{"id":8322,"date":"2021-05-23T13:23:10","date_gmt":"2021-05-23T05:23:10","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?post_type=blog&#038;p=8322"},"modified":"2022-08-14T18:00:13","modified_gmt":"2022-08-14T10:00:13","slug":"terjemah-jawahirul-kalamiyah-1","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/","title":{"rendered":"Terjemah Jawahirul Kalamiyah &#8211; 1"},"content":{"rendered":"<p>Oleh:<strong> Muhammad Farid Wajdi<\/strong> *)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Kitab Terjemah <a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/\">Jawahirul Kalamiyah<\/a> fi Idahil Aqidatil Islamiyah ( \u0627\u0644\u062c\u0648\u0627\u0647\u0631 \u0627\u0644\u0643\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629 \u0641\u064a \u0625\u064a\u0636\u0627\u062d \u0627\u0644\u0639\u0642\u064a\u062f\u0629 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629) karya Syaikh Thahir bin Salih Al-Jazairi (\u0637\u0627\u0647\u0631 \u0628\u0646 \u0635\u0627\u0644\u062d \u0627\u0644\u062c\u0632\u0627\u0626\u0631\u064a) merupakan kitab yang disusun dalam bentuk tanya jawab tentang Ilmu Dasar-dasar &#8216;Aqidah &#8220;Tauhid Asy\u2019ariyah&#8221; yang dianut oleh mayoritas muslim Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) di Indonesia dan seluruh dunia.<\/p>\n<p><strong>Muqaddimah<\/strong><\/p>\n<p>Bismillaahirrohmaanirrohiim<\/p>\n<p>Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam semoga tercurah ke atas junjungan kita Nabi Muhammad beserta para keluarga dan shahabat nya sekalian.<br \/>\nWaba\u2019du,<\/p>\n<p>Ini adalah risalah yang berisi tentang masalah yang penting dalam ilmu kalam (tauhid) yang mudah untuk dipahami. Saya menulisnya dalam bentuk tanya jawab<br \/>\ndan memberi contoh-contoh yang mudah dipahami oleh para penuntut ilmu.<\/p>\n<p>Syaikh Thahir bin Shalih Aljazairi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pengantar Aqidah Islamiyah<\/strong><\/p>\n<p>Terdiri atas 4 masalah<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>:\u00a0 Apakah makna<a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/\"> \u2018Aqidah Islamiyah<\/a> ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>:\u00a0 \u2018Aqidah Islamiyyah ialah perkara-perkara yang wajib diyakini oleh orang Islam yakni hal hal yang diyakini secara mantap oleh Orang Islam akan kebenarannya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>:\u00a0 Apakah makna Islam ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>:\u00a0 Islam adalah mengucapkan dengan lisan (Bershahadat), Membenarkan dengan hati bahwa segala sesuatu yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallaahu \u2018Alihi Wasallam itu haq dan benar.<\/p>\n<div id=\"attachment_8336\" style=\"width: 292px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-8336\" class=\"size-full wp-image-8336\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/Jawahirul-Kalamiyah.jpg\" alt=\"Jawahirul Kalamiyah\" width=\"282\" height=\"390\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/Jawahirul-Kalamiyah.jpg 282w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/Jawahirul-Kalamiyah-217x300.jpg 217w\" sizes=\"auto, (max-width: 282px) 100vw, 282px\" \/><p id=\"caption-attachment-8336\" class=\"wp-caption-text\"><em>Jawahirul Kalamiyah<\/em><\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Apakah Rukun-rukun Akidah Islamiyyah atau Asas-asasnya ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Rukun-rukun Akidah Islamiyyah ada enam perkara, yaitu: 1. Beriman kepada Allah Ta\u2019ala; 2. Beriman kepada Malaikat Allah; 3. Beriman kepada Kitab yg diturunkan Allah; 4. Beriman kepada Rasul-rasul Allah; 5. Beriman kepada hari Kiamat; 6. Beriman kepada Taqdir, Qadha dan Qadar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pembahasan I:\u00a0 Iman kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>:\u00a0 Bagaimana cara beriman kepada Allah Subhaanahu Wata\u2019ala?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>:\u00a0 Yaitu hendaklah meyakini bahwa Allah Subhaanahu Wata\u2019ala memiliki segala sifat yang sempurna dan jauh dari sifat kekurangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>:\u00a0 Bagaimana cara beriman kepada Allah Subhaanahu Wata\u2019ala secara lebih rinci ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>:\u00a0 Hendaklah meyakini bahwa Allah Subhaanahu Wata\u2019ala memiliki sifat : Wujud (Ada), Qidam (dahulu), Baqa (Kekal), Mukhaalafatu Lilhawaadits (Berbeda dengan Makhluk), Qiyaamuhu Binafsih (Mandiri dan tidak membutuhkan yg lain), Wahdaaniyyah (Maha Esa), Hayah (Hidup), \u2018Ilm (Mengetahui), Qudrah (Berkuasa), Iraadah (Berkehendak), Sama\u2019 (Mendengar), Bashar (melihat), Kalam (Berbicara). Dan meyakini bahwasanya Allah itu adalah Al Hayyu (Maha Hidup), \u2018Aliimun (Maha Mengetahui), Qaadirun (Maha Berkuasa), Muriidun (Maha Berkehendak) Samii\u2019un (Maha Mendengar) Bashiirun (Maha Melihat) dan Mutakallimun (Maha Berbicara)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>:\u00a0 Bagaimana cara meyakini Wujud (Keberadan) Allah ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>:\u00a0 Hendaklah meyakini bahwa Allah itu ada, dan keberadaanNya DzatNya itu ada dengan sendirinya tanpa memerlukan wasilah atau perantara. Dan meyakini bahwa keberadaanNya itu wajib adanya, tidak mungkin Dia pernah tiada.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini Dahulu (Qidam) nya Allah ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah itu Maha Dahulu adaNya, yakni Allah itu ada sebelum adanya sesuatu selainNya, dan bahwasanya Dia tidak terikat waktu dan keberadaanNya tanpa awal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini Kekekalan (Baqa\u2019) Allah ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah meyakini bahwasanya Allah itu Dzat yang kekal abadi dan kekekalanNya tersebut tanpa batas akhir. Dan hendaklah meyakini bahwasanya Dia tidak pernah berubah sama sekali serta Dia tidak pernah bersifat tiada pada pada waktu tertentu (kekekalanNya tidak terikat ruang dan waktu).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu bersifat Mukholafatu Lil Hawaadits (Berbeda dengan segala hal yang baru \/ makhluk )?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah tidak menyerupai sesuatupun, baik DzatNya, sifatNya maupun perbuatanNya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya:<\/strong> Bagaimana cara meyakini bahwa Dzat Allah itu berbeda dengan segala hal yang baru \/ makhluk ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah meyakini bahwasanya Dzat Allah itu tidaklah sama dengan makhluk ciptaanNya, berupa wajah misalnya. Segala hal yang kita lihat atau bayangkan dalam hati maka Allah tidaklah seperti bayangan tersebut. <em>Laitsa Kamitslihi Syaiun<\/em> (Tiada satupun yang serupa denganNya)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini bahwa Sifat Allah itu berbeda dengan sifat segala hal yang baru \/ makhluk ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah meyakini bahwasanya \u2018ilmu (pengetahuan) kita tidak sama dengan pengetahuan Allah, Qudrah (Kekuasaan) kita tidak sama dengan kekuasaan Allah, Iradah (kehendak) kita tidak sama dengan kehendak Allah, Hayah (sifat hidup) kita tidak sama dengan sifat hidupnya Allah, sifat mendengar (Sama\u2019) kita tidak sama dengan sifat mendengar Allah, Bashar (sifat melihat) kita tidak sama dengan pendengaran Allah dan Kalam (sifat berbicara) kita tidak sama dengan sifat kalam Allah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini bahwa Perbuatan Allah itu berbeda dengan perbuatan segala hal yg baru \/ makhluk ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwasanya perbuatan Allah Subhanahu Wata\u2019ala tidak serupa dengan perbuatan makhluqNya, karena Dia dalam berbuat sesuatu tidak membutuhkan perantara maupun alat. Firman Allah dalam Qs. Yaasin: 82, &#8220;Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: \u201cJadilah!\u201d maka terjadilah ia.&#8221;\u00a0 Dan hendaklah meyakini, bahwasanya Allah menciptakan sesuatu tidak berarti karena Dia membutuhkannya. Juga kita harus meyakini bahwa Dia tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia atau tanpa guna, karena Dia bersifat Maha Bijaksana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini Kemandirian Allah (Qiyamuhu Binafsihi) ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah Subhaanahu Wata\u2019ala tidak membutuhkan sesuatu apapun, Dia tidak butuh tempat dan tidak membutuhkan makhluk sama sekali. Dia Maha Kaya dan tidak membutuhkan apapun, bahkan segala sesuatu lah yang membutuhkan Allah Subhaanahu Wata\u2019ala.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini Kehidupan Allah (Hayah \/ hayat) ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah Subhaanahu Wata\u2019ala Maha Hidup dan bahwa kehidupan Allah tidak seperti hidup kita. Karena sesungguhnya kehidupan kita membutuhkan perantara seperti mengalirnya darah dan nafas sedangkan kehidupan Allah tanpa memerlukan apapun. Kehidupan Allah itu bersifat dahulu (Qodim), kekal (Baqo\u2019) dan kehidupanNya tiada pernah hilang maupun berubah sama sekali.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu bersifat Wahdaniyyah (Maha Esa) ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah itu Satu dan tidak memiliki teman atau sekutu. Tidak ada yang menyamai maupun menyerupaiNya. Tiada lawan yang sebanding maupun penggantiNya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu bersifat \u2018Ilm (Maha Berpengetahuan) ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah itu memiliki sifat Maha Berpengetahuan dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Mengetahui segala hal, baik yang tampak maupun yg tidak. Dia mengetahui jumlah pasir, titik air hujan maupun daun pepohonan. Dia Mengetahui hal yang rahasia maupun yang jelas. Tidak ada yang bisa bersembunyi dari Nya. Dan hendaklah kita meyakini bahwasanya pengetahuan Allah itu tidak membutuhkan usaha meraihnya, namun pengetahuan Allah akan segala sesuatu itu telah ada sejak zaman azali sebelum sesuatu itu ada.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini Ke Maha Kuasaan Allah ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwa Allah itu memiliki sifat Maha Kuasa dan bahwasanya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu Maha Berkehendak (Iradah \/ iradat)?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwa Allah itu memiliki sifat Iradah (Maha Berkehendak) dan Dia lah segala tujuan, tidak ada sesuatupun yg dapat terjadi tanpa kehendak Nya. Maka apa saja yang Dia kehendaki maka akan terjadi dan apapun yang tiada dikehendakiNya, maka tidak mungkin akan ada atau terjadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu Maha Mendengar (Sama\u2019)?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah itu bersifat Maha Mendengar dan sesungguhnya Allah mendengar segala sesuatu baik nampak atau pun yang tersembunyi. Namun, pendengaran Allah Subhanaahu Wata\u2019ala tidak seperti pendengaran kita , karena pendengaran kita sebagai makhluk memerlukan alat perantara berupa telinga sedangkan pendengaran Allah tanpa memerlukan perantara apapun.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu Maha Melihat (Bashar)?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwasanya Allah itu bersifat Maha Melihat , dan Dia Maha Melihat atas segala sesuatu. Dia Maha Melihat hingga semut hitam kecil berjalan di malam gelap gulita sekalipun, bahkan yang lebih kecil dari itu (atom). Tidak ada yang dapat bersembunyi dari penglihatan Allah, baik yang ada di bumi maupun di luarnya.\u00a0 Namun, penglihatan Allah berbeda dengan kita sebagai makhluk. Sesungguhnya penglihatan kita membutuhkan perantara yakni mata, sedangkan penglihatan Allah tanpa membutuhkan alat perantara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>:\u00a0 Bagaimana cara meyakini bahwa Allah itu Maha Berbicara (Kalam)?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hendaklah kita meyakini bahwa Allah itu bersifat Maha Berbicara. Akan tetapi kalam Allah tidak sama dengan kita sebagai makhluk Nya. Sesungguhnya pembicaraan kita diciptakan dalam diri kita dan membutuhkan alat perantara berupa mulut, lidah serta kedua bibir. Sedangkan Kalam Allah tidak seperti itu (tidak butuh alat perantara).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Beritahukan kepada kami apa sajakah sifat mustahil yg tidak mungkin dimiliki Allah ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Yaitu semua sifat yg mustahil bagi Allah. Maksudnya adalah segala sifat yang tidak mungkin dimiliki Oleh Allah. Yaitu diantaranya : \u2018Adam (tiada), huduts (baru ada), Fana\u2019 (binasa), mumatsalatu lilhawaadits (serupa dengan makhluqNya), Ihtiyaaju lighairihi (membutuhkan kepada selainNya), Wujuudus Syarki (adanya sekutu), Al \u2018ajz (Lemah), Karohiyah (terpaksa, maksudnya terjadinya sesuatu tanpa kehendakNya), Al Jahl (bodoh) dan sifat buruk lainnya. Dan sesungguhnya Allah tidak bersifat hal-hal di atas karena itu adalah sifat kekurangan. Dan Allah Subhaanahu Wata\u2019ala tidaklah bersifat kecuali dengan sifat yang sempurna.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Mohon diterangkan sifat yang boleh (Jaiz) ada pada Allah Subhaanahu Wata\u2019ala !<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Yaitu sifat melakukan Fi\u2019lu Kulli Mumkinin Aw Tarkuhu (Melakukan sesuatu atau pun meninggalkannya). Seperti menciptakan manusia dalam keadaan kaya atau sebaliknya yakni miskin, memberi kesehatan atau sakit dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Apa maksud lafadz \u201c Istawa\u2019 \u201d pada firman Allah, &#8220;Arrahmaanu \u2018Ala Al \u2018Arsy Istawaa&#8221; (Qs. Thaha :5)<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Yang dimaksud dengan kata Istiwa adalah Istiwa yang pantas bagi keagungan Allah Ta\u2019ala yang Maha Pengasih. Makna Istiwa\u2019 sudah diketahui (Ma\u2019lum) tapi bagaimana itu dilakukan Allah, tidak diketahui (Majhul) dan tidak perlu dipertanyakan. Istiwa\u2019 Allah atas \u2018Arsy tidak serupa dengan bersemayamnya manusia diatas perahu, hewan tunggangan ataupun kendaraan. Barangsiapa menggambarkan Allah seperti itu, maka dia telah terkena Penyakit Wahn (angan-angan yang sia-sia) karena ia telah menyerupakan Pencipta (Allah) dengan CiptaanNya (Makhluk), padahal telah jelas berdasarkan akal dan dalil (Naql) bahwa Allah tidak menyerupai sesuatupun. Maka sebagaimana dzat Allah tidak menyerupai sesuatupun dari ciptaanNya, maka segala hal yang disandarkan kepada Allah tidak mungkin serupa dengan segala hal yang ada pada makhluk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Apakah mungkin dikatakan bahwa Allah itu memiliki dua tangan, mata dan selainnya ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Telah disebutkan hal tentang penyandaran satu tangan kepada Allah dalam firman Nya \u201cTangan (kekuasaan) Allah berada di atas tangan Orang-orang itu\u201d (Qs. Al Fath :10) Dan ayat tentang penyandaran dua tangan kepada Allah dalam firmanNya, \u201cApa yang mencegahmu untuk bersujud kepada Dzat yang telah menciptakanmu dengan kedua tanganNya (KekuasaanNya) ?\u201d (Qs. Shad : 75) Dan ayat tentang penyandaran \u201cmata\u201d kepada Allah dalam firman Nya : \u201cDan bersabarlah akan hukum tuhanmu dengan kedua mataKu (perlindunganKu)\u201d (Qs. At Thuur : 48) Adalah tidak boleh menyandarkan kepada Allah kecuali apa yang telah ditetapkanNya dalam kitab yang telah diturunkanNya atau yang telah ditetapkan oleh utusanNya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Apakah yang dimaksud dengan lafadz Yad (tangan) pada ayat tersebut di atas ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Yang dimaksud dengan lafadz Yad (tangan) pada ayat di atas adalah arti yang pantas bagi Allah Subhaanahu Wata\u2019ala, begitupun dengan lafadz A\u2019yun (mata). Karena segala hal yang disandarkan kepada Allah Subhaanahu Wata\u2019ala maka tidak akan sama dengan sesuatu yang disandarkan pada makhluk. Barangsiapa meyakini bahwa Allah memiliki tangan seperti tangan makhluqNya atau meyakini Allah bermata sebagaimana mata makhluqNya, maka dia telah terkena Penyakit Wahm (angan sia-sia) karena telah menyerupakan Allah dengan ciptaanNya, padahal Tiada suatupun yang serupa dengan Allah Subhaanahu Wata\u2019ala.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Kepada siapa pendapat di atas \u2013 yakni tentang makna kata-kata istiwa\u2019, yadain dan A\u2019yun \u2013 disandarkan ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Pendapat yang telah diuraikan di atas tersebut adalah pendapat Ulama Salaf (terdahulu). Adapun Ulama khalaf (yang datang kemudian) mayoritas menafsirkan lafadz Istiwa\u2019 dengan arti \u201c Istiila\u2019 \u201d (menguasai), Menafsirkan kata \u201cYad\u201d dengan nikmat atau kekuasaan serta lafadz A\u2019yun dengan Penjagaan (Hifdz) dan Pemelihara (Ri\u2019ayah). Hal itu karena kebanyakan Ulama Khalaf tersebut khawatir jika kata-kata tersebut tidak ditakwil atau digeser dari makna dzahirnya maka akan terkena pemahaman \u201cTasybih\u201d (menyerupakan Allah dengan CiptaanNya). Padahal baik Ulama Salaf maupun Khalaf telah sepakat, siapa saja yang menyerupakan Allah dengan makhluqNya maka dia \u201cSesat\u201d (Dhallun). Sebagian dari mereka mengatakan bahwa termasuk ke dalam tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk ) jika tidak ada dalil \u2018aqli dan Naqli yang menunjukkan bahwa orang tersebut meyakini tanziih ( kesucian Allah ). Barangsiapa menyerupakan Allah dengan makhlukNya (menganggap Allah itu bertangan, bermata, duduk dan lain sebagainya) maka pendapat itu berasal dari dirinya sendiri (bukan pendapat Ulama Salaf maupun Khalaf).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Bagaimana mungkin kita menetapkan sesuatu (meyakini makna ayat Mutasyabihat apa adanya), lantas kita mengatakan \u201cBagaimana Allah melakukannya itu tidak diketahui?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Hal itu bukanlah sesatu yang aneh karena sesungguhnya kita mengetahui bahwa diri kita memiliki sifat seperti berilmu, berkemampuan, berkehendak- di sisi lain kita tidak mengetahui cara terjadinya Sifat-sifat tersebut. Sebaliknya, kita mendengar dan melihat tanpa tahu bagaimana bisa pendengaran dan penglihatan itu terjadi. Bahkan sesunguhnya kita berbicara dan tidak tahu bagaimana pembicaraan itu bisa keluar. Jika kita mengetahui bagaimana caranya hal itu terjadi maka hilanglah keraguan kita. Dan banyak lagi hal yang serupa. Jika hal-hal tersebut di atas disandarkan pada diri kita (sementara kita tidak dapat memahaminya), maka bagaimana pula halnya jika perkara tersebut disandarkan pada Allah Subhaanahu Wata\u2019ala.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tanya<\/strong>: Diantara dua pendapat tersebut, manakah yang paling rajih (kuat) ?<\/p>\n<p><strong>Jawab<\/strong>: Pendapat Ulama salaf (terdahulu) lah yang paling kuat karena lebih aman dan kuat. Adapun madzhab khalaf (ulama terkini; modern), maka kita boleh memakainya saat dlarurat dan hal itu berlaku bagi sebagian manusia yang dikhawatirkan terjatuh pada keyakinan Tasybih (menyerupakan Allah dengan makhlukNya), jika kalimat-kalimat di atas tidak ditakwilkan bagi mereka. Maka menakwilkan hal tersebut di atas dibolehkan menurut pendapat yang masyhur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Bersambung)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8323,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[145,140],"class_list":["post-8322","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","blog-kat-aqidah","blog-kat-kepesantrenan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Jawahirul Kalamiyah - 1 - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Terjemah Jawahirul Kalamiyah fi Idahil Aqidatil Islamiyah ( \u0627\u0644\u062c\u0648\u0627\u0647\u0631 \u0627\u0644\u0643\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629 \u0641\u064a \u0625\u064a\u0636\u0627\u062d \u0627\u0644\u0639\u0642\u064a\u062f\u0629 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629)\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Jawahirul Kalamiyah - 1 - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Terjemah Jawahirul Kalamiyah fi Idahil Aqidatil Islamiyah ( \u0627\u0644\u062c\u0648\u0627\u0647\u0631 \u0627\u0644\u0643\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629 \u0641\u064a \u0625\u064a\u0636\u0627\u062d \u0627\u0644\u0639\u0642\u064a\u062f\u0629 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629)\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-08-14T10:00:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Iman-Kepada-Allah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"410\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\\\/\",\"name\":\"Terjemah Jawahirul Kalamiyah - 1 - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Iman-Kepada-Allah.jpg\",\"datePublished\":\"2021-05-23T05:23:10+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-14T10:00:13+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Terjemah Jawahirul Kalamiyah fi Idahil Aqidatil Islamiyah ( \u0627\u0644\u062c\u0648\u0627\u0647\u0631 \u0627\u0644\u0643\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629 \u0641\u064a \u0625\u064a\u0636\u0627\u062d \u0627\u0644\u0639\u0642\u064a\u062f\u0629 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629)\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Iman-Kepada-Allah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Iman-Kepada-Allah.jpg\",\"width\":768,\"height\":410,\"caption\":\"Iman-Kepada-Allah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog Guru\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Terjemah Jawahirul Kalamiyah &#8211; 1\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Jawahirul Kalamiyah - 1 - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Terjemah Jawahirul Kalamiyah fi Idahil Aqidatil Islamiyah ( \u0627\u0644\u062c\u0648\u0627\u0647\u0631 \u0627\u0644\u0643\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629 \u0641\u064a \u0625\u064a\u0636\u0627\u062d \u0627\u0644\u0639\u0642\u064a\u062f\u0629 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629)","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Jawahirul Kalamiyah - 1 - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Terjemah Jawahirul Kalamiyah fi Idahil Aqidatil Islamiyah ( \u0627\u0644\u062c\u0648\u0627\u0647\u0631 \u0627\u0644\u0643\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629 \u0641\u064a \u0625\u064a\u0636\u0627\u062d \u0627\u0644\u0639\u0642\u064a\u062f\u0629 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629)","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_modified_time":"2022-08-14T10:00:13+00:00","og_image":[{"width":768,"height":410,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Iman-Kepada-Allah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/","name":"Terjemah Jawahirul Kalamiyah - 1 - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Iman-Kepada-Allah.jpg","datePublished":"2021-05-23T05:23:10+00:00","dateModified":"2022-08-14T10:00:13+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi *) BLOGGURU - Kitab Terjemah Jawahirul Kalamiyah fi Idahil Aqidatil Islamiyah ( \u0627\u0644\u062c\u0648\u0627\u0647\u0631 \u0627\u0644\u0643\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629 \u0641\u064a \u0625\u064a\u0636\u0627\u062d \u0627\u0644\u0639\u0642\u064a\u062f\u0629 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629)","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Iman-Kepada-Allah.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Iman-Kepada-Allah.jpg","width":768,"height":410,"caption":"Iman-Kepada-Allah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/terjemah-jawahirul-kalamiyah-1\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog Guru","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Terjemah Jawahirul Kalamiyah &#8211; 1"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/8322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/blog-kat?post=8322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}