{"id":15727,"date":"2025-10-23T21:18:27","date_gmt":"2025-10-23T13:18:27","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=15727"},"modified":"2025-10-25T23:41:53","modified_gmt":"2025-10-25T15:41:53","slug":"bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/","title":{"rendered":"Bahan Diskusi: Objek Pembahasan Filsafat Ilmu (Objek Formal dan Material)"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em> *)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Perlu diketahui sebelumnya bahwa tidak ada pertanyaan yang sulit, tetapi yang sulit itu keengganan berpikir menemukan jawaban.\u00a0Pertanyaan yang <strong data-start=\"16\" data-end=\"35\">\u201csulit dijawab\u201d<\/strong> bagi mahasiswa S2 biasanya bukan karena jawabannya tidak ada, tetapi karena menuntut kemampuan berpikir reflektif, analitis, dan konseptual \u2014 bukan sekadar menghafal teori. Nah, begitu pula pertanyaan, tanggapan dan konfirmasi terkait topik \u201cObjek Pembahasan Filsafat Ilmu (Formal dan Material)\u201d .<\/p>\n<p>Berikut ini adalah sehimpun pertanyaan, tanggapan dan konfirmasi yang bisa diajukan kepada penyaji makalah, &#8220;Objek Pembahasan Filsafat Ilmu (Formal dan Material):<\/p>\n<p>1. Bagaimana membedakan antara objek formal filsafat ilmu dengan epistemologi umum, jika keduanya sama-sama membahas cara memperoleh pengetahuan? Untuk menjawab pertanyaan ini, dituntut kemampuan membedakan <strong data-start=\"727\" data-end=\"743\">fokus telaah<\/strong> filsafat ilmu (yang bersifat reflektif dan metateoretik) dengan <strong data-start=\"808\" data-end=\"830\">epistemologi murni<\/strong> (yang bersifat filosofis universal). Mahasiswa harus memahami batasan konseptual dan irisan dua bidang tersebut \u2014 yang sering tumpang tindih dalam literatur. Silakan lihat rujukannya pada Buku:\u00a0 Suriasumantri, Jujun S. <em data-start=\"1032\" data-end=\"1074\">Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer.<\/em> Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2010 dan\u00a0A. Sonny Keraf &amp; Mikhael Dua. <em data-start=\"1147\" data-end=\"1193\">Ilmu Pengetahuan: Sebuah Tinjauan Filosofis.<\/em> Kanisius, 2001.<\/p>\n<p>2. Apakah objek material filsafat ilmu dapat berubah seiring perkembangan paradigma ilmu pengetahuan (misalnya dari positivistik ke post-positivistik)? Mengapa pertanyaan ini dianggap sulit? Ya, karena mahasiswa harus menimbang apakah \u201cobjek material\u201d (yakni <em data-start=\"1465\" data-end=\"1483\">ilmu itu sendiri<\/em>) bersifat statis atau dinamis. Jawaban yang baik menuntut pemahaman tentang revolusi ilmiah (Kuhn), paradigma, dan perubahan batas ilmu. Silakan lihat rujukannya pada Buku:\u00a0Thomas S. Kuhn, <em data-start=\"1668\" data-end=\"1710\">The Structure of Scientific Revolutions.<\/em> University of Chicago Press, 1970 dan\u00a0Popper, Karl R. <em data-start=\"1766\" data-end=\"1802\">The Logic of Scientific Discovery.<\/em> Hutchinson, 1959.<\/p>\n<p>3. Jika filsafat ilmu memiliki objek formal berupa \u201crefleksi kritis terhadap ilmu\u201d, apakah itu menjadikan filsafat ilmu bersifat meta-ilmu? Bagaimana batasnya dengan logika dan metodologi penelitian ilmiah? Untuk menjawab pertanyaan ini, diperlukan pemahaman relasi antara <strong data-start=\"2113\" data-end=\"2130\">filsafat ilmu<\/strong>, <strong data-start=\"2132\" data-end=\"2149\">logika ilmiah<\/strong>, dan <strong data-start=\"2155\" data-end=\"2180\">metodologi penelitian<\/strong>. Banyak mahasiswa mencampur antara <em data-start=\"2216\" data-end=\"2257\">filsafat ilmu sebagai refleksi normatif<\/em> dengan <em data-start=\"2265\" data-end=\"2305\">metodologi sebagai teknis operasional. <\/em>Silakan lihat rujukannya pada Buku: The Liang Gie, <em data-start=\"2340\" data-end=\"2366\">Pengantar Filsafat Ilmu.<\/em> Liberty, 1996 dan\u00a0Peter Caws, <em data-start=\"2398\" data-end=\"2444\">Philosophy of Science: A Systematic Account.<\/em> Princeton University Press, 1965.<\/p>\n<p>4.\u00a0Bagaimana posisi objek formal filsafat ilmu terhadap dimensi aksiologi ilmu pengetahuan \u2014 apakah hanya mengkaji nilai-nilai keilmuan, atau juga tanggung jawab etis ilmuwan? Terhadap pertanyaan ini, mahasiswa dituntut untuk memahami hubungan <strong data-start=\"2744\" data-end=\"2779\">epistemologi\u2013ontologi\u2013aksiologi<\/strong>, lalu menentukan sejauh mana \u201cobjek formal\u201d mencakup aspek normatif (<em data-start=\"2849\" data-end=\"2868\">ethics of science<\/em>) atau sekadar epistemologis. Silakan lihat rujukannya pada Buku:\u00a0Frans Magnis-Suseno, <em data-start=\"2938\" data-end=\"2990\">Etika Dasar: Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral.<\/em> Kanisius, 1987 dan\u00a0Keraf, A. Sonny. <em data-start=\"3028\" data-end=\"3047\">Etika Lingkungan.<\/em> Kanisius, 2010.<\/p>\n<p>5. Jika objek material filsafat ilmu adalah \u2018ilmu pengetahuan\u2019, apakah seni, agama, dan filsafat juga bisa menjadi bagian dari objek materialnya, mengingat ketiganya juga menghasilkan pengetahuan?\u00a0 Pertanyaan ini memancing analisis batasan epistemik antara ilmu dan non-ilmu. Mahasiswa harus menilai kriteria \u201ckeilmiahan\u201d dan apakah filsafat ilmu bersifat inklusif terhadap bentuk pengetahuan lain. Silakan lihat rujukannya pada Buku: Ayer, A.J., <em data-start=\"3543\" data-end=\"3571\">Language, Truth and Logic.<\/em> Dover, 1952 dan\u00a0Hadiwijono, Harun. <em data-start=\"3608\" data-end=\"3638\">Sari Sejarah Filsafat Barat.<\/em> Kanisius, 2003).<\/p>\n<p>6. Apakah objek formal filsafat ilmu dapat dipisahkan sepenuhnya dari sikap filsafat (philosophical attitude), atau justru keduanya bersenyawa dalam praksis ilmiah? Untuk menjawab pertanyaan ini dituntut pemahaman tentang filsafat ilmu sebagai refleksi normatif versus filsafat sebagai cara berpikir universal. Mahasiswa harus menganalisis dimensi praksis dan reflektif dalam satu kesatuan epistemik. Silakan lihat rujukannya pada buku:\u00a0Poedjawijatna, <em data-start=\"4114\" data-end=\"4149\">Pembimbing ke Arah Alam Filsafat.<\/em> Rineka Cipta, 1995 dan\u00a0Bertens, K. <em data-start=\"4186\" data-end=\"4215\">Filsafat Barat Kontemporer.<\/em> Gramedia, 2001.<\/p>\n<p>7.\u00a0Bagaimana relasi antara objek material filsafat ilmu dan objek material ilmu-ilmu sosial yang juga mengkaji realitas ilmiah manusia? Apakah terjadi tumpang tindih objek? Pertanyaan ini menuntut kemampuan untuk membedakan <strong data-start=\"4502\" data-end=\"4516\">level meta<\/strong> (filsafat ilmu membahas ilmu secara reflektif) dari <strong data-start=\"4569\" data-end=\"4586\">level empirik<\/strong> (ilmu sosial membahas perilaku manusia ilmiah). Banyak mahasiswa S2 masih kabur pada level analisis ini. Silakan lihat rujukannya pada Buku:\u00a0Habermas, J\u00fcrgen. <em data-start=\"4729\" data-end=\"4761\">Knowledge and Human Interests.<\/em> Beacon Press, 1971 dan\u00a0Bhaskar, Roy. <em data-start=\"4800\" data-end=\"4830\">A Realist Theory of Science.<\/em> Routledge, 1975.<\/p>\n<p>8.\u00a0Dalam konteks Islamisasi ilmu, apakah objek formal filsafat ilmu Barat dapat dikritik secara epistemologis dari perspektif Islam? Jika ya, sejauh mana filsafat ilmu dapat \u2018diiislahkan\u2019? jawaban atas pertanyaan ini\u00a0menuntut penguasaan terhadap filsafat ilmu modern Barat dan filsafat ilmu Islam, dua kerangka epistemik yang berbeda. Mahasiswa harus memahami konsep seperti <em data-start=\"5253\" data-end=\"5278\">bayani, burhani, irfani<\/em> (al-Jabiri) atau <em data-start=\"5296\" data-end=\"5319\">epistemologi tauhidi. Silakan lihat rujukannya pada buku:\u00a0<\/em>al-Attas, Syed M. N. <em data-start=\"5360\" data-end=\"5398\">Islam and the Philosophy of Science.<\/em> ISTAC, 1989 dan\u00a0al-Jabiri, Muhammad \u2018Abid. <em data-start=\"5443\" data-end=\"5470\">Bunyah al-\u2018Aql al-\u2018Arabi.<\/em> Markaz Dirasat al-Wahdah al-\u2018Arabiyyah, 1991.<\/p>\n<p>9.\u00a0Apakah pembahasan objek formal filsafat ilmu bersifat universal lintas disiplin, ataukah setiap bidang ilmu memiliki bentuk refleksi formal yang berbeda? Untuk menjawab pertanyaan ini, mahasiswa harus memahami konsep pluralitas epistemologi \u2014 bahwa setiap bidang (fisika, sosiologi, teologi) mungkin memiliki struktur logika dan metode reflektif yang khas, namun tetap tunduk pada prinsip umum rasionalitas ilmiah. Silakan lihat rujukannya pada Buku:\u00a0Feyerabend, Paul. <em data-start=\"5991\" data-end=\"6008\">Against Method.<\/em> Verso, 1975. dan Chalmers, Alan. <em data-start=\"6042\" data-end=\"6078\">What is This Thing Called Science?<\/em> Open University Press, 2013.<\/p>\n<p>10. Jika objek formal filsafat ilmu adalah refleksi atas ilmu, lalu siapa yang merefleksikan filsafat ilmu itu sendiri? Apakah diperlukan \u201cfilsafat atas filsafat ilmu\u201d? Pertanyaan ini bersifat metafilosofis \u2014 menggugat apakah filsafat ilmu juga memiliki refleksi diri kedua (<em data-start=\"6433\" data-end=\"6461\">meta-philosophy of science<\/em>). Mahasiswa S2 jarang berpikir sejauh itu karena memerlukan abstraksi tingkat tinggi dan kesadaran metateoretik. Silakan lihat rujukannya pada Buku:\u00a0Rescher, Nicholas. <em data-start=\"6613\" data-end=\"6645\">Philosophical Standardization.<\/em> Cambridge University Press, 2006 dan\u00a0Supelli, Karlina. <em data-start=\"6702\" data-end=\"6730\">Filsafat, Ilmu dan Kosmos.<\/em> Kepustakaan Populer Gramedia, 2018.<\/p>\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] thread-sm:[--thread-content-margin:--spacing(6)] thread-lg:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] thread-lg:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"7eeb49f9-eb5d-495f-8c8e-1647250b3432\" data-message-model-slug=\"gpt-5\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling\">\n<p data-start=\"6796\" data-end=\"6892\">Pertanyaan-pertanyaan di atas memang sulit dijawab bukan karena jawabannya tidak ada, melainkan karena menuntut analisis perbedaan level abstraksi antara filsafat ilmu dan disiplin lainnya, memerlukan kemampuan meta-ref<strong>leksi<\/strong> terhadap konsep-konsep dasar (ontologi, epistemologi, aksiologi), serta mengharuskan mahasiswa untuk <strong data-start=\"7131\" data-end=\"7169\">membaca lintas tokoh dan paradigma<\/strong>, tidak hanya satu sumber lokal.<\/p>\n<p data-start=\"6796\" data-end=\"6892\">Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Minasatene-Pangkep, 23 Oktober 2025<\/p>\n<p>(* <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Guru\/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15628,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[755],"class_list":["post-15727","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-filsafat-ilmu"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bahan Diskusi: Objek Pembahasan Filsafat Ilmu (Objek Formal dan Material) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Perlu diketahui sebelumnya bahwa tidak ada pertanyaan yang sulit, tetapi yang sulit itu keengganan berpikir\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bahan Diskusi: Objek Pembahasan Filsafat Ilmu (Objek Formal dan Material) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Perlu diketahui sebelumnya bahwa tidak ada pertanyaan yang sulit, tetapi yang sulit itu keengganan berpikir\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-25T15:41:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-12-at-00.18.57-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"460\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\\\/\",\"name\":\"Bahan Diskusi: Objek Pembahasan Filsafat Ilmu (Objek Formal dan Material) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/WhatsApp-Image-2025-10-12-at-00.18.57-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-10-23T13:18:27+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-25T15:41:53+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Perlu diketahui sebelumnya bahwa tidak ada pertanyaan yang sulit, tetapi yang sulit itu keengganan berpikir\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/WhatsApp-Image-2025-10-12-at-00.18.57-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/WhatsApp-Image-2025-10-12-at-00.18.57-1.jpeg\",\"width\":800,\"height\":460},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Bahan Diskusi: Objek Pembahasan Filsafat Ilmu (Objek Formal dan Material)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bahan Diskusi: Objek Pembahasan Filsafat Ilmu (Objek Formal dan Material) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Perlu diketahui sebelumnya bahwa tidak ada pertanyaan yang sulit, tetapi yang sulit itu keengganan berpikir","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bahan Diskusi: Objek Pembahasan Filsafat Ilmu (Objek Formal dan Material) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Perlu diketahui sebelumnya bahwa tidak ada pertanyaan yang sulit, tetapi yang sulit itu keengganan berpikir","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2025-10-25T15:41:53+00:00","og_image":[{"width":800,"height":460,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-12-at-00.18.57-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/","name":"Bahan Diskusi: Objek Pembahasan Filsafat Ilmu (Objek Formal dan Material) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-12-at-00.18.57-1.jpeg","datePublished":"2025-10-23T13:18:27+00:00","dateModified":"2025-10-25T15:41:53+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Perlu diketahui sebelumnya bahwa tidak ada pertanyaan yang sulit, tetapi yang sulit itu keengganan berpikir","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-12-at-00.18.57-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-12-at-00.18.57-1.jpeg","width":800,"height":460},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/bahan-diskusi-objek-pembahasan-filsafat-ilmu-objek-formal-dan-material\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Bahan Diskusi: Objek Pembahasan Filsafat Ilmu (Objek Formal dan Material)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/15727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15727"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15628"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=15727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}