Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

Jl. H Fadeli Luran, Biraeng, Minasatene-Pangkep

Bersatu dalam Aqidah,Toleransi Masalah Furuiyah dan Khilafiyah

Ketua YASDIC IMMIM Pangkep: Ikhlaskan Anaknya Nyantri!

Minggu, 30 Juni 2019 - Oleh Immim Pangkep - Dibaca 84 Kali

 

PANGKEP - Usai pelaksanaan tes gelombang II Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB 2019), para orangtua calon santriwati diberikan penjelasan tentang Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan yang dilakukan di Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.

Sampai hari ini, Ahad (30/6/2019), Jumlah pendaftar mencapai 99 calon santriwati, 15 orang diantaranya sudah menjalani tes di gelombang 1 dan 55 pendaftar ikut tes di gelombang kedua. Selebihnya bagi yang tidak hadir, tetap akan diberikan ujian susulan karena mengonfirmasi pendaftarannya tidak bisa hadir, disebabkan ketiadaan tiket pesawat karena berada di luar propinsi Sulsel.

Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam, berharap para orangtua santriwati mengikhlaskan anak-anaknya bersekolah di Pesantren. "Pesantren memang diakui berbeda dengan sekolah pada umumnya. Pesantren adalah tempat mendidik anak-anak agar menjadi saleh dan ibadahnya terjaga. Memang akan berat pada awalnya berpisah dengan anak, karena itu butuh keikhlasan dari para orangtua untuk melepas anaknya belajar agama," ungkapnya dihadapan para orangtua calon santriwati di Aula Mini Ponpes yang beralamat di Jln. H. Fadeli Luran, Biraeng, Minasatene.

Sementara itu, Direktur Ponpes Putri IMMIM Pangkep, Dr. Hj. Amrah Kasim, MA juga berpesan agar para orangtua calon santriwati memahami program pembelajaran di pesantren, Disini, pelajarannya lebih banyak, apalagi kita memakai kurikulum Diknas dan kementerian agama sekaligus. Jadi, kami mengharapkan para orangtua memperhatikan jam-jam belajar, baik di kelas maupun di masjid, sehingga jika ingin menghubungi anaknya melalui wali asramanya, dapat saja menelepon bukan pada jam-jam pembelajaran anak-anak kita," ujarnya.

Lain halnya dengan Sekretaris YASDIC IMMIM Pangkep, Ustadz Drs H. Rasyid Usman, yang menguraikan tentang aturan-aturan dalam Kampus Pesantren, yang kesemuanya menuntut ketaatan untuk dipatuhi, bukan saja bagi santriwati, tapi juga bagi orangtua santri, dan seluruh pembina yang terlibat dalam proses pembinaan kepesantrenan.(*)

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT