{"id":11386,"date":"2022-02-10T10:03:57","date_gmt":"2022-02-10T02:03:57","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?p=11386"},"modified":"2023-06-18T10:07:12","modified_gmt":"2023-06-18T02:07:12","slug":"terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/","title":{"rendered":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 9: Makna Haya dan Muraqabah"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_11367\" style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-11367\" class=\"size-full wp-image-11367\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\" alt=\"Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin\" width=\"640\" height=\"492\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg 640w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin-300x231.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><p id=\"caption-attachment-11367\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin<\/em><\/p><\/div>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi setelahnya, seperti Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Ibnu Arabi, Ibnu Atha\u2019illah as-Sakandari, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Dalam pengantarnya, Imam Ghazali mengatakan, kitab risalah ditulis utuk dijadikan pegangan bagi para pencari kebenaran, dan membantu umat Islam dalam menempuh suluk atau perjalanan spiritual. Di dalam masterpiece Imam Ghazali ini, terdapat segala hal yang dibutuhkan untuk mengantarkan diri menuju Sang Ilahi.<\/p>\n<p>Berikut ini terjemah Bagian Pertama dan Kedua dari Kitab Raudhatu Thalibin Imam al-Ghazali (9): <strong>Makna Haya dan Muraqabah<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bagian Kesembilan: Makna Haya dan Muraqabah<\/strong><\/p>\n<p>KETAHUILAH, MALU (HAYA ) adalah magam pertama bagi kelompok mugarrabin, sebagaimana tobat menjadi posisi pertama bagi kelompok Muttagin. Sementara ilmu yang melahirkan sifat malu yaitu pengetahuan hamba akan pengawasan Allah terhadap dirinya.<\/p>\n<p>Hal ini hukumnya wajib karena merupakan bagian dari keimanan kepada Allah swt. Demikian pula pengetahuan hamba terhadap cacat-cacat diri dan ketidakmampuannya untuk menunaikan hak-hak Allah swt. Ini juga hukumnya wajib karena menjadi bagian dari iman kepada Allah swt.<\/p>\n<p>Dari kedua makrifat di atas, terbukalah hal yang disebut dengan malu, yaitu tertunduknya mata hati karena malu kepada Allah, seperti ketika gegabah dalam melaksanakan hak Allah swt. Sementara kadar wajib dari ahwal ini sejauh hal-hal yang mendorongnya untuk meninggalkan larangan dan menunaikan kewajiban.<\/p>\n<p>Di samping itu, muragabah dan ihsan adalah dua kata dengan satu makna yang saling tumpang tindih. Dalam arti, buah awal muragabah adalah menjaga sekaligus mengungkap getar hati (khawatir) yang kabur, serta meniti adab bersama Allah karena menghormati pengawasan-Nya.<\/p>\n<p>Selain itu, malu itu ada dua: umum dan khusus. Maly yang umum, sebagaimana diperintahkan Rasulullah saw dalam sabdanya, \u201cBukan seperti itu, tetapi barang siapa malu kepada Allah dengan malu yang sesungguhnya, hendaklah ia menjaga kepala beserta apa yang ada di dalamnya, perut beserta apa yang dimuat, dan selayaknya ia mengingat maut dan bencana. Barang siapa menginginkan akhirat maka ia tinggalkan hiasan dunia. Maka, siapa yang melakukan hal ini, berarti ia malu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya.\u201d<\/p>\n<p>Malu semacam ini juga menjadi bagian dari magam. Sedangkan malu yang khusus seperti diriwayatkan dari \u2018Utsman bin \u201cAffan ra., ia berkata, \u201cSungguh aku mandi dalam rumah yang gelap, lalu aku merunduk karena malu kepada Allah swt.\u201d<\/p>\n<p>Diceritakan dari Ahmad bin Shaleh, ia berkata, \u201cAku mendengar Muhammad bin \u2018Abdun berkata, \u201cAku mendengar Abu al-\u2018Abbas al-Mu\u2019adzin berkata, \u201cSirri-ku berkata kepadaku, Jagalah untukku apa yang kukatakan kepadamu sebab malu dan damai itu mengelilingi hati.<\/p>\n<p>Jika menemukan hati yang memiliki sifat zuhud dan wara \u2018, maka mereka mendarat. Bila tidak, mereka pun pergi. Malu adalah menundukkan ruh karena menghormati keagungan yang Mahaagung. Dan kedamaian (uns) adalah kenikmatan ruh karena keindahan yang sempurna. Jika keduanya (damai dan malu) bersatu, itulah puncak harapan dan ujung paling agung.\u201d<\/p>\n<p>\u201cILMU TERBESAR ADALAH KEWIBAWAAN DAN MALU. JIKA ORANG TIDAK MEMILIKI WIBAWA DAN MALU, MAKA TAK ADA LAGI KEBAIKAN PADANYA.\u201d<\/p>\n<p>Seorang bijak berkata, \u201cBarang siapa berbicara tentang malu, tapi tidak merasa malu kepada Allah berkaitan dengan apa yang ia bicarakan, ia termasuk orang yang digiring menuju azab (Gmustadraj))\u201d Dzun Nun berkata, \u201cMalu itu hadirnya rasa segan dalam hati dengan kekaguman terhadap apa yang sudah kaulakukan kepada Tuhanmu.\u201d Ibnu Atha\u2019 mengungkapkan, \u201cIlmu terbesar adalah kewibawaan dan malu. Jika orang tidak memiliki wibawa dan malu, maka tak ada lagi kebaikan padanya.\u201d<\/p>\n<p>Sulaiman juga mengatakan, \u201cPara hamba itu berbuat (amal) dalam empat tingkatan, takut, berharap Gaja\u201d), hormat (ta\u2019zhim), dan malu (haya\u201d). Adapun yang paling tinggi derajatnya adalah Orang yang beramal disertai perasaan malu karena yakin bahwa Allah melihatnya dalam segala keadaan. la lebih malu ketika melakukan kebaikan daripada malunya para pendurhaka yang berbuat keburukan.\u201d Hal ini seperti ungkapan salah seorang ulama bahwa hal yang dominan pada hati orang-orang yang malu yaitu selalu mengangungkan dan hormat saat Allah me. mandang mereka.\u201d<\/p>\n<p>Syekh Abu Najib as-Suhrawardi melantunkan sebuah syair,<\/p>\n<p>Aku rindu kepada-Nya<\/p>\n<p>tapi ketika Dia tampak aku tertunduk karena keagungan-Nya,<\/p>\n<p>bukan takut tapi segan dan menjaga keindahan-Nya adalah kematian dalam kepergian-Nya dan kehidupan dalam kedatangan-Nya aku berpaling dari-Nya karena membangkang lalu, kukejar bayangan imaji-Nya<\/p>\n<p>Selanjutnya, muragabah itu ada dua tingkatan, muragabah kaum Shiddigun dan muragabah Ashabul Yamin:<\/p>\n<p>Tingkatan pertama adalah kaum Shiddigin Mugarrabin. Inilah muragabah penghormatan dan pengagungan, jika hati tenggelam tatkala menyaksikan keagungan tersebut dan gelisah di bawah cahaya kewibawaan, hingga sama sekali tak memiliki ruang untuk menoleh kepada yang lain.<\/p>\n<p>Muragabah semacam ini tidak bisa dibahas secara panjang lebar, terutama berkaitan dengan penjelasan pahalanya karena terbatas di dalam hati. Dan anggota-anggota tubuh berhenti menoleh kepada munajat, terlebih pada hal-hal yang tampak.<\/p>\n<p>Jika anggota-anggota ini bergerak melakukan ketaatan, ia dapat dimanfaatkan sehingga tidak memerlukan perancangan dan mencari sebab untuk menjaganya dari penyimpangan terhadap sunah-sunah yang lurus.<\/p>\n<p>Tingkatan kedua, muragabah Ashabul Yamin yang wara\u201d. Mereka adalah satu kaum yang lahir dan batinnya selalu melihat Allah, tetapi tidak merasa kagum karena memerhatikan keagungan. Hati mereka tetap dalam batas sedang dan memiliki ruang untuk menoleh kepada ahwal dan amal. Hanya saja, di samping melakukan amal, ia tak lepas dari muragabah.<\/p>\n<p>Memang, mereka sangat malu kepada Allah hingga tidak melangkah dan beruntak, kecuali setelah memastikan dan menghindari segala hal yang menyebabkan mereka dicemooh pada hari kiamat nanti.<\/p>\n<p>Di dunia ini, mereka melihat pengawasan Allah swt. tanpa harus menanti hari kiamat. Dengan demikian, engkau bisa melihat perbedaan kedua tingkatan ini dengan persaksian. Allah swt. Mahatahu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(***)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi setelahnya, seperti Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Ibnu Arabi, Ibnu Atha\u2019illah as-Sakandari, dan lain-lain. Dalam pengantarnya, Imam Ghazali mengatakan, kitab risalah ditulis utuk dijadikan pegangan bagi para pencari kebenaran, dan membantu umat Islam dalam menempuh suluk atau perjalanan spiritual. Di dalam masterpiece Imam Ghazali ini, terdapat segala hal yang dibutuhkan untuk mengantarkan diri menuju Sang Ilahi. Berikut ini terjemah Bagian Pertama dan Kedua dari Kitab Raudhatu Thalibin Imam al-Ghazali (9): Makna Haya dan Muraqabah Bagian Kesembilan: Makna Haya dan Muraqabah KETAHUILAH, MALU (HAYA ) adalah magam pertama bagi kelompok mugarrabin, sebagaimana tobat menjadi posisi pertama bagi kelompok Muttagin. Sementara ilmu yang melahirkan sifat malu yaitu pengetahuan hamba akan pengawasan Allah terhadap dirinya. Hal ini hukumnya wajib karena merupakan bagian dari keimanan kepada Allah swt. Demikian pula pengetahuan hamba terhadap cacat-cacat diri dan ketidakmampuannya untuk menunaikan hak-hak Allah swt. Ini juga hukumnya wajib karena menjadi bagian dari iman kepada Allah swt. Dari kedua makrifat di atas, terbukalah hal yang disebut dengan malu, yaitu tertunduknya mata hati karena malu kepada Allah, seperti ketika gegabah dalam melaksanakan hak Allah swt. Sementara kadar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[59,234],"tags":[430,432],"class_list":["post-11386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-islamic-studies","category-ulasan-kitab","tag-imam-al-ghazali","tag-raudhatu-thalibin"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 9: Makna Haya dan Muraqabah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 9: Makna Haya dan Muraqabah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-10T02:03:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-18T02:07:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"492\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Immim pangkep\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\"},\"headline\":\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 9: Makna Haya dan Muraqabah\",\"datePublished\":\"2022-02-10T02:03:57+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-18T02:07:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/\"},\"wordCount\":887,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"keywords\":[\"Imam al-ghazali\",\"raudhatu thalibin\"],\"articleSection\":[\"Islamic Studies\",\"Ulasan Kitab\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/\",\"name\":\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 9: Makna Haya dan Muraqabah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"datePublished\":\"2022-02-10T02:03:57+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-18T02:07:12+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"width\":640,\"height\":492,\"caption\":\"Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/10\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 9: Makna Haya dan Muraqabah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\",\"name\":\"Immim pangkep\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"caption\":\"Immim pangkep\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blog\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 9: Makna Haya dan Muraqabah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 9: Makna Haya dan Muraqabah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_published_time":"2022-02-10T02:03:57+00:00","article_modified_time":"2023-06-18T02:07:12+00:00","og_image":[{"width":640,"height":492,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Immim pangkep","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Immim pangkep","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/"},"author":{"name":"Immim pangkep","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51"},"headline":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 9: Makna Haya dan Muraqabah","datePublished":"2022-02-10T02:03:57+00:00","dateModified":"2023-06-18T02:07:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/"},"wordCount":887,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","keywords":["Imam al-ghazali","raudhatu thalibin"],"articleSection":["Islamic Studies","Ulasan Kitab"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/","name":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 9: Makna Haya dan Muraqabah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","datePublished":"2022-02-10T02:03:57+00:00","dateModified":"2023-06-18T02:07:12+00:00","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","width":640,"height":492,"caption":"Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/10\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-9-makna-haya-dan-muraqabah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 9: Makna Haya dan Muraqabah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51","name":"Immim pangkep","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","caption":"Immim pangkep"},"sameAs":["http:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blog"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11386"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11388,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11386\/revisions\/11388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}