{"id":13726,"date":"2023-02-05T17:19:37","date_gmt":"2023-02-05T09:19:37","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=13726"},"modified":"2024-09-21T18:49:12","modified_gmt":"2024-09-21T10:49:12","slug":"terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/","title":{"rendered":"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 2 (5): Mencintai Kedua Orangtua dan Kewajiban terhadapnya"},"content":{"rendered":"<p><strong>BLOGGURU<\/strong> \u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 2 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.<\/p>\n<p><strong>7. Mencintai Kedua Orangtua\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>1. Kedua orang tuamu sangat mencintaimu dan menyebabkan keberadaanmu. Keduanya amat payah memeliharamu. Akan tetapi keduanya gembira atas hal itu. Ibumu mengandungmu di dalam perutnya selama 9 bulan, kemudian menyusuimu dan sabar menanggung kepayahan hamil dan menyusui. Ia memperhatikan kebersihan tubuh dan bajumu, dan membuat pakaianmu yang halus serta mengatur. tempat tidurmu yang bersih. Ia mengusir nyamuk darimu agar engkau bisa tidur dengan tenang dan memeliharamu dalam setiap waktu dari segala sesuatu yang mengganggumu pada waktu engkau berjalan atau duduk, atau bermain ataupun tidur. Dialah yang menyiapkan makananmu dan mengajarimu berjalan dan berbicara. Alangkah sangat gembiranya bilamana engkau mulai berjalan atau berbicara.<\/p>\n<p>2. Setiap hari ayahmu keluar dari rumah. Ia. bersabar atas kepayahan, panas dan dingin, untuk memperoleh harta yang akan dibelanjakannya untuk kepentinganmu, ibumu dan seluruh keluargamu. Maka ia membelikan bagimu pakaian dan makanan serta segala sesuatu yang engkau perlukan seperti alat-alat sekolah dan lain-lainnya. Apabila engkau meminta sesuatu yang bermanfaat bagimu ia pun tidak menghalangimu darinya dan memberimu apa yang engkau inginkan dengan amat gembira.<\/p>\n<p>3. Ayahmu juga ingin agar engkau hidup sehat jasmani, selamat dari gangguan dan penyakit. Oleh karena itu ia mencegah darimu segala sesuatu yang membahayakanmu dan menyuruhmu untuk memelihara kesehatan. Ia ingin agar engkau tumbuh dalam akhlak yang luhur dan adab yang sempurna, Oleh karena itu ia melarangmu bergaul dengan Orang-orang jahat dan ingin agar di masa mendatang engkau menjadi seorang laki-laki sempurna dalam ilmu, terdidik dalam akhlak, berpegang pada agama, dihargai diantara orang-orang, dan bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Oleh karena itu ia memasukkanmu dalam sekolah dan membiayai pendidikanmu.<\/p>\n<p>4. Sesungguhnya kedua orang tuamu sangat mengasihimu. Oleh karena itu, jika engkau sakit, keduanya sangat sedih atas dirimu dan mencurahkan tenaga mereka bagi keselamatanmu. Keduanya berdo\u2019a kepada Allah siang dan malam agar engkau cepat sembuh. Ibumu tidak tidur semalaman untuk menjagamu. la menangis dengan air. matanya yang deras, karena kasihan kepadamu. Ayahmu memanggil dokter dan membeli obat-obatan untukmu. Ia tidaklah perduli mengeluarkan banyak uang demi kesehatanmu yang mahal.<\/p>\n<p><strong>8. Apa Kewajibanmu terhadap Ibu Bapakmu?<\/strong><\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<p>Wahai anak tercinta ! engkau telah mengetahui kadar kecintaan ibu bapakmu terhadapmu dan apa yang dilakukannya demi pemeliharaanmu. Maka wajiblah engkau membalas kebaikan ini dengan kebaikan serta berbakti kepada keduanya.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-content-1798\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"8\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-1798\">\n<p>Walaupun begitu dapat engkau saksikan keutamaan. dan jasa dari keduanya. Engkau akui bahwa engkau tidak bisa memenuhi hak-hak mereka dengan sempurna. Maka kerjakanlah nasihat-nasihat ini:<\/p>\n<p>1. Engkau cintai kedua orang tuamu dari lubuk hatimu dan hormati mereka dengan penuh penghormatan. Engkau perlakukan mereka berdua dengan segala sesuatu yang menggembirakan hatinya dan engkau hindarkan sesuatu apa pun yang menyusahkan kedua orang tua. Engkau dengarkan nasihat-nasihat kedua orang tua dan segera mematuhi perintah-perintahnya dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Engkau jabat tangan kedua orang tuamu setiap pagi dan sore dan menghadapi mereka dengan wajah berseriseri serta do\u2019akan mereka agar diberi panjang umur dalam kebaikan dan kesehatan, dan tercapai cita-cita mereka. Engkau do\u2019akan agar Allah membalas kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya atas pemeliharaan mereka yang baik.<\/p>\n<p>2. Hendaklah engkau ketahui bahwa hidup ibu bapakmu merupakan kenikmatan besar dari Allah bagimu dan berkah serta rahmat bagimu yang engkau nikmati dengan memandang kepada mereka. Dalam hal itu terdapat padanya pahala yang besar. Dalam hadits dikatakan: \u201cTidaklah sesearang melihat kepada wajah kedua orang tuanya dengan pandangan kasih sayang, melainkan Allah menetapkan baginya akibat pandangan itu adalah haji yang diterima dan mabrur.\u201d<\/p>\n<p>Hendaklah engkau jabat tangan mereka setiap hari dan engkau bermusyawarah dengan mereka tentang urusan-urusanmu. Engkau masukkan kegembiraan pada mereka dan engkau penuhi kebutuhan mereka. Mereka mendo\u2019akanmu dengan segala kebaikan. Betapa besarnya kenikmatan kenikmatan ini! Dan betapa banyaknya pahala ini! Seorang anak tidak mengetahui besarnya kenikamatan yang sebenarnya atas keberadaan ibu bapaknya, kecuali jika ia kehilangan mereka. Pada waktu itu ia merasakan kerugian yang besar dan kesedihan yang sangat atas perpisahannya dengan mereka.<\/p>\n<p>3. Hendaklah engkau bersikap sopan santun terhadap mereka di setiap waktu. Maka janganlah membelakangi mereka seraya memanggil namanya, jangan tertawa di hadapannya tanpa keperluan atau bersuara keras. Janganlah engkau memandang mereka dengan pandangan yang tajam, jangan berdusta terhadap mereka atau memaki mereka atau berbicara dengan perkataan yang buruk ataupun mengeraskan suaramu di atas suara mereka.<\/p>\n<p>Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cDan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di.antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan \u201cah\u201d dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.<\/p>\n<p>Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil\u201d (Al-Israa\u2019: 23, 24).<\/p>\n<p>4. Berusahalah selalu untuk memperoleh ridha ibu bapakmu, dengan bersungguh-sungguh dalam mempelajari pelajaran pelajaranmu dan pergi setiap hari ke sekolah, memelihara buku-buku dan pakaian-pakaianmu serta seluruh alatmu. Hendaklah engkau mengaturnya pada tempatnya Masing-masing dan tidak merusakkan atau menghilangkan sesuatu pun dannya. Hendaklah engkau kerjakan segala sesuatu yang menggembirakan mereka di dalam dan di luar rumah. Janganlah engkau mengganggu salah seorang dari saudaramu atau pelayan dan jangan pula bertengkar dengan anak-anak tetangga atau teman-temanmu di sekolah.<\/p>\n<p>5. Apabila engkau. meminta sesuatu dari ibu bapakmu, maka janganlah memintanya di hadapan orang banyak. Apabila kedua orang tuamu tidak memberikan apa yang engkau munta, maka diamlah. Karena mereka lebih tahu tentang maslahatmu (kebaikanmu). Waspadalah jangan sampai engkau marah dan menggerutu serta bermuka cemberut. Apabila engkau duduk di depan mereka, maka duduklah dengan cara yang baik. Janganlah meletakkan kaki di atas kaki, jangan duduk di saat mereka berdiri, dan jangan pula berjalan di depan mereka. Apabila salah seorang dari mereka memanggilmu, maka segeralah menjawabnya. Janganlah berlambat-lambat atau berpura-pura tidak mendengar ataupun jemu karena panggilan yang berulang-ulang. Waspadalah dengan sangat agar engkau tidak memaki ayah seseorang atau ibunya, agar ia tidak memaki Ibu bapakmu Oleh karenamu.<\/p>\n<p>Dalam hadits: \u201cTermasuk dosa besar adalah orang yang memaki ibu bapaknya.\u201d Orang-orang berkata, \u201cYa Rasulullah, apakah ada orang memaki Ibu bapaknya?\u201d, beliau menjawab, \u201cYa, jika ia memaki ayah seseorang, lalu orang itu memaki ayahnya. Dan jika ia memaki ibu orang Itu, latu orang itu memaki ibunya.\u201d<\/p>\n<p>6. Apabila engkau sudah besar dan mulai bekerja, maka engkau harus membantu kedua orang tuamu. Berilah nafkah menurut kemampuanmu dan berbaktilah kepada ibumu lebih banyak daripada ayahmu, karena ia lebih sayang kepadamu dan lebih banyak payahnya dalam memeliharamu.<\/p>\n<p>Datanglah seorang laki-laki kepada Nabi SAW. lalu berkata, \u201cYa Rasulullah, siapakah orang yang paling patut mendapat perlakuan baik dariku?\u201d Beliau menjawab, \u201cIbumu.\u201d Orang itu berkata, \u201cKemudian siapa ?\u201d Beliau menjawab, \u201cibumu.\u201d Orang itu berkata, \u201dKemudian siapa ?\u201d Beliau menjawab, \u201dIbumu.\u201d Orang itu berkata, \u201ckemudian siapa?\u201d Beliau menjawab, \u201cAyahmu.\u201d Apabila salah seorang dari mereka atau kedua-duanya meninggal dunia, maka anak pun wajib berbakti kepada mereka dengan berdo\u2019a dan memohonkan ampunan serta bersedekah untuk kedua orang tuanya. Dalam hadits: \u201cYa Rasulullah, apakah saya masih bisa berbakti kepada ibu \u201c bapakku sesudah mereka wafat ?\u201d Beliau menjawab, \u201cYa\u201d, menshalatkan jenazahnya, memohonkan ampunan bagi keduanya, melaksanakan wasiat mereka, dan menghormati teman mereka serta menyambung hubungan kekeluargaan yang hanya bisa disambung melalui mereka.\u201d<\/p>\n<p>7. Apabila engkau berbakti kepada kedua orang tuamu, maka engkau mendapat ridha Allah Ta\u2019ala dan pahala-Nya yang besar. Dalam hadits: \u201cRidha Allah diperoleh karena ridha kedua orang tua, dan murka Allah diperoleh karena murka kedua orang tua.\u201d Dalam hadits lain: \u201cBerbakti kepada kedua orang tua lebih utama daripada shalat (sunnah), sedekah, puasa, haji, umrah dan jihad di jalan Allah.\u201d Dan anak-anakmu akan berbakti kepadamu di masa mendatang. Sebagaimana dikatakan dalam hadits: \u201cBerbaktilah kamu kepada ayahmu, tentu anakmu akan berbakti kepadamu.\u201d<\/p>\n<p>Adapun durhaka kepada kedua orang tua adalah termasuk dosa-dosa terbesar. Nabi SAW. bersabda: \u201cDosa-dosa terbesar adalah mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.\u201d Nabi SAW. bersabda pula: \u201cJanganlah kamu durhaka kepada kedua orang tua, karena bau surga Itu tercium dari jarak 1000 tahun. Demi Allah seorang yang durhaka maupun yang memutuskan hubungan kekeluargaan tidaklah merasakannya.\u201d Nabi SAW. bersabda: \u201cTerkutuklah bagi siapa yang mendurhakai kedua orang tuanya.\u201d<\/p>\n<p>8. Apabila engkau melakukan kesalahan terhadap kedua orang tuamu, maka segeralah meminta maaf kepada mereka selama mereka masih hidup. Berjanjilah kepada dirimu untuk tidak mengulangi lagi kesalahan seperti itu, karena hukuman orang yang durhaka itu disegerakan di dunia, terutama setelah wafat kedua orang tuanya. Dalam hadits: \u201cSemua dosa ditangguhkan Allah hukumannya sekehendak-Nya hingga hari kiamat, kecuali durhaka kepada kedua orang tua. Karena Allah menyegerakannya bagi pelakunya di masa hidup sebelum matinya.\u201d Datanglah seorang laki-laki kepada Nabi SAW. seraya meminta bai\u2019at untuk hijrah. Ia berkata, \u201cAku tidak datang kepadamu sebelum membuat kedua orang tuaku menangis.\u201d Maka Nabi SAW. bersabda: \u201cKembalilah kepada mereka dan buatlah mereka tertawa sebagaimana engkau telah membuat mereka menangis.\u201d<\/p>\n<p>9. Tiada sesuatu yang lebih menggembirakan kedua orang tua daripada melihat anak yang menyenangkan hati mereka, berbakti, taat, bersopan santun dan cerdas. Maka berusahalah engkau agar menjadi demikian dan mintalah doa dari mereka hingga tercapai cita-citamu. Dalam hadits: \u201cDo\u2019a ayah bagi anaknya seperti do\u2019a Nabi bagi umatnya.\u201d<\/p>\n<p><strong>9. Kisah-kisah Nyata\u00a0<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-1799\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"9\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-1799\">\n<p>1. Sayyidina Ismail putra Nabi Ibrahim as adalah seorang yang berbakti kepada ibu bapaknya. Ketika umurnya mencapai 13 tahun, ayahnya berkata kepadanya, \u201cHai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu.\u201d la menjawab, \u201cHai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar\u201d (Ash-Shaffaat: 102).<\/p>\n<p>Nabi Ibrahim mematuhi perintah Tuhannya dan ingin menyembelih putranya. Di saat yang menakutkan ini sayyidina Ismail teringat akan ibunya. Maka ia berkata kepada ayahnya, \u201cHai ayahku ikatlah aku erat-erat agar aku tidak goyah dan tanggalkanlah bajuku agar tidak terkena darahku. Karena jika ibuku melihatnya, semakin bertambah kesedihannya. Sampaikan salam kepada ibuku. Jika ayah ingin mengembalikan bajuku kepadanya, maka lakukanlah. Karena hal itu akan menghibur hatinya dan menimbulkan kenangan terhadap anaknya.\u201d<\/p>\n<p>Kemudian Nabi Ibrahim menelungkupkan Ismail dan meletakkan pisau pada tenggorokannya, tetapi tidak berpengaruh padanya dengan kekuasaan Allah Ta\u2019ala. Maka Allah menebusnya dengan seekor domba dari surga. Kemudian Nabi Ibrahim menyembelihnya. Lihatlah wahai anak tercinta, bagaimana sayyidina Ismail berbakti dan bersabar dan bagaimana nabi Ibrahim mematuhi perintah Tuhannya serta tabah dalam menerima cobaan yang nyata ini.<\/p>\n<p>2. Sayyidina Ali Zainal Abidin r.a. adalah seorang yang banyak berbakti kepada ibunya, hingga seorang sahabatnya berkata, \u201cAnda adalah orang yang paling berbakti kepada ibumu. Mengapa kami tidak melihatmu makan bersamanya?\u201d la menjawab, \u201cYa, karena saya khawatir tanganku mendahuluinya mengambil suatu makanan yang telah dipandangnya dan ingin dimakannya, jika demikian, maka aku pun telah mendurhakainya.\u201d<\/p>\n<p>3. Datanglah seorang laki-laki berkata kepada Rasululah SAW., \u201cYa Rasulullah, di sana ada seorang pemuda yang hampir meninggal, ia disuruh mengucapkan : Laa ilaha illallah, namun tidak dapat mengucapkannya.\u201d Nabi SAW. berkata, \u201cBukankah ia telah mengucapkannya di masa hidupnya ?\u201d Orang-orang pun berkata, \u201cYa.\u201d Nabi SAW. berkata, \u201cApa yang menghalanginya mengucapkan itu menjelang wafatnya?\u201d Kemudian Rasulullah SAW. bangkit dan kami bangkit bersamanya hingga kami datangi pemuda itu. Nabi SAW. berkata, \u201cHai anak, ucapkanlah: Laa ilaha illallah.\u201d Pemuda itu menjawab, \u201cAku tidak bisa mengucapkannya.\u201d Nabi SAW. bertanya, \u201cMengapa?\u201d Pemuda itu menjawab, \u201cKarena mendurhakai ibuku.\u201d Nabi SAW. bertanya, \u201dApakah ia masih hidup?\u201d<\/p>\n<p>Pemuda itu menjawab, \u201cYa.\u201d Nabi SAW. berkata, \u201cDatangkan dia.\u201d Kemudian ibu pemuda itu datang. Nabi SAW. berkata, \u201cBagaimana seandainya dinyalakan api, lalu dikatakan kepadamu, jika engkau tidak memberi syafa\u2019at baginya, maka kami lemparkan dia ke dalam api?\u201d Perempuan itu menjawab, \u201cKalau begitu, aku beri syafa\u2019at baginya.\u201d Nabi SAW. berkata, \u201cMaka jadikan kami sebagai saksi bahwa engkau meridhainya.\u201d Perempuan itu berkata, \u201cYa Allah, aku jadikan Engkau dan Rasul-Mu sebagai saksi bahwa aku telah ridha kepada putraku.\u201d Kemudian Nabi SAW. berkata, \u201cHai anak, ucapkan-lah: Laa ilaha illallah.\u201d Maka anak itu mengucapkan: \u201cLaa ilaha illallah.\u201d Maka Rasulullah SAW. berkata, \u201cSegala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka.\u201d<\/p>\n<p>Hai anak tercinta! renungkanlah kisah ini agar engkau tahu bahwa durhaka kepada orang tua menyebabkan kesudahan yang buruk. Semoga Allah melindungi kita darinya. Dalam hadits: \u201cTiga macam perbuatan dosa yang tidak berguna amalan lain di sampingnya, yaitu: menyekutukan Allah, mendurhakai ibu bapak dan lari dari peperangan.\u201d<\/p>\n<p>4. Ada seorang, anak Yahudi yang melayani Nabi SAW. pada suatu hari ia sakit dan Nabi SAW. datang menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya. Kemudian Nabi SAW. berkata, \u201cMasuklah agama ke dalam Islam.\u201d Anak itu pun memandang kepada bapaknya yang berada di situ. Bapaknya berkata, \u201cTaatilah Abal Qasim (Nabi).\u201d Kemudian anak itu masuk Islam. Kemudian Nabi SAW. keluar dari rumah itu seraya berkata, \u201cSegala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka.\u201d<\/p>\n<p>Lihatlah bagaimana anak ini berbakti kepada ayahnya hingga menjelang wafatnya. Dengan itu Allah memberinya taufiq untuk masuk Islam di saat terakhir dari umurnya. Maka ja pun menjadi penghuni surga. Dari kisah ini engkau dapat mengetahui bahwa berbakti kepada ibu bapak menyebabkan kesudahan yang baik.<\/p>\n<p>5. Haiwah bin Syuraih adalah seorang yang berbakti kepada ibunya. Ia tidak pernah menentang perkataannya. la termasuk ulama besar dan mempunyai murid yang banyak. Pada suatu hari ibunya datang: kepadanya ketika ia sedang mengajar. Kemudian ibunya berkata, \u201cBerdirilah wahai Haiwah, berikan gandum kepada ayam-ayam.\u201d la pun tidak merasa berat dan tidak berlambat-lambat. Akan tetapi ia tinggalkan mengajar, dan segera mematuhi perintahnya.<\/p>\n<p>6. Di antara orang-orang yang berbakti juga adalah Dzar bin Umar Al-Hamdani. Termasuk salah satu baktinya kepada ayahnya adalah bahwa ia tidak pernah berjalan bersama ayahnya di siang hari, kecuali ia berjalan di belakangnya. Dan tidaklah ia berjalan bersamanya di malam hari, melainkan ia berjalan di depannya untuk menghadapi bahaya di depannya. Dan tidaklah ia menaiki atap ketika ayahnya berada di bawahnya. (*)<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-content-1798\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"8\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-1798\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Bersambung &#8230;. )<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13722,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[146],"class_list":["post-13726","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-adab-akhlak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 2 (5): Mencintai Kedua Orangtua dan Kewajiban terhadapnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU \u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 2 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 2 (5): Mencintai Kedua Orangtua dan Kewajiban terhadapnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU \u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 2 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-21T10:49:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"469\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\\\/\",\"name\":\"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 2 (5): Mencintai Kedua Orangtua dan Kewajiban terhadapnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-2.jpg\",\"datePublished\":\"2023-02-05T09:19:37+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-21T10:49:12+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU \u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 2 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-2.jpg\",\"width\":700,\"height\":469,\"caption\":\"Akhlaq lil Banin Djuz 2\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 2 (5): Mencintai Kedua Orangtua dan Kewajiban terhadapnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 2 (5): Mencintai Kedua Orangtua dan Kewajiban terhadapnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU \u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 2 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 2 (5): Mencintai Kedua Orangtua dan Kewajiban terhadapnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU \u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 2 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2024-09-21T10:49:12+00:00","og_image":[{"width":700,"height":469,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/","name":"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 2 (5): Mencintai Kedua Orangtua dan Kewajiban terhadapnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-2.jpg","datePublished":"2023-02-05T09:19:37+00:00","dateModified":"2024-09-21T10:49:12+00:00","description":"BLOGGURU \u2013 Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq \u2013 Djuz 2 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Akhlaq-lil-Banin-Djuz-2.jpg","width":700,"height":469,"caption":"Akhlaq lil Banin Djuz 2"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-kitab-akhlaq-lil-banin-djuz-2-5-mencintai-kedua-orangtua-dan-kewajiban-terhadapnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin \u2013 Djuz 2 (5): Mencintai Kedua Orangtua dan Kewajiban terhadapnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/13726","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13726"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13726"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=13726"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}