{"id":11383,"date":"2022-02-09T09:59:08","date_gmt":"2022-02-09T01:59:08","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?p=11383"},"modified":"2023-06-18T10:03:16","modified_gmt":"2023-06-18T02:03:16","slug":"terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/","title":{"rendered":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 8: Makna Kedamaian karena Allah"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_11367\" style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-11367\" class=\"size-full wp-image-11367\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\" alt=\"Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin\" width=\"640\" height=\"492\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg 640w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin-300x231.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><p id=\"caption-attachment-11367\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin<\/em><\/p><\/div>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi setelahnya, seperti Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Ibnu Arabi, Ibnu Atha\u2019illah as-Sakandari, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Dalam pengantarnya, Imam Ghazali mengatakan, kitab risalah ditulis utuk dijadikan pegangan bagi para pencari kebenaran, dan membantu umat Islam dalam menempuh suluk atau perjalanan spiritual. Di dalam masterpiece Imam Ghazali ini, terdapat segala hal yang dibutuhkan untuk mengantarkan diri menuju Sang Ilahi.<\/p>\n<p>Berikut ini terjemah Bagian Pertama dan Kedua dari Kitab Raudhatu Thalibin Imam al-Ghazali (8): <strong>Makna Kedamaian karena Allah swt.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bagian Kedelapan: Makna Kedamaian karena Allah swt.<\/strong><\/p>\n<p>PAHAMILAH, SALAH SATU efek terbesar dari cinta adalah kedamaian. Dan hakikat kedamaian yaitu kebahagiaan dan kegembiraan hati karena sesuatu yang tersingkap baginya, berupa kedekatan Allah beserta keindahan dan kesempurnaan-Nya. Seorang sufi berkata, \u201cHakikat kedekatan adalah merasakan segala sesuatu dengan hati serta damainya nuyani bersama Allah swt.\u201d<\/p>\n<p>Aku mengatakan bahwa ini menjadi perantara untuk mencapai kedekatan, bukan kedekatan itu sendiri. Sebab, hal ini merupakan kesucian hati dari sesuatu selain Allah swt. Jika hati telah suci dari selain-Nya, Dia hadir bersama hamba karena tidak ada hijab antara hamba dan Allah selain diri dan sifat-sifat-Nya.<\/p>\n<p>Jika hamba telah Fana\u2019 dari diri dan sifat-sifat-Nya, serta mengetahui bahwa seluruh alam ini berdiri karena kekuasaan Allah, maka ia mengetahui kedekatan Allah secara penyingkapan (kasyf). Ia mengerti kehendak-Nya sebagai kekhususan, dan mengetahui kekuasaan-Nya dalam mewujudkan dan mengabadikan.<\/p>\n<p>Sifat-sifat itu tak pernah terpisah dari sesuatu yang disifati, tetapi melekat padanya. Bila orang makrifat berbicara, ia tidak berbicara dengan dirinya sendiri: begitu pula ketika ia mendengar, sebagaimana disebutkan dalam hadits.<\/p>\n<p>Jadi, ahwal para \u201carifin atau orang-orang yang telah makrifat itu muncul karena kedekatan Allah, sedangkan ahwal kaum Abrar disebabkan mereka mengerti wujud Tuhan dengan mengetahui kekuasaan-Nya untuk mencegah dan memberi, mencipta kebahagiaan dan membuat kesengsaraan.<\/p>\n<p>Para ahli makrifat (arifin) melihat Tuhan mereka di dunia dengan mata yakin dan mata hati. Di akhirat, mereka menyaksikan Tuhan dengan mata kepala. Dia dekat dengan mereka di dunia maupun akhirat.<\/p>\n<p>Kedekatan-Nya di akhirat tidak berbeda dengan kedekatan di dunia, melainkan melalui naiknya kelembutan dan kasih sayang. Jika tidak demikian, hilanglah kedekatan jarak di sana-sini, dan sama sekali tak ada penyandaran antara Dia dan makhluk, baik di dunia maupun akhirat.<\/p>\n<p>Kemudian, makrifat ini membuahkan kedamaian (uns) dengan syarat hadirnya kejernihan. Kedamaian pun membuahkan ketenangan (sakinah), berupa kekuatan yang mengimbangi pemberuntakan hati. Ia meneguhkan dan menghentikannya sampai batas keseimbangan dalam etika kehadiran. Nikmat kedekatan dalam kedamaian ini akan menerbangkan hati para arifin dan melahirkan pemberuntakan. Karena ketika dalam kondisi kecukupan manusia cenderung melampaui batas.<\/p>\n<p>Adapun thuma\u2019ninah adalah wujud setelah itidal yang disebabkan oleh rasa bahagia dan gembira karena hati mengetahui anugerah. Wujud ini hadir bersama keadamaian (uns), sekaligus pada dirinya sendiri thuma\u2019ninah menjadi tujuan. Ketenangan menjadi perantara yang mendorong untuk memiliki adab dan i\u2019tidal (lurus).<\/p>\n<p>Di antara buah mahabbah adalah kelapangan dan kemanjaan. Jika kedamaian (uns) telah abadi dan kokoh, ia tidak dikotori oleh kegelisahan hati karena tidak mampu melihat ahwal. Hal itu akan melahirkan kelonggaran dalam ucapan, perbuatan, dan munajat. Demikian itu juga sama sekali tidak layak mendapatkan penghormatan dan pengagungan yang meniscayakan hadirnya kebesaran.<\/p>\n<p>Seseorang yang memperoleh ketenangan dan kelonggaran, ia layak mendapatkan sesuatu yang tidak layak bagi orang yang segan. Karena salah satu perbuatan Allah yang mungkin yaitu Dia meridhai perbuatan yang dilakukan suatu kaum.<\/p>\n<p>Dan akan marah terhadap perbuatan kaum lain karena ahwal mereka sekaligus hikmah yang lebih dahulu untuk mereka. Oleh sebab itu, Dia cemburu jika kalam-Nya didengar, kecuali oleh orang-orang istimewa bagi-Nya. Allah swt. berfirman, \u201cDan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya.\u201d (QS. al-Isra (171: 46)<\/p>\n<p>Berkaitan dengan rahasia hal ini, Dia mengungkapkan dalam firman-Nya, \u201cKalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar.\u201d (QS. al-Anfal (8): 23)<\/p>\n<p>Inilah hijab ghirah (kecemburuan), dan hakikatnya adalah menjaga waktu di sisi Allah agar tidak ternodai dengan ketamakan. Salah satu buah dari cinta adalah kerinduan, dan ini lebih utama daripada kedamaian. Karena kedamaian akan membatasi pandangan yang disingkapkan oleh pesona kekasih kepadanya, dan pandangan itu tidak membentang hingga tak terlihat olehnya. Seseorang yang merindu laksana orang kehausan. Dahaganya tak akan hilang oleh air lautan.<\/p>\n<p>Karena ia lebih mengetahui persoalan-persoalan Ilahiah yang terungkap padanya dibanding apa yang tak terlihat olehnya, laksana sebiji atom dibandingkan dengan luasnya wujud. Dan, Allah memiliki sifat yang Mahatinggi.<\/p>\n<p>Makrifat ini menuntut lahirnya kegalauan, kegelisahan, dan kehausan yang terus-menerus. Karena hakikat kegelisahan adalah kecepatan gerak sekaligus mencampakkan kesabaran guna meraih apa yang dicari. Sementara itu, hakikat dari kehausan yaitu pencarian yang sungguh-sungguh terhadap sesuatu yang pasti dibutuhkan.<\/p>\n<p>Barang siapa yang kegelisahan dan kehausannya memuncak, ia akan mengalami kegembiraan. Sebuah kerinduan yang telah menguasai hati pencarinya. Setelah meraih semuanya, ketahuilah bahwa wajd memiliki beberapa ahwal. Pertama, ketakjuban (dahsy), sebagaimana firman Allah swt., \u201cMaka tatkala wanita-wanita itu melihatnya (Yusuf), mereka kagum kepada keelokan rupanya, dan mereka melukai (jari) tangannya.\u201d (QS. Yusuf, 12: 31) Oleh sebab itu, hakikat ketakjuban disini diartikan sebagai hilangnya kesadaran hati karena dikejutkan oleh sesuatu yang agung.<\/p>\n<p>Kedua, kekaguman, yang berarti jika ia sedikit tenang dan berulang-ulang mengetuk hati maka hati menjadi kagum dan bingung, tapiia tetap abadi. Ketiga, merasa damai dan tenang seolah tidak ada apa pun yang memasukinya, dan tak sesuatu pun yang mengetuknya. Inilah yang disebut dengan tamkin.<\/p>\n<p>\u201cSESEORANG YANG MERINDU LAKSANA ORANG KEHAUSAN. DAHAGANYA TAK AKAN HILANG OLEH AIR LAUTAN.\u201d<\/p>\n<p>Syaikh ra. berkata, \u201cTamkin adalah isyarat puncak ketenangan. Hal ini disebabkan oleh ahwal apa pun yang ditemui pecinta bersama Allah. Sehingga ahwal itu terkadang menguatkannya, kadangkala ia menguatkan ahwal, kadang-kadang bervariasi, dan terkadang ia mengalami kemapanan dan tenang. Demikian ini terjadi dalam setiap keadaan. Maka, ketika tenang ia naik ke tingkat lain agar tingkat yang dituju menjadi ahwal dan yang ditinggalkan menjadi magam.\u201d<\/p>\n<p>Pahamilah, jika hamba menemukan ahwal seperti di atas di tengah keramaian, tetapi tak menemukannya di tempat sepi maka ia termasuk orang yang sakit. Ia harus melakukan muhasabah dan menuntut diri dengan berbagai tanda.<\/p>\n<p>Apabila ia menemukan ahwal di tempat sepi, bukan di keramaian berarti itu baik, tapi belum mencapai puncak kesempurnaan. Sebab, kesempurnaan terjadi ketika tidak ada perbedaan ahwal, baik di tempat sepi maupun ramai, di rumah maupun dalam perjalanan, saat longgar atau sibuk.<\/p>\n<p>Karena waktu luang menjadi syarat dalam permulaan (per. jalanan), bukan pada ujungnya. Adapun batasan cinta yang wajib yaitu kecenderungan yang lahir dari keyakinan terhadap dasar-dasar keimanan, dalam kaitannya dengan Dzat dan sifat-sifat Allah. Jika ia tidak mengetahui salah satu dasarnya, berkuranglah cinta sebanding dengan dasar tersebut.<\/p>\n<p>Ia juga telah melakukan dua dosa, dosa karena bodoh, dan karena hilangnya buah iman. Sementara hakikat iman adalah kehadiran hati bersama Allah, serta menyaksikan jejak-jejak yang menunjukkan wujud-Nya. Allah Mahatahu., Berkenaan dengan hal di atas dikatakan, kedamaian bersama Allah tak termuat oleh penganggur tak akan bisa dicapai dengan usaha para pekerja mereka yang damai para lelaki pilihan semuanya pilihan: beramal karena Allah<\/p>\n<p>Barang siapa diliputi kedamaian (uns), ia tak memiliki keinginan selain menyendiri dan menyepi. Al-Wasithi berkata, \u201cTidak akan mencapai posisi kedamaian, orang yang tidak merasa gerah dengan seluruh alam.\u201d<\/p>\n<p>Abu al-Husain al-Warrag mengungkapkan, \u201cTidak akan ada kedamaian bersama Allah, melainkan disertai pengagungan. Barang siapa yang engkau damai bersamanya maka hilanglah rasa ketakjuban dari hatimu kepadanya, kecuali Allah swt. Sebab, setiap kali kau merasa damai karena-Nya, engkau akan semakin segan dan ta\u2019zhim kepada-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Bisa jadi kedamaian tersebut karena taat dan ingat kepada Allah, dan membaca kalam-Nya beserta seluruh pintu kedekatan dengan-Nya. Kadar kedamaiannya berupa nikmat dan anugerah Allah, bukan kedamaian yang dialami para pecinta. Kedamaian di sini adalah peristiwa mulia yang terjadi ketika batin suci, lalu dibersihkan dengan kejujuran hati, kesempurnaan takwa, pemutusan berbagai sebab dan ketergantungan, serta penghapusan beragam pikiran dan bisikan.<\/p>\n<p>Adapun hakikat kedamaian yaitu membersihkan wujud dengan beratnya pancaran keagungan dan beredarnya ruh dalam medan-medan penyingkapan (fath). Kedamaian ini mempunyai kemandirian untuk mencakup kedekatan, lantas menggabungkannya dengan kewibawaan.<\/p>\n<p>Dalam kewibawaan (haibah) ini terkumpul ruh, dan sifat ini kemudian menjadi kedamaian Dzat. Sedangkan kewibawaan Dzat terjadi pada magam baga\u2019 setelah menyeberangi jembatan fana\u201d. Keduanya bukanlah kedamaian dan kewibawaan yang lenyap karena fana\u201d. Kewibawaan dan kedamaian sebelum fana\u2019 itu akan tampak karena menyaksikan sifat-sifat keagungan dan keindahan.<\/p>\n<p>Inilah posisi pemberian warna (magam talwin). Dan setelah fana\u201d, Kami menyingkapnya dalam magam tamkin dan baqa\u201d karena menyaksikan Dzat. Dari kedamaian ini, lahirlah ketundukan nafsu muthma\u2019innah, dan dari kewibawaan muncullah kekhusyukan nafsu. Sedangkan Khudhu\u2019 dan khusyuk itu berdekatan. Keduanya dibedakan dengan perbedaan yang sangat lembut yang dapat dikenali hanya melalui isyarat ruh. Sungguh, Allah Mahatahu.<\/p>\n<p>(***)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi setelahnya, seperti Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Ibnu Arabi, Ibnu Atha\u2019illah as-Sakandari, dan lain-lain. Dalam pengantarnya, Imam Ghazali mengatakan, kitab risalah ditulis utuk dijadikan pegangan bagi para pencari kebenaran, dan membantu umat Islam dalam menempuh suluk atau perjalanan spiritual. Di dalam masterpiece Imam Ghazali ini, terdapat segala hal yang dibutuhkan untuk mengantarkan diri menuju Sang Ilahi. Berikut ini terjemah Bagian Pertama dan Kedua dari Kitab Raudhatu Thalibin Imam al-Ghazali (8): Makna Kedamaian karena Allah swt. Bagian Kedelapan: Makna Kedamaian karena Allah swt. PAHAMILAH, SALAH SATU efek terbesar dari cinta adalah kedamaian. Dan hakikat kedamaian yaitu kebahagiaan dan kegembiraan hati karena sesuatu yang tersingkap baginya, berupa kedekatan Allah beserta keindahan dan kesempurnaan-Nya. Seorang sufi berkata, \u201cHakikat kedekatan adalah merasakan segala sesuatu dengan hati serta damainya nuyani bersama Allah swt.\u201d Aku mengatakan bahwa ini menjadi perantara untuk mencapai kedekatan, bukan kedekatan itu sendiri. Sebab, hal ini merupakan kesucian hati dari sesuatu selain Allah swt. Jika hati telah suci dari selain-Nya, Dia hadir bersama hamba karena tidak ada hijab antara hamba dan Allah selain diri dan sifat-sifat-Nya. Jika hamba telah Fana\u2019 dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[59,234],"tags":[430,432],"class_list":["post-11383","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-islamic-studies","category-ulasan-kitab","tag-imam-al-ghazali","tag-raudhatu-thalibin"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 8: Makna Kedamaian karena Allah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 8: Makna Kedamaian karena Allah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-09T01:59:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-18T02:03:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"492\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Immim pangkep\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\"},\"headline\":\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 8: Makna Kedamaian karena Allah\",\"datePublished\":\"2022-02-09T01:59:08+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-18T02:03:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/\"},\"wordCount\":1409,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"keywords\":[\"Imam al-ghazali\",\"raudhatu thalibin\"],\"articleSection\":[\"Islamic Studies\",\"Ulasan Kitab\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/\",\"name\":\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 8: Makna Kedamaian karena Allah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"datePublished\":\"2022-02-09T01:59:08+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-18T02:03:16+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"width\":640,\"height\":492,\"caption\":\"Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/09\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 8: Makna Kedamaian karena Allah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\",\"name\":\"Immim pangkep\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"caption\":\"Immim pangkep\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blog\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 8: Makna Kedamaian karena Allah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 8: Makna Kedamaian karena Allah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_published_time":"2022-02-09T01:59:08+00:00","article_modified_time":"2023-06-18T02:03:16+00:00","og_image":[{"width":640,"height":492,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Immim pangkep","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Immim pangkep","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/"},"author":{"name":"Immim pangkep","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51"},"headline":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 8: Makna Kedamaian karena Allah","datePublished":"2022-02-09T01:59:08+00:00","dateModified":"2023-06-18T02:03:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/"},"wordCount":1409,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","keywords":["Imam al-ghazali","raudhatu thalibin"],"articleSection":["Islamic Studies","Ulasan Kitab"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/","name":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 8: Makna Kedamaian karena Allah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","datePublished":"2022-02-09T01:59:08+00:00","dateModified":"2023-06-18T02:03:16+00:00","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","width":640,"height":492,"caption":"Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/09\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-8-makna-kedamaian-karena-allah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 8: Makna Kedamaian karena Allah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51","name":"Immim pangkep","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","caption":"Immim pangkep"},"sameAs":["http:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blog"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11383","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11383"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11383\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11385,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11383\/revisions\/11385"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}