{"id":16604,"date":"2026-04-03T06:34:58","date_gmt":"2026-04-02T22:34:58","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=16604"},"modified":"2026-04-09T11:50:53","modified_gmt":"2026-04-09T03:50:53","slug":"terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/","title":{"rendered":"Terjemah Nurul Yaqin (13): Seruan secara Rahasia dan Seruan secara Terang-terangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BLOGGURU<\/strong> \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 12 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin.<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-56022\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"22\" aria-controls=\"elementor-tab-content-56022\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\"><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\">SERUAN SECARA RAHASIA<\/a><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-56022\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"22\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-56022\">\n<p>Kemudian Rasulullah saw. bangkit mengerjakan perintah Allah, yaitu menyeru kaum yang berhati keras dan tidak beragama untuk menyembah Allah swt. Mereka adalah kaum penyembah berhala yang tidak dapat memberikan manfaat atau mudarat kepada diri mereka, dan mereka tidak mempunyai hyijah dalam hal tersebut selain hanya mengikuti apa yang disembah oleh nenek-moyang mereka. Mereka sama sekali tidak memiliki akhlak yang mulia selain hanya fanatisme dan kebanggaan belaka.<\/p>\n<p>Hal ini merupakan penyebab banyaknya timbul peperangan, saling menyerang di antara mereka, dan banjir darah. Kemudian Rasulullah saw. datang kepada mereka dengan membawa ajaran-ajaran syariat yang belum mereka ketahui. Adapun sikap orang-orang yang berakal sehat dari kalangan mereka bergegas menyambut seruannya dan mempercayainya serta meninggalkan penyembahan berhala. Adapun yang terlena oleh empuknya kursi kedudukan, ia berpaling dan bersikap takabbur supaya kursi kedudukannya tidak lepas dari tangannya.<\/p>\n<p>Orang pertama yang menyambut seruannya adalah Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah saw. sendiri, dan sahabat \u2018Ali ibnu Abu Thalib, anak paman Rasulullah. Pada waktu itu sahabat \u2018Ali berada dalam asuhan dan jaminan Rasulullah saw. Kisahnya bermula pada saat orang-orang Quraisy terkena paceklik, sedangkan Abu Thalib tidak mampu karena anaknya banyak. Maka Rasulullah saw. berkata kepada Al-Abbas ibnu \u2018AbdulMuththalib, pamannya yang lain, \u201cSesungguhnya saudara engkau, Abu Thalib, banyak anaknya, sedangkan sekarang ini seperti yang engkau lihat sendiri sedang musim paceklik. Marilah kita pergi kepada Abu Thalib untuk meringankan bebannya, engkau mengambil seorang di antara anakanaknya, dan aku pun akan mengambil seorang anaknya pula.\u201d Lalu mereka berdua berangkat menuju ke rumah Abu Thalib.<\/p>\n<p>Keduanya langsung mengemukakan maksudnya, dan Abu Thalib pun mau menerima usul mereka berdua. Akhirnya Al-Abbas mengambil Ja\u2019far ibnu Abu-Thalib, sedangkan Rasulullah saw. mengambil sahabat \u2018Ali untuk dipelihara dalam jaminannya dan diperlakukan sama dengan anak-anaknya yang lain. Ketika ia diangkat menjadi nabi, umur sahabat \u2018Ali telah mencapai usia balig. Sahabat \u2018Ali selalu mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Ia belum pernah mengotori dirinya dengan perbuatan yang biasa dilakukan oleh orang-orang jahiliyah seperti menyembah berhala dan mengikuti kemauan hawa nafsu.<\/p>\n<p>Selain itu, yang menyambut pula ajakan Rasulullah saw. adalah Zaid ibnu Haritsah ibnu Syurahbil al-Kalbiy, bekas hamba sahaya Rasulullah saw. sendiri. Zaid dikenal pula dengan nama Zaid ibnu Muhammad karena sewaktu Rasulullah saw. membelinya, dia langsung memerdekakannya dan mengangkatnya sebagai anak angkat. Pada saat itu anak angkat kedudukannya sama dengan anak sendiri dalam arti kata ia dapat mewarisi dan diwarisi. Yang juga menyambut ajakannya ialah Ummu Ayman, bekas pengasuhnya, yang kemudian dinikahkannya dengan Zaid, bekas hamba sahaya tadi.<\/p>\n<p>Orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah saw. yang buka, dari kalangan ahli baitnya (keluarga Rasulullah sendiri) jalah Abu Baka ibnu Abu Quhafah ibnu \u2018Amir ibnu Ka\u2019b ibnu Sa\u2019d ibnu Taim ibnu Murrah at-Taimi al-Qurasyi. Sebelum masa kenabian, Abu Bakar sangat akrab dengan Muhammad. Ia memiliki akhlak yang mulia dan belum pernah berkata dusta sejak ia bergaul dengan Rasulullah saw. Pada pertama kali ia menerima berita tentang pengangkatan Muhammad sebagai utusan Allah ia langsung percaya, dan berkata, \u201cDemi ayah, engkau, dan ibuku, orang yang paling jujur adalah engkau, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan engkau adalah utusan-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Sahabat Abu Bakar r.a. termasuk orang terpandang di kalangan kaum Quraisy. Ia memiliki banyak harta dan berakhlak mulia. Ia termasuk orang yang paling dermawan di kalangan kaumnya dan baik dalam bergaul. Ia dicintai oleh kaumnya. Oleh sebab itu, Sahabat Abu Bakar dianggap oleh Rasulullah saw. sebagai wakilnya. Rasulullah saw. selalu bermusyawarah dengannya dalam semua hal. Rasulullah saw. pernah bersabda sehubungan dengan perihal Sahabat Abu Bakar r.a ini:<\/p>\n<p>Aku belum pernah mengajak seseorang untuk masuk Islam melainkan masih menemui ganjalan padanya, terkecuali Abu Bakar.<\/p>\n<p>Pada mulanya seruan Rasulullah saw. untuk mengajak mereka masuk Islam dilakukan secara rahasia dan sembunyi-sembunyi. Rasulullah saw. melakukannya secara hati-hati karena khawatir orang-orang Arab menjadi kaget dengan adanya perkara yang berat ini, yang akibatnya sulit bagi mereka untuk masuk Islam. Oleh sebab itu Rasulullah saw. tidak menyeru selain kepada orang-orang yang benar-benar dapat dipercaya.<\/p>\n<p>Sahabat Abu Bakar meniru jejak Rasulullah saw. Ia pun turut andil dalam menyerukan agama Islam dengan menyeru orang-orang yang dapat dipercaya dari kalangan kabilah Quraisy. Ternyata ajakannya ini mendapat sambutan hangat dari segolongan orang, antara lain dari \u2018Utsman ibnu \u2018Affan ibnul\u2019Ash ibnu Umayah ibnu \u2018Abdi Syams ibnu \u2018Abdu Manaf al Umawiy al-Qurasyi. Tatkala Al-Hakam, paman Sahabat \u2018Utsman, mengetahui tentang keislamannya, maka ia mengikatnya dengan kuat, lalu berkata , \u201cApakah engkau benci dengan agama nenek-moyang engkau lalu engkau memeluk agama yang baru itu? Demi Allah, aku tidak akan melepaskan ikatan ini sehingga engkau meninggalkan agama yang baru engkau peluk itu.\u201d Lalu \u2018Utsman menjawab\u201d Demi Allah, aku tidak akan meninggalkannya dan tidak akan berpisah daripadanya.\u201d Setelah Al-Hakam melihat keteguhan hati \u201cUtsman dalam memeluk agamanya, lalu ia mele paskan ikatannya. Al-Hakam sudah tua, tetapi, kelihatannya seolah-olah masih berumur tiga puluh tahun.<\/p>\n<p>Yang juga menyambut seruan Nabi saw. ialah Az-Zubair ibnul\u2019Awwam ibnu Khuwailid ibnu Asad ibnu \u2018Abdul \u2018Uzza ibnu Qushay alQurasyi. Ibunya adalah Shafiyah binti \u2018Abdul-Muththalib. Paman Az-Zubair, sewaktu mendengar keponakannya masuk Islam, lalu mengikatnya dan menyekapnya dengan asap supaya ia kembali kepada agama nenekmoyangnya. Akan tetapi, Allah swt. meneguhkan hatinya. Pada saat itu AzZubair masih remaja dan belum mencapai usia balig. Yang lainnya lagi ialah \u2018Abdur-Rahman ibnu \u2018Auf ibnu \u2018Abdu \u2018Auf ibnul-Harits ibnu Zahrah ibnu Kilab al-Qurasyi al-Hasyimiy. Sebelum masuk Islam ia bernama \u2018Abdu \u2018Amr, kemudian namanya diganti oleh Rasulullah saw. menjadi \u2018AbdurRahman.<\/p>\n<p>Di antara mereka juga termasuk Sa\u2019d ibnu Abu Waqqash Malik ibnu Uhaib ibnu \u2018Abdu Manaf ibnu Zahrah ibnu Kilab az-Zuhri al-Qurasyi. Tatkala ibunya yang bernama Hamnah binti Abu Sufyan mengetahui tentang keislamannya, ia berkata kepada Sa\u2019d, \u201cHai Sa\u2019d, aku telah mendengar bahwa engkau telah memeluk agama yang baru (Islam). Demi Allah, aku sekarang tidak mau dinaungi oleh atap rumah biar kepanasan dan kedinginan sekalipun, dan makanan serta minuman kuharamkan atas diriku sehingga engkau ingkar terhadap Muhammad.\u201d Hal itu berlangsung selama tiga hari tiga malam. Lalu Sa\u2019d datang kepada Rasulullah saw. untuk mengadukan perihal ibunya itu. Turunlah firman Allah sebagai pemberitahuan untuk memecahkan masalah tersebut, yaitu:<\/p>\n<p>Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Kulah kembali kalian, lalu Aku kabarkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan. (Q.S. 29 AlAnkabut: 8)<\/p>\n<p>Allah swt. berpesan kepada Sa\u2019d agar berbuat baik terhadap kedua orang tuanya, dan Dia memerintahkan supaya ia tetap memuliakan ibu-bapaknya, baik mereka berdua mukmin ataupun kafir. Adapun jika keduanya memerintahkan Sa\u2019d\u2019 supaya berbuat musyrik, maka perbuatan maksiat dilarang sama sekali oleh-Nya. Sebab sesungguhnya, betapa pun besarnya kewajiban, menjadi gugur di hadapan perbuatan maksiat, karena pada prinsipnya tiada ketaatan bagi makhluk untuk berbuat maksiat terhadap Khaliqnya. Selanjutnya Allah swt. menegaskan dalam ayat tersebut bahw, \u201chanya kepada Akulah tempat kembali kalian, baik kalian beriman atay musyrik, maka Aku akan membalas kalian sesuai dengan pembalasan yang berhak kalian terima.\u201d Pada akhir ayat ini terkandung dua kesimpular yang sangat penting, yaitu:<\/p>\n<p>Pertama: Suatu pe.ingatan yang menyatakan bahwa masalah pem. balasan itu berada di tangan kekuasaan Allah, maka jangan sekali-kali engkau mempunyai niat untuk berlaku keras terhadap mereka berdua yang disebabkan oleh kemusyrikan mereka.<\/p>\n<p>Kedua: Anjuran untuk tetap teguh dalam memegang agama dan iman supaya jangan mendapat balasan yang buruk kelak di akhirat<\/p>\n<p>Di antara mereka lagi yang menyambut dengan segera seruan Rasulul. lah saw. jalah Thalhah ibnu \u201cUbaidillah ibnu \u2018Utsman ibnu \u2018Amr ibnu Ka) ibnu Sa\u2019d ibnu Taim ibnu Murrah at-Taimi al-Qurasyi. Sebelumnya Thal. hah ibnu \u201cUbaidillah telah mengetahui berita tentang Rasulullah saw. dan sifat-sifatnya dari para rahib. Tatkala Sahabat Abu Bakar mengajaknya masuk Islam, ia telah mendengar secara langsung dari Rasulullah saw. tentang wahyu yang diturunkan Allah kepadanya, dan ia melihat agama yang dibawa oleh Rasulullah saw. mempunyai hujjah yang kuat serta jauh dari kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang Arab, maka ia segera masuk Islam.<\/p>\n<p>Di antara mereka yang pertama masuk Islam terdapat juga Shuhaib ar-Rumi, bekas hamba sahaya, dan \u2018Ammar ibnu Yasir al-\u2018Anasi. \u2018Ammar ibnu Yasir r.a. pernah mengatakan, \u201cAku melihat Rasulullah saw. pada permulaan dakwahnya hanya diikuti oleh lima orang hamba sahaya, dua orang wanita, dan Sahabat Abu Bakar.\u201d Demikian pula ayahnya yang bernama Yasir serta ibunya yang bernama Sumayyah masuk Islam mengikuti jejak anaknya.<\/p>\n<p>Yang paling dahulu masuk Islam lainnya ialah Sahabat \u2018Abdullah ibnu Mas\u2019ud. Semula ia seorang penggembala ternak milik orang musyrik dari kabilah Quraisy. Tatkala ia mendengar ayat-ayat yang cemerlang dan ajakan yang diserukan oleh Rasulullah saw., ia langsung meninggalkan berhala-berhala yang dahulu disembah-sembahnya, kemudian ia selalu mendampingi Rasulullah saw. Sejak saat itu Sahabat \u2018Abdullah ibnu<\/p>\n<p>Masud sering mengunjungi Rasulullah saw., dan tiada satu pun yang menghalang-halanginya untuk bertemu dengan Rasulullah. Bila Rasulullah saw. berjalan, Ibnu Mas\u2019ud selalu mengawalnya: dan bila Rasulullah mandi, maka Ibnu Mas\u2019udlah yang menutupinya. Bilamana Rasulullah saw. tidur, dialah yang membangunkannya, dan dia pulalah yang memakaikan alas kakinya bila Rasulullah saw. hendak bangun, dan bilamana Rasulullah saw. duduk, maka Ibnu Mas\u2019ud memegang kedua alas kaki itu pada kedua hastanya.<\/p>\n<p>Yang lain lagi yang paling dahulu masuk Islam ialah Sahabat Abu Dzar al-Ghifari. Dia adalah seorang Arab yang tinggal di daerah pedalaman, fasih gaya bahasanya dan manis tutur katanya. Tatkala telah sampai kepadanya berita tentang diutusnya Rasulullah saw., lalu ia berkata kepada saudara lelakinya, \u201cNaikilah kendaraanmu untuk menuju ke lembah ini, kemudian berikanlah keterangan dan penjelasan kepadaku tentang seorang lelaki yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang nabi yang diberi wahyu dari langit, kemudian dengarlah percakapannya, lalu ceritakan olehmu semuanya kepadaku.\u201d<\/p>\n<p>Saudara lelaki Abu Dzar segera berangkat ke Makkah. Ia mendengar apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw. Setelah itu ia kembali menemui Abu Dzar dan berkata kepadanya, \u201cAku lihat dia memerintahkan kepada umat manusia agar berakhlak mulia, dan ia mengatakan kalam yang bukan syair.\u201d Abu Dzar menjawab,\u201d Aku masih belum puas dengan keteranganmu itu.\u201d Lalu Abu Dzar segera membawa bekal dan sebuah Qirbah (tempat air minum) air dan berangkat ke Makkah. Ketika sampai di Makkah, ia langsung menuju ke Masjidil-Haram. Ia mencari Nabi saw., tetapi ia masih belum kenal kepadanya, dan ia pun tidak pula mau bertanya kepada orang lain karena ia telah mengetahui bahwa orang-orang Quraisy membenci orang yang ingin berbicara dengan Rasulullah saw. Manakala malam hari tiba, ia diketahui oleh Sahabat \u2018Ali bahwa dia adalah orang asing. Lalu Sahabat \u2018Ali menerimanya sebagai tamu, tetapi baik Sahabat \u2018Ali maupun Abu Dzar tidak saling menanya karena memang demikianlah etika menghormati tamu di kalangan bangsa Arab pada masa itu. Mereka tidak mau menanyakan kepada tamunya tentang maksud kedatangannya kecuali setelah tiga hari ia berada di rumah mereka.<\/p>\n<p>Keesokan harinya Abu Dzar membawa girbah dan bekalnya, lalu berangkat menuju ke Masjidil Haram. Pada hari itu ia selalu berada di dalam Masjid, tetapi ia masih juga belum bertemu dengan Rasulullah hingga sore harinya. Setelah hari sore dan menjelang malam, lalu ia kembali ke tempat istirahatnya, tetapi Sahabat \u2018Ali di Masjid bertemu lagi dengannya. Sahabat \u2018Ali berkata dalam hati, \u201cSekarang sudah tiba saatnya menanyakan orang ini untuk mengetahui tempat ia bermalam kemarin sebagai tamuku.\u201d Kemudian Sahabat \u2018Ali membangunkannya dan mengajaknya pergi ke tempat ia menginap tadi malam. Mereka berdua tidak saling menanya. Pada hari yang ketiganya, setelah Sahabat \u2018Ali melakukan hal yang serupa, lalu ia bertanya kepada Abu Dzarg, \u201cTidakkah engkau ceritakan kepadaku apa maksud kedatangan engkau.\u201d Abu Dzar menjawab, \u201cJika engkau berjanji bersedia memberikan petunjuk kepadaku, aku bersedia mengemukakan tujuanku kepada engkau.\u201d Ternyata Sahabat \u2018Ali bersedia Maka Abu Dzar menceritakan tujuannya.<\/p>\n<p>Setelah Sahabat \u2018Ali mendengar tujuannya, segera ia berkata, \u201cSesungguhnya dia (Muhammad) memang benar utusan Allah. Untuk itu, pagi hari nanti engkau harus mengikutiku, dan jika aku melihat sesuatu yang aku khawatir akan membahayakan diri engkau, aku akan melakukan gerakan seolah-olah menuangkan air. Bila ternyata aku terus berjalan tanpa rintangan, hendaknya engkau tetap mengikutiku sehingga engkau memasuki rumah yang aku masuki.\u201d Keduanya mengerjakan hal yang telah disepakati itu. Maka Abu Dzar berangkat mengikuti Sahabat \u2018Ali sehingga memasuki rumah tempat Rasulullah saw. berada. Setelah memasuki rumah itu Abu Dzar langsung bertemu dengan Rasulullah saw. dan mendengar langsung daripadanya. Maka segera Abu Dzar masuk Islam.<\/p>\n<p>Sesudah masuk Islam, Rasulullah berkata kepadanya, \u201cSekarang kembalilah kepada kaum engkau, dan sampaikanlah berita ini kepada mereka sehingga utusanku datang menemui engkau di sana.\u201d Abu Dzar menjawab, \u201cDemi Zat yang jiwaku ini berada di dalam kekuasaanNya, niscaya aku akan menjelaskan secara terang-terangan di hadapan mereka.\u201d Kemudian Abu Dzar keluar hingga sampai di Masjidil-Haram, lalu ia berseru dengan sekuat suaranya, \u201cAku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah.\u201d Semua orang bangkit dan memukulinya hingga ia terkapar, lalu datanglah Al-\u2018Abbas menelungkupinya untuk melindunginya dari pukulan orang banyak seraya berkata, \u201cCelakalah kalian. Tidakkah kalian tahu bahwa dia dari Bani Ghiffar? Tidakkah kalian tahu bahwa jalur perdagangan kalian ke negeri Syam melalui kampung halamannya?\u201d Akhirnya Al-\u2018Abbas berhasil menyelamatkan Abu Dzar dari tangan mereka. Kemudian pada keesokan harinya Abu Dzar melakukan hal yang serupa, maka semua orang memukulinya lagi, tetapi Al Abbas membelanya. Demikianlah riwayat yang dikemukakan oleh Imam Bukhari.<\/p>\n<p>Setelah Abu Dzar masuk Islam, dia terkenal sebagai orang yang paling jujur dalam berbicara dan paling zuhud (menjauhi) terhadap masalah duniawi.<\/p>\n<p>Orang lainnya lagi yang paling dahulu masuk Islam ialah Sa\u2019id ibnu Zaid al-\u2018Adawiy al-Qurasyi. Ia mempunyai dua orang istri, yaitu Fathimah binti al-Khaththab, saudara perempuan \u2018Umar, dan Ummul Fadhl atau Lubabah binti al-Harits al-Hilaliyah, bekas istri al Abbas ibnu \u2018AbdulMuththalib. \u2018Ubaidah ibnul-Harits ibnu \u2018Abdul-Muththalib ibnu Hasyim adalah saudara misan Rasulullah saw. Abu Salamah ibnu \u2018Abdullah ibnu \u2018Ahdul-Asad al-Makhzumi al-Qurasyi adalah anak bibi Rasulullah saw., sedangkan istrinya bernama Ummu Salamah. Kemudian \u2018Utsman ibnu Mazh\u2019un al-Jumahiy al-Qurasyi dan dua orang saudara lelakinya, Qudamah dan \u2018Abdullah, dan al-Argam ibnul-Argam al-Makhzumi al-Qurasyi.<\/p>\n<p>Yang lainnya lagi lebih dahulu masuk Islam ialah Khalid ibnu Sa\u2019id ibnul-\u2018Ash ibnu Umayyah ibnu \u2018Abdu Syams al-Umawi al-Qurasyi. Ayah Khalid adalah seorang pemimpin terkemuka kabilah Quraisy. Bila ia terlambat menyuguhi tamu, maka orang-orang Quraisy bergegas menyuguhi tamunya demi menghormati kedudukannya. Pada mulanya Khalid ibnu Sa\u2019id bermimpi dalam tidurnya seolaholah dirinya akan terjatuh ke dalam suatu jurang yang dalam sekali, tetapi ia ditolong oleh Rasulullah hingga selamat.<\/p>\n<p>Keesokan harinya ia datang menemui Rasulullah dan bertanya, \u201cApakah yang engkau serukan itu, ya Muhammad?\u201d Rasulullah saw. menjawab, \u201cAku mengajak engkau untuk beribadah kepada Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Hendaknya engkau berhenti dari apa yang sekarang engkau lakukan, yaitu menyembah berhala yang tidak dapat mendengar dan melihat serta tidak dapat memberikan madarat dan manfaat, dan hendaknya engkau berbuat baik kepada kedua orang tuamu. Janganlah engkau membunuh anak engkau karena takut miskin, janganlah engkau melakukan perbuatan zina, baik terang-terangan maupun secara tersembunyi, janganlah engkau membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang hak: dan janganlah engkau mendekati harta anak yatim kecuali dengan maksud yang lebih baik sehingga anak yatim itu mencapai usia baligh, Hendaknya engkau menunaikan takaran dan timbangan secara adil: hendaknya engkau berlaku adil dalam keputusan engkau jika diserahi tugas untuk memutuskan sekalipun terhadap kerabat engkau sendiri, dan hendaknya engkau menunaikan janji dengan orang yang mengadakan perjanjian dengan engkau.\u201d<\/p>\n<p>Akhirnya Khalid ibnu Sa\u2019d masuk Islam, dan sejak saat itu ayah Khalid marah sekali, lalu dihukumnya Khalid hingga tidak diberinya makan. Sejak ia tidak diberi makan oleh orang tuanya, ia pergi menemui Rasulullah saw. dan selalu bersamanya. Ditinggalkannya orang tuanya itu untuk hidup bersama Rasulullah di pinggiran kota Makkah. Tidak berapa lama kemudian saudara lelakinya yang bernama \u2018Amr ibnu Sa\u2019id mengikuti jejak saudaranya masuk Islam.<\/p>\n<p>Demikianlah orang-orang mulia tersebut masuk agama Islam. Pada saat itu Rasulullah saw. tidak mempunyai kekuatan yang dapat dijadikan sebagai senjata guna menekan mereka untuk taat kepadanya dalam keada an menyerah. Rasulullah pun tidak memiliki hal-hal yang menyenangkan hati mereka sehingga mereka rela meninggalkan orang-orang tua mereka untuk mengikuti Rasulullah saw. dan memakan kelebihan harta yang dimiliki oleh Rasulullah. Bahkan kebanyakan dari mereka yang masuk Islam terdiri dari orang-orang yang jauh lebih kaya daripada Rasulullah saw. sendiri, yaitu seperti Abu Bakar, \u2018Utsman, Khalid ibnu Sa\u2019id.<\/p>\n<p>Adapun para pengikut Rasulullah saw. yang terdiri dari kalangan hamba sahaya lebih senang memilih disakiti, lapar, dan hidup susah. Sekiranya mereka mau mengikuti majikan-majikan mereka, niscaya kehidupan mereka di dunia ini lebih nikmat dan lebih menyenangkan bagi mereka. Tiada lain hal tersebut berkat adanya hidayah dari Allah swt. dan munculnya cahaya agama Islam dalam hati mereka sehingga mereka menyadari kesesatan yang selama ini mereka lakukan, lalu mereka mengikuti hidayah Rasulullah saw. dengan sukarela.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-56023\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"23\" aria-controls=\"elementor-tab-content-56023\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\"><i class=\"elementor-toggle-icon-opened fas fa-minus\"><\/i><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\">PENYAMPAIAN SERUAN SECARA TERANG-TERANGAN<\/a><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-56023\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"23\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-56023\">\n<p>Selama beberapa tahun Nabi saw. tidak berani menampakkan seruannya pada perkumpulan-perkumpulan umum orang-orang Quraisy, dan kaum Muslimin masih belum mampu menampakkan ibadah mereka karena khawatir terhadap kefanatikan kaum Quraisy. Setiap orang Muslim yang hendak melakukan ibadahnya terpaksa pergi keluar kota Makkah, dan di sanalah mereka melakukan salat secara sembunyi-sembunyi.<\/p>\n<p>Tatkala telah masuk Islam sekitar tiga puluh orang, keadaan memaksa Rasulullah saw. berkumpul dengan mereka guna menyampaikan bimbingan dan ajarannya kepada mereka. Maka untuk merealisasikan tujuan ini Rasulullah saw. memilih rumah Al-Argam ibnu Abul-Argam sebagai tempat berkumpul. Mereka terdiri dari orang-orang yang telah kami sebutkan tadi. Akan tetapi selama beberapa waktu Rasulullah saw. terus menyiarkan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi dan rahasia sehingga turunlah firman-Nya:<\/p>\n<p>Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (Q.S. 15 Al-Hijr: 94)<\/p>\n<p>Sejak turunnya ayat tersebut, sistem dakwah secara sembunyi-sembunyi diubah menjadi dakwah secara terang-terangan demi melaksanakan perintah Allah karena yakin akan janji dan pertolongan-Nya. Rasulullah saw. menaiki Bukit Shafa, lalu berseru. \u201cHai Bani Fihr, hai Bani \u2018Addi.\u201d Seruan itu ditujukan kepada puak-puak kabilah Quraisy. Mendengar seruan tersebut, bila ada yang tidak mempunyai kesempatan untuk menghadiri seruan itu, ia mengirimkan utusannya guna melihat apa yang terjadi. Pada saat itu hadir Abu Lahab ibnu \u2018Abdul-Muththalib dan orang-orang Quraisy.<\/p>\n<p>Kemudian Rasulullah saw. berkata kepada mereka, \u201cHai kaum, bagaimana pendapat kalian bila aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda hendak menyerang kalian di balik lembah itu, apakah kalian mempercayaiku?\u201d Mereka menjawab, \u201cYa, kami belum pernah melihat engkau berdusta.\u201d Lalu Rasulullah saw, berkata, \u201cSesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian di hadapan siksaan yang keras.\u201d Kemudian Abu Lahab berkata, \u201cCelakalah engkau ini, apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami?\u201d Selanjutnya Allah menurunkan firman-Nya sehubungan dengan Abu Lahab tadi yaitu:<\/p>\n<p>Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang diusahakannya. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar, yang di lehernya ada tali dari sabut. (Q.S. 111 Al-Lahab: 1-5)<\/p>\n<p>Yang dimaksud dengan \u201cpembawa kayu bakar\u201d ialah berjalan seraya mengumpat, sebab istri Abu Lahab selalu memfitnah dengan menuduh Rasulullah saw. sebagai pembuat kebohongan-kebohongan. Hal itu dikatakannya di hadapan kumpulan kaum wanita. Setelah peristiwa itu, turun pula kepada Rasulullah saw. Firman berikut ini:<\/p>\n<p>Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Q.S. 26 Asy-Syu\u2019ara: 214)<\/p>\n<p>Yang dimaksud dengan kaum \u201ckerabat yang terdekat\u201d oleh ayat di atas adalah Bani Hasyim, Bani Muththalib, Bani Naufal, dan Bani \u2018Abdusy Syamsy, mereka adalah anak-cucu \u2018Abdu Manaf.<\/p>\n<p>Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman, jika mereka mendurhakaimu. (Q.S. 26 Asy-Syw\u2019ara: 215-216)<\/p>\n<p>Yang dimaksud dengan \u201cmereka\u201d adalah kaum Rasulullah dan kerabat-kerabatnya.<\/p>\n<p>Maka katakanlah,\u201d Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian kerjakan.\u201d (Q.S. 26 Asy-Syu\u2019ara: 216)<\/p>\n<p>Selanjutnya Rasulullah saw. mengumpuikan mereka, lalu dia berkata, \u201cSesungguhnya seorang pemimpin itu tidak akan berdusta terhadap kaum kerabatnya. Demi Allah, seandainya semua manusia berdusta, aku tidak akan berdusta terhadap kalian: dan seandainya semua manusia menipu kalian, aku tidak akan menipu kalian. Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kalian secara khusus dan untuk umat manusia seluruhnya. Demi Allah (jika kalian menurut aku), niscaya kalian akan mati bagaikan orang yang tidur, dan kalian niscaya akan dibangkitkan bagaikan orang yang bangun dari tidurnya, dan niscaya kalian akan dihisab sesuai dengan apa yang telah kalian lakukan, dan niscaya kalian akan dibalas: kebaikan dengan kebaikan dan keburukan dengan keburukan. Sesungguhnya balasan itu surga yang abadi atau neraka yang abadi.\u201d<\/p>\n<p>Setelah kaum mendengar perkataan Rasulullah tersebut, lalu mereka membicarakannya dengan lembut selain pamannya sendiri, yaitu Abu Lahab, yang merupakan seteru bebuyutan Rasulullah. Pada saat itu Abu Lahab berkata, \u201cTangkaplah dia sebelum semua orang Arab berkumpul dengannya. Bilamana kalian mau menyerah kepadanya, berarti kalian hina, dan bilamana kalian mempertahankannya, niscaya kalian akan kami perangi.\u201d Langsung Abu Thalib menjawab, \u201cDemi Allah, kami akan tetap mempertahankannya selagi kami masih hidup.\u201d Akhirnya semuanya bubar.<\/p>\n<p>Tatkala Rasulullah melancarkan dakwahnya secara terang-terangan, orang Quraisy mengejek dan menjadikannya sebagai bahan ejekan setiap kali mereka bertemu. Bilamana Rasulullah saw. lewat di hadapan mereka, mereka mengatakan. \u201cIni adalah anak Abu Kabsyah yang mengucapkan kata-kata dari langit.\u201d Terkadang mereka berkata, \u201cIni adalah pelayan Abu Thalib yang mengucapkan kata-kata dari langit.\u201d Kata-kata yang mereka ucapkan tidak lebih dari itu. Akan tetapi, tatkala Rasulullah saw. mula! mencaci berhala-berhala mereka dan menganggap bodoh orang-orang pandai mereka, serta berkata kepada mereka, \u201cDemi Allah, hai kaum, sungguh kalian telah menyimpang dari agama nenek-moyang kalian, Ibrahim,\u201d darah mereka naik dan fanatisme jahiliah mereka terbakar karena sesembahan kakek-moyang mereka dihina. Lalu mereka menemui Abu Thalib, pemimpin Bani Hasyim yang selalu melindungi Rasulullah saw. dari ulah musuh-musuhnya. Mereka meminta kepada Abu Thalib agar ia melepaskan jaminan dan perlindungannya terhadap Rasulullah supaya mereka bertindak leluasa terhadapnya, atau Abu Thalib mencegah apa yang selalu dikatakannya. Akan tetapi, Abu Thalib menolak permintaan mereka dengan lembut sehingga mereka bubar.<\/p>\n<p>Setelah peristiwa itu, Rasulullah saw. tetap melancarkan dakwahnya dan tidak seorang pun yang dapat menghalang-halangi keinginannya. Hal ini akhirnya menambah kebencian dan permusuhan pihak orang-orang Quraisy terhadap dirinya. Untuk itu mereka menganjurkan di antara sesama mereka supaya memusuhi Rasulullah saw. Setelah mereka mencapai kesepakatan, lalu mereka mendatangi kembali Abu Thalib dan berkata, \u201cSesungguhnya engkau adalah orang yang paling tua dan paling kami segani, dan kami pernah meminta kepada engkau supaya mencegah keponakan engkau itu. Akan tetapi, ternyata engkau tidak mencegahnya. Sesungguhnya kami tidak tahan lagi mendengar caciannya terhadap nenek-moyang kami dan terhadap perkataanya yang membodoh-bodohkan orang-orang pandai kami serta caciannya terhadap berhala-berhala sesembahan kami.\u201d Sewaktu mereka mengemukakan alasan mengikuti jejak nenek-moyang mereka dan tidak mau mengikuti ajakan yang hak yang dikemukakan oleh Rasulullah saw., maka Rasulullah saw. mengejek mereka karena mereka tidak mau menggunakan akal yang telah diberikan. Allah swt. kepada mereka. Sehubungan dengan hal ini Allah berfirman:<\/p>\n<p>Dan apabila dikatakan kepada mereka, \u201cIkutilah apa yang telah diturunkan Allah,\u201d mereka menjawab, \u201c(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenekmoyang kami,\u201d (apakah akan mengikuti juga) walaupun nenek-moyang mereka itu lidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk? (Q.S. 2 Al-Bagarah: 170)<\/p>\n<p>Apabila dikatakan kepada mereka, \u201cMarilah mengikuti apa yang di turunkan Allah dan mengikuti Rasul!\u201d Mereka menjawab, \u201cCukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.\u201d Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek-moyang mereka walaupun nenek-moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk? (Q.5. 5 Al-Maidah: 104) :<\/p>\n<p>Dan apabila dikatakan kepada mereka, \u201cIkutilah apa yang diturunkan Allah.\u201d mereka menjawab, \u201c(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya,\u201d dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun setan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang meny. \u2018a-nyala (neraka)? (Q.S.31 Lugman: 21)<\/p>\n<p>Sehubungan dengan keterangan tentang hujjah (alasan) mereka yang batil itu, Allah swt. berfirman:<\/p>\n<p>Bahkan mereka mengatakan, \u201cSesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orangorang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.\u201d (Q.S. 43 Az-Zukhruf: 22)<\/p>\n<p>Tatkala Allah menyerupakan keadaan mereka sama dengan umat terdahulu dalam ber-hyjjah dengan alasan yang menunjukkan kefanatikan dan keingkaran mereka, Allah swt. mengisahkan hal tersebut melalui firmanNya:<\/p>\n<p>(Rasul itu) berkata, \u201cApakah (kalian akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untuk kalian (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kalian dapati bapak-bapak kalian menganutnya?\u201d Mereka menjawab, \u201cSesungguhnya kami mengingkari agama yang kalian diutus untuk menyampaikannya.\u201d (QS. 43 Az-Zukhruf: 24)<\/p>\n<p>Tatkala orang Quraisy beralasan mengikuti jejak bapak-bapak mereka, hal ini mengakibatkan bapak-bapak mereka dicap oleh Rasululah saw. sebagai orang-orang yang tidak berakal dan tidak mendapat petunjuk. Hal ini menyebabkan kedengkian mereka semakin berkobar. Lalu mereka berkata kepada Abu Thalib, \u201cHendaknya engkau mencegahnya atau kami akan menghajarnya, dan hati-hatilah engkau dalam hal ini. Biarkanlah sehingga salah seorang di antara kami ada yang binasa.\u201d Lalu mereka pergi.<\/p>\n<p>Sesudah kaumnya pergi, Abu Thalib merasa berat, tetapi ia pun tidak suka melihat keponakannya dihina. Oleh sebab itu ia berkata, \u201cHai keponakanku, sesungguhnya kaum Quraisy telah datang kepadaku. Mereka mengatakan demikian kepadaku. Aku mohon agar engkau memelihara dirimu dan janganlah engkau membebani diriku dengan hal-hal yang aku tidak .mampu melakukannya.\u201d Ketika mendengar perkataan pamannya itu, Rasulullah saw. menduga bahwa pamannya telah menganggap remeh dirinya, maka segera ia menjawab: \u201cDemi Allah, hai Paman, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kjriku supaya aku meninggalkan perkara ini, aku tidak akan melakukannya sehingga Allah menampakkannya (memenangkannya) atau aku binasa di dalam membelanya.\u201d Setelah itu Rasulullah saw. menangis seraya pergi. Maka Abu Thalib memanggilnya, \u201cHai keponakanku, kemarilah.\u201d Maka Rasulullah saw. menghadap, dan Abu Thalib berkata kepadanya, \u201cPergilah dan katakanlah sesuka hatimu, demi Allah aku tidak akan menyerahkan dirimu (kepada mereka).\u201d (*)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16498,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[73,180],"class_list":["post-16604","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-sejarah-kebudayaan-islam","blog-kat-sirah-nabawiyah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Nurul Yaqin (13): Seruan secara Rahasia dan Seruan secara Terang-terangan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 12 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. SERUAN SECARA RAHASIA Kemudian Rasulullah saw. bangkit\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Nurul Yaqin (13): Seruan secara Rahasia dan Seruan secara Terang-terangan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 12 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. SERUAN SECARA RAHASIA Kemudian Rasulullah saw. bangkit\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-09T03:50:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"338\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"21 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\\\/\",\"name\":\"Terjemah Nurul Yaqin (13): Seruan secara Rahasia dan Seruan secara Terang-terangan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-02T22:34:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-09T03:50:53+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 12 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. SERUAN SECARA RAHASIA Kemudian Rasulullah saw. bangkit\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"width\":600,\"height\":338,\"caption\":\"ilustrasi. (foto: ist\\\/*)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Nurul Yaqin (13): Seruan secara Rahasia dan Seruan secara Terang-terangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Nurul Yaqin (13): Seruan secara Rahasia dan Seruan secara Terang-terangan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 12 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. SERUAN SECARA RAHASIA Kemudian Rasulullah saw. bangkit","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Nurul Yaqin (13): Seruan secara Rahasia dan Seruan secara Terang-terangan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 12 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. SERUAN SECARA RAHASIA Kemudian Rasulullah saw. bangkit","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2026-04-09T03:50:53+00:00","og_image":[{"width":600,"height":338,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"21 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/","name":"Terjemah Nurul Yaqin (13): Seruan secara Rahasia dan Seruan secara Terang-terangan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","datePublished":"2026-04-02T22:34:58+00:00","dateModified":"2026-04-09T03:50:53+00:00","description":"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 12 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. SERUAN SECARA RAHASIA Kemudian Rasulullah saw. bangkit","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","width":600,"height":338,"caption":"ilustrasi. (foto: ist\/*)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-13-seruan-secara-rahasia-dan-seruan-secara-terang-terangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Nurul Yaqin (13): Seruan secara Rahasia dan Seruan secara Terang-terangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/16604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16604"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=16604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}