{"id":11931,"date":"2021-07-02T23:18:46","date_gmt":"2021-07-02T15:18:46","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?p=11931"},"modified":"2023-09-12T23:33:53","modified_gmt":"2023-09-12T15:33:53","slug":"pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/","title":{"rendered":"Pengertian dan Pembagian Lafadz dalam Ilmu Mantiq"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-11930\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/lafadz-1-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"646\" height=\"364\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/lafadz-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/lafadz-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/lafadz-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/lafadz-1.jpg 1182w\" sizes=\"auto, (max-width: 646px) 100vw, 646px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: <strong>Nur Mukhlish Z. M.Ag. *)<\/strong><\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Lafadz dalam bahasa arab, adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia. Lafadz adalah satu nama yang diberikan pada rangkaian huruf abjad atau susunan beberapa huruf yang mempunyai arti. Jika lafadz tidak mempunyai arti maka rangkaian huruf itu tidak dapat disebut sebagai lafadz.<\/p>\n<p>Pembagian Lafazh<\/p>\n<p>1. lafazh Mufrad (\u0645\u0641\u0631\u062f )<\/p>\n<p>Lafazh mufrad terdiri dari dua kata yaitu, lafazh dan Mufrad. lafazh artinya kata-kata, sedangkan Mufrad artinya satu kata.<\/p>\n<p>Dalam istilah ilmu mantiq, lafazh adalah kata-kata yang tidak mempunyai bagian yang masing-masing bagian itu menunjuk kepada makna yang dikandungnya sendiri.<\/p>\n<p>Berdasarkan bagian-bagian katanya lafazh mufrad terbagi :<\/p>\n<p>Lafazh yang tidak mempunyai suku kata sama sekali, misalnya lafazh yang terdiri dari satu huruf.<\/p>\n<p>Contoh: Wa artinya dan (bahasa Arab). U artinya kelapa (bahasa Aceh). I artinya air (bahasa Aceh). Wa artinya dan (bahasa Arab)<\/p>\n<p>Lafazh yang mempunyai bagian kata (huruf), tetapi jika dipisahkan, bagian itu tidak mempunyai arti sama sekali.<\/p>\n<p>Contoh : Huruf Sho pada lafazh Shomadun (bahasa Arab). Huruf Ba pada lafazh Baabun (bahasa Arab)<\/p>\n<p>Lafazh yang mempunyai bagian kata dan masing-masing bagian itu mempunyai arti sendiri. Rangkaian kata seperti ini dalam bahasa Arab disebut Mudhaf dan Mudhaf ilaih.<\/p>\n<p>Contohnya : \u0639\u0628\u062f \u0627\u0644\u0644\u0647 (Abdullah), \u0647\u0631\u064a\u0631 \u0627\u0628\u0648 (Abu Hurairah) tidak diartikan bapak kucing, tetapi nama seseorang bernama Abu Hurairah.<\/p>\n<p>Lafazh yang mempunyai bagian-bagian\u00f3 yang masing masing mempunyai arti sendiri.<\/p>\n<p>Contoh : \u0646\u064e\u0627\u0637\u0650\u0642 \u062d\u064e\u064a\u064e\u0648\u064e\u0627\u0646\u064c masing \u2013 masing kata ini mengandung arti sendiri yaitu, tetapi yang dimaksudkan adalah satu yaitu Insan.<\/p>\n<p>Pembagian Lafazh Mufrad<\/p>\n<p>1. Isim ; adalah lafazh (kata-kata) yang mempunyai arti sendiri tanpa terikat dengan waktu, seperti: masjid, madrasah, rumah, gunung dan sebagainya.<\/p>\n<p>2. Fi\u2019il adalah lafazh (kata-kata) yang mempunyai artis sendiri yang terikat dengan waktu. Seperti : dzahaba =sudah pergi, Yadzhabu = sedang pergi dll.<\/p>\n<p>3. Adat adalah (menurut ilmu Nahwu) = harf seperti Bi, Min, wa, ila dan lain-lain<\/p>\n<p><strong>Pembagian Isim<\/strong><\/p>\n<p>Dilihat dari segi Mafhum (konsep yang dikandungnya), isim terbagi ;<\/p>\n<p>1. Kulli (isim kulli) adalah lafazh mufrad yang ketika disebutkan lantas menunjukkan kepada semua arti atau maknanya.<\/p>\n<p>Contoh : Ketika menyebutkan Nahr (sungai), maka semua sungai terkena Nahr. Ketika menyebut rumah, maka semua rumah terkena oleh kata rumah tersebut.<\/p>\n<p>2. Juz\u2019i (isim juz\u2019i) adalah lafazh mufrad yang ketika disebutkan lantas menunjukkan kepada satu bagian saja dari kesluruhan makna yang terkandung oleh lafzh kulli.<\/p>\n<p>Contoh: Ketika menyebut Nahr maka semua sungai akan terkena nahr di dalamnya. tetapi ketika menyebut Nahr Nil, maka kata ini akan berubah menjadi Juz\u2019i, karena yang terkena hanya satu bagian saja.<\/p>\n<p><strong>Pembagian Kulli dan Juz\u2019i<\/strong><\/p>\n<p>Kulli dan Juz\u2019i dilihat dari pengertiannya :<\/p>\n<p>&#8211; Kulli artinya menetapkan suatu ketentuan (hukum) atas sesuatu secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Contoh : Orang kampung itu memindahkan sebuah rumah. maksudnya bahwa smua orang kampung itu secara masing-masing memindahkan seluruh isi rumah. Ada yang membawa piring, lemari dan lain-lain.<\/p>\n<p>&#8211; Kulliyat artinya menetapkan suatu ketentuan atas sesuatu secara satu persatu.<\/p>\n<p>Contoh : Orang kampung itu memindahkan sebuah rumah. Maksudnya semua orang kampung itu (kulli) secara bersam-sama memindahkan sebuah rumah, bukan bagian-bagiannya.<\/p>\n<p><strong>Juz\u2019i dan Juz\u2019iyat<\/strong><\/p>\n<p>&#8211; Juz\u2019i artinya menetapkan sesuatu ketentuan (hukum) atas sebagian secara keseluruhan dari yg sebagian itu.<\/p>\n<p>Contoh : sebagian orang kampung itu mengangkat lemari besar dari sebuah gedung. Maksudnya sebagian orang kampung secar bersama-sama mengangkat sebuah lemari besar dari sebuah gedung.<\/p>\n<p>&#8211; Juz\u2019iyat artinya menetapkan sesuatu ketentuan (hukum) atas sebagian secara masing-masing dari yg sebagian itu.<\/p>\n<p>Contoh : sebagian orang kampung itu masing-masing memindahkan isi lemari besar dari sebuah gedung. Maksudnya sebagian orang kampung secara bersama-sama mengangkat sebuah lemari besar dari sebuah gedung.<\/p>\n<p><strong>Bagian Isim<\/strong><\/p>\n<p>&#8211; Muhashal adalah lafazh mufrad yang menunjuk kepada suatu benda yang ada atau suatu sifat yang ada. Contoh : 1) Kota, sungai, neraka, surga. (suatu yang ada) 2) Alot, dermawan, sombong. (sifat yang ada)<\/p>\n<p>&#8211; Ma\u2019dul adalah Lafazh mufrad yang menunjuk kepada ketidakadaan sesuatu atau ketidakadaan sifat (kebalikan Muhashal). Contoh : 1) Bukan kota, bukan Jakarta, tidak neraka (ketidakadaan benda) ; 2) Tidak pelit, tidak sombong, tidak jujur (ketidakadaan sifat)<\/p>\n<p>&#8211; \u2018Adami adalah lafazh mufrad yang menunjuk kepada ketidakadaan sifat yang lazimnya ada. Contoh : 1) Buta menunjuk kepada pengertian tidak melihat, padahal melihat adalah suatu sifat yang lazimnya ada pada manusia ataupun hewan ; 2) Tuli menunjuk kepada pengertian tidak mendengar, padahal mendengar adalah salah satu sifat yang lazimnya ada pada hewan dan manusia.<\/p>\n<p>2. Lafazh Murakkab (\u0645\u0631\u0643\u0628)<\/p>\n<p>Lafazh murakkab terdiri dari dua kata yaitu Lafazh dan Murakkab. Lafzah artinya kata-kata dan murakkab artinya disusun atau dirangkai. Jadi, lafazh murakkab artinya kata-kata yang disusun atau dirangkai baik dari 2, 3, 4, ataupun lebih dari itu.<\/p>\n<p>Pembagian Lafazh Murakkab<\/p>\n<p>1. Lafazh Murakkab Tam, adalah kata-kata yang dirangkai atau disusun sedemikian rupa sehingga memberi pengertian yang lengkap. Dalam bahasa Indonesia, murakkab tam disebut kalimat efektif atau kalimat sempurna.<\/p>\n<p>Contoh :<\/p>\n<p>\u2022 Drs. H. Humam adalah Bapak Dosen Ilmu Pendidikan Islam STIT al-Muslihuun Tlogo Blitar.<\/p>\n<p>\u2022 Ahmad adalah Bapak Guru MI Safinatun Najah<\/p>\n<p>2. Lafazh Murakkab Naqish, adalah rangkaian kata yang belum memberikan pengertian efektif atau sempurna (kalimat gantung).<\/p>\n<p>Contoh :<\/p>\n<p>\u2013 Orang sombong itu<\/p>\n<p>\u2013 Seorang pemulung<\/p>\n<p>\u2013 Pujaan hati<\/p>\n<p><strong>Pembagian Murakab Tam<\/strong><\/p>\n<p>1. Murakkab Khabari, adalah murakkab tam yang isinya mungkin benar dan mungkin juga salah (mengandung keraguan).<\/p>\n<p>Contoh :<br \/>\n\u2013 Nanas itu sejenis buah-buahan<br \/>\n\u2013 Presiden AS datang ke Indonesia<\/p>\n<p>2. Murakkab Insya\u2019i, adalah murakkab tam yang tidak mungkin benar dan tidak mungkin pula salah.<\/p>\n<p>Contoh :<br \/>\n\u2013 Pergilah ke luar negeri untuk menambah pengalaman (amr).<br \/>\n\u2013 Jangan lekas putus asa dalam menghadapi lenyataan (nahyi).<br \/>\n\u2013 Apakah anda telah melaksanakan kewajiban dengan baik (istifham).<\/p>\n<p><strong>Mafhum dan Mashadaq<\/strong><\/p>\n<p>&#8211; Pengertian lafazh kulli selalu memberi dua dilalah (petunjuk). Dilalah pertama menunjuk kepada konsep atau pengertian dan dilalah kedua menunjuk kepada yang terkena atau yang dikenai konsep atau pengertian tadi.<\/p>\n<p>&#8211; Lafazh insan, misalnya, memberi dua dilalah. Pertama, adalah dilalah konsep atau pengertiannya, yaitu bahwa insan adalah hayawanun natiq.<\/p>\n<p>Dilalah yang pertama ini dalam ilmu mantiq disebut mafhum. Kedua dilalah kepada diri insan atau yang terkena oleh lafazh insan, yaitu manusia yang sudah milyaran di permukaan bumi. Dilalah yang kedua ini dalam ilmu mantik disebut al mashadaq (benda yang ada dalam realita yang dikenai lafadz).<\/p>\n<p>&#8211; Semakin betambah mafhum (konsep) lafazh kulli semakin sedikit memberi al-mashadaqnya. Sebaliknya, semakin sedikit penambahan mafhum kepada lafazh kulli semakin banyak mashadaq-nya.<\/p>\n<p>Perbandingan Antara Lafadz Kulli dengan Artinya<\/p>\n<p>1. Lafazh Mutawathi\u2019. adalah lafazh kulli yang mempunyai makna banyak atau mafhum-nya satu mashadaq-nya banyak.<\/p>\n<p>Contoh : Insan, Hewan, tumbuh-tumbuhan<\/p>\n<p>Lafazh insan mempunyai makna : Hindun, Fathimah,Maimun, Malin, Agung, Karsum, Iyan, dan lain-lainnya.<\/p>\n<p>Hakikat dari nama-nama itu sama dalam hal manusia. Mereka hanya berada dalam jenis dan sifat-sifat saja. Demikian juga lafazh hewan, dapat mengandung arti kambing, unta, sapi, burung, dan lain-lain. Lafazh tumbuh-tumbuhan dapat berupa sawi, kurma, anggur, wortel, kacang, dan lain-lain.<\/p>\n<p>2. Lafazh Musyakkik, adalah lafazh kuli yang kualitas artinya berbeda. Artinya, lafazh musyakkik itu satu, tetapi kualitasnya berbeda.<\/p>\n<p>Contoh : Putih, tinggi, besar.<\/p>\n<p>Lafazh putih mempunyai arti bisa sangat putih, kurang putih, sedikit putih, atau putih sedang. Lafazh tinggi bisa sangat tinggi, kurang tinggi, dan seterusnya. Demikian juga halnya dengan lafazh besar, bisa sangat besar, kurang besar, dan seterusnya.<\/p>\n<p>3. Lafazh Mutabayyin (sama dengan perbandingan tabayun) adalah dua lafazh yang bacaanya berbeda dan artinya berlainan.<\/p>\n<p>Contoh :<\/p>\n<p>\u2013 Insan, Ardh, sama\u2019 (bahasa Arab : manusia, binatang, langit)<\/p>\n<p>\u2013 Kuda, kambing, rambutan, kelapa, (bahasa Indonesia)<\/p>\n<p>Lafazh-lafazh itu memperlihatkan perbedaan dari segi mafhum dan mashadaq-nya. Dengan kata lain lafazhnya berbeda dan artinya pun berlainan. Lafazh jenis ini adalah yang terbanyak<\/p>\n<p>4. Lafazh Muradif (sama dengan perbandingan taraduf) adalah dua kata atau lebih lafazh yang berbeda, tetapi mengandung arti sama.<\/p>\n<p>Contoh :<\/p>\n<p>\u2013 Nar dengan Sa\u2019ir (neraka)<br \/>\n\u2013 Jannah dengan \u2018Addn (surga)<br \/>\n\u2013 Arloji dengan Jam Tangan<\/p>\n<p>5. Lafazh Musytarak, adalah lafazh kulli yang mempunyai lebih dari satu arti.<\/p>\n<p>Contoh :<br \/>\n\u2013 \u2018Ain, nar, jannah (bahasa Arab)<br \/>\n\u2013 Lagu, saran, ribut (bahasa Indonesia )<\/p>\n<p>\u2018Ain (bahasa Arab) bisa mengandung arti mata dan mata air. Nar bisa mengandung arti api dan neraka. Jannah bisa mengandung arti kebun dan syurga.<\/p>\n<p>Lagu (bahasa Indonesia) bisa mengandung arti ragam suara, nyanyi, tigkah laku.<\/p>\n<p>Saran (bahasa Indonesia)bisa mengandung arti pendapat, anjuran, propaganda.<\/p>\n<p>Ribut (bahasa Indonesia) bisa mengandung arti sibuk, gaduh, kencang.<\/p>\n<p>TA\u2019RIF<\/p>\n<p>Pengertian:<\/p>\n<p>&#8211; Secara lughawi berarti memperkenalkan, memberitahukan sampai jelas dan terang mengenai sesuatu.<br \/>\n&#8211; Dalam ilmu mantiq, ta\u2019rif adalah teknik menerangkan baik dengan tulisan maupun lisan, yang dengannya diperoleh pemahaman yang jelas tentang sesuatu yang diterangkan\/diperkenalkan.<br \/>\n&#8211; Dalam bahasa Indonesia, ta\u2019rif tersebut dapat diungkapkan dengan perbatasan atau difinisi.<br \/>\n&#8211; Dalam ilmi mantiq, ta\u2019rif berperan amat besar, karena istidlal (penarikan kesimpulan) yang merupakan tujuannya yang paling fundamental, tergantung amat erat kepada jelasnya ta\u2019rif lafazh yang dipakai untuk menyusun qadhiyah-qadhiyah (kalimat-kalimat) yang darinya ditarik natijah (kesimpulan). Jika ta\u2019rif lafaz tidak jelas, maka kesimpulan yang dihasilkan mungkin sekali keliru atau salah.<\/p>\n<p>Pembagian Ta\u2019rif<\/p>\n<p>1. Ta\u2019rif Had, adalah ta\u2019rif yang menggunakan rangkaian lafazh kulli jins dan fashl.<\/p>\n<p>Contoh :<\/p>\n<p>Insan adalah hewan yang berfikir.<\/p>\n<p>Hewan adalah jins dan berpikir adalah fashl bagi manusia.<\/p>\n<p>Ta\u2019rif had terbagi ke dalam dua bagian :<\/p>\n<p>a. Ta\u2019rif had tam adalah ta\u2019rif dengan menggunakan lafazh jins qarib dan fashl. Contoh : Insan adalah hewan yang dapat berpikir. Hewan adalah jins qarib (dekat) kepada insan karena tidak ada lagi jins di bawahnya. Artinya, di bawah hewan tidak ada lagi lafazh kulli yang terkategori jins, kecuali insan yang terkategori nau\u2019. sedang dapat berpikir adalh fashl.<\/p>\n<p>b. Ta\u2019rif had naqish adalah ta\u2019rif yang : (1) menggunakan jins ba\u2019id dan fashl, atau (2) menggunakan fashl qarib saja. Contoh (1) : Insan adalah jism (tubuh) yang dapat berfikir. jism adalah jins ba\u2019id bagi insan dan dapat berfikir adalah fashl baginya.<\/p>\n<p>Contoh (2) : Insan adalah yang dapat berpikir (tanpa menyebutkan jins).<\/p>\n<p>2. Ta\u2019rif Rasm, adalah ta\u2019rif yang menggunakan jins dan \u2018irdhi khas. Contoh : Insan adalah hewan yang bisa tertawa. Hewan adalah jins dan tertawa adalah \u2018irdhi khas (sifat khusus) manusia.<\/p>\n<p>Ta\u2019rif rasm terbagi ke dalam dua bagian<\/p>\n<p>a. Ta\u2019rif rasm tam adalah ta\u2019rif definisi yang menggunakan lafazh jins qarib dan fashl. Contoh : Insan adalah insan yang dapat tertawa. Hewan adalah jins qarib bagi insan. Sedangkan tertawa adalah \u2018irdhi khas baginya.<\/p>\n<p>b. Ta\u2019rif rasm naqish adalah ta\u2019rif yang menggunakan (1) lafazh jins ba\u2019id dengan \u2018irdhi khas, atau (2) menggunakan lafazh \u2018irdhi khas saja.<\/p>\n<p>\u2013 Contoh (1): Insan adalah jisim yang bisa ketawa.<br \/>\n\u2013 Contoh (2): Insan adalah yang ketawa<\/p>\n<p>3. Ta\u2019rif dengan Lafadz, adalah ta\u2019rif yang menggunakan lafazh lain yang sama artinya saja. Contoh : Tepung adalah terigu Insan adalah manusia<\/p>\n<p>4. Ta\u2019rif dengan Mitsal, adalah ta\u2019rif dengan memberikan contoh (mitsal). Contoh : Lafazh kulli adalah insan. Lafazh juz\u2019i adalah seperti Muhammad, Karsum, Agung, Kosraman<\/p>\n<p>Syarat-syarat Ta\u2019rif<\/p>\n<p>Ta\u2019rif menjadi benar dan dapat diterima, jika syarat-syaratnya terpenuhi :<br \/>\n\u2022 Ta\u2019rif harus jami\u2019 mani\u2019 : ta\u2019rif tidak boleh lebih umum atau lebih khusus dari yang dita\u2019rifkan. Contoh : manusia adalah hewan yg dapat membaca<br \/>\n\u2022 Ta\u2019rif harus lebih jelas dan mudah diterima akal. Jadi ta\u2019rif tidak boleh sama samarnya atau lebih samar dari yang dita\u2019rifkan. Contoh : Mertua adalah nenek dari anak isteri<br \/>\n\u2022 Ta\u2019rif harus sama pengertiannya dengan yang dita\u2019rifkan.<br \/>\n\u2022 Ta\u2019rif tidak boleh berputar-putar (daur)<br \/>\n\u2022 Ta\u2019rif tidak boleh memakai kata-kata majaz (kiasan atau metaforik). Contoh : Pahlawan adalah singa yang gugur. Menta\u2019rifi ulama dengan samudra.<br \/>\n\u2022 Tidak boleh mengandung lafadz yang ghaib<br \/>\n\u2022 Tidak boleh menyalahi aturan bahasa<br \/>\n\u2022 Ta\u2019rif tidak boleh menggunakan kata-kata musytarak (mempunyai lebih dari satu arti).<\/p>\n<p>Contoh :<\/p>\n<p>Arloji adalah pukul yang dipakai di tangan . Pukul dalam ta\u2019rif tersebut mempunyai dua arti, yaitu jam dan pukulan. Oleh karenanya, ta\u2019rif itu tidak benar. Ia akan menjadi benar jika disempurnakan dengan qarinah, yang memberi petunjuk kepada makna yang dimaksudkan.<\/p>\n<p>Contoh : Arloji adalah pukul yang dipakai di tangan untuk mengetahui waktu (pukul berapa sekarang ?).<\/p>\n<p>Wallahu &#8216;alam bish-shawab. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/wahid-hambali.blogspot.com\/2013\/04\/lafadzilmu-mantiq-review.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>DISINI<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Nur Mukhlish Z. M.Ag. *) BLOGGURU &#8211; Lafadz dalam bahasa arab, adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia. Lafadz adalah satu nama yang diberikan pada rangkaian huruf abjad atau susunan beberapa huruf yang mempunyai arti. Jika lafadz tidak mempunyai arti maka rangkaian huruf itu tidak dapat disebut sebagai lafadz. Pembagian Lafazh 1. lafazh Mufrad (\u0645\u0641\u0631\u062f ) Lafazh mufrad terdiri dari dua kata yaitu, lafazh dan Mufrad. lafazh artinya kata-kata, sedangkan Mufrad artinya satu kata. Dalam istilah ilmu mantiq, lafazh adalah kata-kata yang tidak mempunyai bagian yang masing-masing bagian itu menunjuk kepada makna yang dikandungnya sendiri. Berdasarkan bagian-bagian katanya lafazh mufrad terbagi : Lafazh yang tidak mempunyai suku kata sama sekali, misalnya lafazh yang terdiri dari satu huruf. Contoh: Wa artinya dan (bahasa Arab). U artinya kelapa (bahasa Aceh). I artinya air (bahasa Aceh). Wa artinya dan (bahasa Arab) Lafazh yang mempunyai bagian kata (huruf), tetapi jika dipisahkan, bagian itu tidak mempunyai arti sama sekali. Contoh : Huruf Sho pada lafazh Shomadun (bahasa Arab). Huruf Ba pada lafazh Baabun (bahasa Arab) Lafazh yang mempunyai bagian kata dan masing-masing bagian itu mempunyai arti sendiri. Rangkaian kata seperti ini dalam bahasa Arab disebut Mudhaf dan Mudhaf ilaih. Contohnya : \u0639\u0628\u062f \u0627\u0644\u0644\u0647 (Abdullah), \u0647\u0631\u064a\u0631 \u0627\u0628\u0648 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11930,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[215,59],"tags":[481,479,480],"class_list":["post-11931","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-islam","category-islamic-studies","tag-ilmu-mantiq","tag-lafadz","tag-lafadz-dalam-ilmu-mantiq"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian dan Pembagian Lafadz dalam Ilmu Mantiq - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Nur Mukhlish Z. M.Ag. *) BLOGGURU - Lafadz dalam bahasa arab, adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia. Lafadz adalah satu nama yang diberikan pada\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian dan Pembagian Lafadz dalam Ilmu Mantiq - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Nur Mukhlish Z. M.Ag. *) BLOGGURU - Lafadz dalam bahasa arab, adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia. Lafadz adalah satu nama yang diberikan pada\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-02T15:18:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-12T15:33:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/lafadz-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1182\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"665\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Immim pangkep\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\"},\"headline\":\"Pengertian dan Pembagian Lafadz dalam Ilmu Mantiq\",\"datePublished\":\"2021-07-02T15:18:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-12T15:33:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/\"},\"wordCount\":1871,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/lafadz-1.jpg\",\"keywords\":[\"ilmu mantiq\",\"lafadz\",\"lafadz dalam ilmu mantiq\"],\"articleSection\":[\"Artikel Islam\",\"Islamic Studies\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/\",\"name\":\"Pengertian dan Pembagian Lafadz dalam Ilmu Mantiq - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/lafadz-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-07-02T15:18:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-12T15:33:53+00:00\",\"description\":\"Oleh: Nur Mukhlish Z. M.Ag. *) BLOGGURU - Lafadz dalam bahasa arab, adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia. Lafadz adalah satu nama yang diberikan pada\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/lafadz-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/lafadz-1.jpg\",\"width\":1182,\"height\":665},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2021\\\/07\\\/02\\\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian dan Pembagian Lafadz dalam Ilmu Mantiq\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\",\"name\":\"Immim pangkep\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"caption\":\"Immim pangkep\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blog\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian dan Pembagian Lafadz dalam Ilmu Mantiq - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Nur Mukhlish Z. M.Ag. *) BLOGGURU - Lafadz dalam bahasa arab, adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia. Lafadz adalah satu nama yang diberikan pada","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian dan Pembagian Lafadz dalam Ilmu Mantiq - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Nur Mukhlish Z. M.Ag. *) BLOGGURU - Lafadz dalam bahasa arab, adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia. Lafadz adalah satu nama yang diberikan pada","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_published_time":"2021-07-02T15:18:46+00:00","article_modified_time":"2023-09-12T15:33:53+00:00","og_image":[{"width":1182,"height":665,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/lafadz-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Immim pangkep","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Immim pangkep","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/"},"author":{"name":"Immim pangkep","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51"},"headline":"Pengertian dan Pembagian Lafadz dalam Ilmu Mantiq","datePublished":"2021-07-02T15:18:46+00:00","dateModified":"2023-09-12T15:33:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/"},"wordCount":1871,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/lafadz-1.jpg","keywords":["ilmu mantiq","lafadz","lafadz dalam ilmu mantiq"],"articleSection":["Artikel Islam","Islamic Studies"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/","name":"Pengertian dan Pembagian Lafadz dalam Ilmu Mantiq - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/lafadz-1.jpg","datePublished":"2021-07-02T15:18:46+00:00","dateModified":"2023-09-12T15:33:53+00:00","description":"Oleh: Nur Mukhlish Z. M.Ag. *) BLOGGURU - Lafadz dalam bahasa arab, adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia. Lafadz adalah satu nama yang diberikan pada","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/lafadz-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/lafadz-1.jpg","width":1182,"height":665},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2021\/07\/02\/pengertian-dan-pembagian-lafadz-dalam-ilmu-mantiq\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian dan Pembagian Lafadz dalam Ilmu Mantiq"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51","name":"Immim pangkep","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","caption":"Immim pangkep"},"sameAs":["http:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blog"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11931","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11931"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11931\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11933,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11931\/revisions\/11933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}