Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Mengapa Tidak Semua Do’a Kita Dikabulkan Oleh Allah?

Oleh: Syaikh Ahmad Kamil, diterjemahkan oleh Ustadz Muzakkir M Arif

BLOGGURU – “Seorang teman pernah curhat kepada saya bahwa ia rajin berdo’a dengan do’a-do’a dari Alqur’an dan dari As-Sunnah, pada waktu-waktu mustajab, bahkan juga sudah sering berdo’a di tempat-tempat mustajab; itu sudah ia tekuni selama bertahun-tahun, tapi ternyata Allah belum mengabulkan do’anya..

Teman saya ini, menunggu tanggapan dari saya..

Saya kemudian menanggapinya dengan curhat yang sama..

Saya juga mengalami hal yang sama..

Saya juga bertanya-tanya dengan pertanyaan yang sama..

Karena saya juga sering mendengar dari para ulama bahwa siapa berdo’a dengan do’a “ini” maka pasti dikabulkan oleh Allah.. Siapa yang berdo’a di tempat “ini” maka pasti dikabulkan oleh Allah.. Itu pasti, tidak ada keraguan padanya sedikitpun..

Kenyataannya, saya sudah mengulang-ulangi do’a “itu”, di tempat “itu”, pada waktu “itu”, bahkan sudah ribuan kali, tapi Allah belum mengabulkan do’a-do’a itu, kecuali sedikit..

Contoh yang paling nyata ialah bahwa jutaan umat Islam berdo’a sejak puluhan tahun yang lalu untuk kehancuran beberapa musuh umat Islam, para penjajah, para thagut, para orang zalim.

Umat Islam berdo’a sepenuh khusyu’, sepenuh kesungguhan, dengan semua redaksi pilihan, di semua tempat, pada semua waktu, pada semua keadaan; tapi.. Tidak ada hal yang baru.. Tidak ada hasil dari semua do’a itu.. Musuh-musuh itu masih tetap berbuat zalim tiada henti.. Mengapa begini..?

Setelah melalui proses banyak membaca dan banyak berguru kepada para ulama, saya memahami satu hal yang sangat penting bagi kita semua tentang do’a, yaitu bahwa:

Do’a adalah ibadah yang murni ikhlas untuk Allah, yang merupakan kewajiban secara khusus.

Do’a bukan upaya memaksa Allah..
Bukan juga transaksi dengan Allah..
Bukan juga unjuk rasa di depan Allah..
Bukan juga kupon berhadiah kalau beruntung..
Bukan juga kertas cek, siapa yang membawanya, dia berhak dapat uang sebesar yang tertulis di cek itu..
Do’a itu, tidak seperti semua itu..!

Kita berdo’a kepada Allah dan selalu berusaha menyambung do’a dengan do’a, sepenuh penghayatan terhadap Rububiyah Allah yang sempurna; sepenuh penghayatan penyembahan kita kepada Allah; sepenuh penghayatan sikap merendahkan diri di hadapan Allah; bukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan secepatnya dan sekarang juga..!

Karena itu, sekarang saya menyatakan sepenuh pemahaman yang saya yakini benar, bahwa:

Kalau sekiranya setiap kali kita berdo’a untuk diri kita dan atau untuk orang lain, itu langsung dikabulkan oleh Allah, dalam bentuk yang persis dengan yang kita minta, maka hal itu menunjukkan beberapa hal yang batil dan mustahil, antara lain:

Pertama, Itu berarti bahwa ada orang yang berkuasa untuk mewujudkan apa saja yang ia kehendaki; menentukan masa depannya sendiri dan masa depan orang lain; sanggup mengatur semua kejadian di semua negara, sekehendaknya..

Berarti dia maha kuasa.. Ini tidak mungkin.. Ini mustahil..

Karena hanya Allah sajalah yang maha kuasa atas segalanya..

Hanya Allah satu-satu-Nya yang maha pengatur semua yang terjadi di dunia ini..
Karena hanya Allah semata yang maha pencipta, maha pemberi rezeki, maha mengetahui, maha bijaksana..

Kedua, Kalau Allah mengabulkan semua permohonan kita dalam bentuk yang kita minta, maka hilanglah keseimbangan dalam hidup ini..

Karena tidak ada lagi orang yang miskin… Tidak ada lagi orang yang sakit.. Tidak ada lagi orang yang gagal… Tidak ada lagi orang kafir.. Tidak ada lagi orang munafik.. Tidak ada lagi orang yang bersedih.. Tidak ada lagi konflik.. Tidak ada lagi peperangan.. Tidak ada lagi bencana alam.. Maka dunia ini menjadi Surga..

Ini tidak mungkin terjadi.. Karena ini bertentangan dengan hikmah Allah dalam menciptakan dunia ini..

Ini bertentangan dengan dengan tujuan Allah menciptakan kehidupan ini, yaitu untuk menguji manusia, lalu setelah itu ada kematian, kemudian kebangkitan, lalu pengadilan, kemudian balasan..

Ketiga, Kalau Allah mengabulkan semua permintaan kita, maka itu bertentangan dengan kewajiban mengamalkan ibadah yang bernama: Sabar.

Kita diwajibkan oleh Allah untuk bersabar..

Sifat sabar itu adalah sifat yang sangat mendasar pada orang-orang beriman..

Sifat inilah yang membedakan orang salih dengan orang yang belum salih..

Sifat ini mencakup bersabar dalam beribadah, bersabar menjauhi dosa; dan bersabar dalam menerima musibah..

Sifat ini pahalanya sangat besar, sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” QS: Az-Zumar (39): 10

Keempat, Sesungguhnya balasan kebaikan di akhirat, itulah cita-cita setiap orang beriman, laki-laki maupun perempuan..

Bukan kemewahan di dunia yang sangat singkat ini… Kenikmatan, kemudahan dan fasilitas di dunia ini hanyalah sarana untuk beribadah dan berbagi dengan orang lain; memperbanyak tabungan amal yang tak terputus pahalanya..

Dunia ini bukan tujuan hidup… Jadi kalau kita tidak mendapatkan apa yang kita minta kepada Allah, maka pasti itu adalah kasih sayang Allah kepada kita; kita akan dapatkan pahala dari Allah atas semua do’a kita itu; dan balasan di akhirat itulah yang paling baik..

Karena itu, ketika para Sahabat -Radhiyallahu Anhum- mendengarkan penjelasan dari Rasulullah -Shallallahu Alaihi wa Sallam- tentang keutamaan berdo’a, mereka mengatakan: “Kalau begitu, kita perbanyak berdo’a!” Lalu Rasulullah -Shallallahu Alaihi wa Sallam- bersabda: “Allah lebih banyak!” HR. Al-Imam Ahmad, dinilai Sahih oleh Asy-Syaikh Al-Albani

Maksudnya: Allah akan lebih banyak memberikan kebaikan dan pahala..

Di sanalah… Di akhirat nanti, orang-orang beriman pasti bergembira dengan kegembiraan yang luar biasa..

Dalam satu riwayat dijelaskan bahwa ketika di akhirat nanti, orang beriman yang jarang mendapatkan kesulitan atau penderitaan sewaktu di dunia, melihat betapa banyaknya pahala orang beriman yang selalu mendapatkan kesulitan dan penderitaan sewaktu di dunia, maka orang yang jarang mendapatkan kesulitan itu berkeinginan sekiranya dulu sewaktu di dunia, ia diuji oleh Allah dengan siksaan yang sangat berat, sampai tubuhnya dicabik-cabik dan dipotong sedikit demi sedikit, dengan menggunakan gunting besar. HR. At-Tirmidzi, dinilai Hasan oleh Asy-Syaikh Al-Albani

Karena itu, kita berdo’a sejak awal, dengan penghayatan pengakuan kita bahwa Allah sebagai Tuhan satu-satu-Nya; pengakuan kita bahwa kita hanya beribadah kepada-Nya semata; pengakuan bahwa kita berdo’a kepada-Nya karena kita melaksanakan perintah-Nya untuk berdo’a kepada-Nya pada semua kebutuhan dan keinginan kita.
Itu dijelaskan di dalam banyak Ayat dan Hadis, yang bukan di sini tempat untuk menjelaskannya.

Salah satunya ialah Sabda Rasulullah -Shallallahu Alaihi wa Sallam-: “Siapa yang tidak berdo’a kepada Allah, niscaya Allah murka kepadanya” HR. At-Tirmidzi, dinilai Hasan oleh Asy-Syaikh Al-Albani

Kita yakin bahwa Allah tidak menyia-nyiakan sedikitpun dari amal kita.. Allah pasti mengabulkan semua do’a kita, tapi dalam bentuk yang sesuai dengan hikmah Allah, yang lebih baik bagi kita, sesuai cara Allah, pada waktu dan tempat yang dipilih oleh Allah..

Semua itu kita kembalikan kepada Allah yang maha bijaksana, yang maha menguasai, yang maha lembut, yang maha mengetahui apa yang terbaik untuk kita, di dunia; dan yang utama ialah balasan yang terbaik di akhirat kelak..

Berdasarkan semua penjelasan ini, patut ditegaskan bahwa tidak ada yang disebut: “Do’a yang tidak dikabulkan”

Selama memenuhi syarat dan ketentuan Allah dan Rasul-Nya!

Semua do’a yang memenuhi syarat itu diangkat naik kepada Allah..

Allah mendengarnya… Allah maha mengetahuinya… Allah senang kepada do’anya orang-orang yang merengek dan merintih; tapi Allah mengabulkannya sesuai kemaha-bijaksanaan-Nya, kehendak-Nya, pengaturan-Nya..

Inilah bentuk-bentuk dikabulkannya do’a:

1. Allah mengabulkan do’a sesuai permintaan kita, secara langsung..

2. Allah mengabulkan do’a sesuai permintaan kita, tapi setelah beberapa waktu kemudian, pada kondisi yang lebih tepat bagi kita..

3. Allah mengabulkan do’a kita dalam bentuk yang tidak sesuai dengan yang kita minta; dalam bentuk yang kita tidak sadari, bahkan dalam bentuk yang akal kita tidak sampai untuk memahaminya..

4. Allah memberikan kepada kita sesuatu yang berbeda dengan yang kita minta, karena itu yang lebih baik bagi kita di dunia atau di akhirat, atau pada keduanya, baik itu nikmat iman, atau nikmat selain materi..

5. Allah mengabulkan do’a kita dalam bentuk menjauhkan dari kita kesulitan dan penderitaan, berbagai bentuk musibah, yang sekiranya kita tidak berdo’a, maka musibah itu akan menimpa kita..

6. Allah mengabulkan do’a kita dengan memberikan balasan yang luar biasa di hari kiamat nanti.. Karena do’a-do’a kita itu menjadi tabungan akhirat kita yang kelak akan memberatkan timbangan amal kita..

Berdasarkan semua penjelasan ini, kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa: “Tidak ada do’a kita yang sia-sia. Selama kita bersungguh-sungguh menjauhi sebab-sebab ditolaknya do’a. Setiap do’a kita itu adalah kebaikan selalu; di dunia dan di akhirat..

Dengan berdo’a kita kita selalu beruntung, selama kita ikhlas dan jujur.. Berdo’a sepenuh hati. Mari kita perbanyak berdo’a. Mari kita selalu optimistis dan berbahagia dengan berdo’a..!”

(Mari kita bayangkan betapa banyak kaum muslimin yang mendapatkan manfaat dari tulisan seperti ini. Kita yang ikut menyebarkannya, berharap kepada Allah agar Allah memberikan balasan yang tak terputus kepada kita, mengampuni semua dosa kita; dan memberkahi semua nikmat-Nya kepada kita. Amin) (*)

Post Terkait

Resolusi 2026
1 Jan 2026

Resolusi 2026

0 Komentar

KELUAR