{"id":15974,"date":"2025-12-07T07:21:05","date_gmt":"2025-12-06T23:21:05","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=15974"},"modified":"2025-12-07T22:10:30","modified_gmt":"2025-12-07T14:10:30","slug":"intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/","title":{"rendered":"Intuisi vs Akal Murni dalam Pandangan Al-Ghazali dan Ibn Rusyd"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em> *)<\/p>\n<div class=\"user-query-container user-query-bubble-container ng-star-inserted\">\n<div id=\"user-query-content-4\" class=\"query-content ng-star-inserted\" data-hveid=\"0\" data-ved=\"0CAAQ3ucQahgKEwij8qu5oKiRAxUAAAAAHQAAAAAQgAE\">\n<div class=\"query-text gds-body-l collapsed\" dir=\"ltr\" role=\"heading\" aria-level=\"2\">\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\"><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Dalam Mata Kuliah Filsafat Ilmu, salah satu hal yang menarik perhatian penulis adalah pertanyaan tentang Bagaimana posisi epistemologis Al-Ghazali yang menyatakan bahwa intuisi mistik (kasyf) dan pencerahan kenabian (wahyu) memiliki keunggulan atas akal filosofis dalam mencapai kebenaran (hakikat). Pernyataan Al-Ghazali ini secara dialektis dijawab oleh Ibn Rusyd? yang menganalisis secara spesifik bahwa kemampuan akal (ratio) untuk mencapai kebenaran yang sama (atau lebih tinggi) tanpa memerlukan bantuan pencerahan mistik, dengan merujuk pada doktrinnya tentang Akal Aktif (Active Intellect).<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Nah, pertentangan pemikiran ini sebenarnya berfokus pada analisis tentang Perbedaan dasar dalam sumber pengetahuan (epistemologi)\u2014Intuisi vs. Akal Murni? Analisis dialektis antara <b>Al-Ghazali<\/b>\u00a0dan\u00a0<b>Ibn Rusyd<\/b>\u00a0mengenai sumber pengetahuan (epistemologi) berpusat pada konflik antara\u00a0<b>Intuisi Mistik (<i>Kasyf<\/i>)<\/b>\u00a0dan\u00a0<b>Akal Murni (<i>Ratio<\/i>)<\/b>\u00a0sebagai jalan utama menuju kebenaran (<i>Hakikat<\/i>). Penjelasan lebih lengkap mengenai hal ini akan penulis paparkan berikut ini:<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">1. Posisi Epistemologis Al-Ghazali: Keunggulan Intuisi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<div class=\"response-container ng-tns-c2460711800-35 response-container-with-gpi ng-star-inserted response-container-has-multiple-responses\" data-hveid=\"1\">\n<div class=\"presented-response-container ng-tns-c2460711800-35\" data-hveid=\"2\">\n<div class=\"response-container-content ng-tns-c2460711800-35\">\n<div class=\"response-content ng-tns-c2460711800-35\">\n<div id=\"model-response-message-contentr_bdf2b2f3e58b8bce\" class=\"markdown markdown-main-panel enable-updated-hr-color\" dir=\"ltr\" aria-live=\"polite\" aria-busy=\"false\">\n<p data-path-to-node=\"3\">Al-Ghazali, dalam karyanya\u00a0<b><i>Al-Munqidh min al-Dalal<\/i><\/b>\u00a0(Penyelamat dari Kesesatan) dan\u00a0<b><i>Ihya&#8217; Ulum al-Din<\/i><\/b>, mencapai kesimpulan bahwa akal filosofis memiliki batas inheren dan tidak mampu mencapai kebenaran esensial, terutama mengenai hal-hal metafisik (seperti sifat Tuhan dan hari akhir).<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"4\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"4,0,0\"><b>Puncak Kebenaran:<\/b>\u00a0Ditemukan melalui pengalaman\u00a0<b>Sufistik<\/b>\u00a0atau\u00a0<b>Intuisi Mistik (<i>Kasyf<\/i>)<\/b>. Ini adalah cahaya (<i>nur<\/i>) yang ditanamkan Tuhan ke dalam hati, yang memungkinkan penglihatan langsung terhadap realitas (<i>musyahadah<\/i>).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"4,1,0\"><b>Wahyu\/Kenabian:<\/b>\u00a0Merupakan manifestasi tertinggi dari\u00a0<i>kasyf<\/i>\u00a0dan secara epistemologis lebih unggul dari akal. Al-Ghazali melihat Kenabian bukan hanya sebagai pembawa hukum, tetapi sebagai sumber pengetahuan tertinggi yang melampaui kemampuan akal manusia biasa.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"4,2,0\"><b>Fungsi Akal:<\/b>\u00a0Akal diakui hanya berfungsi sebagai alat\u00a0<b>pendahuluan (instrumental)<\/b>, penting untuk logika (<i>mantiq<\/i>) dan ilmu-ilmu dunia, tetapi gagal ketika mencoba memahami esensi Ilahi dan misteri penciptaan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-path-to-node=\"4,2,0\">2. Jawaban Dialektis Ibn Rusyd: Otonomi Akal<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Ibn Rusyd (Averroes), terutama dalam karyanya\u00a0<b><i>Tahafut at-Tahafut<\/i><\/b>\u00a0(Kerancuan dari Kerancuan) dan\u00a0<b><i>Fasl al-Maqal<\/i><\/b>\u00a0(Ulasan Penentuan), membela para filosof dan menjawab kritik Al-Ghazali dengan menegaskan\u00a0<b>otonomi dan kapasitas penuh akal (ratio)<\/b>\u00a0untuk mencapai kebenaran.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Argumen Kunci Ibn Rusyd<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">A. Kesesuaian Syariah dan Filsafat<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10\">Ibn Rusyd berargumen bahwa\u00a0<b>Syariah<\/b>\u00a0(Hukum Islam)\u00a0<b>mewajibkan<\/b>\u00a0penggunaan akal (filsafat) untuk merenungkan ciptaan dan mengenal Pencipta.<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"11\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"11,0,0\"><b>Tujuan Bersama:<\/b>\u00a0Menurut\u00a0<i>Fasl al-Maqal<\/i>, filsafat dan agama memiliki\u00a0<b>tujuan yang sama<\/b>: yaitu mencapai kebenaran. Keduanya adalah jalan yang sah untuk mengenal Tuhan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"11,1,0\"><b>Interpretasi\u00a0<i>Ta&#8217;wil<\/i>:<\/b>\u00a0Akal adalah alat sah untuk melakukan interpretasi alegoris (<i>ta&#8217;wil<\/i>) terhadap teks-teks Syariah yang bersifat ambigu (<i>mutasyabihat<\/i>), sehingga tidak bertentangan dengan temuan akal yang pasti.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-path-to-node=\"11,1,0\">B. Doktrin Akal Aktif (<i>&#8216;Aql Fa&#8217;al<\/i>)<\/p>\n<p data-path-to-node=\"13\">Ibn Rusyd mengandalkan konsep Aristotelian-Neo-Platonis tentang\u00a0<b>Akal Aktif (<i>Active Intellect<\/i>)<\/b>\u00a0sebagai jembatan epistemologis menuju kebenaran, meniadakan perlunya intuisi mistik.<\/p>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"14\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"14,0,0\"><b>Sifat Akal Aktif:<\/b>\u00a0Akal Aktif adalah entitas kekal, universal, dan non-individual (atau substansi terakhir dalam hirarki emanasi). Ia adalah sumber iluminasi yang memungkinkan\u00a0<b>akal materi (<i>&#8216;aql hay\u016bl\u0101n\u012b<\/i>)<\/b>\u00a0individu (akal potensial kita) menjadi\u00a0<b>Akal Perolehan (<i>&#8216;aql mustaf\u0101d<\/i>)<\/b>, yaitu akal yang telah mencapai kebenaran dan pengetahuan universal.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"14,1,0\"><b>Epistemologi Akal Murni:<\/b>\u00a0Bagi Ibn Rusyd, pengetahuan tertinggi (hakikat) dicapai ketika\u00a0<b>Akal Individual<\/b>\u00a0bersatu (<i>ittis\u0101l<\/i>) dengan\u00a0<b>Akal Aktif<\/b>. Proses penyatuan ini adalah hasil dari\u00a0<b>disiplin intelektual<\/b>\u00a0dan\u00a0<b>pemikiran rasional<\/b>\u00a0yang ketat, bukan melalui latihan mistik atau ekstase.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"14,2,0\"><b>Kesetaraan Kebenaran:<\/b>\u00a0Kebenaran yang dicapai melalui Akal Murni (filsafat) adalah\u00a0<b>setara<\/b>\u00a0dengan, atau bahkan merupakan\u00a0<b>bentuk yang lebih murni<\/b>\u00a0dari, kebenaran yang diwahyukan. Wahyu berfungsi untuk mengkomunikasikan kebenaran ini kepada massa dalam bentuk yang lebih mudah dipahami (simbolik dan imajinatif), sedangkan filsafat mencapai kebenaran dalam bentuk\u00a0<b>konseptual murni<\/b>.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-path-to-node=\"14,2,0\">3. Kesimpulan: Kontras Sumber Pengetahuan<\/p>\n<div class=\"horizontal-scroll-wrapper\">\n<div class=\"table-block-component\">\n<div class=\"table-block has-export-button\">\n<div class=\"table-content not-end-of-paragraph\" data-hveid=\"0\" data-ved=\"0CAAQ3ecQahgKEwij8qu5oKiRAxUAAAAAHQAAAAAQiAE\">\n<table style=\"height: 262px;\" width=\"820\" data-path-to-node=\"17\">\n<thead>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><strong>Aspek<\/strong><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><strong>Al-Ghazali (Teologis-Sufistik)<\/strong><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><strong>Ibn Rusyd (Filosofis-Aristotelian)<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"17,1,0,0\"><b>Sumber Utama<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"17,1,1,0\">Intuisi Mistik (<i>Kasyf<\/i>) dan Pencerahan Kenabian (<i>Wahyu<\/i>).<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"17,1,2,0\">Akal Murni (<i>Ratio<\/i>) dan Demonstrasi Logis (<i>Burh\u0101n<\/i>).<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"17,2,0,0\"><b>Pencapaian Hakikat<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"17,2,1,0\">Dicapai melalui\u00a0<b>penyucian hati<\/b>\u00a0dan pengalaman spiritual (<i>dzauq<\/i>), sebagai anugerah Ilahi.<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"17,2,2,0\">Dicapai melalui\u00a0<b>penyempurnaan akal<\/b>\u00a0dan penyatuan (<i>ittis\u0101l<\/i>) dengan Akal Aktif.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span data-path-to-node=\"17,3,0,0\"><b>Fungsi Akal<\/b><\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"17,3,1,0\">Hanya sebagai alat pendahuluan atau pelayan (<i>kh\u0101dim<\/i>) bagi Syariah.<\/span><\/td>\n<td><span data-path-to-node=\"17,3,2,0\">Instrumen tertinggi yang mampu mencapai\u00a0<b>kebenaran tertinggi (Hakikat)<\/b>\u00a0secara mandiri.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<div class=\"table-footer hide-from-message-actions ng-star-inserted\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-path-to-node=\"18\">Jadi, Ibn Rusyd secara efektif membalikkan hierarki epistemologis Al-Ghazali. Jika Al-Ghazali menempatkan akal di bawah intuisi, Ibn Rusyd mengangkat akal ke tingkat tertinggi, menjadikannya alat yang sah dan bahkan diwajibkan oleh agama untuk mengenal Tuhan secara mendalam, tanpa perlu bergantung pada pengalaman subjektif mistik yang tidak dapat diverifikasi secara universal.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Demikian catatan singkat ini, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(* <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em>, Guru\/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15938,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[755],"class_list":["post-15974","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-filsafat-ilmu"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Intuisi vs Akal Murni dalam Pandangan Al-Ghazali dan Ibn Rusyd - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Mata Kuliah Filsafat Ilmu, salah satu hal yang menarik perhatian penulis adalah pertanyaan tentang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Intuisi vs Akal Murni dalam Pandangan Al-Ghazali dan Ibn Rusyd - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Mata Kuliah Filsafat Ilmu, salah satu hal yang menarik perhatian penulis adalah pertanyaan tentang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-07T14:10:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/rteuuirejhg.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"403\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\\\/\",\"name\":\"Intuisi vs Akal Murni dalam Pandangan Al-Ghazali dan Ibn Rusyd - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/rteuuirejhg.png\",\"datePublished\":\"2025-12-06T23:21:05+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-07T14:10:30+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Mata Kuliah Filsafat Ilmu, salah satu hal yang menarik perhatian penulis adalah pertanyaan tentang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/rteuuirejhg.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/rteuuirejhg.png\",\"width\":800,\"height\":403},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Intuisi vs Akal Murni dalam Pandangan Al-Ghazali dan Ibn Rusyd\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Intuisi vs Akal Murni dalam Pandangan Al-Ghazali dan Ibn Rusyd - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Mata Kuliah Filsafat Ilmu, salah satu hal yang menarik perhatian penulis adalah pertanyaan tentang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Intuisi vs Akal Murni dalam Pandangan Al-Ghazali dan Ibn Rusyd - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Mata Kuliah Filsafat Ilmu, salah satu hal yang menarik perhatian penulis adalah pertanyaan tentang","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2025-12-07T14:10:30+00:00","og_image":[{"width":800,"height":403,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/rteuuirejhg.png","type":"image\/png"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/","name":"Intuisi vs Akal Murni dalam Pandangan Al-Ghazali dan Ibn Rusyd - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/rteuuirejhg.png","datePublished":"2025-12-06T23:21:05+00:00","dateModified":"2025-12-07T14:10:30+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Dalam Mata Kuliah Filsafat Ilmu, salah satu hal yang menarik perhatian penulis adalah pertanyaan tentang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/rteuuirejhg.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/rteuuirejhg.png","width":800,"height":403},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/intuisi-vs-akal-murni-dalam-pandangan-al-ghazali-dan-ibn-rusyd\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Intuisi vs Akal Murni dalam Pandangan Al-Ghazali dan Ibn Rusyd"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/15974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15974"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=15974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}