{"id":13939,"date":"2024-10-11T07:11:11","date_gmt":"2024-10-10T23:11:11","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=13939"},"modified":"2024-10-30T07:58:58","modified_gmt":"2024-10-29T23:58:58","slug":"kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/","title":{"rendered":"Kekuasaan dan Peradaban Islam Pasca Runtuhnya Daulah Abbasiyah"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em> *)<\/p>\n<p>Related Post:\u00a0<a href=\"https:\/\/palontaraq.id\/2019\/11\/13\/perkembangan-islam-pada-masa-daulah-dinasti-abbasiyah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Perkembangan Islam pada masa Daulah Dinasti Abbasiyah<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211;\u00a0<strong>Daulah Abbasiyah<\/strong>, salah satu dinasti Islam terbesar, mengalami masa kejayaan yang gemilang dengan pusat peradaban di Baghdad. Namun, seperti halnya kerajaan-kerajaan besar lainnya, Daulah Abbasiyah juga mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:63\">Faktor-faktor yang Menyebabkan Keruntuhan Daulah Abbasiyah, dapat dibedakan atas dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internal diantaranya adalah karena: Pertama, adanya\u00a0<strong>Perebutan Kekuasaan <\/strong>di antara para pangeran dan kelompok-kelompok kepentingan menyebabkan ketidakstabilan politik dan melemahnya sentralisasi kekuasaan. Kedua, <strong>Kemerosotan Ekonomi.<\/strong> Pemborosan anggaran negara, penurunan pendapatan akibat perang dan pemberontakan, serta inflasi yang tinggi melemahkan perekonomian Abbasiyah. Ketiga,\u00a0<strong>Kemunduran Sosial Budaya:<\/strong> Kehidupan mewah di kalangan elit, munculnya aliran-aliran sesat, dan melemahnya semangat keagamaan turut mempercepat kemunduran, dan Keempat,\u00a0<strong>Munculnya Dinasti-Dinasti Kecil:<\/strong> Banyak dinasti kecil yang merdeka dari kekuasaan Abbasiyah, seperti Dinasti Buwaih di Persia dan Dinasti Fatimiyah di Mesir.<\/p>\n<p>Adapun Faktor Eksternal yang menjadi penyebab runtuhnya Daulah Abbasiyah adalah: Pertama, <strong>Serangan Mongol. <\/strong>Invasi bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan pada tahun 1258 menjadi pukulan telak bagi Abbasiyah. Baghdad, sebagai pusat peradaban Islam, dihancurkan dan kekhalifahan Abbasiyah berakhir. Kedua,\u00a0<strong>Perang Salib <\/strong>yang dilancarkan oleh bangsa Eropa juga memberikan tekanan besar pada wilayah kekuasaan Abbasiyah.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"17:1-17:22\">Proses Keruntuhan Daulah Abbasiyah, secara bertahap dapat dilihat pada terjadinya\u00a0<strong>Pemisahan Wilayah. <\/strong>Wilayah kekuasaan Abbasiyah semakin terpecah-belah menjadi beberapa negara kecil yang saling bertikai, Lemahnya\u00a0Militer<b>. <\/b>Kekuatan militer Abbasiyah melemah akibat perang saudara dan serangan dari luar, dan terakhir,\u00a0Hilangnya Legitimasi. Khalifah Abbasiyah kehilangan wibawa dan legitimasinya di mata rakyat.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"23:1-23:39\">Dampak Keruntuhan Daulah Abbasiyah itu sangat terasa sebagai suatu Kemunduran Peradaban Islam. Runtuhnya Abbasiyah menyebabkan kemunduran dalam bidang ilmu pengetahuan, budaya, dan ekonomi di dunia Islam. Secara perlahan pula, Peta politik dunia Islam mengalami perubahan yang signifikan dan diikuti Munculnya pusat-pusat kekuasaan Islam baru seperti Dinasti Mamluk di Mesir dan Dinasti Utsmaniyah di Turki. Meskipun demikian, tetap saja ada warisan peradaban Abbasiyah tetap hidup hingga kini dan memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan peradaban manusia.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"23:1-23:39\">Pasca runtuhnya Daulah Abbasiyah, ada tiga daulah yang sangat berpengaruh dan menguasai wilayah-wilayah pemerintahan Islam. Ketiga daulah itu adalah Daulah Utsmaniyah di Turki, Daulah Mughal di Semenanjung India, dan Daulah Safawiyah di Persia.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"23:1-23:39\"><strong>1. Daulah Utsmaniyah<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"3:1-3:287\"><strong>Daulah Utsmaniyah<\/strong>, atau sering disebut sebagai <strong>Kekaisaran Ottoman<\/strong>, adalah salah satu kerajaan Islam terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah. Kekaisaran ini berdiri di Anatolia (sekarang Turki) dan berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Eropa, Afrika, dan Asia.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:28\"><strong>Asal-usul dan Berdirinya<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"6:1-10:0\">\n<li data-sourcepos=\"6:1-6:240\"><strong>Suku Kayi:<\/strong> Kisah berdirinya Daulah Utsmaniyah berawal dari suku Kayi, sebuah suku Turki yang melakukan migrasi dari Asia Tengah menuju Anatolia. Mereka mencari tanah baru untuk ditinggali setelah menghadapi tekanan dari bangsa Mongol.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"7:1-7:165\"><strong>Ertugrul Bey:<\/strong> Salah satu tokoh penting dari suku Kayi adalah Ertugrul Bey. Ia berhasil mendapatkan sebidang tanah di wilayah barat Anatolia dari Sultan Seljuk.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"8:1-8:228\"><strong>Osman I:<\/strong> Putra Ertugrul Bey, Osman I, melanjutkan perjuangan ayahnya. Ia berhasil menaklukkan beberapa wilayah di sekitarnya dan mendirikan sebuah beylik (negara kecil) yang kemudian menjadi cikal bakal Daulah Utsmaniyah.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"9:1-10:0\"><strong>Pendirian Resmi:<\/strong> Daulah Utsmaniyah secara resmi didirikan pada tahun 1299 oleh Osman I.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Lihat pula:\u00a0<a href=\"https:\/\/palontaraq.id\/2024\/10\/09\/mengenal-bangsa-turki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Mengenal Bangsa Turki<\/strong><\/a><\/p>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:44\"><strong>Faktor-faktor yang Mendorong Pertumbuhan<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"12:1-16:0\">\n<li data-sourcepos=\"12:1-12:173\"><strong>Letak Geografis yang Strategis:<\/strong> Anatolia terletak di persimpangan antara Eropa dan Asia, sehingga menjadi wilayah yang sangat strategis untuk perdagangan dan ekspansi.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"13:1-13:169\"><strong>Kepemimpinan yang Kuat:<\/strong> Para sultan Utsmaniyah memiliki kepemimpinan yang kuat dan visioner. Mereka mampu menyatukan berbagai suku dan agama di bawah satu bendera.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"14:1-14:246\"><strong>Militer yang Tangguh:<\/strong> Tentara Utsmaniyah terkenal dengan disiplin dan kemampuan taktiknya. Penggunaan pasukan Janissari yang terdiri dari anak-anak Kristen yang diislamkan dan dilatih secara militer menjadi salah satu kekuatan utama mereka.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"15:1-16:0\"><strong>Agama Islam:<\/strong> Islam menjadi perekat bagi masyarakat Utsmaniyah. Agama ini memberikan semangat juang dan persatuan kepada rakyat.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"17:1-17:25\"><strong>Kejayaan dan Ekspansi<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"18:1-20:0\">\n<li data-sourcepos=\"18:1-18:266\"><strong>Penaklukan Konstantinopel:<\/strong> Salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Daulah Utsmaniyah adalah penaklukan Konstantinopel (sekarang Istanbul) pada tahun 1453 oleh Sultan Mehmed II. Kota ini menjadi ibu kota baru kekaisaran dan simbol kekuatan Utsmaniyah.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"19:1-20:0\"><strong>Ekspansi ke Eropa, Afrika, dan Asia:<\/strong> Setelah menaklukkan Konstantinopel, Utsmaniyah terus melakukan ekspansi ke berbagai wilayah. Mereka berhasil menguasai sebagian besar Balkan, Timur Tengah, dan Afrika Utara.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"21:1-21:34\"><strong>Puncak Kejayaan dan Keruntuhan<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"22:1-25:0\">\n<li data-sourcepos=\"22:1-22:210\"><strong>Zaman Kejayaan:<\/strong> Abad ke-16 dan ke-17 merupakan masa keemasan Daulah Utsmaniyah. Pada masa ini, kekaisaran mencapai puncak kekuasaannya di bawah kepemimpinan sultan-sultan seperti Suleiman the Magnificent.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"23:1-23:220\"><strong>Keruntuhan:<\/strong> Sejak abad ke-18, Daulah Utsmaniyah mulai mengalami kemunduran. Beberapa faktor yang menyebabkan keruntuhan ini antara lain adalah korupsi, stagnasi teknologi, dan persaingan dengan negara-negara Eropa.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"24:1-25:0\"><strong>Akhir Kekuasaan:<\/strong> Daulah Utsmaniyah secara resmi berakhir pada tahun 1923 setelah Perang Dunia I.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>2. Daulah Mughal\u00a0<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"3:1-3:227\"><strong>Daulah Mughal<\/strong> adalah salah satu kerajaan Islam terbesar dan paling berpengaruh di India. Kekaisaran ini didirikan oleh keturunan Timur Lenk dan berhasil menyatukan sebagian besar anak benua India di bawah satu pemerintahan.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:27\"><strong>Asal-Usul dan Pendirian<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"7:1-10:0\">\n<li data-sourcepos=\"7:1-7:260\"><strong>Keturunan Timur Lenk:<\/strong> Pendiri Daulah Mughal, Zahiruddin Muhammad Babur, adalah keturunan langsung dari Timur Lenk (Tamerlane), seorang penakluk besar dari Asia Tengah. Babur berasal dari Dinasti Timuriyah yang memiliki pengaruh besar di wilayah tersebut.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"8:1-8:269\"><strong>Ekspansi ke India:<\/strong> Setelah mengalami beberapa kali kegagalan dalam mempertahankan wilayah kekuasaannya di Asia Tengah, Babur memutuskan untuk mengarahkan perhatiannya ke India. Ia melihat potensi besar di subkontinen ini, baik dari segi kekayaan maupun strategis.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"9:1-10:0\"><strong>Pertempuran Panipat I:<\/strong> Titik balik dalam sejarah Daulah Mughal adalah Pertempuran Panipat I pada tahun 1526. Dalam pertempuran ini, Babur berhasil mengalahkan Ibrahim Lodi, Sultan Delhi terakhir, dan mendirikan Kesultanan Mughal di India.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:58\"><strong>Faktor-faktor yang Mendorong Pertumbuhan Daulah Mughal<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"13:1-17:0\">\n<li data-sourcepos=\"13:1-13:192\"><strong>Kepemimpinan yang Kuat:<\/strong> Para penguasa Mughal, seperti Babur, Humayun, Akbar, Jahangir, dan Shah Jahan, adalah pemimpin yang cerdas, visioner, dan memiliki kemampuan militer yang mumpuni.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"14:1-14:182\"><strong>Militer yang Tangguh:<\/strong> Tentara Mughal dilengkapi dengan persenjataan modern pada masanya, seperti meriam dan bubuk mesiu. Selain itu, mereka juga memiliki kavaleri yang tangguh.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"15:1-15:223\"><strong>Kebijakan Toleransi:<\/strong> Akbar, salah satu penguasa Mughal yang paling terkenal, menerapkan kebijakan toleransi terhadap agama-agama lain di India. Hal ini membuat banyak orang Hindu dan non-Muslim mendukung kekuasaannya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"16:1-17:0\"><strong>Seni dan Budaya:<\/strong> Daulah Mughal mewariskan warisan budaya yang kaya, seperti arsitektur Taj Mahal, seni miniatur, dan musik klasik India.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"18:1-18:32\"><strong>Masa Kejayaan dan Keruntuhan<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"20:1-22:0\">\n<li data-sourcepos=\"20:1-20:227\"><strong>Masa Kejayaan:<\/strong> Masa kejayaan Daulah Mughal terjadi pada abad ke-16 dan ke-17 di bawah kepemimpinan Akbar dan Shah Jahan. Pada masa ini, kekaisaran Mughal mencapai puncak kejayaannya dalam hal wilayah, ekonomi, dan budaya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"21:1-22:0\"><strong>Keruntuhan:<\/strong> Sejak akhir abad ke-17, Daulah Mughal mulai mengalami kemunduran. Beberapa faktor yang menyebabkan keruntuhan ini antara lain adalah perebutan kekuasaan di antara para pangeran, pemberontakan dari para gubernur daerah, dan intervensi dari kekuatan-kekuatan Eropa, terutama Inggris.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Warisan Daulah Mughal<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"25:1-25:123\">Meskipun Daulah Mughal akhirnya runtuh, warisan yang ditinggalkannya sangat besar bagi India. Beberapa di antaranya adalah:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"27:1-31:0\">\n<li data-sourcepos=\"27:1-27:137\"><strong>Persatuan India:<\/strong> Daulah Mughal berhasil menyatukan sebagian besar anak benua India di bawah satu pemerintahan selama beberapa abad.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"28:1-28:135\"><strong>Perkembangan Seni dan Budaya:<\/strong> Daulah Mughal mewariskan berbagai karya seni dan budaya yang hingga kini masih dikagumi oleh dunia.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"29:1-29:134\"><strong>Pengaruh terhadap Arsitektur:<\/strong> Bangunan-bangunan megah seperti Taj Mahal menjadi simbol kekayaan dan keindahan arsitektur Mughal.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"30:1-31:0\"><strong>Warisan Budaya:<\/strong> Budaya Mughal telah menyatu dengan budaya India dan membentuk identitas bangsa India.&#8217;<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>3. Daulah Safawiyah<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"3:1-3:221\"><strong>Daulah Safawiyah<\/strong> adalah salah satu kerajaan Islam yang sangat berpengaruh di Persia (sekarang Iran). Kekaisaran ini tidak hanya menyatukan wilayah Persia, tetapi juga memainkan peran penting dalam sejarah Islam Syiah.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:28\"><strong>Asal-Usul dan Berdirinya<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"7:1-10:0\">\n<li data-sourcepos=\"7:1-7:213\"><strong>Tarekat Safawiyah:<\/strong> Sejarah Daulah Safawiyah bermula dari sebuah tarekat Sufi yang didirikan oleh Shafi al-Din di Ardabil, Azerbaijan. Tarekat ini kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan politik yang kuat.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"8:1-8:220\"><strong>Ismail I:<\/strong> Tokoh kunci dalam berdirinya Daulah Safawiyah adalah Ismail I. Ia berhasil menyatukan berbagai suku dan kelompok di bawah panji-panji Syiah dan memproklamirkan dirinya sebagai Shah (raja) pada tahun 1501.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"9:1-10:0\"><strong>Perang Chaldiran:<\/strong> Salah satu peristiwa penting dalam sejarah awal Daulah Safawiyah adalah Perang Chaldiran pada tahun 1514. Dalam perang ini, pasukan Safawiyah yang dipimpin oleh Ismail I kalah dari pasukan Utsmaniyah yang dipimpin oleh Selim I. Meskipun kalah, Daulah Safawiyah berhasil mempertahankan wilayah intinya di Persia.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:61\"><strong>Faktor-faktor yang Mendorong Pertumbuhan Daulah Safawiyah<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"13:1-17:0\">\n<li data-sourcepos=\"13:1-13:177\"><strong>Ideologi Syiah:<\/strong> Syiah menjadi ideologi negara yang kuat di bawah kepemimpinan Daulah Safawiyah. Hal ini membedakan Safawiyah dengan Daulah Utsmaniyah yang bermazhab Sunni.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"14:1-14:147\"><strong>Dukungan Rakyat:<\/strong> Ismail I berhasil mendapatkan dukungan yang kuat dari rakyat, terutama dari kelompok-kelompok Turkoman yang bermazhab Syiah.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"15:1-15:185\"><strong>Militer yang Tangguh:<\/strong> Pasukan Safawiyah, yang dikenal sebagai Qizilbash, merupakan pasukan yang loyal dan tangguh. Mereka memainkan peran penting dalam ekspansi wilayah Safawiyah.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"16:1-17:0\"><strong>Kebijakan Ekonomi yang Bijaksana:<\/strong> Para penguasa Safawiyah menerapkan kebijakan ekonomi yang bijaksana, sehingga perekonomian negara berkembang pesat.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"18:1-18:32\"><strong>Masa Kejayaan dan Keruntuhan<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"20:1-22:0\">\n<li data-sourcepos=\"20:1-20:186\"><strong>Masa Kejayaan:<\/strong> Masa kejayaan Daulah Safawiyah terjadi pada abad ke-16 di bawah kepemimpinan Shah Abbas I. Pada masa ini, Safawiyah menjadi salah satu kekuatan besar di dunia Islam.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"21:1-22:0\"><strong>Keruntuhan:<\/strong> Sejak akhir abad ke-17, Daulah Safawiyah mulai mengalami kemunduran. Beberapa faktor yang menyebabkan keruntuhan ini antara lain adalah perebutan kekuasaan di antara para pangeran, pemberontakan dari suku-suku nomaden, dan intervensi dari kekuatan-kekuatan asing seperti Rusia dan Ottoman.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"23:1-23:28\"><strong>Warisan Daulah Safawiyah<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"25:1-28:0\">\n<li data-sourcepos=\"25:1-25:121\"><strong>Kebangkitan Syiah:<\/strong> Daulah Safawiyah memainkan peran penting dalam kebangkitan Syiah di Iran dan wilayah sekitarnya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"26:1-26:136\"><strong>Seni dan Budaya:<\/strong> Daulah Safawiyah mewariskan warisan seni dan budaya yang kaya, seperti arsitektur, keramik, dan lukisan miniatur.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"27:1-28:0\"><strong>Identitas Nasional Iran:<\/strong> Daulah Safawiyah membantu membentuk identitas nasional Iran modern.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"33:1-33:236\">Demikianlah catatan singkat tentang tiga daulah yang memegang wilayah-wilayah kekuasaan Islam yang penting dan meneruskan peradaban gemilang Islam pasca runtuhnya kekuasaan besar Daulah Abbasiyah.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"33:1-33:236\">Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)<\/p>\n<p data-sourcepos=\"33:1-33:236\">(* <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)\/Pengasuh Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6969,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[140,73],"class_list":["post-13939","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-kepesantrenan","blog-kat-sejarah-kebudayaan-islam"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kekuasaan dan Peradaban Islam Pasca Runtuhnya Daulah Abbasiyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Perkembangan Islam pada masa Daulah Dinasti Abbasiyah BLOGGURU -\u00a0Daulah Abbasiyah, salah satu dinasti Islam\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kekuasaan dan Peradaban Islam Pasca Runtuhnya Daulah Abbasiyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Perkembangan Islam pada masa Daulah Dinasti Abbasiyah BLOGGURU -\u00a0Daulah Abbasiyah, salah satu dinasti Islam\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-29T23:58:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG20191031132706.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"418\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\\\/\",\"name\":\"Kekuasaan dan Peradaban Islam Pasca Runtuhnya Daulah Abbasiyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/IMG20191031132706.jpg\",\"datePublished\":\"2024-10-10T23:11:11+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-29T23:58:58+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Perkembangan Islam pada masa Daulah Dinasti Abbasiyah BLOGGURU -\u00a0Daulah Abbasiyah, salah satu dinasti Islam\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/IMG20191031132706.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/IMG20191031132706.jpg\",\"width\":600,\"height\":418,\"caption\":\"Bersama Prof Dr. Ahmad M. Sewang, Sejarawan\\\/Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. (foto: ist\\\/dokpribadi)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kekuasaan dan Peradaban Islam Pasca Runtuhnya Daulah Abbasiyah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kekuasaan dan Peradaban Islam Pasca Runtuhnya Daulah Abbasiyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Perkembangan Islam pada masa Daulah Dinasti Abbasiyah BLOGGURU -\u00a0Daulah Abbasiyah, salah satu dinasti Islam","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kekuasaan dan Peradaban Islam Pasca Runtuhnya Daulah Abbasiyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Perkembangan Islam pada masa Daulah Dinasti Abbasiyah BLOGGURU -\u00a0Daulah Abbasiyah, salah satu dinasti Islam","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2024-10-29T23:58:58+00:00","og_image":[{"width":600,"height":418,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG20191031132706.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/","name":"Kekuasaan dan Peradaban Islam Pasca Runtuhnya Daulah Abbasiyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG20191031132706.jpg","datePublished":"2024-10-10T23:11:11+00:00","dateModified":"2024-10-29T23:58:58+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Perkembangan Islam pada masa Daulah Dinasti Abbasiyah BLOGGURU -\u00a0Daulah Abbasiyah, salah satu dinasti Islam","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG20191031132706.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG20191031132706.jpg","width":600,"height":418,"caption":"Bersama Prof Dr. Ahmad M. Sewang, Sejarawan\/Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. (foto: ist\/dokpribadi)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kekuasaan-dan-peradaban-islam-pasca-runtuhnya-daulah-abbasiyah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kekuasaan dan Peradaban Islam Pasca Runtuhnya Daulah Abbasiyah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/13939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13939"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6969"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=13939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}