{"id":16607,"date":"2026-04-04T22:53:50","date_gmt":"2026-04-04T14:53:50","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=16607"},"modified":"2026-04-09T12:11:52","modified_gmt":"2026-04-09T04:11:52","slug":"terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/","title":{"rendered":"Terjemah Nurul Yaqin (16): Hijrah ke Abesinia yang Pertama dan Kembalinya Muhajirin dengan Abesinia"},"content":{"rendered":"<p><strong>BLOGGURU<\/strong> \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 15 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin.<\/p>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-56026\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"26\" aria-controls=\"elementor-tab-content-56026\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\"><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\">HIJRAH KE ABESINIA YANG PERTAMA<\/a><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-56026\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"26\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-56026\">\n<p>Pada saat itu kaum Muslimin mulai mempersiapkan diri untuk ke luar dari tanah tumpah darah mereka dan meninggalkan harta-benda milik mereka untuk menyelamatkan agama mereka sesuai dengan apa yang te lah diisyaratkan oleh Rasulullah saw. Peristiwa ini merupakan hijrah per. tama yang dilakukan oleh kaum Muslimin dari kota Mekkah. Jumlah mereka yang melakukan hijrah ini sepuluh orang laki-laki dan lima orang perempuan.<\/p>\n<p>Mereka adalah Sahabat \u2018Utsman ibnu \u2018Affan beserta istrinya, Rugayyah binti Rasulullah: Abu Salamah dan istrinya, Ummu Salamah, serta saudara seibunya yang bernama Abu Sabrah ibnu Abu Rahm dan istrinya, Ummu Kaltsum: Amir ibnu Rabi\u2019ah dan istrinya, Laila: Abu Hudzaifah ibnu \u2018Atabah ibnu Rabi\u2019ah beserta istrinya, Sahlah binti Suhail: \u2018Abdur Rahman ibnu \u2018Auf: Utsman ibnu Mazh\u2019un: Mush\u2019ab ibnu \u2018Umair, Sahl ibnu Baidha, dan Az-Zubair ibnul-\u2018Awwam.<\/p>\n<p>Sebagian besar terdiri dari anggota kabilah Quraisy, sedangkan yang menjadi pemimpin perjalanan tersebut menurut riwayat yang dikemukakan oleh Ibnu Hisyam adalah \u201cUtsman ibnu Mazh\u2019un. Mereka berjalan menuju Abesinia (Etiopia) di bawah naungan keberkahan Allah swt. Tatkala mereka sampai di tepi pantai, lalu mereka menyewa sebuah perahu yang dapat mengantarkan mereka ke tujuan. Mereka tiba di Abesinia dengan selamat, dan tinggal di negeri tersebut dalam keadaan aman dan tenteram bebas dari gangguan kaum mu syrikin. Dengan demikian maka kaum Muslimin yang tertinggal bersama: Nabi saw. jumlahnya sedikit UMAR MASUK ISLAM<\/p>\n<p>Pada saat kaum Muslimin sedang melakukan hijrah pertama ke Abesinis, masuk Islamlah orang yang terkenal kuat lagi perkasa, yaitu \u2018Umar ibnu: Khaththab al-Adawiy al-Qurasyi. Sebelumnya ia amat benci terhadap kaum Muslimin, dan terkenal pula sebagai orang yang paling keras dalam menyakiti mereka. Salah seorang wanita yang turut hijrah ke Abesinia bergama suaminya menceritakan bahwa \u2018Umar adalah orang yang paling keras terhadap mereka karena mereka masuk Islam. \u201cTatkala aku menaiki kendaraanku berangkat menuju Abesinia, tiba-tiba aku bertemu dengan \u2018Umar di tengah jalan. Lalu \u2018Umar bertanya,? Hendak ke manakah engkau, hai Ummu \u2018Abdillah? Aku jawab, Kalian telah menyakiti kami dalam agama kami, maka kami akan pergi ke tanah Allah tempat kami tidak disakit. Lalu \u2018Umar menjawab,? Semoga Allah menyertai kalian.<\/p>\n<p>Tatkala \u2018Amir, suamiku, datang menyusul, aku ceritakan kepadanya tentang sikap \u2018Umar yang lemah-lembut itu. Maka suamiku berkata, Engkau mengharapkan keislamannya, demi Allah, dia tidak akan masuk Islam sehingga keledai milik Al Khaththab masuk Islam terlebih dahulu.\u201d \u2018Amir mengatakan demikian berdasarkan pengetahuannya tentang \u2018Umar yang sikapnya begitu keras dan kejam terhadap kaum Muslimin. Ia beruntung mendapat berkah dari doa Rasulullah saw. karena sebelum \u201cUmar masuk Islam, Rasulullah saw. pernah berdoa, &#8220;Ya Allah, perkuatlah Islam dengan (masuk Islamnya) \u2018Umar.\u00a0 Umar mulai masuk Islam di rumah Al-Argam ibnu Abul Argam, tempat berkumpul kaum muslimin. Allah swt. telah membuktikan berkat keislaman \u201cUmar terhadap apa yang diharapkan oleh Rasulullah saw. sehingga Sahabat \u2018Abdullah ibnu Mas\u2019ud pernah mengatakan, \u201cKami tetap dalam keadaan jaya sejak \u2018Umar masuk Islam.\u201d Demikianlah yang dikemukakan oleh Imam Bukhari. \u2018Umar pernah meminta kepada Rasulullah saw. supaya ia menampakkan ibadah salatnya di masjid, kemudian Rasulullah saw. melakukan apa yang dianjurkannya itu.<\/p>\n<p>Orang-orang Quraisy amat bersedih ketika mereka melihat \u2018Umar masuk Islam, dan mereka kemudian sepakat untuk membunuhnya. Mereka mengepung rumah \u2018Umar, menunggu saat dia keluar rumah. Akan tetapi, tiba-tiba datanglah Al-\u2018Ash ibnu Wail as-Sahmiy dari kalangan Bani Sahm, sekutu Bani \u2018Addi, kaumnya \u2018Umar. Ia datang membawa perhiasan emas dan baju gamis yang terbuat dari sutera, lalu ia bertanya kepada \u2018Umar, \u201cApakah gerangan yang terjadi terhadap dirimu?\u201d \u2018Umar menjawab, \u201cKaummu bermaksud untuk membunuhku jika aku masuk Islam.\u201d Al-\u2018 Ash berkata, \u201cMereka tidak akan dapat menyakitimu karena aku akan melindungimu.\u201dKemudian Al-\u2018Ash keluar dari rumah. Ia melihat banyak orang telah memenuhi lembah. Lalu ia bertanya, \u201cHendak ke mana kalian?\u201d Mereka menjawab, \u201cKami bermaksud menangkap Ibnul Khaththab yang telah memeluk agama baru.\u201d Al-\u2018Ash menjawab, \u201cKalian tidak kuperkenankan menyentuhnya.\u201d Akhirnya orang-orang itu bubar dan kembali ke rumah mereka masing-masing.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-56027\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"27\" aria-controls=\"elementor-tab-content-56027\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\"><i class=\"elementor-toggle-icon-opened fas fa-minus\"><\/i><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\">KEMBALINYA MUHAJIRIN DARI ABESINIA<\/a><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-56027\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"27\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-56027\">\n<p>Selang tiga bulan sejak kaum Muslimin hijrah ke Abesinia, mereka kem. bali ke Makkah. Mereka merasa sangat sulit tinggal di Abesinia, sebab jum. lah mereka sedikit. Akan tetapi, sebagian besar dari mereka rindu kepada tanah airnya. Selain itu mereka adalah orang-orang terpandang dari kabilah Quraisy, dan mereka pun membawa istri-istri mereka sehingga mereka tidak betah tinggal di negeri asing dalam keadaan demikian.<\/p>\n<p>Akan tetapi, ada sebagian ahli sejarah yang tergiur oleh suatu kisah, kemudian mereka jadikan sebagai penyebab kembalinya para Muhajirin dari Abesinia. Kisah tersebut mengatakan, mereka mendengar kaumnya telah masuk Islam sewaktu Rasulullah saw, membacakan kepada mereka surah An-Najm. Kisah itu menyebutkan bahwa pada saat itu Rasulullah saw. mengucapkan kata-kata yang baik tentang berhala-berhala mereka. Hal ini dikemukakannya sesudah mengucapkan firman-Nya:<\/p>\n<p>Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap lata dan \u2018uzza dan manah yang ketiga, yang paling kemudian (sebagai anak perempuan Allah)? (Q.S. 53 An-Najm: 19-20)<\/p>\n<p>Dalam kisah ini disebutkan bahwa Rasulullah saw. mengatakan, \u201cMalaikatmalaikat yang tinggi itu sangat diharapkan safaatnya.\u201d Kemudian orang: orang musyrik sujud mengagungkan berhala manat (patung malaikatmalaikat tersebut, pen.) sebagai ungkapan rasa gembira mereka.<\/p>\n<p>Riwayat seperti itu hanya dikemukakan oleh orang-orang yang pendek jangkauan pemikirannya, yaitu mereka yang kebiasaannya hanya menukil setiap kisah yang mereka temukan tanpa menguji lebih dahulu kebenarannya. Berikut ini kami kemukakan kepada para pembaca dalil-dalil nagli dan \u2018agli yang menyatakan batilnya kisah tersebut. Secara singkat sanad dan matan kisah tersebut kacau dan lemah sekali. Khusus mengenai sanad, Al-Gadhi \u2018Iyadh mengatakan dalam kitab Asy-Syifa bahwa sanad ki sah tersebut tidak seorang pun dari kalangan ahlus-sunnah yang mence ritakannya, dan tidak pernah diriwayatkan oleh seorang yang dipercaya de ngan sanad yang benar. Khusus mengenai matannya, sudah barang tentu, baik para sahabat Rasulullah saw. maupun orang-orang musyrik, bukar orang-orang yang gila hingga mereka mendengar pujian di sela-sela celaan, kemudian mereka membiarkannya.<\/p>\n<p>Selanjutnya dalam kisah tersebut dikatakan bahwa sesudah Rasulullah saw. menyebutkan berhala-berhala mereka dengan sebutan yang baik, lalu dia mengucapkan firman-Nya:\u00a0Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian mengada-adakannya: Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)-nya. (Q.5. 53 An-Najm: 23)<\/p>\n<p>Dari sini tampak jelas bahwa ternyata hubungan antara ayat ini dengan ayat sebelumnya (jika dipahami menurut versi kisah tersebut, pen.) tidak ada, padahal kedua ayat tersebut berkaitan erat sekali. Seandainya hal tersebut benar-benar terjadi, niscaya orang-orang kafir akan menjadikannya sebagai hyijah mereka untuk memukul kaum Muslimin sewaktu mereka berdebat dengan kaum Muslimin. Sedangkan kaum musyrikin itu adalah orang-orang yang telah kita kenal keingkarannya. Dengan segala upaya mereka ber-hujjah sekalipun dengan hujjah yang lemah, terlebih lagi dengan hujjah ini. Tuduhan tersebut tidaklah lebih ringan daripada apa yang telah dikatakan oleh orang-orang semacam perawi kisah tersebut sehingga dicap oleh Allah melalui firman-Nya dalam surah Al-Bagarah sebagai orang-orang yang tidak waras akalnya, yaitu sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya berikut ini:<\/p>\n<p>Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata, \u201cApakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Magdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya.\u201d (Q.S. AlBagarah: 142)<\/p>\n<p>Memang belum pernah terdengar dari salah seorang di antara mereka yang menjadi pemimpin dalam menentang Rasulullah saw. yang mengatakan kepada Rasulullah saw., \u201cMengapa engkau mencaci tuhan-tuhan kami sesudah engkau memujinya?\u201d Kami kira hyjjah ini cukup buat mereka dalam menghadapi Rasulullah saw. daripada memakai pedang dan mengorbankan banyak nyawa mereka.<\/p>\n<p>Perlu diketahui bahwa ahli sejarah menukil ungkapan-ungkapan kisah tersebut untuk dijadikan penyebab kaum Muslimin yang hijrah ke Abesinia berani kembali ke Makkah. Selanjutnya di tengah-tengah pembicaraan ini mereka mengatakan bahwa hijrah ke Abesinia mereka lakukan pada bulan Rajab, kemudian mereka kembali pada bulan Syawaj. Sedangkan surah Najm diturunkan pada bulan Ramadan, dan jarak antarg turunnya ayat dengan kembalinya kaum Muhajirin hanya satu bulan.<\/p>\n<p>Akan tetapi, orang yang mau memperhatikan perkataan mereka itu, walau hanya sejenak, niscaya akan menyimpulkan bahwa jarak satu bulan tidak cukup untuk melakukan perjalanan pulang-pergi dari Makkah ke Abesinia. Sebab pada masa itu belum ada kapal bermesin yang dapat membawa seseorang melakukan perjalanan di laut dengan cepat. Dan belum ada telegram yang dapat menyampaikan berita dengan cepat tentang masuk Islamnya orang-orang Quraisy kepada kaum Muslimin yang berada di Abesinia. Tidak aneh bilamana kita katakan, sesungguhnya kisah itu hanyalah merupakan isapan jempol dan buatan orang-orang yang ingin menghancurkan Islam. Alhamdulilah, Allah telah memberikan anugerah kepada kita bahwa Al-Guranul-Karim, yang memutuskan antara kita dan setiap penghasut lagi hanya berdusta, masih tetap terpelihara. Dalam surah yang sama Allah swt. berfirman pula, yaitu:<\/p>\n<p>Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. (Q.S. 53 An-Najm: 3)<\/p>\n<p>Apa yang diajarkan oleh setan mencakup riwayat yang paling buruk: mana mungkin Rasulullah saw. mengucapkannya, atau dia berani mengatakan hal-hal yang dapat menimbulkan keraguan pada wahyu? Akan tetapi, ternyata hasutan yang dilancarkan oleh orang-orang yang akalnya tidak waras dikembalikan kepada mereka oleh Allah swt. sehingga tipu muslihat yang mereka buat justru menjerat diri mereka sendiri.<\/p>\n<p>Menurut hadis yang sahih, mengenai masalah sujud ini adalah seperti yang diriwayatkan oleh Sahabat Ibnu Mas\u2019ud. Dalam hadis ini Sahabat \u2018Abdullah Ibnu Mas\u2019ud menceritakan:<\/p>\n<p>Bahwasanya Nabi saw. membacakan surah An-najm, maka Nabi sujud, dan sujud pula orang-orang yang bersamanya (sujud tilawah, pen.) kecuali hanya seorang lelaki: ia mengambil segenggam batu kerikil, lalu diletakkannya pada jidatnya seraya mengatakan, \u201cUntukku cukup hanya dengan cara ini.\u201d (Selanjutnya Sahabat \u2018Abdullah Ibnu Mas\u2019ud meneruskan riwayatnya), kemudian aku lihat sesudah peristiwa itu ia mati dibunuh karena murtad.<\/p>\n<p>Dari makna hadis di atas tiada suatu pengertian pun yang menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan sujud (tilawah itu) bersama Nabi saw. adalah orang-orang musyrik. Bahkan yang dapat kami simpulkan dari perkataan Ibnu Mas\u2019ud itu hanyalah bahwa lelaki tersebut dahulunya Muslin., kemudian Sahabat Ibnu Mas\u2019ud melihat dia murtad sesudah peristiwa itu. Memang demikianlah apa yang terjadi pada sebagian orang yang berhati lemah, mereka tidak tahan menanggung siksaan, akhirnya mereka kembali menjadi kafir. Di antara mereka yang berbuat demikian jalah \u2018Ali ibnu Umayyah ibnu Khalaf.<\/p>\n<p>Tatkala kaum Muhajirin Abesinia kembali ke Makkah, ternyata mereka tidak mampu memasukinya kembali kecuali orang-orang yang mempunyai pelindung. Abu Salamah berlindung di bawah pamannya dari pihak ibu, yaitu Abu Thalib, sedangkan \u201cUtsman ibnu Mazh\u2019un berlindung di bawah Al-Walid ibnul-Mughirah yang kini bersedia melindunginya kembali. Pada mulanya Al-Walid telah mencabut jaminannya dari \u2018Utsman. Ketika ja melihat orang-orang musyrik menyakiti kaum Muslimin, ia memberikan kembali jaminannya. Ia tidak merasa senang bila ia hidup enak-enak sedangkan saudara-saudaranya hidup dalam keadaan tersiksa. (*)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10742,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[73,180],"class_list":["post-16607","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-sejarah-kebudayaan-islam","blog-kat-sirah-nabawiyah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Nurul Yaqin (16): Hijrah ke Abesinia yang Pertama dan Kembalinya Muhajirin dengan Abesinia - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 15 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. HIJRAH KE ABESINIA YANG PERTAMA Pada saat itu kaum\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Nurul Yaqin (16): Hijrah ke Abesinia yang Pertama dan Kembalinya Muhajirin dengan Abesinia - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 15 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. HIJRAH KE ABESINIA YANG PERTAMA Pada saat itu kaum\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-09T04:11:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/bacaan-doa-awal-ramadhan-bahasa-arab-latin-serta-terjemahannya-jOeoCXssA1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"354\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\\\/\",\"name\":\"Terjemah Nurul Yaqin (16): Hijrah ke Abesinia yang Pertama dan Kembalinya Muhajirin dengan Abesinia - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/04\\\/bacaan-doa-awal-ramadhan-bahasa-arab-latin-serta-terjemahannya-jOeoCXssA1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-04T14:53:50+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-09T04:11:52+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 15 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. HIJRAH KE ABESINIA YANG PERTAMA Pada saat itu kaum\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/04\\\/bacaan-doa-awal-ramadhan-bahasa-arab-latin-serta-terjemahannya-jOeoCXssA1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/04\\\/bacaan-doa-awal-ramadhan-bahasa-arab-latin-serta-terjemahannya-jOeoCXssA1.jpg\",\"width\":640,\"height\":354},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Nurul Yaqin (16): Hijrah ke Abesinia yang Pertama dan Kembalinya Muhajirin dengan Abesinia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Nurul Yaqin (16): Hijrah ke Abesinia yang Pertama dan Kembalinya Muhajirin dengan Abesinia - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 15 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. HIJRAH KE ABESINIA YANG PERTAMA Pada saat itu kaum","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Nurul Yaqin (16): Hijrah ke Abesinia yang Pertama dan Kembalinya Muhajirin dengan Abesinia - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 15 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. HIJRAH KE ABESINIA YANG PERTAMA Pada saat itu kaum","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2026-04-09T04:11:52+00:00","og_image":[{"width":640,"height":354,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/bacaan-doa-awal-ramadhan-bahasa-arab-latin-serta-terjemahannya-jOeoCXssA1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/","name":"Terjemah Nurul Yaqin (16): Hijrah ke Abesinia yang Pertama dan Kembalinya Muhajirin dengan Abesinia - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/bacaan-doa-awal-ramadhan-bahasa-arab-latin-serta-terjemahannya-jOeoCXssA1.jpg","datePublished":"2026-04-04T14:53:50+00:00","dateModified":"2026-04-09T04:11:52+00:00","description":"BLOGGURU \u2013 Berikut ini lanjutan dari Part 15 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. HIJRAH KE ABESINIA YANG PERTAMA Pada saat itu kaum","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/bacaan-doa-awal-ramadhan-bahasa-arab-latin-serta-terjemahannya-jOeoCXssA1.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/bacaan-doa-awal-ramadhan-bahasa-arab-latin-serta-terjemahannya-jOeoCXssA1.jpg","width":640,"height":354},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-16-hijrah-ke-abesinia-yang-pertama-dan-kembalinya-muhajirin-dengan-abesinia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Nurul Yaqin (16): Hijrah ke Abesinia yang Pertama dan Kembalinya Muhajirin dengan Abesinia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/16607","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16607"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16607"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=16607"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}