{"id":7812,"date":"2022-05-15T11:39:45","date_gmt":"2022-05-15T03:39:45","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?p=7812"},"modified":"2022-05-15T11:46:39","modified_gmt":"2022-05-15T03:46:39","slug":"hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/","title":{"rendered":"Hadits Mutawatir: Pengertian, Syarat dan Macamnya"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. <\/strong>*)<\/p>\n<p>Related Post:\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/mengenal-istilah-ilmu-hadits\/\">Mengenal Istilah Ilmu Hadits<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; Hadits itu dilihat dari banyaknya jalan terbagi menjadi dua yaitu hadits Mutawatir dan hadits ahad.\u00a0Kita akan membahas hadits mutawatir terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Al Hafidz ibnu Hajar Al Asqolani dalam kitab Nuzhatunnazhor berkata,\u00a0&#8220;Apabila terkumpul empat syarat berikut ini, yaitu:<\/p>\n<p>1. Jumlah yang banyak yang secara kebiasaan tidak mungkin mereka bersepakat di atas kedustaan.<\/p>\n<p>2. Mereka (jumlah yang banyak) meriwayatkan dari yang sama dengan mereka dari awal sampai akhir sanad.<\/p>\n<p>3. Sandaran periwayatan mereka adalah panca indera.<\/p>\n<p>4. kabar mereka menghasilkan ilmu (keyakinan) bagi pendengarnya.<\/p>\n<p>Maka ini disebut mutawatir.\u00a0Bila tidak menghasilkan ilmu, maka disebut masyhur saja. (An Nukat Ala Nuzhatinnadzor hal 56)<\/p>\n<p>Inilah syarat syarat hadits untuk disebut mutawatir. Kita perjelas satu persatu.<\/p>\n<p>Syarat yang pertama adalah jumlah yang banyak. Terjadi perselisihan para ulama berapa jumlah banyak yang dapat disebut mutawatir; sebagian ulama berpendapat lima ke atas, ada yang berpendapat sepuluh, ada lagi dua puluh dan sebagainya.<\/p>\n<p>Yang paling kuat adalah bahwa mutawatir tidak dibatasi oleh jumlah tertentu. Inilah yang dirojihkan oleh banyak ulama muhaqiq seperti syaikhul islam ibnu Taimiyah, Al Hafidz ibnu Hajar Al Asqolani, As-Suyuthi dan lainnya. Terlebih bila kita melihat syarat yang keempat yaitu menghasilkan keyakinan. Suatu kabar menghasilkan keyakinan atau tidak, tidak ditentukan oleh sebatas jumlah tapi terkadang karena indikasi indikasi lainnya.<\/p>\n<p>Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,\u00a0&#8220;Pendapat yang shahih yang dipegang oleh mayoritas ulama adalah bahwa mutawatir tidak terbatas dengan jumlah tertentu. dan ilmu yang terhasilkan dari suatu kabar, akan terhasilkan di hati. sebagaimana terhasilkannya kenyang setelah makan, puas setelah minum. Tetapi sesuatu yang mengenyangkan seseorang atau memuaskannya tidak memiliki batasan tertentu.<br \/>\nSesuatu yang mengenyangkan itu bisa jadi karena kwantitas makanan atau kwalitasnya.\u00a0(Majmu Fatawa, 18\/50)<\/p>\n<p>Perkataan Al Hafidz: Secara kebiasaan tidak mungkin mereka bersepakat di atas kedustaan. Maksudnya karena melihat ketaqwaan dan kejujurannya yang luar biasa. Dimana jumlah mereka banyak dan negeri mereka berjauhan, namun kabar mereka serupa.<\/p>\n<p>Sebuah contoh: Bila kita pergi ke sumatera lalu kita bertemu dengan orang yang kita ketahui amat taqwa dan jujur memberitakan sebuah kabar. Kemudian kita pergi ke Irian jaya, dan bertemu dengan orang yang taqwa dan jujur yang memberitakan kabar yang mirip dengan yang pertama. Kemudian kita pergi ke sumbawa dan bertemu dengan orang yang taqwa dan jujur yang juga memberitakan kabar yang serupa.<\/p>\n<p>Tentu hal ini akan menghasilkan keyakinan akan kebenaran berita tersebut setelah melihat sifat pembawa beritanya yang taqwa dan jujur, daerah mereka yang berjauhan, dan mungkin tidak saling mengenal satu sama lainnya, sehingga secara nalar tidak mungkin mereka bersepakat untuk berdusta.<\/p>\n<p>Adapun syarat yang kedua yaitu jumlah yang banyak tersebut harus ada pada semua tingkatan sanad. Bila tingkatan sahabat hanya dua misalnya, dan tingkatan tabiin banyak demikian pula tingkatan dibawahnya, tidak disebut mutawatir.<\/p>\n<p>Adapun syarat ketiga yaitu sandaran periwayatan mereka adalah panca indera maksudnya adalah bahwa periwayatan mereka dengan mengatakan : aku mendengar, aku melihat, meraba dan sebagainya yang dilakukan oleh panca indera. Maka bila itu berupa hasil pemikiran akal tidak disebut mutawatir.<\/p>\n<p>Adapun syarat keempat yaitu kabar yang diriwayatkan harus menghasilkan ilmu (keyakinan). Suatu kabar menghasilkan ilmu atau tidak, ditentukan oleh banyak faktor.<\/p>\n<p>Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah ta&#8217;ala berkata, &#8220;Kabar yang menghasilkan keyakinan terkadang karena banyaknya perawi, terkadang karena sifat pembawa kabarnya, terkadang karena sisi pengabarannya itu sendiri, terkadang karena pengetahuan yang dikabari dan sebagainya.<\/p>\n<p>Terkadang jumlah yang sedikit menghasil keyakinan karena perawinya memiliki agama dan hafalan yang kita merasa aman dari kedustaan atau kesalahan mereka.\u00a0Sementara jumlah yang lebih banyak dari itu terkadang tidak menghasilkan keyakinan (karena kurangnya hafalan dan agama mereka).\u00a0Inilah pendapat yang benar yang dipegang oleh mayoritas ulama hadits dan fiqih.\u00a0(Majmu fatawa 20\/258).<\/p>\n<p>Lihat pula:<strong><a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/hadits-berdasarkan-jumlah-penutur\/\">\u00a0Hadits berdasarkan Jumlah Penutur<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Macam-macam Hadits Mutawatir<\/strong><\/p>\n<p>1\ufe0f\u20e3 Muatawatir lafdzi, yaitu\u00a0 hadits yang mutawatir lafadz dan maknanya. Dimana diriwayat oleh jumlah yang banyak dengan lafadz yang sama.<\/p>\n<p>Contohnya adalah hadits:<\/p>\n<p>\u0645\u0646 \u0643\u0630\u0628 \u0639\u0644\u064a \u0645\u062a\u0639\u0645\u062f\u0627 \u0641\u0644\u064a\u062a\u0628\u0648\u0623 \u0645\u0642\u0639\u062f\u0647 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0646\u0627\u0631<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>&#8220;Barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dalam api neraka.&#8221; HR Bukhari dan Muslim.<\/p>\n<p>Hadits ini diriwayatkan oleh tujuh puluh lebih shahabat dan jumlah tersebut semakin banyak pada tingkatan tingkatan setelahnya.<\/p>\n<p>2\ufe0f\u20e3. Mutawatir maknawi, yaitu Hadits yang diriwayatkan secara mutawatir dengan lafadz lafadz yang berbeda beda, namun mempunyai makna yang sama.<\/p>\n<p>Contohnya adalah hadits mengangkat tangan dalam berdoa.\u00a0Diriwayatkan dari nabi shalallahu alaihi wasallam sekitar seratus hadits, namun pada kejadian yang berbeda beda.<\/p>\n<p>Contoh lainnya adalah hadits tentang adzab kubur, hadits tentang mengusap dua khuff, hadits tentang larangan isbal, dan lain sebagainya.\u00a0Diantara buku yang mengumpulkan hadits hadits mutawatir adalah kitab Al Azhar Al mutanatsiroh fil Ahadits Al-Mutawatiroh karya imam Assuyuthi.\u00a0Juga kitab Nadzmul mutanatsir minal haditsil mutawatir. Karya Muhammad bin Ja&#8217;far Al Kattani.<\/p>\n<p>Lihat pula:\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/blog\/beberapa-pengertian-terkait-sanad-dan-matan-hadits\/\">Beberapa Pengertian Terkait Sanad dan Matan Hadits<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(*<strong> Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M.<\/strong>, Guru\/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. *) Related Post:\u00a0Mengenal Istilah Ilmu Hadits BLOGGURU &#8211; Hadits itu dilihat dari banyaknya jalan terbagi menjadi dua yaitu hadits Mutawatir dan hadits ahad.\u00a0Kita akan membahas hadits mutawatir terlebih dahulu. Al Hafidz ibnu Hajar Al Asqolani dalam kitab Nuzhatunnazhor berkata,\u00a0&#8220;Apabila terkumpul empat syarat berikut ini, yaitu: 1. Jumlah yang banyak yang secara kebiasaan tidak mungkin mereka bersepakat di atas kedustaan. 2. Mereka (jumlah yang banyak) meriwayatkan dari yang sama dengan mereka dari awal sampai akhir sanad. 3. Sandaran periwayatan mereka adalah panca indera. 4. kabar mereka menghasilkan ilmu (keyakinan) bagi pendengarnya. Maka ini disebut mutawatir.\u00a0Bila tidak menghasilkan ilmu, maka disebut masyhur saja. (An Nukat Ala Nuzhatinnadzor hal 56) Inilah syarat syarat hadits untuk disebut mutawatir. Kita perjelas satu persatu. Syarat yang pertama adalah jumlah yang banyak. Terjadi perselisihan para ulama berapa jumlah banyak yang dapat disebut mutawatir; sebagian ulama berpendapat lima ke atas, ada yang berpendapat sepuluh, ada lagi dua puluh dan sebagainya. Yang paling kuat adalah bahwa mutawatir tidak dibatasi oleh jumlah tertentu. Inilah yang dirojihkan oleh banyak ulama muhaqiq seperti syaikhul islam ibnu Taimiyah, Al Hafidz ibnu Hajar Al Asqolani, As-Suyuthi dan lainnya. Terlebih bila kita melihat syarat yang keempat yaitu menghasilkan keyakinan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7813,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[131,59],"tags":[133,132],"class_list":["post-7812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ilmu-hadits","category-islamic-studies","tag-hadits-mutawatir","tag-ilmu-hadits"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hadits Mutawatir: Pengertian, Syarat dan Macamnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. *) Related Post:\u00a0Mengenal Istilah Ilmu Hadits BLOGGURU - Hadits itu dilihat dari banyaknya jalan terbagi menjadi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hadits Mutawatir: Pengertian, Syarat dan Macamnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. *) Related Post:\u00a0Mengenal Istilah Ilmu Hadits BLOGGURU - Hadits itu dilihat dari banyaknya jalan terbagi menjadi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-15T03:39:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-05-15T03:46:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kitab-Hadits.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"445\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Immim pangkep\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\"},\"headline\":\"Hadits Mutawatir: Pengertian, Syarat dan Macamnya\",\"datePublished\":\"2022-05-15T03:39:45+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-15T03:46:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/\"},\"wordCount\":788,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Kitab-Hadits.jpg\",\"keywords\":[\"Hadits Mutawatir\",\"Ilmu Hadits\"],\"articleSection\":[\"Ilmu Hadits\",\"Islamic Studies\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/\",\"name\":\"Hadits Mutawatir: Pengertian, Syarat dan Macamnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Kitab-Hadits.jpg\",\"datePublished\":\"2022-05-15T03:39:45+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-15T03:46:39+00:00\",\"description\":\"Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. *) Related Post:\u00a0Mengenal Istilah Ilmu Hadits BLOGGURU - Hadits itu dilihat dari banyaknya jalan terbagi menjadi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Kitab-Hadits.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/Kitab-Hadits.jpg\",\"width\":800,\"height\":445,\"caption\":\"Kitab Hadits\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/15\\\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hadits Mutawatir: Pengertian, Syarat dan Macamnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\",\"name\":\"Immim pangkep\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"caption\":\"Immim pangkep\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blog\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hadits Mutawatir: Pengertian, Syarat dan Macamnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. *) Related Post:\u00a0Mengenal Istilah Ilmu Hadits BLOGGURU - Hadits itu dilihat dari banyaknya jalan terbagi menjadi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hadits Mutawatir: Pengertian, Syarat dan Macamnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. *) Related Post:\u00a0Mengenal Istilah Ilmu Hadits BLOGGURU - Hadits itu dilihat dari banyaknya jalan terbagi menjadi","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_published_time":"2022-05-15T03:39:45+00:00","article_modified_time":"2022-05-15T03:46:39+00:00","og_image":[{"width":800,"height":445,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kitab-Hadits.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Immim pangkep","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Immim pangkep","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/"},"author":{"name":"Immim pangkep","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51"},"headline":"Hadits Mutawatir: Pengertian, Syarat dan Macamnya","datePublished":"2022-05-15T03:39:45+00:00","dateModified":"2022-05-15T03:46:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/"},"wordCount":788,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kitab-Hadits.jpg","keywords":["Hadits Mutawatir","Ilmu Hadits"],"articleSection":["Ilmu Hadits","Islamic Studies"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/","name":"Hadits Mutawatir: Pengertian, Syarat dan Macamnya - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kitab-Hadits.jpg","datePublished":"2022-05-15T03:39:45+00:00","dateModified":"2022-05-15T03:46:39+00:00","description":"Oleh: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. *) Related Post:\u00a0Mengenal Istilah Ilmu Hadits BLOGGURU - Hadits itu dilihat dari banyaknya jalan terbagi menjadi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kitab-Hadits.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kitab-Hadits.jpg","width":800,"height":445,"caption":"Kitab Hadits"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/15\/hadits-mutawatir-pengertian-syarat-dan-macamnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hadits Mutawatir: Pengertian, Syarat dan Macamnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51","name":"Immim pangkep","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","caption":"Immim pangkep"},"sameAs":["http:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blog"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7812"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7816,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7812\/revisions\/7816"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}