Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

Jl. H Fadeli Luran, Biraeng, Minasatene-Pangkep

Bersatu dalam Aqidah,Toleransi Masalah Furuiyah dan Khilafiyah

Manfaat Wudhu bagi Kesehatan

Rabu, 02 Mei 2018 - Oleh Immim Pangkep - Dibaca 59 Kali

Oleh:
Muhammad Farid Wajdi, S.H.i
Pengasuh/Humas Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep

 

SAAT INI  sudah banyak penelitian yang dilakukan terkait manfaat kesehatan dari gerakan shalat dan wudhu, baik yang dilakukan oleh muslim sendiri maupun yang dilakukan oleh ilmuwan non muslim.

Salah satu diantaranya adalah penelitian tentang Wudhu yang dilakukan oleh Prof. Dr. Leopold Werner von Ehrenfels, Ilmuwan barat yang  Masuk Islam setelah penelitianya terhadap Wudhu.

Prof. Dr. Leopold Werner von Ehrenfels adalah Seorang psikiater dan neurolog. Profesor berkebangsaan Austria ini tekun mempelajari Islam sampai kemudian menyimpulkan bahwa ritual ibadah yang dilakukan orang Islam bukan hanya ritual belaka, tetapi gerakan-gerakannya bermanfaat bagi kesehatan.

Salah satu yang ia teliti adalah tentang keharusan wudhu sebelum melakukan sholat dan keharusan mandi setelah jima’ dengan istri.

Banyak sekali yang Prof Dr Leopold Werner von Ehrenfels temukan dalam penelitiannya. Begitu Islam sangat memperhatikan kesehatan dan kebersihan.

Dalam Fikih Islam sendiri, Bab tentang Thaharah (kebersihan) adalah Bab yang harus dipelajari terlebih dahulu sebelum Fikih ibadah. 

Dalam penelitiannya, Prof Leopold mengagumi Islam setelah menemukan korelasi bahwa Ibadah dalam islam menitik berat kepada perubahan hidup seseorang yang lebih baik, baik dalam hubungan muamalah (hubungan antar sesama manusia) maupun dalam  hal Ubudiah (Hubungan  Manusia dengan Tuhan). Semuanya harus seimbang.

Prof Leopold Werner von Ehrenfels menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudhu. Ia mengemukakan sebuah fakta yang sangat mengejutkan. Bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah dahi, tangan, dan kaki.

Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menemukan hikmah dibalik wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut.

Ia bahkan merekomendasikan agar wudhu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.

Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat saraf nya. Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Berwudhu (foto: muslimah.co.id)

Setiap perintah ALLAH tentu memiliki hikmah kebaikan dibaliknya. Wudhu sebenarnya ritual pengkondisian seluruh aspek hidup, dari aspek  psikologis dan fisiologis.

Kelima panca indera terbasuh semua air wudhu yang menyegarkan, dari mata, hidung, telinga, dan seluruh kulit tubuh. Ini betul-betul luar biasa!

Ahli syaraf (neurologist) pun telah membuktikan bahwa dengan air wudhu yang mendinginkan ujung-ujung syaraf jari tangan dan kaki berguna untuk  menenangkan pikiran.

Dari segi ilmu akupunktur, letak titik-titik sensitif yang sering ditusuk selaras dengan pola anggota tubuh yang dibasuh air wudhu.

Pada anggota badan yang terkena perlakuan wudhu terdapat ratusan titik akupunktur yang bersifat reseptor terhadap stimulus berupa basuhan, gosokan, usapan, tekanan dan urutan ketika melakukan wudhu.

Stimulus tersebut akan dihantarkan melalui meridian ke sel, jaringan, organ dan sistim organ yang bersifat terapi. Hal ini terjadi karena adanya sistem regulasi yaitu sistem syaraf dan hormon bekerja untuk mengadakan homeostasis (keseimbangan).

Titik-titik akupunktur adalah fenomena menarik bila dikorelasikan dengan kaifiyat wudhu yang disyari’atkan dalam Ajaran Islam 15 abad yang lalu. 

Setelah dihitung, ternyata terdapat 493 titik reseptor pada anggota tubuh yang terbasuh wudhu. Anggota Wudhu (rukun dan sunah) dari jumlah Titik Akupunktur tersebut adalah pada wajah terdapat 84 titik, 95 titik di Tangan, 64 pada bagian kepala, 125 pada kedua telinga, 125 pada bagian Kaki.

Jumlah keseluruhannya adalah 493 titik, yang sangat sulit menghafalnya bagi mereka yang belajar akupunktur.

Bagi seorang muslim, dengan penemuan ini cukuplah dengan terus memperbaiki wudhu dan itu secara tidak langsung sudah sama dengan telah melakukan terapi akupunktur tanpa jarum. Subhanallah! Bayangkan jika kita melakukan itu setiap hari paling sedikit 5 kali sehari.

Ternyata kita harus semakin teliti saat berwudhu. Mengapa? Coba ingat-ingat saat kita membasuh telapak tangan dan kaki, adakah sela-sela jari sering kita abaikan?

Ternyata ada fakta menarik yang tidak boleh luput, yaitu satu diantaranya adalah ketika melakukan takhlil, diantara sela-sela jari tangan dan kaki terdapat masing-masing satu titik istimewa (Ba Sie pada sela-sela jari tangan dan Ba Peng pada sela-sela jari kaki). Jadi, keseluruhannya terdapat 16 titik akupunktur.

Berdasarkan riset pakar akupunktur, titik-titik tersebut apabila dirangsang dapat menstimulir bio energi (Chi) guna membangun homeostasis.

Sehingga menghasilkan efek terapi yang memiliki multi indikasi, antara lain seperti untuk mengobati migren, sakit gigi, tangan-lengan merah, bengkak, dan jari jemari kaku, dan lain sebagainya.

Subhanallah. Semoga bermanfaat. (*)

 

Sumber: Muhammad Farid Wajdi

https://palontaraq.id/2018/05/28/manfaat-wudhu-bagi-kesehatan/

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT