{"id":8189,"date":"2022-07-20T10:24:34","date_gmt":"2022-07-20T02:24:34","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=8189"},"modified":"2022-07-28T12:58:39","modified_gmt":"2022-07-28T04:58:39","slug":"tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/","title":{"rendered":"Tentang Hadits Musalsal Bil Awwaliyyah Bil Rahmah"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong> *)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur&#8217;anul Karim, maka belajar hadits atau ilmu hadits tidak bisa sembarangan, harus memperhatikan dan memenuhi banyak persyaratan, terkait guru, adab, struktur sanad keilmuan, dan lain sebagainya. Selain dibutuhkan tuntunan guru yang kredibel dalam bidang hadits, kajiannya juga harus berurutan sesuai tradisi yang dilakukan oleh para ahli hadits.<\/p>\n<p>Mempelajari dan mendalami\u00a0 hadits juga tidak bisa dilakukan dengan asal baca, apalagi asal mendengarnya saja, dan lebih parah lagi jika hanya belajar dari terjemahnya. Selain bisa menimbulkan kesalahpahaman dalam memahami hadits, metode belajar hadits yang salah\u00a0 juga dapat berujung pada diskriminasi kelompok yang dianggap tidak sesuai dengan isi hadits. Itulah sebabnya salah satu upaya ulama dalam membuat semacam tuntunan dan mentradisikan tuntunan tersebut adalah mengawali belajar dan mengajari hadits dengan hadits yang biasa disebut Musalsal bil awwaliyah.<\/p>\n<p>Apa itu Hadits Musalsal bin Awwaliyah?\u00a0\u00a0Dalam istilah ilmu hadits, musalsal adalah hadits yang disampaikan para perawi secara berurutan dan sama dalam keadaan dan situasi tertentu, baik secara perbuatan maupun perkataan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0647\u0648 \u062a\u062a\u0627\u0628\u0639 \u0631\u062c\u0627\u0644 \u0625\u0633\u0646\u0627\u062f\u0647 \u0639\u0644\u0649 \u0635\u0641\u0629 \u0623\u0648\u062d\u0627\u0644\u0629 \u0644\u0644\u0631\u0648\u0627\u0629 \u062a\u0627\u0631\u0629\u060c \u0648\u0644\u0644\u0631\u0648\u0627\u064a\u0629 \u062a\u0627\u0631\u0629 \u0623\u062e\u0631\u0649<\/h4>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cHadits Musalsal adalah hadits yang disampaikan para perawi secara berurutan dan sama dalam sifat dan keadaan tertentu, baik terkadang terdapat pada periwayatnya maupun dalam riwayat haditsnya sendiri,\u201d (Lihat Mahmud At-Thahhan, Tays\u012bru Mus\u1e6dal\u0101\u1e25il \u1e24ad\u012bts, [Riyadh, Maktabah Ma\u02bd\u0101rif: 2004 M, halaman 229).<\/p>\n<p>Dalam definisi yang lebih mudah, Imam Al-Bayquni dalam Nadham-nya menjelaskan:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0645\u064f\u0633\u064e\u0644\u0652\u0633\u064e\u0644\u064c \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0645\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0649 \u0648\u064e\u0635\u0641\u064d \u0623\u062a\u064e\u0649 &#8230; \u0645\u062b\u0644\u064f: \u0623\u0645\u0627 \u0648\u0627\u0644\u0644\u0647 \u0623\u0646\u0628\u064e\u0623\u0646\u064a \u0627\u0644\u0641\u064e\u062a\u0649 \u0643\u0630\u0627\u0643\u064e \u0642\u062f\u0652 \u062d\u062f\u064e\u062b\u064e\u0646\u064a\u0647 \u0642\u0627\u0626\u0645\u0627 &#8230; \u0623\u0648 \u0628\u0639\u062f\u064e \u0623\u0646 \u062d\u062f\u064e\u0651\u062b\u064e\u0646\u0650\u064a \u062a\u064e\u0628\u064e\u0633\u064e\u0651\u0645\u064e\u0627<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cHadits\u00a0 Musalsal adalah hadits yang diriwayatkan dengan menyertakan sifat (yang selalu sama) seperti perkataan perawi \u2018Ketahuilah, Demi Allah telah memberitahuku oleh seorang pemuda.\u2019 Begitu juga seperti \u2018Si Fulan Telah bercerita kepadaku sambil berdiri\u2019 atau \u2018setelah bercerita kepadaku, ia tersenyum.&#8221;<\/p>\n<p>Dari definisi ini menunjukkan bahwa secara mudah &#8220;musalsal&#8221; adalah sifat atau ucapan yang selalu diucapkan seorang perawi sebelum meriwayatkan sebuah hadits dan diwajibkan pula untuk para ahli hadits menyisipkannya sebelumnya memulai belajar atau mengajar hadits. Secara bahasa, Musalsal artinya rantai, hadist musalsal artinya hadist yang diriwayatkan oleh para pembawa riwayat dengan kondisi yang sama mulai dari Nabi Muhammad SAW\u00a0 sampai rawi terakhir. Hal itu ditradisikan hingga para murid-murid di bawahnya. Hadits musalsal bil awwaliyah yang terkenal adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi sebagai berikut:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0646\u064f \u060c \u0627\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650<\/h4>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cOrang-orang yang suka mengasihi (sesamanya) akan dikasihi oleh Zat Yang Maha Pengasih. Maka kasihilah penghuni bumi, maka kalian akan dikasihi para penghuni langit,\u201d (Lihat Abu Isa At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, [Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], juz III, halaman 217).<\/p>\n<p>Hadits ini biasanya diucapkan oleh seorang ahli hadits sebelum mengajar para muridnya. \u201cSaya telah mendengar dari fulan dan itu adalah hadits yang pertama kali didengar dari-nya (begitu seterusnya hingga sanad terakhir, baru kemudian menyebutkan hadits di atas).\u201d Setelah hadits tersebut disebutkan, baru seorang guru mengajarkan hadits-hadits yang lain. Ini menunjukkan bahwa para ahli hadits memiliki komitmen untuk menjaga perdamaian di dunia. Hadits yang pertama kali diajarkan adalah hadits tentang kasih sayang, bukan hadits tentang akidah, fikih, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p><strong>Kenapa pula disebut Bil Rahmah, &#8220;Bil Awwaliyah bil Rahmah&#8221;?\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Bil awwaliyah artinya sebagai pelajaran pertama. Para ulama hadist sampai sekarang mentradisikan bahwa hadist tersebut selalu diajarkan dalam kondisi sebagai pelajaran pertama yang diajarkan kepada murid-muridnya. Ini sebuah mu\u2019jizat kenabian yang luar biasa, yaitu para sahabat, ulama dan pakar ilmu hadist mulai zaman Nabi sampai sekarang selalu mengajarkan ajaran kasih sayang ini sebelum pelajaran-pelajaran lainnya, bahkan sebelum pelajaran akidah, syariah, akhlaq dan ajaran lainnya. Maka ini menunjukkan betapa ajaran kasih sayang itu di atas semua ajaran lainnya.<\/p>\n<p>Rasulullah SAW bersabda bahwa bulan Ramadhan awalnya rahmah, tengahnya ampunan dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Hadist tersebut menyampaikan pesan yang sangat kuat bahwa agama Islam adalah agama rahmah atau agama kasih sayang. Rahmah diterjemahkan kasih sayang. Dalam al-Quran kata rahmah disebutkan sebanyak 25 kali, tetapi turunan dari kata rahmah disebutkan sebanyak 268 kali dalam al-Quran.<\/p>\n<p>Jika kita baca al-Quran, maka ayat yang pertama adalah Basmalah. Rasulullah saw menganjurkan agar jika kita memulai sesuatu selalu dengan membaca Basmalah. Beliau bersabda \u201cSetiap perkara penting yang tidak dimulai dengan Basmalah maka akan kehilangan barokah\u201d (HR. Ibnu Hibban)<\/p>\n<p>Pada kalimat Basmalah disebutkan dua kata yang berakar dari rahmah, yaitu al-Rahman yang artinya Yang Maha Memberi kasih sayang dunia dan akhirat. Sedangkan al-Rahim artinya yang memberi kasih sayang kepada umat Islam di akhirat. Basmalah mengajarkan kita bahwa apapun pekerjaan yang kita lakukan, sebaiknya kita mulai dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemberi kasih sayang.<\/p>\n<p>Menyebut Sifat Allah Yang Maha Pemberi kasih sayang artinya juga mengkondisikan agar perilaku kita terpancar sifat kasih sayang sebagai cerminan sifat Allah yang kita ucapkan. Maka seharusnya pula semua pekerjaan kita harus mengandung nilai kasih sayang.<\/p>\n<p>Ulama mendefinisikan rahmah dengan kelembutan hati yang mendorong seseorang untuk berbuat kebaikan kepada sesamanya atau lainnya. Rahmah merupakan kebaikan yang diberikan Allah kepada mehluk hidup sehingga mereka mempunyai sikap yang baik terhadap sesamanya dan memberikan manfaat kepada sesama.<\/p>\n<p>Dalam satu hadist Rasulullah s.a.w. bersabda: sesungguhnya Allah menciptakan kasih sayang sebanyak 100 bagian. 99 bagian ditahannya di sisiNya. Yang satu bagian diturunkan ke bumi kemudian dibagi kepada seluruh umat manusia dan alam semesta. Karena kasih sayang tersebut, seekor kuda tidak menginjakkan kakinya melukai anaknya. H.r. Bukhari.<\/p>\n<p>Kebalikan sifat rahmah adalah sifat keras dan kejam. Semua kekerasan dan kekejaman di muka bumi karena disebabkan oleh hilangnya sifat rahmah tersebut. Dan sifat rahmah merupakan salah satu ciri khas orang yang beriman, sedangkan sifat keras dan kejam merupakan sifat orang-orang yang lupa kepada Tuhannya.<\/p>\n<p>Dalam sebuah hadist disebutkan:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0644\u0627 \u062a\u0646\u0632\u0639 \u0627\u0644\u0631\u062d\u0645\u0629 \u0625\u0644\u0627 \u0645\u0646 \u0634\u0642\u064a<\/h4>\n<p>Artinya :<\/p>\n<p>\u201cTidak dicabut rasa kasih sayang dari seseorang kecuali dia orang yang durhaka\u201d (H.R. Tirmidzi)<\/p>\n<p>Dalam hadist lain dikatakan:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0648\u0625\u0646 \u0623\u0628\u0639\u062f \u0627\u0644\u0646\u0627\u0633 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0642\u0644\u0628 \u0627\u0644\u0642\u0627\u0633\u064a<\/h4>\n<p>Artinya :<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya manusia yang paling jauh kepada Allah adalah mereka yang hatinya keras\u201d.<\/p>\n<p>Semoga kita selalu senantiasa mampu memberikan kasih sayang yang sungguh luar biasa bagi semua mahluq yang ada di muka bumi ini, dan niscaya semua mahluq yang ada di langit akan menyayangi bagi mereka yang selalu memberikan kasih sayang terhadap mahluq yang ada di bumi ini.<\/p>\n<p>Wallohu A\u2019lamu Bishowaab. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(* <strong>Muhammad Farid Wajdi<\/strong>, Guru\/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8191,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[61],"class_list":["post-8189","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-al-hadits"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tentang Hadits Musalsal Bil Awwaliyyah Bil Rahmah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur&#039;anul Karim, maka belajar hadits atau ilmu hadits tidak bisa\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tentang Hadits Musalsal Bil Awwaliyyah Bil Rahmah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur&#039;anul Karim, maka belajar hadits atau ilmu hadits tidak bisa\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-07-28T04:58:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Hadits-tentang-Kasih-Sayang.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"392\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\\\/\",\"name\":\"Tentang Hadits Musalsal Bil Awwaliyyah Bil Rahmah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/Hadits-tentang-Kasih-Sayang.jpg\",\"datePublished\":\"2022-07-20T02:24:34+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-28T04:58:39+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'anul Karim, maka belajar hadits atau ilmu hadits tidak bisa\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/Hadits-tentang-Kasih-Sayang.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/Hadits-tentang-Kasih-Sayang.jpg\",\"width\":700,\"height\":392,\"caption\":\"Hadits tentang Kasih Sayang\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Tentang Hadits Musalsal Bil Awwaliyyah Bil Rahmah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tentang Hadits Musalsal Bil Awwaliyyah Bil Rahmah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'anul Karim, maka belajar hadits atau ilmu hadits tidak bisa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tentang Hadits Musalsal Bil Awwaliyyah Bil Rahmah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'anul Karim, maka belajar hadits atau ilmu hadits tidak bisa","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2022-07-28T04:58:39+00:00","og_image":[{"width":700,"height":392,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Hadits-tentang-Kasih-Sayang.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/","name":"Tentang Hadits Musalsal Bil Awwaliyyah Bil Rahmah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Hadits-tentang-Kasih-Sayang.jpg","datePublished":"2022-07-20T02:24:34+00:00","dateModified":"2022-07-28T04:58:39+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'anul Karim, maka belajar hadits atau ilmu hadits tidak bisa","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Hadits-tentang-Kasih-Sayang.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Hadits-tentang-Kasih-Sayang.jpg","width":700,"height":392,"caption":"Hadits tentang Kasih Sayang"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/tentang-hadits-musalsal-bil-awwaliyyah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Tentang Hadits Musalsal Bil Awwaliyyah Bil Rahmah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/8189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8189"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8191"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=8189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}