{"id":16612,"date":"2026-04-07T20:05:17","date_gmt":"2026-04-07T12:05:17","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=16612"},"modified":"2026-04-09T20:09:00","modified_gmt":"2026-04-09T12:09:00","slug":"terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/","title":{"rendered":"Terjemah Nurul Yaqin (21): Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj"},"content":{"rendered":"<div id=\"elementor-tab-title-56038\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"38\" aria-controls=\"elementor-tab-content-56038\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\">\n<p><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\"><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013\u00a0<\/a>Berikut ini lanjutan dari Part 20 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin.<\/p>\n<p><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\">ISRA&#8217; DAN MI&#8217;RAJ<\/a><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-56038\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"38\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-56038\">\n<p>Sebelum Rasulullah saw. melakukan hijrah ke madinah, terlebih dahulu Allah swt. memuliakannya dengan peristiwa Isra\u2019 dan Mi\u2019raj. Isra\u201d artinya perjalanan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. pada malam hari dari Makkah ke Baitul Magdis di Yerusalem, kemudian masih pada malam itu juga kembali ke Makkah. Adapun mi\u2019raj berarti dinaikkannya Rasulullah saw. ke alam langit.<\/p>\n<p>Ulama jumhur ahlus-sunnah wal-jama\u2019ah berpendapat bahwa hal tersebut dilakukan oleh Rasulullah saw. berikut jasadnya yang mulia. Siti \u201cAisyah r.a. melarang orang-orang mengatakan bahwa Muhammad telah melihat Rabb-nya. Ia berkata, \u201cBarang siapa mengatakan bahwa sesungguhnya Muhammad telah melihat Rabb-nya, maka berarti ia telah membuat suatu kebohongan yang besar terhadap Allah\u201d)\u201d<\/p>\n<p>Mengenai kisah Isra\u2019 dijelaskan dalam Al-Qur\u2019an yaitu<\/p>\n<p>Mahasuci Allah Yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil-Haram ke Masjidil-Agsha yang telah diberkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tandatanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. 17 Al-Isra\u2019: 1)<\/p>\n<p>Adapun mengenai kisah al-Mi\u2019raj telah disebutkan secara jelas dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui Sahabat Abas ibnu Malik r.a. Selanjutnya hadis ini dinukil oleh Al-Qadhi \u2018Iyadh dalam kitab Asy-Syifa. Sahabat Anas ibnu Malik r.a menceritakan bahwa Rasulullah saw. telah bersabda:<\/p>\n<p>Aku diberi kendaraan al-burag, ja adalah hewan yang lebih besar dari keledai, tetapi tidak sebesar bagal ia sekali melangkah dapat mencapai sejangkauan pandangan matanya. (Kemudian Rasulullah saw. melanjutkan ceritanya), lalu aku naiki kendaraan al-burag itu hingga sampai di Baitul-Magdis, kemudian aku tambatkan dia di tempat para nabi biasa menambatkan kendaraannya. Lalu aku memasuki Masjidil-Agsha dan melakukan salat dua raka\u2019at di dalamnya.<\/p>\n<p>Setelah itu aku keluar dan malaikat Jibril datang kepadaku seraya membawa dua buah wadah, yang satu berisi khamar sedangkan yang lain berisi susu. Akan letapi, aku memilih susu. Lalu malaikat Jibril berkata, \u201cEngkau ternyata telah memilih al-fitrah (dinul-Islam).\u201d Kemudian malaikat Jibril membawaku naik ke langit. Sesampainya di pintu langit malaikat Jibrit meminta pintu langit agar dibuka, lalu ada yang bertanya, \u201cSiapakah engkau?\u201d Malaikat Jibril menjawab, \u201cAku Jibril.\u201d Lalu ada yang ber. tanya lagi, \u201cSiapakah yang bersamamu?\u201d Malaikat Jibril menjawab, \u201cMuhammad.\u201d Ia bertanya lagi, \u201cApakah dia telah diutus untuk meng. hadap kepada-Nya?\u201d<\/p>\n<p>Malaikat Jibril menjawab, \u201cYa, dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya.\u201d Kemudian pintu terbuka. Tiba-tiba muncul Nabi Adam, lalu ia menyambutku dengan hangat sekali dan ia berdoa untuk kebaikanku. Selanjutnya malaikat Jibril membawaku naik ke langit yang kedua. Jibril meminta supaya pintu dibuka. Lalu ada yang bertanya, \u201cSiapakah engkau?\u201d Jibril menjawab, \u201cAku Jibril.\u201d Ia bertanya lagi, \u201cDan siapakah yang bersamamu itu?\u201d Jibril menjawab, \u201cMuhammad.\u201d Ia bertanya, \u201cApakah ia telah diutus kepada-Nya?\u201d Jibril menjawab, \u201cYa dia telah diutus untuk menghadap kepada-Nya.\u201d Lalu pintu dibuka. Tiba-tiba aku bertemu dengan dua orang nabi anak bibiku, yaitu Yahya dan \u2018Isa ibnu Maryam. Keduanya menyambutku dengan hangat, dan keduanya berdoa untuk kebaikanku.<\/p>\n<p>Kemudian Jibril membawaku naik ke langit yang ketiga, dan malaikat Jibril mengulangi apa yang telah dikatakan sebelumnya. Lalu pintu langit dibuka untuk kami. Maka tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Yusuf, dan ternyata dip telah dianugerahi separuh kegantengan. Lalu ia menyambut: ku dengan hangat dan mendoakan kebaikan untukku. Lalu Jibril membawaku naik ke langit yang keempat, dan in mengulangi lagi tanya-jawab yang semula tadi. Kemudian pintu langit dibuka, dan tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Idris. Ia menyambutku dengan hangat dan mendoakan kebaikan untukku. Allah telah berfirman dalam surah Maryam, \u201cDan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi\u201d (Q.S. 19 Maryam: 57).<\/p>\n<p>Kemudian Jibril membawaku naik ke langit yang kelima, dan ia menyebutkan jawaban yang seperti semula. Maka tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Harun, lalu ia menyambutku dengan hangat dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian malaikat Jibril membawaku naik ke langit yang keenam, dan ia memberikan jawaban seperti semula. Tiba-tiba aku bertemu dengan nabi Musa, lalu ia menyambutku dengan hangat dan mendoakan kebaikan untukku.<\/p>\n<p>Kemudian malaikat Jibril membawaku naik ke langit yang ketujuh, lalu ia menyebutkan jawaban seperti semula. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Ibrahim yang sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma\u2019mur. Ternyata baitul Ma\u2019mur itu setiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat di mana mereka tidak kembali lagi ke situ (sesudah memasukinya). Kemudian malaikat Jibril membawaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya sebesar telinga gajah dan buahnya seperti gentong yang besar. Maka tatkala ia tertutup oleh perintah Rabb-ku (tertutup oleh nur Rabb), tiba-tiba ia berubah. Kala itu ia tampak sangat indah sehingga tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang mampu menggambarkan keindahannya.<\/p>\n<p>Kemudian Allah swt. memberikan wahyu kepadaku (secara langsung). Dia mewajibkan kepadaku dan umatku ibadah salat sebanyak lima puluh kali untuk setiap siang dan malam hari. Kemudian aku turun menemui Nabi Musa, dan Nabi Musa bertanya, \u201cApakah yang telah diwajibkan oleh Raab-mu terhadap umatmu?\u201d Lalu aku jawab, \u201cLima puluh kali salat.\u201d Nabi Musa berkata. \u201cKembalilah menemui Rabb-mu, dan mintalah keringanan daripadaNya karena sesungguhnya umatmu tidak akan mampu melakukan hal tersebut, sebab aku telah menguji dan mencoba kaum bani Israil.\u201d (Sahabat Anas r.a. melanjutkan ceritanya).<\/p>\n<p>Maka aku kembali kepada Rabb-ku, dan aku berkata kepada-Nya, \u201cWahai Rabb-ku ringankanlah beban umatku.\u201d Lalu Dia mengurangi kewajiban itu sebanyak lima shalat.\u00a0Setelah itu aku kembali kepada Nabi Musa, lalu aku berkata bahwa Dia telah menguranginya kepadaku sebanyak lima salat. Nabi Musa berkata, \u201cSesungguhnya umatmu tidak akan mampu melakukan hal tersebut, maka sebaiknya engkau kembali kepada Rabb-mu, untuk meminta keringanan daripada-Nya (Sahabat Anas r.a. melanjutkan cerita Nabi saw.)<\/p>\n<p>Pada saat itu aku masih tetap mondar-mandir antara Rabb-ku dan Nabi Musa sehingga pada akhirnya Allah swt. memutuskan perkara-Nya melalui firman-Nya: \u201cHai Muhammad, sesungguhnya kewajiban-kewajiban tersebut adalah lima kali salat untuk setiap hari dan semalamnya: bagi setiap shalat (sebagai pengganti dari) sepuluh (shalat), maka semuanya menjadi genap lima puluh kali salat. Dan barang siapa yang berniat untuk melakukan kebaikan, kemudian ia tidak melaksanakan niatnya itu, maka dituliskan baginya pahala satu kebaikan. Dan barang siapa yang berniat untuk melakukan kebaikan, kemudian ternyata ia melakukannya, maka dituliskan baginya pahala sepuluh kali kebaikan. Dan barang siapa yang berniat untuk melakukan keburukan, kemudian ia tidak mengerjakannya, maka tidak dituliskan baginya sesuatu pun. Dan barang siapa berniat untuk melakukan keburukan, kemudian ternyata ia melakukannya, maka ditulislah baginya dosa satu kali keburukan.\u201d (Sahabat Anas r.a. melanjutkan kisah nabi saw.). Kemudian aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa, lalu aku ceritakan kepadanya apa yang telah aku alami. Akan tetapi, ia masih tetap mengatakan, \u201cKembalilah kepada Rabb-mu, dan mintalah keringanan lagi daripada-Nya. Maka aku jawab, \u201cAku telah bolak-balik kepada Rabb-ku sehingga aku merasa malu terhadap-Nya.\u201d (Hadis diriwayatkan oleh Syaikhain melalui sahabat Anas ibnu Malik r.a.)<\/p>\n<p>Pada malam itu juga Rasulullah saw. kembali turun ke bumi. Kemudian pada keesokan harinya Rasulullah saw. berangkat menuju ke tempat orang Quraisy berkumpul. Di situ Rasulullah saw. didatangi oleh Abu Jahal Rasulullah saw. langsung bercerita kepadanya tentang apa yang telah dialaminya semalam. Sebelum Rasulullah saw. bercerita, Abu Jahal berseru, \u201cHai Bani Ka\u2019b ibnu Luay, kemarilah kalian semua.\u201d Maka semua orang kafir Quraisy datang berkumpul kepadanya.<\/p>\n<p>Kemudian Rasulullah saw. menceritakan kepada mereka hal tersebut. Sebagian di antara mereka bertepuk tangan (mengejek) dan sebagian yang lain meletakkan tangan pada kepala mereka masing-masing sebagai ungkapan rasa takjub, tetapi dibarengi rasa ingkar. Ternyata peristiwa itu mengakibatkan murtadnya orang-orang yang masih lemah imannya. Selanjutnya orang-orang bergegas menemui Abu Bakar, tetapi Abu Bakar berkata kepada mereka, \u201cJika benar Rasulullah mengatakan hal tersebut, niscaya apa yang dikatakannya itu benar.\u201d Mereka bertanya, \u201cApakah engkau percaya kepada ceritanya itu\u201d Sahabat Abu Bakar menjawab, \u201cSesungguhnya aku percaya kepadanya lebih jauh dari itu.\u201d Sejak saat itu sahabat Abu Bakar dijuluki Ash-Shiddig.<\/p>\n<p>Kemudian orang-orang kafir mulai menguji kebenaran cerita Rasulullah saw. itu. Mereka menanyakan spesifikasi tentang Baitul-Magdis. Pada saat itu di kalangan mereka terdapat beberapa orang yang telah melihat Baitul-Magdis. Adapun Rasulullah saw. belum pernah melihatnya sebelum peristiwa Isra\u2019 dan Mi\u2019raj itu. Allah swt. menampakkan Baitul-Magdis kepada Rasulullah sehingga ia mampu menggambarkan kepada mereka, pintu demi pintu dan tempat demi tempat. Mereka berkata, \u201cMengenai spesifikasinya memang benar. Sekarang coba engkau beritahukan kepada kami tentang iring-iringan ekspedisi kami.\u201d<\/p>\n<p>Memang iring-iringan ekspedisi niaga mereka pada saat itu sedang dalam perjalanan kembali dari negeri Syam. Selanjutnya Rasulullah saw. memberitahukan kepada mereka tentang jumlah unta yang dipakai dan pula mengenai keadaannya. Kemudian ia mengatakan bahwa mereka akan datang pada hari anu bersamaan dengan terbitnya matahari pada hari tersebut, sedangkan yang berada paling depan adalah unta yang paling muda. Pada hari yang telah diisyaratkan oleh Rasululalh itu mereka keluar menuju ke lembah, lalu seseorang dari mereka berkata, \u201cDemi Allah, memang benar sekarang matahari telah terbit.\u201d Sedangkan orang yang lainnya mengatakan, \u201cDemi Allah, coba lihat, iring-iringan kita itu telah datang, dan yang paling depan adalah unta yang paling muda, persis seperti yang diberitakan oleh Muhammad.\u201d<\/p>\n<p>Akan tetapi, kenyataan tersebut hanyalah membuat mereka semakin ingkar dan besar kepala sehingga akhirnya mereka mengatakan, \u201cIni adalah perbuatan sihir yang nyata.\u201d<\/p>\n<p>Pada pagi hari setelah malamnya Rasulullah melakukan Isra\u2019, malaikat Jibril datang mengajarkan cara salat dan ketentuan waktu pelaksanaannya kepada Rasulullah saw. Malaikat Jibril memberikan contoh kepada Rasulullah saw. Ia melakukan salat dua rakaat sewaktu fajar menyingsing (salat subuh), empat rakaat sewaktu matahari tergelincir sedikit dari tengah, empat rakaat lagi sewaktu bayangan mencapai dua kali lipat panjangnya, tiga rakaat sewaktu matahari tenggelam, dan empat rakaat sewaktu mega merah lenyap. Sebelum disyariatkannya ibadat salat lima waktu, Rasulullah saw. hanya melakukan salat dua rakaat pada pagi hari dan dua rakaat pada sore harinya seperti yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s. (*)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16498,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[73,180],"class_list":["post-16612","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-sejarah-kebudayaan-islam","blog-kat-sirah-nabawiyah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Nurul Yaqin (21): Isra&#039; dan Mi&#039;raj - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 20 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. ISRA&#039; DAN MI&#039;RAJ Sebelum Rasulullah saw. melakukan hijrah\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Nurul Yaqin (21): Isra&#039; dan Mi&#039;raj - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 20 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. ISRA&#039; DAN MI&#039;RAJ Sebelum Rasulullah saw. melakukan hijrah\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-09T12:09:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"338\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\\\/\",\"name\":\"Terjemah Nurul Yaqin (21): Isra' dan Mi'raj - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-07T12:05:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-09T12:09:00+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 20 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. ISRA' DAN MI'RAJ Sebelum Rasulullah saw. melakukan hijrah\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"width\":600,\"height\":338,\"caption\":\"ilustrasi. (foto: ist\\\/*)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Nurul Yaqin (21): Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Nurul Yaqin (21): Isra' dan Mi'raj - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 20 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. ISRA' DAN MI'RAJ Sebelum Rasulullah saw. melakukan hijrah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Nurul Yaqin (21): Isra' dan Mi'raj - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 20 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. ISRA' DAN MI'RAJ Sebelum Rasulullah saw. melakukan hijrah","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2026-04-09T12:09:00+00:00","og_image":[{"width":600,"height":338,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/","name":"Terjemah Nurul Yaqin (21): Isra' dan Mi'raj - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","datePublished":"2026-04-07T12:05:17+00:00","dateModified":"2026-04-09T12:09:00+00:00","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 20 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. ISRA' DAN MI'RAJ Sebelum Rasulullah saw. melakukan hijrah","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","width":600,"height":338,"caption":"ilustrasi. (foto: ist\/*)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-21-isra-dan-miraj\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Nurul Yaqin (21): Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/16612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16612"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=16612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}