{"id":10057,"date":"2022-11-10T10:58:39","date_gmt":"2022-11-10T02:58:39","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?p=10057"},"modified":"2023-02-24T01:05:49","modified_gmt":"2023-02-23T17:05:49","slug":"mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/","title":{"rendered":"Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_10059\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-10059\" class=\"size-full wp-image-10059\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/a02a0b9b82fe2d5ef515065ba8e64acb.jpg\" alt=\"Hasyiyah al-Bajuri \" width=\"700\" height=\"614\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/a02a0b9b82fe2d5ef515065ba8e64acb.jpg 700w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/a02a0b9b82fe2d5ef515065ba8e64acb-300x263.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><p id=\"caption-attachment-10059\" class=\"wp-caption-text\"><em>Hasyiyah al-Bajuri. (foto: ist\/*)<\/em><\/p><\/div>\n<p>Oleh<strong>: Ustadz Muafa<\/strong><\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211;\u00a0Mana pelafalan yang lebih tepat antara Al-Bajuri ataukah Al-Baijuri sudah pernah saya buatkan catatan dalam artikel berjudul \u201cAl-Bajuri Ataukah Al-Baijuri?\u201d. Fokus kita kali ini bukan pada \u201cdhobth\u201d nama Al-Bajuri, tetapi pada resensi bukunya.<\/p>\n<p>Secara genalogis, \u201cHasyiyah Al-Bajuri\u201d sebenarnya berasal dari Matan Abu Syuja\u2019 yang telah saya buatkan catatannya dalam artikel berjudul \u201cMengenal Matan Abu Syuja\u2019\u201d. Matan Abu Syuja\u2019 yang sangat terkenal dikalangan Asy-Syafi\u2019iyyah ini memiliki syarah yang juga sangat terkenal dan banyak dipelajari di masyarakat yang bernama \u201cFathu Al-Qorib\u2019 karya Ibnu Qosim Al-Ghozzi (w.918 H). Nah, kitab \u201cFathu Al-Qorib\u201d inilah yang dibuatkan Hasyiyah oleh Al-Bajuri sehingga karyanya kemudian terkenal dengan nama Hasyiyah Al-Bajuri (\u062d\u0627\u0634\u064a\u0629 \u0627\u0644\u0628\u0627\u062c\u0648\u0631\u064a).<\/p>\n<p>Pengarang kitab ini bernama Ibrohim Al-Bajuri atau secara singkat bisa disebut Al-Bajuri. Nama lengkap beliau; Burhanuddin Abu Ishaq Ibrohim bin Muhammad bin Ahmad Al-Bajuri Al-Manufi Al-Mishri. Beliau lahir pada tahun 1197 H. Di usia 14 tahun beliau sudah masuk ke Al-Azhar dan belajar di sana. Dengan ketekunannya dalam belajar dan bermulazamah dengan sejumlah syaikh, akhirnya beliu naik sampai ke derajat Syaikhul Azhar Asy-Syarif di zamannya. Beliau sempat mengalami masa penjajahan Prancis di Mesir yang dipimpin oleh Napoleon. Di antara murid Al-bajuri yang terkenal adalah Rifa\u2019ah Ath-Thohthowi.<\/p>\n<p>Adapun motivasi penulisan hasyiyah ini, hal itu ditulis Al-Bajuri dalam muqoddimah kitabnya. Al-Bajuri melihat Matan Abu Syuja\u2019 adalah mukhtashor yang penuh berkah dan banyak dimanfaatkan. Demikian pula syarahnya yang bernama \u201cFathu Al-Qorib\u201d. Termasuk pula hasyiyah \u201cFathu Al-Qorib\u201d yang bernama \u201cHasyiyah Al-Birmawi\u201d. Hanya saja, beliau melihat dalam \u201cHasyiyah Al-Birmawi\u201d ini masih banyak ungkapan-ungkapan yang tidak mudah dipahami untuk pelajar pemula. Oleh karena itu, setelah melihat problem ini, beliau didorong berkali-kali oleh kolega dan ulama sezamannya untuk membuat hasyiyah dengan bahasa yang enak dan mudah dicerna oleh para pemula dan beliaupun tergerak untuk melakukannya. Karena itu lahirlah \u201cHasyiyah Al-Bajuri\u201d.<\/p>\n<p>Hasyiyah Al-Bajuri populer di masyarakat karena bahasanya enak, indah dan mudah dicerna. Kemudahan bahasa ini menjadi salah satu ciri yang menonjol dari kitab ini sekaligus menjadi keistimewaannya jika dibandingkan dengan hasyiyah-hasyiyah yang lain.<\/p>\n<p>Keistimewaan lain \u201cHasyiyah Al-Bajuri\u201d adalah menjelaskan semua istilah dalam berbagai bidang ilmu sehingga akan sangat memudahkan pembacanya untuk memahami isinya. Jika ada \u201cillat shorf\u201d pada sebuah kata, maka Al-Bajuri akan menjelaskan wazannya, proses i\u2019lalnya, proses ibdalnya, proses pembentukan jamaknya, asal mufrodnya, bentuk mudzakkarnya, dan bentuk muanntasnya. Jika ada ungkapan yang salah dalam \u201cFathu Al-Qorib\u201d maka beliau mengoreksinya. Jika ada ungkapan yang kurang jelas maka beliau memperjelasnya. Jadi, \u201cHasyiyah Al-Bajuri\u201d itu detail, padat isi, dan luas jangkauannya.<\/p>\n<p>Keistimewaan yang lain, meskipun kitab ini dinamai hasyiyah, tapi secara fakta justru malah lebih dekat ke syarah. Syarah lebih mudah \u201cditelan\u201d oleh pemula daripada hasyiyah. Oleh karena itu hasyiyah Al-Bajuri tidak mensyaratkan pengkajinya harus mencapai level \u201cexpert\u201d dalam mazhab Asy-Syafi\u2019i untuk memahaminya.<\/p>\n<p>Sudah dikenal sejak zaman dulu bahwa pelajar pemula akan dianggap menyia-nyiakan waktu jika langsung mencoba menelaah hasyiyah. Hal itu karena ungkapan-ungkapan yang dipakai dalam hasyiyah memang diperuntukkan untuk pengkaji fikih level tinggi. Bagi pemula, seharusnya mereka mempelajari matan\/muktashor dan menghafalnya bukan langusng mengkaji hasyiyah. Ahmad bin Hasan Al-\u2018Atthos (w.1334 H) berkata,<\/p>\n<h4 style=\"text-align: center;\">\n\u0645\u0646 \u0642\u0631\u0623 \u0627\u0644\u062d\u0648\u0627\u0634\u064a \u0645\u0627 \u062d\u0648\u0649 \u0634\u064a<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa (di kalangan pemula) mengkaji hasyiyah, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa\u201d.<\/p>\n<p>Hasyiyah hanya akan bermanfaat bagi orang yang level keilmuannya sudah tingkat lanjut\/advanced, karena hal-hal yang umumnya sudah diketahui oleh pelajar tingkat lanjut tidak akan diterangkan oleh pengarang hasyiyah. Pengarang hasyiyah hanya akan menerangkan hal-hal yang paling sulit sehingga tetap bermanfaat bagi pelajar tingkat lanjut itu.<\/p>\n<p>Tapi \u201cHasyiyah Al-Bajuri\u201d ini beda. Karena pendekatan menulisnya lebih ke arah syarah, pelajar pemula yang merangkak menuju level menengah insya Allah bisa memanfaatkannya.<\/p>\n<p>Adapun metode penulisannya, Al-Bajuri dalam menerangkan ungkapan dalam \u201cFathu Al-Qorib\u201d, beliau memberikan \u201cquyud\u201d (batasan-batasan) dan \u201camtsilah\u201d (contoh-contoh) agar maksudnya lebih mudah ditangkap. Untuk kata-kata dan ungkapan tertentu kadang-kadnag Al-Bajuri membahas juga aspek i\u2019rob dan nahwunya.<\/p>\n<p>Jika ada pembahasan furu\u2019 fikih, maka Al-Bajuri akan menjelaskan kaidah ushul yang mendasarinya, termasuk aspek nahwu, dan asybah -nazhoirnya. Jika dibahas nahwu maka Al-Bajuri akan menyebutkan \u201csyahid-syahid\u201d (dalil kebahasaan) yang relevan dengan pembahasan nahwu tersebut.<\/p>\n<p>Jadi kitab ini sungguh kaya cita rasa. Orang akan merasakan pembahasan fikih, ushul fikih, bahasa, dan \u201crasa-rasa\u201d yang lainnya.<\/p>\n<p>Adapun referensi yang dipakai Al-Bajuri untuk menulis hasyiyah ini, hal itu meliputi karya-karya Asy-Syafi\u2019i, nukilan-nukilan dari ashabul wujuh, syarah-syarah mukhtashor Al-Muzani, kitab-kitab Al-Ghozzali, kitab-kitab syaikhon, kitab-kitab Ibnu Ar-Rif\u2019ah, syarah-syarah Minhaj Ath-Tholibin, dan kitab-kitab Zakariyya Al-Anshori dan syarah-syarahnya. Beliau juga banyak mengambil rujukan dari syarah-syarah matan Abu Syuja\u2019, Al-Iqna\u2019 karya Al-Khothib Asy-Syirbini, \u201cFathu Al-Ghoffar\u201d karya Ibnu Qosim Al-\u2018Abbadi, hasyiyah-hasyiyah \u201cFathu Al-Qorib\u201d seperti \u201cHasyiyah Al-Qolyubi\u201d, \u201cHasyiyah Al-Birmawi\u201d, \u201cHasyiyah Athiyyah Al-Ujhuri\u201d, \u201cHasyiyah Al-Bulbaisi\u201d dan lain-lain.<\/p>\n<p>Dengan referensi sebanyak ini wajar jika mutu \u201cHasyiyah Al-Bajuri\u201d masuk dalam jajaran kitab syarah dan hasyiyah level tinggi.<\/p>\n<p>Dalam menulis hasyiyah, Al-Bajuri juga menjelaskan mana pendapat mu\u2019tamad, mana yang bukan mu\u2019tamad, mana yang rojih, dan mana yang marjuh.<\/p>\n<p>Dalam kitab ini, Al-Bajuri juga menyebut ikhtilaf antara Ibnu Hajar Al-Haitami dan Syamsuddin Ar-Romli. Seringkali beliau menguatkan pendapat Ar-Romli. Hal ini wajar, karena Al-Bajuri banyak belajar pada ulama Mesir dan bahkan menjadi syaikhul azhar di negeri tersebut, sementara kita tahu mayoritas tumpuan ulama-ulama Mesir adalah kitab-kitab Ar-Romli, terutama kitab \u201cNihayatu Al-Muhtaj\u201d. Kata Al-Kurdi dalam Al-\u201cFawaid Al-Madaniyyah\u201d, ulama-ulama Mesir telah \u201cdiikat perjanjian\u201d bahwa mereka hanya akan mengambil ijtihad dan fatwa Ar-Romli saja. Hanya saja Al-Bajuri kadang-kadang menguatkan pendapat Ibnu Hajar Al-Haitami pada persoalan-persoalan yang beliau pandang cocok dengan masanya. Tapi yang seperti ini jumlahnya sedikit dan terbatas.<\/p>\n<p>Di antara urgensi kitab ini, Al-Bajuri banyak membahas isu-isu yang sering terjadi dan kasus-kasus aktual seperti hukum melihat (wanita\/aurot), hukum dokter lelaki mengobati pasien wanita ajnabiyyah, hukum menunda kehamilan, hukum vasektomi\/tubektomi, masalah riba dan lain-lain.<\/p>\n<p>\u201cHasyiyah Al-Bajuri\u201d telah ditahqiq oleh syaikh Mahmud Al-Hadidi. Dalam mentahqiq, Al-Hadidi meneliti 5 manuskrip dan 3 edisi cetakan yang mana satu naskah telah dikoreksi oleh Abu Al-Wafa\u2019 Nashr Al-Hurini. Motivasi Al-Hadidi dalam mentahqiq adalah atas permintaan dan saran para ulama sejawat dan para penuntut ilmu yang mengadu kesulitan menelaah \u201cHasyiyah Al-Bajuri\u201d dari terbitan-terbitan lama yang dipenuhi kesalahan cetak dan kesalahan ilmiah.Empat tahun dihabiskan Al-Hadidi untuk mentahqiq kitab ini atas supervisi penerbit Dar Al-Minhaj sampai akhirnya bisa terbit dalam 4 jilid dengan ketebalan hampir 3000 halaman.<\/p>\n<p>Al-Bajuri wafat pada hari kamis, 28 Dzul Qo\u2019dah tahun 1276\/1277 H.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: center;\">\n\u0631\u062d\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0628\u0627\u062c\u0648\u0631\u064a \u0631\u062d\u0645\u0629 \u0648\u0627\u0633\u0639\u0629<br \/>\n\u0627\u0644\u0644\u0647\u0645 \u0627\u062c\u0639\u0644\u0646\u0627 \u0645\u0646 \u0645\u062d\u0628\u064a \u0627\u0644\u0639\u0644\u0645\u0627\u0621 \u0627\u0644\u0635\u0627\u0644\u062d\u064a\u0646<\/h4>\n<p>Sumber materi asal: <a href=\"https:\/\/irtaqi.net\/2018\/03\/02\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/\"><strong>DISINI<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ustadz Muafa BLOGGURU &#8211;\u00a0Mana pelafalan yang lebih tepat antara Al-Bajuri ataukah Al-Baijuri sudah pernah saya buatkan catatan dalam artikel berjudul \u201cAl-Bajuri Ataukah Al-Baijuri?\u201d. Fokus kita kali ini bukan pada \u201cdhobth\u201d nama Al-Bajuri, tetapi pada resensi bukunya. Secara genalogis, \u201cHasyiyah Al-Bajuri\u201d sebenarnya berasal dari Matan Abu Syuja\u2019 yang telah saya buatkan catatannya dalam artikel berjudul \u201cMengenal Matan Abu Syuja\u2019\u201d. Matan Abu Syuja\u2019 yang sangat terkenal dikalangan Asy-Syafi\u2019iyyah ini memiliki syarah yang juga sangat terkenal dan banyak dipelajari di masyarakat yang bernama \u201cFathu Al-Qorib\u2019 karya Ibnu Qosim Al-Ghozzi (w.918 H). Nah, kitab \u201cFathu Al-Qorib\u201d inilah yang dibuatkan Hasyiyah oleh Al-Bajuri sehingga karyanya kemudian terkenal dengan nama Hasyiyah Al-Bajuri (\u062d\u0627\u0634\u064a\u0629 \u0627\u0644\u0628\u0627\u062c\u0648\u0631\u064a). Pengarang kitab ini bernama Ibrohim Al-Bajuri atau secara singkat bisa disebut Al-Bajuri. Nama lengkap beliau; Burhanuddin Abu Ishaq Ibrohim bin Muhammad bin Ahmad Al-Bajuri Al-Manufi Al-Mishri. Beliau lahir pada tahun 1197 H. Di usia 14 tahun beliau sudah masuk ke Al-Azhar dan belajar di sana. Dengan ketekunannya dalam belajar dan bermulazamah dengan sejumlah syaikh, akhirnya beliu naik sampai ke derajat Syaikhul Azhar Asy-Syarif di zamannya. Beliau sempat mengalami masa penjajahan Prancis di Mesir yang dipimpin oleh Napoleon. Di antara murid Al-bajuri yang terkenal adalah Rifa\u2019ah Ath-Thohthowi. Adapun motivasi penulisan hasyiyah ini, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10058,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[211,59],"tags":[232,233],"class_list":["post-10057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fikih-dan-kitab-fikih","category-islamic-studies","tag-hasyiyah-al-bajuri","tag-matan-abu-syuja"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Ustadz Muafa BLOGGURU -\u00a0Mana pelafalan yang lebih tepat antara Al-Bajuri ataukah Al-Baijuri sudah pernah saya buatkan catatan dalam artikel berjudul\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Ustadz Muafa BLOGGURU -\u00a0Mana pelafalan yang lebih tepat antara Al-Bajuri ataukah Al-Baijuri sudah pernah saya buatkan catatan dalam artikel berjudul\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-10T02:58:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-02-23T17:05:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/hasyiyah-albajuri-1-1024x683-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"489\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Immim pangkep\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\"},\"headline\":\"Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri\",\"datePublished\":\"2022-11-10T02:58:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-23T17:05:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/\"},\"wordCount\":1030,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/hasyiyah-albajuri-1-1024x683-1.jpg\",\"keywords\":[\"Hasyiyah al-Bajuri\",\"Matan abu Syuja\"],\"articleSection\":[\"Fikih dan Kitab Fikih\",\"Islamic Studies\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/\",\"name\":\"Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/hasyiyah-albajuri-1-1024x683-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-11-10T02:58:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-23T17:05:49+00:00\",\"description\":\"Oleh: Ustadz Muafa BLOGGURU -\u00a0Mana pelafalan yang lebih tepat antara Al-Bajuri ataukah Al-Baijuri sudah pernah saya buatkan catatan dalam artikel berjudul\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/hasyiyah-albajuri-1-1024x683-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/hasyiyah-albajuri-1-1024x683-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":489},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/11\\\/10\\\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\",\"name\":\"Immim pangkep\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"caption\":\"Immim pangkep\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blog\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Ustadz Muafa BLOGGURU -\u00a0Mana pelafalan yang lebih tepat antara Al-Bajuri ataukah Al-Baijuri sudah pernah saya buatkan catatan dalam artikel berjudul","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Ustadz Muafa BLOGGURU -\u00a0Mana pelafalan yang lebih tepat antara Al-Bajuri ataukah Al-Baijuri sudah pernah saya buatkan catatan dalam artikel berjudul","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_published_time":"2022-11-10T02:58:39+00:00","article_modified_time":"2023-02-23T17:05:49+00:00","og_image":[{"width":800,"height":489,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/hasyiyah-albajuri-1-1024x683-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Immim pangkep","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Immim pangkep","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/"},"author":{"name":"Immim pangkep","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51"},"headline":"Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri","datePublished":"2022-11-10T02:58:39+00:00","dateModified":"2023-02-23T17:05:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/"},"wordCount":1030,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/hasyiyah-albajuri-1-1024x683-1.jpg","keywords":["Hasyiyah al-Bajuri","Matan abu Syuja"],"articleSection":["Fikih dan Kitab Fikih","Islamic Studies"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/","name":"Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/hasyiyah-albajuri-1-1024x683-1.jpg","datePublished":"2022-11-10T02:58:39+00:00","dateModified":"2023-02-23T17:05:49+00:00","description":"Oleh: Ustadz Muafa BLOGGURU -\u00a0Mana pelafalan yang lebih tepat antara Al-Bajuri ataukah Al-Baijuri sudah pernah saya buatkan catatan dalam artikel berjudul","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/hasyiyah-albajuri-1-1024x683-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/hasyiyah-albajuri-1-1024x683-1.jpg","width":800,"height":489},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/11\/10\/mengenal-kitab-hasyiyah-al-bajuri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51","name":"Immim pangkep","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","caption":"Immim pangkep"},"sameAs":["http:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blog"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10057"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10060,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10057\/revisions\/10060"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}