{"id":15805,"date":"2025-11-12T21:48:02","date_gmt":"2025-11-12T13:48:02","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=15805"},"modified":"2025-11-15T22:01:10","modified_gmt":"2025-11-15T14:01:10","slug":"kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/","title":{"rendered":"Kontribusi Studi Al-Qur&#8217;an Terhadap Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, Sastra, dan Balaghah"},"content":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0<em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>\u00a0*)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> \u2013 Salah satu topik bahasan yang menarik untuk dikaji, ditelusuri, dan didiskusikan dalam Mata Kuliah Studi Qur\u2019an adalah Kontribusi Studi Qur\u2019an terhadap Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, Sastra dan Balaghah. Tulisan ini bermaksud menyediakan Kerangka Makalah Akademik Komprehensif. Semoga dengan catatan ini dapat berpotensi menyediakan fondasi yang kuat untuk dikembangkan lebih lanjut.<\/p>\n<p>Artikel\/Makalah ini juga merupakan langkah awal pengumpulan bahan\u00a0<strong>Kontribusi Studi Qur\u2019an terhadap Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, Sastra dan Balaghah <\/strong>sebagai pemenuhan tugas Mata Kuliah \u201cStudi Qur\u2019an\u201d yang diasuh oleh Dr Muhammad Daming Kaluku, M.Ag. dan Dr Abdul Ghany Musrif, M.Ag pada Program Pascasarjana Dirasah Islamiyah \u2013 Kelas Non Reguler Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam (SPI) di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p data-path-to-node=\"3\">Al-Qur&#8217;an, sebagai <b>Kalamullah<\/b> (Firman Allah) yang diturunkan dalam bahasa Arab yang paling fasih, tidak hanya berfungsi sebagai kitab suci dan pedoman hidup umat Islam, tetapi juga menjadi <b>sumber primer<\/b> dan <b>batu penjuru<\/b> bagi seluruh disiplin keilmuan bahasa Arab. Kedudukannya sebagai <b>mukjizat <i>bayan<\/i> (kebahasaan)<\/b> telah memicu dan mendorong lahirnya berbagai ilmu pengetahuan yang secara khusus mengkaji aspek linguistik dan retorisnya. Studi mendalam terhadap teks suci ini, atau yang kita sebut <b>Studi Al-Qur&#8217;an<\/b>, telah memberikan kontribusi yang fundamental dan tak tertandingi dalam membentuk, menstandardisasi, dan mengembangkan Ilmu Bahasa Arab (Nahwu dan <i>Sharaf<\/i>), Sastra Arab (<i>Adab<\/i>), dan <i>Balaghah<\/i> (Retorika dan Stilistika Arab).<\/p>\n<p data-path-to-node=\"3\">1. Kontribusi Terhadap Ilmu Bahasa Arab (Nahwu dan <i>Sharaf<\/i>)<\/p>\n<p data-path-to-node=\"5\">Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, khususnya <b>Nahwu<\/b> (Sintaksis) dan <b>Sharaf<\/b> (Morfologi), tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kemurnian dan keotentikan bacaan serta pemahaman Al-Qur&#8217;an. Kebutuhan akan kaidah yang baku menjadi sangat mendesak seiring dengan meluasnya wilayah Islam dan masuknya non-Arab (<i>&#8216;Ajam<\/i>) ke dalam masyarakat Muslim, yang mulai menimbulkan kesalahan dalam pelafalan dan pemahaman Al-Qur&#8217;an.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"5\">A. Melahirkan Ilmu Nahwu (Sintaksis)<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\"><b>Ilmu Nahwu<\/b> (tata bahasa\/sintaksis) secara historis lahir sebagai respons langsung terhadap <b>kekhawatiran akan terjadinya <i>lahn<\/i><\/b> (kesalahan linguistik) dalam membaca Al-Qur&#8217;an. Ilmu Nahwu sejatinya adalah\u00a0Faktor Pendorong Utama dalam Menjaga Otentisitas Al-Qur&#8217;an.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"9\">Kisah yang masyhur tentang awal mula perumusan Nahwu melibatkan <b>Abu al-Aswad ad-Du&#8217;ali<\/b> (w. 69 H) atas perintah Khalifah <b>Ali bin Abi Thalib<\/b> (w. 40 H) atau Gubernur Basrah, <b>Ziyad bin Abihi<\/b>. Pemicunya adalah laporan mengenai kesalahan bacaan Al-Qur&#8217;an yang dilakukan oleh orang-orang non-Arab. Misalnya, kesalahan dalam memberikan harakat akhir (<i>i&#8217;rab<\/i>) dapat mengubah makna secara drastis, seperti dalam kalimat:<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10,0,0\"><b>Aslinya (yang benar).<\/b> <i>Innama yakhsy\u0101 All\u0101ha min &#8216;ib\u0101dih\u012b <b>al-&#8216;ulama\u0304\u2019u<\/b><\/i> (Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah <b>para ulama<\/b>). (QS. Fatir: 28). Dalam bacaan ini, <i>al-&#8216;ulama\u0304\u2019u<\/i> (dengan <i>dhammah<\/i>) adalah subjek (<i>f\u0101&#8217;il<\/i>) yang takut.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10,1,0\"><b>Jika salah dibaca.<\/b> <i>Innama yakhsy\u0101 All\u0101ha min &#8216;ib\u0101dih\u012b <b>al-&#8216;ulama\u0304\u2019a<\/b><\/i> (Sesungguhnya Allah takut kepada <b>para ulama<\/b>). (dengan <i>fathah<\/i>) akan membuat <i>Allah<\/i> menjadi subjek dan <i>al-&#8216;ulama\u0304\u2019a<\/i> menjadi objek, yang merupakan kekeliruan fatal dalam akidah.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\">Kekhawatiran terhadap distorsi makna ini mendorong para ulama untuk menyusun kaidah Nahwu secara sistematis.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Selain itu, perlu juga dipahami disini: Al-Qur&#8217;an sebagai Sumber Kaidah Utama (<i>Asl<\/i>). Bahwa setelah Nahwu dirumuskan, Al-Qur&#8217;an ditetapkan sebagai sumber rujukan utama (<i>al-asl al-awwal<\/i> atau <i>al-sima\u2019<\/i>) dalam penetapan kaidah-kaidah sintaksis. Struktur kalimat (<i>jumlah<\/i>), penentuan <i>i&#8217;rab<\/i> (perubahan harakat akhir), dan berbagai fenomena gramatikal lainnya yang ditemukan dalam Al-Qur&#8217;an dianggap sebagai standar tertinggi Bahasa Arab yang fasih (lugas) dan baku. Para ahli Nahwu, seperti Sibawaih (w. 180 H) dalam kitab monumentalnya <i>al-Kit\u0101b<\/i>, secara ekstensif menggunakan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an sebagai dalil atau contoh (<i>sy\u0101hid<\/i>) untuk setiap kaidah yang mereka tetapkan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">B. Memperkaya Ilmu Sharaf (Morfologi)<\/p>\n<p data-path-to-node=\"16\">Sama seperti Nahwu, Ilmu Shorof (morfologi, ilmu yang mempelajari perubahan bentuk kata) juga berkembang pesat melalui studi Al-Qur&#8217;an.\u00a0Al-Qur&#8217;an menyajikan kekayaan derivasi (<i>ishtiq\u0101q<\/i>) kata yang luar biasa. Kajian terhadap variasi bentuk kata (<i>tasr\u012bf<\/i>) yang berasal dari satu akar kata (<i>madda<\/i>) dalam Al-Qur&#8217;an menjadi materi inti Ilmu Sharaf.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"19\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"19,0,0\">Contohnya, akar kata <i>k-t-b<\/i> (\u0643-\u062a-\u0628) melahirkan <i>kataba<\/i> (menulis), <i>yaktubu<\/i> (sedang menulis), <i>kit\u0101b<\/i> (buku), <i>k\u0101tib<\/i> (penulis), <i>maktab<\/i> (kantor), dan lain-lain. Analisis ini membantu memetakan pola-pola perubahan kata kerja dan kata benda yang menjadi dasar bagi pembentukan kaidah Sharaf.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"19,1,0\">Pola-pola <i>wazan<\/i> (timbangan) kata kerja dan kata benda, seperti <i>fa\u2019ala<\/i>, <i>fa\u2019ila<\/i>, <i>fa\u2019ula<\/i>, <i>istaf\u2019ala<\/i>, dan lainnya, diekstrak dan distandardisasi berdasarkan penggunaan yang paling dominan dan konsisten dalam Al-Qur&#8217;an.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Perlu juga dipahami disini terkait Standardisasi <i>Lahjah<\/i> (Dialek). Bahwa sebelum Islam, terdapat banyak dialek (<i>lahjah<\/i>) di Jazirah Arab. Al-Qur&#8217;an diturunkan dalam <b>dialek Quraisy<\/b>, yang dianggap sebagai dialek paling fasih dan komprehensif. Dengan dijadikannya Al-Qur&#8217;an sebagai kitab suci, dialek Quraisy otomatis menjadi <b>bahasa Arab standar<\/b> yang diakui dan digunakan secara luas, sehingga menyatukan berbagai dialek suku-suku Arab. Hal ini memberikan fondasi yang kokoh bagi standardisasi morfologi yang menjadi fokus Ilmu Sharaf.<\/p>\n<p>2. Kontribusi Terhadap Sastra Arab (<i>Adab<\/i>)<\/p>\n<p data-path-to-node=\"24\">Al-Qur&#8217;an hadir pada masa di mana <b>Sastra Arab Jahiliyah<\/b>\u2014terutama puisi (<i>syi\u2019r<\/i>)\u2014berada pada puncak kejayaannya. Mukjizat Al-Qur&#8217;an dalam aspek kebahasaan dan sastra tidak hanya menggeser peran puisi sebagai genre sastra tertinggi, tetapi juga memberikan dimensi baru dan arah perkembangan yang lebih matang bagi Sastra Arab.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"24\">A. Menetapkan Standar Kefasihan dan Keindahan Bahasa<\/p>\n<p data-path-to-node=\"26\">Sebelum Al-Qur&#8217;an, standar <i>Fas\u0101hah<\/i> (kefasihan) dan <i>Bal\u0101ghah<\/i> diukur berdasarkan karya para penyair <i>Mu&#8217;allaq\u0101t<\/i> (puisi-puisi yang digantung di Ka&#8217;bah). Kedatangan Al-Qur&#8217;an dengan tantangan (<i>ta\u1e25add\u012b<\/i>) untuk membuat satu surah pun yang menandinginya (QS. Al-Baqarah: 23) telah membuktikan bahwa keindahan bahasanya <b>melampaui<\/b> segala karya sastra manusia.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"27,0,0\"><b>Puncak <i>I\u2019j\u0101z<\/i> (Kemukjizatan).<\/b> Al-Qur&#8217;an menjadi tolok ukur tertinggi keindahan, kedalaman makna, dan ketepatan diksi. Gaya bahasanya unik; ia bukan syair, bukan pula prosa biasa, melainkan <b>genre sastra tersendiri<\/b> yang memukau. Banyak sastrawan Jahiliyah yang takjub dan akhirnya memeluk Islam karena terpesona oleh keindahan bahasanya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"27,1,0\"><b>Pembaharuan Uslub (Gaya Bahasa). <\/b>Al-Qur&#8217;an memperkenalkan berbagai <i>uslub<\/i> (gaya bahasa) baru yang berbeda dari pola kaku <i>syi\u2019r<\/i> Jahiliyah. Penggunaan <i>saj&#8217;i<\/i> (rima internal) yang luwes dan alami, ketepatan <i>fa\u1e63l<\/i> (pemisah) dan <i>wa\u1e63l<\/i> (penghubung) antar kalimat, serta penggunaan <i>isti\u2019\u0101rah<\/i> (metafora) dan <i>tashb\u012bh<\/i> (perumpamaan) yang efektif, memberikan model baru yang menginspirasi sastrawan setelahnya.<\/p>\n<p>B. Memperkaya Kosakata dan Makna (<i>Dal\u0101lah<\/i>)<\/p>\n<p data-path-to-node=\"29\">Al-Qur&#8217;an tidak hanya menggunakan kata-kata yang sudah ada, tetapi juga memberikan <b>makna baru<\/b> (semantic shift) pada beberapa kosakata, serta memperkenalkan <b>istilah-istilah baru<\/b> yang belum dikenal luas dalam tradisi Jahiliyah.<\/p>\n<table style=\"height: 158px;\" width=\"864\" data-path-to-node=\"30\">\n<thead>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><strong>Kosakata Al-Qur&#8217;an<\/strong><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><strong>Makna Baru\/Spesifik<\/strong><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><strong>Makna Sebelumnya<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td data-path-to-node=\"30,1,0,0\"><b>Sal\u0101h<\/b> (\u0635\u0644\u0627\u0629)<\/td>\n<td data-path-to-node=\"30,1,1,0\">Shalat (ritual ibadah)<\/td>\n<td data-path-to-node=\"30,1,2,0\">Doa, pujian<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-path-to-node=\"30,2,0,0\"><b>Zak\u0101h<\/b> (\u0632\u0643\u0627\u0629)<\/td>\n<td data-path-to-node=\"30,2,1,0\">Zakat (pemberian wajib)<\/td>\n<td data-path-to-node=\"30,2,2,0\">Pembersihan, pertumbuhan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-path-to-node=\"30,3,0,0\"><b>J\u0101hiliyah<\/b> (\u062c\u0627\u0647\u0644\u064a\u0629)<\/td>\n<td data-path-to-node=\"30,3,1,0\">Masa kebodohan moral\/spiritual sebelum Islam<\/td>\n<td data-path-to-node=\"30,3,2,0\">Tidak dikenal secara istilah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td data-path-to-node=\"30,4,0,0\"><b>Nif\u0101q<\/b> (\u0646\u0641\u0627\u0642)<\/td>\n<td data-path-to-node=\"30,4,1,0\">Kemunafikan (akidah)<\/td>\n<td data-path-to-node=\"30,4,2,0\">Tidak dikenal secara istilah<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p data-path-to-node=\"31\">Penambahan dan pengkhususan makna kosakata ini memperluas cakrawala leksikal dan semantik bahasa Arab, menjadikannya mampu mengekspresikan konsep-konsep spiritual, hukum, dan moral yang kompleks.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"31\">C. Melahirkan Genre Sastra Baru<\/p>\n<p data-path-to-node=\"33\">Kajian terhadap Al-Qur&#8217;an membuka jalan bagi munculnya genre-genre sastra baru yang berorientasi pada aspek keagamaan dan kebahasaan, seperti: (1) <i>Tafs\u012br Adab\u012b<\/i> (Tafsir Sastra): Genre tafsir yang sangat menekankan analisis <i>bal\u0101ghah<\/i> dan sastra Al-Qur&#8217;an untuk mengungkap kedalaman maknanya, seperti <i>al-Kashsh\u0101f<\/i> karya Imam al-Zamakhshari. (2)\u00a0<i>Kit\u0101b I&#8217;j\u0101z al-Qur&#8217;an<\/i> (Buku Kemukjizatan Al-Qur&#8217;an): Karya-karya yang secara khusus menganalisis aspek kebahasaan Al-Qur&#8217;an untuk membuktikan kemukjizatannya, yang menjadi fondasi bagi Ilmu <i>Balaghah<\/i>.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"33\">3. Kontribusi Terhadap Ilmu <i>Balaghah<\/i> (Retorika dan Stilistika Arab)<\/p>\n<p data-path-to-node=\"37\">Kontribusi studi Al-Qur&#8217;an terhadap Ilmu <i>Balaghah<\/i> (retorika dan ilmu keindahan bahasa) adalah yang paling krusial dan tak terbantahkan. Jika Nahwu dan Sharaf lahir untuk menjaga kebenaran teks, maka <i>Balaghah<\/i> lahir untuk menyingkap keindahan dan kemukjizatan teks tersebut.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"37\">A. Al-Qur&#8217;an sebagai <i>Asl<\/i> (Sumber) dan <i>Ghayah<\/i> (Tujuan) Balaghah<\/p>\n<p data-path-to-node=\"39\">Sejak awal perumusannya, Al-Qur&#8217;an adalah objek kajian utama Ilmu <i>Balaghah<\/i>. Para ulama tidak hanya menggunakan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an sebagai contoh kaidah, tetapi bahkan kaidah-kaidah itu sendiri disusun berdasarkan pola-pola <i>uslub<\/i> (gaya bahasa) yang ditemukan secara dominan dan indah di dalam Al-Qur&#8217;an.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"40,0,0\">Lahirnya Kitab Awal: Karya-karya seperti <i>Maj\u0101z al-Qur\u2019\u0101n<\/i> oleh Abu &#8216;Ubaidah Ma\u2019mar bin al-Mutsanna (w. 208 H) dan <i>Na\u1e93m al-Qur\u2019\u0101n<\/i> oleh Abu Sulaiman al-Kha\u1e6d\u1e6d\u0101bi (w. 388 H) adalah upaya awal untuk menganalisis aspek retoris Al-Qur&#8217;an, yang menjadi cikal bakal <i>Balaghah<\/i>.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"40,1,0\"><i>&#8216;Abd al-Q\u0101hir al-Jurj\u0101n\u012b<\/i> (w. 471 H): Dianggap sebagai peletak dasar sesungguhnya Ilmu <i>Balaghah<\/i> melalui karya-karyanya <i>Asr\u0101r al-Bal\u0101ghah<\/i> dan <i>Dal\u0101\u2019il al-I\u2019j\u0101z<\/i>. Metodologi dan kaidah yang ia rumuskan sebagian besar didasarkan pada analisis terhadap keunggulan susunan kata (<i>na\u1e93m<\/i>) dan makna tersirat (<i>isti\u2019\u0101rah, tasyb\u012bh<\/i>) dalam Al-Qur&#8217;an.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"40,1,0\">B. Perumusan Tiga Pilar Ilmu <i>Balaghah<\/i><\/p>\n<p data-path-to-node=\"42\">Studi Al-Qur&#8217;an mendorong perumusan dan pengembangan tiga cabang utama Ilmu <i>Balaghah<\/i> yang kita kenal hari ini:<\/p>\n<h4>1. Ilmu <i>Ma\u2019\u0101n\u012b<\/i> (Ilmu Makna dan Sintaksis Retoris)<\/h4>\n<p data-path-to-node=\"44,0,0\">Ilmu Ma&#8217;ani mempelajari cara menyusun kalimat agar maknanya sesuai dengan konteks situasi dan kondisi pendengar (<i>muqta\u1e0d\u0101 al-\u1e25\u0101l<\/i>).\u00a0Al-Qur&#8217;an adalah contoh sempurna penggunaan Ilmu <i>Ma\u2019\u0101n\u012b<\/i>, dimana kajiannya meliputi: (a)\u00a0<b>Penyampaian <i>Khobar<\/i> (Berita). <\/b>Mengapa suatu berita disampaikan tanpa penguat (QS. Al-Ikhlas: 1), dengan satu penguat (QS. Yasin: 14), atau dengan penguat berlipat (<i>Inna wa l\u0101m<\/i>) (QS. Maryam: 19), selalu disesuaikan dengan tingkat keraguan audiens. (b)\u00a0<b>Struktur Kalimat.<\/b> Studi tentang <i>taqdim wa ta\u2019khir<\/i> (mendahulukan dan mengakhirkan), <i>qa\u1e63r<\/i> (pembatasan), dan <i>i\u2019j\u0101z<\/i> (ringkas namun padat) dalam Al-Qur&#8217;an. (c)\u00a0<b>Contoh <i>I\u2019j\u0101z<\/i> (ringkas).<\/b> Ayat-ayat tentang kisah umat terdahulu yang disampaikan secara ringkas namun efektif.<\/p>\n<h4>2. Ilmu <i>Bay\u0101n<\/i> (Ilmu Ekspresi Figuratif)<\/h4>\n<p>Ilmu Bayan berfokus mempelajari berbagai cara penyampaian makna yang satu dengan redaksi yang berbeda, terutama penggunaan gaya bahasa figuratif.\u00a0Al-Qur&#8217;an memperkaya dan menstandardisasi perangkat <i>Bay\u0101n\u012b<\/i>, yaitu: (a)\u00a0<b><i>Tashb\u012bh<\/i><\/b> <b>(Perumpamaan). <\/b><i>Ka-Ann\u0101hum Y\u0101q\u016bt wal-Marj\u0101n<\/i> (Seakan-akan mereka bidadari itu permata yakut dan marjan) (QS. Ar-Rahman: 58). (b)\u00a0<b><i>Istia&#8217;\u0101rah<\/i><\/b> <b>(Metafora):<\/b> Menggambarkan kemusnahan harta orang kafir sebagai <b>angin yang mengandung hawa dingin yang amat kencang<\/b> (<i>r\u012b\u1e25un f\u012bh\u0101 \u1e63irrun<\/i>) (QS. Ali Imran: 117). (c)\u00a0<b><i>Maj\u0101z<\/i> (Metafora\/Kiasan):<\/b> Penggunaan <i>yadull\u0101h<\/i> (Tangan Allah) sebagai kiasan kekuatan atau kekuasaan. (d)\u00a0<b><i>Kin\u0101yah<\/i><\/b> <b>(Sindiran\/Implikasi):<\/b> Menyebutkan kebaikan dengan ungkapan tidak langsung, misalnya menyebut wanita yang <b>tidak pernah disentuh<\/b> sebagai kinayah untuk wanita suci (QS. Ar-Rahman: 56).<\/p>\n<h4>3. Ilmu <i>Bad\u012b&#8217;<\/i> (Ilmu Keindahan dan Hiasan Bahasa)<\/h4>\n<p>Ilmu Badi&#8217; berfokus mempelajari aspek memperindah kalimat, baik dari segi lafaz (<i>al-mu\u1e25assin\u0101t al-laf\u1e93iyyah<\/i>) maupun makna (<i>al-mu\u1e25assin\u0101t al-ma\u2019nawiyyah<\/i>).\u00a0Al-Qur&#8217;an sendiri memberikan contoh-contoh <i>Bad\u012b\u2019<\/i> yang paling alami dan tidak dibuat-buat, sehingga keindahannya tidak mengorbankan makna. Dalam Ilmu Badi&#8217; dipelajari tentang: (a)\u00a0<b><i>J\u012bn\u0101s<\/i> (Homofoni).<\/b> Penggunaan kata yang bunyinya sama namun maknanya berbeda. Contoh: <i>y\u0101wmun taq\u016bmu <b>al-s\u0101\u2019ah<\/b> yuqsimu al-mujrim\u016bna m\u0101 labith\u016b <b>ghayra s\u0101\u2019ah<\/b><\/i> (Pada hari ketika terjadi <b>Kiamat<\/b>, orang-orang berdosa bersumpah bahwa mereka tidak berdiam (di dunia) melainkan hanya <b>sesaat<\/b>). (QS. Ar-Rum: 55). (b)\u00a0<b><i>\u1e6cib\u0101q<\/i> (Kontras\/Antitesis).<\/b> Menggunakan dua kata yang berlawanan dalam satu kalimat. Contoh: <i>fa-ya\u1e0d\u1e25ak\u016bna <b>qal\u012blan<\/b> wa-lyabk\u016b l\u0101 <b>kath\u012bran<\/b><\/i> (Maka hendaklah mereka <b>sedikit<\/b> tertawa dan hendaklah mereka <b>banyak<\/b> menangis) (QS. At-Taubah: 82).<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p data-path-to-node=\"51\">Studi Al-Qur&#8217;an telah menjadi <b>laboratorium linguistik<\/b> yang tak pernah kering bagi Ilmu Bahasa Arab, Sastra, dan <i>Balaghah<\/i>. Kontribusinya bersifat <b>eksistensial<\/b>; tanpa adanya kebutuhan untuk memahami, menjaga, dan menyingkap kemukjizatan Al-Qur&#8217;an, diprediksi Ilmu Nahwu, Sharaf, dan <i>Balaghah<\/i> tidak akan pernah terbentuk secara sistematis, atau setidaknya tidak akan mencapai tingkat kedalaman dan standardisasi seperti saat ini.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"52,0,0\"><b>Dalam Ilmu Bahasa Arab:<\/b> Al-Qur&#8217;an menetapkan standar normatif kebahasaan (<i>Nahwu<\/i> dan <i>Sharaf<\/i>) yang baku, menyatukan dialek, dan menjamin <b>kekekalan Bahasa Arab<\/b> itu sendiri selama Al-Qur&#8217;an tetap terjaga.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"52,1,0\"><b>Dalam Sastra Arab:<\/b> Al-Qur&#8217;an menjadi <b>puncak tertinggi sastra<\/b> (<i>al-nam\u016bdhaj al-mith\u0101l\u012b<\/i>) yang menginspirasi, memperkaya leksikon, dan memberikan dimensi spiritual serta intelektual baru pada karya-karya sastra setelahnya, menggeser fokus dari kesombongan Jahiliyah ke hikmah dan keindahan ilahiah.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"52,2,0\"><b>Dalam Ilmu <i>Balaghah<\/i>:<\/b> Al-Qur&#8217;an adalah <b>sumber utama dalil, model, dan tujuan<\/b> dari seluruh kaidah <i>Balaghah<\/i>. Ilmu ini ada terutama untuk membuktikan dan menjelaskan aspek <i>i\u2019j\u0101z bay\u0101n\u012b<\/i> Al-Qur&#8217;an.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"53\">Dengan demikian, studi Al-Qur&#8217;an bukan sekadar disiplin ilmu keagamaan, melainkan <b>fondasi intelektual<\/b> yang melahirkan dan menyempurnakan berbagai disiplin ilmu bahasa yang esensial.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"53\"><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n<p data-path-to-node=\"56,0,0\">Al-Jurj\u0101n\u012b, \u2018Abd al-Q\u0101hir. <i>Asr\u0101r al-Bal\u0101ghah<\/i>. Beirut: D\u0101r al-Kutub al-\u2018Ilmiyyah.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"56,1,0\">Al-Jurj\u0101n\u012b, \u2018Abd al-Q\u0101hir. <i>Dal\u0101\u2019il al-I\u2019j\u0101z<\/i>. Beirut: D\u0101r al-Kutub al-\u2018Ilmiyyah.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"56,2,0\">Ad-Duwaili, M. Nur. <i>T\u0101r\u012bkh Adab al-&#8216;Arab\u012b<\/i>. Jakarta: Maktabah D\u0101r al-&#8216;Ul\u016bm.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"56,3,0\">Al-Kh\u016bl\u012b, Am\u012bn. <i>Man\u0101hij al-Tajd\u012bd f\u012b al-Na\u1e25w wa al-Bal\u0101ghah wa al-Tafs\u012br<\/i>. Beirut: D\u0101r al-Ma\u2019rifah.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"56,4,0\">Az-Zarkash\u012b, Badruddin Muhammad. <i>Al-Burh\u0101n f\u012b \u2018Ul\u016bm al-Qur\u2019\u0101n<\/i>. Beirut: D\u0101r al-Ma\u2019rifah.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"56,5,0\">Sibawaih. <i>Al-Kit\u0101b<\/i>. Kairo: Maktabah al-Kh\u0101nj\u012b.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"56,6,0\">Al-Zamakhshar\u012b, Mahm\u016bd bin \u2018Umar. <i>Al-Kashsh\u0101f \u2018an \u1e24aq\u0101\u2019iq Ghaw\u0101mid al-Tanz\u012bl wa \u2018Uy\u016bn al-Aq\u0101w\u012bl f\u012b Wuj\u016bh al-Ta\u2019w\u012bl<\/i>. Beirut: D\u0101r I\u1e25y\u0101\u2019 al-Tur\u0101th al-\u2018Arab\u012b.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"56,7,0\">Al-Qazw\u012bn\u012b, Jal\u0101l al-D\u012bn Muhammad. <i>Al-\u012a\u1e0d\u0101\u1e25 f\u012b \u2018Ul\u016bm al-Bal\u0101ghah<\/i>. Beirut: D\u0101r al-Kutub al-\u2018Ilmiyyah.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"56,8,0\">Abdurrahman, Anwar. &#8220;Fiqh Al-Lughah Dan Ilm Al-Lughah,&#8221; <i>Prosiding Internasional<\/i>. (Studi tentang peranan Bahasa Arab dalam interpretasi Al-Qur&#8217;an dan Hadits).<\/p>\n<p data-path-to-node=\"56,9,0\">&#8216;Abd al-W\u0101\u1e25id W\u0101f\u012b, Ali. <i>F\u012b al-Lughah wa al-Fikr<\/i>. (Kajian tentang penguatan posisi Bahasa Arab oleh Al-Qur&#8217;an).<\/p>\n<p data-path-to-node=\"56,10,0\">Mu\u1e63\u1e6daf\u0101, Ibr\u0101h\u012bm, et al. <i>al-Mu\u2019jam al-Was\u012b\u1e6d<\/i>. Kairo: Majma\u2019 al-Lughah al-\u2018Arabiyyah. (Untuk kajian semantik dan leksikografi yang dipengaruhi Al-Qur&#8217;an).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Minasatene-Pangkep, 12 November 2025<\/p>\n<p>(* <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Guru\/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10658,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[105,214],"class_list":["post-15805","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-artikel-esai","blog-kat-ulumul-quran"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kontribusi Studi Al-Qur&#039;an Terhadap Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, Sastra, dan Balaghah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Salah satu topik bahasan yang menarik untuk dikaji, ditelusuri, dan didiskusikan dalam Mata Kuliah Studi Qur\u2019an\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kontribusi Studi Al-Qur&#039;an Terhadap Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, Sastra, dan Balaghah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Salah satu topik bahasan yang menarik untuk dikaji, ditelusuri, dan didiskusikan dalam Mata Kuliah Studi Qur\u2019an\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-15T14:01:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/071339900_1592926328-imamulfauji-the-goodness-of-reading-alquran-1533646441297.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\\\/\",\"name\":\"Kontribusi Studi Al-Qur'an Terhadap Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, Sastra, dan Balaghah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/071339900_1592926328-imamulfauji-the-goodness-of-reading-alquran-1533646441297.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-12T13:48:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-15T14:01:10+00:00\",\"description\":\"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Salah satu topik bahasan yang menarik untuk dikaji, ditelusuri, dan didiskusikan dalam Mata Kuliah Studi Qur\u2019an\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/071339900_1592926328-imamulfauji-the-goodness-of-reading-alquran-1533646441297.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/071339900_1592926328-imamulfauji-the-goodness-of-reading-alquran-1533646441297.jpg\",\"width\":1200,\"height\":900,\"caption\":\"Mushaf al-Qur'an. (foto: ist\\\/*)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kontribusi Studi Al-Qur&#8217;an Terhadap Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, Sastra, dan Balaghah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kontribusi Studi Al-Qur'an Terhadap Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, Sastra, dan Balaghah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Salah satu topik bahasan yang menarik untuk dikaji, ditelusuri, dan didiskusikan dalam Mata Kuliah Studi Qur\u2019an","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kontribusi Studi Al-Qur'an Terhadap Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, Sastra, dan Balaghah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Salah satu topik bahasan yang menarik untuk dikaji, ditelusuri, dan didiskusikan dalam Mata Kuliah Studi Qur\u2019an","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2025-11-15T14:01:10+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":900,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/071339900_1592926328-imamulfauji-the-goodness-of-reading-alquran-1533646441297.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/","name":"Kontribusi Studi Al-Qur'an Terhadap Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, Sastra, dan Balaghah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/071339900_1592926328-imamulfauji-the-goodness-of-reading-alquran-1533646441297.jpg","datePublished":"2025-11-12T13:48:02+00:00","dateModified":"2025-11-15T14:01:10+00:00","description":"Oleh:\u00a0Muhammad Farid Wajdi\u00a0*) BLOGGURU \u2013 Salah satu topik bahasan yang menarik untuk dikaji, ditelusuri, dan didiskusikan dalam Mata Kuliah Studi Qur\u2019an","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/071339900_1592926328-imamulfauji-the-goodness-of-reading-alquran-1533646441297.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/071339900_1592926328-imamulfauji-the-goodness-of-reading-alquran-1533646441297.jpg","width":1200,"height":900,"caption":"Mushaf al-Qur'an. (foto: ist\/*)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/kontribusi-studi-al-quran-terhadap-perkembangan-ilmu-bahasa-arab-sastra-dan-balaghah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kontribusi Studi Al-Qur&#8217;an Terhadap Perkembangan Ilmu Bahasa Arab, Sastra, dan Balaghah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/15805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15805"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=15805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}