{"id":11505,"date":"2023-06-20T21:59:06","date_gmt":"2023-06-20T13:59:06","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?p=11505"},"modified":"2023-06-26T23:04:19","modified_gmt":"2023-06-26T15:04:19","slug":"hukum-hukum-terkait-nama-kunyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/","title":{"rendered":"Hukum-hukum terkait Nama Kunyah"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_11506\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-11506\" class=\"wp-image-11506\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nama-Kunyah.jpg\" alt=\"Nama Kunyah\" width=\"600\" height=\"336\" \/><p id=\"caption-attachment-11506\" class=\"wp-caption-text\"><em>Nama Kunyah<\/em><\/p><\/div>\n<p>Oleh: <strong>Berik Said<\/strong> *)<\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Di FB maupun di WA atau di medsos lainnya, banyak sekali nama kun-yah atau gelar yang tak disebutkan nama asli jati dirinya, sementara ia belum dikenal (masyhur) dengan nama kun-yahnya tersebut.\u00a0Semisal ia menggunakan nama akun &#8216;Abu Ahmad&#8217;, atau &#8216;Ummu Salamah&#8217;, atau &#8216;Bening Hati&#8217; atau &#8216;Musafir Sunnah&#8217; atau lainnya, dan terkadang menimbulkan kesamaran tentang siapa dia sebenarnya?<\/p>\n<p>Bagaimana sebenarnya hukum masalah ini? Dan hukum-hukum fiqh penting lainnya terkait dengan kun-yah. semoga bisa temukan pada artikel ana ini.\u00a0Tulisan ini ana susun menjadi beberapa fasal penting.<\/p>\n<p>Pertama, Arti Kun-yah.\u00a0Kun-yah artinya sapaan, dan biasanya digunakan sebagai sebutan penghormatan kepada seseorang, walau terkadang juga digunakan sebagai sebutan jelek, seperti pada Abu Lahab. Berkun-yah merupakah suatu perkara yang telah dilakukan oleh Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam dan para Shahabatnya radhiallahu \u2018anhum.<\/p>\n<p>Kedua, Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam juga berkun-yah.\u00a0Nabi kita shallallahu \u2018alaihi wa sallam sendiri memiliki nama kun-yah, yakni Abul Qosim.\u00a0Keistimewaan kun-yah beliau Abul Qosim adalah haramnya kun-yah itu digunakan pada selain beliau.<\/p>\n<p>Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits berikut, dari Abu Hurairah radhiallahu \u2018anhu mengatakan:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0628\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0633\u0650\u0645\u0650 -\u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645-: \u0633\u064e\u0645\u0651\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0633\u0652\u0645\u0650\u064a\u0652, \u0648\u064e\u0644\u0627\u064e \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650<\/h4>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>&#8220;Abul Qosim shalallahu \u2018alaihi wa sallam berkata: \u201cSilahkan pakai namaku, nama jangan berkun-yah dengan kun-yahku (Abul Qosim).\u201d [HSR. Bukhari no.3539 dan Muslim no.2134]<\/p>\n<p>Ketiga, Dalil Anjuran Berkun-yah Walau Bagi yang Tidak Atau Belum Memiliki Anak.<\/p>\n<p>Hadits ini terkait dengan \u2018Aisyah radhiallahu \u2018anha yang sampai wafatnya tidak memiliki keturunan satupun, padahal ia ingin sekali berkun-yah, sebagimana istri-istri Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam yang lain telah berkun-yah.<\/p>\n<p>Maka suatu hari \u2018Aisyah radhiallahu \u2018anha mengadu kepada Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam dengan berkata:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u064a\u0627 \u0631\u0633\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u0633\u0627\u0626\u0650\u0643 \u0644\u0647\u0627 \u0643\u064f\u0646\u064a\u0629\u064c \u063a\u064a\u0631\u064a \u0641\u0642\u0627\u0644 \u0644\u0647\u0627 \u0631\u0633\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0635\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u0644\u064a\u0647\u0650 \u0648\u0633\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e: \u0627\u0643\u062a\u064e\u0646\u064a \u0628\u0627\u0628\u0646\u0650\u0643 \u0639\u0628\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u064a\u0639\u0646\u064a \u0627\u0628\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0628\u064a\u0631\u0650 \u0623\u0646\u062a\u0650 \u0623\u0645\u0651\u064f \u0639\u0628\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0642\u0627\u0644 \u0641\u0643\u0627\u0646 \u064a\u064f\u0642\u0627\u0644\u064f \u0644\u0647\u0627 \u0623\u0645\u0651\u064f \u0639\u0628\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u062d\u062a\u0649 \u0645\u0627\u062a\u062a\u0652 \u0648\u0644\u0645 \u062a\u0644\u062f\u0652 \u0642\u0637\u0651\u064f<\/h4>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>&#8220;Ya Rasulullah -shallallahu \u2018alaihi wa sallam- seluruh istrimu telah memiliki kun-yah selain diriku.<\/p>\n<p>Maka Rasulullah -shallallahu \u2018alaihi wa sallam- berkata kepadanya: &#8220;Berkun-yahlah pada keponakan lelakimu Abdillah, yakni (lengkapnya) Ibnu Zubair, (maka kun-yah) kamu adalah Ummu Abdillah&#8221;.<\/p>\n<p>Berkata (\u2018Urwah bin Zubair radhiallahu \u2018anhu sang periwayat hadits ini -pent.): &#8220;Sejak saat itu \u2018Aisyah radhiallahu \u2018anha senantiasa dipanggil (dengan nama kun-yahnya, yakni) Ummu Abdillah sampai wafatnya, padahal ia tak memiliki seorang anakpun&#8221;.<\/p>\n<p>Menjelaskan hadits di atas, Syaikh al Albani rahimahullah berkata: \u201cHadits ini menunjukkan disyari\u2019atkannya kun-yah sekalipun belum mempunyai anak\u201c. (Silsilah Ahadits ash-Shahihah I:257)<\/p>\n<p>Dan diantara hadits yang mempertegas masalah ini adalah hadits berikut:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0639\u064f\u0645\u064e\u0631\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u0650\u0635\u064f\u0647\u064e\u064a\u0652\u0628\u064d \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0649 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u0649 \u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649 \u0648\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0643\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c. \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0643\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u0646\u0650\u0649 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 -\u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645- \u0628\u0650\u0623\u064e\u0628\u0650\u0649 \u064a\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0649.<\/h4>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cUmar radhiallahu \u2018anhu pernah mengatakan kepada Shuhaib radhiallahu \u2018anhu (seorang Shahabat yang tak memiliki anak -pent): &#8220;Mengapa Anda berkun-yah dengan Abu Yahya, padahal kamu tak memiliki anak?\u201c Maka dia (Shuhaib radhiallahu \u2018anhu) menjawab: &#8220;Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam sendiri yang telah memberikan kun-yah Abu Yahya (padaku)&#8221;. [HR. Ibnu Majah no.3738 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Al-Ahadits al-Aliyat no.25 dan dishahihkan al-Albani rahimahullah dalam ash-Shahihah no.44]<\/p>\n<p>Karena itu kita lihat juga sejumlah Ulama besar memakai nama kun-yah walau sebenarnya mereka tak memiliki anak, bahkan sampai wafatnya tidak menikah, seperti:<\/p>\n<p>Ibnu Taimiyyah, kun-yah beliau adalah Abul Abbas. (Lihat \u2018Aqidah al Wasithiyyah, hal.21)<\/p>\n<p>Imam Nawawi rahimahullah, kun-yah beliau adalah Abu Zakariya. (Lihat Bahjatun Naazhirin I:8)<\/p>\n<p>Keempat, Bolehnya Berkun-yah dengan Nama Hewan.<\/p>\n<p>Seperti Abu Hurairah radhiallahu \u2018anhu. Nama asli beliau adalah Abdurrahman bin Sakhr Ad Dausi. Namanya karena kesukaannya kepada kucing kecil yang dalam bahasa Arabnya Hirrun\/Hurairah, maka beliau justru dipanggil oleh Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam dengan Abu Hirr atau Abu Hurairah. (Lihat lebih lengkap dalam al Ishoobah [IV:316]. Bahkan akhirnya kun-yah beliau ini lebih dikenal orang daripada nama aslinya.<\/p>\n<p>5) Cara Anak Berkun-yah Pada Orang Tua atau Sebaliknya<\/p>\n<p>Di sini akan dijelaskan cara berkun-yah dari orang tua pada anaknya, atau anak berkun-yah pada orang tuanya. Walau boleh sebenarnya orang tua yang memiliki anak berkun-yah bukan pada anaknya, tetapi diutamakan jika dia berkun-yah dengan salah satu nama anaknya dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:<\/p>\n<p>Cara Pertama, Kun-yah Ayah\/Ibu ke Anak.<\/p>\n<p>Kun-yah utamanya dinisbahkan kepada ANAK LELAKI PERTAMA.<\/p>\n<p>Tak peduli apakah anak lelaki itu terlahir sebagai anak kedua, ketiga, dan seterusnya, yang penting dia anak lelaki pertama dari sekian banyak anaknya kalau dia memiliki lebih dari satu anak.<\/p>\n<p>Contoh, sepasang suami istri, yakni Ibrahim dan Aisyah memiliki tiga orang anak, yang urutnya sebagai berikut, Maimunah, Ahmad, dan Hasan.<\/p>\n<p>Maka hendaklah, baik ayah atau ibunya berkun-yah pada nama anak laki-laki tertua\/pertama yang terlahir, walau dalam kenyataannya anak pertamanya adalah anak perempuan.<\/p>\n<p>Dalam contoh di atas, maka sang ayah utamanya hendaklah berkun-yah Ibrahim Abu Ahmad dan bukan berkun-yah Ibrahim Abu Maimunah, walaupun Maimunah itu anak pertama.<br \/>\nDan hendaklah sang ibu berkun-yah Aisyah Ummu Ahmad.<\/p>\n<p>Kalau tak ada anak lelaki, maka boleh berkun-yah dengan nama anak perempuan tertua.\u00a0Seperti pada contoh ini -jika tak ada anak lelaki-, maka sang ayah berkun-yah Ibrahim Abu Maimunah sementara sang ibu berkun-yah Aisyah Ummu Aminah .<\/p>\n<p>Cara Kedua, kun-yah anak ke orang tua.<\/p>\n<p>Jika anak lelaki, maka ia berkun-yah dengan Abu.\u00a0Sebagai contoh seperti kasus di atas, Ahmad jika berkun-yah dia memakai kun-yah Ibnu Ibrahim, lengkapnya Ahmad Ibnu Ibrahim.<br \/>\nBoleh pula disebut kun-yahnya dulu baru disebut nasab ke ayahnya, sehingga menjadi Ibnu Ibrahim Ahmad.<\/p>\n<p>Jika perempuan, maka kun-yahnnya dengan Bintu atau Ibnatu. Pada contoh di atas, Maimunah kun-yahnya adalah Bintu\/Ibnatu Ibrahim, lengkapnya Maimunah Bintu\/Ibnatu Ibrahim, atau Bintu\/Ibnatu Ibrahim Maimunah.<\/p>\n<p>Keenam, HUKUM MEMAKAI NAMA KUN-YAH TANPA MEMAKAI NAMA JELAS DIRINYA , BAIK DI MEDSOS ATAU LAINNYA, PADAHAL KUN-YAHNYA INI BELUM DIKENAL<\/p>\n<p>Fasal ini salah satu fasal terpenting yang wajib kamu perhatikan. Ini yang sering didapati pada akun di FB atau medsos lainnya. Di medsos bisa saja kami menyebut dirimu dengan kun-yah Abu atau Ummu atau Ibnu atau Ibnatu tanpa menyebut nama nasab asli kamu atau identitas jelas kamu.<\/p>\n<p>Maka bagi yang dia belum dikenal oleh khalayak nama kun-yahnya, semestinya dia tidak menuliskan nama kun-yah yang tidak diiringi nama aslinya dan suku\/marganya atau asal daerahnya.<br \/>\nJika pun dia mau memakai kun-yah, maka semestinya tetap mencantumkan nama asli dirinya.<\/p>\n<p>Dalil masalah ini cukup banyak. Namun dalam kesempatan ini ana hanya akan sebutkan dua dalil saja, yakni,<\/p>\n<p>&#8211; Pertama, Jaabir\u2018 bin Abdilllah radhiallahu \u2018anhu menceritakan:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0623\u062a\u064e\u064a\u062a\u064f \u0627\u0644\u0646\u0628\u064a\u0651\u064e \u0635\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0651\u064e\u0645 \u0641\u064a \u062f\u064e\u064a\u0646\u064d \u0643\u0627\u0646 \u0639\u0644\u0649 \u0623\u0628\u064a\u060c \u0641\u062f\u0642\u064e\u0642\u062a\u064f \u0627\u0644\u0628\u0627\u0628\u064e\u060c \u0641\u0642\u0627\u0644: \u0645\u064e\u0646 \u0630\u0627 \u0641\u0642\u0644\u062a\u064f: \u0623\u0646\u0627\u060c \u0641\u0642\u0627\u0644: \u0623\u0646\u0627 \u0623\u0646\u0627. \u0643\u0623\u0646\u0647 \u0643\u0631\u0650\u0647\u064e\u0647\u0627<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>Aku pernah mendatangi (rumah) Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam lantas aku mengetuk pintu.<\/p>\n<p>Beliau bertanya: \u201cSiapa (yang mengetuk pintu ini)?\u201d. Aku menjawab: \u201cSaya\u201c. Lalu beliau berkata: \u201cSaya, saya\u201d. Sepertinya beliau tidak suka&#8221;. [HSR. Bukhari no.6250 dan Muslim no.2155]<\/p>\n<p>SISI PENDALILAN<\/p>\n<p>Hadits di atas menunjukkan seseorang saat memperkenalkan dirinya, mestilah harus dengan identitas yang sudah dikenal oleh orang lain.<\/p>\n<p>&#8211; Kedua, Saat Nabi shallallahu \u2018alahi wa sallam berkirim surat kepada pembesar Romawi yang bernama Heraclius untuk masuk Islam, maka dalam kop suratnya Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam menggunakan identitas nama pribadi yang telah dikenal, yakni Muhammad -shallallahu &#8216;alaihi wa sallam- dan tidak menggunakan nama kun-yah Abul Qosim.<\/p>\n<p>Isi pembuka surat beliau kepada Heraclius sebagai berikut:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0652\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650\u060c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u064e\u0651\u062f\u064d \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0647\u0650\u0631\u064e\u0642\u0652\u0644\u064e \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064f\u0651\u0648\u0645\u0650<\/h4>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>&#8220;Bismillahir rahmanir rahiim\u2026 Dari Muhammad, hamba Allah dan utusan-Nya, Kepada Heraclius, raja Romawi &#8230;&#8221; [HSR. Bukhari no.7 dan Muslim no.1773, dan lain-lain]<\/p>\n<p>SISI PENDALILAN<\/p>\n<p>Lihat di situ Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam tidak menggunakan nama kun-yah dikarenakan orang yang hendak dikirimi surat oleh beliau lebih tahu nama Muhammad -shallallahu &#8216;alaihi wa sallam- dibandingkan nama kun-yah beliau Abul Qosim.<\/p>\n<p>Sebenarnya banyak dalil lainnya yang menunjukkan hal ini, namun sementara ini ana cukupkan dengan dua dalil itu saja dulu.<\/p>\n<p>Karena itulah para Ulama juga menyatakan tidak disukainya orang memakai nama kun-yah tanpa disebutkan nama asli dirinya jika dia belum dikenal dengan kun-yahnya itu.<\/p>\n<p>Syaikh Bakr Abu Ziad hafidzhahullah bahkan menganggap memperkenalkan nama diri dengan kun-yah tanpa nama asli yang dimana kun-yahnya belum dikenal luas oleh orang sebagai tindakan mubham (penyamaran diri yang tak jelas) yang dilarang. Beliau menandaskan:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0648\u0645\u0646 \u0627\u0644\u062a\u0639\u0631\u064a\u0641 \u0627\u0644\u0645\u0628\u0647\u0645 \u0645\u0627 \u062a\u0633\u0631\u0628 \u0625\u0644\u0649 \u0642\u0644\u0628 \u0627\u0644\u062c\u0632\u064a\u0631\u0629 \u0627\u0644\u0639\u0631\u0628\u064a\u0629 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0623\u0641\u0627\u0642\u064a\u0646\u060c \u0625\u0630\u0627 \u0642\u064a\u0644 \u0644\u0647: \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0645\u062a\u0643\u0644\u0645\u061f \u0642\u0627\u0644: \u0623\u0628\u0648 \u0641\u0644\u0627\u0646. \u0641\u0645\u0627 \u0639\u0631\u0641\u0646\u0627 \u0647\u0630\u0627 \u0645\u0646 \u0637\u0631\u064a\u0642\u0629 \u0627\u0644\u0633\u0644\u0641\u060c \u0623\u0646\u0647\u0645 \u064a\u0639\u0631\u0641\u0648\u0646 \u0627\u0644\u0646\u0627\u0633<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0639\u0644\u064a \u0630\u0648\u0627\u062a\u0647\u0645 \u0628\u0627\u0644\u0643\u0646\u064a\u060c \u0648\u0625\u0646\u0645\u0627 \u064a\u0643\u0648\u0646 \u0627\u0644\u062a\u0639\u0631\u064a\u0641 \u0628\u062c\u0631 \u0627\u0644\u0646\u0633\u0628: \u0641\u0644\u0627\u0646 \u0627\u0644\u0641\u0644\u0627\u0646\u064a. \u0643\u0627\u0646\u0648\u0627 \u064a\u0643\u062a\u0646\u0648\u0646 \u0644\u064a\u062f\u0639\u0648\u0647\u0645 \u0627\u0644\u0637\u0627\u0644\u0628 \u0628\u0647\u0627. \u0647\u0630\u0627 \u0645\u0627 \u0644\u0645 \u064a\u0634\u062a\u0647\u0631 \u0627\u0644\u0634\u062e\u0635 \u0628\u0627\u0644\u0643\u0646\u064a\u0629 \u062d\u062a\u064a \u0642\u0627\u0645\u062a \u0645\u0642\u0627\u0645 \u0627\u0644\u0627\u0633\u0645\u060c \u0648\u0645\u0646\u0647\u0627<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0641\u064a \u0627\u0644\u0635\u062d\u0627\u0628\u0629 \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645 \u0623\u0628\u0648 \u0628\u0643\u0631\u060c \u0623\u0628\u0648 \u0630\u0631\u060c \u0623\u0645 \u0647\u0627\u0646\u0626\u060c \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647\u0645<\/h4>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cDiantara bentuk memperkenalkan diri yang tidak diperbolehkan karena mengandung unsur ketidak jelasan (mubham) adalah sebuah kebiasaan yang menyebar di jantung semenanjung Arab sumbernya dari orang-orang non Arab, jika ditanyakan kepadanya \u201cSiapa anda?\u201d maka dijawab dengan \u201cAbu Fulan\u201d.<\/p>\n<p>Kami tidak mengetahui hal semacam ini dilakukan oleh para salaf, (yakni) memperkenalkan diri sendiri dengan menggunakan nama kun-yah.\u00a0Memperkenalkan diri itu (jika nama kun-yah dia belum dikenal orang banyak -pent) dengan menyebutkan nasab, fulan yang berasal dari suku al fulan.<\/p>\n<p>Salaf itu memiliki nama kun-yah dengan tujuan agar orang lain memanggil dirinya dengan nama kun-yah tersebut.\u00a0Ketentuan di atas berlaku selama orang tersebut tidaklah terkenal dengan nama kun-yahnya sehingga nama kun-yah itu menggantikan fungsi nama nasab.<\/p>\n<p>Diantara orang yang kondisinya semacam itu dikalangan para Shahabat adalah Abu Bakar, Abu Dzarr, serta Ummu Hani -radhiallahu \u2018anhum-&#8220;. (Adabul Hatif hal 15-16)<\/p>\n<p>Walhamdu lillaahi rabbil &#8216;alamiin, wa shallallahu &#8216;alaa muhammadin &#8230;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Berik Said *) BLOGGURU &#8211; Di FB maupun di WA atau di medsos lainnya, banyak sekali nama kun-yah atau gelar yang tak disebutkan nama asli jati dirinya, sementara ia belum dikenal (masyhur) dengan nama kun-yahnya tersebut.\u00a0Semisal ia menggunakan nama akun &#8216;Abu Ahmad&#8217;, atau &#8216;Ummu Salamah&#8217;, atau &#8216;Bening Hati&#8217; atau &#8216;Musafir Sunnah&#8217; atau lainnya, dan terkadang menimbulkan kesamaran tentang siapa dia sebenarnya? Bagaimana sebenarnya hukum masalah ini? Dan hukum-hukum fiqh penting lainnya terkait dengan kun-yah. semoga bisa temukan pada artikel ana ini.\u00a0Tulisan ini ana susun menjadi beberapa fasal penting. Pertama, Arti Kun-yah.\u00a0Kun-yah artinya sapaan, dan biasanya digunakan sebagai sebutan penghormatan kepada seseorang, walau terkadang juga digunakan sebagai sebutan jelek, seperti pada Abu Lahab. Berkun-yah merupakah suatu perkara yang telah dilakukan oleh Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam dan para Shahabatnya radhiallahu \u2018anhum. Kedua, Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam juga berkun-yah.\u00a0Nabi kita shallallahu \u2018alaihi wa sallam sendiri memiliki nama kun-yah, yakni Abul Qosim.\u00a0Keistimewaan kun-yah beliau Abul Qosim adalah haramnya kun-yah itu digunakan pada selain beliau. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits berikut, dari Abu Hurairah radhiallahu \u2018anhu mengatakan: &nbsp; \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0628\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0627\u0633\u0650\u0645\u0650 -\u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645-: \u0633\u064e\u0645\u0651\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0633\u0652\u0645\u0650\u064a\u0652, \u0648\u064e\u0644\u0627\u064e \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0643\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u062a\u0650 Artinya: &#8220;Abul Qosim shalallahu \u2018alaihi wa sallam berkata: \u201cSilahkan pakai namaku, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11506,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[215],"tags":[],"class_list":["post-11505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-islam"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hukum-hukum terkait Nama Kunyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Berik Said *) BLOGGURU - Di FB maupun di WA atau di medsos lainnya, banyak sekali nama kun-yah atau gelar yang tak disebutkan nama asli jati\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hukum-hukum terkait Nama Kunyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Berik Said *) BLOGGURU - Di FB maupun di WA atau di medsos lainnya, banyak sekali nama kun-yah atau gelar yang tak disebutkan nama asli jati\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-20T13:59:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-26T15:04:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nama-Kunyah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"168\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Immim pangkep\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\"},\"headline\":\"Hukum-hukum terkait Nama Kunyah\",\"datePublished\":\"2023-06-20T13:59:06+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-26T15:04:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/\"},\"wordCount\":1376,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nama-Kunyah.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Islam\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/\",\"name\":\"Hukum-hukum terkait Nama Kunyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nama-Kunyah.jpg\",\"datePublished\":\"2023-06-20T13:59:06+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-26T15:04:19+00:00\",\"description\":\"Oleh: Berik Said *) BLOGGURU - Di FB maupun di WA atau di medsos lainnya, banyak sekali nama kun-yah atau gelar yang tak disebutkan nama asli jati\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nama-Kunyah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Nama-Kunyah.jpg\",\"width\":300,\"height\":168,\"caption\":\"Nama Kunyah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2023\\\/06\\\/20\\\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hukum-hukum terkait Nama Kunyah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\",\"name\":\"Immim pangkep\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"caption\":\"Immim pangkep\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blog\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hukum-hukum terkait Nama Kunyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Berik Said *) BLOGGURU - Di FB maupun di WA atau di medsos lainnya, banyak sekali nama kun-yah atau gelar yang tak disebutkan nama asli jati","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hukum-hukum terkait Nama Kunyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Berik Said *) BLOGGURU - Di FB maupun di WA atau di medsos lainnya, banyak sekali nama kun-yah atau gelar yang tak disebutkan nama asli jati","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_published_time":"2023-06-20T13:59:06+00:00","article_modified_time":"2023-06-26T15:04:19+00:00","og_image":[{"width":300,"height":168,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nama-Kunyah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Immim pangkep","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Immim pangkep","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/"},"author":{"name":"Immim pangkep","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51"},"headline":"Hukum-hukum terkait Nama Kunyah","datePublished":"2023-06-20T13:59:06+00:00","dateModified":"2023-06-26T15:04:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/"},"wordCount":1376,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nama-Kunyah.jpg","articleSection":["Artikel Islam"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/","name":"Hukum-hukum terkait Nama Kunyah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nama-Kunyah.jpg","datePublished":"2023-06-20T13:59:06+00:00","dateModified":"2023-06-26T15:04:19+00:00","description":"Oleh: Berik Said *) BLOGGURU - Di FB maupun di WA atau di medsos lainnya, banyak sekali nama kun-yah atau gelar yang tak disebutkan nama asli jati","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nama-Kunyah.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Nama-Kunyah.jpg","width":300,"height":168,"caption":"Nama Kunyah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2023\/06\/20\/hukum-hukum-terkait-nama-kunyah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hukum-hukum terkait Nama Kunyah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51","name":"Immim pangkep","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","caption":"Immim pangkep"},"sameAs":["http:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blog"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11505"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11508,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11505\/revisions\/11508"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}