{"id":9610,"date":"2022-05-20T16:20:49","date_gmt":"2022-05-20T08:20:49","guid":{"rendered":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?p=9610"},"modified":"2023-01-30T17:30:20","modified_gmt":"2023-01-30T09:30:20","slug":"tanggung-jawab-kyai-pesantren","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/","title":{"rendered":"Tanggung Jawab Kyai Pesantren"},"content":{"rendered":"<div class=\"x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r x1vvkbs xdj266r x126k92a\">\n<div dir=\"auto\">\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7598\" src=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20201229_115537.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"509\" srcset=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20201229_115537.jpg 800w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20201229_115537-300x191.jpg 300w, https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20201229_115537-768x489.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: <strong>Drs Kyai Jamal Pati<\/strong><\/p>\n<p><strong>BLOGGURU<\/strong> &#8211; KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei 2022) di IPMAFA Pati menjelaskan tanggungjawab kiai pesantren.<\/p>\n<p><strong>Pertama, Aktif mengaji<\/strong><\/p>\n<p>Kiai harus mengaji kepara para santri. Kiai yang mampu mengaji adalah kiai yang mempunyai kapasitas keilmuan memadai sehingga mampu menjelaskan kandungan al-Qur&#8217;an-hadis yang ada dalam kitab tafsir, syarah hadis, fiqh, ushul fiqh, tauhid, akhlak, tasawuf, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Kiai jangan hanya mendirikan pesantren, namun menyerahkan pengajian kepada orang lain. Kiai harus menjadi pusat keilmuan pesantren yang membaca dan menjelaskan kandungan kitab kuning kepada para santri.<br \/>\nKiai zaman dulu selalu stanby di pondok dengan mencurahkan semua waktu dan perhatian kepada para santri.<\/p>\n<p><strong>Kedua, menjadi teladan baik bagi santri<\/strong><\/p>\n<p>Kiai tidak hanya membaca dan menjelaskan kandungan kitab kuning. Kiai juga memberikan contoh bagaimana mengamalkan ilmu yang dimiliki.\u00a0Dalam hal ini, Kiai harus aktif memimpin shalat jamaah, memberikan teladan shalat qabliyyah-ba&#8217;diyyah, shalat dhuha, shalat tahajjud, dan lain-lain. Kiai juga harus aktif membaca aurad dalam rangka taqarrub kepada Allah. Santri melihat, merekam, dan meniru teladan kiai.<\/p>\n<p>Hal ini sesuai kaidah:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: right;\">\u0644\u0633\u0627\u0646 \u0627\u0644\u062d\u0627\u0644 \u0627\u0641\u0635\u062d \u0645\u0646 \u0644\u0633\u0627\u0646 \u0627\u0644\u0645\u0642\u0627\u0644<\/h4>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>Contoh yang baik lebih efektif dari sekedar ucapan<\/p>\n<p><strong>Ketiga, mengontrol santri secara ketat<\/strong><\/p>\n<p>Melihat tantangan sekarang yang kompleks, maka orientasi kualitas harus dikedepankan kiai dari pada orientasi kuantitas. Dalam konteks ini, maka dibutuhkan manajemen profesional dengan kontrol-pengawasan ketat supaya santri mematuhi tata tertib pesantren. Pagi, siang, sore, dan malam hari, santri harus dikontrol supaya berada di jalan yang tepat.<\/p>\n<p>Jangan sampai santri dibiarkan bermain tanpa batas, seperti main ps, internetan, dan hal-hal yang tidak bermanfaat. Pesantren jangan takut ditinggal santri ketika menerapkan aturan ketat karena memang tangungjawab pesantren adalah mendidik dan membangun keilmuan, moralitas, dan mentalitas kader-kader handal di masa depan.<\/p>\n<p><strong>Keempat, memberikan pendidikan nasionalisme<\/strong><\/p>\n<p>Kiai zaman dulu mempunyai trik jitu sehingga berhasil membangun spiri nasionalisme (hubbul wathan minal iman) para santri. Kiai melarang santri memakai celana, dasi, makan makanan produk penjajah. Hal ini dilakukan supaya ada militansi dalam membangun pergerakan menuju kemerdekaan bangsa.<\/p>\n<p>Peran besar Kiai pesantren dalam mengusir penjajah ini diakui para pengamat Barat. Menurut mereka, jika di Jawa tidak ada kiai pesantren, maka belum tentu Indonesia mampu meraih kemerdekaan.\u00a0Virus nasionalisme yang disuntikkan para kiai ini terbukti efektif dalam menggerakkan spirit umat Islam dan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah dari bumi Indonesia.\u00a0Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy&#8217;ari dan Kiai Abbas Buntet adalah salah satu eksponen pesantren yang berada di garda depan pesantren dalam menggalang spirit mengusir penjajah demi meraih kemerdekaan.<\/p>\n<p><strong>Kelima, melahirkan kader penerus perjuangan bangsa<\/strong><\/p>\n<p>Pesantren zaman dulu mampu mencetak kiai yang berperan besar dalam membangun bangsa. Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy&#8217;ari dan KH. MA. Sahal Mahfudh adalah tokoh bangsa yang lahir dari rahim pesantren.\u00a0Maka pesantren sekarang harus belajar dari pesantren masa lalu supaya mampu melahirkan santri yang berkualitas tinggi yang menjadi motivator, dinamisator, dan inspirator kemajuan bangsa di segala aspek kehidupan.<\/p>\n<p>Input pesantren harus berkualitas. Jangan malah pesantren justru menjadi tempat pembuangan anak-anak nakal atau yang prestasinya di bawah standar.\u00a0Justru yang belajar di pesantren harus anak-anak yang berkualitas tinggi sehingga diharapkan mampu menjadi tokoh pembangkit kemajuan bangsa sebagaimana masa lalu.<\/p>\n<p><strong>Keenam, jangan berorientasi materi<\/strong><\/p>\n<p>Pesantren didirikan jangan karena orientasi materi, misalnya menampung anggaran negara. Pesantren didirikan harus dalam rangka mendidik dan mengkader generasi penerus perjuangan agama dan bangsa.\u00a0Orientasi materi akan merobohkan bangunan pesantren dan menjauhkan pesantren dari khittahnya sebagai lembaga pendidikan tafaqquh fiddin dan lembaga kemasyarakatan.<\/p>\n<p><strong>Ketujuh, ikhlas<\/strong><\/p>\n<p>Kiai dalam mendidik dan membimbing santri harus ikhlas karena Allah. Ulama zaman dulu meskipun retorikanya biasa, namun apa yang disampaikan masuk dan menghunjam kuat dalam sanubari santri sehingga menjadi lentera hidup. Banyak kiai sekarang yang retorikanya memukau, tapi tidak mampu menembus kalbu, apalagi mempengaruhi akhlak dan membentuk pandangan hidup santri.<\/p>\n<p>Keikhlasan memegang peranan kunci dalam hal ini sehingga apa yang disampaikan para kiai membentuk karakter dan akhirnya kiai mampu melahirkan santri-santri yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.<\/p>\n<p>\u0648\u0627\u0644\u0644\u0647 \u0623\u0639\u0644\u0645 \u0628\u0627\u0644\u0635\u0648\u0627\u0628<\/p>\n<p>IPMAFA, Kamis, 19 Mei 2022<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Drs Kyai Jamal Pati BLOGGURU &#8211; KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei 2022) di IPMAFA Pati menjelaskan tanggungjawab kiai pesantren. Pertama, Aktif mengaji Kiai harus mengaji kepara para santri. Kiai yang mampu mengaji adalah kiai yang mempunyai kapasitas keilmuan memadai sehingga mampu menjelaskan kandungan al-Qur&#8217;an-hadis yang ada dalam kitab tafsir, syarah hadis, fiqh, ushul fiqh, tauhid, akhlak, tasawuf, dan lain-lain. Kiai jangan hanya mendirikan pesantren, namun menyerahkan pengajian kepada orang lain. Kiai harus menjadi pusat keilmuan pesantren yang membaca dan menjelaskan kandungan kitab kuning kepada para santri. Kiai zaman dulu selalu stanby di pondok dengan mencurahkan semua waktu dan perhatian kepada para santri. Kedua, menjadi teladan baik bagi santri Kiai tidak hanya membaca dan menjelaskan kandungan kitab kuning. Kiai juga memberikan contoh bagaimana mengamalkan ilmu yang dimiliki.\u00a0Dalam hal ini, Kiai harus aktif memimpin shalat jamaah, memberikan teladan shalat qabliyyah-ba&#8217;diyyah, shalat dhuha, shalat tahajjud, dan lain-lain. Kiai juga harus aktif membaca aurad dalam rangka taqarrub kepada Allah. Santri melihat, merekam, dan meniru teladan kiai. Hal ini sesuai kaidah: \u0644\u0633\u0627\u0646 \u0627\u0644\u062d\u0627\u0644 \u0627\u0641\u0635\u062d \u0645\u0646 \u0644\u0633\u0627\u0646 \u0627\u0644\u0645\u0642\u0627\u0644 Artinya: Contoh yang baik lebih efektif dari sekedar ucapan Ketiga, mengontrol santri secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7598,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[134],"tags":[188],"class_list":["post-9610","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kepesantrenan","tag-tanggung-jawab-kyai"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tanggung Jawab Kyai Pesantren - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Oleh: Drs Kyai Jamal Pati BLOGGURU - KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tanggung Jawab Kyai Pesantren - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Drs Kyai Jamal Pati BLOGGURU - KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-20T08:20:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-30T09:30:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20201229_115537.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"509\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Immim pangkep\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Immim pangkep\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\"},\"headline\":\"Tanggung Jawab Kyai Pesantren\",\"datePublished\":\"2022-05-20T08:20:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-30T09:30:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/\"},\"wordCount\":642,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/IMG_20201229_115537.jpg\",\"keywords\":[\"Tanggung Jawab Kyai\"],\"articleSection\":[\"Kepesantrenan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/\",\"name\":\"Tanggung Jawab Kyai Pesantren - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/IMG_20201229_115537.jpg\",\"datePublished\":\"2022-05-20T08:20:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-30T09:30:20+00:00\",\"description\":\"Oleh: Drs Kyai Jamal Pati BLOGGURU - KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/IMG_20201229_115537.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/IMG_20201229_115537.jpg\",\"width\":800,\"height\":509},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/2022\\\/05\\\/20\\\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tanggung Jawab Kyai Pesantren\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"name\":\"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep\",\"description\":\"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#organization\",\"name\":\"IMMIM Pangkep\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/cropped-immim.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"IMMIM Pangkep\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blogguru\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51\",\"name\":\"Immim pangkep\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g\",\"caption\":\"Immim pangkep\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/immimpangkep.ponpes.id\\\/blog\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tanggung Jawab Kyai Pesantren - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Oleh: Drs Kyai Jamal Pati BLOGGURU - KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tanggung Jawab Kyai Pesantren - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","og_description":"Oleh: Drs Kyai Jamal Pati BLOGGURU - KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei","og_url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/","og_site_name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","article_published_time":"2022-05-20T08:20:49+00:00","article_modified_time":"2023-01-30T09:30:20+00:00","og_image":[{"width":800,"height":509,"url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20201229_115537.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Immim pangkep","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Immim pangkep","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/"},"author":{"name":"Immim pangkep","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51"},"headline":"Tanggung Jawab Kyai Pesantren","datePublished":"2022-05-20T08:20:49+00:00","dateModified":"2023-01-30T09:30:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/"},"wordCount":642,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20201229_115537.jpg","keywords":["Tanggung Jawab Kyai"],"articleSection":["Kepesantrenan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/","name":"Tanggung Jawab Kyai Pesantren - Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","isPartOf":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20201229_115537.jpg","datePublished":"2022-05-20T08:20:49+00:00","dateModified":"2023-01-30T09:30:20+00:00","description":"Oleh: Drs Kyai Jamal Pati BLOGGURU - KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/#primaryimage","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20201229_115537.jpg","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/IMG_20201229_115537.jpg","width":800,"height":509},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/2022\/05\/20\/tanggung-jawab-kyai-pesantren\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tanggung Jawab Kyai Pesantren"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#website","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","name":"Blog Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep","description":"Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan","publisher":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#organization","name":"IMMIM Pangkep","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","contentUrl":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/cropped-immim.png","width":512,"height":512,"caption":"IMMIM Pangkep"},"image":{"@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/#\/schema\/person\/b79603c8c8e8d557fd1f48d979ff6b51","name":"Immim pangkep","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/17353ddbae7a22bb48d2c23fb3b49096141954c685b560c6cebb8763ebbb178e?s=96&d=wp_user_avatar&r=g","caption":"Immim pangkep"},"sameAs":["http:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blog"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9610","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9610"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9610\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9613,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9610\/revisions\/9613"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9610"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/immimpangkep.ponpes.id\/blogguru\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}