Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

Jl. H Fadeli Luran, Biraeng, Minasatene-Pangkep

Bersatu dalam Aqidah,Toleransi Masalah Furuiyah dan Khilafiyah

Fadhilah Shalawat Nariyah

Rabu, 06 Februari 2019 - Oleh Immim Pangkep - Dibaca 361 Kali

Oleh:
Muhammad Farid Wajdi, S.H.i
Pengasuh/Humas Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep

DALAM Kitab "Afdhalush Shalawat 'ala Sayyidissaadaath" dan "Khozinatul Asror", disebutkan tentang Fadhilah Shalawat Nariyah, yaitu salah satu shalawat yang memiliki keutamaan bagi orang mengamalkannya. Shalawat adalah permohonan kepada Allah SWT agar memberikan berkah, keselamatan, dan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.

Sebagaimana Allah SWT memberikan keberkahan yang sempurna, shalawat kepada Orang-orang yang mengucapkan istirjak, yaitu Innalillahi wa Inna Ilaihi Rhajiun ketika mendapat musibah. Dalam Qs. al-Baqarah: 157, "Ulaaika 'alaihim Shalawaatummir Robbihim wa Rahmah ...." Artinya: "Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka..." (Al-Baqarah: 157)

Sholawat Nariyah atau sholawatul Munfarijah (Pembebasan) itu sebagai berikut: Allahumma Sholli Sholaatan Kaamilatan Wasallim Salaaman 'Ala Sayyidina Muhammadinillazii Tanhalu Bihil ‘Uqodu, Watanfariju bihilkurobu watatuqlo bihil hawaaiju watunaalu bihirroghooibu wahusnul khowaatim wayustasqol ghomaamu biwajhihil kariimi, wa'alaa aalihii washohbihii fii kulli lamhatin wanafasin bi 'adadi kulli ma'luumin llaka.

Artinya:
"Wahai Allah. Limpahkanlah keberkahan (sholawat) dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami, Muhammad, pada setiap pandangan mata dan hembusan napas makhluk Engkau sebanyak bilangan dalam pengetahuan Engkau. Karena kekuasaan Engkau-lah terlepas belenggu kesempitan kehidupan, hilang kesusahan, terpenuhi berbagai kebutuhan, terjangkau segala yang diinginkan, tercapai akhir kehidupan yang baik, serta turun hujan dari awan. Juga keberkahan (sholawat) kepada keluarga dan sahabatnya."

Coba pahami dengan cermat, dimana adanya kesyirikan di dalam sholawat tersebut?

Di dalam Qs. Al-Ahzabayat 56, Allah SWT menyatakan, INNALLAHA WAMALAAIKATAHU YUSHOLLUUNA 'ALANNABIYI YAA AYYUHALLAZINA AAMANUU SHOLLUU 'ALAIHI WASALLIMUU TASLIIMAA.

Artinya:
"Sesungguhnya Allah (menganugerahkan keberkatan) dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat (memohonkan keberkatan kepada Allah SWT) atas Nabi Muhammad SAW. Hai orang-orang yang beriman,b ersholawatlah kamu (berdo'alah untuk keberkatan) Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (mohonkan keselamatan untuknya)." (al-Ahzab:56)

Orang yang menyatakan sholawat di atas dan termasuk shalawat badar, dianggap syirik dan bid'ah, karena cara berpikir mereka yang tekstual, sehingga tidak boleh bersholawat selain lafadz yang digunakan dan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yaitu: ALLAHUMMA SHOLLI 'ALAA MUHAMMAD.

Karena itu sholawat badar yang berlafaz: SHOLAATULLAH SALAAMULLAHI 'ALAA THOOHAA ROSUULILLAHI... yang artinya: "Semoga Allah mencurahkan sholawat (keberkatan) dan kesejahteraan kepada TOO HAA (Muhammad) utusan Allah. Oleh kelompok tekstual tersebut dibid'ahkannya. Termasuk cara berpikir tekstual ini juga yang melarang Khutbah Jum'at berbahasa Indonesia, karena Nabi Muhammad SAW tidak melakukannya kecuali berbahasa Arab.

Mereka menerjemahkan ucapan di dalam sholawat Nariyah:

"TANHALLU BIHIL UQODU" dengan arti: "Segala ikatan dan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhamm shollallahu 'alaihiwasallam" padahal artinya yang benar adalah "Karena kekuasaan Engkaulah (YA ALLAH) terlepas belenggu kesempitan kehidupan.

WA TANFARIJU BIHIL KUROBU, mereka terjemahkan: "Segala bencana bisa tersingkap dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihiwasallam." Padahal makna yang benar adalah: "Dan Karena kekuasaan Engkau (yang memberikan keberkatan dan kesejahteraan) hilang segala kesusahan.

"WATUQDLOO BIHIL HAWAAIJ", mereka terjemahkan: "Segala kebutuhan bisa terkabul karena Nabi Muhammad shallallahu 'alaihiwasallam'. Padahal arti yang benar dan tidaksyirik adalah: "Dan dengan kekuasaan Engkau (Ya ALLah yang memiliki kemampuan menganugerahkan keberkatan dan kesejahteraan) terpenuhi berbagai kebutuhan.

"WATUNAALU BIHIR ROGHOIB", mereka terjemahkan: "Segala keinginan bisa didapatkandenga nada nya Nabi Muhammad Shallallahu "alaihiwasaLlam". Padahal makna yang tidak mengandung kesyirikanadalah: "Dengan kekuasan Engkau Ya Allah (yang memiliki kemampuan menganugerahkan keberkatan dan kesejahteraan) terjangkau segala yang diinginkan.

Atas dasar keterangan di atas, lebih baik mengabaikan saja pendapat yang menyatakan shalawat sebagai syirik dan bi'ah tersebut. Kebenaran hanya dari Allah SWT, maka janganlah menjadi Orang yang Ragu. Shalawat Nariyah Lengkapnya sebagai berikut:

 

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَّ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

 

Artinya:
“Ya Allah, bershalawatlah dengan shalawat yang sempurna dan bersalamlah dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya ikatan-ikatan terlepas, kesedihan-kesedihan lenyap, kebutuhan-kebutuhan didapat, kesenangan-kesenangan didekap, semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat dirinya yang pemurah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya, dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas, sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuan-Mu.”

Fadhilah Shalawat:

Dalam Afdhal al-Shalawat ‘alaa Sayyid al-Sadat dijelaskan, bahwa shalawat ini merupakan perbendaharaan dari perbendaharaan-perbendaharaan Allah dan membacanya secara istiqamah merupakan kunci untuk membuka pundi-pundi perbendaharaan Allah, dan Allah akan membukakan bagi hamba-Nya yang bersedia secara rutin membacanya, dan orang yang memang telah dikehendaki oleh-Nya untuk mendapatkannya.

Dalam Kitab Khazinatul Asrar dijelaskan, bahwa nama shalawat ini adalah shalawat pembebas (tafrijiyah). Sedangkan di kalangan kaum Asrar, shalawat ini dikenal dengan nama Miftah al-kanzi al-Muhith Li Naili Muradi al-‘Abid (Kunci perbendaharaan luas untuk memperoleh harapan manusia).

Imam Al-Qurthubi menjelaskan, bahwa barangsiap yang ingin mendapatkan sesuatu yang penting dan agung, maka hendaklah ia membaca shalawat tafrijiyah ini, dan hendaklah ia bertawasul kepada Rasulullah yang memiliki budi pekerti agung, sebanyak 444x, karena Allah akan benar-benar mengabulkan harapan dan permohonannya sesuai dengan permintaannya. Demikian disebutkan dalam Afdhal al-Shalawat ‘alaa Sayyid al-Sadat.

Cara pengamalan:

Dibaca 41x atau 100x setiap hari, insa Allah akan terbebas dari kesusahan, kesedihan, kekalutan, dan kesulitan. Akan dipermudahkan urusannya, hatinya akan disinari cahaya, derajatnya akan ditinggikan, keadaaannya akan diperbaiki, rizkinya akan diluaskan, pintu-pintu kebaikan akan dibukakan untuknya, kebaikan-kebaikan akan dilimpahruahkan, akan dijaga dari permasalahan yang tidak dikehendaki.

Dibaca sebanyak 444 x, insa Allah hajat-hajat akan dikabulkan. Dibaca sebanyak 11 x setelah shalat fardhu, insa Allah rizki dari Allah tidak akan putus, dan akan mendapatkan derajat tinggi dan kekuasaan yang cukup. Dibaca sebanyak 313 x, insa Alah akan mendapatkan apa yang tidak dapat diulas oleh kata-kata, yaitu sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh pandangan mata, tidak pernah terbisik di telinga, dan belum pernah terpikir oleh rasa manusia.

Demikian dijelaskan dalam Afdhal al-Shalawat ‘alaa Sayyidissadath. Wallahu 'alam bish-shawab. (*)

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT