{"id":15660,"date":"2025-10-15T22:25:30","date_gmt":"2025-10-15T14:25:30","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=15660"},"modified":"2026-03-09T00:47:14","modified_gmt":"2026-03-08T16:47:14","slug":"tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/","title":{"rendered":"Tinjauan Teoritis: Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em> *)<\/p>\n<p>Related Post:\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/sejarah-masuknya-islam-di-pangkep\/\">Sejarah Masuknya Islam di Pangkep<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Artikel ini disusun sebagai bahan pemerkaya kajian pustaka dan kerangka teoritis yang rencananya penulis gunakan dalam penelitian sejarah\/sosioreligius tentang peran orang Melayu dalam proses Islamisasi di kawasan Kerajaan Siang (Sulawesi Selatan). Di bagian akhir, penulis menyertakan daftar rujukan (sumber primer dan sekunder) yang dipakai sebagai acuan serta catatan metodologis.<\/p>\n<p><strong data-start=\"477\" data-end=\"492\">Kata kunci:<\/strong> Islamisasi, Melayu, Kerajaan Siang, difusi agama, jaringan perdagangan, lokalitas, rijal budaya.<\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><\/p>\n<article class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" tabindex=\"-1\" data-turn-id=\"f3ed5dbe-4f71-4266-a71c-52c311852c9a\" data-testid=\"conversation-turn-4\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] thread-sm:[--thread-content-margin:--spacing(6)] thread-lg:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] thread-lg:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"0505fefd-4c07-4468-bf94-dc5123051b08\" data-message-model-slug=\"gpt-5-t-mini\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling\">\n<p data-start=\"611\" data-end=\"1343\">Kajian tentang proses Islamisasi di kawasan Nusantara telah menjadi fokus riset sejak lama dan memperlihatkan keragaman jalur, agen, dan materialitas yang berbeda-beda antar wilayah. Di Pulau Sulawesi bagian barat daya, Kerajaan Siang pada masa prapengaruh Gowa\u2013Tallo menjadi sebuah entitas politik penting yang berinteraksi intens dengan pelaku lintas-bahari (maritime actors) \u2014 termasuk pedagang Melayu \u2014 yang berperan sebagai kanal pertukaran komoditas sekaligus ide-ide agama. Pemahaman teoritis tentang bagaimana komunitas Melayu menyumbang pada proses Islamisasi di wilayah Kerajaan Siang menuntut pendekatan multidisiplin: sejarah politik, sejarah ekonomi maritim, antropologi agama, serta studi jaringan (network studies).<\/p>\n<p data-start=\"1345\" data-end=\"1673\">Tinjauan teoritis ini bertujuan: (1) menyediakan kerangka konseptual untuk memahami mekanisme sumbangsih orang Melayu pada proses Islamisasi di Siang; (2) merangkum diskursus historiografis utama; (3) mengidentifikasi bukti-bukti material dan naratif yang relevan; dan (4) menunjukkan gap penelitian serta tantangan metodologis.<\/p>\n<p data-start=\"1345\" data-end=\"1673\"><strong>1. Kerangka Teoritis Utama<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"1710\" data-end=\"1820\">Untuk menganalisis peran orang Melayu dalam Islamisasi Kerajaan Siang, beberapa teori sosial-historis berguna dan dapat digunakan diantaranya adalah Teori Difusi dan Jaringan (Diffusion &amp; Network Theory).\u00a0Teori difusi menjelaskan bagaimana ide, praktik, dan agama menyebar melalui kontak antara komunitas. Namun, pendekatan jaringan (social network analysis) menekankan aktor kunci \u2014 broker, hub, dan jembatan antar-komunitas \u2014 serta peran struktur jaringan yang memungkinkan penyebaran cepat atau lambat. Dalam konteks maritim Nusantara, pedagang (termasuk pedagang Melayu) berfungsi sebagai <em data-start=\"2272\" data-end=\"2279\">nodes<\/em> jaringan transnasional yang memfasilitasi pertukaran barang sekaligus gagasan keagamaan. Analisis jejaring membantu menjelaskan mengapa wilayah pelabuhan tertentu\u2014yang didominasi orang Melayu atau memiliki komunitas Melayu\u2014mengalami proses Islamisasi lebih awal atau lebih intens.<\/p>\n<p data-start=\"1884\" data-end=\"2560\">Adapula Teori Akulturasi dan Lokalitas (Localization &amp; Syncretism). Bahwa\u00a0Islamisasi di Nusantara tidak selalu berarti penggantian total terhadap struktur budaya prasyarat. Pendekatan akulturasi melihat bagaimana lokalitas mengadaptasi ajaran baru sehingga lahirlah praktik Islam bernuansa lokal. Teori ini penting untuk menjelaskan fenomena \u2018Islam Melayu\u2019 yang kerap menyatu dengan tradisi setempat (ritual, struktur kekeluargaan, atau norma politik). Peran tokoh Melayu bisa berwujud penyampaian ajaran yang disesuaikan dengan konteks lokal sehingga lebih mudah diterima oleh elite dan rakyat Siang.<\/p>\n<p data-start=\"1884\" data-end=\"2560\">Berikutnya\u00a0Teori Elitisasi (Elite-Driven Conversion). Bahwa\u00a0Konversi elit politik seringkali menjadi pemicu perubahan agama pada skala yang lebih luas: ketika raja atau penguasa menerima agama baru, legitimasi politik dan sosial ikut berubah sehingga masyarakat cenderung mengikut. Dalam model ini, pedagang Melayu dapat mempengaruhi elite melalui hubungan komersial\/kinship, atau melalui perantara ulama\/Muwahhidin yang memiliki akses ke penguasa. Untuk Siang, memahami hubungan politis antara elite lokal dan jaringan Melayu (mis. perantara dari Malaka, Jambi, atau pesisir Sumatra) kritikal.<\/p>\n<p data-start=\"1884\" data-end=\"2560\">Terakhir,\u00a0Teori Ekonomi-Religius (Religious Economy).\u00a0Pandangan ini memandang agama sebagai \u2018komoditas\u2019 dalam pasar simbolik; aktor agama (ulama, pedagang-sufi) bersaing untuk mendapat \u2018pengikut\u2019. Di pelabuhan-pelabuhan, aktivitas komersial mendorong pembentukan institusi agama (surau\/masjid, madrasah informal) yang melayani komunitas pelaut dan pendatang, sehingga agama menyebar sebagai bagian dari layanan sosial dan ekonomi. Orang Melayu sering menjadi agen yang mendirikan atau berperan dalam institusi semacam ini.<\/p>\n<p data-start=\"3786\" data-end=\"4254\"><strong>2. Agen-agen Melayu dan Mekanisme Transmisi Islam<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4314\" data-end=\"4412\">Dalam perspektif teoritis di atas, peran orang Melayu bisa dimaknai dalam beberapa bentuk praktis. Pertama,\u00a0Pedagang Melayu sebagai Pembawa Ajaran dan Praktik.\u00a0Pedagang Melayu tidak semata pengirim barang; mereka juga membawa kebiasaan, bahasa, dan praktik religius. Karena masyarakat pesisir sangat bergantung pada jaringan perdagangan, pedagang mendapat legitimasi sosial dan ruang publik untuk menyebarkan norma baru seperti ritual salat berjamaah, puasa, dan praktik keagamaan lain. Di banyak studi yang menelaah Islamisasi di kepulauan Melayu, keterkaitan antara aktivitas perdagangan dengan masuknya Islam dinilai sangat kuat. Lihat: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/mei.nus.edu.sg\/publication\/insight-55-the-spread-of-islam-in-southeast-asia-c-1275-c-1625\/?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">mei.nus.edu.sg<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p data-start=\"4472\" data-end=\"4981\">Kedua, Ulama dan Tokoh Sufi Melayu.\u00a0Tidak semua agen adalah pedagang; sebagian adalah ulama, mubaligh atau penganut tarekat yang bergerak bersama jalur perdagangan. Mereka berperan dalam pendidikan agama, penulisan teks, dan pembentukan jaringan spiritual (tarekat) yang menautkan komunitas pesisir Nusantara. Kehadiran ulama Melayu yang relatif fleksibel dalam penyampaiannya mempermudah adaptasi ajaran pada konteks lokal.<\/p>\n<p data-start=\"5018\" data-end=\"5406\">Lihat pula: <strong><a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/puang-awalli-dan-cahaya-ulama-dari-pangkep\/\">Puang Awalli dan Cahaya Ulama dari Pangkep<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-start=\"5018\" data-end=\"5406\">Ketiga, Komunitas Diaspora Melayu dan Pembentukan \u2018Enklave\u2019 Religius.\u00a0Orang Melayu yang menetap di Pelabuhan dan Pesisir Siang seringkali membentuk komunitas tersendiri dengan institusi sosial\u2014lapak dagang, surau, struktur kekerabatan\u2014yang menjaga tradisi dan agama mereka. Komunitas ini menjadi pusat penyebaran agama ke masyarakat lokal melalui perkawinan, patronase, dan interaksi sosial sehari-hari. Bukti arkeologis dan documentary menyokong keberadaan komunitas pedagang asing yang membentuk pusat-pusat kebudayaan pesisir. Lihat: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/ojs.unm.ac.id\/Attoriolong\/article\/view\/20598?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">Jurnal Universitas Negri Makassar<\/span><span class=\"-me-1 flex h-full items-center rounded-full px-1 text-[#8F8F8F]\">+1<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p data-start=\"5476\" data-end=\"5970\">Keempat, Interaksi dengan Elite Lokal. Bahwa\u00a0Hubungan antara elite Siang dan tokoh Melayu sering bersifat timbal-balik: elite mendapatkan akses ke jaringan perdagangan dan legitimasi internasional; orang Melayu mendapatkan proteksi dan pasar. Ketika elite mengadopsi Islam (sering kali melalui interaksi dengan pedagang\/ulama), transformasi agama cenderung meluas karena adanya contoh dan regulasi dari puncak kekuasaan.<\/p>\n<p data-start=\"6008\" data-end=\"6383\"><strong>3. Bukti Sejarah dan Sumber: Kekuatan dan Keterbatasannya<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"6451\" data-end=\"6556\">Untuk merekonstruksi sumbangsih orang Melayu pada Proses Islamisasi Siang, sejumlah jenis sumber bisa digunakan adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p data-start=\"6451\" data-end=\"6556\">a. Sumber Tertulis Lokal dan Luar (Lontarak, Hikayat, Catatan Portugis)<\/p>\n<ul data-start=\"6634\" data-end=\"7412\">\n<li data-start=\"6634\" data-end=\"6879\">\n<p data-start=\"6636\" data-end=\"6879\"><em data-start=\"6636\" data-end=\"6646\">Lontarak<\/em> atau tradisi tulisan lokal Bugis\u2013Makassar (yang berkembang kemudian) dapat mengandung lapisan informasi tentang kontak awal, meski komponennya sering bersifat post-facto (ditulis setelah peristiwa) dan mengandung mitos legitimasi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6880\" data-end=\"7139\">\n<p data-start=\"6882\" data-end=\"7139\">Hikayat Melayu (Sejarah Melayu) dan kronik-kronik pesisir Sumatra memberi konteks regional tentang aktivitas Melayu sebagai agen Islamisasi. Namun, sumber-sumber ini biasanya menonjolkan perspektif Melayu sendiri dan memiliki kepentingan naratif tertentu.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7140\" data-end=\"7412\">\n<p data-start=\"7142\" data-end=\"7412\">Catatan pelaut Eropa (Portugis, Belanda) sering memberikan informasi penting tentang eksistensi kerajaan-kerajaan pesisir seperti Siang, populasi pelabuhan, dan aktivitas perdagangan. Catatan ini berguna sebagai sumber corroborative meski rentan bias kolonial\/etnografi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7414\" data-end=\"7671\">Misalnya, catatan Eropa abad XVI menyebut Siang sebagai kerajaan penting di pantai barat Sulawesi yang berinteraksi dengan pelabuhan lain. Informasi semacam ini membantu menempatkan Siang dalam jaringan maritim regional.<span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"> Lihat: <a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Kingdom_of_Siang?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">Wikipedia<\/span><span class=\"-me-1 flex h-full items-center rounded-full px-1 text-[#8F8F8F]\">+1<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p data-start=\"7414\" data-end=\"7671\">b. Bukti Arkeologis dan Material<\/p>\n<p data-start=\"7710\" data-end=\"8111\">Penemuan keramik, artefak perdagangan, dan sisa-sisa permukiman pelabuhan mengindikasikan adanya aktivitas perdagangan internasional yang intens. Bukti material dapat menguatkan asumsi adanya komunitas asing \u2014termasuk Melayu\u2014yang menetap dan berinteraksi dengan penduduk lokal. Studi arkeologis di kawasan bekas pusat Siang menyajikan jejak perdagangan dan kontak. Lihat:<span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"> <a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/ojs.unm.ac.id\/Attoriolong\/article\/view\/20598?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">Jurnal Universitas Negri Makassar<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p data-start=\"7710\" data-end=\"8111\">c. Data Linguistik dan Onomastika<\/p>\n<p data-start=\"8151\" data-end=\"8617\">Penyebaran toponimi Melayu, unsur bahasa Melayu dalam kosakata lokal, atau nama-nama keluarga\/keturunan pada dokumen lokal bisa mengindikasikan adanya sosialisasi budaya Melayu. Bahasa Melayu sebagai lingua franca maritim di wilayah ini juga memfasilitasi transmisi ide-ide Islam yang disampaikan dalam bahasa perdagangan umum. Banyak kajian sejarawi menegaskan peran penting Melayu sebagai lingua franca pada periode pra-modern. Lihat: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/mei.nus.edu.sg\/publication\/insight-55-the-spread-of-islam-in-southeast-asia-c-1275-c-1625\/?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">mei.nus.edu.sg<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p data-start=\"8151\" data-end=\"8617\">d. Sumber Lisan dan Tradisi Kolektif<\/p>\n<p data-start=\"8660\" data-end=\"8904\">Legenda lokal, lisan tradisi, dan syair sejarah sering memuat cerita konversi raja, kedatangan mubaligh, atau kebaradaan \u2018orang asing\u2019 (Melayu) yang mendirikan surau. Meski bernilai, sumber ini memerlukan verifikasi silang karena mudah berubah.<\/p>\n<p data-start=\"8660\" data-end=\"8904\"><strong>4. Model Proses Islamisasi di Siang \u2014 Sintesis Teoritis<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"8970\" data-end=\"9111\">Berdasarkan teori dan bukti yang tersedia, proses Islamisasi di Kerajaan Siang dapat dimodelkan sebagai kombinasi beberapa mekanisme sebagai berikut: Pertama,\u00a0<strong data-start=\"9116\" data-end=\"9154\">Inisiasi lewat Kontak Perdagangan:<\/strong> Kedatangan pedagang Melayu (sering dari pusat-pusat Islam di Malaka, Jambi, atau pesisir Sumatra) ke pelabuhan Siang membawa praktik ibadah dan norma agama. Pedagang ini membentuk komunitas kecil yang mempertahankan praktik keagamaannya. Kedua,\u00a0<strong data-start=\"9397\" data-end=\"9436\">Penanaman Jaringan Ulama &amp; Tarekat:<\/strong> Ulama Melayu atau tokoh sufistik masuk melalui jaringan dagang dan mendirikan fasilitas pengajaran (surau, majelis zikir), menghasilkan basis spiritual yang stabil.<\/p>\n<p data-start=\"8970\" data-end=\"9111\">Selanjutnya, Ketiga,\u00a0<strong data-start=\"9606\" data-end=\"9629\">Adopsi Elite Lokal. <\/strong>Elite lokal yang membutuhkan legitimasi dan akses ekonomi memilih bersekutu atau bahkan memeluk Islam. Konversi elite mempercepat perubahan identitas politik dan sosial, membuat Islam lebih mudah disebarkan melalui kebijakan publik, patronase, dan praktik ritual raja. Keempat,\u00a0<strong data-start=\"9903\" data-end=\"9936\">Adaptasi Lokal dan Sinkretisme. <\/strong>Islam diadopsi dengan mempertahankan beberapa praktik lokal sehingga terbentuk bentuk Islam spesifik lokal (mis. akulturasi ritual). Penyebaran menjadi lebih bertahan lama karena tidak bertentangan langsung dengan struktur budaya setempat. Keempat,\u00a0<strong data-start=\"10181\" data-end=\"10209\">Penyebaran ke Pedalaman:<\/strong> Dari pelabuhan ke wilayah pedalaman prosesnya melibatkan perkawinan, migrasi, dan patronase ekonomi\u2013politik; pengaruh Melayu menjadi mediasi antara komunitas pesisir dan interior.\u00a0 Model ini menekankan sifat multi-aktor (pedagang, ulama, elite), multi-kanal (komersial, pendidikan, politik), dan multi-langkah (kontak awal \u2014 institusionalisasi \u2014 adopsi elit \u2014 difusi luas).<\/p>\n<p data-start=\"10391\" data-end=\"10583\"><strong>5. Studi Kasus Komparatif dan Relevansi Regional<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"10642\" data-end=\"10726\">Untuk memperkuat argumen, perbandingan dengan kasus lain di dunia Melayu bermanfaat. Pertama, perbandingan Malaka dan Pahang. Di sini, pedagang Melayu dan elite setempat berperan besar dalam mengkristalkan Islam sebagai agama negara pada abad ke-15. Kasus ini memperlihatkan pola yang mirip: jaringan pelayaran, peran bahasa Melayu, serta pengaruh ulama. Lihat:\u00a0 <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/mei.nus.edu.sg\/publication\/insight-55-the-spread-of-islam-in-southeast-asia-c-1275-c-1625\/?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">mei.nus.edu.sg<\/span><\/span><\/span><\/a>. Kedua, Perbandingan dengan\u00a0<\/span><\/span>Jambi dan Siak (Sumatera)<b>.<\/b> Bahwa Islamisasi oleh komunitas Melayu pesisir di Sumatra memberi pola yang dapat dipakai sebagai analog: komunitas Melayu memegang peran ganda sebagai pedagang dan mubaligh, memanfaatkan jaringan dagang untuk perpindahan ide.<span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"> Lihat: <a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/online-journal.unja.ac.id\/krinok\/article\/download\/18055\/14554?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">Jurnal Online Universitas Jambi<\/span><span class=\"-me-1 flex h-full items-center rounded-full px-1 text-[#8F8F8F]\">+1<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p data-start=\"11309\" data-end=\"11560\">Komparasi ini tidak berarti Siang meniru pasif model Sumatra, melainkan memberi instrumen analitik: perdagangan + jejaring + elite = akselerator Islamisasi \u2014 tetapi jalannya dan manifestasinya sangat bergantung pada konfigurasi lokal politik-kultural.<\/p>\n<p data-start=\"11309\" data-end=\"11560\"><strong>6. Masalah Metodologis dan Tantangan Kajian<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"11614\" data-end=\"11717\">Studi tentang sumbangsih orang Melayu terhadap Islamisasi Siang menghadapi hambatan metodologis serius, diantaranya karena Kurangnya\u00a0Sumber Tertulis Kontemporer.\u00a0Kerajaan-kerajaan seperti Siang kurang terekam dalam kronik tertulis lokal yang tetap eksis (lebih sedikit dibanding pusat-pusat Melayu seperti Malaka). Banyak data berlalu lewat catatan asing yang terfragmentasi. Ketergantungan pada sumber Eropa menghadirkan risiko bias interpretatif (eksotisasi, salah pemahaman struktur lokal).<\/p>\n<p data-start=\"11614\" data-end=\"11717\">Hal lainnya, ada\u00a0Problematika Kronologi. Bahwa menetapkan kronologi konversi religius pada level sosial luas sulit karena adanya layer plural: kapan elite menerima Islam relatif mudah ditandai (mis. peristiwa konversi raja), tetapi kapan masyarakat umum menjadi Muslim sebagai mayoritas adalah proses panjang. Penetapan tanggal pasti sering bermasalah.\u00a0Sementara, Identifikasi Aktor \u2018Melayu\u2019 masih menjadi masalah tersendiri.\u00a0Istilah \u201cMelayu\u201d sendiri multilapis: bisa merujuk etnis, identitas budaya-bahasa, atau status sosial-ekomoni pedagang.<\/p>\n<p data-start=\"11614\" data-end=\"11717\">Menentukan siapa yang disebut Melayu pada abad XV\u2013XVI memerlukan kehati-hatian; ada kemungkinan orang \u2018Melayu\u2019 yang disebut di catatan asing adalah kelompok heterogen. Kajian harus memperjelas definisi operasional &#8216;orang Melayu&#8217;. Selain itu, masalah Interpretasi Sinkretisme.\u00a0Menilai apakah bentuk keagamaan yang muncul \u2018Islam\u2019 murni atau bercampur dengan praktik lama memerlukan kerja lapangan etnografis plus kajian tekstual. Sering ada kecenderungan menyederhanakan: \u2018lebih Islam\u2019 vs \u2018kurang Islam\u2019. Pendekatan harus menimbang gradasi praktik keagamaan.<\/p>\n<p data-start=\"12852\" data-end=\"13132\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-16470\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ChatGPT-Image-9-Mar-2026-00.25.07-694x1024.png\" alt=\"\" width=\"423\" height=\"624\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ChatGPT-Image-9-Mar-2026-00.25.07-694x1024.png 694w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ChatGPT-Image-9-Mar-2026-00.25.07-203x300.png 203w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ChatGPT-Image-9-Mar-2026-00.25.07.png 700w\" sizes=\"auto, (max-width: 423px) 100vw, 423px\" \/><\/p>\n<p data-start=\"12852\" data-end=\"13132\"><strong>7. Implikasi Teoritis dan Agenda Penelitian Lanjutan<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"13195\" data-end=\"13271\">Dari tinjauan teoritis ini bisa diusulkan beberapa implikasi dan tema riset, yaitu: (1)\u00a0<strong data-start=\"13276\" data-end=\"13339\">Pendalaman Jejaring Historis (Historical Network Analysis)<\/strong>, mencakup Pemetaan aktor\u2014jalur\u2014institusi (pedagang Melayu, ulama, pusat-pusat perdagangan) menggunakan metode SNA pada data historis (catatan pelaut, onomastika, bukti arkeologi) akan mengkuantifikasi peran broker Melayu. (2)\u00a0<strong data-start=\"13556\" data-end=\"13596\">Studi Mikro-Histori Pelabuhan Siang. <\/strong>Kajian kasus berbasis arkeologi dan kajian sumber lokal (lontarak, tradisi lisan) pada pusat-pusat pemukiman pesisir bekas Siang bisa mengungkap pola interaksi komunal.<\/p>\n<p data-start=\"13195\" data-end=\"13271\">Implikasi dan Pilihan Tema Riset berikutnya adalah: (3)\u00a0<strong data-start=\"13770\" data-end=\"13811\">Kajian Linguistik &amp; Material Culture. <\/strong>Analisis bahasa dan artefak sebagai jejak akulturasi budaya Melayu dan Islam memberi bukti non-naratif atas proses Islamisasi. (4)\u00a0<strong data-start=\"13943\" data-end=\"13978\">Interaksi Elite\u2013Pedagang\u2013Ulama<\/strong>, mencakup penelitian komparatif tentang mekanisme legitimasi politik (mis. ritual kerajaan Islam, pernikahan politik) akan menjelaskan bagaimana elite mengartikulasikan identitas Islam, dan (5)\u00a0<strong data-start=\"14159\" data-end=\"14205\">Peran Bahasa Melayu sebagai Lingua Franca. <\/strong>Menilai peran bahasa Melayu dalam transmisi teks religi, doa, dan bacaan ritual. Eksplorasi naskah lokal bertuliskan bahasa Melayu\/Arab-Melayu\/Latin bisa menunjukkan jalur translasi budaya.<\/p>\n<p data-start=\"14159\" data-end=\"14395\"><strong>8. Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"14419\" data-end=\"14860\">Secara teoritis, sumbangsih orang Melayu pada proses Islamisasi di wilayah Kerajaan Siang harus dipandang sebagai fenomena multidimensional: pedagang, ulama, komunitas diaspora, dan hubungan patronase politik saling berinteraksi di ruang maritim yang memungkinkan penyebaran agama. Pendekatan difusi yang dikombinasikan network analysis, teori akulturasi, dan studi politik-elite memberikan kerangka kuat untuk memahami mekanisme tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"14862\" data-end=\"15336\">Namun, penelitian empiris mengenai Siang memerlukan kehati-hatian metodologis: definisi aktor (\u2018Melayu\u2019), keterbatasan sumber tertulis, dan tantangan kronologis menjadi hambatan yang harus ditangani melalui triangulasi sumber (arsipel literatur, arkeologi, linguistik, dan kajian lisan). Agenda penelitian lanjutan yang memanfaatkan metode interdisipliner (mis. arkeometri, analisis jaringan historis, kajian naskah) sangat direkomendasikan untuk mengisi gap historiografis.<\/p>\n<p data-start=\"14862\" data-end=\"15336\">Daftar Referensi (pilihan untuk titik acuan dan bacaan lanjutan)<\/p>\n<p data-start=\"14862\" data-end=\"15336\">Di bawah ini penulis mencantumkan beberapa sumber primer dan sekunder yang relevan; peneliti disarankan mengakses versi lengkap setiap judul, termasuk monografi dan artikel jurnal akademik. Beberapa sumber online juga tercantum untuk bahan awal kajian.<\/p>\n<ol data-start=\"15673\" data-end=\"17321\">\n<li data-start=\"15673\" data-end=\"15942\">\n<p data-start=\"15676\" data-end=\"15942\">Leonard Y. Andaya, <em data-start=\"15695\" data-end=\"15792\">The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi (Celebes) in the Seventeenth Century<\/em>, University of Michigan Press, 1981. (referensi latar sejarah Sulawesi dan dinamika kerajaan-kerajaan pesisir).Lihat: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Kingdom_of_Siang?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">Wikipedia<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"15944\" data-end=\"16187\">\n<p data-start=\"15947\" data-end=\"16187\">Artikel dan kajian tentang Islamisasi di Nusantara, mis. publikasi MEI\/NUS \u201cThe Spread of Islam in Southeast Asia c.1275\u2013c.1625\u201d \u2014 ulasan komprehensif jalur-jalur Islamisasi maritim dan peran pelabuhan.Lihat: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/mei.nus.edu.sg\/publication\/insight-55-the-spread-of-islam-in-southeast-asia-c-1275-c-1625\/?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">mei.nus.edu.sg<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"16189\" data-end=\"16476\">\n<p data-start=\"16192\" data-end=\"16476\">Studi lokal dan artikel tentang Kerajaan Siang (sejumlah publikasi lokal dan artikel OJS yang menelaah jejak sejarah Kerajaan Siang di Pangkajene dan sekitarnya). Lihat ringkasan dan temuan arkeologis modern mengenai Jejak Sejarah Kerajaan Siang. Lihat: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/ojs.unm.ac.id\/Attoriolong\/article\/view\/20598?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">Jurnal Universitas Negri Makassar<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"16478\" data-end=\"16739\">\n<p data-start=\"16481\" data-end=\"16739\">Penelitian tentang peran orang Melayu di Sulawesi Selatan: \u201cOrang Melayu di Sulawesi Selatan\u201d (ResearchGate \/ artikel lokal) yang mendiskusikan kontribusi pedagang Melayu terhadap proses islamisasi di Sulawesi Selatan. Lihat: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/337696816_ORANG_MELAYU_DI_SULAWESI_SELATAN?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">ResearchGate<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"16741\" data-end=\"17024\">\n<p data-start=\"16744\" data-end=\"17024\">Kajian teoritis\/tekstual tentang Islamisasi Nusantara, mis. \u201cIslamisasi Nusantara: Perspektif Naskah Sejarah\u201d (UIN Yogyakarta \/ artikel PDF) yang membahas sumber-sumber sastra sejarah Melayu sebagai sumber penting tentang proses Islamisasi. Lihat: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\" data-testid=\"webpage-citation-pill\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium transition-colors duration-150 ease-in-out text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]!\" href=\"https:\/\/ejournal.uin-suka.ac.id\/adab\/thaqafiyyat\/article\/download\/623\/561?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-[15ch] grow truncate overflow-hidden text-center\">E-JOURNAL<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"17026\" data-end=\"17321\">\n<p data-start=\"17029\" data-end=\"17321\">Sumber tambahan: catatan Portugis dan Belanda abad ke-16 (berupa teks terjemahan yang ditemukan di perpustakaan akademik) yang merekam keberadaan pelabuhan-pelabuhan Sulawesi dan dinamika politik pesisir. (Rujukan umum \u2014 periksa arsip VOC\/Portuguese accounts pada institusi sejarah regional).<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"17029\" data-end=\"17321\">Lampiran: Petunjuk Metodologis Singkat bagi Peneliti<\/p>\n<ol data-start=\"17384\" data-end=\"18160\">\n<li data-start=\"17384\" data-end=\"17550\">\n<p data-start=\"17387\" data-end=\"17550\">Definisikan \u201corang Melayu\u201d secara operasional \u2014 apakah berdasar bahasa, etnis, status sosial-ekonomi, atau identitas agama? Buat kriteria inklusi yang jelas.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"17551\" data-end=\"17664\">\n<p data-start=\"17554\" data-end=\"17664\">Triangulasi sumber \u2014 padukan bukti arkeologi, catatan asing, naskah lokal (jika ada), dan tradisi lisan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"17665\" data-end=\"17813\">\n<p data-start=\"17668\" data-end=\"17813\">Gunakan analisis jaringan \u2014 buat database kontak perdagangan, nama tokoh, rute pelayaran yang muncul pada catatan untuk memetakan jaringan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"17814\" data-end=\"18021\">\n<p data-start=\"17817\" data-end=\"18021\">Pertimbangkan pendekatan komparatif \u2014 bandingkan Siang dengan pelabuhan-pelabuhan Melayu yang terdokumentasi lebih baik (Malaka, Jambi, Siak) untuk menguji hipotesis jaringan-perdagangan\u2013Islamisasi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"18022\" data-end=\"18160\">\n<p data-start=\"18025\" data-end=\"18160\">Waspadai bias sumber \u2014 teks Melayu\/Portugis\/Belanda punya kepentingan masing-masing; evaluasi konteks penulisan dan tujuan narator.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n<p>Demikian Tinjauan Teoritis: Sumbangsih Orang Melayu terhadap Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang, yang meski pekan ini merupakan tugas mata kuliah &#8220;Metodologi Penelitian&#8221;, tapi sebenarnya ini merupakan bahan awal kajian dari penelitian penulis tentang Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Kabupaten Pangkep. Namun, karena skop penelitian ini sangat luas, maka penulis sepakat untuk mengerucutkannya pada &#8220;Sumbangsih Orang Melayu terhadap Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang&#8221;. Semoga judul ini dapat menjadi &#8220;Judul Tesis&#8221; yang bisa diselesaikan, karena sekali lagi&#8211;Tesis yang Baik adalah Tesis yang selesai&#8211;.<\/p>\n<p>Semoga catatan singkat ini bermanfaat adanya, khususnya dalam kerangka memperkaya bahan awal kajian penelitian penulis sendiri. Barakallahu fiikum. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Minasatene-Pangkep, 15 Oktober 2025<\/p>\n<p>(* <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Guru\/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14694,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[105,73],"class_list":["post-15660","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-artikel-esai","blog-kat-sejarah-kebudayaan-islam"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tinjauan Teoritis: Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Sejarah Masuknya Islam di Pangkep BLOGGURU - Artikel ini disusun sebagai bahan pemerkaya kajian pustaka dan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tinjauan Teoritis: Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Sejarah Masuknya Islam di Pangkep BLOGGURU - Artikel ini disusun sebagai bahan pemerkaya kajian pustaka dan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-08T16:47:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-01-25-at-00.00.45-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"549\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\\\/\",\"name\":\"Tinjauan Teoritis: Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2025-01-25-at-00.00.45-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-10-15T14:25:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-08T16:47:14+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Sejarah Masuknya Islam di Pangkep BLOGGURU - Artikel ini disusun sebagai bahan pemerkaya kajian pustaka dan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2025-01-25-at-00.00.45-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2025-01-25-at-00.00.45-1.jpeg\",\"width\":800,\"height\":549},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Tinjauan Teoritis: Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tinjauan Teoritis: Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Sejarah Masuknya Islam di Pangkep BLOGGURU - Artikel ini disusun sebagai bahan pemerkaya kajian pustaka dan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tinjauan Teoritis: Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Sejarah Masuknya Islam di Pangkep BLOGGURU - Artikel ini disusun sebagai bahan pemerkaya kajian pustaka dan","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2026-03-08T16:47:14+00:00","og_image":[{"width":800,"height":549,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-01-25-at-00.00.45-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/","name":"Tinjauan Teoritis: Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-01-25-at-00.00.45-1.jpeg","datePublished":"2025-10-15T14:25:30+00:00","dateModified":"2026-03-08T16:47:14+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Sejarah Masuknya Islam di Pangkep BLOGGURU - Artikel ini disusun sebagai bahan pemerkaya kajian pustaka dan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-01-25-at-00.00.45-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-01-25-at-00.00.45-1.jpeg","width":800,"height":549},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tinjauan-teoritis-sumbangsih-orang-melayu-pada-proses-islamisasi-masa-kerajaan-siang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Tinjauan Teoritis: Sumbangsih Orang Melayu pada Proses Islamisasi Masa Kerajaan Siang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/15660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15660"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=15660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}