{"id":11414,"date":"2022-02-21T10:54:42","date_gmt":"2022-02-21T02:54:42","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?p=11414"},"modified":"2023-06-18T10:57:58","modified_gmt":"2023-06-18T02:57:58","slug":"terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/","title":{"rendered":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 21: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_11367\" style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-11367\" class=\"size-full wp-image-11367\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\" alt=\"Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin\" width=\"640\" height=\"492\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg 640w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin-300x231.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><p id=\"caption-attachment-11367\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin<\/em><\/p><\/div>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong>\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi setelahnya, seperti Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Ibnu Arabi, Ibnu Atha\u2019illah as-Sakandari, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Dalam pengantarnya, Imam Ghazali mengatakan, kitab risalah ditulis utuk dijadikan pegangan bagi para pencari kebenaran, dan membantu umat Islam dalam menempuh suluk atau perjalanan spiritual. Di dalam masterpiece Imam Ghazali ini, terdapat segala hal yang dibutuhkan untuk mengantarkan diri menuju Sang Ilahi.<\/p>\n<p>Berikut ini terjemah Bagian Pertama dan Kedua dari Kitab Raudhatu Thalibin Imam al-Ghazali (21): <strong>Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bagian Kedua Puluh Satu: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan<\/strong><\/p>\n<p>ADA DUA MACAM hak Allah swt. yang wajib diperhatikan. Pertama, menunaikan semua kewajiban: kedua, meninggalkan hal-hal haram.<\/p>\n<p>Menunaikan setiap kewajiban dan meninggalkan jarangan adalah bentuk ketakwaan. Barang siapa melaksanakan sebagian dari hal ini, berarti telah menjaga diri dari akibat yang akan diterima, berupa keburukan di dunia maupun akhirat. Dan ia akan menerima kenikmatan surga dan ridha Allah swt.<\/p>\n<p>Ketahuilah, Allah swt. tidak bisa didekati, melainkan dengan ketaatan kepada-Nya. Bentuk ketaatan tersebut seperti melaksanakan yang wajib atau sunah, dan meninggalkan yang haram atau makruh.<\/p>\n<p>Di antara bentuk ketakwaan adalah mendahulukan kewajiban atas sunah, serta mendahulukan meninggalkan yang haram daripada makruh. Lain halnya dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang bodoh. Mereka menyangka telah ber-tagarrub kepada Allah, padahal mereka jauh dari-Nya.<\/p>\n<p>Salah seorang dari mereka meninggalkan ibadah wajib demi memelihara yang sunah, melakukan perbuatan haram demi meninggalkan yang makruh. Begitu pula banyak orang yang memelihara bentuk-bentuk ketaatan, sementara hatinya menyimpan riya, benci, dengki, sombong, ujub dengan amal, pamer terhadap Allah dengan ketaatannya.<\/p>\n<p>Maka pahamilah, takwa itu ada dua macam: satu bagian berhubungan dengan hati, dan ini terbagi dua, pertama, wajib, seperti ikhlasnya amal dan iman, kedua, haram, se. perti riya dan menghormati berhala.<\/p>\n<p>Jenis takwa yang kedua berhubungan dengan anggota lahir, seperti pandangan mata, tamparan tangan, berjalan. nya kaki, dan ucapan lidah. Ketahuilah, jika takwa sudah benar, ia akan melahirkan sikap wara\u201d. Sikap wara\u2019 berarti meninggalkan sesuatu yang tak mengandung dosa karena takut terjerumus pada hal-hal yang mengandung dosa. Allah swt. Mahatahu. Ketahuilah, kebaikan dunia dan akhirat telah dikumpulkan ke dalam satu perilaku yang disebut takwa. Maka, renungkanlah ayat-ayat al-Quran yang menyebutkan perihal takwa.<\/p>\n<p>Betapa sering al-Quran menggantungkan kebaikan kepada takwa serta menjanjikan pahala terhadapnya. Begitu seringnya Kitab ini menyandarkan kebahagiaan pada ketakwaan. Oleh sebab itu, pahamilah bahwa hal-hal khusus berkaitan dengan urusan ibadah ada tiga prinsip: Pertama, pertolongan dan dukungan sehingga kaumau melakukan amal. Demikian ini diperuntukkan bagi orang-orang bertakwa, sebagaimana firman Allah swt., \u201cSesungguhnya Allah bersama orang-orang yang takwa.\u201d (QS. an-Nahl (16): 128)<\/p>\n<p>Kedua, menyempurnakan amal dan memperbaiki kecerobohan hingga sempurna. Ini juga bagi orang-orang yang takwa, seperti firman Allah swt., \u201cNiscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu.\u201d (QS. al-Ahzab (33): 71)<\/p>\n<p>Ketiga, diterimanya amal ketika telah sempurna. Ini juga untuk orang-orang yang bertakwa, seperti firman Allah swt., \u201cSesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.\u201d (QS. al-Ma \u2018idah ISI: 27)<\/p>\n<p>Selain itu, pusaran ibadah ada pada tiga prinsip dasar, taufik, perbaikan, dan penerimaan. Dan Allah swt. telah menjanjikan semua itu pada ketakwaan serta memuliakan semua orang yang bertakwa, baik mereka meminta maupun tidak. Jadi, takwa adalah tujuan. Tak seorang pun yang melewatkannya, dan tak ada tujuan selainnya.<\/p>\n<p>Kenalilah, batasan takwa menurut pendapat guru-guru kita adalah mmenyucikan hati dari dosa serupa yang belum pernah kaulakukan. Sehingga seorang hamba memiliki tekad kuat meninggalkannya. Hal ini berfungsi sebagai tameng untuk melindungi dirinya dari para ahli maksiat.<\/p>\n<p>Jika hatinya telah terbiasa melakukan hal tersebut, ia dikatakan sebagai orang bertakwa. Maka, tobat dan tekad juga disebut takwa. Dalam halini, tingkatan takwa ada tiga, takwa dari syirik, takwa dari bidah, dan takwa dari perbuatan maksiat beserta turunannya.<\/p>\n<p>Berlainan dengan hal di atas, keburukan itu ada dua macam: Utama, yaitu segala hal yang dilarang untuk mendidiknya, seperti perbuatan maksiat murni, dan tidak utama, yaitu semua perbuatan yang dilarang untuk mengayominya, seperti berlebihan dalam hal-hal halal layaknya makanan mubah yang dikonsumsi dengan syahwat.<\/p>\n<p>Adapun takwa jenis pertama adalah takwa wajib yang, jika ditinggalkan pasti mendatangkan azab: dan yang kedua, takwa kebaikan dan adab, jika ditinggalkan akan mengakibatkan penahanan, hisab, dan celaan. Barang siapa menunaikan takwa yang pertama, ia berada dalam takwa tingkat pertama. Itulah tingkatan orang-orang yang istigamah dalam ketaatan.<\/p>\n<p>Dan, barang siapa menunaikan takwa kedua, maka ia menempati tingkatan takwa tertinggi. Dengan demikian, apabila hamba telah menggabungkan semua perilaku meninggalkan maksiat maupun berlebihan, berarti ia telah menyempurnakan arti takwa sekaligus menjalankan sikap wara secara sempurna yang menjadi kendali problematika agama.<\/p>\n<p>Hal-hal yang harus dilakukan di sini adalah menjaga lima anggota pokok, mata, telinga, lidah, perut, dan hati. Selayaknya seseorang bersungguh-sungguh dalam menjaga kelima anggota ini dari segala hal yang dikhawatirkan membawa bahaya, seperti tindakan haram, sikap berlebihan, serta menghambur-hamburkan yang halal.<\/p>\n<p>Jika penjagaan terhadap lima anggota ini berhasil, engkau bisa berharap untuk sanggup memenuhi semua rukun yang lain, dan telah menunaikan hak takwa dengan segenap tubuhmu karena Allah swt.<\/p>\n<p>Ketahuilah, para ulama akhirat telah menyebutkan hal-hal yang dibutuhkan hamba. Dalam hal ini, ada tujuh puluh perilaku terpuji berikut lawan-lawannya yang tercela. Di samping itu, berbagai tindakan dan usaha wajib yang membahayakan terhadap hal tersebut akan kita lihat pada dasar-dasar tentang pengobatan hati.<\/p>\n<p>Dalam urusan ibadah, semua ini sama sekali tak bisa dihindari sehingga kita akan menyaksikan empat hal, yaitu, bahaya orang-orang yang bersungguh-sungguh, fitnahfitnah hati yang merintangi, mengaburkan, dan merusak. Empat hal lainnya yang berlawanan serta menjamin kelurusan hati, pengaturan ibadah, dan perbaikan bagi hamba.<\/p>\n<p>Empat penyakit itu adalah, angan-angan, tergesa-gesa, dengki, dan sombong. Sedangkan empat kebajikan yaitu, mernotong angan-angan, berhati-hati dalam segala urusan, menasihati manusia, serta tawadhu\u2019, dan khusyuk. Inilah dasar-dasar bagi kesembuhan dan kerusakan hati. Karena itu, berusahalah sekuat tenaga untuk menghindari penyakit-penyakit ini serta memperoleh kebajikan di atas, niscaya engkau meraih harapan dan tujuan. Insya Allah.<\/p>\n<p>Panjang angan-angan akan menjadi penghalang seluruh kebajikan, sekaligus mendorong untuk mematuhi semua keburukan dan fitnah yang menjerumuskan makhluk ke dalam segala bencana. Oleh sebab itu, ketahuilah, jika engkau panjang angan-angan maka dalam dirimu akan bergelora empat hal:<\/p>\n<ol>\n<li>Meninggalkan ketaatan dan bermalas-malasan, sembari berkata, \u201cAkan kukerjakan itu nanti.\u201d<\/li>\n<li>Meninggalkan dan menunda-nunda tobat, seraya bergumam, Kelak, aku akan bertobat.\u201d<\/li>\n<li>Menjadikanmu cinta dan rakus terhadap dunia, sambil berkata, \u201cApa yang akan kupakai dan kumakan?\u201d lalu kausibuk mengurusnya. Atau, setidaknya hatimu akan disibukkan olehnya. Maka sia-sialah waktumu dan akan banyak merasakan kesedihan.<\/li>\n<li>Kerasnya hati dan lupa terhadap akhirat. Karena, jika engkau mengangankan hidup yang panjang, engkau tak akan mengingat akhirat, bahkan tidak akan mengingat kematian maupun alam kubur. Dengan demikian, pikiranmu hanya tercurah pada dunia hingga hatimu menjadi keras, sebagaimana firman Allah swt., \u201cKemudian, berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras.\u201d (QS. al-Hadid (57): 16) Sebab, kelembutan dan kejernihan hati hanya dapat diraih dengan mengingat kematian, alam kubur, dan hiruk-pikuk akhirat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Berkaitan dengan perihal panjang angan-angan, para ulama mengatakan bahwa hal itu adalah keinginan untuk hidup lama dengan waktu yang telah direncanakan. Sebaliknya, memotong angan-angan berarti tidak menentukan angan-angan dan membatasinya pada kehendak dan ilmu Allah dalam zikir, atau dengan memperbaiki keinginan.<\/p>\n<p>Jika engkau mengingat hidupmu karena kau akan hidup satu tarikan nafas lagi, atau satu jam lagi secara jelas dan pasti, berarti engkau termasuk orang yang beranganangan. Dan itu merupakan bentuk kemaksiatan yang kaulakukan sebab turut menentukan hal-hal gaib.<\/p>\n<p>Apabila engkau membatasi angan-angan dengan kehendak dan ilmu Allah swt., seperti mengatakan, \u201cJika Allah menghendaki maka saya hidup\u2026\u201d engkau tidak termasuk orang yang berangan-angan, dan telah memotong anganangan karena tidak menentukannya. Maksud zikir di sini yaitu zikir hati, dalam rangka membiasakan dan meneguhkan hati untuk berzikir. Jadi, pahamilah dengan benar!<\/p>\n<p>Angan-angan itu ada dua macam, angan-angan awam dan angan-angan khusus. Angan-angan awam yaitu menginginkan kehidupan abadi untuk mengumpulkan dan menikmati dunia. Dan ini adalah kemaksiatan. Kebalikannnya yaitu dengan mermotong angan-angan. Adapun anganangan khusus berarti hasrat untuk hidup abadi guna menyempurnakan amal kebaikan yang membahayakan.<\/p>\n<p>Inilah sesuatu yang tak dapat dipastikan kebaikannya. Karena, bisa jadi ia merupakan kebaikan tertentu yang jika dilaksanakan atau disempurnakan tidak membawa kebaikan bagi hamba, bahkan besar kemungkinan ia tidak melakukan kebaikan<\/p>\n<p>\u201cKETAHUILAH, ALLAH SWT. TIDAK BISA DIDEKATI, MELAINKAN DENGAN KETAATAN KEPADA-NYA.\u201d<\/p>\n<p>Maka dariitu, diawal shalat, puasa, dan lainnya, seorang hamba tidak diperbolehkan memastikan akan menyempurnakan amalan-amalan tersebut. Karena hal itu merupakan persoalan gaib, dan sama sekali bukan menjadi tujuan. Akan tetapi, hendaknya ia membatasi dengan pengecualian dan syarat kebaikan agar terhindar dari buruknya angan-angan.<\/p>\n<p>Menurut para ulama, kebalikan angan-angan ini adalah niat yang baik. Sebab orang yang memiliki niat yang baik tak akan berangan-angan, dan niat yang baik menjadi prinsip paling dasar. Mereka pun telah menyebutkan batasan niat yang baik yang mencakup dan sempurna.<\/p>\n<p>la merupakan kehendak untuk melakukan amal. Kehendak ini dihadirkan sebelum melakukan semua amal lain secara pasti, disertai keinginan menyempurnakannya dengan pasrah dan pengecualian.<\/p>\n<p>Jika ditanyakan, \u201cMengapa diperbolehkan memastikan pada permulaan, dan wajib pasrah dan mengecualikan saat penyempurnaan?\u201d Jawabannya, \u201cKarena tidak ada bahaya pada permulaan. Ia adalah kondisi permulaan, dan bukan sesuatu yang jauh darimu.<\/p>\n<p>Sedangkan saat penyempurnaan, pasti ada bahaya karena terjadi dalam waktu yang berjarak. Jadi, pada tahap penyempurnaan terdapat dua bahaya, bahaya wushul (pencapaian) karena engkau tidak tahu, apakah ini mengandung kebaikan untukmu atau tidak, bahaya jika engkau mencapai kehendak dengan syarat-syarat semacam ini, yang berartj niat terpuji di luar aturan dan penyakit angan-angan. Dan Allah Mahatahu.<\/p>\n<p>Ketahuilah, benteng untuk memotong angan-angan itu dengan mengingat serangan dan kedatangan maut tanpa disadari atau mendadak. Maka, pergunakanlah ungkapan ini guna menjaga diri karena ia sangat dibutuhkan, dan hindarilah desas-desus yang tak bermakna. Dan, Allahlah Sang Pemberi pertolongan. Sedangkan tergesa-gesa dan terburu-buru termasuk perilaku yang menghilangkan tujuan dan menjerumuskan ke dalam jurang kemaksiatan.<\/p>\n<p>Pahamilah, fondasi dan kendali ibadah adalah sikap wara\u2019. Sedangkan fondasi wara\u2019 yaitu melihat segala sesuatu secara mendalam serta meniti semua hal baik makanan, minuman, pakaian, ucapan, maupun perbuatan secara seksama. Jika seseorang tergesa-gesa, tidak pelan-pelan dalam memastikan dan memperjelas masalah maka ia tak akan mampu berpikir maupun berhati-hati dalam segala urusan.<\/p>\n<p>Seperti, jika ia memaksakan kehendak dan tergesa-gesa dalam mendapatkan setiap makanan, ia akan terjerumus ke dalam makanan haram dan subhat. Jika ia tergesa-gesa dalam berbicara maka ia berpeluang besar terjerumus dalam kesalahan. Demikian pula seluruh perkara yang kehilangan nilai-nilai wira\u2019i. Tidak ada kebaikan dalam ibadah tanpa sikap wara\u2019 sehingga seorang hamba wajib bersungguhsungguh untuk menghilangkan penyakit ini. Dan, Allahlah Pemberi Pertolongan.<\/p>\n<p>Adapun batasan tergesa-gesa ada pada pikiran yang masuk ke dalam hati, lalu mendorongnya untuk berbuat sesuatu sejak pertama tebersit, tanpa berpikir. Sebaliknya, pelan-pelan adalah pikiran yang masuk ke dalam hati, lalu | mengajaknya berhati-hati dalam segala hal sekaligus mengikuti dan melakukannya.<\/p>\n<p>Sementara itu, berpikir (tawagguf) adalah kebalikan dari gegabah (a\u2019asuf). Perbedaannya, berpikir itu terjadi sebejum melakukan pekerjaan sehingga bisa memenuhi hak setiap bagiannya. Sedangkan dengki merupakan perangai gang merusak ketaatan dan memicu tindakan kesalahan.<\/p>\n<p>Perilaku ini juga melahirkan kelelahan dan perhatian terhadap hal-hal yang tak berguna, yang disertai dengan dosa, bahkan mengakibatkan butanya hati. Cukuplah kesesatan dan kerugian bagi pendengki. Ia menjadi musuh bagi nikmat Allah karena menentang kehendak-Nya dan membenci keputusan-Nya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, batasan dengki adalah menginginkan hilangnya nikmat Allah dari saudaramu sesama muslim yang mengandung kebaikan untuknya. Jika engkau tidak menghendaki hilangnya nikmat tersebut, tetapi menginginkan nikmat yang sama untuk dirimu maka hal itu disebut harapan atau keinginan seperti orang lain (ghibthah).<\/p>\n<p>Bila nikmat itu tidak mengandung kebaikan bagi saudaramu, lalu engkau menghendaki agar hilang darinya, hal itu disebut cemburu. Inilah perbedaan antara ketiga perilaku tersebut.<\/p>\n<p>Kebalikan dengki adalah nasihat, yaitu menginginkan langgengnya nikmat Allah pada saudaramu sesama muslim yang berguna baginya. Jika perkaranya tidak jelas, janganlah kau mengharapkan hilangnya nikmat tersebut, dan jangan pula menginginkan keabadiannya dari saudaramu sesama muslim. Akan tetapi, serahkanlah semuanya kepada Allah agar engkau terhindar dari dengki serta memperoleh manfaat nasihat.<\/p>\n<p>Sementara benteng nasihat yang mampu mencegah kedengkian adalah dengan mengingat perintah Allah untuk menjaga persaudaraan sesama muslim. Benteng dari benteng ini mengingatkan kewajiban untuk senan, tiasa mengagungkan Allah, meninggikan derajat-Nya, mengingat karamah-karamah yang dianugerahkan Allah di akhirat kelak, serta maslahat-maslahat agama maupun dunia, baik di dunia maupun di akhirat. Dan, Allah swt. Pemberi Pertolongan.<\/p>\n<p>\u201cORANG YANG MEMILIKI NIAT YANG BAIK TAK AKAN BERANGAN-ANGAN, DAN NIAT YANG BAIK MENJADI PRINSIP PALING DASAR.\u201d<\/p>\n<p>Selain itu, sombong (takabbur) juga termasuk perilaku yang benar-benar merusak. Bukankah engkau telah mendengar firman Allah swt. perihal Iblis, \u201cIa (Iblis) enggan dan takabur dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir\u201d (QS. al-Bagarah (2): 34)<\/p>\n<p>Dengan ungkapan lain, sikap sombong merupakan pikiran untuk meninggikan dan mengagungkan diri sendiri, serta menuruti perilaku yang menafikan sikap rendah hati (tawadhw). Kedua sikap ini, baik takabbur maupun tawadhu\u2019 itu ada yang umum dan khusus. Tawadhu\u2019 yang umum yaitu mencukupkan diri dengan pakaian, rumah, dan lainlain yang sederhana. Sebaliknya, sikap sombong adalah bermewah-mewahan dalam berpakaian, rumah, dan lain sebagainya. Demikian inilah kemaksiatan besar.<\/p>\n<p>Maka dari itu, kenalilah benteng tawadhu\u2019 yang umum. Selayaknya engkau mengingat titik berangkat dan titik ujungmu, serta berbagai macam penyakit dan kotoran yang sedang kaualami saat ini. Sementara benteng tawadhu Khusus dengan mengingat hukuman yang adil dari Allah swt. Kesemuanya ini sudah mencukupi bagi orang-orang yang mampu melihat. Allahlah Maha Pemberi Pertolongan.<\/p>\n<p>(***)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi setelahnya, seperti Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Ibnu Arabi, Ibnu Atha\u2019illah as-Sakandari, dan lain-lain. Dalam pengantarnya, Imam Ghazali mengatakan, kitab risalah ditulis utuk dijadikan pegangan bagi para pencari kebenaran, dan membantu umat Islam dalam menempuh suluk atau perjalanan spiritual. Di dalam masterpiece Imam Ghazali ini, terdapat segala hal yang dibutuhkan untuk mengantarkan diri menuju Sang Ilahi. Berikut ini terjemah Bagian Pertama dan Kedua dari Kitab Raudhatu Thalibin Imam al-Ghazali (21): Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan Bagian Kedua Puluh Satu: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan ADA DUA MACAM hak Allah swt. yang wajib diperhatikan. Pertama, menunaikan semua kewajiban: kedua, meninggalkan hal-hal haram. Menunaikan setiap kewajiban dan meninggalkan jarangan adalah bentuk ketakwaan. Barang siapa melaksanakan sebagian dari hal ini, berarti telah menjaga diri dari akibat yang akan diterima, berupa keburukan di dunia maupun akhirat. Dan ia akan menerima kenikmatan surga dan ridha Allah swt. Ketahuilah, Allah swt. tidak bisa didekati, melainkan dengan ketaatan kepada-Nya. Bentuk ketaatan tersebut seperti melaksanakan yang wajib atau sunah, dan meninggalkan yang haram atau makruh. Di antara bentuk ketakwaan adalah mendahulukan kewajiban atas sunah, serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[59,234],"tags":[430,432,433],"class_list":["post-11414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-islamic-studies","category-ulasan-kitab","tag-imam-al-ghazali","tag-raudhatu-thalibin","tag-taman-kebenaran"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 21: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 21: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-21T02:54:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-18T02:57:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"492\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Immim pangkep\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\"},\"headline\":\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 21: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan\",\"datePublished\":\"2022-02-21T02:54:42+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-18T02:57:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/\"},\"wordCount\":2142,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"keywords\":[\"Imam al-ghazali\",\"raudhatu thalibin\",\"taman kebenaran\"],\"articleSection\":[\"Islamic Studies\",\"Ulasan Kitab\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/\",\"name\":\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 21: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"datePublished\":\"2022-02-21T02:54:42+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-18T02:57:58+00:00\",\"description\":\"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg\",\"width\":640,\"height\":492,\"caption\":\"Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/02\\\/21\\\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 21: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\",\"name\":\"Immim pangkep\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"caption\":\"Immim pangkep\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blog\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 21: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 21: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_published_time":"2022-02-21T02:54:42+00:00","article_modified_time":"2023-06-18T02:57:58+00:00","og_image":[{"width":640,"height":492,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Immim pangkep","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Immim pangkep","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/"},"author":{"name":"Immim pangkep","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51"},"headline":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 21: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan","datePublished":"2022-02-21T02:54:42+00:00","dateModified":"2023-06-18T02:57:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/"},"wordCount":2142,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","keywords":["Imam al-ghazali","raudhatu thalibin","taman kebenaran"],"articleSection":["Islamic Studies","Ulasan Kitab"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/","name":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 21: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","datePublished":"2022-02-21T02:54:42+00:00","dateModified":"2023-06-18T02:57:58+00:00","description":"BLOGGURU\u00a0\u2013 Kitab berjudul asli Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Ghazali ini menjadi salah satu karya besar yang mempengaruhi ulama sufi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Kitab-Raudhatu-Thalibin.jpg","width":640,"height":492,"caption":"Kitab Terjemah Raudhatu Thalibin"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/02\/21\/terjemah-raudhatu-thalibin-al-ghazali-21-hak-allah-swt-yang-wajib-diperhatikan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Terjemah Raudhatu Thalibin Al-Ghazali \u2013 21: Hak Allah swt. yang Wajib Diperhatikan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51","name":"Immim pangkep","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","caption":"Immim pangkep"},"sameAs":["http:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blog"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11414"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11414\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11416,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11414\/revisions\/11416"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}