{"id":16614,"date":"2026-04-08T20:13:35","date_gmt":"2026-04-08T12:13:35","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=16614"},"modified":"2026-04-09T20:17:27","modified_gmt":"2026-04-09T12:17:27","slug":"terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/","title":{"rendered":"Terjemah Nurul Yaqin (23): Bai&#8217;at Aqabah yang Pertama dan Kedua"},"content":{"rendered":"<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-56041\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"41\" aria-controls=\"elementor-tab-content-56041\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\">\n<p><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\"><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013\u00a0<\/a>Berikut ini lanjutan dari Part 22 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin.<\/p>\n<p><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\">BAI&#8217;AT AQABAH YANG PERTAMA<\/a><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-56041\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"41\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-56041\">\n<p>Tahun berikutnya telah tiba. Datanglah sebanyak dua belas orang lelaki dari kalangan mereka, sepuluh orang dari kabilah Khazraj, sedangkan yang dua orang lainnya dari kabilah Aus. Mereka adalah As\u2019ad ibnu Zararah dan \u2018Auf serta Mu\u2019adz, keduanya anak Al-Harits: Rafi\u2019 ibnu Malik: Dzakwan ibnu Qais: \u2018Ubadan ibnushShamit, Yazid ibnu Tsa\u2019labah, Al-\u2018Abbas ibnu \u2018Ubadah, \u2018Agabah ibnu \u2018Amir, dan Qathabah ibnu \u2018Amir, semuanya dari kabilah Khazraj: Abul Haitsam ibnu Taihan serta \u2018Uwaim ibnu Sa\u2019idah, dari kabilah \u2018Aus.<\/p>\n<p>Mereka semua berkumpul di \u2018Aqabah dan masuk Islam serta berbai\u2019at kepada Rasulullah saw. seperti bai\u2019atnya kaum wanita karena pada masa itu perang (jihad) masih belum diwajibkan. Yaitu hendaknya mereka tidak menyekutukan Allah dengan apa pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak boleh membunuh anak-anak mereka, tidak boleh melakukan perbuatan dusta di antara tangan dan kaki mereka, dan tidak boleh mendurhakai Allah dalam perkara makruf (kebajikan). Apabila mereka menunaikan janji, bagi mereka surga sebagai pahalanya. Apabila mereka melakukan kecurangan di antara salah satunya, perkara mereka terserah kepada Allah. Jika Allah swt. menghendaki memberikan ampunan kepada mereka, niscaya Dia akan memberikan ampunan, dan jika Dia menghendaki azab, niscaya Dia akan mengazab mereka. Bai\u2019at ini adalah bai\u2019at \u2018Agabah yang pertama.<\/p>\n<p>Selanjutnya Rasulullah saw. mengirimkan kepada mereka Mush\u2019ab ibnu \u2018Umair al-\u2018Abdari dan \u201cAbdullah ibnu Ummi Maktum, anak bibi Siti Khadijah, dengan membawa tugas membacakan Al-Qur\u2019an kepada mereka dan mengajari mereka agama Islam. Mush\u2019ab tinggal di rumah salah seorang yang telah berbai\u2019at, yaitu Abu Umamah, nama aslinya ialah As\u2019ad ibnu Zarrarah. Kemudian Mush\u2019ab aktif mengajak sisa-sisa orang Aus dan Khazraj yang belum masuk Islam untuk masuk Islam.<\/p>\n<p>Ketika pada suatu hari Mush\u2019ab sedang duduk-duduk di sebuah kebun bersama As\u2019ad ibnu Zarrarah, tiba-tiba Sa\u2019ad ibnu Mu\u2019adz, pemimpin kabilah Aus, berkata kepada Usaid ibnu Hudhair, saudara misan As\u2019ad, \u201cTidakkah engkau bertindak terhadap dua orang lelaki itu, yang keduanya datang untuk mencekoki orang-orang lemah di antara kita? Cegahlah keduanya oleh engkau.\u201d Lalu Usaid berdiri menghunus tombak pendeknya untuk menemui kedua utusan itu. Akan tetapi, ketika As\u2019ad melihatnya datang, ia memberikan penjelasan kepada Mush\u2019ab, \u201cIni adalah pemimpin kaumnya. Ia datang kepada engkau, maka berikanlah petunjuk jalan Allah kepadanya.\u201d<\/p>\n<p>Tatkala Usaid datang di hadapan kedua utusan itu, ia berkata, \u201cApakah gerangan yang menyebabkan kedatangan kalian berdua sehingga kalian berani mencekoki orang-orang lemah di antara kami? Apakah kalian berdua mempunyai keperluan tertentu?\u201d Lalu Mush\u2019ab berkata kepadanya, \u201cTenanglah, silakan engkau duduk dulu, kemudian dengarkanlah apa yang akan kusampaikan. Jika engkau suka perkara yang akan kusampaikan itu, engkau boleh menerimanya, dan jika engkau tidak menyukainya, maka aku akan menahan diriku, tidak melakukan apa yang tidak engkau sukai terhadap diri engkau.\u201d Kemudian Mush\u2019ab membacakan Al-Qur\u2019an kepadanya.<\/p>\n<p>Akhirnya Usaid menganggap bahwa agama Islam itu baik dan mendapat hidayah dari Allah, karena itu ia membaca Syahadat (masuk Islam). Lalu ia kembali menemui Sa\u2019ad ibnu Muw\u2019adz. Sa\u2019ad bertanya kepadanya mengenai apa yang telah dilakukannya terhadap kedua utusan Nabi itu. Usaid menjawab, \u201cDemi Allah, menurut pendapatku kedua orang itu tidak apa-apa setelah aku melihatnya.\u201d<\/p>\n<p>Setelah mendapat jawaban tersebut Sa\u2019ad ibnu Mu\u2019adz marah-marah, lalu ia segera berangkat untuk menemui keduanya. Mush\u2019ab pun melakukan hal yang sama, dan ternyata Allah swt. memberinya petunjuk sehingga ia pun masuk Islam seperti Usaid tadi. Kemudian ia kembali bergabung dengan orang-orang Bani \u2018Abdul-Asyhal. Mereka adalah salah satu puak kabilah Aus. Ia berkata kepada mereka, \u201cBagaimana anggapan kalian terhadap diriku ini?\u201d<\/p>\n<p>Mereka menjawab, \u201cEngkau adalah pemimpin kami dan anak pemimpin kami.\u201d Sa\u2019d berkata kepada mereka, \u201cKaum lelaki dan kaum perempuan kalian haram berbicara denganku sebelum kalian mau masuk Islam.\u201d Akhirnya semua keluarga Bani \u2018Abdul-Asyhal masuk Islam dan memenuhi ajakan Sa\u2019d ibnu Mu\u2019adz. Akhirnya agama Islam menyebar ke seluruh rumah di kota Madinah, sehingga tiada obrolan lain bagi mereka kecuali masalah agama Islam.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"elementor-toggle-item\">\n<div id=\"elementor-tab-title-56042\" class=\"elementor-tab-title elementor-active\" tabindex=\"0\" role=\"button\" data-tab=\"42\" aria-controls=\"elementor-tab-content-56042\" aria-expanded=\"true\" aria-selected=\"true\"><i class=\"elementor-toggle-icon-opened fas fa-minus\"><\/i><a class=\"elementor-toggle-title\" tabindex=\"0\">BAI&#8217;AT AQABAH YANG KEDUA<\/a><\/div>\n<div id=\"elementor-tab-content-56042\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix elementor-active\" role=\"region\" data-tab=\"42\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-56042\">\n<p>Pada musim haji berikutnya, yaitu setahun setelah Bai\u2019at \u2018Agabah. Pertama, datanglah ke Makkah sebagian besar dari mereka dengan maksud menunaikan ibadah haji. Di antara mereka terdapat pula orang-orang yang masih musyrik. Utusan mereka menghadap Rasulullah saw.dan menyampaikan pesan bahwa mereka berjanji akan bertemu dengan Rasulullah saw. pada malam hari di \u2018Agabah.<\/p>\n<p>Kemudian Rasulullah saw. berpesan kepada mereka agar mereka jangan sampai membangunkan orang-orang yang sedang tidur nyenyak, dan jangan pula mereka menunggu-nunggu orang yang tidak ada. Semua kegiatan ini dilakukan secara tersembunyi dan sangat rahasia agar Orang-orang musyrik Quraisy tidak mengetahuinya. Jika sampai mereka mengetahui hal ini, niscaya mereka akan mencegah apa yang telah mereka sepakati sejak semula bersama Rasulullah saw.<\/p>\n<p>Setelah orang-orang Anshar menunaikan hajinya, mereka bergerak menuju ke tempat pertemuan yang telah dijanjikan secara sembunyisembunyi supaya tidak diketahui oleh rekan-rekan mereka yang musyrik. Hal itu mulai mereka lakukan setelah malam hari berlangsung sepertiganya (sekitar jam 10.00 malam). Mereka berangkat seorang demi seorang tanpa ribut-ribut sehingga jumlah mereka lengkap berada di tempat. Jumlah mereka semua ada tujuh puluh tiga orang. Di antara mereka terdapat enam puluh dua orang dari kabilah Khazraj, sedangkan sebelas orang lain. nya berasal dari kabilah Aus. Ikut dengan mereka ada dua orang perem. puan, yaitu Nasibah binti Ka\u2019b dari Bani Najjar dan Asma binti \u2018Amr dari Bani Salamah.<\/p>\n<p>Rasulullah saw. menemui mereka di tempat tersebut. Ia diikuti oleh Al-\u2018Abbas ibnu \u2018Abdul-Muththalib yang pada saat itu masih memeluk aga. ma kaumnya, tetapi ia ingin menghindari perkara keponakannya itu supaya ia yakin dan melihat sendiri apa yang akan dilakukannya. Setelah mereka berkumpul, Al-\u2018Abbas mengatakan kepada mereka bahwa keponakannya ini masih tetap disegani di kalangan kaumnya sehingga tiada seorang pun dari kalangan kaumnya yang menampakkan permusuhan dan kebencian terhadapnya dan mencelakakannya. Bahkan sebaliknya, mereka sendirilah yang menanggung banyak penderitaan dan keresahan dalam menghadapinya.<\/p>\n<p>Selanjutnya Al-\u2018 Abbas menegaskan kepada mereka, \u201cBila kalian benar-benar akan menepati janji kalian terhadapnya sesuai dengan apa yang telah kalian utarakan kepadanya, maka kalian benar-benar harus siap membelanya dari perlakuan orang-orang yang menentangnya, siap sedia menanggung segala akibatnya. Bila kalian tidak bersedia melakukan hal tersebut, biarkanlah dia berada di kalangan keluarganya, sebab keluarganya berada dalam kedudukan yang besar (yang mampu melindunginya).\u201d<\/p>\n<p>Lalu pemimpin mereka selaku juru bicara mereka semua, yaitu Al-Barra ibnu Ma\u2019rur, berkata, \u201cDemi Allah, seandainya kami mempunyai sesuatu yang hendak kami katakan kepadanya, niscaya kami akan mengatakannya. Akan tetapi, kami datang ke sini tiada lain hanya demi memenuhi janji dan percaya serta siap mengorbankan jiwa demi Rasulullah.\u201d Kemudian pada saat itu mereka semua berkata kepada Rasulullah saw, \u201cAmbillah (dari kami) demi engkau dan Rabb-engkau apa-apa yang engkau sukai.\u201d Maka Rasulullah saw. berkata kepada mereka, \u201cAku mensyaratkan kepada kalian, demi Rabb-ku, hendaklah kalian menyembah-Nya semata, dan jangan sekali-kali kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Aku mensyaratkan kepada kalian untukku, hendaknya kalian mempertahankan diriku sebagaimana kalian mempertahankan perempuan-perempuan dan anakanak kalian sendiri bilamana aku datang kepada kalian.\u201d<\/p>\n<p>Kemudian Al-Haitsam ibnut-Taihan berkata kepada Rasulullah saw., \u201cWahai Rasulullah, sesungguhnya di antara kami dan orang-orang lain terdapat ikatan perjanjian, dan kami telah siap untuk memutuskannya. Apakah jika kami melakukan hal tersebut, kemudian ternyata Allah swt. menyuruh engkau kembali kepada kaum engkau lalu engkau membiarkan kami begitu saja?\u201d Mendengar perkataan tersebut Rasulullah saw. tersenyum, lalu berkata, \u201cTidak, tetapi darah dengan darah dan kehancuran dengan kehancuran.\u201d Artinya, bila mereka ingin menuntut darah, maka Rasulullah akan menuntutnya: dan bila mereka ingin menyia-nyiakannya, niscaya Rasulullah akan menyia-nyiakan mereka pula. Atau dengan kata lain, Rasulullah saw. siap sehidup-semati dengan mereka.<\/p>\n<p>Sejak saat itu mulailah pembai\u2019atan, Bai\u2019at ini dinamakan Bai\u201dat \u201cAgabah kedua. Kemudian mulailah orang-orang Anshar membai\u2019at Rasulullah saw. sesuai dengan apa yang dimintanya. Orang yang mula-mula berbai\u2019at ialah As\u2019ad ibnu Zarrarah, tetapi menurut pendapat lain adalah Al-Barra ibnu Ma\u2019rur.<\/p>\n<p>Kemudian Rasulullah saw. memilih dua belas orang di antara mereka dari setiap keluarga diambil seorang, untuk dijadikan sebagai pemimpin mereka, sembilan orang dari kabilah Khazraj dan tiga orang dari kalangan kabilah Aus. Mereka adalah Abul-Haitsam ibnut-Taihan, As\u2019ad ibnu Zarrarah, Usaid ibnu Hudhair, Al-Barra ibnu Ma\u2019rur, Rafi\u201d ibnu Malik, Sa\u2019d ibnu Khaitsamah, Sa\u2019d ibnur-Rabi\u201d\u2019, Sa\u2019d ibnu \u2018Ubadah, \u2018Abdullah ibnu Rawwahah, \u2018Abdullah \u2018Amr, \u2018Ubadah ibnush-Shamit, dan Al-Mundzir ibnu \u2018Arnr.<\/p>\n<p>Selanjutnya Rasulullah saw. berkata kepada mereka, \u201cKalian adalah para pelindung kaum kalian sebagaimana kaum Hawariyin melindungi \u2018Isa ibnu Maryam, dan aku adalah pelindung kaumku.\u201d Akan tetapi, sudah merupakan kehendak Allah swt. Akhirnya berita pembai\u2019atan ini sampai juga ke telinga orang-orang musyrik QQuraisy. Mereka mendatangi perkemahan orang-orang Anshar, lalu mereka berkata, \u201cHai orang-orang Khazraj, aku dengar kalian telah mendatangi Muhammad dan kalian akan mengeluarkannya dari tanah air kami, kemudian kalian telah berbai\u2019at kepadanya untuk memerangi kami.\u201d<\/p>\n<p>Akan tetapi, kaum Anshar membantah hal tersebut. Orang-orang musyrik yang datang dari Madinah bersama kaum Anshar, yaitu mereka yang tidak menghadiri bai\u2019at tersebut, bersumpah kepada kaum musyrikin QQuraisy bahwa teman-teman mereka pada malam itu tidak pergi ke mana-mana dan tidak melakukan apa-apa (karena mereka tidak tahu, pen.) sehingga \u2018Abdullah ibnu Ubay, seorang pemimpin dari kabilah Khazraj berkata, \u201cJika memang kaumku melakukan sesuatu dari hal-hal tersebut, niscaya mereka mengikutsertakan diriku.\u201d (*)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16498,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[73,180],"class_list":["post-16614","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-sejarah-kebudayaan-islam","blog-kat-sirah-nabawiyah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Nurul Yaqin (23): Bai&#039;at Aqabah yang Pertama dan Kedua - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 22 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. BAI&#039;AT AQABAH YANG PERTAMA Tahun berikutnya telah tiba.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Nurul Yaqin (23): Bai&#039;at Aqabah yang Pertama dan Kedua - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 22 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. BAI&#039;AT AQABAH YANG PERTAMA Tahun berikutnya telah tiba.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-09T12:17:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"338\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\\\/\",\"name\":\"Terjemah Nurul Yaqin (23): Bai'at Aqabah yang Pertama dan Kedua - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-08T12:13:35+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-09T12:17:27+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 22 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. BAI'AT AQABAH YANG PERTAMA Tahun berikutnya telah tiba.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg\",\"width\":600,\"height\":338,\"caption\":\"ilustrasi. (foto: ist\\\/*)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Nurul Yaqin (23): Bai&#8217;at Aqabah yang Pertama dan Kedua\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Nurul Yaqin (23): Bai'at Aqabah yang Pertama dan Kedua - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 22 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. BAI'AT AQABAH YANG PERTAMA Tahun berikutnya telah tiba.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Nurul Yaqin (23): Bai'at Aqabah yang Pertama dan Kedua - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 22 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. BAI'AT AQABAH YANG PERTAMA Tahun berikutnya telah tiba.","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2026-04-09T12:17:27+00:00","og_image":[{"width":600,"height":338,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/","name":"Terjemah Nurul Yaqin (23): Bai'at Aqabah yang Pertama dan Kedua - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","datePublished":"2026-04-08T12:13:35+00:00","dateModified":"2026-04-09T12:17:27+00:00","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013\u00a0Berikut ini lanjutan dari Part 22 dari Kitab Nurul Yaqin fi Sirah Sayyidil Mursalin. BAI'AT AQABAH YANG PERTAMA Tahun berikutnya telah tiba.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ilustrasi-turunnya-al-quran-1772617390604_169.jpg","width":600,"height":338,"caption":"ilustrasi. (foto: ist\/*)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-nurul-yaqin-23-baiat-aqabah-yang-pertama-dan-kedua\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Nurul Yaqin (23): Bai&#8217;at Aqabah yang Pertama dan Kedua"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/16614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16614"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=16614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}