasa malu.<\/p>\n<p>5. Diceritakan, seorang ahli ibadah (\u2018Aabid) mempunyai seekor kambing. Orang itu melihat kambingnya berkaki tiga. Kemudian dia berkata: \u201cSiapa yang melakukan ini terhadapnya?\u201d Seorang sahayanya berkata: \u201cAku.\u201d Orang itu berkata: \u201cKenapa?\u201d Sahaya itu menjawab: \u201cSupaya tuan susah.\u201d Orang itu berkata: \u201cTidak, bahkan aku akan menyusahkan orang yang menyuruhmu. Pergilah! Engkau bebas (merdeka).\u201d<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-16017\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"17\" aria-controls=\"elementor-tab-content-16017\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\"><i class=\"elementor-toggle-icon-opened fas fa-plus\"><\/i><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\"><strong>15. Kemurahan Hati dan Sifat Kikir<\/strong> <\/a><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-16017\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"17\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-16017\">\n<p>1. Ketahuilah, Allah menciptakan harta bagi kepentingan para hamba-Nya dan menyuruh kita bermurah hati dengannya kepada orang-orang fakir dan orang-orang yang membutuhkan serta melarang kita menimbunnya di saat orang-orang sangat membutuhkannya. Oleh karena itu, Allah Ta\u2019ala mewajibkan zakat kepada kita dan mendorong agar mengeluarkan sedekah.<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan dirikanlah shalat serta keluarkan zakat \u2026\u201d (QS. Al-Baqarah: 43).<\/p>\n<p>\u201cOrang-orang yang menafkahkan hartanya di malam. dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.\u201d (Al-Baqarah: 274).<\/p>\n<p>\u201c\u2026\u2026 Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.<\/p>\n<p>Pada hari dipanaskan emas-perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggungnya, (lalu dikatakan) kepada mereka: \u201cInilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.\u201d (QS. At-Taubah: 34-35).<\/p>\n<p>2. Manusia itu berwatak senang pada harta dan gemar mengumpulkannya. Sebagaimana firman Allah Ta\u2019ala: \u201cTetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi, sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.\u201d (Al-A\u2019la: 16-17).<\/p>\n<p>Akan tetapi, kamu wajib membiasakan diri untuk bersifat pemurah hingga selamat dari penyakit kikir yang merupakan penyakit paling berbahaya (gawat). Sebagaimana dijelaskan dalam hadits: \u201cPenyakit mana yang lebih berbahaya daripada kikir?\u201d<\/p>\n<p>Apabila kamu terbiasa bersifat pemurah, maka kamu pun dicintai di sisi Allah, kemudian oleh makhluk-Nya. Sebagaimana firman Allah Ta\u2019ala: \u201cDan siapa yang dipelihara dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.\u201d (QS. Al-Hasyr: 9)<\/p>\n<p>Disebutkan dalam hadits: \u201cSesungguhnya orang orang pemurah itu dekat dari Allah, manusia dan surga serta jauh dari neraka. Sesungguhnya orang yang kikir itu jauh dari Allah, manusia dan surga serta dekat dari neraka.\u201d \u201cSeorang yang bodoh tapi pemurah, lebih dicintai Allah daripada seorang alim yang kikir.\u201d<\/p>\n<p>3. Sifat kikir adalah kejahatan besar dan bencana buruk yang menyebabkan permusuhan dan pertengkaran, bahkan perkelahian dan pemutusan hubungan rahim serta kerabat.<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cIngatlah, kamu ini orangorang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan orang yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Maha Kaya, sedangkan kamulah orang yang membutuhkan (kepadaNya) \u2026.\u201d (QS. Muhammad: 38).<\/p>\n<p>Nabi saw. bersabda: \u201cBarangsiapa dikaruniai harta oleh Allah, sedangkan dia tidak menunaikan zakatnya, maka diciptakan untuknya seekor ular yang terlepas kulit kepalanya dan mempunyai dua titik hitam di atas matanya, yang dikalungkan padanya di hari Kiamat, kemudian membungkam mulutnya. Lalu ia berkata: Akulah hartamu, akulah harta simpananmu.\u201d<\/p>\n<p>Kemudian beliau membaca ayat: \u201cSekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat \u2026.. \u201d (QS. Ali-Imran: 180).<\/p>\n<p>Dalam hadits lain: \u201cJanganlah kamu bersifat kikir, karena sifat itu membinasakan orang-orang sebelum kamu. Mereka disuruh berdusta, lalu mereka berdusta. Mereka disuruh berbuat aniaya, lalu mereka berbuat aniaya. Mereka disuruh memutuskan hubungan, lalu mereka pun memutuskan hubungan silaturrahmi.\u201d<\/p>\n<p>4. Setan sangat berkeinginan untuk mencegah manusia dari mengeluarkan sedekah, karena dia mengetahui kadar keutamaannya yang besar. Maka, dengan dengki dan permusuhannya terhadap manusia, dia ingin menggagalkan manusia dari pahala yang banyak itu. Sebagaimana Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201c<\/p>\n<p>\u201cSetan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).\u201d (QS. Al-Baqarah: 268). Dalam hadits dijelaskan: \u201cTidaklah seseorang mengeluarkan suatu sedekah, melainkah terlepaslah dia dari tantangan tujuh puluh setan, yang semuanya melarang dia bersedekah.\u201d<\/p>\n<p>Maka, hendaklah kamu berjiwa pemurah dan terbuka kedua tangan dengan menyerahkan sedekah. Waspadalah, jangan sampai kamu tertipu oleh setan dan was-wasnya. Percayalah, bahwa Allah akan mengganti sedekah yang kamu nafkahkan di jalan Allah. Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantikan dan Dialah, Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.\u201d (QS. Saba\u2019: 39).<\/p>\n<p>Dalam hadits Qudsi dijelaskan. \u201cHai hamba-ku, nafkahkan (hartamu), niscaya Aku ganti nafkahmu. Kekayaan Allah adalah penuh, tidak berkurang oleh pengeluaran nafkah yang mengalir malam dan siang. Tidaklah kamu lihat, apa yang dinafkahkan\u2019 Allah sejak Allah menciptakan langit dan bumi? Sesungguhnya tidaklah berkurang segala yang ada dalam kekayaan-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Dalam hadits yang lain: \u201cSetiap hari ketika pagi, turun dua malaikat kepada para hamba. Yang satu berkata: \u2018Ya Allah, berilah ganti terhadap orang yang menafkahkan sedekah,\u2019 sedang yang lain mengatakan: \u2018Ya Allah, timpakan kebinasaan bagi orang yang kikir\u2019.\u201d<\/p>\n<p>5. Bersikaplah pemurah kepada keluargamu lebih. dahulu, kemudian kepada kerabatmu yang lebih dekat, lalu yang dekat, Nabi saw. bersabda:<\/p>\n<p>\u201cDinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, untuk : membebaskan budak dan sedekah kepada orang miskin serta kepada keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.\u201d Nabi saw. juga bersabda: \u201cSedekah bagi orang miskin adalah satu sedekah, sedangkan sedekah terhadap ke rabat adalah dua sedekah, yaitu sedekah dan hubungan kekeluargaan.\u201d<\/p>\n<p>Nabi saw. bersabda di lain hadits: \u201cHal umat Muham. mad, demi Allah yang mengutus aku dengan kebenaran, tidaklah Allah menerima sedekah dari seorang laki-laki, sedangkan dia mempunyai kerabat yang sangat mem. butuhkan bantuannya, tetapi dia memberikannya kepada orang lain. Demi Allah yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, Allah tidak melihat kepadanya (tidak menghiraukannya) di hari Kiamat.\u201d<\/p>\n<p>Hendaklah kamu mengeluarkan sedekah secara diamdiam (dirahasiakan), karena ia bisa memadamkan kemarahan Tuhan. Sebagaimana tersebut dalam hadits. Juga di hadits lain: \u201cSesungguh-nya pahalanya dilipatgandakan dari pahala sedekah yang terang-terangan sebanyak 70 kali.\u201d<\/p>\n<p>6. Di antara beberapa faedah sedekah, ialah menolak bencana dan penyakit serta memelihara harta. Sebagaimana tersebut dalam hadits: \u201cPerbuatan-perbuatan makruf (kebajikan) itu dapat mencegah mati dalam keadaan buruk. Bentengilah hartamu dengan zakat dan sembuhkan orang-orang sakit di antara kamu dengan sedekah. Tidaklah binasa harta di laut dan darat, melainkan karena menahan zakat.\u201d<\/p>\n<p>Di antara pahalanya, ialah dapat menyucikan orang rang bersedekah dari dosa-dosa.. Allah Ta\u2019ala berfirman: \u2018Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tu kamu membersihkan dan menyucikan mereka\u2026\u201d (At-Taubah: 103).<\/p>\n<p>Di samping itu, sedekah berarti memasukkan kegembiraan pada orang-orang miskin dan menyebabkan mereka mendoakanmu. Dalam hadits dijelaskan: \u201cSebaik-baik amal adalah apabila kamu memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman, melunaskan utang atau memberinya makanan (roti).\u201d<\/p>\n<p>Sedekah dapat menambah rezeki. Telah dikemukakan hadits mengenai hal itu. Sedekah juga menjadi naungan bagi pelakunya dari terik panas di Padang Mahsyar pada hari Kiamat, menyebabkan keringanan hisab (perhitungan amal), beratnya timbangan amal dan meloloskan penyeberangan di atas Ash-Shirot, menambah derajat di surga.<\/p>\n<p>7. Apabila kamu miskin, maka sedekahlah walaupun sedikit. Hal itu lebih utama di sisi Allah daripada sedekah orang kaya yang banyak. Sebagaimana tersebut dalam hadits: \u201cSatu dirham mengungguli seribu dirham.\u201d<\/p>\n<p>Janganlah kamu menolak peminta-peminta pertama yang berdiri di pintumu dan bersedekahlah setiap hari, walaupun sedikit dan segerakanlah pada waktu pagi. Sebagaimana tersebut dalam hadits: \u201cSegerakanlah mengeluarkan sedekah karena bencana itu tidak bisa menimpa kepada orang yang bersedekah.\u201d<\/p>\n<p>Waspadalah untuk tidak mengungkit-ungkit sedekahmu terhadap orang miskin, karena mengungkit-ungkit itu haram dan membatalkan pahala sedekah. Sebagaimana Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) \u2026..\u201d (QS. Al-Baqarah: 264)<\/p>\n<p>Sedangkan dalam hadits: \u201cTidaklah masuk surga orang yang suka mengungkit-ungkit sedekahnya.\u201d Hendaklah kamu meminjami orang-orang yang membutuhkan, karena pahala meminjami itu sangat besar.<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cSiapa yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.\u201d (QS. Al-Hadid: 11).\u00a0Dalam ayat lain: \u201c\u2026. maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak \u2026\u2026 \u201d (QS. Al-Baqarah: 245).<\/p>\n<p>Sedangkan dalam hadits disebutkan: \u201cPada malam Isra\u2019, kulihat di pintu surga tertulis: \u201cSedekah itu dibalas Sepuluh kali lipat, sedangkan utang dibalas 18 kali lipat! Maka aku bertanya: \u2018Ya Jibril, mengapa utang itu lebih utama daripada sedekah?\u2019 Beliau menjawab: \u2018Karena orang yang meminta terkadang hanya meminta, padahal dia mempunyai harta yang mencukupinya, sedangkan orang yang berutang, dia tidak berutang, kecuali karena membutuhkan.\u201d<\/p>\n<p>Hendaklah kamu lebih mengutamakan orang lain daripada dirimu, yaitu apabila kamu mempunyai sesuatu yang kamu butuhkan, kemudian ada orang lain yang membutuhkan, lalu kamu berikan dan dahulukan mereka daripada dirimu. Maka, pahala yang demikian itu sangat besar sekali.<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201c\u2026.. dan mereka (kaum Anshar) mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan orang yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah o-rang-orang yang beruntung\u2026..\u201d (QS. Al-Hasyr: 9).<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-16018\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"18\" aria-controls=\"elementor-tab-content-16018\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\"><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\"><strong>16. Kemurahan Hati Rasulullah SAW dan Keluarganya<\/strong> <\/a><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-16018\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"18\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-16018\">\n<p>1. Rasul saw. adalah orang yang paling pemurah dan dermawan. Beliau mendermakan setiap yang ada dan memberikan pemberian yang tidak mampu dilakukan oleh raja-raja, misalnya, Kisra dan Kaisar. Tidak pernah beliau diminta sesuatu, lalu beliau mengatakan: \u201cTidak.\u201d<\/p>\n<p>Datang kepada beliau seorang perempuan membawa selembar kain burdah yang ditenun. dengan kedua tangannya untuk dipakaikan kepada beliau. Maka Nabi saw. mengambil dan memakainya karena dibutuhkan. Kemudian seorang Sahabat berkata: \u201cPakaikanlah ia padaku. Alangkah bagusnya!\u201d<\/p>\n<p>\u2018 Maka Nabi saw. bersabda: \u201cYa.\u201d Setelah Nabi saw. duduk di majlis, kemudian pulang, lalu beliau melipatnya. Setelah itu beliau mengirimkannya kepada sahabat tadi. Maka orang-orang berkata kepadanya: \u201cKamu tidak berbuat baik. Nabi saw. memakainya karena dibutuhkan. Kemudian kamu memintanya, sedangkan kamu tahu bahwa beliau tidak menolak orang yang meminta.\u201d Sahabat tadi menjawab: \u201cDemi Allah, aku tidak memintanya untuk dipakai. Sesungguhnya aku memintanya agar ia menjadi \u2018kain kafanku.\u201d Maka kain burdah itu pun menjadi kafannya.<\/p>\n<p>2. Dibawa kepada Nabi saw. uang sebanyak 90.000 dirham. Kemudian beliau meletakkannya di atas sehelai tikar. Setelah itu beliau berdiri dan membaginya. Maka, tidaklah beliau menolak seorang pun yang meminta hingga selesai membagikannya.<\/p>\n<p>Datang seorang laki-laki meminta sesuatu kepadanya (Nabi saw). Maka beliau bersabda: \u201cAku tidak punya apa apa, tetapi belilah atas namaku. Jika aku punya uang, nanti aku yang membayarnya.\u201d Nabi saw. juga mengembalikan tawanan dari bani Hawazin yang berjumlah 6.000 orang.<\/p>\n<p>Kedermawanannya itu semua karena Allah dan demi mendapatkan ridha-Nya. Beliau lebih mengutamakan orang lain daripada diri dan anak-anaknya. Terkadang selama sebulan atau dua bulan tidak dinyalakan api di dalam rumah-nya. Beliau dan keluarganya hanya cukup makan kurma dan air. Sering kali beliau tidur dalam keadaan lapar dan bangun pagi dalam keadaan puasa. Beliau mengikatkan batu di perutnya karena lapar. Dibawakan harta kepadanya, namun beliau tidak menyimpan sedikit pun bagi dirinya, bahkan ketika beliau wafat, baju besinya masih tergadai pada orang Yahudi dengan imbalan 30 sha\u2019 biji gandum. Padahal beliau telah menguasai Jazirah Arab.<\/p>\n<p>Masih banyak lagi kemurahan hati Nabi saw. dan sifat mengutamakan orang lain, yang mengherankan pikiran dan dicatat dalam buku sejarah. Keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka (para tabiin) mengikuti jalan dan menempuh perilakunya dalam hal pengorbanan dan kemurahan, kedermawanan dan pemberian.<\/p>\n<p>Maka, lihatlah pada kemurahan Sayyidina Abu Bakar ra. hingga beliau menafkahkan seluruh hartanya dalam perang Tabuk. Sayyidina Umar ra. membelanjakan dari setengah hartanya. Sedang Sayyidina Utsman dan Sayyidina Abdurrahman bin Auf ra. menafkahkan harta yang sangat banyak.<\/p>\n<p>3. Dari sahabat Ibnu Abbas ra.: Bahwa Hasan dan Husein ra. (cucu Rasulullah) sakit, lalu Rasulullah saw. menjenguk kedua anak itu bersama beberapa orang. Kemudian mereka berkata: \u201cWahai Abal Hasan (yang dimaksud Sayyidina bin Abi Thalib, ayah Hasan dan Husein) bagaimana Seandainya engkau bernazar (janji melakukan kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah) untuk anakmu?\u201d Lalu Ali dan Fatimah serta si Fidhdhah (nama sahaya perempuan) bernazar, bahwa jika kedua anak itu sembuh dari penyakitnya, maka mereka akan berpuasa tiga hari. Akhirnya kedua anak itu sembuh, sedang mereka tidak punya apa-apa.<\/p>\n<p>Kemudian Ali ra. berutang dari Syam\u2019un Al-Khaibari, seorang Yahudi, 3 sha\u2019 gandum. Fatimah ra. menggiling gandum itu sebanyak satu sha\u2019 dan membuat roti sebanyak lima potong, sesuai jumlah mereka. Kemudian mereka meletakkan di hadapannya untuk berbuka puasa. Kemudian datang seorang peminta-minta seraya berkata: \u201cAssalamu\u2019alaikum, wahai keluarga Muhammad, aku seorang muslim yang miskin, berilah aku makanan, semoga Allah memberi kalian makanan dari hidangan surga.\u201d Kemudian mereka memberinya dan tidur tanpa makan sesuatu, selain air.<\/p>\n<p>Pada waktu pagi mereka berpuasa. Ketika tiba waktu sore dan mereka menyiapkan makanan di hadapannya, datanglah kepada mereka anak yatim. Mereka pun memberinya makanan itu.<\/p>\n<p>Pada hari ketiga, datang kepada mereka seorang tawanan. Maka, mereka pun melakukan seperti itu. Pada waktu pagi, Ali memegang tangan Hasan dan Husein ra. Mereka datang kepada Rasulullah saw., ketika melihat mereka yang gemetar seperti anak burung karena sangat lapar, Rasulullah saw. bersabda: \u201cBetapa menyedihkan keadaanmu, sebagaimana yang aku lihat.\u201d Beliau berdiri, lalu pergi bersama mereka. Dilihatnya Fatimah berada di mihrabnya. Tubuhnya tampak kurus dan kedua matanya tampak cekung. Beliau sedih melihat hal itu. Maka, turunlah Jibril dan berkata: \u201cAmbillah dia, wahai Muhammad! Allah memberimu selamat mengenai keluargamu.\u201d Kemudian Jibril membacakan kepadanya surat Al-Insan sampai akhir. Di antaranya:<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air Kafur, (yaitu) mata air (dalari surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.<\/p>\n<p>Mereka menunaikan nazar dan takutakan suatu hari, yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami ti. dak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.<\/p>\n<p>Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.\u201d (QS. Al-Insan:5-10). Imam Al-Alusi, Fakhrur Razi dan Az-Zamakhsyari menyebutkan hadits di atas dalam kitab-kitab tafsir mereka dan para ulama lainnya.<\/p>\n<p>4. Diriwayatkan, Sayyidah Fatimah ra. menghadiahkan kepada Rasulullah saw. dua potong roti dan sedikit daging. Kemudian beliau mengirimkannya kembali kepada Fatimah atau mengambil dan mengembalikannya dalam keadaan tertutup, seraya bersabda: \u201cKemarilah hai anakku.\u201d Maka Fatimah membuka talam itu.<\/p>\n<p>Ternyata, ia penuh roti dan daging. Rasulullah bertanya kepadanya: \u201cDari mana engkau mendapat ini?\u201d Fatimah menjawab: \u201cIa berasal dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada setiap orang yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan (batas).\u201d Kemudian beliau bersabda: \u201cSegala puji bagi Allah yang menjadikanmu menyerupai pemimpin wanita bani Israel.\u201d (Siti Maryam binti Imran).<\/p>\n<p>Kemudian beliau mengumpulkan Ali, Hasan dan Husein serta keluarganya, semoga Allah meridhai mereka semua. Lalu mereka makan sampai kenyang, sedangkan makanan itu tetap seperti semula, maka diberikannya kepada tetangga-tetangga. (Abu Suud menyebutkan kisah ini dalam tafsirnya).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>(Bersambung &#8230;. )<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13690,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[146],"class_list":["post-13695","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-adab-akhlak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 4 (6) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 4 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 4 (6) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 4 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-20T13:53:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-4.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"521\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\\\/\",\"name\":\"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 4 (6) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-4.jpg\",\"datePublished\":\"2023-12-10T13:47:08+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-20T13:53:32+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 4 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-4.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-4.jpg\",\"width\":700,\"height\":521,\"caption\":\"Akhlaq lil Banin Djuz 4\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 4 (6)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 4 (6) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 4 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 4 (6) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 4 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2024-09-20T13:53:32+00:00","og_image":[{"width":700,"height":521,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-4.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/","name":"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 4 (6) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-4.jpg","datePublished":"2023-12-10T13:47:08+00:00","dateModified":"2024-09-20T13:53:32+00:00","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 4 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-4.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-4.jpg","width":700,"height":521,"caption":"Akhlaq lil Banin Djuz 4"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-4-6\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 4 (6)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/13695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13695"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=13695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}