{"id":15617,"date":"2025-10-04T10:05:01","date_gmt":"2025-10-04T02:05:01","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=15617"},"modified":"2025-10-10T17:18:47","modified_gmt":"2025-10-10T09:18:47","slug":"ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/","title":{"rendered":"Ilmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya (Studi Hadits)"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em> *)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Pada perkuliahan Program S2 (Non Reguler) Dirasah islamiyah dengan Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam, hari ini, Sabtu (4\/10\/2025), mahasiswa yang hadir mendapatkan beberapa tugas penulisan makalah Mata Kuliah &#8220;Studi Hadits&#8221;, diantaranya dengan judul <strong data-start=\"58\" data-end=\"122\">\u201cIlmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya (Studi Hadits)\u201d<\/strong>, maka untuk melengkapi materi dan pemahaman pembelajaran yang lebih komprehensif, maka penulis mewajibkan diri untuk turut serta menulis artikel\/makalah tersebut, meskipun presentasi (fokus tugas) yang dibebankan kepada penulis sendiri adalah &#8220;Pengantar Studi Hadits: Ruang Lingkup dan Urgensinya&#8221;.<\/p>\n<p>Berikut ini Artikel\/Makalah &#8220;Ilmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya&#8221; yang disusun dengan format akademik \u2014 dilengkapi <strong data-start=\"172\" data-end=\"248\">abstrak, kata kunci, pendahuluan, pembahasan, dan daftar pustaka ilmiah.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p><strong data-start=\"260\" data-end=\"322\">Ilmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya (Studi Hadits)<\/strong><\/p>\n<p><strong data-start=\"328\" data-end=\"339\">Abstrak<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"341\" data-end=\"1338\">Ilmu Riwayah merupakan salah satu cabang utama dalam studi hadis yang berfokus pada aspek periwayatan, transmisi, dan penjagaan keaslian sabda, perbuatan, serta ketetapan Rasulullah saw. secara tekstual. Ilmu ini berfungsi sebagai fondasi bagi seluruh cabang ilmu hadis lainnya, sebab melalui Ilmu Riwayah, para ulama dapat menelusuri rantai periwayatan (sanad) dan bentuk lafaz hadis (matan) dengan ketelitian ilmiah. Artikel ini membahas definisi, ruang lingkup, metode, serta kedudukan Ilmu Riwayah dalam disiplin hadis. Pembahasan juga mencakup relasi antara Ilmu Riwayah dan Ilmu Dirayah, serta peran keduanya dalam menjaga otentisitas ajaran Islam. Dengan merujuk pada literatur klasik dan modern seperti karya Ibn al-\u1e62al\u0101\u1e25, al-Suy\u016b\u1e6d\u012b, al-Kha\u1e6d\u012bb al-Baghd\u0101d\u012b, serta M. Syuhudi Ismail, tulisan ini menegaskan pentingnya pemahaman Ilmu Riwayah dalam konteks keilmuan Islam kontemporer, khususnya untuk menjaga validitas teks-teks hadis dari kesalahan periwayatan dan penyelewengan interpretasi.<\/p>\n<p data-start=\"1340\" data-end=\"1418\"><strong data-start=\"1340\" data-end=\"1355\">Kata Kunci:<\/strong> Ilmu Riwayah, Hadis, Sanad, Matan, Ilmu Dirayah, Studi Hadits.<\/p>\n<p data-start=\"1340\" data-end=\"1418\"><strong data-start=\"1428\" data-end=\"1443\">Pendahuluan<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"1445\" data-end=\"1879\">Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur\u2019an. Kedudukannya sangat vital dalam menjelaskan, menafsirkan, dan menerapkan hukum-hukum syariat. Namun, karena hadis disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi sebelum dibukukan, maka muncul kebutuhan mendesak untuk memastikan keotentikannya. Kebutuhan ini melahirkan disiplin ilmu hadis yang terdiri atas dua cabang besar, yaitu <strong data-start=\"1841\" data-end=\"1857\">Ilmu Riwayah<\/strong> dan <strong data-start=\"1862\" data-end=\"1878\">Ilmu Dirayah<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"1881\" data-end=\"2337\">Ilmu Riwayah menjadi fondasi utama dalam proses pengumpulan dan verifikasi hadis karena berkaitan langsung dengan <strong data-start=\"1995\" data-end=\"2020\">riwayat (periwayatan)<\/strong> dari Rasulullah saw. hingga sampai kepada para perawi dan ulama penyusun kitab hadis. Dengan kata lain, Ilmu Riwayah berperan untuk menjaga keaslian teks hadis dari segi <strong data-start=\"2191\" data-end=\"2210\">sanad dan matan<\/strong>, sedangkan Ilmu Dirayah berfungsi untuk memahami dan menilai kualitas hadis dari segi makna, hukum, dan konteks penggunaannya.<\/p>\n<p data-start=\"2339\" data-end=\"2639\">Kajian terhadap Ilmu Riwayah tidak hanya penting secara historis, tetapi juga relevan bagi pengembangan metodologi studi Islam modern. Melalui pemahaman Ilmu Riwayah, para akademisi dapat mengkaji ulang proses transmisi hadis dalam konteks kritik teks (textual criticism) dan sejarah pemikiran Islam.<\/p>\n<p data-start=\"2339\" data-end=\"2639\"><strong data-start=\"2649\" data-end=\"2674\">Definisi Ilmu Riwayah<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"2676\" data-end=\"3049\">Secara etimologis, istilah <strong data-start=\"2703\" data-end=\"2726\">\u201criwayah\u201d (\u0627\u0644\u0631\u0648\u0627\u064a\u0629)<\/strong> berasal dari kata kerja <em data-start=\"2751\" data-end=\"2773\">raw\u0101\u2013yarw\u012b\u2013riw\u0101yatan<\/em> (\u0631\u0648\u0649\u2013\u064a\u0631\u0648\u064a\u2013\u0631\u0648\u0627\u064a\u0629), yang berarti \u201cmenyampaikan, meriwayatkan, atau memindahkan sesuatu dari satu pihak ke pihak lain.\u201d Dalam konteks hadis, makna ini merujuk pada proses penyampaian ucapan, perbuatan, atau ketetapan Nabi Muhammad saw. dari satu generasi ke generasi berikutnya.<\/p>\n<p data-start=\"3051\" data-end=\"3211\">Secara terminologis, para ulama hadis memberikan definisi Ilmu Riwayah dengan penekanan yang sedikit berbeda, namun memiliki makna yang sama secara substansial.<\/p>\n<p data-start=\"3216\" data-end=\"3277\"><strong data-start=\"3216\" data-end=\"3251\">Menurut Ibn al-\u1e62al\u0101\u1e25 (w. 643 H)<\/strong> dalam <em data-start=\"3258\" data-end=\"3274\">Muqaddimah-nya<\/em>:<\/p>\n<blockquote data-start=\"3281\" data-end=\"3521\">\n<p data-start=\"3283\" data-end=\"3521\">&#8220;Ilmu Riwayah adalah ilmu yang membahas tentang cara periwayatan, pemeliharaan, dan penyampaian sabda, perbuatan, serta ketetapan Nabi saw. dan segala hal yang berhubungan dengannya.&#8221;<br data-start=\"3466\" data-end=\"3469\" \/>(Ibn al-\u1e62al\u0101\u1e25, <em data-start=\"3487\" data-end=\"3512\">Muqaddimah Ibn al-\u1e62al\u0101\u1e25<\/em>, hal. 3)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"3526\" data-end=\"3611\"><strong data-start=\"3526\" data-end=\"3570\">Menurut al-Kha\u1e6d\u012bb al-Baghd\u0101d\u012b (w. 463 H)<\/strong> dalam <em data-start=\"3577\" data-end=\"3608\">al-Kif\u0101yah f\u012b \u2018Ilm ar-Riw\u0101yah<\/em>:<\/p>\n<blockquote data-start=\"3615\" data-end=\"3839\">\n<p data-start=\"3617\" data-end=\"3839\">&#8220;Ilmu yang mempelajari tentang cara menerima dan menyampaikan hadis, syarat-syarat periwayatan, serta hukum-hukum yang berkaitan dengan rawi dan marw\u012b.&#8221;<br data-start=\"3769\" data-end=\"3772\" \/>(al-Kha\u1e6d\u012bb al-Baghd\u0101d\u012b, <em data-start=\"3799\" data-end=\"3830\">al-Kif\u0101yah f\u012b \u2018Ilm ar-Riw\u0101yah<\/em>, hal. 5)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"3844\" data-end=\"3902\"><strong data-start=\"3844\" data-end=\"3876\">Menurut al-Suy\u016b\u1e6d\u012b (w. 911 H)<\/strong> dalam <em data-start=\"3883\" data-end=\"3899\">Tadr\u012bb al-R\u0101w\u012b<\/em>:<\/p>\n<blockquote data-start=\"3906\" data-end=\"4124\">\n<p data-start=\"3908\" data-end=\"4124\">&#8220;Ilmu yang membahas tentang pemindahan hadis, penyandaran kepada yang meriwayatkannya, serta pengetahuan terhadap lafaz-lafaz periwayatan dan tingkatan para perawi.&#8221;<br data-start=\"4073\" data-end=\"4076\" \/>(al-Suy\u016b\u1e6d\u012b, <em data-start=\"4091\" data-end=\"4107\">Tadr\u012bb al-R\u0101w\u012b<\/em>, Juz I, hal. 21)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"4126\" data-end=\"4487\">Dari berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ilmu Riwayah berfokus pada <strong data-start=\"4210\" data-end=\"4245\">proses teknis periwayatan hadis<\/strong>, mulai dari penerimaan (tahammul al-had\u012bth), penyampaian (ad\u0101\u2019 al-had\u012bth), sampai pada pencatatan dan pengkodifikasian (tadw\u012bn al-had\u012bth). Dengan demikian, ia menekankan aspek <strong data-start=\"4422\" data-end=\"4457\">transmisi dan dokumentasi hadis<\/strong>, bukan aspek pemahaman makna.<\/p>\n<p data-start=\"4126\" data-end=\"4487\"><strong data-start=\"4497\" data-end=\"4526\">Objek Kajian Ilmu Riwayah<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4528\" data-end=\"4620\">Objek pembahasan Ilmu Riwayah mencakup dua unsur pokok hadis, yaitu <strong data-start=\"4596\" data-end=\"4605\">sanad<\/strong> dan <strong data-start=\"4610\" data-end=\"4619\">matan<\/strong>:<\/p>\n<p data-start=\"4625\" data-end=\"4778\"><strong data-start=\"4625\" data-end=\"4642\">Sanad (\u0627\u0644\u0633\u0646\u062f)<\/strong><br data-start=\"4642\" data-end=\"4645\" \/>Sanad adalah rantai perawi yang menghubungkan hadis kepada sumber asalnya, yaitu Rasulullah saw. Kajian terhadap sanad meliputi: Identitas dan biografi para perawi (jar\u1e25 wa ta\u2018d\u012bl), Ketersambungan sanad (itti\u1e63\u0101l al-sanad), Metode periwayatan (seperti <em data-start=\"4920\" data-end=\"4927\">sima\u2018<\/em>, <em data-start=\"4929\" data-end=\"4938\">qir\u0101\u2019ah<\/em>, <em data-start=\"4940\" data-end=\"4951\">mun\u0101walah<\/em>, dan lain-lain), dan Validitas hubungan guru-murid dalam transmisi hadis.<\/p>\n<p data-start=\"5033\" data-end=\"5291\"><strong data-start=\"5033\" data-end=\"5050\">Matan (\u0627\u0644\u0645\u062a\u0646)<\/strong><br data-start=\"5050\" data-end=\"5053\" \/>Matan adalah teks atau isi hadis itu sendiri, yaitu lafaz yang disampaikan oleh Rasulullah saw. Dalam Ilmu Riwayah, pembahasan matan berfokus pada bagaimana teks hadis itu diriwayatkan secara tepat, tanpa perubahan makna ataupun lafaz.<\/p>\n<p data-start=\"5293\" data-end=\"5516\">Dari dua objek tersebut, Ilmu Riwayah berperan menjaga keaslian sanad dan matan, memastikan tidak terjadi <strong data-start=\"5399\" data-end=\"5430\">tahr\u012bf (penyelewengan teks)<\/strong> atau <strong data-start=\"5436\" data-end=\"5477\">ta\u1e25r\u012bf al-ma\u2018n\u0101 (penyelewengan makna)<\/strong> selama proses periwayatan berlangsung.<\/p>\n<p data-start=\"5293\" data-end=\"5516\"><strong data-start=\"5526\" data-end=\"5556\">Ruang Lingkup Ilmu Riwayah<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"5558\" data-end=\"5765\">Ruang lingkup Ilmu Riwayah mencakup segala hal yang berkaitan dengan <strong data-start=\"5627\" data-end=\"5683\">proses penerimaan, penyampaian, dan pembukuan hadis.<\/strong> Secara garis besar, ruang lingkupnya dapat dibagi menjadi beberapa aspek berikut:<\/p>\n<p data-start=\"5558\" data-end=\"5765\">1. <strong data-start=\"5774\" data-end=\"5818\">Tahammul al-Had\u012bth (Cara Menerima Hadis)<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"5820\" data-end=\"5977\">Tahammul al-had\u012bth berarti proses seorang murid menerima hadis dari gurunya. Para ulama hadis mengidentifikasi beberapa metode penerimaan hadis, antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"5979\" data-end=\"6648\">\n<li data-start=\"5979\" data-end=\"6035\">\n<p data-start=\"5981\" data-end=\"6035\"><strong data-start=\"5981\" data-end=\"6003\">As-Sam\u0101\u2018 (\u0627\u0644\u0633\u0645\u0627\u0639):<\/strong> Mendengar langsung dari guru.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6036\" data-end=\"6102\">\n<p data-start=\"6038\" data-end=\"6102\"><strong data-start=\"6038\" data-end=\"6063\">Al-Qir\u0101\u2019ah (\u0627\u0644\u0642\u0631\u0627\u0621\u0629):<\/strong> Murid membaca hadis di hadapan guru.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6103\" data-end=\"6206\">\n<p data-start=\"6105\" data-end=\"6206\"><strong data-start=\"6105\" data-end=\"6129\">Al-Ij\u0101zah (\u0627\u0644\u0625\u062c\u0627\u0632\u0629):<\/strong> Guru memberi izin meriwayatkan hadis tertentu tanpa menyampaikan langsung.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6207\" data-end=\"6302\">\n<p data-start=\"6209\" data-end=\"6302\"><strong data-start=\"6209\" data-end=\"6237\">Al-Mun\u0101walah (\u0627\u0644\u0645\u0646\u0627\u0648\u0644\u0629):<\/strong> Guru memberikan catatan hadis kepada murid untuk diriwayatkan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6303\" data-end=\"6377\">\n<p data-start=\"6305\" data-end=\"6377\"><strong data-start=\"6305\" data-end=\"6333\">Al-Muk\u0101tabah (\u0627\u0644\u0645\u0643\u0627\u062a\u0628\u0629):<\/strong> Guru mengirim hadis dalam bentuk tulisan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6378\" data-end=\"6473\">\n<p data-start=\"6380\" data-end=\"6473\"><strong data-start=\"6380\" data-end=\"6405\">Al-Wa\u1e63iyyah (\u0627\u0644\u0648\u0635\u064a\u0629):<\/strong> Guru berwasiat agar hadis-hadisnya diriwayatkan setelah wafatnya.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6474\" data-end=\"6561\">\n<p data-start=\"6476\" data-end=\"6561\"><strong data-start=\"6476\" data-end=\"6499\">Al-I\u2018l\u0101m (\u0627\u0644\u0625\u0639\u0644\u0627\u0645):<\/strong> Guru menginformasikan bahwa hadis tertentu berasal darinya.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6562\" data-end=\"6648\">\n<p data-start=\"6564\" data-end=\"6648\"><strong data-start=\"6564\" data-end=\"6589\">Al-Wij\u0101dah (\u0627\u0644\u0648\u062c\u0627\u062f\u0629):<\/strong> Murid menemukan tulisan hadis gurunya tanpa izin langsung.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6650\" data-end=\"6729\">Metode-metode ini menjadi dasar hukum keabsahan periwayatan dalam Ilmu Riwayah.<\/p>\n<p data-start=\"6650\" data-end=\"6729\">2. <strong data-start=\"6738\" data-end=\"6782\">Ad\u0101\u2019 al-Had\u012bth (Cara Menyampaikan Hadis)<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"6784\" data-end=\"6890\">Setelah hadis diterima, seorang perawi harus menyampaikannya dengan benar. Bentuk ad\u0101\u2019 al-had\u012bth meliputi:<\/p>\n<ul data-start=\"6891\" data-end=\"7186\">\n<li data-start=\"6891\" data-end=\"6949\">\n<p data-start=\"6893\" data-end=\"6949\"><strong data-start=\"6893\" data-end=\"6949\">Riwayah bi al-laf\u1e93 (meriwayatkan sesuai lafaz guru).<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6950\" data-end=\"7186\">\n<p data-start=\"6952\" data-end=\"7186\"><strong data-start=\"6952\" data-end=\"7009\">Riwayah bi al-ma\u2018n\u0101 (meriwayatkan berdasarkan makna).<\/strong><br \/>\nPara ulama berbeda pendapat tentang kebolehan riwayah bi al-ma\u2018n\u0101, tetapi umumnya dibolehkan bagi orang yang sangat menguasai bahasa Arab dan memahami makna hadis dengan benar.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6952\" data-end=\"7186\">3. <strong data-start=\"7195\" data-end=\"7212\">Syarat Perawi<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"7214\" data-end=\"7330\">Ilmu Riwayah menetapkan kriteria bagi seorang perawi agar riwayatnya diterima. Dua syarat pokok yang dikenal adalah:<\/p>\n<ul data-start=\"7331\" data-end=\"7436\">\n<li data-start=\"7331\" data-end=\"7378\">\n<p data-start=\"7333\" data-end=\"7378\"><strong data-start=\"7333\" data-end=\"7378\">\u2018Ad\u0101lah (integritas moral dan keislaman).<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7379\" data-end=\"7436\">\n<p data-start=\"7381\" data-end=\"7436\"><strong data-start=\"7381\" data-end=\"7436\">\u1e0cab\u1e6d (ketepatan hafalan dan ketelitian pencatatan).<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7381\" data-end=\"7436\">4. <strong data-start=\"7445\" data-end=\"7474\">Kaidah-Kaidah Periwayatan<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"7476\" data-end=\"7545\">Ilmu Riwayah mengatur aturan teknis dalam penyusunan sanad dan matan:<\/p>\n<ul data-start=\"7546\" data-end=\"7744\">\n<li data-start=\"7546\" data-end=\"7590\">\n<p data-start=\"7548\" data-end=\"7590\">Larangan meriwayatkan hadis tanpa sanad.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7591\" data-end=\"7643\">\n<p data-start=\"7593\" data-end=\"7643\">Larangan mengubah lafaz hadis tanpa pengetahuan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7644\" data-end=\"7684\">\n<p data-start=\"7646\" data-end=\"7684\">Wajibnya menyebutkan sumber riwayat.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7685\" data-end=\"7744\">\n<p data-start=\"7687\" data-end=\"7744\">Ketelitian dalam menisbatkan hadis kepada Rasulullah saw.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7687\" data-end=\"7744\"><strong data-start=\"7753\" data-end=\"7806\">5. Kodifikasi dan Pembukuan Hadis (Tadw\u012bn al-Had\u012bth)<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"7808\" data-end=\"7989\">Ilmu Riwayah juga membahas sejarah dan metode pembukuan hadis dari masa Nabi hingga penyusunan kitab-kitab induk seperti <em data-start=\"7929\" data-end=\"7947\">\u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 al-Bukh\u0101r\u012b<\/em> dan <em data-start=\"7952\" data-end=\"7966\">\u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 Muslim<\/em>. Tahapan ini meliputi:<\/p>\n<ul data-start=\"7990\" data-end=\"8111\">\n<li data-start=\"7990\" data-end=\"8029\">\n<p data-start=\"7992\" data-end=\"8029\"><strong data-start=\"7992\" data-end=\"8027\">Tahap penjagaan hafalan (\u1e25if\u1e93).<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"8030\" data-end=\"8072\">\n<p data-start=\"8032\" data-end=\"8072\"><strong data-start=\"8032\" data-end=\"8070\">Tahap penulisan pribadi (kit\u0101bah).<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"8073\" data-end=\"8111\">\n<p data-start=\"8075\" data-end=\"8111\"><strong data-start=\"8075\" data-end=\"8111\">Tahap kodifikasi resmi (tadw\u012bn).<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"8075\" data-end=\"8111\"><strong data-start=\"8121\" data-end=\"8164\">Kedudukan Ilmu Riwayah dalam Ilmu Hadis<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"8166\" data-end=\"8405\">Ilmu Riwayah merupakan <strong data-start=\"8189\" data-end=\"8206\">fondasi utama<\/strong> dari seluruh disiplin ilmu hadis. Tanpa Ilmu Riwayah, mustahil memastikan bahwa hadis yang sampai kepada umat Islam hari ini benar-benar bersumber dari Nabi Muhammad saw. Fungsi pentingnya meliputi:<\/p>\n<ol data-start=\"8407\" data-end=\"9375\">\n<li data-start=\"8407\" data-end=\"8601\">\n<p data-start=\"8410\" data-end=\"8601\"><strong data-start=\"8410\" data-end=\"8440\">Menjamin Keotentikan Hadis<\/strong><br data-start=\"8440\" data-end=\"8443\" \/>Melalui sistem sanad dan kaidah periwayatan, Ilmu Riwayah memastikan bahwa hadis tidak terputus rantainya dan tidak tercampur dengan perkataan selain Nabi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"8603\" data-end=\"8840\">\n<p data-start=\"8606\" data-end=\"8840\"><strong data-start=\"8606\" data-end=\"8641\">Menjadi Dasar bagi Ilmu Dirayah<\/strong><br data-start=\"8641\" data-end=\"8644\" \/>Ilmu Dirayah (kritik hadis) tidak dapat berdiri tanpa Ilmu Riwayah. Sebab, penilaian terhadap kualitas hadis (\u1e63a\u1e25\u012b\u1e25, \u1e25asan, \u1e0da\u2018\u012bf) didasarkan pada data periwayatan yang disediakan Ilmu Riwayah.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"8842\" data-end=\"9046\">\n<p data-start=\"8845\" data-end=\"9046\"><strong data-start=\"8845\" data-end=\"8891\">Menunjang Kodifikasi dan Klasifikasi Hadis<\/strong><br data-start=\"8891\" data-end=\"8894\" \/>Tanpa Ilmu Riwayah, penyusunan kitab hadis seperti <em data-start=\"8948\" data-end=\"8963\">\u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 Bukh\u0101r\u012b<\/em>, <em data-start=\"8965\" data-end=\"8979\">Musnad Ahmad<\/em>, atau <em data-start=\"8986\" data-end=\"9003\">Sunan Ab\u012b D\u0101w\u016bd<\/em> tidak mungkin dilakukan secara sistematis.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"9048\" data-end=\"9375\">\n<p data-start=\"9051\" data-end=\"9149\"><strong data-start=\"9051\" data-end=\"9090\">Mendorong Lahirnya Cabang Ilmu Baru<\/strong><br data-start=\"9090\" data-end=\"9093\" \/>Dari Ilmu Riwayah lahir cabang-cabang ilmu seperti:<\/p>\n<ul data-start=\"9153\" data-end=\"9375\">\n<li data-start=\"9153\" data-end=\"9201\">\n<p data-start=\"9155\" data-end=\"9201\"><em data-start=\"9155\" data-end=\"9182\">\u2018Ilm al-Jar\u1e25 wa al-Ta\u2018d\u012bl<\/em> (kritik perawi).<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"9205\" data-end=\"9248\">\n<p data-start=\"9207\" data-end=\"9248\"><em data-start=\"9207\" data-end=\"9223\">\u2018Ilm al-As\u0101n\u012bd<\/em> (kajian rantai sanad).<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"9252\" data-end=\"9308\">\n<p data-start=\"9254\" data-end=\"9308\"><em data-start=\"9254\" data-end=\"9280\">\u2018Ilm al-Ghar\u012bb al-\u1e24ad\u012bth<\/em> (kajian kosa kata hadis).<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"9312\" data-end=\"9375\">\n<p data-start=\"9314\" data-end=\"9375\"><em data-start=\"9314\" data-end=\"9340\">\u2018Ilm Mukhtalif al-\u1e24ad\u012bth<\/em> (rekonsiliasi hadis kontradiktif).<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong data-start=\"9385\" data-end=\"9434\">Hubungan antara Ilmu Riwayah dan Ilmu Dirayah<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"9436\" data-end=\"9535\">Para ulama membedakan tetapi juga menegaskan keterkaitan erat antara Ilmu Riwayah dan Ilmu Dirayah:<\/p>\n<div class=\"_tableContainer_1rjym_1\">\n<div class=\"group _tableWrapper_1rjym_13 flex w-fit flex-col-reverse\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" style=\"height: 155px;\" width=\"807\" data-start=\"9537\" data-end=\"9906\">\n<thead data-start=\"9537\" data-end=\"9576\">\n<tr data-start=\"9537\" data-end=\"9576\">\n<th data-start=\"9537\" data-end=\"9545\" data-col-size=\"sm\">Aspek<\/th>\n<th data-start=\"9545\" data-end=\"9560\" data-col-size=\"sm\">Ilmu Riwayah<\/th>\n<th data-start=\"9560\" data-end=\"9576\" data-col-size=\"md\">Ilmu Dirayah<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"9619\" data-end=\"9906\">\n<tr data-start=\"9619\" data-end=\"9698\">\n<td data-start=\"9619\" data-end=\"9634\" data-col-size=\"sm\">Fokus Kajian<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"9634\" data-end=\"9668\">Transmisi hadis (sanad &amp; matan)<\/td>\n<td data-col-size=\"md\" data-start=\"9668\" data-end=\"9698\">Kritik dan pemahaman hadis<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"9699\" data-end=\"9775\">\n<td data-start=\"9699\" data-end=\"9708\" data-col-size=\"sm\">Tujuan<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"9708\" data-end=\"9739\">Menjaga keaslian periwayatan<\/td>\n<td data-col-size=\"md\" data-start=\"9739\" data-end=\"9775\">Menilai kualitas dan makna hadis<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"9776\" data-end=\"9827\">\n<td data-start=\"9776\" data-end=\"9784\" data-col-size=\"sm\">Sifat<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"9784\" data-end=\"9805\">Historis, tekstual<\/td>\n<td data-col-size=\"md\" data-start=\"9805\" data-end=\"9827\">Analitis, rasional<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"9828\" data-end=\"9906\">\n<td data-start=\"9828\" data-end=\"9837\" data-col-size=\"sm\">Produk<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"9837\" data-end=\"9861\">Kitab hadis (riwayah)<\/td>\n<td data-col-size=\"md\" data-start=\"9861\" data-end=\"9906\">Ilmu musthalah, takhr\u012bj, dan kritik hadits<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"9908\" data-end=\"10080\">Keduanya ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Ilmu Riwayah menjaga teks hadis dari distorsi, sementara Ilmu Dirayah menjaganya dari kesalahpahaman interpretatif.<\/p>\n<p data-start=\"9908\" data-end=\"10080\"><strong data-start=\"10090\" data-end=\"10128\">Perkembangan Historis Ilmu Riwayah<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"10130\" data-end=\"10219\">Ilmu Riwayah telah mengalami perkembangan yang panjang sejak masa Nabi hingga era modern.<\/p>\n<p data-start=\"10130\" data-end=\"10219\">1. <strong data-start=\"10228\" data-end=\"10253\">Masa Nabi dan Sahabat<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"10254\" data-end=\"10410\">Pada masa ini, hadis disampaikan secara lisan. Para sahabat menghafalnya dengan teliti, dan sebagian kecil menulisnya seperti <em data-start=\"10380\" data-end=\"10409\">\u1e62a\u1e25\u012bfah Hamm\u0101m ibn Munabbih<\/em>.<\/p>\n<p data-start=\"10254\" data-end=\"10410\">2. <strong data-start=\"10419\" data-end=\"10435\">Masa Tabi\u2018in<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"10436\" data-end=\"10580\">Mulai terjadi periwayatan hadis antar kota besar seperti Madinah, Kufah, dan Basrah. Sistem sanad mulai ditekankan oleh ulama seperti Ibn S\u012br\u012bn.<\/p>\n<p data-start=\"10436\" data-end=\"10580\">3. <strong data-start=\"10589\" data-end=\"10617\">Masa Tadw\u012bn (Kodifikasi)<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"10618\" data-end=\"10806\">Pada abad ke-2 H, hadis mulai dikodifikasi secara sistematis, seperti dalam karya Imam M\u0101lik (<em data-start=\"10712\" data-end=\"10725\">al-Muwa\u1e6d\u1e6da\u2019<\/em>). Selanjutnya disusul oleh penyusunan kitab <em data-start=\"10770\" data-end=\"10781\">al-Musnad<\/em> dan <em data-start=\"10786\" data-end=\"10805\">al-J\u0101mi\u2018 al-\u1e62a\u1e25\u012b\u1e25<\/em>.<\/p>\n<p data-start=\"10618\" data-end=\"10806\">4. <strong data-start=\"10815\" data-end=\"10846\">Masa Kritik dan Klasifikasi<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"10847\" data-end=\"10987\">Muncul metode kritik sanad dan matan oleh ulama seperti al-Bukh\u0101r\u012b dan Muslim, yang menyeleksi hadis berdasarkan standar ketat Ilmu Riwayah.<\/p>\n<p data-start=\"10847\" data-end=\"10987\">5. <strong data-start=\"10996\" data-end=\"11011\">Masa Modern<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"11012\" data-end=\"11185\">Ilmu Riwayah kini dikaji secara akademis dalam disiplin <em data-start=\"11068\" data-end=\"11084\">Hadith Studies<\/em>, memadukan pendekatan tradisional (sanad-based) dan modern (textual analysis, historical criticism).<\/p>\n<p data-start=\"11012\" data-end=\"11185\"><strong data-start=\"11195\" data-end=\"11235\">Relevansi Ilmu Riwayah di Era Modern<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"11237\" data-end=\"11322\">Dalam konteks keilmuan kontemporer, Ilmu Riwayah memiliki beberapa relevansi penting:<\/p>\n<ol data-start=\"11324\" data-end=\"12061\">\n<li data-start=\"11324\" data-end=\"11485\">\n<p data-start=\"11327\" data-end=\"11485\"><strong data-start=\"11327\" data-end=\"11377\">Menangkal Hadis Palsu (Maudhu\u2018) di Era Digital<\/strong><br data-start=\"11377\" data-end=\"11380\" \/>Banyak hadis tersebar di media sosial tanpa sanad. Pemahaman Ilmu Riwayah menjadi alat filter penting.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"11487\" data-end=\"11688\">\n<p data-start=\"11490\" data-end=\"11688\"><strong data-start=\"11490\" data-end=\"11534\">Mendukung Studi Kritik Teks Islam Modern<\/strong><br data-start=\"11534\" data-end=\"11537\" \/>Kajian modern seperti isn\u0101d-cum-matn analysis, sebagaimana dikembangkan oleh Harald Motzki, sangat berakar pada prinsip-prinsip Ilmu Riwayah klasik.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"11690\" data-end=\"11871\">\n<p data-start=\"11693\" data-end=\"11871\"><strong data-start=\"11693\" data-end=\"11743\">Meneguhkan Metodologi Ilmiah dalam Studi Islam<\/strong><br data-start=\"11743\" data-end=\"11746\" \/>Sistem verifikasi sanad menunjukkan bahwa tradisi Islam telah menerapkan metode ilmiah kritis sejak abad pertama Hijriyah.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"11873\" data-end=\"12061\">\n<p data-start=\"11876\" data-end=\"12061\"><strong data-start=\"11876\" data-end=\"11939\">Menjadi Dasar Dialog Ilmiah antara Tradisional dan Akademik<\/strong><br data-start=\"11939\" data-end=\"11942\" \/>Ilmu Riwayah dapat menjadi jembatan antara tradisi ulama klasik dengan pendekatan akademik modern dalam studi hadis.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"11876\" data-end=\"12061\"><strong data-start=\"12071\" data-end=\"12085\">Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"12087\" data-end=\"12403\">Ilmu Riwayah adalah ilmu yang mengatur dan menjelaskan tata cara menerima, menyampaikan, dan menjaga keaslian hadis Nabi Muhammad saw. secara ilmiah dan sistematis. Ia berfokus pada aspek transmisi hadis melalui sanad dan matan, dengan tujuan menjaga kemurnian ajaran Rasulullah saw. dari distorsi dan penyelewengan.<\/p>\n<p data-start=\"12405\" data-end=\"12703\">Kedudukan Ilmu Riwayah sangat penting dalam struktur keilmuan Islam karena menjadi fondasi bagi seluruh cabang ilmu hadis lainnya, terutama Ilmu Dirayah. Dalam konteks modern, Ilmu Riwayah tetap relevan sebagai metode verifikasi kebenaran hadis di tengah arus digitalisasi dan maraknya hadis palsu.<\/p>\n<p data-start=\"12705\" data-end=\"12933\">Oleh karena itu, penguasaan terhadap Ilmu Riwayah tidak hanya penting bagi ulama hadis, tetapi juga bagi seluruh akademisi dan mahasiswa studi Islam untuk memahami metodologi autentik dalam menjaga kemurnian sumber ajaran Islam.<\/p>\n<p data-start=\"12705\" data-end=\"12933\"><strong data-start=\"12943\" data-end=\"12961\">Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<ol data-start=\"12963\" data-end=\"13821\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">\n<li data-start=\"12963\" data-end=\"13065\">\n<p data-start=\"12966\" data-end=\"13065\">Al-Baghd\u0101d\u012b, al-Kha\u1e6d\u012bb. <em data-start=\"12990\" data-end=\"13022\">al-Kif\u0101yah f\u012b \u2018Ilm ar-Riw\u0101yah.<\/em> Beirut: D\u0101r al-Kutub al-\u2018Ilmiyyah, 1988.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"13066\" data-end=\"13166\">\n<p data-start=\"13069\" data-end=\"13166\">Al-Suy\u016b\u1e6d\u012b, Jal\u0101l al-D\u012bn. <em data-start=\"13094\" data-end=\"13137\">Tadr\u012bb al-R\u0101w\u012b f\u012b Shar\u1e25 Taqr\u012bb al-Nawaw\u012b.<\/em> Beirut: D\u0101r al-Fikr, 1996.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"13167\" data-end=\"13275\">\n<p data-start=\"13170\" data-end=\"13275\">Ibn al-\u1e62al\u0101\u1e25, \u2018Uthm\u0101n ibn \u2018Abd al-Ra\u1e25m\u0101n. <em data-start=\"13212\" data-end=\"13244\">Muqaddimah f\u012b \u2018Ul\u016bm al-\u1e24ad\u012bth.<\/em> Kairo: D\u0101r al-Ma\u2018\u0101rif, 1989.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"13276\" data-end=\"13411\">\n<p data-start=\"13279\" data-end=\"13411\">Al-Nawaw\u012b, Ya\u1e25y\u0101 ibn Sharaf. <em data-start=\"13308\" data-end=\"13368\">Taqr\u012bb wa al-Tays\u012br f\u012b Ma\u2018rifat Sunan al-Bash\u012br al-Nadh\u012br.<\/em> Beirut: D\u0101r al-Kutub al-\u2018Ilmiyyah, 1985.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"13412\" data-end=\"13502\">\n<p data-start=\"13415\" data-end=\"13502\">Ismail, M. Syuhudi. <em data-start=\"13435\" data-end=\"13470\">Metodologi Penelitian Hadis Nabi.<\/em> Jakarta: Bulan Bintang, 1992.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"13503\" data-end=\"13593\">\n<p data-start=\"13506\" data-end=\"13593\">Azami, M. M. <em data-start=\"13519\" data-end=\"13556\">Studies in Early Hadith Literature.<\/em> Beirut: al-Maktab al-Islami, 1968.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"13594\" data-end=\"13719\">\n<p data-start=\"13597\" data-end=\"13719\">Brown, Jonathan A. C. <em data-start=\"13619\" data-end=\"13680\">Hadith: Muhammad\u2019s Legacy in the Medieval and Modern World.<\/em> Oxford: Oneworld Publications, 2009.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"13720\" data-end=\"13821\" data-is-last-node=\"\">\n<p data-start=\"13723\" data-end=\"13821\" data-is-last-node=\"\">al-Sib\u0101\u2018\u012b, Mu\u1e63\u1e6daf\u0101. <em data-start=\"13743\" data-end=\"13793\">al-Sunnah wa Mak\u0101natuha f\u012b at-Tashr\u012b\u2018 al-Isl\u0101m\u012b.<\/em> Beirut: al-Maktab al-Isl\u0101m\u012b<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(* <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Guru\/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7771,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[61,193],"class_list":["post-15617","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-al-hadits","blog-kat-kitab-hadits"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ilmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya (Studi Hadits) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Pada perkuliahan Program S2 (Non Reguler) Dirasah islamiyah dengan Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam, hari ini,\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ilmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya (Studi Hadits) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Pada perkuliahan Program S2 (Non Reguler) Dirasah islamiyah dengan Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam, hari ini,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-10T09:18:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"664\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"432\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\\\/\",\"name\":\"Ilmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya (Studi Hadits) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Al-Hadits.png\",\"datePublished\":\"2025-10-04T02:05:01+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-10T09:18:47+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Pada perkuliahan Program S2 (Non Reguler) Dirasah islamiyah dengan Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam, hari ini,\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Al-Hadits.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Al-Hadits.png\",\"width\":664,\"height\":432,\"caption\":\"Al-Hadits\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Ilmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya (Studi Hadits)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ilmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya (Studi Hadits) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Pada perkuliahan Program S2 (Non Reguler) Dirasah islamiyah dengan Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam, hari ini,","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ilmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya (Studi Hadits) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Pada perkuliahan Program S2 (Non Reguler) Dirasah islamiyah dengan Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam, hari ini,","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2025-10-10T09:18:47+00:00","og_image":[{"width":664,"height":432,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png","type":"image\/png"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/","name":"Ilmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya (Studi Hadits) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png","datePublished":"2025-10-04T02:05:01+00:00","dateModified":"2025-10-10T09:18:47+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Pada perkuliahan Program S2 (Non Reguler) Dirasah islamiyah dengan Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam, hari ini,","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png","width":664,"height":432,"caption":"Al-Hadits"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/ilmu-riwayah-definisi-dan-ruang-lingkupnya-studi-hadits\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Ilmu Riwayah: Definisi dan Ruang Lingkupnya (Studi Hadits)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/15617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=15617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}