{"id":10876,"date":"2023-04-23T09:39:14","date_gmt":"2023-04-23T01:39:14","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?p=10876"},"modified":"2023-06-01T09:17:49","modified_gmt":"2023-06-01T01:17:49","slug":"model-penulisan-kitab-hadits","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/","title":{"rendered":"Model Penulisan Kitab Hadits"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_7771\" style=\"width: 674px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-7771\" class=\"size-full wp-image-7771\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png\" alt=\"Al-Hadits\" width=\"664\" height=\"432\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png 664w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits-300x195.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 664px) 100vw, 664px\" \/><p id=\"caption-attachment-7771\" class=\"wp-caption-text\"><em>Al-Hadits<\/em><\/p><\/div>\n<p>Oleh:\u00a0<strong>Hanif Luthfi, Lc, MA. <\/strong>*)<\/p>\n<p><b>BLOGGURU &#8211; <\/b>Sejarah mencatat bahwa kitab hadits mulai berkembang cukup pesat pada akhir abad ke-2 hijriyyah. Muncul kitab-kitab hadits yang sampai sekarang masih bisa kita nikmati. Ada beberapa model ketika ulama menuliskan kitab hadits mereka, ada istilah\u00a0jawami&#8217;, sunan, mushannafat, muwattha&#8217;at\u00a0dan lain sebagainya. Kitab-kitab hadits ini masuk dalam kategori\u00a0ilmu hadits riwayat.<\/p>\n<p>Sebelum itu, secara garis besar ilmu hadits terbagi dalam dua kategori;\u00a0ilmu hadits riwayat\u00a0dan\u00a0ilmu hadits dirayat. Ilmu hadits riwayat adalah ilmu yang mempelajari tentang periwayatan secara teliti dan hati-hati terhadap sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir dan sifat.<\/p>\n<p>Sedangkan\u00a0ilmu hadits dirayat\u00a0adalah gabungan beberapa ilmu yang mempelajari tentang keadaan seorang perawi hadits dan sesuatu yang diriwayatkannya dari segi diterima atau tidaknya suatu hadits\u00a0<a title=\"\" href=\"file:\/\/\/C:\/Users\/Hanif\/Desktop\/Nama-Nama%20Kitab%20Hadits%20dan%20Ilmu%20Hadits.doc#_ftn1\" name=\"_ftnref1\">[1]<\/a>. Ilmu hadits dirayat ini sering disebut dengan ilmu mushtalah hadits.<\/p>\n<p><strong>Fase Penulisan Ilmu Hadits Riwayat<\/strong><\/p>\n<p>Ilmu hadits riwayat jika kita telusuri sejarahnya, secara garis besar bisa dipetakan dalam beberapa fase:<\/p>\n<p>1. Zaman Nabi, para shahabat dan tabiin awal. Pada fase ini, hadits belum tercatat dalam satu kitab khusus, kebanyakan hadits berpindah dengan sistem hafalan.<\/p>\n<p>2. Awal abad ke-2 Hijriyyah. Pada masa ini, Khalifah Umar bin Abdul Aziz (w. 101 H) memerintahkan kepada ahli hadits saat itu untuk menuliskan hadits. Ahli hadits pertama yang memenuhi permintaan Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah Muhammad bin Muslim bin Syihab az-Zuhri (w. 124 H). Pada fase ini, sudah banyak ulama yang menulis hadits, tetapi kitab yang ditulis masih tercampur dengan perkataan-perkataan shahabat dan tabiin.<\/p>\n<p>3. Awal abad ke-3 Hijriyyah. Di abad ini para ahli hadits sudah mulai memilih hadits yang benar-benar disandarkan kepada Nabi, memisahkannya dengan perkataan shahabat dan tabiin, dan juga mengumpulkan hadits shahih dalam satu kitab. Misalnya Imam Bukhari (w. 256 H) dengan kitab Shahihnya dan juga Imam Muslim (w. 261 H). Bisa dikatakan abad ke-3 ini adalah abad keemasan dalam penulisan sebuah kitab hadits.<\/p>\n<p>4. Setelah abad ke-3 Hijriyyah. Corak penulisan hadits setelah abad ke-3 adalah penulisan hadits dalam satu bab saja, juga adanya inovasi dalam penataan bab dalam kitab. Misalnya munculnya penulisan hadits hanya dalam bab\u00a0targhib wa at-tarhib\u00a0dan hanya dalam hadits ahkam\u00a0<a title=\"\" href=\"file:\/\/\/C:\/Users\/Hanif\/Desktop\/Nama-Nama%20Kitab%20Hadits%20dan%20Ilmu%20Hadits.doc#_ftn2\" name=\"_ftnref2\">[2]<\/a>.<\/p>\n<p><strong>Model Penulisan Kitab Hadits<\/strong><\/p>\n<p>Sedangkan terkait metode penulisan kitab, ada beberapa model. Diantaranya yang bisa kita temui:<\/p>\n<p><strong>1. Model Jawami&#8217; atau Jami&#8217;.<\/strong><\/p>\n<p>Karakteristik kitab model jami&#8217; adalah kitab hadits tersebut mengumpulkan semua bab hadits; mulai dari aqidah, fiqih, sejarah, dan adab atau akhlaq.<\/p>\n<p>Contohnya adalah kitab\u00a0al-Jami&#8217; as-Shahih\u00a0karya Imam Bukhari (w. 256 H),\u00a0al-Jami&#8217; as-Shahih\u00a0karya Imam Muslim (w. 261 H),\u00a0Jami&#8217; at-Tirmidzi\u00a0karya Imam at-Tirmidzi (w. 279 H).<\/p>\n<p><strong>2. Model Muwattha&#8217;at atau Muwattha&#8217;.<\/strong><\/p>\n<p>Muwattha&#8217;\u00a0secara bahasa artinya yang dipermudah. Karakteristik kitab model\u00a0muwattha&#8217;\u00a0ini adalah penataan babnya sesuai dengan bab fiqih, dan juga hadits yang ditulis berupa hadits marfu&#8217;, mauquf dan maqthu&#8217;. Artinya isi dari muwattha&#8217; ini berupa Hadits Nabi, Atsar Shahabat dan Tabiin. Pengertian\u00a0muwattha&#8217;\u00a0ini sama persis dengan pengertian\u00a0mushannaf\u00a0<a title=\"\" href=\"file:\/\/\/C:\/Users\/Hanif\/Desktop\/Nama-Nama%20Kitab%20Hadits%20dan%20Ilmu%20Hadits.doc#_ftn3\" name=\"_ftnref3\">[3]<\/a>.<\/p>\n<p>Contohnya adalah kitab\u00a0Muwattha&#8217;\u00a0karya Imam Muhammad bin Abdurrahman atau terkenal dengan Ibnu Abi Dziab (w. 158 H), kitab\u00a0Muwattha&#8217;\u00a0karya Imam Malik bin Anas (w. 179 H), kitab Muwattha&#8217; karya Imam Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad al-Maruzi (w. 293 H).<\/p>\n<p>Contoh\u00a0mushannaf\u00a0adalah Mushannaf Abu Salamah Hammad bin Salamah bin Dinar (w. 167 H), Mushannaf Ibn Abi Syaibah (w. 235 H), Mushannaf Abu Bakar Abdurrazzaq (w. 211 H).<\/p>\n<p><strong>3. Model Musnad<\/strong><\/p>\n<p>Model musnad adalah model penulisan hadits yang pengumpulan haditsnya sesuai dengan perawi dari shahabi\u00a0<a title=\"\" href=\"file:\/\/\/C:\/Users\/Hanif\/Desktop\/Nama-Nama%20Kitab%20Hadits%20dan%20Ilmu%20Hadits.doc#_ftn4\" name=\"_ftnref4\">[4]<\/a>. Artinya haditsnya dikumpulkan berdasarkan shahabat yang meriwatkan hadits tersebut.<\/p>\n<p>Kitab model musnad ini sangat banyak. Urutannya pun beragam, ada yang urutan abjad nama shahabat, ada yang sesuai urutan masuk islamnya, ada juga sesuai dengan sukunya.<\/p>\n<p>Contohnya: kitab Musad Imam Ahmad (w. 241 H), Musnad Abu Daud at-Thayalisi (w. 204 H), Musnad as-Syafi&#8217;i (w. 204 H), Musnad Ishaq bin Rahawaih (w. 238 H), Musnad Abu Ya&#8217;la al-Mushili (w. 307 H) dan lain sebagainya. Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) dalam Musnadnya diawali dengan shahabat yang telah dijamin masuk surga, dari musnad Abu Bakar, musnad Umar, musnad Utsman, musnad Ali dan seterusnya.<\/p>\n<p><strong>4. Model Sunan<\/strong><\/p>\n<p>Sunan adalah bentuk plural dari kata sunnah. Sedangkan yang dimaksud dengan kitab hadits model sunan adalah kitab hadits yang dalam penulisannya sesuai dengan bab-bab fiqih, dan hanya hadits-hadits marfu&#8217; saja yang ditulis, berbeda dengan\u00a0<em>Muwattha&#8217;\u00a0<\/em>yang didalamnya masih terdapat atsar shahabat dan tabiin.<\/p>\n<p>Contohnya: Sunan Said bin Manshur (w. 227 H), Sunan ad-Darimi (w. 255 H), Sunan Ibn Majah (w. 273 H), Sunan Abi Daud (w. 275 H), Sunan an-Nasai atau al-Mujtaba (w. 303 H), Sunan ad-Daraquthni (w. 385 H), Sunan Baihaqi (w. 458 H) dan lainnya.<\/p>\n<p><strong>5. Model Shihah<\/strong><\/p>\n<p>Shihah adalah bentuk plural dari shahih. Dari namanya diketahui bahwa model kitab shihah adalah kitab kumpulan hadits yang hanya menuliskan hadits-hadits shahih saja, paling tidak shahih menurut yang mengumpulkannya.<\/p>\n<p>Contohnya: Shahih al-Bukhari (w. 256 H), Shahih Muslim (w. 261 H), Shahih Ibn Huzaimah (w. 311 H), Shahih Ibn Hibban (w. 354 H).<\/p>\n<p>Selain itu, banyak juga kitab hadits yang disusun berdasar pada satu bab tertentu saja, misal tentang bab adab dan akhlaq. Ada juga kitab hadits yang hanya mengumpulkan hadits-hadits maudhu&#8217; saja, seperti kitab al-Maudhu&#8217;at karya Ibnu al-Jauzi (w. 597 H), kitab al-Maudhu&#8217;at karya Radhiuddin Hasan bin Muhammad as-Shagha&#8217;i al-Hanafi (w. 650 H), al-La&#8217;ali al-Mashnu&#8217;ah fi al-Ahadits al-Maudhu&#8217;ah karya Imam as-Suyuthi (w. 911 H).<\/p>\n<p>Ada dua istilah lain yang juga menjadi model penulisan ulama terhadap hadits;\u00a0mustadrak dan mustakhraj.<\/p>\n<p>Mustadrak\u00a0adalah kitab hadits dimana seorang penulis menambahkan hadits-hadits yang dianggap memenuhi syarat shahih kitab hadits tertentu. Misalnya\u00a0<em>Mustadrak al-Hakim<\/em>\u00a0karya Imam al-Hakim an-Naisaburi (w. 405 H). Imam Hakim menambahkan hadits-hadits lain yang tidak terdapat dalam dua kitab shahih; Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Hadits itu beliau anggap menetapi syarat shahih hadits Bukhari dan Muslim.<\/p>\n<p>Sedangkan\u00a0Mustakhraj\u00a0adalah kitab hadits dimana seorang penulis kitab hadits menuliskan kembali hadits-hadits kitab lain tetapi dengan sanad penulis sendiri, bukan sanad kitab lain. Misalnya: kitab\u00a0<em>al-Mustakhraj ala Shahih al-Imam Muslim<\/em>\u00a0karya Abu Naim al-Ashbahani (w. 430 H). Imam Abu Naim al-Ashbahani menuliskan hadits-hadits Shahih Muslim tetapi dengan sanad lain, bukan sanad Imam Muslim (w. 261 H).<\/p>\n<div>\n<p>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab. (*)<\/p>\n<hr align=\"left\" size=\"1\" width=\"33%\" \/>\n<p><a title=\"\" href=\"file:\/\/\/C:\/Users\/Hanif\/Desktop\/Nama-Nama%20Kitab%20Hadits%20dan%20Ilmu%20Hadits.doc#_ftnref1\" name=\"_ftn1\">[1]<\/a>\u00a0Subhi Ibrahim Shalih (w. 1407 H),\u00a0<em>Ulum al-Hadits wa Mushthalahuhu<\/em>, (Bairut: Daar al-Ilmi, 1984 M), hal. 107<\/p>\n<p><a title=\"\" href=\"file:\/\/\/C:\/Users\/Hanif\/Desktop\/Nama-Nama%20Kitab%20Hadits%20dan%20Ilmu%20Hadits.doc#_ftnref2\" name=\"_ftn2\">[2]<\/a>\u00a0Imad Ali Jum&#8217;ah,\u00a0<em>al-Maktabah al-Islamiyyah<\/em>, (Silsilat at-Turats al-Arabiy, 1424 H), hal. 100<\/p>\n<p><a title=\"\" href=\"file:\/\/\/C:\/Users\/Hanif\/Desktop\/Nama-Nama%20Kitab%20Hadits%20dan%20Ilmu%20Hadits.doc#_ftnref3\" name=\"_ftn3\"><sup>[3]<\/sup><\/a>Abu Abdillah Muhammad al-Kattani,\u00a0<em>ar-Risalah al-Mustathrafah<\/em>, (Daar al-Basyair, 1421 H), hal. 40<\/p>\n<div id=\"ftn4\">\n<p><a title=\"\" href=\"file:\/\/\/C:\/Users\/Hanif\/Desktop\/Nama-Nama%20Kitab%20Hadits%20dan%20Ilmu%20Hadits.doc#_ftnref4\" name=\"_ftn4\">[4]<\/a>\u00a0Mahmud at-Thahhan,\u00a0<em>Ushul at-Takhrij<\/em>, (Riyadh: Maktabah al-Maarif, t.t), hal. 40.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(* Sumber: <a href=\"https:\/\/www.rumahfiqih.com\/z.php?id=24\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>DISINI<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0Hanif Luthfi, Lc, MA. *) BLOGGURU &#8211; Sejarah mencatat bahwa kitab hadits mulai berkembang cukup pesat pada akhir abad ke-2 hijriyyah. Muncul kitab-kitab hadits yang sampai sekarang masih bisa kita nikmati. Ada beberapa model ketika ulama menuliskan kitab hadits mereka, ada istilah\u00a0jawami&#8217;, sunan, mushannafat, muwattha&#8217;at\u00a0dan lain sebagainya. Kitab-kitab hadits ini masuk dalam kategori\u00a0ilmu hadits riwayat. Sebelum itu, secara garis besar ilmu hadits terbagi dalam dua kategori;\u00a0ilmu hadits riwayat\u00a0dan\u00a0ilmu hadits dirayat. Ilmu hadits riwayat adalah ilmu yang mempelajari tentang periwayatan secara teliti dan hati-hati terhadap sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir dan sifat. Sedangkan\u00a0ilmu hadits dirayat\u00a0adalah gabungan beberapa ilmu yang mempelajari tentang keadaan seorang perawi hadits dan sesuatu yang diriwayatkannya dari segi diterima atau tidaknya suatu hadits\u00a0[1]. Ilmu hadits dirayat ini sering disebut dengan ilmu mushtalah hadits. Fase Penulisan Ilmu Hadits Riwayat Ilmu hadits riwayat jika kita telusuri sejarahnya, secara garis besar bisa dipetakan dalam beberapa fase: 1. Zaman Nabi, para shahabat dan tabiin awal. Pada fase ini, hadits belum tercatat dalam satu kitab khusus, kebanyakan hadits berpindah dengan sistem hafalan. 2. Awal abad ke-2 Hijriyyah. Pada masa ini, Khalifah Umar bin Abdul Aziz (w. 101 H) memerintahkan kepada ahli hadits saat itu untuk menuliskan hadits. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7771,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[215,131],"tags":[110,132,325,324,323],"class_list":["post-10876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-islam","category-ilmu-hadits","tag-hadits","tag-ilmu-hadits","tag-kitab-hadits","tag-model-penulisan-kitab-hadits","tag-sunan-said-bin-mansyur"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Model Penulisan Kitab Hadits - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh:\u00a0Hanif Luthfi, Lc, MA. *) BLOGGURU - Sejarah mencatat bahwa kitab hadits mulai berkembang cukup pesat pada akhir abad ke-2 hijriyyah. Muncul\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Model Penulisan Kitab Hadits - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh:\u00a0Hanif Luthfi, Lc, MA. *) BLOGGURU - Sejarah mencatat bahwa kitab hadits mulai berkembang cukup pesat pada akhir abad ke-2 hijriyyah. Muncul\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-23T01:39:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-01T01:17:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"664\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"432\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Immim pangkep\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\"},\"headline\":\"Model Penulisan Kitab Hadits\",\"datePublished\":\"2023-04-23T01:39:14+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-01T01:17:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/\"},\"wordCount\":1015,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Al-Hadits.png\",\"keywords\":[\"hadits\",\"Ilmu Hadits\",\"Kitab Hadits\",\"Model Penulisan Kitab Hadits\",\"Sunan Said bin Mansyur\"],\"articleSection\":[\"Artikel Islam\",\"Ilmu Hadits\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/\",\"name\":\"Model Penulisan Kitab Hadits - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Al-Hadits.png\",\"datePublished\":\"2023-04-23T01:39:14+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-01T01:17:49+00:00\",\"description\":\"Oleh:\u00a0Hanif Luthfi, Lc, MA. *) BLOGGURU - Sejarah mencatat bahwa kitab hadits mulai berkembang cukup pesat pada akhir abad ke-2 hijriyyah. Muncul\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Al-Hadits.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Al-Hadits.png\",\"width\":664,\"height\":432,\"caption\":\"Al-Hadits\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/23\\\/model-penulisan-kitab-hadits\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Model Penulisan Kitab Hadits\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\",\"name\":\"Immim pangkep\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"caption\":\"Immim pangkep\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blog\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Model Penulisan Kitab Hadits - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh:\u00a0Hanif Luthfi, Lc, MA. *) BLOGGURU - Sejarah mencatat bahwa kitab hadits mulai berkembang cukup pesat pada akhir abad ke-2 hijriyyah. Muncul","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Model Penulisan Kitab Hadits - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh:\u00a0Hanif Luthfi, Lc, MA. *) BLOGGURU - Sejarah mencatat bahwa kitab hadits mulai berkembang cukup pesat pada akhir abad ke-2 hijriyyah. Muncul","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_published_time":"2023-04-23T01:39:14+00:00","article_modified_time":"2023-06-01T01:17:49+00:00","og_image":[{"width":664,"height":432,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png","type":"image\/png"}],"author":"Immim pangkep","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Immim pangkep","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/"},"author":{"name":"Immim pangkep","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51"},"headline":"Model Penulisan Kitab Hadits","datePublished":"2023-04-23T01:39:14+00:00","dateModified":"2023-06-01T01:17:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/"},"wordCount":1015,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png","keywords":["hadits","Ilmu Hadits","Kitab Hadits","Model Penulisan Kitab Hadits","Sunan Said bin Mansyur"],"articleSection":["Artikel Islam","Ilmu Hadits"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/","name":"Model Penulisan Kitab Hadits - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png","datePublished":"2023-04-23T01:39:14+00:00","dateModified":"2023-06-01T01:17:49+00:00","description":"Oleh:\u00a0Hanif Luthfi, Lc, MA. *) BLOGGURU - Sejarah mencatat bahwa kitab hadits mulai berkembang cukup pesat pada akhir abad ke-2 hijriyyah. Muncul","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Al-Hadits.png","width":664,"height":432,"caption":"Al-Hadits"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/23\/model-penulisan-kitab-hadits\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Model Penulisan Kitab Hadits"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51","name":"Immim pangkep","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","caption":"Immim pangkep"},"sameAs":["http:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blog"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10876"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10876\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10879,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10876\/revisions\/10879"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}