{"id":17170,"date":"2026-10-01T09:59:37","date_gmt":"2026-10-01T01:59:37","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=17170"},"modified":"2026-10-01T20:14:37","modified_gmt":"2026-10-01T12:14:37","slug":"secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/","title":{"rendered":"Secangkir Kopi di Tengah Ribuan Kata"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong><\/em> *)<\/p>\n<p>Related Post:\u00a0<a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/transformasi-digital-pesantren-untuk-mencetak-pemimpin-masa-depan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Transformasi Digital Pesantren untuk Mencetak Pemimpin Masa Depan<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211;\u00a0Menjadi guru sekaligus sebagai penulis berarti akrab dengan kata-kata.\u00a0Setiap hari ada begitu banyak kata yang harus disampaikan, dijelaskan, diulang, dan kadang-kadang diterjemahkan kembali agar dapat dipahami oleh murid, siswa atau santri.<\/p>\n<p>Ya, Ada pertanyaan yang datang bertubi-tubi, ada rasa ingin tahu yang harus dilayani, ada jawaban yang harus dicari, ada tugas yang harus diperiksa, dan ada berbagai macam karakter yang harus dihadapi dengan kesabaran.<\/p>\n<p>Di dalam ruang kelas, guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan. Guru juga berhadapan dengan remaja yang sedang tumbuh, mencari arah, membangun keberanian untuk bertanya, dan perlahan-lahan menemukan cara mereka sendiri dalam memahami dunia.\u00a0Karena itu, menjadi guru sekaligus sebagai penulis sesungguhnya adalah pekerjaan yang sangat dekat dengan kata-kata, pikiran, dan perasaan.<\/p>\n<p>Dan di tengah kesibukan itu, saya menemukan satu teman yang sederhana: kopi.\u00a0Bukan karena saya menganggap kopi sebagai sesuatu yang istimewa secara berlebihan. Bukan pula karena setiap persoalan hidup dapat diselesaikan dengan secangkir kopi. Kopi tetaplah kopi\u2014minuman yang memiliki rasa, aroma, karakter, dan kandungan tertentu.<\/p>\n<p>Tetapi bagi saya, kopi memiliki satu fungsi yang lebih sederhana dan lebih manusiawi: ia memberi jeda.\u00a0Jeda dari ribuan kata.\u00a0Jeda dari pertanyaan.\u00a0Jeda dari kesibukan.\u00a0Jeda dari rutinitas.\u00a0Dan yang paling penting, jeda untuk kembali menemukan diri sendiri.<\/p>\n<p>Kadang-kadang, setelah berjam-jam mengajar dan menulis, saya membutuhkan beberapa menit untuk duduk diam. Tidak ada papan tulis yang harus dijelaskan. Tidak ada buku yang harus dibuka. Tidak ada pertanyaan yang harus segera dijawab.\u00a0Hanya ada secangkir kopi. Ya,\u00a0Dari sanalah, pikiran seperti diberi kesempatan untuk bernapas.<\/p>\n<p>Saya menikmati kopi bukan semata-mata karena rasa pahitnya. Ada kenikmatan tersendiri ketika aroma kopi perlahan memenuhi ruang, ketika uapnya naik dari cangkir, dan ketika tegukan pertama memberi tanda bahwa untuk beberapa menit saya tidak perlu terburu-buru.<\/p>\n<p>Di tengah kehidupan yang menuntut semuanya serba cepat, kopi mengajarkan saya tentang perlambatan.\u00a0Dan bagi seorang guru, halnya dengan penulis juga begitu, sesungguhnya membutuhkan perlambatan itu.\u00a0Sebab mengajar dan menulis bukan hanya soal seberapa banyak materi yang dapat disampaikan dalam satu pertemuan. Mengajar juga tentang bagaimana guru menghadirkan suasana belajar yang membuat murid merasa nyaman untuk bertanya, berani mengemukakan pendapat, dan tidak takut melakukan kesalahan.<\/p>\n<div id=\"attachment_17173\" style=\"width: 444px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-17173\" class=\"wp-image-17173 \" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20260110_160139_760.jpg\" alt=\"Jeda diantara menulis dan mengajar. (foto: ettaadil)\" width=\"434\" height=\"664\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20260110_160139_760.jpg 550w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20260110_160139_760-196x300.jpg 196w\" sizes=\"auto, (max-width: 434px) 100vw, 434px\" \/><p id=\"caption-attachment-17173\" class=\"wp-caption-text\"><em>Jeda diantara menulis dan mengajar. (foto: ettaadil)<\/em><\/p><\/div>\n<p>Di sinilah saya melihat hubungan yang menarik antara kopi, pembelajaran dan menulis.\u00a0Murid-murid mungkin belum mengenal kopi sebagai sebuah jeda. Bagi sebagian mereka, kopi mungkin sekadar minuman orang dewasa, sesuatu yang pahit, atau bahkan sesuatu yang belum mereka perlukan.<\/p>\n<p>Tetapi mereka mengenal sesuatu yang jauh lebih penting: kebutuhan untuk berhenti sejenak.\u00a0Berhenti dari tekanan.\u00a0Berhenti dari rutinitas.\u00a0Berhenti dari ketegangan.\u00a0Berhenti agar dapat kembali belajar dengan pikiran yang lebih segar.\u00a0Maka, ketika saya menikmati kopi di sela-sela kesibukan mengajar, sesungguhnya saya sedang belajar tentang bagaimana menciptakan ruang jeda dalam pembelajaran.<\/p>\n<p>Sebab pembelajaran yang menyenangkan tidak selalu lahir dari metode yang rumit. Kadang-kadang ia lahir dari suasana yang membuat seseorang merasa dihargai, didengar, dan diberi kesempatan untuk bernapas.<\/p>\n<p>Guru yang terlalu sibuk mengejar target materi bisa saja lupa bahwa di hadapannya ada manusia.\u00a0Guru yang terlalu banyak berbicara bisa saja lupa bahwa murid juga membutuhkan kesempatan untuk berbicara.\u00a0Guru yang terlalu fokus memberikan jawaban bisa saja lupa bahwa pertanyaan sering kali jauh lebih penting daripada jawaban itu sendiri.<\/p>\n<p>Maka, secangkir kopi bagi saya adalah semacam pengingat kecil: perlambatlah sedikit. Dengarkan. Amati. Nikmati prosesnya.\u00a0Di dalam kelas, saya berhadapan dengan ribuan kata. Tetapi tidak semua hal harus diselesaikan dengan kata-kata.\u00a0Ada kalanya seorang murid hanya membutuhkan senyum.\u00a0Ada yang membutuhkan perhatian.\u00a0Ada yang membutuhkan pengakuan bahwa pertanyaannya penting.\u00a0Ada pula yang membutuhkan guru yang bersedia mengatakan, \u201cMari kita cari jawabannya bersama.\u201d<\/p>\n<p>Dalam konteks itulah kopi menjadi menarik.\u00a0Kopi tidak mengajari saya bagaimana menjadi guru yang lebih hebat. Tetapi ia mengingatkan saya untuk menjadi guru yang lebih hadir.\u00a0Hadir bukan sekadar secara fisik di ruang kelas, tetapi hadir dengan pikiran dan perasaan.\u00a0Sebab pendidikan pada akhirnya bukan hanya transfer pengetahuan. Pendidikan adalah perjumpaan manusia dengan manusia.\u00a0Dan setiap perjumpaan membutuhkan ruang.<\/p>\n<p>Catatan-catatan yang dihimpun dalam tulisan dibawah ini lahir dari ruang kecil tersebut: ruang antara kesibukan dan keheningan, antara mengajar, <em>ngeblog<\/em> (menulis di media <em>web blog<\/em>) dan merenung, antara kata-kata dan jeda.<\/p>\n<p class=\"entry-title td-module-title\"><strong><a title=\"Daya tarik Caf\u00e9, dari Selfie hingga galang Empati\" href=\"https:\/\/palontaraq.id\/2017\/04\/20\/daya-tarik-cafe-dari-selfie-hingga-galang-empati\/\" rel=\"bookmark\">Daya tarik Caf\u00e9, dari Selfie hingga galang Empati<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"entry-title td-module-title\"><strong><a title=\"Ngopi, Tradisi Orang Saleh\" href=\"https:\/\/palontaraq.id\/2018\/04\/27\/ngopi-tradisi-orang-saleh\/\" rel=\"bookmark\">Ngopi, Tradisi Orang Saleh<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"entry-title td-module-title\"><strong><a title=\"Autum in Paris: Une tasse de Caf\u00e9 sur le mur\" href=\"https:\/\/palontaraq.id\/2019\/08\/01\/autum-in-paris-une-tasse-de-cafe-sur-le-mur\/\" rel=\"bookmark\">Autum in Paris: Une tasse de Caf\u00e9 sur le mur<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"entry-title td-module-title\"><strong><a title=\"Menikmati \u201cKotor\u201d di Rantepao dan Cerita Kopi Toraja di Jepang\" href=\"https:\/\/palontaraq.id\/2018\/08\/12\/menikmati-kotor-di-rantepao-dan-cerita-kopi-toraja-di-jepang\/\" rel=\"bookmark\">Menikmati \u201cKotor\u201d di Rantepao dan Cerita Kopi Toraja di Jepang<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"entry-title td-module-title\"><strong><a title=\"Seperti Secangkir Kopi Hitam: Kamu Tidak Harus Menjadi Manis untuk Disukai Semua Orang\" href=\"https:\/\/palontaraq.id\/2026\/06\/20\/seperti-secangkir-kopi-hitam-kamu-tidak-harus-menjadi-manis-untuk-disukai-semua-orang\/\" rel=\"bookmark\">Seperti Secangkir Kopi Hitam: Kamu Tidak Harus Menjadi Manis untuk Disukai Semua Orang<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"entry-title td-module-title\"><strong><a title=\"Ketika Orang Kampung Masuk Mal: Sebuah Siksaan bernama Modernisme\" href=\"https:\/\/palontaraq.id\/2026\/07\/30\/ketika-orang-kampung-masuk-mal-sebuah-siksaan-bernama-modernisme\/\" rel=\"bookmark\">Ketika Orang Kampung Masuk Mal: Sebuah Siksaan bernama Modernisme<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"entry-title td-module-title\"><strong><a title=\"Kopi, Penikmatnya, dan Secangkir Gagasan: Dari Kenikmatan Personal Menuju Gerakan Sosial\" href=\"https:\/\/palontaraq.id\/2026\/10\/01\/kopi-penikmatnya-dan-secangkir-gagasan-dari-kenikmatan-personal-menuju-gerakan-sosial\/\" rel=\"bookmark\">Kopi, Penikmatnya, dan Secangkir Gagasan: Dari Kenikmatan Personal Menuju Gerakan Sosial<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p>Tulisan-tulisan tentang kopi dan penikmatnya ini tidak dimaksudkan sebagai kajian khusus tentang kopi. Ia lebih merupakan catatan perjalanan pikiran seorang penikmat kopi yang kebetulan juga seorang guru dan penulis. Di dalamnya mungkin terdapat renungan tentang rasa, kebiasaan, budaya, pertemanan, percakapan, ruang sosial, gagasan, bahkan kehidupan itu sendiri. Sebab semakin lama menikmati kopi, saya semakin menyadari bahwa kopi ternyata bukan hanya tentang apa yang berada di dalam cangkir.<\/p>\n<p>Kopi juga tentang siapa yang duduk di sekeliling cangkir itu.\u00a0Ada percakapan yang lahir.\u00a0Ada persahabatan yang tumbuh.\u00a0Ada gagasan yang bertemu.\u00a0Ada perbedaan yang dipertukarkan dengan kepala dingin.\u00a0Bahkan, dalam ruang sosial yang lebih luas, sebuah meja kopi dapat menjadi tempat orang membicarakan pendidikan, kebudayaan, lingkungan, masyarakat, hingga masa depan kampung dan bangsa.<\/p>\n<p>Dari percakapan sederhana dapat lahir gagasan.\u00a0Dari gagasan dapat lahir kesadaran.\u00a0Dan dari kesadaran dapat lahir tindakan.\u00a0Karena itu, saya tidak melihat kopi semata-mata sebagai minuman. Saya melihatnya sebagai medium perjumpaan.<\/p>\n<p>Sebagai guru dan penulis, saya pun belajar bahwa pembelajaran terbaik sering kali bermula dari perjumpaan yang sederhana.\u00a0Tidak selalu harus dengan ceramah panjang.\u00a0Tidak selalu harus dengan teori yang rumit.\u00a0Kadang-kadang cukup dengan sebuah pertanyaan yang baik.\u00a0Sebuah percakapan yang jujur.\u00a0Sebuah cerita.\u00a0Sebuah pengalaman.\u00a0Atau bahkan sebuah jeda.<\/p>\n<div id=\"attachment_17175\" style=\"width: 460px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-17175\" class=\"wp-image-17175 size-full\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20251202_120145_352-1.jpg\" alt=\"Jeda diantara menulis dan mengajar. (foto: ettaadil)\" width=\"450\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20251202_120145_352-1.jpg 450w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20251202_120145_352-1-300x300.jpg 300w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20251202_120145_352-1-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><p id=\"caption-attachment-17175\" class=\"wp-caption-text\"><em>Jeda diantara menulis dan mengajar. (foto: ettaadil)<\/em><\/p><\/div>\n<p>Barangkali itulah yang ingin saya bagikan melalui sehimpun catatan ini: bahwa di tengah ribuan kata yang harus diucapkan seorang guru setiap hari, ada kalanya kita membutuhkan beberapa teguk kopi dan beberapa menit keheningan untuk menyadari kembali mengapa kita mengajar.<\/p>\n<p>Saya menikmati kopi di tengah kesibukan mengajar bukan untuk melarikan diri dari kelas, melainkan untuk kembali ke kelas dengan pikiran yang lebih lapang.\u00a0Setelah secangkir kopi, mungkin persoalan belum selesai.\u00a0Tugas belum berkurang.\u00a0Pertanyaan murid tetap akan datang.\u00a0Materi pembelajaran tetap harus disampaikan.<\/p>\n<p>Tetapi mungkin cara kita menghadapinya menjadi sedikit berbeda.\u00a0Lebih sabar.\u00a0Lebih santai.\u00a0Lebih terbuka.\u00a0Dan, semoga, lebih menyenangkan.\u00a0Sebab pada akhirnya, guru bukanlah mesin penyampai materi. Guru adalah manusia yang juga membutuhkan jeda agar dapat terus menghadirkan kemanusiaan dalam proses pendidikan.<\/p>\n<p>Maka, jika kelak ada yang bertanya mengapa saya menikmati kopi di tengah kesibukan mengajar, mungkin jawabannya sederhana:\u00a0Karena di antara ribuan kata yang harus saya sampaikan kepada murid, saya juga membutuhkan beberapa menit untuk mendengarkan suara pikiran saya sendiri.\u00a0Dan mungkin, di sanalah secangkir kopi menemukan maknanya.\u00a0Bukan sekadar pahit atau manis.\u00a0Bukan sekadar panas atau dingin.\u00a0Tetapi sebagai sebuah jeda kecil untuk kembali menikmati kehidupan, pekerjaan, perjumpaan, dan pembelajaran dengan lebih menyenangkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(* <em><strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>, nama pena: Etta Adil, Seorang Guru, Penulis dan Penikmat Kopi<\/em><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17171,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[105,41],"class_list":["post-17170","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-artikel-esai","blog-kat-kepribadian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Secangkir Kopi di Tengah Ribuan Kata - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Transformasi Digital Pesantren untuk Mencetak Pemimpin Masa Depan BLOGGURU -\u00a0Menjadi guru sekaligus sebagai\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Secangkir Kopi di Tengah Ribuan Kata - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Transformasi Digital Pesantren untuk Mencetak Pemimpin Masa Depan BLOGGURU -\u00a0Menjadi guru sekaligus sebagai\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-01T12:14:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20250601_102633_045-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"571\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\\\/\",\"name\":\"Secangkir Kopi di Tengah Ribuan Kata - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/IMG_20250601_102633_045-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-01T01:59:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-01T12:14:37+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Transformasi Digital Pesantren untuk Mencetak Pemimpin Masa Depan BLOGGURU -\u00a0Menjadi guru sekaligus sebagai\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/IMG_20250601_102633_045-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/IMG_20250601_102633_045-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":571},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Secangkir Kopi di Tengah Ribuan Kata\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Secangkir Kopi di Tengah Ribuan Kata - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Transformasi Digital Pesantren untuk Mencetak Pemimpin Masa Depan BLOGGURU -\u00a0Menjadi guru sekaligus sebagai","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Secangkir Kopi di Tengah Ribuan Kata - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Transformasi Digital Pesantren untuk Mencetak Pemimpin Masa Depan BLOGGURU -\u00a0Menjadi guru sekaligus sebagai","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2026-10-01T12:14:37+00:00","og_image":[{"width":800,"height":571,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20250601_102633_045-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/","name":"Secangkir Kopi di Tengah Ribuan Kata - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20250601_102633_045-1.jpg","datePublished":"2026-10-01T01:59:37+00:00","dateModified":"2026-10-01T12:14:37+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) Related Post:\u00a0Transformasi Digital Pesantren untuk Mencetak Pemimpin Masa Depan BLOGGURU -\u00a0Menjadi guru sekaligus sebagai","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20250601_102633_045-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20250601_102633_045-1.jpg","width":800,"height":571},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/secangkir-kopi-di-tengah-ribuan-kata\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Secangkir Kopi di Tengah Ribuan Kata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/17170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17170"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17171"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=17170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}