{"id":8115,"date":"2021-05-15T18:47:24","date_gmt":"2021-05-15T10:47:24","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=8115"},"modified":"2022-07-04T01:23:49","modified_gmt":"2022-07-03T17:23:49","slug":"mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/","title":{"rendered":"Mengenal Lebih Dekat Imam Abu Hasan al-Asy&#8217;ari: Pendiri Madzhab Teologi Asy&#8217;ary"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>Muhammad Farid Wajdi <\/strong>*)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Siapa yang tidak kenal Imam Abu Hasan al-Asyari \u00a0<span dir=\"rtl\" lang=\"ar\">\u0623\u0628\u0648 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646 \u0627\u0644\u0623\u0634\u0639\u0631\u064a) <\/span>\u00a0)?\u00a0 Nama lengkap beliau:\u00a0 Abu al-Hasan Ali bin Ismail bin Abu Bisyr Ishaq bin Salim bin Ismail bin Abdullah bin Musa bin Bilal bin Abu Burdah bin Abu Musa Al-Asy\u2019ari Abdullah bin Qais bin Hadhar.\u00a0 Imam Asy&#8217;ari adalah salah seorang keturunan dari sahabat Rasulullah Shalallahu \u2018alaihi wasallam, Abu Musa Al-Asy&#8217;ari. Beliau lahir di Bashrah pada tahun 260 H\/873 M dan wafat di Baghdad pada tahun 324 H\/935 M. Sebagian besar hidupnya berada di Baghdad.<\/p>\n<p>Orang Pondok Pesantren seringkali mengatakan, &#8220;Jangan sebut diri golongan Ahlussunnah wal jama\u2019ah,\u00a0 kalau belum mengenal Imam Abu Hasan al-Asyari ini.&#8221;\u00a0 Hal ini karena\u00a0 Imam Abu Hasan Asy\u2019ari (873-935 M), yang\u00a0 dilahirkan di Basrah, Irak, pada tahun 260 H\/873 M adalah\u00a0 Pendiri madzhab teologi Asy\u2019ariyah. Ulama ahli hadis sepakat bahwa Imam Abu al-Hasan al-Asy\u2019ari (mendapat julukan Nashir ad-Din)\u00a0 merupakan salah satu pembesar ahli hadits, sehingga madzhabnya dilandaskan pada asas dasar yang sesuai dengan prosedur Ahli Sunah Waljamaah.<\/p>\n<p><strong>Masa Kecil Imam Asy&#8217;ari<\/strong><\/p>\n<p>Ayah beliau, Ismail adalah seorang ulama ahli hadis yang menganut paham Ahlus-Sunnah wal Jama&#8217;ah. Hal ini terbukti bahwa ketika Ismail menjelang wafat berwasiat agar al-Asy&#8217;ari diasuh oleh Zakaria As-Saji, pakar hadis dan fikih mazhab Syafi&#8217;i yang sangat populer di kota Bashrah, sebagaimana diungkap <span class=\"reference-text\"><cite class=\"citation book\">Ibnu Asakir (1347 H) dalam <i>Tabyin Kidzb al-Muftari<\/i>. Damaskus: Percetakan al-Taufiq. hlm. 35.\u00a0 \u00a0<\/cite><\/span>Imam Asy&#8217;ari juga\u00a0 menimba ilmu dari ulama ahli hadis lainnya, seperti\u00a0 Abdurrhaman bin Khalaf al-Dhabbi, Sahal bin Nuh al-Bashri, Muhammad bin Ya&#8217;qub al-Maqburi, dan lain-lain. Hal tersebut mengantarkan al-Asy&#8217;ari menjadi ulama yang menguasai hadits, tafsir, fikih, ushul fikih, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Di usianya yang relatif muda,\u00a0 ayah Imam Asy&#8217;ari berpulang ke rahmatullah.\u00a0 Maka, beliau belajar di bawah bimbingan ayah tirinya, yaitu Abu Ali al-Juba`i yang merupakan tokoh Muktazilah di Kota Bashrah kala itu. Berkenaan dengan hal ini, al-Hafizh adz-Dzahabi menyatakan, \u201cAbu al-Hasan al-Asy\u2019ari awalnya seorang Muktazilah mengambil ilmu dari Abu Ali al-Juba`i. Kemudian beliau lepaskan pemikiran Muktazilah, lalu menjadi pengikut sunnah dan imam para ahli hadits.\u201d<\/p>\n<p>Tajuddin as-Subki menyatakan bahwa selama 40 tahun Abu al-Hasan al-Asy\u2019ari\u00a0 menganut madzhab Muktazilah sebelum akhirnya Allah melapangkan dadanya, lalu membela Agama Allah dengan membantah segala pemikiran yang sesat.<\/p>\n<p>Ibnu \u2018Asakir mengisahkan darinya (Abu al-Hasan al-Asy\u2019ari), bahwa ia berkata, \u201cTerbenak di hatiku (Abu al-Hasan), beberapa permasalahan dalam ilmu akidah. Maka, aku pun berdiri untuk menjalankan shalat dua rakaat. Dan aku meminta kepada Allah agar Dia memberikanku petunjuk menuju jalan yang lurus. Akupun tertidur, tak lama kemudian aku bermimpi bertemu Rasulullah SAW.\u00a0 Aku mengadukan beberapa permasalahan kepadanya. Lalu Rasulullah mewasiatkan, \u2018Tetapilah sunnah-ku.\u2019 Aku pun terbangun dan aku membandingkan beberapa permasalahan ilmu akidah dengan dalil yang aku temukan di dalam al-Quran dan hadis. Kemudian, aku menetapinya dan aku membuang selainnya di balik punggungku.\u201d<\/p>\n<p>Ketidakpuasan al-Asy&#8217;ari tersebut dapat dilihat pula dengan memperhatikan beberapa hal, antara lain riwayat yang menyatakan bahwa sebelum al-Asy&#8217;ari keluar dari aliran Muktazilah,\u00a0 beliau tidak keluar rumah selama 15 hari. Kemudian pada hari Jumat setelahnya beliau keluar ke Masjid Jami&#8217; dan menaiki mimbar dengan berpidato, &#8220;Sebenarnya saya telah menghilang dari kalian selama lima belas hari ini. Selama ini saya meneliti dalil-dalil semua ajaran yang ada. Ternyata saya tidak menemukan jalan keluar. Dalil yang satu tidak lebih kuat daripada dalil yang lain. Lalu aku memohon petunjuk kepada Allah dan ternyata Allah memberikan petunjuknya kepadaku untuk meyakini apa yang saya tulis dalam beberapa kitab ini. Mulai saat ini aku mencabut semua ajaran yang selama ini aku yakini.&#8221;\u00a0Kemudian al-Asy&#8217;ari menyerahkan beberapa kitab yang ditulisnya kepada jamaah disana, diantaranya Kitab <i>al-Luma&#8217; fi al-Radd &#8216;ala Ahl al-Zaygh wa al-Bida&#8217;<\/i>, kitab yang memaparkan kerancuan Muktazilah, &#8220;<i>Kasyf al-Astar wa Hatk al-Asrar&#8221;<\/i>, dan kitab-kitab lainnya.<\/p>\n<p>Sejak saat itulah beliau ~ Imam Abu Hasan al-Asy&#8217;ari ~ berpegang pada prinsip ahli sunah waljamaah, serta menangkis segala pemikiran yang bertentangan dengan pemikiran ahli sunah. Abu al-Hasan al-Asy\u2019ari memiliki kecerdasan dan ketajaman pemahaman yang sangat luar biasa. Demikian juga, dia dikenal dengan kanaah dan kezuhudanya. Sayangnya, meski ajaran aqidahnya dianut\u00a0 mayoritas umat Islam di Indonesia bahkan dunia, tak banyak yang mendalami Kitab Teologi Asy\u2019ariyah, yaitu Kitab Al-Lumaa. Padahal sebenarnya dengan metode tanya-jawab dalam penulisannya, Imam al-Asyari berhasil mengurai persoalan ketauhidan dengan bernas dan lengkap. Tak heran jika kitab &#8220;Al-Lumaa&#8217; ini ikut serta mendorong kelahiran Teologi Asy\u2019ariyah pada abad ke-4 Hijriah.<\/p>\n<p><strong>Fase Pemikiran Imam Asy&#8217;ari\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Ada perbedaan pendapat tentang fase pemikiran Abul Hasan Al-Asy&#8217;ari sebagian pihak mengklaim Abul Hasan Al-Asy&#8217;ari hanya melewati dua fase, pihak lainnya mengklaim Abul Hasan Al-Asy&#8217;ari melewati tiga fase pemikiran. Abu Bakar bin Furak, Ibnu Khaldun dan ulama-ulama lainnya berpendapat bahwa Abul Hasan Al-Asy&#8217;ari hanya melewati dua fase pemikiran saja yaitu dari Muktazilah ke Ahlussunah. Ibnu Khaldun berkata:\u00a0Hingga akhirnya tampil Syekh Abu al-Hasan al-Asy&#8217;ari dan mendebat sebagian tokoh Muktazilah tentang masalah-masalah\u00a0<i>shalah<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>ashlah<\/i>, lalu dia membantah metodologi mereka dan mengikuti pendapat Abdullah bin Sa&#8217;id bin Kullab, Abu al-Abbas al Qalanisi, dan al-Harits al-Muhasibi dari kalangan pengikut salaf dan Ahlussunnah.\u00a0 Dari pernyataan Ibnu Khaldun tersebut ia menyimpulkan bahwa setelah al-Asy&#8217;ari keluar dari paham Muktazilah, beliau mengikuti mazhab Abdullah bin Sa&#8217;id bin Kullab, al-Qalanisi, dan al-Muhasibi yang menurutnya dia merupakan pengikut Ahlussunnah.<\/p>\n<p>Ulama-ulama seperti Ibnu Katsir, Ibnu Taimiyah, syekh Utsaimin dan ulama-ulama kontemporer lainnya berpendapat bahwa Abul Hasan Al-Asy&#8217;ari melewati tiga fase pemikiran dalam hidupnya. Yaitu dari Muktazilah ke Kullabiyah ke Ahlus Sunnah. Sebagian ulama tidak menganggap Kullabiyah sebagai Ahlussunah karena ada beberapa masalah akidah yang bertentangan dengan Suni seperti hanya menetapkan tujuh sifat saja bagi Allah dan menetapkan sifat\u00a0<i>Dzatiyah<\/i>\u00a0tetapi menafikan sifat\u00a0<i>Ikhtiariyah<\/i> bagi Allah.<\/p>\n<p>Ibnu Taimiyah berkata, \u201cDialah yang mengarang kitab\u2013kitab yang isinya membantah Jahmiyah, Muktazilah dan firkah lainnya. Dia termasuk ahli kalam dalam masalah sifat-sifat Allah. Metode yang dia tempuh mendekati metode\u00a0<i>ahlul hadits<\/i> dan sunah, namun masih termuat cara-cara bidah.\u00a0Karena beliau\u00a0 menetapkan sifat <i>Dzatiyah<\/i>\u00a0dan menolak sifat\u00a0<i>Ikhtiariyah<\/i>\u00a0bagi Allah, Tetapi ketika membantah Jahmiyah dikarenakan mereka menolak sifat dan sifat\u00a0<i>Uluw<\/i>\u00a0(Allah berada di tempat yang tinggi). Sarat dengan hujah dan dalil dan menerangkan keutamaan hujah dan dalil tersebut. Maka apa yang dikemukakan itu menyapu bersih syubhat Muktazilah. Dan ini membantu bagi kalangan cendekia. Jadilah dia seorang imam dan panutan bagi orang yang muncul setelahnya dalam masalah penetapan sifat dan membantah orang yang menafikannya.<\/p>\n<p>Walaupun antara mereka (Ibnu Kullab dan pengikutnya dengan golongan yang dibantahnya masih ada persamaan dalam kaidah-kaidah pokok. Hal inilah yang menyebabkan sebagian kaidah yang mereka munculkan. Menjadi batil dilihat dari kacamata akal dan karena menyelisihi sunah Rasulullah&#8221;.\u00a0\u00a0Dari pernyataan Ibnu Taimiyah diatas, ia beranggapan bahwa kaidah-kaidah yang dilakukan Kullabiyah untuk membantah Muktazilah masih memiliki kesamaan terutama dalam kaidah pokok, ditambah karena Kullabiyah hanya menetapkan sifat <i>Dzatiyah<\/i>\u00a0dan menolak sifat\u00a0<i>Ikhtiariyah<\/i>\u00a0bagi Allah.<\/p>\n<p>Imam Asy&#8217;ari dalam Penetapan Sifat-sifat Allah<\/p>\n<p>Abu al-Hasan Al-Asy&#8217;ari pada masa menjadi Muktazilah ia meniadakan semua sifat-sifat Allah dengan dalih menyucikan keesaan Tuhan, karena Wasil bin Atha&#8217;\u00a0 berpendapat bahwa siapa pun yang menetapkan adanya sifat kadim bagi Allah, maka dia telah menetapkan adanya dua Tuhan. Muktazilah berpendapat bahwa Tuhan tidak memiliki sifat, sebab apabila Tuhan memiliki sifat, maka sifat tersebut harus kekal seperti halnya\u00a0<i>dzat<\/i> Tuhan. Kemudian Abul Hasan Al-Asy&#8217;ari hanya menetapkan tujuh saja sifat Allah yaitu\u00a0<i>hayah<\/i>,\u00a0<i>ilmu<\/i>,\u00a0<i>qudrah<\/i>,\u00a0<i>iradah<\/i>,\u00a0<i>sam\u2019u<\/i>,\u00a0<i>bashir<\/i>, dan\u00a0<i>kalam<\/i>.<br \/>\nAdapun sifat\u00a0<i>khabariyah<\/i> tentang Allah dia pun menakwilnya. Apa yang dicetuskan oleh Abul Hasan al-Asy&#8217;ari ketika itu tersebar ditengah masyarakat dan menjadi titik awal berkembangnya Teologi Asy&#8217;ariyah. Kemudian Abul Hasan Al-Asy&#8217;ari menetapkan semua sifat Allah tanpa tasybih, tahrif, takwil, dan tanpa menafikannya sesuai dengan metodologi salaf.<\/p>\n<blockquote class=\"templatequote\"><p>Sesungguhnya Allah bersemayam di atas &#8216;Arasy sebagimana yang dinyatakan firman-nya &#8220;Tuhan yang maha pemurah itu bersemayam di atas &#8216;Arasy&#8221; (QS.Thaha, 20:5) Allah pun memiliki &#8216;wajah&#8217; Sebagaimana dinyatakan firman-nya &#8220;Maka kekallah wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan (QS.ar-Rahman, 55:27), dan Allah memiliki &#8220;Tangan&#8221; yang tidak terbayangkan, sebagaimana firman-nya &#8220;Yang aku ciptakan dengan Tangan ku&#8221; (QS.Shad, 38:75); dan &#8220;bahkan tangan tangan Allah terbuka&#8221; (al-Mai&#8217;dah, 5:64); dan Allah memiliki &#8216;Mata&#8217;, yang tidak terbayangkan, sebagaimana firman-nya: &#8220;yang berlayar dengan pengawasan mata kami&#8221; (QS.al-Qamar,54:14) Barangsiapa yang menyatakan nama Allah itu bukan &#8216;Allah&#8217; maka tersesatlah dia.<\/p>\n<div class=\"templatequotecite\">\u2014\u2009<cite>Abu al-Hasan Al Asy&#8217;ari,\u00a0<i>al-Ibanah &#8216;an Ushul ad-Diyanah<\/i>: Bab 2: hlm 10.<\/cite><\/div>\n<\/blockquote>\n<p>Tim riset asal Mesir menyoroti perkara pemikiran Abu al-Hasan al-Asy&#8217;ari yang pada periode belakangan semakin mengikuti pemikiran Salaf dan meninggalkan metode-metode Mu&#8217;tazilah ataupun ahlul Kalam yang mendahulukan dalil Aqli (akal) ketimbang dalil Naqli (wahyu), di mana di salah satu kitab terakhir Abu al-Hasan mengatakan.\u00a0<sup id=\"cite_ref-Ensiklopedi_Aliran_dan_Madzhab_Di_Dunia_Islam_20-0\" class=\"reference\"><\/sup><\/p>\n<blockquote class=\"templatequote\"><p>&#8220;&#8230;Tidak diperbolehkan bagi kita menghilangkan sisi Zhahir Al-Qur&#8217;an tanpa ada suatu Hujjah&#8230;&#8221;<\/p>\n<div class=\"templatequotecite\">\u2014\u2009<cite>Abu al-Hasan Al Asy&#8217;ari,\u00a0<i>al-Ibanah\u00a0: Bab 2: hlm 40<\/i><\/cite><\/div>\n<\/blockquote>\n<div><strong>Komentar Para Ulama:\u00a0<\/strong><\/div>\n<p>Ibnu Taimiyah berkata, \u201cBarang siapa yang menyatakan Abul Hasan al-Asy\u2019ari menafikan sifat dan beliau memiliki dua pendapat dalam menakwilkan sifat Allah, maka orang tersebut telah berdusta atas nama Abul Hasan. Yang melakukan takwil seperti ini adalah pengikutnya yang belakangan seperti Abul Ma\u2019ali dan lainnya. Mereka memasukkan ushul (akidah\/prinsip pokok) muktazilah ke dalam mazhabnya.&#8221;<sup id=\"cite_ref-FOOTNOTEMajmu_Fatawa,12\/203_21-0\" class=\"reference\"><\/sup><\/p>\n<p>pada abad ke-20, Syekh Musthafa Hamdu &#8216;Ullayan Al-Hambali dan Syekh Hammad al-Ansyari juga mengutip catatan-catatan para Ulama yang dekat masa hidupnya dengan Abul Hasan al-Asy&#8217;ari bahwa sang Imam lebih dekat kepada Madzhab Hambali dan menolak konsep takwil dalam menafsirkan ayat dan hadits. Hal ini juga disepakati Syekh Abdul Aziz Marzuq Ath-Tharifi dalam kitab\u00a0<i>Khurasaniyyah<\/i> yang menyoroti kitab Al-Ibanah\u00a0 tentang Istiwa dan ketinggian Allah dalam keyakinan Abul Hasan al-Asy&#8217;ari.\u00a0<sup id=\"cite_ref-Akidah_Khurasaniyyah_2_16-1\" class=\"reference\"><\/sup><\/p>\n<p>Dr. Sa\u2019id bin Musfir Al-Qahthani menambahkan bahwa klaim Asy&#8217;ariyah bahwa Imam Abul Hasan al Asy&#8217;ari mengikuti aqidah mereka adalah keliru berdasarkan kitab-kitab terakhir Imam Asy&#8217;ari yang justru menunjukkan sang Imam mengingkari keyakinan yang diklaim oleh kaum Asy&#8217;ariyah.\u00a0<sup id=\"cite_ref-BUKU_PUTIH_SYAIKH_ABDUL_QADIR_AL-JAILANI_22-0\" class=\"reference\"><\/sup><\/p>\n<p><strong>Guru-Guru Imam Asy&#8217;ari\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Imam al-Hafizh Zakariya bin Yahya al-Saji, \u00a0(220-307 H \/ 835-920 M), hafizh besar, muhaddits kota Bashrah pada masanya, murid Imam Ahmad bin Hanbal,[23] dan fakih bermazhab Syafi&#8217;i. Beliau telah menulis kitab &#8216;Ilal al-Hadits yang membuktikan kepakarannya dalam bidang studi kritik hadis. Beliau juga menulis kitab Ikhtilaf al-Fuqaha&#8217; dan Ushul al-Fiqih yang membuktikan kepakarannya dalam bidang fikih. Menurut al-Dzahabi, al-Asy&#8217;ari belajar hadis dan ideologi ahli hadis kepada Zakariya al-Saji ketika masih kecil dan belum memasuki aliran Muktazilah.<\/li>\n<li>Abu Khalifah al-Fadhl bin al-Hubab al-Jumahi al-Bashri (206-305 H \/ 821-917 M), muhaddits kota Bashrah yang dianggap tsiqah (dipercaya). Beliau seorang ahli hadis yang jujur dan banyak meriwayatkan hadis. Usianya hampir mencapai seratus tahun. Al-Asy&#8217;ari banyak meriwayatkan hadis dan Abu Khalifah dalam kitab tafsirnya.<\/li>\n<li>Abu Muhammad Abdurrahman bin Khalaf bin al-Hushain al-Dhabbi al-Bashri, muhaddits yang tinggal di Bashrah dan hadisnya diterima oleh para ulama. Beliau belajar kepada Ubaidillah bin Abdul Majid al-Hanafi, Hajjaj bin Nushair al-Fasathithi, dan lain-lain. Beliau wafat pada tahun 279 H \/ 893 M.<\/li>\n<li>Abu al-Hasan Sahal bin Nuh bin Yahya al-Bazzaz al-Bashri, seorang muhaddits yang tinggal di Bashrah, guru al-Asy&#8217;ari dalam bidang hadits.<\/li>\n<li>Menurut Ibnu Asakir, al-Asy&#8217;ari banyak meriwayatkan hadis dalam tafsirnya melalui jalur Zakariya al-Saji, Abu Khalifah al-Jumahi, Abdurrahman bin Khalaf al-Dhabbi, Sahal bin Nuh al-Bazzaz, dan Muhammad bin Ya&#8217;qub al-Maqburi, yang kesemuanya tinggal di Bashrah.<\/li>\n<li>Abu Ishaq Ibrahim bin Ahmad al-Marwazi, ulama besar dan pemimpin mazhab Syafi&#8217;i di Baghdad dan Mesir. Beliau murid terbesar Imam Abu al-&#8216;Abbas bin Suraij al-Baghdadi (249-306 H \/ 863-918 M). Pada mulanya Abu Ishaq al-Marwazi ini menyebarkan mazhab Syafi&#8217;i di Baghdad, menggantikan posisi gurunya Ibnu Suraij. Namun pada akhir usianya, beliau pindah ke Mesir dan menyebarkan madzhab Syafi&#8217;i di Mesir hingga wafat di sana pada tahun 340 H \/ 951 M, dan jenazahnya dimakamkan bersebelahan dengan makam Imam al-Syafi&#8217;i. Al-Hafizh al-Khatib al-Baghdadi menyebutkan dalam kitabnya Tarikh Baghdad bahwa Imam al-Asy&#8217;ari rutin menghadiri perkuliahan Abi Ishaq al-Marwazi dalam materi fiqih Syafi&#8217;i setiap hari Jumat di Masjid Jami&#8217; al-Manshur.[31] Informasi lainnya menyebutkan bahwa al-Asy&#8217;ari belajar ilmu fikih kepada Abu Ishaq al-Marwazi, sedangkan al-Marwazi belajar ilmu kalam kepada al-Asy&#8217;ari.<\/li>\n<li>Abu Ali Muhammad bin Abdul Wahhab bin Salam al-Jubba&#8217;i (235-3-3 H \/ 849-916 M), pakar teologi, tokoh Muktazilah terkemuka. Hubungan yang sangat dekat antara guru dan murid ini menjadikan al-Asy&#8217;ari menjadi kader Muktazilah yang populer.<\/li>\n<li>Abu Hasyim Abdussalam bin Muhammad bin Abdul Wahhab al-Jubba&#8217;i, putra Abu Ali al-Jubba&#8217;i, pakar teologi dan tokoh Muktazilah.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Murid-murid Imam Asy&#8217;ari<\/strong><\/p>\n<p>Murid-murid Imam al-Asy&#8217;ari tidak hanya para pakar dalam bidang teologi saja tetapi mereka berangkat dari latar belakang keilmuan yang beragam, seperti ahli hadis, ahli tafsir, ahli fikih, ahli tasawuf, dan lain-lain, sehingga mazhab dan pelbagai pemikiran al-Asy&#8217;ari disebarkan melalui pintu berbagai studi keislaman seperti melalui ilmu hadis, ilmu fikih, ilmu tafsir, ilmu tasawuf, dan lain-lain.[34]\u00a0Di antara murid-murid Imam al-Asy&#8217;ari tersebut adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Imam Ibn Mujahid (w. 370 H \/ 980 M): pakar teologi dan pengikut mazhab Maliki;<\/li>\n<li>Imam Abu Zaid al-Marwazi (301-371 H \/ 913-982 M): ulama besar yang menyandang gelar al-Mufti, al-Zahid, guru para ulama mazhab Syafi&#8217;i dan perawi Shahih al-Bukhari dari al-Farabri.;<\/li>\n<li>Imam Ibn Khafif al-Dhabbi (276-371 H \/ 890-982 M): ulama sufi yang menyandang gelar al-Imam al-&#8216;Arif, fakih bermazhab Syafi&#8217;i, menguasai beberapa disiplin ilmu pengetahuan dan guru kaum sufi.<\/li>\n<li>Al-Hafizh Abu Bakar al-Ismaili (277-371 H \/ 890-982 M): ulama yang menyandang gelar al-Hafizh, al-Hujjah, al-Faqih, Syaikh al-Islam, guru ulama mazhab Syafi&#8217;i, dan pengarang kitab al-Shahih.<\/li>\n<li>Imam Abu al-Hasan al-Bahili: guru para teolog dan ahli dalam ilmu-ilmu rasional.<\/li>\n<li>Imam Bundar al-Syirazi al-Sufi (w. 353 H \/ 964 M): pakar dalam bidang teologi dan ushul fikih, penganut mazhab Syafi&#8217;i, dan salah seorang tokoh sufi.<\/li>\n<li>Imam Ali bin Mahdi al-Thabari (324-380 H \/ 936-990 M): tokoh terkemuka dalam bidang teologi, pakar dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, ulama yang sangat produktif, memiliki kehebatan dalam bidang fikih, teologi, tafsir, dan sejarah.<\/li>\n<li>Imam Abu al-Husain bin Sam&#8217;un (300-387 H \/ 912-997 M): menyandang gelar Imam al-Mutakallimin (penghulu para teolog), ulama sufi yang dikenal zuhud dan wara&#8217;, ulama terkemuka dalam mazhab Hambali.<\/li>\n<li>Imam Abu Sahal al-Shu&#8217;luki (296-369 H \/ 908-980 M): pakar fikih terkemuka dalam mazhab Syafi&#8217;i, ahli dalam bidang tasawuf, teologi, tafsir, gramatika (nahwu), bahasa, syair, ilmu &#8216;arudh, dan lain-lain.<\/li>\n<li>Imam Abu Bakar al-Qaffal (291-365 H \/ 904-976 M): ulama terkemuka pada masanya dalam bidang fikih mazhab Syafi&#8217;i, hadis, teologi, ushul fikih, bahasa dan sastra, juga dikenal zuhud dan wara&#8217;.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Karya Tulis<\/strong><\/p>\n<p>Imam Asy&#8217;ari\u00a0 meninggalkan karya-karya tulis, kurang lebih berjumlah 90 kitab dalam berbagai fase pemikirannya. Ada tiga kitabnya yang terkenal, yaitu Kitab Al-Luma,\u00a0l-Ibanah &#8216;an Ushulid Diniyah, dan<br \/>\nMaqalat al-Islamiyyin.<\/p>\n<p><strong>Kitab-kitab yang lainnya:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Tafsir al-Qur&#8217;\u0101n (H\u0101fil al-J\u0101mi&#8217;);<\/li>\n<li>Al-Fushul fi ar-Radd &#8216;ala al-Mulhidin wa al-Kh\u0101rijin &#8216;an al-Millah;<\/li>\n<li>Kit\u0101b al-Idr\u0101k fi Fununi min Lathif al-Kal\u0101m;<\/li>\n<li>Kit\u0101b al-Ijtih\u0101d fi al-Ahk\u0101m;<\/li>\n<li>Kit\u0101b al-Akhb\u0101r wa Tashhihih\u0101;<\/li>\n<li>Kit\u0101b al-Im\u0101mah;<\/li>\n<li>Asy-Syarhu wa at-Tafshil fi ar-Raddi &#8216;ala Ahli al-Ifki wa at-Tadhlil;<\/li>\n<li>Ar-Radd &#8216;ala Ibni ar-R\u0101wandi fi ash-Shif\u0101t wa al-Qur&#8217;\u0101n;<\/li>\n<li>At-Tabyin &#8216;an Ushuli ad-Din;<\/li>\n<li>Al-&#8216;Amdu fi ar-Ru&#8217;yah;<\/li>\n<li>Kit\u0101b al-Maujiz;<\/li>\n<li>Kit\u0101b ash-Shif\u0101t;<\/li>\n<li>Kit\u0101b ar-Radd &#8216;ala al-Mujassimah;<\/li>\n<li>An-Naqdh &#8216;ala al-Jubb\u0101&#8217;i;<\/li>\n<li>An-Naqdh &#8216;ala al-Balkhi;<\/li>\n<li>Jumal Maq\u0101l\u0101t al-Mulhidin;<\/li>\n<li>Kit\u0101b fi ash-Shif\u0101t;<\/li>\n<li>Adab al-Jidal;<\/li>\n<li>Kit\u0101b fi Khalqi al-A&#8217;m\u0101l;<\/li>\n<li>An-Naw\u0101dir fi Daqaiqi al-Kal\u0101m;<\/li>\n<li>Ris\u0101lah ila Ahli Ats-Tsughar;<\/li>\n<li>Idh\u0101h al-Burh\u0101n fi ar-Raddi &#8216;ala az-Zaighi wa ath-Thughy\u0101n;<\/li>\n<li>Jaw\u0101z Ru&#8217;yat Allah bil Absh\u0101r;<\/li>\n<li>Al-Funan fi ar-Raddhi &#8216;ala al-Mulhidin;<\/li>\n<li>Al-Q\u0101mi&#8217; likit\u0101b al-Kh\u0101lidi fi al-Ir\u0101dah.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Diolah dari berbagai sumber. Barakallah fiikum, semoga bermanfaat adanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(* <strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>, Guru\/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.<\/p>\n<div><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8116,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[145,105],"class_list":["post-8115","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-aqidah","blog-kat-artikel-esai"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Lebih Dekat Imam Abu Hasan al-Asy&#039;ari: Pendiri Madzhab Teologi Asy&#039;ary - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tidak kenal Imam Abu Hasan al-Asyari \u00a0\u0623\u0628\u0648 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646 \u0627\u0644\u0623\u0634\u0639\u0631\u064a) \u00a0)?\u00a0 Nama lengkap beliau:\u00a0 Abu al-Hasan Ali\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Lebih Dekat Imam Abu Hasan al-Asy&#039;ari: Pendiri Madzhab Teologi Asy&#039;ary - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tidak kenal Imam Abu Hasan al-Asyari \u00a0\u0623\u0628\u0648 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646 \u0627\u0644\u0623\u0634\u0639\u0631\u064a) \u00a0)?\u00a0 Nama lengkap beliau:\u00a0 Abu al-Hasan Ali\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-07-03T17:23:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/1592544925.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\\\/\",\"name\":\"Mengenal Lebih Dekat Imam Abu Hasan al-Asy'ari: Pendiri Madzhab Teologi Asy'ary - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/1592544925.jpg\",\"datePublished\":\"2021-05-15T10:47:24+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-03T17:23:49+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tidak kenal Imam Abu Hasan al-Asyari \u00a0\u0623\u0628\u0648 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646 \u0627\u0644\u0623\u0634\u0639\u0631\u064a) \u00a0)?\u00a0 Nama lengkap beliau:\u00a0 Abu al-Hasan Ali\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/1592544925.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/1592544925.jpg\",\"width\":800,\"height\":450,\"caption\":\"Aqidah Asy'ariyah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Mengenal Lebih Dekat Imam Abu Hasan al-Asy&#8217;ari: Pendiri Madzhab Teologi Asy&#8217;ary\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Lebih Dekat Imam Abu Hasan al-Asy'ari: Pendiri Madzhab Teologi Asy'ary - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tidak kenal Imam Abu Hasan al-Asyari \u00a0\u0623\u0628\u0648 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646 \u0627\u0644\u0623\u0634\u0639\u0631\u064a) \u00a0)?\u00a0 Nama lengkap beliau:\u00a0 Abu al-Hasan Ali","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Lebih Dekat Imam Abu Hasan al-Asy'ari: Pendiri Madzhab Teologi Asy'ary - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tidak kenal Imam Abu Hasan al-Asyari \u00a0\u0623\u0628\u0648 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646 \u0627\u0644\u0623\u0634\u0639\u0631\u064a) \u00a0)?\u00a0 Nama lengkap beliau:\u00a0 Abu al-Hasan Ali","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2022-07-03T17:23:49+00:00","og_image":[{"width":800,"height":450,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/1592544925.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/","name":"Mengenal Lebih Dekat Imam Abu Hasan al-Asy'ari: Pendiri Madzhab Teologi Asy'ary - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/1592544925.jpg","datePublished":"2021-05-15T10:47:24+00:00","dateModified":"2022-07-03T17:23:49+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Siapa yang tidak kenal Imam Abu Hasan al-Asyari \u00a0\u0623\u0628\u0648 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646 \u0627\u0644\u0623\u0634\u0639\u0631\u064a) \u00a0)?\u00a0 Nama lengkap beliau:\u00a0 Abu al-Hasan Ali","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/1592544925.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/1592544925.jpg","width":800,"height":450,"caption":"Aqidah Asy'ariyah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-lebih-dekat-imam-abu-hasan-al-asy-ari-pendiri-madzhab-teologi-asyary\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Mengenal Lebih Dekat Imam Abu Hasan al-Asy&#8217;ari: Pendiri Madzhab Teologi Asy&#8217;ary"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/8115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8115"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=8115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}