Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

Jl. H Fadeli Luran, Biraeng, Minasatene-Pangkep

Bersatu dalam Aqidah,Toleransi Masalah Furuiyah dan Khilafiyah

Tokoh IMMIM: Prof Dr. H. Halide

Selasa, 28 Januari 2020 - Oleh Immim Pangkep - Dibaca 39 Kali

 

IMMIMPANGKEP - Siapa yang tak kenal Prof Dr H. Halide di lingkungan akademik Universitas Hasanuddin (UNHAS), khususnya di Fakultas Ekonomi? Meski begitu, hanya sedikit diantaranya yang mengenalnya sebagai Pakar Ekonomi Syariah dan pejuang dakwah yang ikut merintis kelahiran Ikatan Masjid Mushalla Indonesia Muttahidah (IMMIM)

Di masa mudanya, beliau dikenal muballigh terkemuka di Sulawesi Selatan. Ceramah-ceramahnya kerap terdengar di Masjid Raya Makassar, dan berkumandang di Radio RRI Nusantara IV sejak Tahun 1979.

Di era Tahun 1970-an, ketika beliau masih Doktorandus Ekonomi (Drs.Ek), beliau juga terlibat aktif dalam perintisan berdirinya organisasi Ikatan Masjid Mushalla Indonesia Muttahidah (IMMIM).

Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam dan Sekretaris YASDIC IMMIM Pangkep, Drs HM Rasyid Usman saat silaturrahim ke Prof Dr H Halide di Kantor Dewan Pendidikan Sulsel. (foto: mfaridwm)

Dalam kepengurusan DPP IMMIM Periode 1972-1977 ketika DPP IMMIM masih dipimpin oleh H. Fadeli Luran, beliau menjabat sebagai Ketua Majelis Keuangan, Pembangunan Wakaf dan Harta Benda, dimana Drs HM Jusuf Kalla adalah salah satu anggotanya.

Beliau mendapat penghargaan dari Majalah Investor Jakarta dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), karena dinilai memiiki komitmen dan perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Rekam jejak kepedulian Prof Dr H. Halide terhadap perkembangan ekonomi syariah sudah terlihat pada tahun 1996 di Makkah dan 1980 di Islamabad, Pakistan. Saat itu, bersama tokoh lain seperti Bakir Hasan, dan Ismail Suni, Halide mengikuti pertemuan internasional tentang ekonomi syariah.

Ketertarikan Halide mempelajari ilmu ekonomi tampak sejak menempuh pendidikan tinggi di Fakutas Ekonomi Universitas Hasanuddin (FE-UNHAS). Lalu, berlanjut ketika fokus mempelajari ilmu ekonomi pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Disertasi putra dari pasangan Haji Baco dan Haji Karoncing, kelahiran 29 September 1936 ini soal ‘Pemanfaatan waktu luang rumah tangga petani di Daerah Aliran Sungai Jeneberang’.

Dalam riwayat akademiknya di Kampus UNHAS, beliau diketahui pernah menduduki jabatan sebagai Direktur Muda University Extension Education FE-UNHAS (1967- 1968), Pembantu Rektor Unhas (1968- 1969), Kepala Laboratorium Statistik FE-UNHAS (1971-1977), Koordinator Konsultan Lembaga Managemen UNHAS (1973-1977).

Dalam kancah provinsi dipercaya sebagai Tim Ahli Kamar Dagang dan Industri daerah Sulawesi Selatan (1973-1977), dan sampai saat ini masih dipercaya sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS) Bank Swasta di Sulsel, juga sebagai Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan.

Hingga kini, Prof Halide masih aktif mengampanyekan Implementasi Ekonomi Islam. Beberapa kali beliau menjadi panelis dan pembicara di Seminar Ekonomi Islam, di tingkat Propinsi dan Nasional. (*)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT