{"id":13948,"date":"2024-11-01T22:48:14","date_gmt":"2024-11-01T14:48:14","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?p=13948"},"modified":"2024-11-01T22:48:14","modified_gmt":"2024-11-01T14:48:14","slug":"biografi-imam-abu-hanifah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/","title":{"rendered":"Biografi Imam Abu Hanifah"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>Ustadz Haidir, Lc<\/strong> *)<\/p>\n<p>Related Post:\u00a0<a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/prestasi\/meraih-ijazah-sanad-kitab-rasail-imam-syafii-dan-kitab-matn-fiqhul-akbar-imam-abu-hanifah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Meraih Ijazah Sanad Kitab Rasail Imam Syafi\u2019i dan Kitab Matn Fiqhul Akbar Imam Abu Hanifah<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211;\u00a0Berbicara madzhab fiqih di kalangan ahli sunnah wal jama\u2019ah, pikiran kita tentunya tertuju kepada empat mazhab, yakni Hanafiyyah, Malikiyyah, Syafi\u2019iyyah, dan Hanabilah atau Hambaliyyah. Di antara keempat mazhab di atas, Hanafiyyah lah yang dianggap paling tua. Hal ini karena perintis mazhab tersebut, Imam Abu Hanifah rohimahulloh adalah yang paling senior dibandingkan tiga Imam lainnya, Malik bin Anas, Muhammad bin Idris Asy-Syafi\u2019i dan Ahmad bin Hambal rohimahumulloh. Dan mazhab ini pula yang lebih dahulu mendominasi di negeri-negeri Islam sebelum mazhab lainnya. Siapakah figur Imam mazhab yang paling senior di antara keempat mazhab ini? Tulisan kali ini akan mengangkat tema tentang Imam ahli ro\u2019yi[1]Abu Hanifah rohimahulloh.<\/p>\n<p>Beliau adalah Abu Hanifah Nu\u2019man bin Tsabit bin Zutha Al-Kufi, dikenal dengan\u00a0kuniah\u00a0Abu Hanifah. Lahir tahun 80 hijriah di masa para\u00a0shighor\u00a0sahabat\u00a0(sahabat junior) masih hidup. Di masa beliau, ada empat orang sahabat yang masih hidup. Mereka adalah Anas bin Malik, Abdulloh bin Abi Aufa Al-Anshori, Abu Thufail Amir bin Watsilah dan Sahal bin Sa\u2019ad As Sa\u2019idi[2]. Beliau sempat melihat Anas bin Malik\u00a0rodhiyallahu\u2018anhu\u00a0ketika Anas berkunjung ke Kufah[3].<\/p>\n<p>Dengan demikian Abu Hanifah masih tergolong dalam tingkat para\u00a0tabi\u2019in, khususnya\u00a0shighor tabi\u2019in\u00a0(tabi\u2019in\u00a0junior) karena masih bertemu dengan salah seorang sahabat\u00a0rodhiyAllah Ta\u2019alau \u2018anhum\u00a0meskipun tidak meriwayatkan dari mereka[4]. Namun Ibnu Hajar menggolongkan beliau ke dalam tingkat orang-orang yang hidup di masa\u00a0tabiut\u00a0tabi\u2019in, yaitu tingkat yang sezaman dengan\u00a0tabi\u2019in\u00a0junior. Ibnu Hajar hanya mengkategorikan sezaman namun tidak memasukkannya ke dalam tingkat para\u00a0tabi\u2019in.<\/p>\n<p>Adapun guru-guru Imam Abu Hanifah di antaranya adalah Atho bin Abi Robah, Abu Ishaq As-Sabi\u2019i, Nafi\u2019 Maula Ibnu Umar, Hisyam bin Urwah dan lainnya[5]. Dari merekalah Abu Hanifah mengambil hadits. Adapun fiqih, beliau berguru kepada Hammad bin Abi Sulaiman di Bashroh. Ketika di Bashroh, Abu Hanifah menyangka bahwa beliau bisa menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan kepada beliau. Namun ternyata beliau tidak bisa menjawab beberapa permasalahan yang mana Hammad bin Abi Sulaiman bisa menjawabnya.<\/p>\n<p>Sejak saat itu Abu Hanifah selalu duduk di majelis Hammad selama 18 tahun. Hammad bin Abi Sulaiman lah guru yang paling memberi kesan kepada Abu Hanifah. Bahkan setelah Hammad wafat, Abu Hanifah tidak pernah sholat kecuali beliau selalu memintakan ampun kepada Allah\u00a0Ta\u2019ala\u00a0bagi kedua orang tuanya dan Hammad bin Abi Sulaiman. Dan sudah menjadi kebiasaan Abu Hanifah untuk mendoakan setiap orang yang mengajarkannya ilmu dan setiap orang yang beliau ajari[6].<\/p>\n<p>Sedangkan murid-murid beliau di antaranya adalah Abdulloh bin Mubarok, Yazid bin Harun, Waki\u2019 bin Jarroh, Abdurrozzaq bin Hammam Ash-Shan\u2019ani, Abu Yusuf Ya\u2019qub bin Ibrohim Al-Qodhi (hakim), dan Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani. Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan inilah yang meriwayatkan serta menyebarkan fiqih Abu Hanifah.<\/p>\n<p><strong>Awal Mula Abu Hanifah Belajar Fiqih<\/strong><\/p>\n<p>Ada beberapa versi mengenai motivasi awal Imam Abu Hanifah belajar fiqih. Di antaranya sebagaimana yang diriwayatkan Al-Khothib Al-Baghdadi:<\/p>\n<p>\u201cBahwa Abu Hanifah pada awalnya belajar\u00a0nahwu\u00a0dan\u00a0shorof. Beliau mencoba melakukan\u00a0qiyas\u00a0di dalam ilmu tersebut. Beliau mempelajari perubahan kata dari bentuk tunggal ke bentuk jamak. Beliau mengatakan\u00a0qolbun qulub,\u00a0kalbun kulub.\u00a0Abu Hanifah menyamakan wazan bentuk jamak \u00a0kalbun\u00a0 dengan\u00a0 qolbun\u00a0 yaitu\u00a0kulub\u00a0dengan\u00a0wazan\u00a0fu\u2019ul.\u00a0Namun beliau ditegur oleh gurunya,\u00a0 kalbun\u00a0jamaknya\u00a0kilab.\u00a0Dengan ini beliau tidak puas. Beliau tidak bisa melakukan\u00a0qiyas\u00a0di dalam ilmu\u00a0nahwu. Oleh karena itu beliau berpindah ke disiplin ilmu lain untuk mempelajari fiqih\u201d[7].<\/p>\n<p>Kisah diatas diriwayatkan oleh Al-Khothib Al-Baghdadi sampai kepada Ibrohim Al-Harbi[8]. Dengan demikian Ibrohim Al-Harbi lah yang menceritakan kisah ini.<\/p>\n<p>Terdapat kisah lain berkenaan dengan awal mula Abu Hanifah belajar fiqih yang diriwayatkan oleh Al-Khothib Al-Baghdadi dengan sanadnya sampai kepada Abu Hanifah bahwa beliau menuturkan pada mulanya belajar ilmu\u00a0kalam. Abu Hanifah mengira bahwa beliau bisa menjawab semua permasalahan yang dilontarkan kepada beliau. Hingga datang seorang wanita menanyakan permasalahan\u00a0talak\u00a0(perceraian). Abu Hanifah tidak bisa menjawab. Beliau menyuruh wanita tadi mendatangi Hammad bin Abi Sulaiman kemudian memberitahukan apa jawaban Hammad. Setelah Abu Hanifah mengetahui jawaban dari Hammad bin Abi Sulaiman, beliau terkesan dengan fiqih. Sejak saat itulah beliau senantiasa mengambil ilmu di majelis Hammad bin Abi Sulaiman sampai gurunya tersebut wafat[9].<\/p>\n<p><strong>Kecerdasan dan Kezuhudan Abu Hanifah<\/strong><\/p>\n<p>Abu Hanifah adalah seorang imam yang cerdas, faqih dan pandai beretorika. Tidak jarang beliau membuat lawan bicaranya terdiam kehabisan\u00a0hujjah\u00a0(argumen). Ada beberapa kisah yang menunjukkan kecerdasan beliau dalam beretorika, di antaranya:<\/p>\n<p>Kisah Abu Hanifah bersama Abu Ja\u2019far Al-Manshur ketika beliau diminta untuk menjadi\u00a0qodhi\u00a0(hakim). Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Khothib Al-Baghdadi di dalam\u00a0Tarikh Baghdad[10].Ketika itu Abu Hanifah bersumpah bahwa beliau tidak mampu. Namun Abu Ja\u2019far Al-Manshur juga bersumpah bahwa Abu Hanifah mampu. Maka terdapat dua sumpah yang saling beradu, sumpahnya Abu Hanifah dan sumpahnya\u00a0Amirul Mukminin\u00a0Abu Ja\u2019far Al-Manshur. Rabi\u2019 bin Yunus Al-Hajib yang ketika itu menyaksikan kejadian itu mengatakan kepada Abu Hanifah: \u201cTidakkah engkau melihat bahwa\u00a0Amirul Mukminin\u00a0telah bersumpah?\u201d Secara umum jika sumpah seorang rakyat diadu dengan sumpahnya seorang pemimpin seharusnya sumpahnya pemimpinlah yang harus dimenangkan. Namun Abu Hanifah mengatakan: \u201cAmirul Mukminin\u00a0lebih mampu untuk membayar\u00a0kafarat\u00a0sumpahnya dibandingkan saya\u201d. Artinya jika\u00a0Amirul Mukminin\u00a0lebih mampu membayar\u00a0kafarat, beliau lebih mampu untuk membatalkan sumpahnya dibandingkan Abu Hanifah. Dalam hal ini\u00a0hujjah\u00a0Abu Hanifah untuk tidak menerima jabatan\u00a0qodhi\u00a0(hakim) lebih kuat daripada hujjahnya\u00a0Amirul Mukminin. Setelah itu Abu Hanifah harus dijebloskan ke penjara akibat menolak untuk dijadikan\u00a0qodhi\u00a0(hakim).<\/p>\n<p>Di kisah yang lain, Abu Hanifah bersumpah bahwa beliau tidak mampu memegang amanat sebagai\u00a0qodhi\u00a0(hakim).\u00a0Amirul Mukminin\u00a0kemudian mengatakan: \u201cTidak, anda telah berbohong\u201d. Abu Hanifah mengatakan: \u201cYa anda benar wahai\u00a0Amirul Mukminin, bagaimana seorang pembohong seperti saya memegang amanat sebagai seorang\u00a0qodhi\u00a0(hakim)\u201d[11].\u00a0Dengan jawaban ini, Abu Ja\u2019far Al-Manshur terjepit dalam dua keadaan. Jika Abu Ja\u2019far mengatakan Abu Hanifah tidak berdusta maka Abu Hanifah akan lepas dari jabatan\u00a0qodhi\u00a0(hakim) karena Abu Ja\u2019far telah mengakui ketidakmampuan Abu Hanifah. Namun ketika beliau mengatakan bahwa Abu Hanifah berdusta, hal tersebut juga menyebabkan beliau harus mengakui bahwa Abu Hanifah tidak mampu memegang amanat\u00a0qodhi\u00a0(hakim). Karena seorang pendusta tidak bisa memegang amanat sebagai seorang\u00a0qodhi\u00a0(hakim).<\/p>\n<p>Kedua kisah di atas seolah bertentangan, karena ada dua versi cerita mengenai hujjah Abu Hanifah. Namun sebenarnya tidak. Ketika Abu Hanifah menolak amanat sebagai\u00a0qodhi\u00a0(hakim) di Baghdad, Abu Hanifah dijebloskan di penjara. Dan sangat mungkin sekali selama beliau di penjara, beliau dipanggil beberapa kali menghadap\u00a0Amirul Mukninin, untuk mengetahui apakah beliau berubah pikiran atau tidak. Jadi kedua\u00a0hujjah\u00a0Abu Hanifah tersebut bisa saja terjadi di dua kesempatan ketika beliau dipanggil menghadap\u00a0Amirul Mukminin.<\/p>\n<p>Meskipun demikian kedua kisah di atas menunjukkan sisi kezuhudan dan\u00a0wara\u2019\u00a0sang Imam. Di zaman ini kita melihat orang-orang berlomba-lomba mencari kedudukan dan jabatan, namun Abu Hanifah justru menghindari hal tersebut. Apa yang dilakukan Abu Hanifah selaras dengan kalam Allah\u00a0Ta\u2019ala:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: center;\">\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064f \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0639\u064f\u0644\u064f\u0648\u0651\u064b\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cItulah negeri akhirat yang kami jadikan bagi mereka yang tidak menginginkan kedudukan tinggi di dunia dan tidak ingin berbuat kerusakan. Dan itulah balasan bagi orang-orang bertaqwa\u201d. [Al-Qoshosh\/28: 83]<\/p>\n<p>Juga selaras dengan hadits Rasulullah\u00a0shalallahu \u2018alaihi wa sallam:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: center;\">\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0642\u064e\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u060c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062c\u064f\u0639\u0650\u0644\u064e \u0642\u064e\u0627\u0636\u0650\u064a\u064b\u0627 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0630\u064f\u0628\u0650\u062d\u064e \u0628\u0650\u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0633\u0650\u0643\u0651\u0650\u064a\u0646\u064d<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa mengurusi peradilan atau dijadikan sebagai qodhi (hakim) maka dia telah disembelih tanpa pisau\u201d. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)[12].<\/p>\n<p><strong>Abu Hanifah dan Tuduhan Murji`atul Fuqoha<\/strong><\/p>\n<p>Dalam perbincangan masalah iman, Imam Abu Hanifah dan para pengikutnya seringkali diidentikkan dengan mazhab\u00a0murji`atul fuqaha`.\u00a0Mazhab\u00a0murji`atul fuqaha`\u00a0mengatakan bahwa amal perbuatan bukan merupakan bagian dari iman. Sementara\u00a0ahlus sunnah\u00a0mengatakan bahwa amal perbuatan termasuk iman. Al-Khothib Al-Baghdadi meriwayatkan beberapa\u00a0atsar\u00a0yang menghikayatkan bahwa Abu Hanifah beraqidah\u00a0murji`ah[13]. Keidentikan inilah yang diyakini oleh sebagian besar penuntut ilmu\u00a0syar\u2019i\u00a0dewasa ini. Di antara para pakar, ada yang mencari jalan tengah bahwa perbedaan pendapat antara Imam Abu Hanifah dan\u00a0ahlus sunnah\u00a0dalam masalah ini hanya perbedaan pendapat yang bersifat etimologi atau perbedaan istilah saja. Namun sebenarnya Abu Hanifah telah merevisi pendapatnya (rujuk).<\/p>\n<p>Rujuknya Imam Abu Hanifah dari pendapatnya yang semula telah dijelaskan oleh\u00a0Al-Qodhi\u00a0(hakim) Ibnu Abil Izzi dalam\u00a0Syarah Aqidah Thahawiyyah-nya. Beliau menukilkan kisah yang dihikayatkan oleh Imam Abu Ja\u2019far Ath-Thohawi tentang perdebatan antara Imam Abu Hanifah dan Imam Hammad bin Zaid dalam permasalahan Iman, apakah amal perbuatan termasuk di dalamnya atau tidak? Imam Abu Hanifah mengatakan \u201ctidak\u201d, sedangkan Imam Hammad bin Zaid mengatakan termasuk. Kemudian Imam Hammad bin Zaid meriwayatkan hadits Rasulullah\u00a0shalallahu \u2018alaihi wa sallam\u00a0dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya Urwah bin Zubair dari Abu Murawih Al-Laitsi dari Abu Dzar\u00a0rodhiyallahu\u2019anhu\u00a0beliau mengatakan:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: center;\"><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">\u064a\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0641\u0652\u0636\u064e\u0644\u064f \u061f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0625\u0650\u064a\u0652\u0645\u064e\u0627\u0646\u064f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u062c\u0650\u0647\u064e\u0627\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\"><\/h4>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>\u201cWahai Rosululloh amalan apakah yang paling utama? Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wa sallam menjawab iman kepada Allah Ta\u2019ala dan jihad di jalan-Nya.\u201d[14]<\/p>\n<p>Hammad bin Zaid mengatakan: \u201cTidak kah kau lihat ketika Rasulullah\u00a0shalallahu \u2018alaihi wa sallam\u00a0ditanya tentang amal perbuatan beliau menjawab dengan iman. Dengan demikian Rasulullah\u00a0shalallahu \u2018alaihi wa sallam\u00a0menganggap amal perbuatan merupakan iman.<\/p>\n<p>Abu Hanifah terdiam mendengar hujjah Hammad bin Zaid. Kemudian para pengikut Abu Hanifah berseru: \u201cJawablah dia wahai Abu Hanifah!\u201d<\/p>\n<p>Namun sontak Abu Hanifah mengatakan: \u201cDengan apa aku harus menjawab sementara yang mengatakan demikian adalah Rasulullah\u00a0shalallahu \u2018alaihi wa sallam\u00a0\u201d.<\/p>\n<p>Berdasarkan kisah ini Ibnu Abil Izzi berkesimpulan bahwa setelah peristiwa tersebut Abu Hanifah rujuk dari perkataan sebelumnya. Segala pendapat tentang amal perbuatan tidak termasuk ke dalam iman yang disandarkan kepada Abu Hanifah sesungguhnya pendapat tersebut adalah pendapat para pengikutnya dari kalangan Hanafiyyah. Sementara Abu Hanifah sendiri berlepas dari tuduhan itu[15].<\/p>\n<p>Kisah di atas juga sekaligus menepis tuduhan bahwa fiqih Abu Hanifah adalah fiqih yang paling jauh dari sunnah. Abu Hanifah adalah sosok yang mencintai sunnah sebagaimana ditunjukkan pada kisah di atas. Dengan kecerdasan yang beliau miliki beliau diam di hadapan hadits Rasulullah\u00a0shalallahu \u2018alaihi wa sallam\u00a0dan tidak berani berkomentar. Jika beliau di dalam fiqihnya lebih sering menggunakan analogi\u00a0qiyas\u00a0bukan berarti beliau adalah seorang yang menolak sunnah. Beliau adalah sosok Imam yang hati-hati dan teliti dalam menerima sunnah. Karena beliau hidup di lingkungan di mana aliran-aliran sesat tumbuh dengan subur, yaitu kota Kufah. Aliran-aliran tersebut tidak segan-segan menggunakan hadits lemah bahkan palsu untuk membenarkan keyakinannya. Oleh sebab itu Imam Abu Hanifah sangat berhati-hati dalam menerima hadits Rasulullah\u00a0shalallahu \u2018alaihi wa sallam.<\/p>\n<p>Abu Hanifah wafat pada tahun 150 H di usianya yang ke tujuh puluh tahun. Beliau disholatkan enam kali karena banyaknya yang hadir ketika hari wafatnya[16].<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p>Al-Hanafi, Ibnu Abil Izz. Syarah Aqidah Thohawiyyah. Beirut: Al-Maktab Al-Islami. Cetakan Keempat, 1391 H.<\/p>\n<p>Al-Khothib Al-Baghdadi. Tarikh Baghdad. Tahqiq: Basyar Awwad Ma\u2019ruf. Beirut: Darul Ghorob Al-Islami. Cetakan Pertama, 1422 H.<\/p>\n<p>As-Sijistani, Abu Dawud Sulaiman. Sunan Abu Dawud. Tahqiq: Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid. Beirut: Al-Maktab Al-Ashriyyah.<\/p>\n<p>At-Tirmidzi, Abu Isa Muhammad. Jami\u2019ut Tirmidzi (Sunan Tirmidzi). Tahqiq: Basyar Awwad Ma\u2019ruf. Beirut: Darul Ghorob Al-Islami. 1998 M.<\/p>\n<p>An-Naisaburi, Muslim bin Hajjaj. Shohih Muslim. Tahqiq: Muhammad Fu\u2019ad Abdul Baqi. Beirut: Dar Ihya`it Turats Al-Arobi.<\/p>\n<p>Ibnu Sholah, Utsman bin Abdirrohman. Ulumul Hadits. Tahqiq: Nuruddin Itr. Damaskus: Darul Fikr. 1986 M.<\/p>\n<p>Adz-Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Siyar A\u2019lam Nubala. Tahqiq: Tim Filolog dipimpin oleh Syu\u2019aib Al-Arnauth. Beirut: Mu`assasah Risalah. Cetakan Ketiga, 1985 M.<\/p>\n<p>Asy-Syirozi, Abu Ishaq Ibrohim bin Ali.\u00a0Thobaq\u00f4tul Fuqoh\u00e2.\u00a0Tahqiq: Ihsan Abbas. Beirut: Darur Ro`id Al-Arobi.<br \/>\n__________<br \/>\n[1] Madzhab yang kebanyakan dalilnya menggunakan akal<br \/>\n[2] Thobaq\u00f4tul Fuqoh\u00e2, (1\/86)<br \/>\n[3] Siyar A\u2019l\u00e2min Nubal\u00e2, (6\/391)<br \/>\n[4] Ulumul Hadits Libni Sholah, (hal:302)<br \/>\n[5] Tarikh Baghdad, (15\/444)<br \/>\n[6] Tarikh Baghdad, (15\/444)<br \/>\n[7] Tarikh Baghdad, (15\/444)<br \/>\n[8] Beliau adalah Ibrohim bin Ishaq bin Ibrohim Abu Ishaq Al-Harbi penyusun kitab\u00a0Ghoribul Hadits\u00a0salah seorang murid Imam Ahmad bin Hanbal yang mempelajari fiqihnya. Lihat:\u00a0Tarikh Baghdad, (6\/522)<br \/>\n[9] Lihat:\u00a0Tarikh Bahdad, (15\/444)<br \/>\n[10] Lihat:\u00a0Tarikh Bahdad, (15\/444)<br \/>\n[11] Lihat:\u00a0Tarikh Bahdad, (15\/444)<br \/>\n[12] Abu Dawud (No: 3571) &amp; Tirmidzi (No: 1325)<br \/>\n[13] Dalam\u00a0Tarikh Baghdad\u00a0Al-Khothib menyusun bab khusus untuk mengumpulkan atsar-atsar tersebut. Beliau memberi judul bab tersebut \u201cMa Hukiya \u2018An Abi Hanifah fil Iman\u201d (15\/502)<br \/>\n[14] HR. Muslim dari jalur Hammad bin Zaid dari Hisyam bin Urwah dari Urwah bin Zubair dari Abu Murowih Al-Laitsi dari Abu Dzar secara\u00a0marfu\u2019 (no: 84)<br \/>\n[15] Syarh Aqidah Thowiyyah, (1\/351)<br \/>\n[16] Tarikh Baghdad, (15\/585)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(* Sumber: Ustadz Haidir Lc, Majalah Lentera Qolbu, tahun ke-4 edisi ke-9<\/p>\n<p>Disalin dari <em><strong><a href=\"https:\/\/kuncikebaikan.com\/biografi-imam-abu-hanifah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kuncikebaikan<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<p>Lihat pula di <a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/4507-biografi-imam-abu-hanifah.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/almanhaj.or.id\/4507-biografi-imam-abu-hanifah.html<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ustadz Haidir, Lc *) Related Post:\u00a0Meraih Ijazah Sanad Kitab Rasail Imam Syafi\u2019i dan Kitab Matn Fiqhul Akbar Imam Abu Hanifah BLOGGURU &#8211;\u00a0Berbicara madzhab fiqih di kalangan ahli sunnah wal jama\u2019ah, pikiran kita tentunya tertuju kepada empat mazhab, yakni Hanafiyyah, Malikiyyah, Syafi\u2019iyyah, dan Hanabilah atau Hambaliyyah. Di antara keempat mazhab di atas, Hanafiyyah lah yang dianggap paling tua. Hal ini karena perintis mazhab tersebut, Imam Abu Hanifah rohimahulloh adalah yang paling senior dibandingkan tiga Imam lainnya, Malik bin Anas, Muhammad bin Idris Asy-Syafi\u2019i dan Ahmad bin Hambal rohimahumulloh. Dan mazhab ini pula yang lebih dahulu mendominasi di negeri-negeri Islam sebelum mazhab lainnya. Siapakah figur Imam mazhab yang paling senior di antara keempat mazhab ini? Tulisan kali ini akan mengangkat tema tentang Imam ahli ro\u2019yi[1]Abu Hanifah rohimahulloh. Beliau adalah Abu Hanifah Nu\u2019man bin Tsabit bin Zutha Al-Kufi, dikenal dengan\u00a0kuniah\u00a0Abu Hanifah. Lahir tahun 80 hijriah di masa para\u00a0shighor\u00a0sahabat\u00a0(sahabat junior) masih hidup. Di masa beliau, ada empat orang sahabat yang masih hidup. Mereka adalah Anas bin Malik, Abdulloh bin Abi Aufa Al-Anshori, Abu Thufail Amir bin Watsilah dan Sahal bin Sa\u2019ad As Sa\u2019idi[2]. Beliau sempat melihat Anas bin Malik\u00a0rodhiyallahu\u2018anhu\u00a0ketika Anas berkunjung ke Kufah[3]. Dengan demikian Abu Hanifah masih tergolong dalam tingkat para\u00a0tabi\u2019in, khususnya\u00a0shighor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13949,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[173],"tags":[647,648],"class_list":["post-13948","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosok-wali-dan-ulama","tag-imam-abu-hanifah","tag-madzhab-hanabilah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Biografi Imam Abu Hanifah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Ustadz Haidir, Lc *) Related Post:\u00a0Meraih Ijazah Sanad Kitab Rasail Imam Syafi\u2019i dan Kitab Matn Fiqhul Akbar Imam Abu Hanifah BLOGGURU -\u00a0Berbicara\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Biografi Imam Abu Hanifah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Ustadz Haidir, Lc *) Related Post:\u00a0Meraih Ijazah Sanad Kitab Rasail Imam Syafi\u2019i dan Kitab Matn Fiqhul Akbar Imam Abu Hanifah BLOGGURU -\u00a0Berbicara\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-01T14:48:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ilustrasi-Imam-Abu-Hanifah-republika.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"736\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"528\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Immim pangkep\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\"},\"headline\":\"Biografi Imam Abu Hanifah\",\"datePublished\":\"2024-11-01T14:48:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/\"},\"wordCount\":1979,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Ilustrasi-Imam-Abu-Hanifah-republika.jpg\",\"keywords\":[\"imam abu hanifah\",\"madzhab hanabilah\"],\"articleSection\":[\"Sosok Wali dan Ulama\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/\",\"name\":\"Biografi Imam Abu Hanifah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Ilustrasi-Imam-Abu-Hanifah-republika.jpg\",\"datePublished\":\"2024-11-01T14:48:14+00:00\",\"description\":\"Oleh: Ustadz Haidir, Lc *) Related Post:\u00a0Meraih Ijazah Sanad Kitab Rasail Imam Syafi\u2019i dan Kitab Matn Fiqhul Akbar Imam Abu Hanifah BLOGGURU -\u00a0Berbicara\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Ilustrasi-Imam-Abu-Hanifah-republika.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Ilustrasi-Imam-Abu-Hanifah-republika.jpg\",\"width\":736,\"height\":528,\"caption\":\"Ilustrasi - Imam Abu Hanifah (sumber: republika)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2024\\\/11\\\/01\\\/biografi-imam-abu-hanifah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Biografi Imam Abu Hanifah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\",\"name\":\"Immim pangkep\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"caption\":\"Immim pangkep\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blog\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Biografi Imam Abu Hanifah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Ustadz Haidir, Lc *) Related Post:\u00a0Meraih Ijazah Sanad Kitab Rasail Imam Syafi\u2019i dan Kitab Matn Fiqhul Akbar Imam Abu Hanifah BLOGGURU -\u00a0Berbicara","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Biografi Imam Abu Hanifah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Ustadz Haidir, Lc *) Related Post:\u00a0Meraih Ijazah Sanad Kitab Rasail Imam Syafi\u2019i dan Kitab Matn Fiqhul Akbar Imam Abu Hanifah BLOGGURU -\u00a0Berbicara","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_published_time":"2024-11-01T14:48:14+00:00","og_image":[{"width":736,"height":528,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ilustrasi-Imam-Abu-Hanifah-republika.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Immim pangkep","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Immim pangkep","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/"},"author":{"name":"Immim pangkep","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51"},"headline":"Biografi Imam Abu Hanifah","datePublished":"2024-11-01T14:48:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/"},"wordCount":1979,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ilustrasi-Imam-Abu-Hanifah-republika.jpg","keywords":["imam abu hanifah","madzhab hanabilah"],"articleSection":["Sosok Wali dan Ulama"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/","name":"Biografi Imam Abu Hanifah - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ilustrasi-Imam-Abu-Hanifah-republika.jpg","datePublished":"2024-11-01T14:48:14+00:00","description":"Oleh: Ustadz Haidir, Lc *) Related Post:\u00a0Meraih Ijazah Sanad Kitab Rasail Imam Syafi\u2019i dan Kitab Matn Fiqhul Akbar Imam Abu Hanifah BLOGGURU -\u00a0Berbicara","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ilustrasi-Imam-Abu-Hanifah-republika.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ilustrasi-Imam-Abu-Hanifah-republika.jpg","width":736,"height":528,"caption":"Ilustrasi - Imam Abu Hanifah (sumber: republika)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2024\/11\/01\/biografi-imam-abu-hanifah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Biografi Imam Abu Hanifah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51","name":"Immim pangkep","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","caption":"Immim pangkep"},"sameAs":["http:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blog"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13948","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13948"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13948\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13950,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13948\/revisions\/13950"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13949"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}