{"id":14312,"date":"2025-01-09T12:04:24","date_gmt":"2025-01-09T04:04:24","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=14312"},"modified":"2025-08-02T21:14:52","modified_gmt":"2025-08-02T13:14:52","slug":"list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/","title":{"rendered":"List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 2)"},"content":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0<strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>\u00a0*)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> \u2013 Pada postingan tulisan List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 1), telah dijelaskan hal-hal pokok terkait perlunya mempelajari atau memahami ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dari Kitab Tafsir, yang mana Kitab Tafsir itu sendiri dibagi menjadi dua berdasarkan metode penafsirannya, berdasarkan bil ma&#8217;tsur atau bil ra&#8217;yi. Juga disebutkan contoh-contoh Kitab Tafsir berdasarkan penggolongan tersebut.<\/p>\n<p>Setidaknya ada empat kitab tafsir induk yang menjadi rujukan utama para ulama tafsir generasi berikutnya dalam penyusunan kitab mereka di bidang tafsir al-Quran, yaitu:<\/p>\n<p><span id=\"Pertama_Tafsir_Maani_al-Quran\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong><em>Pertama<\/em><\/strong><strong>, Tafsir<em>\u00a0Ma\u2019ani al-Quran<\/em>. <\/strong>Kitab ini ditulis oleh Imam Abu Zakaria Yahya bin Ziyad al-Farra\u2019. Populer dengan nama imam Al-Farra\u2019. Beliau meninggal pada tahun 207 Hijriyah. Tafsir\u00a0<em>Ma\u2019ani al-Quran<\/em> pernah diterbitkan oleh Dar \u2018Alim al-Kutub dalam tiga Jilid. Cetakan ke-3 diterbitkan pada tahun 1403 Hijriyah bertepatan tahun 1983 Masehi.<\/p>\n<p><span id=\"Kedua_kitab_Majaz_al-Quran\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong><em>Kedua,<\/em><\/strong><strong>\u00a0kitab\u00a0<em>Majaz al-Quran. <\/em><\/strong>Kitab <em>Majaz al-Quran<\/em>\u00a0ditulis oleh Abu Ubaidah Ma\u2019mar bin al-Mutsanna at-Taimi al-Bashri. Beliau meninggal pada tahun 209 Hijriyah.<\/p>\n<p>Kitab\u00a0<em>Majaz al-Quran<\/em> karya Abu Ubaidah Ma\u2019mar bin al-Mutsanna ini menjelaskan gaya bahasa Arab yang digunakan dalam al-Quran.\u00a0Kitab ini disusun atas dasar kegelisahan penulis terhadap kondisi kaum muslim baik Arab maupun non-Arab yang tidak mampu memahami makna bahasa al-Quran secara langsung.<\/p>\n<p>Lain halnya dengan kondisi para sahabat yang memiliki kemampuan untuk langsung dapat memahami tiap kata dalam al-Quran.\u00a0Kitab tafsir yang disusun oleh ulama ahli bahasa yang tercatat memiliki 200-an karya tulis ini termasuk rujukan utama seorang\u00a0<em>Imamul Mufassirin<\/em>, Imam ath-Thabari, dalam proses penyusunan kitabnya yang sangat fenomenal,\u00a0<em>Tafsir ath-Thabari<\/em>. (<em>Majaz al-Quran<\/em>, Abu Ubaidah Ma\u2019mar bin al-Mutsanna, 17)<\/p>\n<p>Muhammad Fuad Sezgin (1924-2018 M)\u2014dalam ejaan Turki:\u00a0<a href=\"https:\/\/en.m.wikipedia.org\/wiki\/Fuat_Sezgin\">Fuat Sezgin<\/a>\u2014adalah salah seorang peneliti manuskrip berkebangsaan Turki yang pernah melakukan tahkik cukup mendalam terhadap kitab tafsir\u00a0<em>Majaz al-Quran<\/em>.<\/p>\n<p><span id=\"Ketiga_Tafsir_Maani_al-Quran_wa_Irabuhu\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong>Ketiga, Tafsir\u00a0<em>Ma\u2019ani al-Quran wa I\u2019rabuhu. <\/em><\/strong>Kitab ini <em>Ma\u2019ani al-Quran wa I\u2019rabuhu<\/em> ditulis oleh Abu Ishaq Ibrahim bin as-Sarri az-Zujaj. Kitab yang ditulis oleh ulama ahli tafsir yang meninggal pada tahun 311 Hijriyah ini pernah dicetak oleh penerbit \u2018Alimul Kutub, Beirut. Cetakan pertama diluncurkan pada tahun 1988 Masehi.\u00a0Imam az-Zamakhsyari banyak menyerap kitab ini sebagai bahan untuk menyusun kitab tafsirnya.<\/p>\n<p><span id=\"Keempat_Tafsir_Muqatil_bin_Sulaiman\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong>Keempat,\u00a0<em>Tafsir Muqatil bin Sulaiman. <\/em><\/strong>Menurut beberapa peneliti, <em>Tafsir Muqatil bin Sulaiman<\/em> adalah kitab tafsir induk pertama yang ditulis secara utuh dan lengkap.\u00a0Imam asy-Syafi\u2019i memberi kesaksian tentang kitab ini dalam pernyataannya,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 dir=\"rtl\" style=\"text-align: center;\">\u0627\u064e\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062a\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u0650\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0639\u0650\u064a\u064e\u0627\u0644\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0645\u064f\u0642\u064e\u0627\u062a\u0650\u0644\u0650 \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0633\u064f\u0644\u064e\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201c<em>Para ulama dalam hal penafsiran merujuk kepada Muqatil bin Sulaiman<\/em>.\u201d (<em>Tarikh Damsyiq,<\/em>\u00a0Ibnu Asakir, 60\/116)<\/p>\n<p>Penulis kitab ini adalah Abu al-Hasan Muqatil bin Sulaiman bin Basyir al-Azdi al-Balkhi. Versi teranyar dari kitab ini diterbitkan oleh Dar Ihya at-Turats pada tahun 2002 Masehi. Dicetak dalam 5 jilid yang disempurnakan dengan tahkik oleh Abdullah Mahmud Syahatah.\u00a0Imam al-Wahidi banyak mengambil faedah dari kitab yang cukup tua ini dalam kitab tafsir yang disusunnya,\u00a0<em>Tafsir al-Basith<\/em>.<\/p>\n<p><span id=\"Nama-nama_Kitab_Tafsir_di_Indonesia_Karya_Ulama_Nusantara\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong>Ulama-Ulama Nusantara Menulis Kitab Tafsir<\/strong><\/p>\n<p>Dalam lembaran sejarah, ditemukan sebuah catatan bahwa penulisan tafsir al-Quran oleh ulama Nusantara telah dimulai sejak pertengahan abad ke-17 Masehi. Diantara Ulama Nusantara yang menulis Kitab Tafsir tersebut ialah:<\/p>\n<p>1.\u00a0<span id=\"Syaikh_Abdur_Rauf_al-Fanshuri_as-Singkili\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>Syaikh Abdur Rauf al-Fanshuri as-Singkili<\/p>\n<p>Ulama Nusantara pertama yang menulis kitab di bidang tafsir di abad itu adalah Syaikh Abdur Rauf al-Fanshuri as-Singkili. Syaikh Abdur Rauf berasal dari daerah Singkil, Aceh (w. 1693). Beliau mengawali perjalanan ilmunya di kampung, kemudian dilanjutkan di kota Madinah al-Munawarah. Beliau termasuk jajaran tokoh yang menyebarkan paham Tarekat Syattariyah di wilayah Nusantara.\u00a0Kitab tafsir karya Syaikh Abdur Rauf as-Singkili ini berjudul\u00a0<em>Turjuman al-Mustafid<\/em>. Kitab ini ditulis dalam bahasa melayu.<\/p>\n<p>Secara komposisi, kitab yang ditulis oleh ulama Aceh ini secara garis besar merupakan serapan dari kitab tafsir\u00a0<em>Al-Baidhawi<\/em>.\u00a0Lebih tepatnya, kitab ini disusun menggunakan rujukan utama beberapa kitab tafsir; Tafsir\u00a0<em>Jalalain<\/em>, Tafsir\u00a0<em>Al-Baidhawi,<\/em>\u00a0dan Tafsir\u00a0<em>Al-Khazin<\/em>. (<em>Kitab Kuning: Books In Arabic Script Used In The Pesantren Milieu<\/em>, Martin Van Bruinessen, 29)<\/p>\n<p><span id=\"Syaikh_Nawawi_al-Bantani_al-Jawi\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>2. Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi<\/p>\n<p>Kemudian penulisan kitab tafsir oleh ulama Nusantara berlanjut pada masa kematangan ilmu Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi (Bukan Imam an-Nawawi pensyarh kitab Shahih Muslim).\u00a0Nama lengkap beliau adalah Abu Abdil Mu\u2019thi Muhammad Nawawi at-Tanari al-Bantani al-Jawi. Syaikh Nawawi al-Bantani lahir pada tahun 1813 Masehi dan wafat pada tahun 1897 Masehi di usianya yang ke-84 tahun.<\/p>\n<p>Ulama Nusantara kelahiran Banten ini menulis kitab tafsir yang berjudul\u00a0<em>At-Tafsir al-Munir li Ma\u2019alim at-Tanzil<\/em>\u00a0atau dalam versi pertamanya berjudul\u00a0<em>Marah Labid li Kasyfi Ma\u2019na Quran Majid<\/em>.\u00a0Kitab tafsir yang selesai ditulis pada malam Rabu, 5 Rabiul Awal 1305 Hijriyah ini merujuk pada beberapa kitab tafsir induk seperti\u00a0<em>Al-Futuhat al-Ilahiyah, Mafatih al-Ghaib<\/em>,\u00a0<em>as-Siraj al-Munir<\/em>,\u00a0<em>Tanwir al-Miqbas<\/em>, dan\u00a0<em>Tafsir Abi Sa\u2019ud<\/em>. (<em>Marah Labid li Kasyfi Ma\u2019na Quran Majid<\/em>, Syaikh Nawawi al-Bantani, 1\/5)<\/p>\n<p><span id=\"Syaikh_Muhammad_Shalih_Darat_as-Samarani\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>3. Syaikh Muhammad Shalih Darat as-Samarani<\/p>\n<p>Setelah itu, Syaikh Muhammad Shalih Darat as-Samarani, seorang ulama Nusantara kelahiran Kedung Cumpleng, Jepara juga menulis kitab tafsir. Judul kitabnya\u00a0<em>Faidhu ar-Rahman<\/em>.\u00a0Syaikh Muhammad Shalih Darat adalah sosok ulama Nusantara yang lahir pada tahun 1820 Masehi dan meninggal pada tahun 1903 Masehi. (<em>Ensiklopedi Ulama Nusantara,<\/em> H. M. Bibit Suprapto, 597). Beliau adalah putra dari al-Hajj Umar, seorang alim Nusantara yang gigih membersamai pangeran Diponegoro dalam pertempuran melawan penjajah Belanda waktu itu.<\/p>\n<p>Tafsir\u00a0<em>Faidhu ar-Rahman<\/em> ini terbilang sangat unik. Pasalnya, kitab tafsir yang menitikberatkan kontennya pada terjemah makna al-Quran ini ditulis dalam bahasa Jawa, namun menggunakan huruf Arab. Gaya penulisan ini dikenal dengan istilah Arab Pegon.\u00a0Kitab tafsir yang ditulis oleh Ulama Semarang ini dinobatkan sebagai kitab tafsir pertama di Nusantara yang ditulis dengan gaya Arab Pegon.<\/p>\n<p>Naskah pertama kitab\u00a0<em>Faidhu ar-Rahman<\/em>\u00a0karya guru dari Kyai Hasyim Asy\u2019ari (pendiri NU) Kyai Mahfudz (Pendiri Pondok Pesantren Termas), dan Kyai Ahmad Dahlan ini dihadiahkan kepada Raden Ajeng Kartini yang juga menjadi muridnya waktu itu. (<em>Ensiklopedi Ulama Nusantara,<\/em>\u00a0H. M. Bibit Suprapto, 598)<\/p>\n<p><span id=\"Ulama-Ulama_Nusantara_Lainnya\" class=\"ez-toc-section\"><\/span>4. Ulama-Ulama Nusantara Lainnya<\/p>\n<p>Selain tiga kitab di atas, masih ada beberapa kitab tafsir lain yang ditulis oleh ulama Nusantara.\u00a0Tafsir\u00a0<em>Al-Furqan, Tafsir al-Quran al-Karim<\/em>\u00a0karya Syaikh Ahmad Hasan Bandung (1928 M),\u00a0<em>Tafsir al-Quran<\/em>\u00a0karya Mahmud Yunus (1935 M),\u00a0<em>Tafsir an-Nuur<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>Tafsir al-bayan\u00a0<\/em>karya Hasbi ash-Shidqi (1956 M).<\/p>\n<p>Ada pula\u00a0<em>Tafsir al-Quran al-Karim<\/em>\u00a0karya Ustadz Halim Hasan (1955 M),\u00a0<em>Al-Ibriz li Ma\u2019rifati al-Quran<\/em>\u00a0karya Kyai Bishri Musthafa (1960 M), Tafsir\u00a0<em>Raudhatul irfan fi Ma\u2019rifati al-Quran<\/em>\u00a0karya Ahmad Sanusi,\u00a0<em>Tafsir al-Azhar<\/em>\u00a0karya Abdul Malik Abdul Karim Amrullah atau populer dengan julukan HAMKA, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p><span id=\"4_Kitab_Tafsir_Klasik_yang_Mendunia\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong>4 Kitab Tafsir Klasik yang Mendunia<\/strong><\/p>\n<p>Di antara sekian banyak kitab tafsir yang ada dan dicetak hingga saat ini, ada beberapa kitab\u00a0 yang popularitasnya cukup mendunia.<\/p>\n<p><span id=\"Pertama_Tafsir_Ibnu_Katsir\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong>Pertama,\u00a0<em>Tafsir Ibnu Katsir<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Tafsir Ibnu Katsir adalah kitab tafsir yang sangat terkenal. Hampir di tiap negara ada tafsir Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir merupakan rujukan utama, terbaik, dan paling penting dalam bidang tafsir dan ilmu al-Quran.\u00a0Kenapa demikian? Karena Imam Ibnu Katsir menerapkan metode tafsir yang mendahulukan tafsir ayat dengan ayat, tafsir ayat dengan hadits, dan tafsir ayat dengan tafsir sahabat, kemudian tafsir ayat dengan kisah berhikmah.\u00a0Metode penafsiran seperti inilah yang pada akhirnya menjadi metode penafsiran yang digunakan oleh banyak ulama tafsir generasi berikutnya.<\/p>\n<p>Nama lengkap penulis tafsir Ibnu Katsir adalah Abu Fida Imaduddin Ismail bin Umar bin Katsir al-Qurasyi ad-Dimasyqi al-Hafidz al-Muhaddits asy-Syafi\u2019i. Populer dengan nama Imam Ibnu Katsir. Beliau wafat tahun 774 Hijriyah. =Entah sudah berapa ribu kali dan berapa banyak penerbit yang mencetak kitab yang sangat terkenal ini.\u00a0Oleh karena itu, banyak ulama yang merekomendasikan kepada kaum muslimin untuk memiliki dan mempelajari tafsir Ibnu Katsir.<\/p>\n<p>Saat ini, telah banyak kitab tafsir Ibnu Katsir terjemah Indonesia. Bahkan, ada pula yang menerbitkan terjemah ringkasan tafsir Ibnu Katsir yang diterjemah dari kitab\u00a0<em>Taisir \u2018Aliy al-Qadir li Ikhtishar Tafsir Ibni Katsir<\/em> karya Muhammad Nasib ar-Rifa\u2019i. Cetakan versi bahasa Arab ada 3 jilid.\u00a0Selain itu, ada pula terjemah Tafsir Ibnu Katsir versi pemilahan riwayat shahih dengan judul\u00a0<em>Shahih Tafsir Ibnu Katsir<\/em>.\u00a0Buku terjemah tafsir Ibnu Katsir ini diterjemah dari kitab berjudul\u00a0<em>\u00a0al-Misbah al-Munir fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir<\/em>\u00a0karya Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfury.<\/p>\n<p><span id=\"Kedua_Tafsir_Ath-Thabari\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong>Kedua,\u00a0<em>Tafsir Ath-Thabari<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Nama asli kitab ini adalah\u00a0<em>Jami\u2019 al-Bayan \u2018an Ta\u2019wil Ayi al-Quran<\/em>. lebih dikenal dengan nama kitab\u00a0<em>Tafsir ath-Thabari<\/em>. Kitab ini ditulis oleh Abu Ja\u2019far Muhammad bin Jarir ath-Thabari. Lahir pada tahun 224 Hijriyah dan meninggal pada tahun 310 Hijriyah.\u00a0Keunikan buku ini terletak pada sistematika penulisannya. Kitab ini disusun dengan menyertakan pendapat para ahli tafsir dari kalangan salaf tiga generasi pertama; sahabat, tabi\u2019in, dan tabi\u2019it tabi\u2019in.<\/p>\n<p>Imam ath-Thabari menyebutkan pendapat-pendapat mereka lengkap dengan sanadnya. Kemudian beliau melakukan tarjih pendapat untuk menemukan pendapat yang menurut beliau paling kuat argumentasinya.\u00a0Hal ini menjadi unik karena tidak banyak ulama ahli tafsir yang memiliki kemampuan penguasaan terhadap sanad pendapat ulama salaf secara lengkap serta kemampuan dalam mentarjih pendapat mereka.<\/p>\n<p><span id=\"Ketiga_Tafsir_al-Qurthubi\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong>Ketiga,\u00a0<em>Tafsir al-Qurthubi<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Tafsir al-Qurthubi ditulis oleh Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al-Qurthubi. Populer dengan nama Imam al-Qurthubi. Nama lengkap tafsir ini adalah\u00a0<em>Al-Jami\u2019 li Ahkam al-Quran<\/em>. Tafsir al-Qurthubi adalah kitab tafsir yang cukup panjang. Pada cetakan Muasasah ar-Risalah, kitab ini terdiri dari 24 jilid. Kitab ini lebih menitikberatkan pembahasannya pada tafsir ayat-ayat hukum.<\/p>\n<p>Sistematikanya, penulis menyebutkan sebab turunnya ayat, model qiraat, penjelasan sisi bahasa dan i\u2019rabnya, takhrij hadits, dan penjelasan lafal yang dianggap asing.\u00a0Beliau juga menyebutkan pendapat para ulama fikih dan pendapat ulama salaf dan khalaf. Selain itu, beliau juga memperkaya kitab ini dengan syair-syair Arab yang berkaitan.\u00a0Kitab ini sangat mendunia. Tafsir al-Qurthubi tergolong sebagai kitab induk di bidang tafsir. Oleh karena itu, hampir setiap perguruan tinggi Islam menggunakan tafsir\u00a0<em>al-Qurthubi<\/em>\u00a0ini sebagai salah satu referensi primer di fakultas al-Quran dan tafsir.<\/p>\n<p><span id=\"Keempat_Tafsir_Jalalain\" class=\"ez-toc-section\"><\/span><strong>Keempat,\u00a0<em>Tafsir Jalalain<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Jika Anda pernah menjadi santri salaf, tak mungkin jika tidak mengenal kitab tafsir\u00a0<em>Jalalain<\/em>. Kenapa disebut dengan <em>Tafsir Jalalain<\/em>\u00a0(atau\u00a0<em>al-Jalalain<\/em>)? Karena kitab ini ditulis oleh dua ulama tafsir yang sama-sama memiliki nama Jalaluddin, yakni Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaludin as-Suyuthi.<\/p>\n<p>Imam Jalaluddin al-Mahalli yang pertama kali memulai penulisan\u00a0<em>Tafsir Jalalain<\/em>. Berangkat dari keresahan fenomena merosotnya kemampuan dalam memahami bahasa Arab yang sesuai kaidah dan\u00a0<em>Dzauq<\/em>\u00a0aslinya akibat interaksi dengan bangsa lain seperti India, Turki, Persia dan lainnya, akhirnya beliau memutuskan untuk menulis kitab\u00a0<em>Jalalain<\/em>\u00a0ini.<\/p>\n<p>Beliau memulai penulisannya dari surat al-Kahfi hingga surat an-Nas. Setelah itu beliau baru memulai dari surat al-Fatihah. Atas takdir Allah\u00a0<em>\u2018azza wajalla<\/em>, beliau meninggal sebelum merampungkan penulisan kitab tersebut.\u00a0Lalu banyak kalangan yang mendesak imam Jalaluddin as-Suyuthi untuk melanjutkan penulisan tafsir yang telah dimulai oleh Imam Jalaluddin al-Mahalli.<\/p>\n<p>Akhirnya, pada tahun 870 Hijriyah, beliau bersedia menyelesaikan penulisan\u00a0<em>Tafsir<\/em>\u00a0<em>Jalalain<\/em> yang telah dimulai oleh Imam Jalaluddin al-Mahalli.\u00a0Di tangan imam as-Suyuthi,\u00a0<em>Tafsir<\/em>\u00a0<em>Jalalain<\/em> selesai dalam hitungan 40 hari. Dan saat itu usia beliau baru sekitar 22 tahun. Luar biasa!<\/p>\n<p>Kelebihan\u00a0<em>Tafsir Jalalain<\/em>\u00a0yang paling dominan adalah ditafsirkan dengan metode\u00a0<em>Ijmali<\/em>, menggunakan pendapat yang paling kuat menurut keduanya, dan menggunakan ungkapan yang sederhana, simpel, pendek, namun tetap padat makna.\u00a0Oleh karena itulah kitab\u00a0<em>Tafsir Jalalain<\/em>\u00a0ini banyak digunakan di pesantren-pesantren salaf di Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bersambung &#8230;.. (ke Part 3)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(* <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Guru Al-Qur&#8217;an-Hadits\/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8077,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[60,214],"class_list":["post-14312","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-al-quran","blog-kat-ulumul-quran"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Pada postingan tulisan List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 1), telah dijelaskan hal-hal pokok terkait\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Pada postingan tulisan List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 1), telah dijelaskan hal-hal pokok terkait\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-02T13:14:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\\\/\",\"name\":\"List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/maxresdefault-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-09T04:04:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-02T13:14:52+00:00\",\"description\":\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Pada postingan tulisan List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 1), telah dijelaskan hal-hal pokok terkait\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/maxresdefault-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/maxresdefault-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":450,\"caption\":\"Tafsir Ibnu Katsir. (foto: ist\\\/*)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 2)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Pada postingan tulisan List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 1), telah dijelaskan hal-hal pokok terkait","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Pada postingan tulisan List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 1), telah dijelaskan hal-hal pokok terkait","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2025-08-02T13:14:52+00:00","og_image":[{"width":800,"height":450,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/","name":"List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-1.jpg","datePublished":"2025-01-09T04:04:24+00:00","dateModified":"2025-08-02T13:14:52+00:00","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Pada postingan tulisan List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 1), telah dijelaskan hal-hal pokok terkait","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/maxresdefault-1.jpg","width":800,"height":450,"caption":"Tafsir Ibnu Katsir. (foto: ist\/*)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/list-kitab-tafsir-klasik-dan-kontemporer-part-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"List Kitab Tafsir Klasik dan Kontemporer (Part 2)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/14312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8077"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=14312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}