{"id":10937,"date":"2023-04-26T08:16:58","date_gmt":"2023-04-26T00:16:58","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?p=10937"},"modified":"2023-05-20T08:30:11","modified_gmt":"2023-05-20T00:30:11","slug":"kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/","title":{"rendered":"Kaidah Fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar (2)"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_7884\" style=\"width: 773px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-7884\" class=\"size-full wp-image-7884\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg\" alt=\"Kitab Kifayatul Akhyar\" width=\"763\" height=\"556\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg 763w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kitab-Kifayatul-Akhyar-300x219.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 763px) 100vw, 763px\" \/><p id=\"caption-attachment-7884\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kitab Kifayatul Akhyar<\/em><\/p><\/div>\n<p>Related Post:\u00a0<a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengakrabi-kitab-fikih-syafii-kifayatul-akhyar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Mengakrabi Kitab Fikih Syafi\u2019i: Kifayatul Akhyar<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Berikut ini kaidah kedua fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar, yaitu:<\/p>\n<p>Kaidah Kedua :\u00a0 (\u0627\u0644\u062e\u0631\u0648\u062c\u064f \u0645\u0646 \u0627\u0644\u062e\u0644\u0627\u0641\u0650 \u0645\u0633\u0652\u062a\u062d\u0628\u0651\u064c) &#8220;<strong><em>Keluar dari khilaf hukumnya mustahabb<\/em><\/strong> .&#8221;<\/p>\n<p><strong>Makna Kaidah<\/strong> : Keluar dari permasalahan yang diperselisihkan ulama hukumnya <em>mustahabb<\/em>, karena dengannya ia akan keluar dari lingkaran khilaf, dan lebih dekat dengan pendapat yang disepakati oleh semuanya.<\/p>\n<p><strong>Misalkan<\/strong> : dalam suatu permasalahan ulama syafi&#8217;iyyah mengatakan boleh, sedangkan ada ulama lain yang mengatakan haram, maka dalam hal ini yang lebih utama bagi seorang mukallaf adalah tidak melakukannya, untuk keluar dari khilaf.<\/p>\n<p><strong>Penerapan Kaidah<\/strong> :<\/p>\n<p>1) Disunnahkan mengusap seluruh kepala ketika berwudhu, agar keluar dari khilaf ulama yang mewajibkannya, yakni malikiyah dan hanabilah.<\/p>\n<p>2) Disunnahkan berwudhu karena tidur, walaupun tidurnya dalam keadaan menetap tempak duduknya dengan lantai\/tanah, agar keluar dari khilaf ulama yang mengganggap tidur sebagai pembatal secara mutlak.<\/p>\n<p>3) Disunnahkan membasuh pakaian yang terkena mani walaupun menurut syafi&#8217;iyyah mani itu suci, hal ini agar ia keluar dari ulama yang mengatakan bahwa mani itu najis.<\/p>\n<p>4) Disunnahkan untuk berkesinambungan (<em>muw\u0101l\u0101h<\/em>) dalam berwudhu atau mandi, agar keluar dari ulama yang mengatakan wajib <em>muw\u0101lah<\/em>, yakni hanabilah.<\/p>\n<p>5) Berbekam tidak membatalkan puasa dalam madzhab syafi&#8217;i, namun disunnahkan untuk meninggalkannya ketika berpuasa, untuk keluar dari ulama yang mengatakan batal, yakni hanabilah.<\/p>\n<p>(6) Disunnahkan untuk beritikaf satu hari penuh, walaupun di dalam madzhab dianggap sah walaupun sebentar, hal ini agar keluar dari khilaf Imam abu hanifah dan Imam malik yang berpendapat tidak boleh i&#8217;tikaf kurang dari satu hari.<\/p>\n<p><strong>Catatan<\/strong> :<\/p>\n<p><strong>Syarat-syarat dalam mengamalkan kaidah ini<\/strong> :<\/p>\n<p>&#8211; bila terpenuhi seluruh syarat ini, maka keluarnya seseorang dari khilaf menjadi <em>mustahabb<\/em> :<\/p>\n<p>(<strong>1<\/strong>)<strong> keluarnya seseorang dari khilaf tidak membuatnya menyelisihi nash Al-Quran atau hadits, atau Ijma&#8217;. <\/strong><\/p>\n<p>Misalkan : khilaf hanafiyah yang mengatakan bahwa mengangkat tangan di dalam shalat membatalkan shalat, dalam bila seseorang keluar dari khilaf dengan mengamalkan pendapat hanafiyah, maka ia telah menyelisihi sunnah yang tsabit dari Rasulullah tentang kesunnahan mengangkat tangan.<\/p>\n<p>(<strong>2<\/strong>) <strong>Perkara khilaf yang disunnahkan keluar darinya memiliki landasan dalil, atau tergolong khilaf yang kuat dan dianggap<\/strong> (<em>mu&#8217;tabar<\/em>). Oleh karenanya tidak dianggap pendapat Ibnu Hazm yang mengatakan haramnya berpuasa bagi musafir, karena pendapat ini lemah dan menyelisihi <em>nash<\/em> tentang bolehnya berpuasa bagi musafir.<\/p>\n<p>(<strong>3<\/strong>) <strong>Keluarnya seseorang dari perkara khilaf tidak membuatkan terhalang untuk memperbanyak amal<\/strong> <strong>shalih<\/strong>. Seperti pendapat Malikiyah tentang makruhnya mengulang umrah dalam tahun yang sama.<\/p>\n<p>(<strong>4<\/strong>) <strong>Keluarnya seseorang dari perkara khilaf tidak membuatnya terjatuh pada khilaf yang lain, <\/strong>Misalkan : dalam masalah tata cara shalat witir, cara <em>al-fashl<\/em> (2 rakaat lalu satu rakaat), lebih utama dibanding dengan <em>al-washal<\/em> (3 rakaat sekaligus), dalam hal ini tidak perlu memperhatikan khilaf hanafiyah yang mengatakan tidak boleh <em>al-fashl<\/em>, karena ada ulama yang tidak membolehkan cara<em> al-washl<\/em>, sehingga keluarnya ia dari khilaf dengan mengamalkan pendapat hanafiyah, akan membuatnya jatuh ke khilaf yang lain.<\/p>\n<p><strong>Kutipan Ibarat dari Kifayatul Akhyar : <\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"emoji\" src=\"https:\/\/web.telegram.org\/k\/assets\/img\/emoji\/25aa.png\" alt=\"\u25aa\ufe0f\" \/>\u0645\u0646 \u0633\u0646\u0646 \u0627\u0644\u0648\u0636\u0648\u0621 \u0627\u0633\u062a\u064a\u0639\u0627\u0628 \u0627\u0644\u0631\u0623\u0633 \u0628\u0627\u0644\u0645\u0633\u062d \u0644\u0641\u0639\u0644\u0647 \ufdfa \u0648\u0644\u0644\u062e\u0631\u0648\u062c \u0645\u0646 \u0627\u0644\u062e\u0644\u0627\u0641. (\u0635\u0640\u064087) <img decoding=\"async\" class=\"emoji\" src=\"https:\/\/web.telegram.org\/k\/assets\/img\/emoji\/25aa.png\" alt=\"\u25aa\ufe0f\" \/>\u0648\u0627\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645 \u0623\u0646 \u0627\u0644\u0634\u0651\u0627\u0641\u0650\u0639\u0650\u064a \u0648\u0627\u0644\u0623\u0635\u0652\u062d\u0627\u0628 \u0642\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u0628\u0651 \u0627\u0644\u0648\u0636\u064f\u0648\u0621 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0648\u0645 \u0648\u0625\u0646 \u0643\u0627\u0646\u064e \u0645\u064f\u0645\u0643\u0646\u0627 \u0645\u064e\u0642\u0652\u0639\u064e\u062f\u0647 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0623\u0631\u0652\u0636 \u0644\u0650\u0644\u0652\u062e\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u0650 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u062e\u0644\u0627\u0641 \u0648\u0627\u0644\u0644\u0647 \u0623\u0639\u0644\u0645. (\u0635\u0640\u064097) <img decoding=\"async\" class=\"emoji\" src=\"https:\/\/web.telegram.org\/k\/assets\/img\/emoji\/25aa.png\" alt=\"\u25aa\ufe0f\" \/>\u0648\u0627\u0633\u0652\u062a\u062d\u0628\u0651\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u0627\u0641\u0650\u0639\u0650\u064a \u0623\u0646 \u064a\u0639\u0652\u062a\u064e\u0643\u0641 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0652\u062e\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u0650 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u062e\u0644\u0627\u0641 \u0641\u064e\u0625\u0646 \u0623\u0628\u0627 \u062d\u0646\u064a\u0641\u064e\u0629 \u0648\u0645\u0627\u0644\u0643\u064b\u0627 \u0644\u0627 \u064a\u062c\u0648\u0632\u0627\u0646 \u0627\u0644\u0650\u0627\u0639\u0652\u062a\u0650\u0643\u0627\u0641 \u0623\u0642\u0644 \u0645\u0646 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645 \u0648\u0647\u064f\u0648\u064e \u0648\u062c\u0647 \u0641\u0650\u064a \u0645\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u0646\u0627. (\u0635\u0640\u0640 306)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/t.me\/fawaidsyafiiyah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>https:\/\/t.me\/fawaidsyafiiyah<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Related Post:\u00a0Mengakrabi Kitab Fikih Syafi\u2019i: Kifayatul Akhyar BLOGGURU &#8211; Berikut ini kaidah kedua fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar, yaitu: Kaidah Kedua :\u00a0 (\u0627\u0644\u062e\u0631\u0648\u062c\u064f \u0645\u0646 \u0627\u0644\u062e\u0644\u0627\u0641\u0650 \u0645\u0633\u0652\u062a\u062d\u0628\u0651\u064c) &#8220;Keluar dari khilaf hukumnya mustahabb .&#8221; Makna Kaidah : Keluar dari permasalahan yang diperselisihkan ulama hukumnya mustahabb, karena dengannya ia akan keluar dari lingkaran khilaf, dan lebih dekat dengan pendapat yang disepakati oleh semuanya. Misalkan : dalam suatu permasalahan ulama syafi&#8217;iyyah mengatakan boleh, sedangkan ada ulama lain yang mengatakan haram, maka dalam hal ini yang lebih utama bagi seorang mukallaf adalah tidak melakukannya, untuk keluar dari khilaf. Penerapan Kaidah : 1) Disunnahkan mengusap seluruh kepala ketika berwudhu, agar keluar dari khilaf ulama yang mewajibkannya, yakni malikiyah dan hanabilah. 2) Disunnahkan berwudhu karena tidur, walaupun tidurnya dalam keadaan menetap tempak duduknya dengan lantai\/tanah, agar keluar dari khilaf ulama yang mengganggap tidur sebagai pembatal secara mutlak. 3) Disunnahkan membasuh pakaian yang terkena mani walaupun menurut syafi&#8217;iyyah mani itu suci, hal ini agar ia keluar dari ulama yang mengatakan bahwa mani itu najis. 4) Disunnahkan untuk berkesinambungan (muw\u0101l\u0101h) dalam berwudhu atau mandi, agar keluar dari ulama yang mengatakan wajib muw\u0101lah, yakni hanabilah. 5) Berbekam tidak membatalkan puasa dalam madzhab syafi&#8217;i, namun disunnahkan untuk meninggalkannya ketika berpuasa, untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7884,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[211],"tags":[342,341,336,343],"class_list":["post-10937","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fikih-dan-kitab-fikih","tag-kaidah-fikih","tag-kifayatul-akhyar","tag-kitab-fikih","tag-ushul-fikih"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kaidah Fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Related Post:\u00a0Mengakrabi Kitab Fikih Syafi\u2019i: Kifayatul Akhyar BLOGGURU - Berikut ini kaidah kedua fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar, yaitu: Kaidah Kedua\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kaidah Fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Related Post:\u00a0Mengakrabi Kitab Fikih Syafi\u2019i: Kifayatul Akhyar BLOGGURU - Berikut ini kaidah kedua fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar, yaitu: Kaidah Kedua\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-26T00:16:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-05-20T00:30:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"763\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"556\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Immim pangkep\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\"},\"headline\":\"Kaidah Fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar (2)\",\"datePublished\":\"2023-04-26T00:16:58+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-20T00:30:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/\"},\"wordCount\":464,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg\",\"keywords\":[\"kaidah fikih\",\"Kifayatul Akhyar\",\"kitab fikih\",\"ushul fikih\"],\"articleSection\":[\"Fikih dan Kitab Fikih\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/\",\"name\":\"Kaidah Fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg\",\"datePublished\":\"2023-04-26T00:16:58+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-20T00:30:11+00:00\",\"description\":\"Related Post:\u00a0Mengakrabi Kitab Fikih Syafi\u2019i: Kifayatul Akhyar BLOGGURU - Berikut ini kaidah kedua fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar, yaitu: Kaidah Kedua\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg\",\"width\":763,\"height\":556,\"caption\":\"Kitab Kifayatul Akhyar\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/04\\\/26\\\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kaidah Fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar (2)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\",\"name\":\"Immim pangkep\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"caption\":\"Immim pangkep\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blog\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kaidah Fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Related Post:\u00a0Mengakrabi Kitab Fikih Syafi\u2019i: Kifayatul Akhyar BLOGGURU - Berikut ini kaidah kedua fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar, yaitu: Kaidah Kedua","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kaidah Fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Related Post:\u00a0Mengakrabi Kitab Fikih Syafi\u2019i: Kifayatul Akhyar BLOGGURU - Berikut ini kaidah kedua fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar, yaitu: Kaidah Kedua","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_published_time":"2023-04-26T00:16:58+00:00","article_modified_time":"2023-05-20T00:30:11+00:00","og_image":[{"width":763,"height":556,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Immim pangkep","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Immim pangkep","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/"},"author":{"name":"Immim pangkep","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51"},"headline":"Kaidah Fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar (2)","datePublished":"2023-04-26T00:16:58+00:00","dateModified":"2023-05-20T00:30:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/"},"wordCount":464,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg","keywords":["kaidah fikih","Kifayatul Akhyar","kitab fikih","ushul fikih"],"articleSection":["Fikih dan Kitab Fikih"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/","name":"Kaidah Fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar (2) - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg","datePublished":"2023-04-26T00:16:58+00:00","dateModified":"2023-05-20T00:30:11+00:00","description":"Related Post:\u00a0Mengakrabi Kitab Fikih Syafi\u2019i: Kifayatul Akhyar BLOGGURU - Berikut ini kaidah kedua fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar, yaitu: Kaidah Kedua","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kitab-Kifayatul-Akhyar.jpg","width":763,"height":556,"caption":"Kitab Kifayatul Akhyar"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/04\/26\/kaidah-fikih-dari-kitab-kifayatul-akhyar-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kaidah Fikih dari Kitab Kifayatul Akhyar (2)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51","name":"Immim pangkep","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","caption":"Immim pangkep"},"sameAs":["http:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blog"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10937","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10937"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10937\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10942,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10937\/revisions\/10942"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}