{"id":16610,"date":"2026-04-06T19:56:09","date_gmt":"2026-04-06T11:56:09","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=16610"},"modified":"2026-04-09T20:01:42","modified_gmt":"2026-04-09T12:01:42","slug":"terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/","title":{"rendered":"Terjemah Nurul Yaqin (19): Perkawinan dengan Aisyah r.a dan Hijrah ke Thaif"},"content":{"rendered":"<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-56034\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"34\" aria-controls=\"elementor-tab-content-56034\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\">\n<p><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\"><strong>BLOGGURU<\/strong> \u2013\u00a0<\/a>Berikut ini lanjutan dari Part 18 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin.<\/p>\n<p>PERKAWINAN DENGAN SITI &#8216;AISYAH<\/p>\n<p>Selang sebulan kemudian Rasulullah saw. menikah lagi dengan Siti \u2018Aisyah binti Abu Bakar, yang pada waktu itu umurnya tidak lebih dari tujuh tahun. Rasulullah saw. tidak pernah kawin dengan perawan selain Siti \u2018Aisyah. Rasulullah saw. baru mencampurinya setelah berada di Madinah, sedangkan dengan Siti Saudah ia mencampurinya sewaktu masih berada di Makkah.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-56034\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"34\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-56034\">\n<p>Setelah Siti Khadijah wafat, sebulan kemudian pamannya, Abu Thalib, meninggal dunia pula. Abu Thalib adalah orang yang selalu melindungi Rasulullah saw. dari perlakuan musuh-musuhnya. Sekalipun Abu Thalib tidak pernah mendustakan Rasulullah atas apa yang didatangkan kepadanya, bahkan dia meyakini kebenarannya, ia tidak mengucapkan kalimah Syahadat hingga akhir hayatnya. Sehubungan dengan itu Allah menurunkan firman-Nya:<\/p>\n<p>Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Q.9. 28 Al-Gashash: 58)<\/p>\n<p>Hanya perbuatan-perbuatannya yang agung yang telah dilakukannya terhadap Rasulullah saw. kami memohon kepada-Nya semoga dia mendapat keringanan. Tidak Islamnya Abu Thalib dan sebagian besar kerabat Rasul mengandung hikmah yang nyata karena sesungguhnya, jika mereka segera mengikuti Rasul saw., niscaya ada orang yang mengatakan bahwa mereka adalah kaum yang mencari pengaruh dan kebanggaan yang belum mereka miliki, akhirnya mereka melakukan buat-buatan itu.<\/p>\n<p>Setelah orang-orang yang ingkar dan para pengikutnya mengetahui bahwa para pengikut Rasulullah saw. hanyalah terdiri dari orang-orang lain, dan bukan keluarganya, bahkan terkadang justru bekas musuhnya seperti \u201cUtsman ibnu \u2018Affan dari Bani Umayyah, mereka tidak mempunyai alasan hujjah sedikit pun buat menuduh Rasulullah saw. kecuali dengan taduhan-tuduhan bohong belaka manakala mereka terdesak dan tidak mempunyai alasan lain, yaitu seperti perkataan mereka bahwa Muham. mad seorang tukang sihir yang memecah belah seseorang dengan istrinya. Terkadang mereka mengatakan bahwa Muhammad adalah seorang tukang ramal yang dapat meramal hal-hal gaib.<\/p>\n<p>Rasulullah saw. menamakan tahun istri dan pamannya meninggal dunia sebagai \u2018amul huzn (tahun kesedihan). Setelah Abu Thalib mening:gal dunia, orang-orang musyrik Quraisy dapat melancarkan tekanantekanan terhadap diri Rasulullah saw. yang belum pernah mereka lakukan sewaktu Abu Thalib masih hidup. Tekanan yang mereka lancarkan itu kian hari kian bertambah keras sehingga mereka berani menaburkan tanah di atas kepalanya ketika ia sedang berjalan, dan mereka pernah meletakkan kotoran kambing di tubuh Rasulullah saw. pada saat ia sedang menjalankan salat.<\/p>\n<p>Pada suatu hari orang-orang kafir Quraisy menarik-narik tubuh Rasulullah saw. di antara sesama mereka, lalu mereka mengatakan, \u201cEngkaukah orang yang hendak menjadikan tuhan-tuhan banyak menjadi satu Tuhan?\u201d<\/p>\n<p>Pada saat itu tidak ada seorang pun dari kalangan kaum Muslimin yang menyaksikan kejadian itu, berani maju untuk membebaskan Rasulullah saw. dari cengkeraman mereka karena kaum Muslimin pada saat itu masih lemah sekali. Akhirnya majulah Sahabat Abu Bakar dengan berani seraya berkata kepada mereka, \u201cApakah kalian hendak membunuh seorang lelaki yang hanya mengatakan, Rabb-ku-Allah?\u201d<\/p>\n<p>HIJRAH KE THAIF<\/p>\n<p>Tatkala Rasulullah saw. melihat orang-orang Quraisy mulai berani menghina dirinya, ia bermaksud pergi menemui orang-orang Bani Tsagif di kota Thaif. Rasulullah saw. pergi ke Thaif dengan maksud meminta bantuan dan pertolongan dari mereka untuk menghadapi kaumnya hingga ia dapat menunaikan perintah Allah swt., yaitu menyiarkan dakwah Islam.<\/p>\n<p>Orang-orang Thaif tinggal di dekat kota Makkah, dan pula Rasulullah saw. masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan mereka karena ibu Hasyim ibnu \u2018Abdu Manaf, yaitu \u2018Atikah as-Sulamiyyah, berasal dari Bani Salim ibnu Manshur, sedangkan Bani Salim ini adalah halif (sekutu) Bani Tsaqif.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-content-56035\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"35\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-56035\">\n<p>Rasulullah saw. berangkat menuju Thaif dengan ditemani bekas hamba sahayanya, yaitu Zaid ibnul-Haritsah. Sesampainya di Thaif Rasulullah di sambut oleh pemimpin-pemimpin Thaif. Mereka bertiga, yaitu \u2018Abdu Yalil, Mas\u2019ud, dan Habib, semuanya anak \u2018Amr ibnu \u2018Umair ats-Tsagafiy. Lalu Rasulullah saw. mengemukakan maksud kedatangannya,.yaitu meminta pertolongan dari mereka untuk membantunya sehingga ia dapat menunaikan dakwahnya. Akan tetapi, mereka menolak permintaan Rasulullah dengan tolakan yang buruk, dan Rasulullah saw. tidak melihat adanya tanda-tanda kebaikan pada diri mereka. Pada saat itu juga Rasulullah saw. meminta kepada mereka agar hal tersebut jangan mereka siarkan supaya orang-orang Quraisy tidak mengetahuinya. Jika orang-orang Quraisy mengetahui hal ini, niscaya tekanan mereka akan bertambah keras karena mereka mengetahui bahwa Rasulullah meminta bantuan dari orang-orang Thaif untuk memusuhi mereka.<\/p>\n<p>Akan tetapi, orang-orang Tsagif tidak mau memenuhi apa yang diharapkan oleh Rasulullah saw., bahkan sebaliknya, mereka mengirimkan orang-orang bodoh dan anak-anak mereka untuk berbaris di sepanjang jalan, lalu melempari Rasulullah saw. dengan batu. Akibat perlakuan tersebut Rasulullah saw. mengalami luka-luka berdarah. Pada saat itu Zaid ibnul-Haritsah selalu menjadi perisai Rasulullah dari lemparan batu. Akhirnya Rasulullah saw. sampai pada sebatang pohon anggur yang riudang, lalu berteduh di bawahnya. Pohon anggur itu terletak di sebelah kebun milik \u2018Atabah dan Syaibah. Keduanya anak Rabi\u2019ah, dan mereka merupakan musuh Rasulullah saw. Pada waktu itu mereka berada di dalam kebun itu. Melihat keduanya berada di situ, Rasulullah saw. tidak suka, tetapi ia hanya bisa berdoa dengan kata-kata berikut ini:<\/p>\n<p>Ya Allah, sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu tentang lemahnya kekuatan diriku dan remehnya aku di mata manusia, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang, Engkau adalah Rabb orang-orang yang lemah, dan Engkau adalah Rabb-ku, kepada siapa pun Engkau serahkan diriku selagi Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak perduli dengan hal itu. Tatkala kedua anak Rabi\u2019ah melihat Rasulullah saw. mengucapkan doa tersebut, keduanya merasa kasihan. Kemudian keduanya mengirimkan buah anggur kepada Rasulullah saw. melalui \u2018Addas, bekas hamba sahaya mereka yang beragama Nasrani. Tatkala Rasulullah saw. mulai memakannya, dia mengucapkan bismillahir-rahmanir-rahim (dengan menyebut hama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). \u2018Addas berkata, \u201cPerkataan itu belum pernah diucapkan oleh penduduk negeri ini.\u201d Lalu Rasulullah saw. bertanya, \u201cDari negeri manakah engkau, dan apa aga. mamu?\u201d \u2018Addas menjawab, \u201cAku pemeluk agama Nasrani dari Neinewi.\u201d) Rasulullah saw. bersabda, \u201cKalau begitu, engkau berasal dari kampung orang yang saleh, yaitu Yunus ibnu Matta (Matius).\u201d \u2018Addas bertanya keheranan, \u201cSiapakah yang mengajarimu tentang Yunus?\u201d Lalu Rasulullah membacakan kepadanya Al-Quran yang di dalamnya terdapat kisah ten. tang Nabi Yunus. Tatkala \u2018Addas mendengar hal tersebut, lalu ia langsung masuk Islam.<\/p>\n<p>Setelah itu datanglah malaikat Jibril seraya membawa pesan dari Allah swt. Lalu malaikat Jibril berkata, \u201cSesungguhnya Allah telah memerintahkan aku supaya menuruti apa yang kamu kehendaki terhadap kaummu oleh sebab apa yang telah mereka perbuat terhadap dirimu.\u201d Akan tetapi, Rasulullah saw. hanya berdoa:<\/p>\n<p>Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.<\/p>\n<p>Mendengar doa yang diucapkan oleh Rasulullah itu, malaikat Jibril berkata, \u201cBenarlah orang menamakanmu sebagai orang yang berhati lembut dan penuh dengan kasih sayang.\u201d<\/p>\n<p>Ketika Rasulullah saw. berada di Nakhlah, datanglah kepadanya serombongan jin untuk mendengarkan bacaan Al-Guran. Mereka adalah kaum jin yang berasal dari zaman Nabi Musa a.s. Tatkala mereka mendengar bacaan Al-Qur\u2019an dari Rasulullah saw., lalu mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan. Mereka memberitahukan kaumnya tentang Rasulullah saw. Lalu Allah swt. menurunkan firman-Nya ber: kenaan dengan mereka itu yaitu:<\/p>\n<p>Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (-nya), lalu mereka berkata, \u201cDiamlah kalian (untuk mendengarkannya).\u201d Ketika pembacaan telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata, \u201cHai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan melepaskan kalian dari azab yang redih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, dia tidak akan dapat melepaskan diri dari azab Allah di muka bum\u2019 dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.\u201d (Q.S. 46 Al-Ahqaf: 2932)<\/p>\n<p>Allah swt. telah menceritakan tentang jin ini dengan kisah yang cukup panjang, yaitu dalam surah Al-QQur\u2019an yang juga dinamai dengan nama mereka. Permulaan surah itu mengatakan:<\/p>\n<p>Katakanlah (hai Muhammad), \u201cTelah diwahyukan kepadaku bahwa telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al-Quran), :alu mereka berkata, \u201cSesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Quran yang menakJubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Rabb kami\u2026.\u201d (Q.5. 72 Al-Jin: 1-2). (*)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16498,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[73,180],"class_list":["post-16610","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-sejarah-kebudayaan-islam","blog-kat-sirah-nabawiyah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Nurul Yaqin (19): Perkawinan dengan Aisyah r.a dan Hijrah ke Thaif - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU \u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 18 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. PERKAWINAN DENGAN SITI &#039;AISYAH Selang sebulan kemudian\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Nurul Yaqin (19): Perkawinan dengan Aisyah r.a dan Hijrah ke Thaif - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU \u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 18 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. PERKAWINAN DENGAN SITI &#039;AISYAH Selang sebulan kemudian\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-09T12:01:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"338\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\\\/\",\"name\":\"Terjemah Nurul Yaqin (19): Perkawinan dengan Aisyah r.a dan Hijrah ke Thaif - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-06T11:56:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-09T12:01:42+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU \u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 18 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. PERKAWINAN DENGAN SITI 'AISYAH Selang sebulan kemudian\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"width\":600,\"height\":338,\"caption\":\"ilustrasi. (foto: ist\\\/*)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Nurul Yaqin (19): Perkawinan dengan Aisyah r.a dan Hijrah ke Thaif\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Nurul Yaqin (19): Perkawinan dengan Aisyah r.a dan Hijrah ke Thaif - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU \u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 18 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. PERKAWINAN DENGAN SITI 'AISYAH Selang sebulan kemudian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Nurul Yaqin (19): Perkawinan dengan Aisyah r.a dan Hijrah ke Thaif - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU \u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 18 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. PERKAWINAN DENGAN SITI 'AISYAH Selang sebulan kemudian","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2026-04-09T12:01:42+00:00","og_image":[{"width":600,"height":338,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/","name":"Terjemah Nurul Yaqin (19): Perkawinan dengan Aisyah r.a dan Hijrah ke Thaif - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","datePublished":"2026-04-06T11:56:09+00:00","dateModified":"2026-04-09T12:01:42+00:00","description":"BLOGGURU \u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 18 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. PERKAWINAN DENGAN SITI 'AISYAH Selang sebulan kemudian","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","width":600,"height":338,"caption":"ilustrasi. (foto: ist\/*)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-19-perkawinan-dengan-aisyah-r-a-dan-hijrah-ke-thaif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Nurul Yaqin (19): Perkawinan dengan Aisyah r.a dan Hijrah ke Thaif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/16610","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16610"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=16610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}